cover
Contact Name
Wildan Insan Fauzi
Contact Email
wildaninsanfauzi@upi.edu
Phone
+6285221045707
Journal Mail Official
historia@upi.edu
Editorial Address
Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Laboratorium Prodi Pendidikan Sejarah, Lantai 4, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah
ISSN : 26204789     EISSN : 26157993     DOI : https://doi.org/10.17509/historia.v5i1
Focus and Scope 1. Learning History at school 2. Learning History in college 3. History education curriculum 4. Historical material (local, national, and world history) 5. History of education 6. Historical material in social studies
Articles 241 Documents
Perkembangan Agama Kristen di Aceh Singkil 1930-2021 Rahmah, Sri; Umar, Mawardi; Kesuma, T. Bahagia
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.56141

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan agama Kristen di Aceh Singkil dari tahun 1930 sampai dengan tahun 2021 dan strategi penyebaran agama Kristen di Aceh Singkil pada masa Kolonial Belanda yaitu sejak tahun 1930 sampai dengan tahun 2021. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara, yaitu: wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sumber-sumber yang digunakan meliputi sumber primer dan sekunder, sumber primer yang digunakan adalah hasil wawancara dengan narasumber dan dokumen terkait, sumber sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, skripsi, berita, artikel dan situs internet. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa masuknya agama Kristen di Aceh Singkil erat kaitannya dengan dibukanya perusahaan perkebunan karet dan kelapa sawit yang terletak di Simpang Kanan pada masa Kolonial Belanda. Perusahaan ini memperkerjakan orang dari daerah lain seperti orang Pakpak dan Batak yang sebagian dari mereka telah beragama Kristen dan Animisme. Pada tahun 1932, Evangelis Inget Wilfried Banurea bersama dengan investor Belgia Tuan E. Riiner membangun sebuah rumah ibadah yang berada di Kuta Kerangan dan saat itu telah mendapat persetujuan pemerintahan Belanda. Evangelis I.W Banurea menyebarkan agama Kristen dengan dua strategi, yaitu mengajarkan musik dan lagu-lagu rohani dan juga membuka kolportase rohani (pengedaran buku-buku rohani) dengan tujuan memfasilitasi pemahaman masyarakat tentang agama Kristen. Saat ini tidak ada strategi khusus dalam penyebaran agama Kristen, bertambahnya umat Kristen di Aceh Singkil hanya disebabkan oleh faktor keturunan, meskipun ada juga perpindahan agama karena pernikahan tetapi itu sangat jarang, selain itu juga karena datangnya penduduk dari luar daerah Aceh Singkil yang beragama Kristen kemudian bekerja dan tinggal didaerah tersebut. Kata kunci:         Perkembangan, Agama Kristen, Aceh Singkil
Analisis Kemampuan HOTS Peserta Didik melalui History In Digital Literacy Era Transisi Pandemi Covid-19 di Sekolah Menengah Atas Negeri Darmawan, Wawan; Mulyana, Agus; Winarti, Murdiyah; Pangestu, Dimas Aldi
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.63255

Abstract

Covid-19 telah membawa dampak yang luar biasa bagi dunia pendidikan, termasuk di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran sejarah berbasis literasi digital dalam sejarah imasa transisi pandemi covid-19 ke new normal serta menganalisis kemampuan HOTS peserta didik melalui literasi digital dalam sejarah di SMA. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan metode sequential exploratory. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes dan dokumnetasi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik sejumlah 143 di SMAN 8 Bandung. Teknik analisis data yang digunakan dalam metode kualitatif adalah analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan. Sementara analisis data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif dan independent simple t-test untuk menguji hipotesis. Pembelajaran sejarah selama pandemi covid-19 dan transisi ke keadaan normal pembelajaran menggunakan literasi digital dalam sejarah. Guru mendorong peserta didik, agar peserta didik lebih memahami dan dapat menyelesaikan tugas yang diberikan, menggunakan sumber-sumber digital seperti jurnal, video, buku online dan artikel online yang kredibel. Penggunaan literasi digital tersebut terlihat dalam tingkat kemampuan HOTS peserta didik pada pembelajaran Sejarah Indonesia yang belum optimal karena tidak terdapat perbedaan tingkat kememapuan OTS peserta didik baik di kelas IPA atau IPS dengan hasil signifikansi 0.821 0.05. Kemampuan  HOTS peserta didik belum optimal juga karena masih berada pada skor MIPA 69.9 dan IPS 69.5. Ketuntatasan dari peserta didik mencapai 67 orang dan 76 belum tuntas. Hal ini disebabkan oleh interaksi guru yang rendah pada masa pandemi covid-19 dan transisi covid-19 serta penggunaan gadget berbasis literasi digital pada peserta didik yang tidak efektif untuk pembelajaran.
Kontestasi Politik dalam Kompetisi Olahraga Ganefo Harjo, Indhar Wahyu Wira
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.52394

Abstract

This research examines the Games of New Emerging Forces (GANEFO) as a tactical sporting event. This review aims to show that Ganefo is not just an international sports competition, but is also a product of domestic political competition and diplomatic relations contests. This research uses historical research methods. The implementation of Ganefo in November 1963 is often associated with international political practices after World War II. The feud between the Western Bloc and the Eastern Bloc triggered the holding of the Asia-Africa Conference. It was the spirit of the Non-Aligned Movement that Indonesia adopted to mobilize other countries to participate in GANEFO. Apart from that, the influence of the PRC as an exponent of the communist state also played an important role in Ganefo's success in Jakarta. At the national level, the long feud between Soekarno, political parties and the military elite also contributed to the implementation of Ganefo during the Guided Democracy era. The competition between domestic camps was a trigger for Soekarno to try to take a superior position by holding international scale sporting events. Soekarno used this method to attract public sympathy as well as dwarf the position of his domestic competitors. Thus, holding sports competitions can be used as an instrument to unravel the complexity of diplomatic relations and domestic political contestation. 
Lagu Darah Juang dalam Konteks Demonstrasi 1998 Yusuf, Nur Fadilah
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.56582

Abstract

Research on songs in Indonesian historiography rarely receives attention from historians. It is very important for author to examine songs from the historical aspects and the socio-political realities of their time. Therefore, the aim of writing this article is to discuss songs that are the reality of the demonstrators' struggle (activists, students, community leaders and other national elements) in 1998. Additionally, the author highlights this song (Darah Juang) really describes how the life of the Indonesian people was under the power of the government of the New Order era which exercised hegemony in almost all aspects of life. This research uses historical methods as a form of scientific writing which includes heuristics, source criticism, interpretation, and historiography as well. Furthermore, in this research article, there are results and discussions that the author can convey, including: 1. Relations between Arts and Politics in the New Order era, 2. Art Media in the New Order Era Demonstrations, 3. The historicity of the Songs Darah Juang, and the last one 4. Songs Darah Juang in the 1998 Demonstration. 
Monumen dan Museum Peta Sebagai Sarana Edukasi Sejarah Dalam Mempertahankan Identitas Bangsa Safarani, Jeihany Anggrilla
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.54584

Abstract

Pasca kemerdekaan Indonesia, tentara profesional terlatih dibutuhkan untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatan negara. Tentara lulusan PETA kemudian berhimpun untuk membantu memobilisasi rakyat Indonesia. YAPETA, badan yang dibentuk oleh para mantan lulusan PETA, memprakarsai berdirinya Monumen dan Museum PETA di tahun 1995. Ini menunjukkan bahwa para pendahulu kita melalui PETA ingin masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia tidak melupakan sejarah dan identitas bangsanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan data yang diperoleh melalui sumber literatur (buku, majalah, koran, maupun sumber lainnya) dan seminar ataupun diskusi yang berkaitan dengan YAPETA ataupun Monumen dan Museum PETA. Artikel ini menunjukkan bahwa Museum PETA membantu memberikan gambaran bahwa PETA membantu mewujudkan keamanan nasional di masa lampau dalam sektor military security dengan fokus pada kapabilitas militer PETA yang bersifat offensive maupun defensive hingga lahirlah BKR. Pada sektor political security, bangsa Indonesia berfokus pada pengorganisasian negara dengan memobilisasi masyarakat melalui tentara PETA dan menetapkan sistem pemerintahan NKRI. Secara langsung, Museum PETA adalah rekaman sejarah yang memperkuat solidaritas untuk lepas dari penjajah dan memiliki identitas serta nasionalisme bangsa Indonesia. Diorama peristiwa sejarah PETA yang terekam dalam museum dapat digunakan sebagai media edukasi pada generasi muda.
Menilik Balik Inflasi : Pemikiran Ekonomi Islam Al Maqrizi Anggraini, Misi; Azis, Saipul; Srilupita, Alda; Hulwati, Hulwati
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v6i2.61215

Abstract

Inflation is an economic condition that countries around the world cannot avoid. Including from developing countries to developed countries. Many economists discuss the problem of inflation in their economic thinking. One of the famous Islamic economists with his theory of inflation is Al-Maqrizi, namely Taqiyuddin Abu Al-Abbas Ahmad bin Ali bin Abdul Qadir Al-Husaini. This figure said that the cause of inflation was natural inflation, namely inflation that had an impact on natural influences such as natural disasters. Thus, natural disasters are outbreaks of the Covid-19 virus and economic transactions are blocked in all sectors, even the economy. This is not going as smoothly as usual Conditions that have an impact on increasing the prices of many other goods and services. This resulted in food shortages, various diseases and death among the people. Human error inflation, namely inflation caused by human error, in this article only focuses on post-pandemic inflation. This causes economic paralysis in various countries around the world and inflation, which can even turn into deflation. But this time the focus is on the post-Covid-19 pandemic, especially in Indonesia.
Telusur Eksistensi Nasakom dan Aktivitas Lekra masa Demokrasi Terpimpin 1959-1965 Nasirin, Anas Anwar; Abdurakhman, Abdurakhman
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.67593

Abstract

Pengkajian sejarah dalam dinamika politik bersamaan dengan ideologi yang menjadi alat pemerintah dalam aktivitas kenegaraan menyajikan konsep Nasakom. Nasakom berdasarkan teori Ricocer membuktikan sebagai ideologi negara Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965) yang tersalur dalam konsep distrosi, legitimasi dan integrasi. Tahun 1926 soekarno mencetuskan azas kenegaraan yang meliputi Nasionalisme, Islamisme-Keislaman, dan Marxisme. Pada masa Demokrasi Terpimpin azas negara itu menjadi ideologi negara dengan nama Nasakom (Nasionalis Agamis dan Komunis). Penelusuran terhadap aktivitas Lekra yang merupakan organisasi dibawah Partai Komunis Indonesia yang eksistensinya sangat popular masa Demokrasi Terpimpin. Demokrasi Terpimpin berlaku setelah ditetapkannya Dekrit Persiden pada 5 Juli 1959. Penelitian ini menggunakan metode historis yang meliputi proses Heuristik, Verifikasi, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksistensi Nasakom sebagai ideologi negara pada masa demokrasi terpimpin menjadi misi Soekarno dalam mencipta persatuan antara kelompok pergerakan Nasionalis, Islamis dan Komunis. Persatuan ketiganya telah mencipta Soekarno selama Demokrasi Terpimpin mampu mempertahankan kekuasaannya, terbebas dari kudeta, dan menjadi pemimpin yang memiliki kendali penuh dalam aktivitas politik dan kenegaraan. Aktivitas Lekra sebagai lembaga kebudayaan telah menjadi saluran aspirasi politik komunis diabawah komando Partai Komunis Indonesia. aktivitas itu memicu terjadinya manipesto kebudayaan yang menghadirkan lembaga-lembaga kebudayaan serupa seperti, Lembaga Kebudayaan Nasional dibawah naungan Partai Nasional Indonesia dan Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) milik Nahdatul Ulama yang diantaranya menjadi pesaing Lekra.
Revolusi Korea : Dari Pemerintahan Militer Ke Demokrasi (1980-1987) Mubarak, Mahlijar Azhar; Samsudin, Didin; Triarisanti, Risa
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.69495

Abstract

The ginseng country of South Korea, which is now one of the 'Asian Tigers', has historically had a difficult journey to become a democratic country. This is shown by the Gwangju tragedy in 1980 and the Korean Revolution in 1987. For this reason, the purpose of this paper is to explore how two important events in South Korea's history in upholding democracy and overthrowing authoritarian governments.  The research method used is the historical method with a series of stages starting from data collection (heuristics), source criticism, interpretation and historiography. The research problem consists of:   what factors are the background, then how the course of events and its impact on the socio-political life of the South Korean nation. The results showed historical wounds that led to the Korean Revolution in 1987. The Gwangju tragedy ended military rule and turned Korea into an inclusive democracy, characterised by political reform and democratic presidential elections. Both events have helped to realise human rights, in addition to encouraging positive socio-political changes for South Korea
Institusi 's Lands Plantentuin Buitenzorg menjadi Departement van Landbouw dalam Visi Treub (1880-1905) Fadlurrahman, Muhammad Gibran Humam; Kanumoyoso, Bondan
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.68260

Abstract

Artikel ini membahas sejarah Kebun Raya Bogor pada masa kolonial Hindia Belanda atau ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg di bawah kepemimpinan Direktur Melchior Treub. Di masa kepemimpinan Treub, ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg mengalami transformasi sebagai institusi penelitian kolonial yang penting dan terkemuka hingga memiliki peran besar terhadap kepentingan kepentingan kolonial sehingga menjadi Departement van Landbouw (Departemen Pertanian). Penelitian ini berfokus pada sejarah ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg dari awal kepemimpinan Treub pada 1880 dengan transformasinya sebagai institusi penellitian hingga menjadi Departement van Landbouw pada 1905. Penelitian ini juga menganalisa aktivitas penelitian yang dilakukan sebagai aktivitas bersejarah di Buitenzorg sebagai lokasi dari ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg. Penelitian ini menggunakan metode ilmu sejarah yang terdiri dari heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menjelaskan bagaimana Treub memimpin perkembangan ’s Lands Plantentuin Buitenzorg dengan visi ilmu pengetahuannya hingga menjadi Departement van Landbouw dalam konteks perkembangan kolonialisme Hindia Belanda.
Jawasentris dalam Wacana Buku Teks Sejarah Indonesia Gemilang, Gian Fajar; Darmawan, Wawan; Winarti, Murdiyah
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.50815

Abstract

Sukarnya penyampaian materi buku teks Sejarah Indonesia yang menggambarkan Indonesia secara komprehensif memiliki kecenderungan berpusat pada Jawa memberi kesan penekanan peristiwa Jawa yang lebih banyak muncul dalam buku teks. Dari fenomena tersebut penelitian ini kemudian berfokus pada deskripsi jawasentris dalam buku teks Sejarah Indonesia terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan menggunakan jenis penelitian analisis isi kritis metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa jawasentris muncul pada penempatan peristiwa Jawa yang lebih banyak dan menempatkan catatan peristiwa sejarah wilayah lain sebagai pelengkap narasi. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup elemen topik, skema, makna hingga penekanan penulis pada wacana buku teks. Walau demikian dominasi Jawa dalam wacana tidak dapat disebutkan jawasentris karena hampir keseluruhan wacana buku teks telah berupaya mencantumkan wilayah luar Jawa namun dengan deskripsi yang tidak sedetail peristiwa Jawa. Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa peristiwa Jawa memiliki pembahasan lebih luas dibandingkan dengan peristiwa luar Jawa yang dideskripsikan dengan cakupan yang terbatas.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2025): on progress Vol 8, No 1 (2025): Media dan Propaganda Kesehatan era Kolonial Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital Vol 6, No 1 (2023): Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 2 (2022): Pengembangan Materi dalam Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 1 (2022): Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2021): Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2021): Monumen Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 2 (2020): Pembelajaran Sejarah dan Kearifan Lokal Vol 3, No 1 (2020): Pendidikan Sejarah dan Sejarah Pendidikan Vol 2, No 2 (2019): Pendidikan Sejarah abad 21 Vol 2, No 1 (2019): Historiografi Buku Teks Sejarah: dari nasionalisme hingga Ecopedagogy Vol 1, No 2 (2018): Buku Teks Sejarah dan Sejarah Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Pembelajaran Sejarah lokal Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013): Pembelajaran sejarah berbasis budaya Vol 14, No 1 (2013): local wisdom Vol 14, No 1 (2013): local wisdom in history education Vol 13, No 2 (2012): Local History in History Learning Vol 13, No 1 (2012): pembelajaran sejarah lokal dan nasional Vol 12, No 2 (2011): History Learning Vol 12, No 1 (2011): Nationalism and History Education Vol 11, No 2 (2010): History Teaching Vol 11, No 1 (2010): Feudalism, History, and Education Vol 10, No 2 (2009): Nationalism, Ethnicity, and National Integrity Vol 9, No 2 (2008): Perkembangan Islam di Indonesia More Issue