cover
Contact Name
Wildan Insan Fauzi
Contact Email
wildaninsanfauzi@upi.edu
Phone
+6285221045707
Journal Mail Official
historia@upi.edu
Editorial Address
Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Laboratorium Prodi Pendidikan Sejarah, Lantai 4, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah
ISSN : 26204789     EISSN : 26157993     DOI : https://doi.org/10.17509/historia.v5i1
Focus and Scope 1. Learning History at school 2. Learning History in college 3. History education curriculum 4. Historical material (local, national, and world history) 5. History of education 6. Historical material in social studies
Articles 241 Documents
Paradigm of Historical Thinking : Alternative Strategies for Utilizing Historical Thinking Skills in Implementing Independent Curriculum Kuwoto, M. Ari; Yulifar, Leli; Ma'mur, Tarunasena; Saripuddin, Didin; Supriatna, Encep
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.58335

Abstract

The three objectives of this research are to: (1) organize history learning utilizing the Merdeka curriculum for historical thinking skills; (2) refine the Merdeka curriculum for historical thinking skills; and (3) serve as an assessment of historical thinking abilities. activities for teaching and learning history that rely on critical thinking. In this work, a case study methodology is combined with a qualitative method. Teachers, students, records, curricula, and historical thinking abilities are the informants that provide the data. Activities for teaching and learning in history classes do not adhere to the standards of assessment. Nonetheless, educators have made an effort to follow certain guidelines and execute their own curricula as precisely as they can. Applications of the Merdeka Curriculum can be modified to take into account historical thinking abilities in the context of teaching history. The study's findings indicate that: (1) Teachers plan the history lessons in the Independent Curriculum; and (2) History lessons are implemented in a way that closely aligns with student achievement. (3) The autonomous curriculum's learning principles are not followed in the learning process. Additionally, there are less situational learning and monotonous learning strategies. (4) There are multiple instances in which the Independent Curriculum-based teaching and learning evaluation principles are not followed in the execution of the evaluation of teaching and learning activities.
Penanaman Modal Asing dan Dampak Industrialisasi di Cikarang tahun 1974-1998 Sulaeman, Sulaeman; Nuraini, Yustiara; Bandarsyah, Desvian
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.54443

Abstract

Transformasi wilayah Cikarang yang pada awalnya merupakan lumbung padi beralih menjadi kawasan industri ditandai dengan berdirinya pabrik-pabrik yang menyebabkan dampak yang cukup serius dalam kehidupan sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan Penanaman Modal Asing (PMA) dan sejarah industrialisasi di Cikarang tahun 1974-1998, serta dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Temuan dari penelitian ini bahwa masyarakat Cikarang terbentuk dari dua dominasi unsur budaya yakni Budaya Betawi yang bersumber dari wilayah Babelan Bekasi, sedangkan Budaya Sunda bersumber dari wilayah Karawang (Selatan Cikarang). Struktur masyarakat demikian, memungkinkan masyarakat Cikarang memiliki pemahaman terhadap perubahan sehingga menerima adanya industrialisasi diwilayahnya. Peralihan wilayah Cikarang dari lumbung padi ke kawasan industri terbilang cukup cepat berkat teknologi. Kerusakan lingkungan sosial dapat dilihat dari ketahanan pangan, karena pergeseran lahan produktif pertanian menjadi lahan pemukiman maupun industri sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas tanah. Selain itu, kerusakan alam terjadi dari tingginya emisi karbon yang bersumber pada aktivitas industri dan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menimbulkan masalah kesehatan, baik polusi suara, udara dan udara, serta patogen penyebab masalah kesehatan yang serius hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Cikarang . Peralihan wilayah Cikarang dari lumbung padi ke kawasan industri terbilang cukup cepat berkat teknologi. Kerusakan lingkungan sosial dapat dilihat dari ketahanan pangan, karena pergeseran lahan produktif pertanian menjadi lahan pemukiman maupun industri sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas tanah. Selain itu, kerusakan alam terjadi dari tingginya emisi karbon yang bersumber pada aktivitas industri dan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menimbulkan masalah kesehatan, baik polusi suara, udara dan udara, serta patogen penyebab masalah kesehatan yang serius hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Cikarang . Peralihan wilayah Cikarang dari lumbung padi ke kawasan industri terbilang cukup cepat berkat teknologi. Kerusakan lingkungan sosial dapat dilihat dari ketahanan pangan, karena pergeseran lahan produktif pertanian menjadi lahan pemukiman maupun industri sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas tanah. Selain itu, kerusakan alam terjadi dari tingginya emisi karbon yang bersumber pada aktivitas industri dan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menimbulkan masalah kesehatan, baik polusi suara, udara dan udara, serta patogen penyebab masalah kesehatan yang serius hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Cikarang . karena pengalihan lahan perkebunan produktif menjadi lahan pemukiman maupun industri sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas tanah. Selain itu, kerusakan alam terjadi dari tingginya emisi karbon yang bersumber pada aktivitas industri dan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menimbulkan masalah kesehatan, baik polusi suara, udara dan udara, serta patogen penyebab masalah kesehatan yang serius hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Cikarang . karena pengalihan lahan perkebunan produktif menjadi lahan pemukiman maupun industri sehingga menyebabkan penurunan tingkat produktivitas tanah. Selain itu, kerusakan alam terjadi dari tingginya emisi karbon yang bersumber pada aktivitas industri dan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menimbulkan masalah kesehatan, baik polusi suara, udara dan udara, serta patogen penyebab masalah kesehatan yang serius hingga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Cikarang .
Menggelitik dengan Rubrik: Kritik Sosial Politik Mahbub Djunaidi dalam Rubrik Asal Usul Harian Kompas (1986—1994) Qonita, Fathia Nabila; Haghia, Raisye Soleh
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.63183

Abstract

Artikel ini membahas tentang kritik yang disampaikan oleh Mahbub Djunaidi mengenai kondisi sosial politik Orde Baru melalui rubrik Asal Usul. Rubrik ini dihadirkan oleh harian Kompas sebagai alternatif dalam menyampaikan persoalan sosial politik yang sulit untuk disajikan dalam kolom berita. Sebab pada masa itu kritik tidak bisa ditampilkan dengan leluasa. Kajian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan yakni pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Rubrik Asal Usul menjadi sumber utama yang disandingkan dengan sumber lainnya seperti surat kabar sezaman, buku, jurnal, serta wawancara. Kajian ini berbeda dengan kajian terdahulu yang cenderung membahas peran serta pemikiran Mahbub dalam artikel di berbagai surat kabar. Fokus kajian ini adalah untuk melihat cara Mahbub mengkritisi isu-isu sosial politik di masa Orde Baru dalam rubrik Asal Usul secara spesifik. Kajian ini membuktikan bahwa Mahbub secara aktif menggunakan rubrik Asal Usul sebagai ruang untuk merefleksikan sekaligus mengkritik persoalan sosial politik di masa itu. Hal ini dapat dilihat melalui tulisan-tulisan Mahbub yang bertendensi kritik terkait kinerja DPR dan kondisi masyarakat kecil. Dalam penyajiannya, Mahbub kerap menggunakan gaya satire dan humor untuk membalut kritiknya.
Islamisasi di Jambi oleh Pangeran Wirokusumo (1860 - 1902) Siregar, Isrina; Niswari, Vina Ayu; Sinurat, Junita Yosephine; Ramli, Supian; Agustiningsih, Nur
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.57136

Abstract

The history of Prince Wiro Kusumo or Al-Habib Sayyid Idrus bin Hasal Aljufri left traces of Islamic heritage through the Olak Kemang Stone House in Sebrang City, to be precise, Olak Kemang Village, Jambi. It was there that Prince Wiro Kusumo and his colleagues preached to the public to spread Islam, whose development is still being felt today. This research is used to identify the role of Prince Wiro Kusumo in spreading Islam in Jambi and what was used as a medium of preaching at that time. This study employed a descriptive qualitative methodology. The study findings suggest that Prince Wiro's participation and services had a significant impact on the advancement of Islam, especially in Jambi Province itself, which is a history that must be known by the public, not only in Jambi Province but also abroad.
Implementasi Desain Pembelajaran Sejarah Mode Bauran (Blended Learning) Berbasis Digital Nafi’ah, Ulfatun; Musdad, Akhmad Arif
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.66331

Abstract

This research aims to determine the implementation of digital-based blended learning history design in SMA/SMK in Malang City. This study used a descriptive qualitative method. Data collection techniques were carried out using observation, documentation, interviews, and open questionnaires. The research subjects were the PPG Pre-Service History Practicing Teachers at the State University of Malang, Phase II, who carried out practical field experiences at SMAN 1, SMAN 10, SMKN 4, and SMKN 6, Malang City in 2023. To check the validity of the data, data triangulation was carried out. The data analysis carried out was narrative-qualitative. Data analysis in this research includes data reduction, data presentation, and conclusion. The research results show that the blended learning mode that has been implemented can increase student learning outcomes from an average of 61.33 to 89.5. Students' psychomotor learning outcomes increase with product evaluation through virtual exhibition activities. The implementation of mixed-mode history learning in vocational and senior high schools runs effectively by teachers conducting classroom observations and adjusting students' learning needs. Apart from that, history teachers apply various varied learning models, namely project-based learning (PJBL) and problem-based learning (PBL). Evaluation is carried out to improve students' cognitive, affective, and psychomotor abilities. History learning activities are carried out with a learning process that integrates high-level thinking (HOTS). Learning also uses various digital media including Canva, video, Padlet s.id, and educational games, capable of producing critical, creative, and innovative historical learning. The mixed implementation mode used has challenges for history teachers including having to provide clear instructions for the learning process; for vocational school students, history subjects are not productive learning, so teachers supervise learning so that students focus on historical material; Vocational school teachers provide differentiated assignment options for determining the type of product produced.
Upaya Internalisasi Nilai-Nilai Kesejarahan Batik Banten melalui Inovasi Trend Fashion Bagi Gen-Z Nuhiyah, Nuhiyah; Ramdhani, Ali Mufty; Suwardi, Olivia Anastasia; Rahmadianti, Suci
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v7i1.64534

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menginternalisasikan nilai kesejarahan Batik Banten pada Gen-Z melalui inovasi trend fashion. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research Development (RND) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Development dan Dessiminate). Responden dalam penelitian ini adalah Gen-Z yaitu siswa/i SMAN di Kabupaten Serang kelas X dan XI sebanyak 137 siswa yang terdiri dari 4 Kelas (XI IPS 4, XI IPS 1, X MIPA 8 dan X MIPA 7). Penelitian ini menghasilkan sebuah inovasi trend fashion Batik Banten digemari Gen-Z. Adapun uji coba produk yang dilakukan berdampak baik yaitu membuat Gen-Z lebih mengenal dan memahami makna dan nilai kesejarahan Batik Banten, menjadi bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang mempunyai banyak kebudayaan yang beragam serta meningkatkan sikap nasionalisme dan patriotisme. Oleh karena itu, inovasi ini dapat menjadi sebuah upaya yang efektif dalam menginternalisasikan nilai kesejarahan Batik Banten pada Gen-Z.
Melukiskan Timor Leste: Integrasi dan Peristiwa Santa Cruz dalam Teks dan Historiografi Indonesia Rizkinta, Bryna; Putra, Oky Nugraha; Baihaqi, Ahmad Fauzan; Ramadhan, Fauzan Syahru
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 8, No 1 (2025): Media dan Propaganda Kesehatan era Kolonial
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v8i1.81115

Abstract

The Timor Leste integration into Indonesia and the Santa Cruz Incident were important events in the history of both nations. The integration refers to the incorporation of Timor Leste as the 27th province of Indonesia in 1976, while The Santa Cruz Incident in 1991 influenced global public opinion on the Timor Leste issue. This study aims to examine how the integration process and the Santa Cruz Incident are portrayed in Indonesian texts and historiography. The research employs qualitative methods, namely a comparative historiographical study and critical discourse analysis using the Fairclough model. The Althusserian State Ideological Apparatus approach is used to examine how the ruling ideology plays a role in historical writing. This can be seen in the findings of this study that the historiography of Timor Leste in Sejarah Nasional Indonesia, both regarding integration and the Santa Cruz Incident, was written in an unbalanced manner and with an apologetic narrative. The active role of the Indonesian military and the loss of lives that resulted from it during the integration process were not revealed.  In writing about the Santa Cruz Incident, SNI used military sources to describe the violence perpetrated by the military itself. The book narrates that the loss of life was caused by being trampled due to mass panic. This study reveals a bias in Indonesian historiography, which tends to side with those in power while ignoring the perspective of the victims. Abstrak                               Integrasi Timor Leste ke Indonesia dan Peristiwa Santa Cruz merupakan peristiwa yang penting bagi sejarah kedua bangsa tersebut. Integrasi merupakan bergabungnya Timor Leste menjadi provinsi ke-27 Indonesia pada 1976 sementara Peristiwa Santa Cruz pada 1991 berdampak pada pandangan masyarakat dunia tentang permasalahan Timor Leste. Penelitian berusaha untuk mengkaji bagaimana proses integrasi dan Peristiwa Santa Cruz digambarkan dalam teks dan historiografi Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan kajian komparatif historiografi dan analisis wacana kritis model Fairclough. Pendekatan Ideologi Aparatus Negara Althusserian digunakan untuk melihat bagaimana ideologi penguasa berperan dalam penulisan sejarah. Hal tersebut dapat terlihat dalam hasil penelitian ini bahwa historiografi tentang Timor Leste dalam Sejarah Nasional Indonesia (SNI) baik mengenai integrasi dan Peristiwa Santa Cruz ditulis dengan tidak seimbang dan dengan pembelaan. Peran aktif militer Indonesia serta korban nyawa yang terjadi karenanya dalam proses integrasi tidak diungkapkan. Dalam penulisan Peristiwa Santa Cruz, SNI menggunakan sumber dari militer dalam menggambarkan kekerasan yang dilakukan oleh pihak militer sendiri. Buku tersebut menarasikan bahwa jatuhnya korban jiwa dikarenakan terinjak-injak akibat kepanikan massal. Kajian ini mengungkapkan adanya bias dalam historiografi Indonesia yang cenderung berpihak pada penguasa dan mengabaikan perspektif korban.
Liem Sioe Liong dan Soeharto: Bisnis Tepung Terigu dan Kekuasaan di Indonesia (1966–1998) Tjim, Gita Margareta; Sunarti, Linda; Nasirin, Anas Anwar
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 8, No 2 (2025): on progress
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v8i2.83962

Abstract

The power of the New Order government regime for 32 years, led by Suharto, in the process also played a monopoly on the flour business controlled by Liem Sioe Liong through PT Bogasari Flour Mill. Liem is a Chinese businessman who has a close relationship with Suharto. The privilege given by the government to Bulog since 1972 as the sole importer of wheat. The privilege of Liem from the government is the monopoly of milling and marketing flour in the country by PT Bogasari Flour Mill. The process has created a semi-presidential patronage business network between Suharto and Liem. This study uses historical methods, which include the stages of heuristic, verification, interpretation and historiography, using the approach of economic political concepts. The results of the study found that Suharto and Liem's relations had been established since the period of the struggle for Indonesian independence, and that relationship became an economic and political structure that continued, especially during the New Order reign. PT. Bogasari Flour Mill, which controls 80% of the marketing of flour in the country, has seen a fall in all shares of PT. Prima to PT. Berdikari in 1982, and the presence of the Indomie brand instant noodles produced by PT. Indofood in 1984 increased the sentiment of exclusivity and derivative monopoly against the Salim Group and the people closest to Suharto. In July 1997, the monetary crisis that befell Thailand had an impact that spread to Indonesia. In 1998, it became the lowest point that caused the collapse of Suharto's power, which had an impact on the fall of several businesses owned by Salim Group.
Forging the Future: Aisyiyah's Trailblazing Role in Indonesian Early Childhood Education Siswantari, Siswantari; Rahman, Syahidah Sumayyah; Abdurakhman, Abdurakhman
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 8, No 2 (2025): on progress
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v8i2.81523

Abstract

This research examines the transformative journey of Aisyiyah, a prominent Indonesian women's organization dedicated to advancing early childhood education in Indonesia. The study critically assesses the profound impact of Aisyiyah on the evolution of early childhood education in Indonesia, spanning from the 20th century to the contemporary era. Within this historical context, access to education for indigenous populations, especially early childhood education, was notably restricted. However, Aisyiyah achieved a remarkable milestone by establishing the pioneering indigenous-owned kindergarten in Indonesia, Taman Kanak-Kanak Busthanul Athfal. As the organization expanded its presence, a growing network of kindergartens emerged despite the challenges posed by limited teaching resources and physical space. This research elucidates the dynamic growth of Aisyiyah's kindergarten network, demonstrating how the organization's commitment to early childhood education steadily intensified. Despite the initial absence of a standardized curriculum, the organization's branches increased annually. Over time, curriculum development and teaching methodologies underwent significant transformations, culminating in the selection of Taman Kanak-Kanak Busthanul Athfal as a pilot institution for kindergarten education in Indonesia. This study underscores Aisyiyah's pioneering role in developing early childhood education in Indonesia, emphasizing its tireless efforts to foster indigenous educational initiatives. By meticulously tracing Aisyiyah's contributions, this research provides valuable insights into the organization's pivotal role in shaping early childhood education in Indonesia.
Huishoudschool: Pendidikan dan Pembentukan Citra Perempuan Ideal di Perkotaan Jawa Akhir Masa Pemerintah Kolonial Belanda Pratiwi, Ardela Iga; Wijayati, Putri Agus; Putri, Rizka Cahyaning Arifin
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 8, No 2 (2025): on progress
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v8i2.88203

Abstract

Dalam historiografi perempuan Indonesia, penulisan sejarah pendidikan perempuan di Indonesia masih didominasi pada pembahasan pendidikan formal perempuan dalam sistem sekolah umum, sedangkan kajian pendidikan keterampilan domestik masih cukup minim. Tulisan ini bertujuan mendiskusikan tentang Huishoudschool di perkotaan Jawa dalam periode akhir masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Kajian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Huishoudschool merupakan salah satu sekolah khusus perempuan yang kurikulumnya terdiri atas pelajaran-pelajaran ilmu keterampilan rumah tangga (domestik), seperti memasak, mencuci pakaian, menjahit, menyetrika, mengasuh anak, gizi dan kesehatan, dan lainnya. Lama masa pendidikannya sekitar dua sampai tiga tahun. Tradisi dan gagasan kolonial telah membentuk bagaimana perempuan ideal, yaitu terampil mengerjakan urusan domestik, melayani suami, mengasuh serta mendidik anak. Hal tersebut berimplikasi membuat Huishoudschool menjadi sekolah yang diminati karena dianggap sesuai dengan kodrat dan tugas perempuan. Oleh karena itu, Huishoudschool berperan tidak hanya sebagai wadah pendidikan khusus perempuan, tetapi juga berkontribusi membentuk citra perempuan ideal.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2025): on progress Vol 8, No 1 (2025): Media dan Propaganda Kesehatan era Kolonial Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital Vol 6, No 1 (2023): Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 2 (2022): Pengembangan Materi dalam Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 1 (2022): Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2021): Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2021): Monumen Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 2 (2020): Pembelajaran Sejarah dan Kearifan Lokal Vol 3, No 1 (2020): Pendidikan Sejarah dan Sejarah Pendidikan Vol 2, No 2 (2019): Pendidikan Sejarah abad 21 Vol 2, No 1 (2019): Historiografi Buku Teks Sejarah: dari nasionalisme hingga Ecopedagogy Vol 1, No 2 (2018): Buku Teks Sejarah dan Sejarah Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Pembelajaran Sejarah lokal Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013): Pembelajaran sejarah berbasis budaya Vol 14, No 1 (2013): local wisdom Vol 14, No 1 (2013): local wisdom in history education Vol 13, No 2 (2012): Local History in History Learning Vol 13, No 1 (2012): pembelajaran sejarah lokal dan nasional Vol 12, No 2 (2011): History Learning Vol 12, No 1 (2011): Nationalism and History Education Vol 11, No 2 (2010): History Teaching Vol 11, No 1 (2010): Feudalism, History, and Education Vol 10, No 2 (2009): Nationalism, Ethnicity, and National Integrity Vol 9, No 2 (2008): Perkembangan Islam di Indonesia More Issue