cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
kampuslppm@gmail.com
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Komplek House Of Glory, Eden Park. Jalan Ahmad Yani, Taman Baloi, 29432 Batam
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education
ISSN : -     EISSN : 27742512     DOI : https://doi.org/10.53547/3q53ym38
Core Subject :
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, E-ISSN 2774-2512, is an open-access and peer-reviewed scientific journal managed and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia, through its Institute for Research and Community Service or LPPM. The journal is nationally accredited with SINTA 4 status, published twice a year in March and September, and accepts manuscripts in both Indonesian and English. The primary focus of REAL DIDACHE is the publication of scholarly works in the field of Christian Religious Education, covering philosophical, theological, pedagogical, spiritual, and practical studies through academic, interdisciplinary, and contextual approaches. REAL DIDACHE welcomes contributions from academics, researchers, educators, practitioners, and students, both from Indonesia and abroad, who are committed to advancing Christian Religious Education across diverse contexts. Every manuscript that meets the submission requirements is evaluated by expert reviewers through a double-blind review process. Each published article is assigned a DOI with the prefix 10.53547.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Keilahian dan Kemanusiaan Yesus Dalam Perspektif Teologis Serta Implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen Ariwandira Pratama Siagian
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 3 No. 2: September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i2.431

Abstract

The purpose of writing this article is to discuss the Divinity and Humanity of Jesus from the Old and New Testaments and their implications for Christian religious education. This paper draws on the theoretical framework of the Bible and its urgency for Christian religious education. The research method used is descriptive qualitative. In this article, researchers found that an understanding of Jesus' divinity emphasized the importance of worshipping and honoring Him as the living God, the source of life, and absolute truth. This involves teaching about Jesus' teachings and deeds, especially in His earthly ministry. On the other hand, an understanding of Jesus' humanity shows His closeness to man. Jesus not only became the perfect moral example, but also experienced the sufferings, temptations, and trials that people face. Christian religious education studies the life of Jesus as an example to follow, as well as teaches values such as compassion, humility, patience, and justice that can be applied in daily life.Keywords: divinity; humanity; bible; christian educationAbstrakTujuan penulisan artikel ini adalah membahas Keilahian dan Kemanusiaan Yesus dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru serta implikasinya terhadap pendidikan agama Kristen. Tulisan ini mengacu pada kerangka teori Alkitab dan urgensinya bagi pendidikan agama Kristen. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Dalam kajian ini, peneliti menemukan bahwa pemahaman tentang keilahian Yesus menekankan pentingnya menyembah dan menghormati-Nya sebagai Allah yang hidup, sumber kehidupan, dan kebenaran yang mutlak. Hal ini melibatkan pengajaran mengenai ajaran dan perbuatan Yesus, khususnya dalam pelayanan-Nya di bumi. Di sisi lain, pemahaman tentang kemanusiaan Yesus menunjukkan kedekatan-Nya dengan manusia. Yesus tidak hanya menjadi teladan moral yang sempurna, tetapi juga mengalami penderitaan, godaan, dan cobaan yang manusia hadapi. Pendidikan agama Kristen mempelajari kehidupan Yesus sebagai contoh yang harus diikuti, serta mengajarkan nilai-nilai seperti belas kasih, kerendahan hati, kesabaran, dan keadilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: keilahian; kemanusiaan; alkitab; pendidikan agama kristen
Sakramen Baptisan dan Perjamuan Kudus Menurut John Calvin dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Kristen Steven Ketti; Widya Indahsari Makoni; Riedel Schwars Gesler Dien
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 3 No. 2: September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i2.432

Abstract

The sacraments of Baptism and communion are still hotly debated topics. Not only from outside the church but the debate arises from within the church itself. The presence of various churches and sects and synods that overshadow these church streams, triggers questions such as: Which baptism is more true and biblical or what kind of communion is true and biblical, Batisan and Holy Communion from whom is right in the way in which Baptism and communion are performed and what is the sacrament of baptism and communion according to John Calvin? Meanwhile, the sacraments of Baptism and Holy Communion are sacred activities that are the Great Commission of the Lord Jesus that every Christian must carry out. By using qualitative research methods and conducting literature studies, namely analyzing various literature, it was found that the sacraments of Baptism and Holy Communion were the commands of the Lord Jesus as the Great Commission, so that Christian education was the right place to bridge and explain precisely and in detail according to truth and biblical.Keywords: baptism; christian education; holy communion; sacramentAbstrakSakramen Baptisan dan perjamuan kudus hingga saat ini merupakan topic yang hangat diperdebatkan. Tidak hanya dari luar gereja namun justru perdebatan itu muncul dari dalam gereja itu sendiri. Hadirnya berbagai macam gereja dan aliran serta sinode yang menaungi aliran-aliran gereja tersebut, menjadi pemicu memunculnya pertanyaan seperti: Baptisan yang mana yang lebih benar dan alkitabiah atau perjamuan kudus seperti apa yang benar dan alkitabiah, Batisan dan Perjamuan kudus dari siapa yang benar dengan cara bagaimana Baptisan dan perjamuan kudus dilakukan serta bagaimana sakramen baptisan dan perjamuan kudus menurut John Calvin? Sementara itu Sakramen Baptisan dan Perjamuan Kudus adalah kegiatan sacral yang merupakan amanat Agung Tuhan Yesus yang harus dilaksanakan setiap orang Kristen. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan dilakukan studi kepustakaan yaitu menganalisis berbagai literatur maka ditemui bahwa Sakramen Baptisan dan Perjamuan Kudus adalah perintah Tuhan Yesus sebagai Amanat Agung, sehingga pendidikan Agama Kristen merupakan wadah yang tepat untuk menjembatani dan menjelaskan dengan tepat dan terperinci sesuai kebenaran dan Alkitabiah. Kata Kunci: baptisan; pendidikan agama kristen; perjamuan kudus; sakramen
Sikap Gereja Menghadapi Perkawinan Beda Agama Yang Dilarang SEMA Nomor 2 Tahun 2023 Ditinjau dari Teori Inkremental Filemon Halawa
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 3 No. 2: September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i2.434

Abstract

Interfaith marriage or also known as mixed marriage in Indonesian laws and regulations is being hotly discussed and even contradicted. Because it is considered unethical and violates the norms in certain religions. Most recently, the Supreme Court of the Republic of Indonesia issued Supreme Court Circular (SEMA) No. 2 of 2023 concerning Guidelines for Judges in Adjudicating Cases of Applications for Registration of Inter-Religious Marriages of Different Religions and Beliefs. The publication of SEMA reaped pros and cons. The pros consider Sema as an effort to stop the existence of other marriages in Indonesia which are considered unethical. And one of the cons, one of which comes from the Setara Institute, considers that Sema has the potential to worsen the state of democracy that has declined since the last five years. For this reason, responding to Sema, who is reaping the pros and cons of the church, must behave. After all, the church has a moral responsibility to answer this challenge, which is based on the teachings of biblical values. The purpose and novelty of this research knows at least two things. First, what is the attitude of the church towards interfaith marriage today which has clearly triggered social turmoil so that the Supreme Court issued SEMA Number 2 of 2023. And second, how to minimize and restore the function of the church according to the Bible? To help find answers to this research, the authors used incremental theory. This research is based on the prudence of policy making by church leaders. In order to minimize social problems that will occur when making a decision to do or not to carry out the marriage blessing of two people of the opposite sex (man and woman) who love each other.Keywords: Bible; sema number 2 of 2023; marriage; incremental theoryAbstrakPerkawinan beda agama atau dikenal juga dengan istilah perkawinan campuran dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia sedang hangat diperbincangkan dan bahkan dipertentangkan. Karena dinilai tidak etis dan melanggar norma-norma dalam agama tertentu. Terbaru, Mahkamah Agung RI menerbitkan Surat Edaran MA (SEMA) No. 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Bagi Hakim dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat Beragama Yang Berbeda Agama dan Kepercayaan. Atas terbitnya SEMA ini menuai pro-kontra. Yang pro menganggap Sema ini adalah upaya menghentikan adanya perkawinan beda di Indonesia yang dinilai tidak etis. Dan yang kontra salah satunya berasal dari Setara Institute menganggap Sema ini justru berpotensi memperburuk keadaan demokrasi yang menurun sejak lima tahun terakhir. Untuk itu, menyikapi Sema yang sedang menuai pro-kontra gereja harus bersikap. Karena bagaimana pun gereja punya tanggungan moral menjawab tantangan ini yang berpijak dari ajaran nilai-nilai Alkitab. Tujuan dan kebaruan penelitian ini mengetahui setidaknya dua hal. Yang pertama, bagaimana sikap gereja menghadapi perkawinan beda agama dewasa ini yang secara nyata telah memantik gejolak sosial sehingga MA menerbitkan SEMA Nomor 2 Tahun 2023. Dan kedua bagaimana cara meminimalisir dan mengembalikan fungsi gereja menurut Alkitab?. Untuk membantu menemukan jawaban penelitian ini, penulis menggunakan teori inkremental. Penelitian ini yang berpijak pada kehati-hatian pengambilan kebijakan oleh pemangku gereja. Guna meminimalisir permasalahan sosial yang akan terjadi saat mengambil sebuah keputusan untuk berbuat atau tidak berbuat melaksanakan pemberkatan perkawinan dua orang lawan jenis (laki-laki dan perempuan) yang saling mencintai.Kata Kunci: Alkitab; sema nomor 2 tahun 2023; perkawinan; teori inkremental
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Karakter Misi dalam Konteks Globalisasi Jefrit Johanis Messakh; Jacob Messakh
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 3 No. 2: September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i2.435

Abstract

The increasingly complex and dynamic context of globalization requires Christian Education to adapt to existing challenges. Plurality and multiculturalism, global ethical challenges, technology and social change, conflict and tolerance and the influence of popular culture and consumerism, all these issues underscore the importance of integrating Christian religious values into the development of mission character relevant to the context of globalization. This research aims to explore the role of Christian Education in building mission character in the context of globalization. The research method used is a literature study. The results showed that Christian Education has a significant role in shaping the character of the mission that is responsive to the context of globalization, namely: instilling a deep theological understanding; strengthen the foundation of beliefs and values underlying the mission; help individuals to understand and appreciate cultural diversity in a global context; Plays a role in shaping the character of the mission that is able to adapt to the changing global environment. The mission characters that need to be possessed are love and mercy, example, service and social care, cooperation and harmony, humility, justice and truth. Christian religious education can also facilitate a deep understanding of cultural and religious diversity, thus enabling each individual to engage in mission in an inclusive and respectful manner.Keywords: Christian religious education; mission character; The context of globalizationAbstrakKonteks globalisasi yang semakin kompleks dan dinamis menuntut Pendidikan Agama Kristen untuk beradaptasi dengan tantangan yang ada. Pluralitas dan multikulturalisme, tantangan etika global, teknologi dan perubahan sosial, konflik dan toleransi dan pengaruh budaya populer dan konsumerism, semua masalah ini menggaris bawahi pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai agama Kristen ke dalam pengembangan karakter misi yang relevan dengan konteks globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Pendidikan Agama Kristen dalam membangun karakter misi dalam konteks globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter misi yang tanggap terhadap konteks globalisasi, yaitu: menanamkan pemahaman teologis yang mendalam; memperkuat dasar keyakinan dan nilai-nilai yang mendasari misi; membantu individu untuk memahami dan menghargai keragaman budaya dalam konteks global; berperan untuk membentuk karakter misi yang mampu beradaptasi dengan lingkungan global yang terus berubah. Adapun karakter misi yang perlu dimiliki adalah kasih dan belas kasihan, keteladanan, pelayanan dan kepedulian sosial, kerjasama dan kerukunan, kerendahan hati, keadilan dan kebenaran. Pendidikan Agama Kristen juga dapat memfasilitasi pemahaman yang mendalam tentang keragaman budaya dan agama, sehingga memungkinkan setiap individu untuk terlibat dalam misi secara inklusif dan saling menghormati.Kata Kunci: pendidikan agama Kristen; karakter misi; konteks globalisasi
Tanggung Jawab Orang Percaya Atas Pengrusakan Alam: Perspektif Pendidikan Agama Kristen Sang Putra Immanuel Duha; Otniel Otieli Harefa; Jan Lukas Lombok; Nona Beta Marpaung
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 3 No. 2: September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i2.441

Abstract

This research focuses on the responsibility of Christian communities towards environmental damage from the perspective of Christian religious education. The research method used is literature study and literature search to increase understanding and awareness of parents, educators, and church members about the importance of protecting nature. This research answers questions about the role of Christian communities in overcoming environmental damage and how approaches to Christian religious education can shape a generation that cares about the environment. Research findings show that irresponsible exploitation of natural resources results in significant environmental damage. Teaching in families, schools, and churches plays an important role in shaping environmental awareness and responsibility. Through a Christian religious education approach, this study found that a generation that cares about the environment can be formed. Parents, educators, and church members have a crucial role to play in conveying values about the importance of safeguarding and preserving nature to children and young people. From the analysis above, it can be concluded that Christian religious education can be an effective means in forming awareness and responsibility for the environment. This approach can be done through consistent, integrated teaching within families, schools, and churches. Christian communities have a role as a solution to environmental destruction and can involve the younger generation in efforts to preserve nature.Keywords: responsibility; believers; destruction of nature; Christian EducationAbstrakPenelitian ini berfokus pada tanggung jawab jemaat Kristen terhadap kerusakan lingkungan dari perspektif pendidikan agama Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan penelusuran pustaka untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua, pendidik, dan anggota gereja tentang pentingnya menjaga alam. Penelitian ini menjawab pertanyaan mengenai peran jemaat Kristen dalam mengatasi kerusakan lingkungan dan bagaimana pendekatan pendidikan agama Kristen dapat membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi sumber daya alam yang tidak bertanggung jawab mengakibatkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Pengajaran yang dilakukan di dalam keluarga, sekolah, dan gereja memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui pendekatan pendidikan agama Kristen, penelitian ini menemukan bahwa generasi yang peduli terhadap lingkungan dapat terbentuk. Orang tua, pendidik, dan anggota gereja memiliki peran krusial dalam menyampaikan nilai-nilai tentang pentingnya menjaga dan melestarikan alam kepada anak-anak dan generasi muda. Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Kristen dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Pendekatan ini dapat dilakukan melalui pengajaran yang konsisten dan terintegrasi di dalam keluarga, sekolah, dan gereja. Jemaat Kristen memiliki peran sebagai solusi atas pengrusakan alam lingkungan dan dapat melibatkan generasi muda dalam upaya pelestarian alam.Kata Kunci: tanggung jawab; orang percaya; pengrusakan alam; pendidikan agama kristen
Peran Dosen dalam Mengembangkan Metode Mengajar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi Yolanda Nandasari Ochotan; Royke Lantupa Kumowal, M.Th.
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 1: Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.454

Abstract

Many teaching methods are applied in the world of education with the hope that these methods can provide maximum results that affect students' learning motivation. However, in reality, some teaching methods are less favored by students. Many students tend to get bored with monotonous teaching and learning styles. This is also one of the challenges in the world of education in Indonesia, which is the ineffectiveness of the learning process. Lecturers often use monotonous and unvaried methods, resulting in a lack of motivation for students to develop their thinking skills. Seeing the imbalance between lecturers' teaching methods and students' motivation in learning, it is necessary to make changes in terms of teaching methods or student motivation. What is the role of lecturers in developing their teaching methods to improve students' learning motivation? The result of this study is that lecturers play an important role in developing teaching methods to improve students' learning motivation, such as the role of a coach, counselor, leader, facilitator, manager, motivator, administrator, modernizer, scientist, and builder.Keywords: Teaching Methods, Learning Motivation, Education, Theological CollegeAbstrakBanyak metode-metode mengajar yang diterapkan dalam dunia pendidikan dengan harapan metode tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal di mana berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa. Tetapi pada kenyataannya, sekarang ini sebagian dari metode mengajar dosen kurang diminati kalangan mahasiswa. Banyak mahasiswa cenderung bosan dengan gaya mengajar dan belajar yang monoton. Hal ini juga menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan di Indonesia yaitu kurang efektifnya proses pembelajaran. Dosen sering kali menggunakan metode yang monoton dan tidak bervariasi, sehingga menyebabkan kurangnya motivasi pada peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir Melihat ada ketidakseimbangan antara metode pengajaran dosen dan motivasi dalam mengajar dari mahasiswa itu sendiri maka diperlukan suatu perubahan ditinjau dari metode ataupun motivasi mahasiswa tersebut tentang bagaimanakah peran dosen dalam mengembangankan metode mengajarnya? Dan bagaimanakah peran dosen dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswanya? Hasil dari penelitian ini adalah dosen berperan penting dalam mengembangkan metode mengajar untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, yaitu Peran sebagai pelatih,, konselor, pemimpin, fasilitator, manajer, motivator, administrator, modernisator, ilmuwan, dan sebagai pembangun.Kata Kunci: Metode Mengajar, Motivasi Belajar, Pendidikan, Sekolah Tinggi Teologi
Kontroversi Istri Tunduk Kepada Suami dalam 1 Petrus 3:1-7 dan Evaluasinya dalam Pernikahan Suku Batak Toba Sihar Daniel Manurung
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 1: Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.505

Abstract

The letter of 1 Peter 3:1-7 is a controversial text with the assumption that the author has demeaned the position of women, moreover the patriarchal culture at that time did not treat women with respect. Patriarchal culture has also been deeply rooted in the Toba Batak tribe, where the majority adheres to Christianity. This study aims to explore advice regarding a harmonious household according to 1 Peter 3:1-7 and evaluate it in the Toba Batak culture. This study uses qualitative research with a descriptive approach. Although some experts argue that the advice in this text demeans women, this article finds that the harmony family according to Apostle Peter's advice emphasizes the joint submission of husband and wife to the Word of God, and the equality of husband and wife’s rights and obligations. This study evaluates the culture of the Toba Batak tribe through in-depth interviews and observations and finds that there are several Batak Toba cultures that are not in line with the advice in Petrus 3:1-7 regarding a harmonious household. Keywords: Submission; Marriage; Toba BatakAbstrak Surat 1 Petrus 3:1-7 merupakan teks yang kontroversial dengan anggapan bahwa penulis surat ini telah merendahkan posisi wanita, terlebih budaya patriarkat pada masa itu tidak memperlakukan wanita dengan hormat. Budaya patriarkat juga telah mengakar kuat di suku Batak Toba yang mayoritas menganut agama Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nasihat mengenai rumah tangga harmonis menurut 1 Petrus 3:1-7 dan mengevaluasinya dalam budaya suku Batak Toba. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Walaupun beberapa ahli berpendapat nasihat dalam teks ini merendahkan kaum wanita, artikel ini menemukan bahwa nasihat Rasul Petrus menekankan penundukan suami dan istri secara bersama-sama terhadap Firman Tuhan, yang disertai dengan kesetaraan hak dan kewajiban suami dan istri merupakan kunci keharmonisan keluarga sesuai nasihat Rasul Petrus. Penelitian ini melakukan evaluasi terhadap budaya suku Batak Toba melalui wawancara mendalam dan observasi dan menemukan terdapat beberapa budaya-budaya suku Batak Toba yang tidak senada dengan nasihat di dalam Petrus 3:1-7 mengenai rumah tangga harmonis.Kata Kunci: Penundukan; Pernikahan; Batak Toba 
Kepercayaan Musa Dari Perspektif Filsafat Armada Riyanto Hokgiarto Witarso; FX. Eko Armada Riyanto; Mathias Jebaru Adon
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 1: Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.506

Abstract

Belief is the result of a deep and complex relationship that cannot be summed up in simple words because it involves a spiritual journey. One example is faith, a personal relationship between humans and God. In the context of the Old Testament, the prophets, including Moses, were sent by God to guide His people. Despite numerous studies on Moses, research on his belief in God seems to have not fully delved into Moses' spiritual journey. Therefore, this study aims to explore the attitudes of the prophets' belief in God and the influence of Moses' belief on his fulfillment of duties. The research method employs literature review with a qualitative approach. The findings indicate that the presence of prophets in the Old Testament confirms God's involvement in human life and serves as an example for humans to strengthen their spiritual relationship with God. Moses, despite all his struggles, remained steadfast in his belief in God, even though he was not permitted to enter the promised land. This reflects a deep-seated faithfulness and loyalty, even in the face of trials and failures. Keywords: Bible; Covenant; Faith; RelationshipAbstrak Kepercayaan merupakan hasil dari hubungan yang dalam dan kompleks, tidak dapat disimpulkan dengan kata-kata sederhana karena melibatkan perjalanan spiritual. Salah satu contohnya adalah iman, hubungan pribadi antara manusia dan Tuhan. Dalam konteks Perjanjian Lama, para nabi, termasuk Nabi Musa, diutus oleh Tuhan untuk membimbing umat-Nya. Meskipun banyak kajian tentang Nabi Musa, penelitian tentang kepercayaannya kepada Tuhan tampaknya masih belum menyentuh sosok Musa dalam perjalanan spritualnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sikap kepercayaan para nabi kepada Tuhan dan pengaruh kepercayaan Nabi Musa terhadap pelaksanaan tugasnya. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keberadaan para nabi dalam Perjanjian Lama menegaskan keterlibatan Tuhan dalam kehidupan manusia dan menjadi contoh bagi manusia untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan. Nabi Musa, dengan segala perjuangannya, tetap kokoh dalam kepercayaannya kepada Tuhan, meskipun tidak diizinkan memasuki tanah yang dijanjikan. Ini mencerminkan keteguhan iman dan kesetiaan yang dalam, bahkan dalam menghadapi cobaan dan kegagalan.Kata Kunci: Alkitab; Iman; Perjanjian; Relasi
Penerapan Konsep Pendidikan Israel Kuno terhadap PAK Bagi Gen Z Mangarimbun Gultom; Gabriel Cristian Vieri; Etaprida Zai; Agiana Her Visnhu Ditakristi; Talizaro Tafonao
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 1: Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.512

Abstract

Facing the current industrial era 4.0, requires Christian Religious Education to enrich its teaching forms in an applied manner for students. The applied education needed by PAK today will be very rich if we learn from how the Israelites educate their descendants based on the laws taught by God. So the purpose of this research is to explore the educational aspects of the Israelites and how they maintain the heritage of ancient Israeli education that continues to be relevant to be applied to generation Z without reducing values and truths. By using descriptive qualitative research methods, namely observing various primary literature in the hope of obtaining sufficiently in-depth explanations from previous research, historical experts and education experts, the data obtained will be recorded and analyzed. The results of the study are divided into two: one is the existence of a strong relationship between educators and parents in achieving the vision of education, secondly, parents are able to dispel the negative influences caused by technological developments by taking responsibility for introducing children to who their God is and all His statutes consistently and repeatedly, so that generation Z is able to distinguish the values they should adopt or leave behind. This proves that they still maintain the pattern of ancient Israel's upbringing which prioritizes relationships with God and maintains holiness before God as a chosen nation. Keywords: Gen; Ancient Israel; EducationAbstrak Menghadapai era industri 4.0 saat ini, menuntut Pendidikan Agama Kristen untuk memperkaya bentuk pengajarannya secara terapan bagi peserta didik. Pendidikan terapan yang di butuhkan oleh PAK zaman ini akan sangat kaya jika belajar dari bagaimana cara bangsa israel mendidik keturunannya berdasarkan hukum-hukum yang di ajarkan Tuhan. Maka tujuan penelitian ini adalah menyelami aspek-aspek pendidikan bangsa Israel serta bagaimana mereka mempertahankan peninggalan pendidikan Israel kuno yang terus relevan untuk diaplikasikan terhadap generasi Z tanpa mengurangi nilai-nilai dan kebenaran. Dengan menggunakan metode penelitiann kualitatif deskriptif yaitu melakukan observasi tehadap berbagai literatur primer dengan harapan dapat memperoleh penjelasan yang cukup mendalam dari penelitian sebelumnya, para ahli sejarah dan ahli pendidikan, data yang diperoleh akan akan di catat dan dianalisis. Hasil penelitian terbagi menjadi dua: satu adanya relasi yang kuat antara pendidik dan orang tua dalam mencapai visi pendidikan, kedua orang tua mampu menghalau pengaruh negatif yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi dengan bertangung jawab memperkenalkan kepada anak siapa Allah-nya dan seluruh ketetapan-ketetapan-Nya secara konsisten dan berulang-ulang, sehingga generasi Z mampu membedakan nilai-nilai yang patut mereka adopsi atau tinggalkan. Hal ini membuktikan bahwa mereka masih memelihara pola didikan Israel kuno yang mengutamakan hubungan dengan Tuhan serta menjaga kekudusan dihadapan Tuhan-Nya sebagai bangsa pilihan.Kata Kunci: Gen Z; Israel Kuno; Pendidikan 
Kewaspadaan Terhadap Musuh Tersamarkan Dalam Komunitas Kristen: Analisis Alkitabiah Terhadap Ancaman Penyesat Dan Nabi Palsu Rita Oktavia Gunarto; Samuel Herman; Jessica Elizabeth Abraham
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 2: September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.520

Abstract

True Christians build their faith on personal decisions born from spiritual experiences, particularly their belief in Jesus Christ. However, some individuals may join with impure motives, like yeast hidden in dough, which can negatively influence the community. This group includes deceivers, false prophets, and hypocrites who disguise themselves as fellow believers but are, in fact, hidden enemies. In Matthew 16:5-12, Jesus warns His disciples to be vigilant against the "yeast" representing the teachings of the Pharisees and Sadducees. This study employs a qualitative approach and literature review to explore strategies for being vigilant against such symbolic "yeast." It offers concrete guidelines on how to protect Christian communities from harmful elements. The analysis outlines vigilance strategies based on biblical principles, helping Christians uphold the quality of their faith and bear the fruits of righteousness. By His grace, true Christians are expected to be effective witnesses for Christ and overcome deceptive efforts in the end times. Keywords: christian vigilance; gospel of matthew 16; threats of false teachingAbstrakOrang Kristen sejati membangun iman mereka berdasarkan keputusan pribadi yang lahir dari pengalaman spiritual, khususnya keyakinan kepada Tuhan Yesus. Namun, ada individu yang bergabung dengan motif tidak murni, seperti ragi yang tersembunyi dalam tepung, yang dapat merusak komunitas. Kelompok ini termasuk penyesat, nabi palsu, dan munafik yang menyamar sebagai saudara seiman tetapi sebenarnya adalah musuh terselubung. Dalam Matius 16:5-12, Tuhan Yesus mengingatkan murid-murid-Nya untuk waspada terhadap "ragi" yang melambangkan ajaran orang Farisi dan Saduki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi pustaka untuk mengeksplorasi strategi kewaspadaan terhadap ancaman "ragi" simbolis tersebut. Tulisan ini memberikan panduan konkret tentang bagaimana menjaga komunitas Kristen dari elemen perusak. Analisis ini menawarkan strategi kewaspadaan berdasarkan prinsip Alkitab, membantu orang Kristen menjaga kualitas iman dan menghasilkan buah kebenaran. Dengan anugerah-Nya, diharapkan mereka dapat menjadi saksi Kristus yang kuat dan mengatasi upaya penyesatan di akhir zaman.Kata Kunci: ancaman ajaran sesat; injil matius 16; kewaspadaan kristenTrue Christians build their faith on personal decisions born from spiritual experiences, particularly their belief in Jesus Christ. However, some individuals may join with impure motives, like yeast hidden in dough, which can negatively influence the community. This group includes deceivers, false prophets, and hypocrites who disguise themselves as fellow believers but are, in fact, hidden enemies. In Matthew 16:5-12, Jesus warns His disciples to be vigilant against the "yeast" representing the teachings of the Pharisees and Sadducees. This study employs a qualitative approach and literature review to explore strategies for being vigilant against such symbolic "yeast." It offers concrete guidelines on how to protect Christian communities from harmful elements. The analysis outlines vigilance strategies based on biblical principles, helping Christians uphold the quality of their faith and bear the fruits of righteousness. By His grace, true Christians are expected to be effective witnesses for Christ and overcome deceptive efforts in the end times. Keywords: christian vigilance; gospel of matthew 16; threats of false teaching