cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
kampuslppm@gmail.com
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Komplek House Of Glory, Eden Park. Jalan Ahmad Yani, Taman Baloi, 29432 Batam
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education
ISSN : -     EISSN : 27742512     DOI : https://doi.org/10.53547/3q53ym38
Core Subject :
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, E-ISSN 2774-2512, is an open-access and peer-reviewed scientific journal managed and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia, through its Institute for Research and Community Service or LPPM. The journal is nationally accredited with SINTA 4 status, published twice a year in March and September, and accepts manuscripts in both Indonesian and English. The primary focus of REAL DIDACHE is the publication of scholarly works in the field of Christian Religious Education, covering philosophical, theological, pedagogical, spiritual, and practical studies through academic, interdisciplinary, and contextual approaches. REAL DIDACHE welcomes contributions from academics, researchers, educators, practitioners, and students, both from Indonesia and abroad, who are committed to advancing Christian Religious Education across diverse contexts. Every manuscript that meets the submission requirements is evaluated by expert reviewers through a double-blind review process. Each published article is assigned a DOI with the prefix 10.53547.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Pengaruh Kompetensi Profesional Guru, Motivasi Siswa, dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Masa Pandemi Covid-19 Zarah D. Bureni; Hendrik A.E Lao
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 2 No. 1: Maret 2022
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v2i1.160

Abstract

This study aims to determine the effect of teacher professional competence, student motivation, and learning facilities on the learning outcomes of Christian religious education. The type of research used is survey research with a quantitative approach. Data was collected by using questionnaire, observation, and documentation methods. The results of the study are as follows: First, the t-table ANOVA test results in a joint effect of teacher professional competence, student motivation, and learning facilities on the learning outcomes of Christian religious education by 40.1 percent. Second, the coefficients table test for teacher professional competence obtained t_count of 2,335 more than t_table 2.056 and a significant value of 0.028 less than 0.05 for student motivation, t-count 2.097 more than t_table 2.056 and a significant value of 0.046 less than 0.05 so that the results have a significant effect. partial variables of teacher professional competence and student motivation on learning outcomes of Christian religious education, while for learning facilities t_count minus 1754 is less than t table 2,056 and a significant value of 0.091 more than 0.05 there is no partial effect of learning facilities on learning outcomes of Christian religious education. Thus, the variables of teacher professional competence and student motivation affect the learning outcomes of Christian religious education.Keywords: learning facilities; learning outcomes; teacher's professional competence; student motivation AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesional guru, motivasi siswa, dan fasilitas belajar terhadap hasil pembelajaran pendidikan agama Kristen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, Uji t tabel ANOVA hasilnya terdapat pengaruh secara bersama-sama kompetensi profesional guru, motivasi siswa, dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar pendidikan agama Kristen sebesar 40,1 persen. Kedua, Uji tabel coefficients untuk kompetensi profesional guru diperoleh t_hitung sebesar 2.335 lebih dari t_tabel 2.056 dan nilai Signifikan 0,028 kurang dari 0,05 untuk motivasi siswa t hitung 2.097 lebih dari t_tabel 2.056 dan nilai signifikan 0,046 kurang dari 0,05 sehingga hasilnya terdapat pengaruh secara parsial variabel kompetensi profesional guru dan motivasi siswa terhadap hasil belajar pendidikan agama Kristen, sedangkan untuk fasilitas belajar t_hitung minus 1754 kurang dari t tabel 2.056 dan nilai signifikan 0,091 lebih dari 0,05 tidak ada pengaruh secara parsial fasilitas belajar terhadap hasil belajar pendidikan agama Kristen. Dengan demikian, variabel kompetensi profesional guru dan motivasi siswa berpengaruh terhadap hasil belajar pendidikan agama Kristen.Kata kunci: fasilitas belajar; hasil belajar; kompetensi profesional guru; motivasi siswa
Pengaruh Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Yaaman Gulo; Dewi Lidya S; Yowenus Wenda; Yunardi Kristian Zega
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 2 No. 2: September 2022
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v2i2.169

Abstract

This paper departs from the problems of moral decline that occur among students, such as smoking, drunkenness, pornography, getting pregnant out of wedlock, fighting teachers and parents. To overcome this problem, Christian religious education in schools is the right solution in shaping the character of students for the better. Therefore, this study aims to determine the influence of Christian religious education on the formation of student character.  This study used a descriptive quantitative method with data processing using SPSS version 26. The number of samples in this study was 33 people. After processing and analyzing the data, it was obtained that there was an influence of Christian religious education in schools on the formation of student character by 45.3 percent.Keywords: student character, Christian religious education, schoolAbstrakTulisan ini berangkat dari masalah kemerosotan moral yang terjadi di kalangan siswa, seperti merokok, mabuk, pornografi, hamil di luar nikah, melawan guru dan orang tua. Untuk mengatasi masalah tersebut, pendidikan agama Kristen di sekolah merupakan solusi yang tepat dalam membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan agama Kristen terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengolahan data menggunakan SPSS versi 26. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 33 orang. Setelah dilakukan pengolahan dan analisis data, maka diperoleh terdapat pengaruh pendidikan agama Kristen di sekolah terhadap pembentukan karakter siswa sebesar 45,3 persen.Kata kunci: karakter siswa, pendidikan agama kristen, sekolah
Implementasi Pemahaman Kristologi dalam Pendidikan Agama Kristen di Sekolah pada Era Industri 4.0 Yupe Usiel; Vicky BGD Paat; Maywan Sinaga; Rosnita Temba Kagu; Selvyen Sophia
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 2 No. 2: September 2022
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v2i2.193

Abstract

There is a lot of understanding about Christology in various literatures and social media. Therefore, every believer should select the source so as not to cause misunderstanding. It cannot be denied that society in this modern era greatly influences the issue and development of Christological understanding. In this paper, the researcher uses a descriptive qualitative method with a literature study approach to analyze the documents that are the focus of the research discussion. The results of this study are Christian Religious Education in schools in the Industrial 4.0 era can provide Christology teaching to students through schools from primary sources, namely the Bible through digital technology without eliminating the essence of biblical truth based on accountable sources, as well as conducting coaching and maintenance faith. Essentially, Christian Religious Education exists to facilitate students to experience encounters with God personally, both through the presence of educators and in their independence. Thus, the continued understanding of Christology and the inheritance of Christian values will give birth to a generation that is strong, militant, tough, and wise in facing the developments and changes of the times that have disrupted all areas of life.Keywords: industrial era 4.0; implementation; christology; Christian educationAbstrakPemahaman tentang Kristologi sangat banyak di berbagai literatur maupun media sosial. Oleh karena itu, setiap orang percaya seharusnya menyeleksi sumber tersebut sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang keliru. Hal ini tidak bisa dibantah bahwa masyarakat yang berada dalam era modern ini sangat mempengaruhi isu dan perkembangan pemahaman Kristologi. Dalam tulisan ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk menganalisis dokumen yang menjadi fokus bahasan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah Pendidikan Agama Kristen di sekolah pada era Industri 4.0 dapat memberikan pengajaran Kristologi kepada peserta didik melalui sekolah dari sumber primer yaitu Alkitab melalui teknologi digital tanpa menghilangkan esensi kebenaran yang Alkitabiah berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, serta melakukan pembinaan dan pemeliharaan iman. Hakekatnya Pendidikan Agama Kristen ada untuk memfasilitasi peserta didik supaya mengalami perjumpaan dengan Allah secara pribadi, baik melalui kehadiran pendidik maupun dalam kemandiriannya. Dengan demikian, kelangsungan pemahaman akan Kristologi dan pewarisan nilai-nilai Kristen akan melahirkan generasi yang kuat, militan, tangguh, serta berhikmat dalam menghadapi perkembangan dan perubahan zaman yang telah mendisrupsi segala bidang kehidupan.                                                Kata kunci: era industri 4.0; implementasi; kristologi; pendidikan agama kristen
Analisis Keseimbangan Ranah Kognitif, Afektif dan Psikomotorik dalam Muatan Ekologi pada Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Sekolah Menengah Atas Andrias Pujiono
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 2 No. 2: September 2022
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v2i2.241

Abstract

Knowledge of what environmental care is does not automatically make a person care for the environment in his actions. For this reason, it is necessary to have an education that is holistic, that is, that touches on cognitive, affective, and psychomotor aspects. With a holistic approach learner are not only able to understand but also behave and act positively towards the environment in which they live. In the context and practice of Christian religious education, it is necessary to have holistic ecological education as stated in the ecological content. To find out this, the author analyzes the ecological content in the high school Christian religious education curriculum, in order to find out the balance of its domains. From this analysis, it is proven that the ecological content in the curriculum of Christian religious education at the high school level tends to be cognitive and not holistic.Keywords: affective; ecological; balance; cognitive; psychomotorAbstrakPengetahuan tentang apa itu peduli lingkungan tidak otomatis menjadikan seseorang peduli lingkungan dalam tindakannya. Untuk itu, perlu pendidikan yang bersifat holistik, yaitu yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan pendekatan yang holitik peserta didik tidak hanya mampu memahami tetapi juga bersikap dan bertindak positif terhadap lingkungan di mana mereka tinggal. Dalam konteks dan praktik pendidikan agama Kristen perlu adanya pendidikan ekologi holistik yang tertuang dalam muatan ekologi. Untuk mengetahui hal tersebut, penulis melakukan analisa terhadap muatan ekologi pada kurikulum pendidikan agama Kristen sekolah menengah atas, guna mengetahui keseimbagan ranah-ranahnya. Dari analisa tersebut, terbukti muatan ekologi dalam kurikulum pendidikan agama Kristen tingkat sekolah menengah atas cenderung bersifat kognitif dan tidak bersifat holistik.Kata kunci: afektif; ekologi; keseimbangan; kognitif; psikomotor
Inovasi Pembelajaran Digital dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa: Suatu Analisis Pendidikan Agama Kristen Esti Regina Boiliu; Sozawato Telaumbanua
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 2 No. 2: September 2022
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v2i2.242

Abstract

In the current new normal era, digital learning innovation is one of the hopes in increasing the motivation to learn from students. Thus, educators, including Christian educators, must be able to make interesting innovations in learning either naturally, with conventional tools or technology in the surrounding environment, or use digital technology that can be in the form of qualified electronic objects in order to support the learning process. The purpose of this study is to encourage educators, especially Christian educators, to innovate in implementing digital learning. In writing this article, the author uses a qualitative method, by collecting the data needed, be it from journals, proceedings, books, or the internet, which is related to the topic of discussion of this article. The result of this study is to suggest that digital learning innovation will increase student learning motivation.Keywords: innovation; digital learning; christian education; learning motivationAbstrakEra new normal saat ini, inovasi pembelajaran digital menjadi salah satu harapan dalam meningkatkan motivasi belajar dari peserta didik. Dengan demikian, para pendidik, termasuk pendidik agama Kristen harus mampu membuat inovasi-inovasi yang menarik dalam pembelajaran baik secara alami, dengan alat atau teknologi konvensional yang ada di lingkungan sekitar, maupun menggunakan teknologi digital yang dapat berupa benda elektronik yang memenuhi syarat dalam rangka menunjang proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendorong para pendidik, khususnya pendidik agama Kristen, agar berinovasi dalam menerapkan pembelajaran digital. Dalam penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode kualitatif, dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan baik itu dari jurnal, prosiding, buku, maupun internet, yang berkaitan dengan topik pembahasan artikel ini. Hasil penelitian ini adalah mengemukakan bahwa inovasi pembelajaran digital akan meningkatkan motivasi belajar siswa.Kata kunci: inovasi; pembelajaran digital; pendidikan agama kristen; motivasi belajar
Filsafat Stoisisme dalam Perspektif Etika Kristen Remegises Danial Yohanis Pandie
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 3 No. 1: Maret 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i1.353

Abstract

The philosophy of Stoicism plays an important role in human life. The role of Stoicism includes human ethics in responding to things that happen around him such as situations that disturb human psychology. Stoicism is not just a theory, but a set of practices designed to help humans live better lives. Stoicism proposes a code of masculinity based on extraordinary mental strength. Stoicism teaches people how to maintain peace of mind from the sensitivity of circumstances. Stoicism sees human psychological problems as the product of misjudgment and can be eradicated with a form of cognitive psychotherapy. In practice, there are still many people who do not understand and have not really practiced the philosophy of Stoicism under the pretext of not being in accordance with the teachings of Christianity. The purpose of this research is to examine the parts of Stoicism and their relation to Christian ethics. The research method used is descriptive qualitative. The result of the research is that there is a belief that what Christ revealed, is a rational principle explored by Stoicism, so reason and revelation must complement each other. The main point in determining or verifying the life of each individual must be through biblical standards.Keywords: christian ethics; philosophy; stoicism AbstrakFilsafat Stoisisme memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Peranan Stoisisme mencakup etika manusia dalam menyikapi hal-hal yang terjadi disekitarnya seperti situasi-situasi yang mengganggu psikologis manusia. Stoisisme bukan hanya teori, tetapi seperangkat praktik yang dirancang untuk membantu manusia menjalani kehidupan yang lebih baik. Stoisisme mengusulkan kode maskulinitas berdasarkan kekuatan mental yang luar biasa. Stoisisme mengajarkan manusia bagaimana menjaga ketenangan pikiran dari sensitifitas keadaan. Stoisisme melihat masalah psikologis manusia sebagai produk dari penilaian yang salah dan dapat diberantas dengan suatu bentuk psikoterapi kognitif. Dalam praktiknya, masih banyak orang yang belum memahami dan belum benar-benar menjalankan filosofi Stoisisme dengan dalih tidak sesuai ajaran agama Kristen. Tujuan penulisan ini adalah mengkaji bagian-bagian Stoisisme dan kaitannya dengan etika Kristen. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yaitu ada keyakinan bahwa apa yang diwahyukan Kristus, adalah prinsip rasional yang dieksplorasi oleh Stoisisme, sehingga akal dan wahyu harus saling melengkap. Titik utama dalam menentukan atau verifikasi kehidupan setiap individu harus melalui standar Alkitab.Kata kunci: etika kristen; filsafat; stoisisme
Perspektif Sosiologis-Teologis terhadap Interaksi Sosial Antara Etnis Rote dan Etnis Timor di Desa Tuasene Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Daud Alfons Pandie; Remegises Danial Yohanis Pandie
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 3 No. 1: Maret 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i1.354

Abstract

This paper aims to describe the social and cultural construction in the process of interaction between the Rote ethnicity and the Timorese ethnicity in Tuasene Village, South Mollo district, South Central Timor Regency. Where, the dynamics in the process of interaction of ethnic Rote and Ethnic Timorese are different customs and cultures, so that the social construction in the village of Tuassene is dominated by ethnic Rote. This paper draws on the theoretical framework of social constructions of Peter L. Berger and Thomas Lukmann, this paper focuses on the social constructions that arise in such interactions. As Berger puts it, humans create reality through social interaction. In this study the researcher found that the social interaction of the Rote ethnicity and the Timorese ethnicity in the village of Tuasene from a theological perspective was part of God's will for humans to live in harmony and peace which then influenced the construction of the Rote ethnic social and cultural identity in Tuasene, although it lasted for a long time and time. Such social interactions form the construction of ethnic and cultural identities is a synthesis of those processes of social interaction.Keywords: ethnic; Perspective; social construction; Rote; Sociological; Theological; TimorAbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi sosial dan budaya dalam proses interaksi antara etnis Rote dengan Etnis Timor di Desa Tuasene, kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Di mana, dinamika dalam proses interaksi etnis Rote dan Etnis Timor yang berbeda adat istiadat serta kebudayaan, sehingga konstruksi sosial di desa Tuassene di dominasi oleh etnis Rote. Tulisan ini mengacu pada kerangka teoritis konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Lukmann, tulisan ini berfokus pada konstruksi sosial yang muncul dalam interaksi tersebut. Sebagaimana dikatakan oleh Berger, manusia menciptakan realitas melalui interaksi sosial. Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa interaksi sosial etnis Rote dan etnis Timor di desa Tuasene dari perspektif teologis merupakan bagian dari kehendak Tuhan agar manusia hidup dengan rukun dan damai yang kemudian mempengaruhi konstruksi identitas sosial dan budaya etnis Rote di Tuasene, meskipun berlangsung dalam proses dan waktu yang cukup lama. Interaksi sosial tersebut membentuk konstruksi identitas etnis dan budaya merupakan sintesis dari proses interaksi sosial tersebut.Kata Kunci: etnis; perspektif; konstruksi sosial; rote; sosiologis; teologis; timor
Diagnostik Kesulitan Belajar dan Perilaku Bermasalah Siswa Solmeriana Sinaga; Fredik Melkias Boiliu; Yunardi Kristian Zega; Rini Sumanti Sapalakkai
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 3 No. 1: Maret 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i1.365

Abstract

This research aims to analyze students' learning difficulties and problematic behaviors in learning Christian religious education in schools. Student learning difficulties and problematic behavior in learning are causative factors that hinder the teaching and learning process so that it does not achieve predetermined goals. Therefore, teachers of Christian religious education must diagnose students to identify any problems experienced in them. This will help teachers so that the teaching and learning process is adjusted to existing situations and conditions or needs. For this reason, the research uses descriptive qualitative methods using secondary data, namely data collection referring to scientific articles and books related to this discussion. The results in this research will analyze the factors causing students' learning difficulties and problematic behavior in learning Christian religious education. In addition, the role of Christian religious education teachers in dealing with student learning difficulties and problematic behaviors in Christian religious education.Keywords: learning difficulties; Christian religious education; problematic behavior AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dan perilaku bermasalah dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen di sekolah. Kesulitan belajar siswa dan perilaku bermasalah dalam belajar merupakan faktor penyebab yang menghambat proses belajar mengajar sehingga tidak mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh sebab itu, guru pendidikan agama Kristen harus mendiagnosis siswa untuk mengidentifikasi setiap permasalah yang dialami dalam dirinya. Hal ini akan menolong guru sehingga dalam proses belajar mengajar disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau kebutuhan yang ada. Untuk itu, penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder yakni pengambilan data merujuk pada artikel-artikel ilmiah dan buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan ini. Hasil dalam penelitian ini akan menganalisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan perilaku bermasalah dalam belajar pendidikan agama Kristen. Selain itu, peran guru pendidikan agama Kristen dalam menghadapi kesulitan belajar siswa dan perilaku bermasalah dalam pendidikan agama Kristen.Kata Kunci: kesulitan belajar; pendidikan agama kristen; perilaku bermasalah
Peran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Nilai Toleransi Elsjani A Langi; Yonatan Alex Arifianto; Saturnina Elisa
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 3 No. 1: Maret 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i1.371

Abstract

Today, the case regarding tolerance in Indonesia tends to be a discussion and struggle together. A discussion that provides an understanding of the role of Christian education on the values of tolerance. It is something that must be considered for believers in order to achieve tolerance that brings humans fellow children of the nation to live side by side well. Therefore, with the role of Christian education that can have a good influence and produce a good tolerance and create a sense of comfort with the presence of the value of tolerance in humans in the midst of a plural Indonesian nation. Using a descriptive qualitative method where researchers will analyze using literature studies in order to provide an understanding of the role of Christian education on tolerance in order to make tolerance a good attitude or lifestyle in humans. Because with Christian education, Christian education is very important for the growth of students both in the life of knowledge of God and in character also has changes. The education also aims to be useful for oneself, society, and the nation. By knowing the nation that has various kinds of differences, Christian education also needs to teach and maintain tolerance to its students, especially for Christian students. Tolerance is an absolute condition that has been practiced in Pancasila as well as possible and can guarantee good relations between fellow Indonesian citizens.Keywords: christian education; toleranceAbstrakDewasa ini, kasus mengenai toleransi yang terdapat di negara Indonesia ini cenderung menjadi pembahasan dan pergumulan bersama. Pembahasan yang memberikan suatu pengertian mengenai peran pendidikan agama Kristen terhadap nilai-nilai toleransi. Adalah hal yang harus diperhatikan bagi orang percaya demi tercapainya toleransi yang mebawa manusia sesama anak bangsa hidup berdampingan dengan baik. Maka itu dengan adanya peran pendidikan agama Kristen yang dapat berpengaruh baik dan menghasilkan suatu toleransi yang baik serta menciptakan rasa yang nyaman dengan hadirnya nilai toleransi dalam diri manusia ditengah bangsa Indonesia yang majemuk. Menggunakan metode kualitatif deskriftif dimana peneliti akan menganailisis dengan menggunakan studi pustaka agar dapat memberikan suatu pemahaman mengenai peran pendidikan agama Kristen terhadap toleransi agar dapat menjadikan toleransi sebagai sikap atau gaya hidup yang baik dalam diri manusia. Sebab dengan pendidikan agama Kristen, pendidikan agama Kristen sangat penting juga bagi pertumbuhan peserta didik baik dalam kehidupan pengenalan akan Tuhan dan dalam karakter juga memiliki perubahan. Pendidikan tersebut juga bertujuan agar dapat berguna bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa. Dengan mengetahui bangsa yang memiliki berbagai macam perbedaan maka pendidikan agama Kristen juga perlu mengajarkan dan menemkan sikap toleransi kepada peserta didiknya khususnya bagi peserta didik Kristiani. Toleransi merupakan suatu syarat yang mutlak yang telah diamalkan dalam Pancasila dengan sebaik-baiknya dan dapat menjamin adanya hubungan baik antara sesama warga negara Indonesia. Kata kunci: pendidikan agama Kristen; toleransi
Perspektif Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pendidikan Progresivisme Go Heeng; Antonius Sinaga; Yunardi Kristian Zega; Megariana Megariana; Efvi Noyita
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 3 No. 1: Maret 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i1.373

Abstract

The correlation between progressivism education and Christian education lies in the same importance, namely producing students who have the ability and expertise from extracting students' talents and interests to the maximum in the learning process. Progressivism born with DNA necessitates a change in a more progressive direction. The values brought by progressivist education when faced with Christian religious education need to go through a selective process. This is because the basis for the development of this education system has differences. Progressivism education is built with the worldly concept of achieving world achievements, while Christian education is built with the concept of eternity because it is related to faith in Christ. The analysis found by the author regarding the perspective of Christian education on progressivism education, among others: 1) dynamic truths for progressivist education do not apply to Christian education because the truth in Christian education is final, 2) too giving freedom to students without providing clear boundaries, while for Christian education freedom is limited by the values of Christ. 3) the role of teachers is very important for students in Christian education because in addition to providing knowledge, teachers must also provide examples of living in accordance with Christ.Keywords: Christ; christian religious education; progressivism education AbstrakKorelasi antara pendidikan progresivisme dengan pendidikan agama Kristen terletak pada kepentingan yang sama yaitu melahirkan peserta didik yang memiliki kemampauan dan keahlian dari penggalian bakat dan minat peserta didik secara maksimal dalam proses pembelajaran. Progresivisme terlahir dengan DNA mengharuskan sebuah perubahan ke arah yang lebih maja kemajuan. Nilai-nilai yang dibawa oleh pendidikan progresivisme ketika diperhadapkan dengan pendidikan agama Kristen perlu melalui proses yang selektif. Hal ini karena dasar pembangunan sistem pendidikan ini memiliki perbedaan. Pendidikan progresivisme dibangun dengan konsep duniawi yaitu terletak kepada pencapain pencapain dunia, sementara pendidikan agama kristen dibangun dengan konsep kekekalan karena berkaitan dengan iman di dalam Kristus. Analisis yang ditemukan penulis perihal perspektif pendidikan agama kristen terhadap pendidikan progresivisme, antara lain: 1) kebenaran yang bersifat dinamis bagi pendidikan progresivisme tidak berlaku bagi pendidikan agama Kristen karena kebenaran pada pendidikan agama Kristen sudah final, 2) terlalu memberikan kebebasan pada peserta didik tanpa memberikan batasan-batasan yang jelas, sementara bagi pendidikan agama Kristen kebebasan dibatasi dengan nilai-nilai Kristus. 3) peran guru sangat penting bagi peserta didik dalam pendidikan agama Kristen karena selain memberikan ilmu guru juga harus memberikan teladan hidup yang sesuai dengan Kristus.Kata kunci: Kristus; pendidikan agama kristen; pendidikan progresivisme