cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
kampuslppm@gmail.com
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Komplek House Of Glory, Eden Park. Jalan Ahmad Yani, Taman Baloi, 29432 Batam
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education
ISSN : -     EISSN : 27742512     DOI : https://doi.org/10.53547/3q53ym38
Core Subject :
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education, E-ISSN 2774-2512, is an open-access and peer-reviewed scientific journal managed and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia, through its Institute for Research and Community Service or LPPM. The journal is nationally accredited with SINTA 4 status, published twice a year in March and September, and accepts manuscripts in both Indonesian and English. The primary focus of REAL DIDACHE is the publication of scholarly works in the field of Christian Religious Education, covering philosophical, theological, pedagogical, spiritual, and practical studies through academic, interdisciplinary, and contextual approaches. REAL DIDACHE welcomes contributions from academics, researchers, educators, practitioners, and students, both from Indonesia and abroad, who are committed to advancing Christian Religious Education across diverse contexts. Every manuscript that meets the submission requirements is evaluated by expert reviewers through a double-blind review process. Each published article is assigned a DOI with the prefix 10.53547.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Melindungi Anak di Era Digital: Peran Orang Tua Kristen dalam Mengelola Penggunaan Gadget dengan Bijak Elvi Putri Jelita Hia; Marhendra Betzy Erlian Sono; Mery Cristina Lumban Gaol; Evraim Anggreini Br Hombing; Rahel Triastuti Hutabarat; Yunardi Kristian Zega
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 1: Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.521

Abstract

The development of technology has both positive and negative impacts on humanity. One prominent technological advancement is the existence of gadgets, serving as efficient communication media. The use of gadgets, especially by teenagers, often leads to negative impacts due to misuse. The role of parents is crucial in preventing the negative effects of gadgets on teenagers as they are the primary source of education for children. This research aims to elucidate the role of parents in preventing the negative effects of gadgets on teenagers, focusing on the teaching of Christian Religious Education (PAK) within the family. The research method employed is descriptive qualitative research with literature review. The findings of this research suggest that parents should accompany teenagers in gadget usage through several steps: firstly, paying attention to teenagers' activities while using gadgets; secondly, establishing agreements or designated schedules for gadget usage; thirdly, making agreements regarding the features or programs allowed during gadget play; fourthly, allocating time for children to share about their daily activities; and fifthly, avoiding excessive gadget usage when around children. Through the implementation of these steps, parents can effectively guide teenagers in using gadgets positively and create a healthy technological family environment.Keywords: Digital Era; Gadget Generation; Christian Education; The Role Of ParentsAbtrakPerkembangan teknologi memberikan dampak positif dan negatif pada manusia. Salah satu kemajuan teknologi yang mencolok adalah keberadaan gadget, sebagai media komunikasi yang efisien. Penggunaan gadget, terutama oleh remaja, sering menimbulkan dampak negatif akibat penyalahgunaan. Peran orang tua menjadi krusial dalam mencegah dampak negatif gadget terhadap remaja sebagai sumber pendidikan pertama bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran orang tua dalam pencegahan efek negatif gadget pada remaja, dengan fokus pada pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah orang tua harus dapat mendampingi remaja dalam penggunaan gadget dengan beberapa langkah, yaitu: pertama, memperhatikan aktivitas remaja saat menggunakan gadget; kedua, menetapkan kesepakatan atau jadwal waktu yang ditentukan untuk penggunaan gadget; ketiga, membuat kesepakatan mengenai fitur atau program yang diperbolehkan digunakan saat bermain gadget; keempat, memberikan waktu bagi anak untuk bercerita tentang aktivitas harian mereka; dan kelima, menghindari penggunaan gadget secara berlebihan ketika berada di dekat anak. Melalui implementasi langkah-langkah tersebut, orang tua dapat memainkan peran yang efektif dalam membimbing remaja menggunakan gadget secara positif dan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat secara teknologi.Kata Kunci: era digital; generasi gadget; pendidikan agama kristen; peran orang tua
Analisis Teks Yosua 1:8 Terhadap Memori Dan Aplikasinya Untuk Meningkatkan Prestasi Remaja Di Sekolah Menengah Pertama Glugur, Medan Jekson Tulus; Sang Putra Immanuel Duha
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 2: September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.540

Abstract

In this highly competitive era, characterized by rapid advancements in digital technology, adolescents familiar with technology are expected to be responsible and achieve excellence. Intellectual development plays a crucial role, which is achieved through the learning process. The awareness of the need to learn must be fostered through self-motivation, especially for adolescents with strong spirituality. Religious attitudes, particularly the frequency of prayer, Bible reading, and attending church services, are key factors shaping the spirituality of Christian youth. This study focuses on the influence of Bible reading on enhancing the intelligence of adolescents at SMP Sei Glugur Medan. Using an exegetical approach to Joshua 1:8 and memory psychology, the researcher aims to explore the role of memory in retaining God’s word. The findings show that meditating on the scriptures, rather than merely reading them, significantly enhances the spirituality and memory capacity of adolescents, leading to intellectual development. These findings are expected to enrich teaching methods. Keywords: exegesis; adolescent education; memory psychology; spirituality; religiosityAbstrakDi era yang sangat kompetitif dengan perkembangan teknologi digital yang pesat, remaja yang akrab dengan teknologi dituntut untuk bertanggung jawab dan meraih prestasi. Intelektual berperan penting dalam hal ini, yang didapatkan melalui proses belajar. Kesadaran untuk belajar perlu dibangun dengan motivasi diri, terutama bagi remaja yang memiliki spiritualitas tinggi. Sikap religius, khususnya frekuensi berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah di gereja, menjadi faktor utama pembentuk spiritualitas remaja Kristen. Penelitian ini fokus pada pengaruh membaca Alkitab dalam meningkatkan kecerdasan remaja di SMP Sei Glugur Medan. Dengan pendekatan eksegesis teks Yosua 1:8 dan psikologi memori, peneliti ingin melihat peran memori dalam mengingat firman Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merenungkan firman, selain membacanya, meningkatkan spiritualitas remaja dan kemampuan memorinya, yang berdampak pada perkembangan intelektual. Diharapkan hasil ini membantu guru memperkaya metode pengajaran.Kata Kunci: eksegesis; pendidikan remaja; psikologi memori; spiritualitas; religiositas
Konsep Kristologi Konsili Kalsedon Dalam Menanggapi Ajaran Eutyches Pada Tahun 451 Dan Integrasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen Mangarimbun Gultom; Candra Gunawan Marisi
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 2: September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.560

Abstract

The year 451 became an important event in the history of the church when it formulated a creed through a council aimed at responding to the teachings of Eutyches, which eventually became a firm hold as the formulation of the correct teaching on Christology in the church. This age also has the same challenge with the birth of Christology teachings that are different from the Bible such as the Judahite witness and other unsubstantiated teachings in social media. That is why this paper is important because it aims to provide a contribution of knowledge for the PAK of this age, which provides a concept of Christology as a foundation for the correct teaching of Christology. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, where the author uses various sources of existing literature to obtain comprehensive study results. The main statement of the Council of Chalcedon was to affirm the doctrine known as “Chalcedonian Christology”, which states that Jesus is truly God and truly man, and both natures are present in Him simultaneously. Eventually, a concept of Christology emerged in which Christ is “recognized in two unmixed, unchanging, undivided, inseparable natures. Keywords: council of chalcedon; eutychianism; christology; christian education The year 451 became an important event in the history of the church when it formulated a creed through a council aimed at responding to the teachings of Eutyches, which eventually became a firm hold as the formulation of the correct teaching on Christology in the church. This age also has the same challenge with the birth of Christology teachings that are different from the Bible such as the Judahite witness and other unsubstantiated teachings in social media. That is why this paper is important because it aims to provide a contribution of knowledge for the PAK of this age, which provides a concept of Christology as a foundation for the correct teaching of Christology. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, where the author uses various sources of existing literature to obtain comprehensive study results. The main statement of the Council of Chalcedon was to affirm the doctrine known as “Chalcedonian Christology”, which states that Jesus is truly God and truly man, and both natures are present in Him simultaneously. Eventually, a concept of Christology emerged in which Christ is “recognized in two unmixed, unchanging, undivided, inseparable natures.  Keywords: council of chalcedon; eutychianism; christology; christian education AbstrakTahun 451 menjadi suatu peristiwa penting dalam sejarah gereja ketika merumuskan suatu kredo melalui suatu konsili yang bertujuan untuk menanggapi ajaran Eutyches, yang akhirnya menjadi pegangan teguh sebagai rumusan ajaran yang benar tentang Kristologi di dalam gereja. Zaman ini pun juga memiliki tantangan yang sama dengan lahirnya ajaran Kristologi yang berbeda dengan Alkitab seperti saksi Yehuda dan pengajaran lainnya yang tidak berdasar di dalam sosial media. Itu sebabnya tulisan ini menjadi penting karena bertujuan untuk memberikan suatu sumbangan ilmu bagi PAK zaman ini, yang memberikan suatu konsep kristologi sebagai pondasi pengajaran yang benar tentang Kristologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana penulis menggunakan berbagai sumber litertur yang ada untuk mendapatkan hasil kajian yang komprehensif. Pernyataan utama dari Konsili Kalsedon adalah menegaskan doktrin yang dikenal sebagai “Kristologi Kalsedon”, yang menyatakan bahwa Yesus adalah benar-benar Allah dan benar-benar manusia, dan kedua natur tersebut hadir dalam diri-Nya secara bersamaan. Akhirnya muncul suatu konsep Kristologi yang berisikan Kristus diakui di dalam dua Hakikat yang tidak bercampur, tidak berubah, tidak terbagi, tidak terpisah.Kata Kunci: konsili kalsedon; eutykhianisme; kristologi; pak
Kompetensi Pedagogi Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Di SMPN 6 Nekamese Lidyasih Widyanti; Ezra Tari
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 2: September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.581

Abstract

Some teachers face difficulties in managing classrooms, especially when dealing with students who exhibit challenging behavior or have diverse abilities. The curriculum often changes in line with government policies, and some teachers struggle to adapt quickly, causing the material taught to not always align with the demands of the latest curriculum. This study aims to examine the pedagogical competence of teachers in improving the quality of education within the framework of Merdeka Belajar at SMPN 6 Nekamese. The method used is qualitative research at SMP Negeri 6 Nekamese, Kupang Regency, with the main informants being teachers who actively implement the Merdeka Belajar concept. The "Merdeka Belajar" concept, introduced by the Indonesian government in 2020, aims to transform the educational paradigm by providing students with greater freedom in choosing their learning and emphasizing the development of skills relevant to the real world. This study shows that good pedagogical competence significantly contributes to improving education quality by creating an inclusive and responsive learning environment. Recommendations for further research include examining the development of pedagogical competence in the aspect of technological mastery. Keywords: pedagogical competence; Merdeka Belajar; education quality; technological masteryAbstrakBeberapa guru mengalami kesulitan dalam mengelola kelas, terutama ketika berhadapan dengan siswa yang menunjukkan perilaku menantang atau memiliki kemampuan yang beragam. Kurikulum sering berubah seiring kebijakan pemerintah, dan beberapa guru kesulitan menyesuaikan diri dengan cepat, sehingga materi yang diajarkan tidak selalu selaras dengan tuntutan kurikulum terbaru. Penelitian ini bertujuan mengkaji kompetensi pedagogik guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam kerangka Merdeka Belajar di SMPN 6 Nekamese. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif di SMP Negeri 6 Nekamese, Kabupaten Kupang, dengan informan utama para guru yang aktif menerapkan konsep Merdeka Belajar. Konsep "Merdeka Belajar," yang diperkenalkan pemerintah Indonesia pada tahun 2020, bertujuan untuk mengubah paradigma pendidikan dengan memberikan kebebasan lebih kepada siswa dalam memilih pembelajaran, serta menekankan pengembangan keterampilan yang relevan dengan dunia nyata. Kajian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik yang baik berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan dengan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan adalah mengkaji pengembangan kompetensi pedagogik dalam aspek penguasaan teknologi.Kata kunci: kompetensi pedagogik; merdeka belajar; mutu pendidikan; penguasaan teknologi
Peranan Pendidikan Kristen Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Di Era Digital Roy Damanik; Purwisasi Yuli
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 2: September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.583

Abstract

This study aims to analyze the role of Christian education in shaping the character of youth in the digital era. The background of this research stems from the observation that young people tend to dislike being regulated, prefer to follow their own desires, distance themselves from community, and spend significant time interacting in the virtual world, which they consider a trendy culture. The primary focus of this study is to understand how Christian education can adapt to contemporary challenges and fulfill the church's calling to be the light and salt of the world. This research will address questions regarding the understanding of Christian education in the digital age and its role in this context. Additionally, this study discusses the challenges of Christian religious education in the digital era, highlighting five roles of the church in shaping the character of youth: character formation, instilling discipline, fostering a sense of responsibility, instilling values of honesty, and nurturing a fear of God. The implementation of these strategies varies, and there is room for enhancing understanding and application, which is essential for shaping the character of the church's future generation. Keywords: christianity; digital era; education; role; young generationAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Kristen dalam membentuk karakter generasi muda di era digital. Latar belakang penelitian ini berakar pada fakta bahwa generasi muda cenderung tidak suka diatur, lebih memilih mengikuti keinginan sendiri, menjauh dari komunitas, dan menghabiskan waktu berinteraksi di dunia maya, yang dianggap sebagai budaya yang sedang tren. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pendidikan Kristen dapat beradaptasi dengan tantangan zaman dan memenuhi panggilan gereja sebagai terang dan garam dunia. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan mengenai pemahaman pendidikan Kristen di era digital serta perannya dalam konteks tersebut. Selain itu, penelitian ini membahas tantangan pendidikan agama Kristen di era digital, dengan menyoroti lima peran gereja dalam membentuk karakter generasi muda: pembentukan karakter, penanaman kedisiplinan, rasa tanggung jawab, nilai kejujuran, dan sikap takut akan Tuhan. Implementasi strategi ini bervariasi, dan terdapat ruang untuk meningkatkan pemahaman serta aplikasinya, yang sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda gereja di masa depan.Kata Kunci: era digital; generasi muda; kristen; pendidikan; peranan
Landasan Doktrinal: Kecerdasan Emosional dan Spritual Peserta Didik Masa Kini Mangarimbun Gultom; Katini; Febe
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 5 No. 1: Maret 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/ha4a6w90

Abstract

This article explores the doctrinal foundations of emotional and spiritual intelligence in the teaching of Christian education in the context of today's modernization. By referring to the principles and values ??contained in the Bible and the teachings of Christ, Christian education integrates emotional and spiritual intelligence in a holistic approach to character formation and spiritual growth of students. This article aims to review the doctrinal foundations underlying the growth of emotional and spiritual intelligence in Christian education. The research method used is qualitative with a literature review approach with data collection from religious texts, theological literature, and possibly interview transcripts. Qualitative research is able to process this descriptive data comprehensively. The conclusion obtained is that by integrating emotional and spiritual intelligence in the teaching approach, Christian education creates an environment that supports the holistic growth of students, both personally and spiritually. Keywords: doctrinal foundation; intelligence; emotional and spiritual Abstrak Artikel ini mengeksplorasi landasan doktrinal kecerdasan emosional dan spiritual dalam pengajaran pendidikan Kristen dalam konteks modernisasi saat ini. Dengan merujuk pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang terdapat dalam Alkitab serta ajaran Kristus, pendidikan Kristen mengintegrasikan kecerdasan emosional dan spiritual dalam pendekatan holistik untuk pembentukan karakter dan pertumbuhan rohani siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengulas landasan doktrinal yang mendasari pertumbuhan kecerdasan emosional dan spiritual dalam pendidikan Kristen. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan literature reviewe dengan pengumpulan data dari teks-teks keagamaan, literatur teologis, dan mungkin transkrip wawancara. Penelitian kualitatif mampu mengolah data deskriptif ini secara komprehensif. Kesimpulan yang di dapat adalah dengan mengintegrasikan kecerdasan emosional dan spiritual dalam pendekatan pengajaran, pendidikan Kristen menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan holistik siswa, baik secara pribadi maupun spiritual. Kata Kunci: landasan doktrinal; kecerdasan; emosional dan spritual
Pembelajaran di Era Teknologi Cerdas: Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan Agama Kristen Rezeki Putra Gulo; Nelci Mbelanggedo; Oktavianus Rangga
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 5 No. 1: Maret 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/sksp9f81

Abstract

This article discusses the integration of artificial intelligence (AI) in Christian Religious Education (CRE) in the era of intelligent technology. Utilizing a qualitative research method with a library research approach, this study aims to explore how AI can be used to support Christian religious education without sacrificing essential spiritual and ethical values. The primary issues addressed include the ethical and theological challenges in AI implementation and its impact on the role of teachers and the effectiveness of education. The novelty of this research lies in its holistic approach, combining theological and pedagogical analysis in AI application. The findings indicate that AI has the potential to enhance personalized learning and teaching efficiency, but it must be integrated carefully to ensure that Christian values remain central to education. This research offers practical recommendations for Christian educators to effectively and ethically utilize AI in the learning process.
Kontekstualisasi Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Karakter Pancasila Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Real Batam Yudhy Sanjaya; Viktor Deni Siregar; Moralman Gulo; Rame Irma Ida Sihombing
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 5 No. 1: Maret 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/0gbbkj42

Abstract

This study examines the strategic role of Christian Religious Education (PAK) in instilling Pancasila values ??among students of STT Real Batam as an effort to form citizenship awareness rooted in Christian faith values. The formulation of the problem focuses on how optimizing PAK can answer the challenge of low awareness of the application of Pancasila values ??in students' daily lives. By using a descriptive-analytical approach through literature studies, interviews, and observations, this study found that contextual learning methods, interactive discussions, and community service activities are able to integrate the values ??of love, justice, and social responsibility contained in PAK with the spirit of Pancasila. Although there are obstacles such as differences in perception across generations and limitations of the education system, the synergy between PAK and citizenship education still has great potential to be developed. The results of this study recommend a holistic learning strategy so that students can grow into individuals who are faithful, have integrity, and have social responsibility as Indonesian citizens. Keywords: pancasila; contextual; faith and citizenship; social responsibility Abstrak  Penelitian ini mengkaji peran strategis Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa STT Real Batam sebagai upaya membentuk kesadaran kewarganegaraan yang berakar pada nilai-nilai iman Kristen. Rumusan masalah berfokus pada bagaimana optimalisasi PAK dapat menjawab tantangan rendahnya kesadaran penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur, wawancara, dan observasi, penelitian ini menemukan bahwa metode pembelajaran kontekstual, diskusi interaktif, serta kegiatan pengabdian masyarakat mampu mengintegrasikan nilai kasih, keadilan, dan tanggung jawab sosial yang terkandung dalam PAK dengan semangat Pancasila. Meskipun terdapat hambatan seperti perbedaan persepsi lintas generasi dan keterbatasan sistem pendidikan, sinergi antara PAK dan pendidikan kewarganegaraan tetap memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Hasil penelitian ini merekomendasikan strategi pembelajaran holistik agar mahasiswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berintegritas, dan memiliki tanggung jawab sosial sebagai warga negara Indonesia. Kata Kunci: pancasila; kontekstual; iman dan kewarganegaraan; tanggungjawab sosial
Pembentukan Karakter Generasi Muda: Sinergi Pendidikan Kristen Dan Nilai-Nilai Tradisi Lompat Batu Nias Desetina Harefa; Sahat Lambok Sihombing; Yasman Telaumbanua
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 5 No. 1: Maret 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/f92jw156

Abstract

This study examines the synergy between Christian Education and the Lompat Batu tradition in shaping the character of young generations. In the face of globalization and modernization, education should not only focus on intellectual growth but also on moral and spiritual formation. Christian Education plays an important role in teaching love, honesty, responsibility, and discipline, while the Lompat Batu tradition emphasizes courage, resilience, and social responsibility in Nias culture. This research uses a qualitative approach with literature study methods, analyzing sources on Christian Education and the Lompat Batu tradition. The results show that combining these elements can be an effective way to develop young people with a strong spiritual foundation while preserving cultural heritage. Integrating Christian Education and the Lompat Batu tradition helps shape individuals with high morals, mental strength, and social awareness to face modern challenges. Keywords: lompat batu; challenges of the times; culture; education Abstrak Penelitian ini membahas sinergi antara Pendidikan Kristen dan nilai-nilai tradisi Lompat Batu Nias dalam pembentukan karakter generasi muda. Di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi, pendidikan tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual tetapi juga pada pembentukan moral dan spiritual. Pendidikan Kristen memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin, sementara tradisi Lompat Batu mengajarkan keberanian, ketahanan, serta tanggung jawab sosial dalam budaya Nias. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang menganalisis berbagai sumber literatur tentang pendidikan Kristen dan tradisi Lompat Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara keduanya dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki landasan spiritual yang kuat serta tetap menghargai budaya lokal. Dengan integrasi pendidikan Kristen dan tradisi Lompat Batu, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki moralitas tinggi, ketahanan mental, serta tanggung jawab sosial dalam menghadapi tantangan zaman. Kata Kunci: lompat batu; tantangan zaman; kebudayaan; pendidikan
Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 21001:2018 dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pendidikan Kristen Parasian Simamora; Andreas Eko Nugroho; Kornelius Rulli Jonathans
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 5 No. 1: Maret 2025
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/s2ebg948

Abstract

This study is motivated by the importance of improving the quality of educational services in Christian educational institutions that face various internal and external challenges. The purpose of this study is to analyze how the implementation of the ISO 21001:2018 Quality Management System can contribute to improving the quality of Christian educational services. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA approach, which includes the stages of identification, screening, eligibility, and inclusion of articles. Data sources were obtained from various relevant scientific literature, both national and international, which were selected based on certain keywords and predetermined inclusion criteria. The results of the study indicate that ISO 21001:2018 provides a systematic framework and focuses on the satisfaction of students and other stakeholders. In conclusion, the implementation of ISO 21001:2018 can improve the operational efficiency of Christian educational institutions and encourage continuous quality improvement. Keyword: ISO 21001:2018; service quality; quality management; christian education Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan mutu pelayanan pendidikan di lembaga pendidikan Kristen yang menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 21001:2018 dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan Kristen. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, yang mencakup tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan, baik nasional maupun internasional, yang dipilih berdasarkan kata kunci tertentu dan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ISO 21001:2018 menyediakan kerangka kerja yang sistematis dan berfokus pada kepuasan peserta didik serta pemangku kepentingan lainnya. Kesimpulannya, penerapan ISO 21001:2018 dapat meningkatkan efisiensi operasional lembaga pendidikan Kristen dan mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan. Kata Kunci: ISO 21001:2018; kualitas pelayanan; manajemen mutu; pendidikan kristen