cover
Contact Name
Rustina N
Contact Email
rustinanurdin@gmail.com
Phone
+628124014799
Journal Mail Official
jurnalstudiislam@uinambon.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/JSI/about/editorialTeam
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2302853X     EISSN : 28092740     DOI : https://doi.org/10.33477/jsi.v15i1
Core Subject :
Journal of Islamic Studies. Focuses on providing readers with the best understanding regarding Islamic studies from various perspectives, namely the Koran, Hadith, Islamic Thought, Islamic Law, Islamic Education, Islamic Thought, Theology, Sufism, History of Islamic Culture, as well as Islamic customs and Culture. Scope Specializing in the study or study of Islam from various perspectives, namely the Koran, Hadith, Islamic Thought, Islamic Law, Islamic Education, Islamic Thought, Theology, Philosophy, Sufism, History of Islamic Culture, Islamic customs and Culture, economics, social, and politics.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK AKHLAK KARIMAH ANAK PADA ERA DIGITAL DI DESA WAIHATU KECAMATAN KAIRATU BARAT Mega Arifatul Alfiah; Rustina N.; Moh. Rahanjamtel
Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v11i2.3912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran orang tua dalam membentuk akhlak karimah anak di Desa Waihatu Kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat pada era kemajuan teknologi digital; Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari kedua orang tua dalam keluarga di Desa Waehatu dari kalangan pegawai, pedagang, dan peternak dari setiap kategori keluarga tersebut ditarik dua keluarga sebagai informan kunci dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Hasil penelitian bahwa orang tua di Desa Waehatu  berperan dengan baik dalam membentuk akhlak karimah anak, yakni ayah dan ibu atau suami dan istri sebagai pendidik dan pemimpin dalam keluarga telah mendididik dan mengarahkan anak mereka berakhlak karimah kepada Allah swt. dan kepada sesama manusia, yakni kedua orang tua. Akhlak Karimah anak di Desa Waehatu kepada Allah swt. yaitu melasankan shalat lima waktu baik di rumah atau di masjid secara berjamaah, ikut serta belajar mengaji dan belajar agama di Taman Pengajian Al-Quran, menghafal ayat al-Qur’an atau surah-surah pendek, taat dan patuh pada orang tua, serta bersikap sopan dan menyayangi orangtuanya dan saudara yang lebih muda. Walaupun dalam keseharian anak-anak di Desa Waehatu tidak dapat melepaskan diri dari bermain dan memakai gadged, yakni HP android yang memberikan dampak negatif pada akhlak dan sikap mereka pada orang tua yang terkadang mengabaikan panggilan atau perintah orang tua untuk segera melaksanakan shalat dan segang bersosialisasi. Peran orang tua sebagai pendidik dan pemimpin, yakni mengajarkan dan menjelaskan ajaran agama kepada anak, memerintahkan dan membiasakan shalat lima waktu, berpuasa dan berdoa, mengantarkan anak mengaji di TPQ, menceritakan kisah-kisah Nabi dan Rasul, melakukan muroja’ah, dan menegur anak jika tidak shalat dan mengaji. Orang tua di Desa Waehatu mendidik anak dengan cara memberikan contoh tauladan tentang akhlak karimah dan membiasakan akhlak karimah kepada anak dalam kehidupan sehari-hari.The purpose of this study is to describe the morals of children in Waihatu Village, West Kairatu District, West Seram Regency in the current era of digital technology advancement. To analyze the role of parents in shaping the character of children in Waihatu Village, West Kairatu District, West Seram Regency in the current era of digital technology advancement. And to describe the inhibiting and supporting factors of the role of parents in educating children in Waihatu Village, West Kairatu District, West Seram Regency. This research uses qualitative research. The results follows: based on the results of interviews with respondents who are willing to be the object of research, it is known that the role of parents in shaping children's morals is 3 namely: aqidah, worship, and morals. Furthermore, parents educate children's morals by giving examples or examples of good morals to children, and parents also get used to good morals to children in daily life, then the role of parents is to strengthen and direct potential in children. By giving explanations about religion to children, taking children to the place of study, telling stories of the Prophets and Apostles, doing muroja'ah, and reprimanding children if they do not recite the Koran.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN PADA MTS ANI DAN MTS KATAPANG KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT La Ito; Samad Umarella; Abidin Wakano
Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v11i2.4105

Abstract

This study aims to describe efforts to build student character through Scouting education and to find supporting and inhibiting factors for scouting activities at MTs Ani and MTs Katapang, West Seram Regency. This research is a qualitative research, the research subjects include madrasa heads, teachers, scout coaches and students. This research was conducted from June to July 2022. Data collection techniques were through observation, interviews and documentation. The main instrument is the researcher using tools in the form of observation guidelines, interview guidelines, documentation guidelines. The results showed that Scouting activities for the formation of student character, namely religious, nationalist, integrity, independent and mutual cooperation were carried out by means of routine weekly, quarterly and yearly scouting exercises; ceremonial activities, marches, and materials are guided by Dasadarma and SKU by applying five educational methods, namely habituation, exemplary, assignment, lecture, and punishment or sanction. The supporting factors are support from the head of the Madrasah, experienced scout coaches and adequate infrastructure. While the inhibiting factors are the lack of support from parents and students' lack of understanding of the importance of scouting activities for their own good.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pembentukan karakter siswa melalui pendidikan Kepramukaan dan untuk menemukan faktor pendukung dan penghambat kegiatan pramuka di MTs Ani dan MTs Katapang Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, pembina pramuka dan siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2022. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama adalah peniliti dengan menggunakan alat berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, pedoman dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan Kepramukaan untuk pembentukkan karakter siswa, yakni karakter religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong dilakukan dengan cara latihan pramuka rutin mingguan, tiga bulanan dan tahunan; kegiatan upacara, baris-berbaris, dan materi berpedoman pada Dasadarma dan SKU dengan menerapkan lima metode pendidikan, yaitu pembiasaan, keteladanan, penugasan, ceramah, dan  hukuman atau sanksi. Faktor pendukungnya yaitu dukungan dari kepala Madrasah, Pembina pramuka yang berpengalaman dan sarana prasana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya dukungan dari orang tua murid dan masih kurangnya pemahaman siswa terhadap pentingnya kegiatan pramukauntuk kebaikan diri mereka.
PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN SELF ESTEEM PESERTA DIDIK DI MAN 1 DAN MAN 2 MALUKU TENGAH Nakir Tomagola Tomagola; Adam Latuconsina Latuconsina; Muhajir Abd Rahman
Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v12i1.4210

Abstract

The problem in this study is how the role of counseling guidance teachers in increasing self-esteem of students in MAN 1 and MAN 2 Central Maluku, Central Maluku district. And what are the factors that support and inhibit the role of counseling guidance teachers in increasing  self-esteem of students in MAN 1 and MAN 2 Central Maluku. This type of qualitative descriptive research. This research was conducted from 6 June to 6 July 2022 in MAN 1 and MAN 2 Central Maluku. The informants in MAN 1 consist of 1 BK teacher and 4 students and in MAN 2 there are 1 BK teacher and 4 students. Collecting data through observation, interviews and documentation, analyzed data using data reduction, data assessment and drawing conclusions. The role of BK teachers in increasing self-esteem of students in MAN 1 includes: 1. Build a positive mindset in students, 2. Recognize the weaknesses and strengths of students, 3. Increase the competitive spirit of students, 4. Provide training to students to increase self-esteem, and 5. Ask each student to appear in front of the class, b. Supporting factors include: 1. Factors the role of teachers and homeroom teachers), 2. Cooperation with parents of students, 3. BK room facilities and infrastructure, 4. Support from the school and the school environment, and 5 Personality of guidance and counseling teacher,c. Inhibiting factors, including: 1. Internal factors (from students), 2). External factors (association in the community). Meanwhile, the role of BK teachers in increasing and self-esteem of students at MAN 2 Maluku includes; 1. Directing students to do good, 2. Look for the uniqueness (weaknesses and strengths) of students to be used as examples, 3. Creating student competition, 4. Train students, b. Supporting factors include; 1. School element factors, 2. Parental cooperation, 3. BK room facilities, 4. The authority of the BK teacher, c. Inhibiting factors: 1. Internal factors from students and 2. External factors, community environment.Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan self esteem peserta didik di MAN 1 dan MAN 2 Maluku Tengah dan menguraikan faktor pendukung dan penghambat peran guru bimbingan konseling dalam meningkatkan self esteem peserta didik di MAN 1 dan MAN 2 Maluku Tengah. Tipe penelitian deskriptif kualitatif, Informan di MAN 1terdiri dari 1 orang guru BK dan 4 orang peserta didik dan di MAN 2 terdiri dari 1 orang guru BK dan 4 peserta didik. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data menggunakan reduksi data, pengkajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, yaitu peran guru BK dalam meningkatkan self esteem terdiri dari 1. Membangun pola pikir positif pada peserta didik, 2. Mengenali kekurangan dan kelebihan peserta didik, 3.Meningkatkan semangat kompetitif peserta didik, 4. Memberikan pelatihan meningkatkan rasa harga diri, dan 5) Meminta setiap peserta didik tampil di depan kelas b. Faktor pendukung : 1) Peran guru dan wali kelas, 2) Kerjasama dengan orang tua, 3) Sarana dan prasana ruang BK, 4) Dukungan pihak sekolah dan lingkungan, dan 5) Kepribadian guru bimbingan dan konseling, c. Faktor penghambat: 1. Faktor internal peserta didik, 2). Faktor eksternal: pergaulan di lingkungan masyarakat. Sedangkan peran guru BK dalam meningkatkan self esteem peserta didik di MAN 2 Maluku Tengah meliputi; 1) Mengarahkan siswa untuk berbuat baik, 2) Mencari keunikan (kekurangan dan kelebihan) siswa untuk dicontoh, 3) Menciptakan persaingan siswa, 4) Melatih siswa, b. Faktor pendukung; 1. Faktor elemen sekolah, 2. Kerjasama orang tua, 3. Fasilitas ruang BK, 4. Kewibawaan guru BK, c. Faktor penghambat: 1. Faktor internal dari peserta didik dan 2. Faktor eksternal: lingkungan masyarakat.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN INTELEKTUAL, KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK Abdullah Abdullah; Muhajir Abd Rahman; Rustina N
Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v12i1.4480

Abstract

This study aims to describe and analyze the role of Islamic Religious Education teachers in improving the intellectual intelligence, emotional intelligence and spiritual intelligence of students at SD Negeri 1 and SD Negeri 2 Olas, Huamual District, West Seram Regency. This type of qualitative descriptive research, data collection techniques through observation, interviews and documentation, 6 research informants, 2 teachers and 4 students. Data analysis goes through the stages of data collection, data reduction, data display, data interpretation and drawing conclusions. The results of this study are the role of the Islamic Religious Education teacher in increasing the intellectual intelligence of students which includes planning learning tools, using appropriate methods, giving, evaluating. The role of the Islamic Religious Education teacher on emotional intelligence includes; Islamic Religious Education teachers are able to control students' emotions, train students to be confident through class discussion activities, train students to control their emotions by being social, care about students, help arouse students' enthusiasm for learning, train students to care about the environment. The role of Islamic Religious Education teachers in improving students' spiritual intelligence includes; cooperate with all teachers in the school, instill aqidah (belief) in students to carry out worship, get students used to being grateful for God's blessings, provide examples of discipline, get used to saying greetings, involve students in worship, and implement 5S (smile, greet, greet) , polite, and polite).Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan  spiritual  peserta  didik di SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Olas Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat. Tipe penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, Informan penelitian sebanyak 6 orang , 2 orang guru dan 4 orang peserta didik. Analisis data melaului tahap pengumpulan data, reduksi data, display data,  interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini  yaitu  peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kecerdasan intelektual peserta didik meliputi yakni membuat perencanaan perangkat pembelajaran,  menggunakan metode yang sesuai,  memberikan, melakukan evaluasi. Peran guru Pendidikan Agama Islam terhadap kecerdasan emosional meliputi;  Guru Pendidikan Agama Islam  mampu mengontrol emosi peserta didik, melatih peserta didik percaya diri melalui kegiatan diskusi kelas, melatih peserta didik mengontrol emosi dengan bersosial, peduli dengan peserta didik,  membantu membangkitkan semangat belajar peserta didik, melatih peserta didik peduli dengan lingkungan. Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik meliputi;  bekerjasama dengan seluruh guru di sekolah, menanamkan aqidah (keyakinan) kepada peserta didik agar  melaksanakan ibadah,  membiasakan peserta didik mensyukuri nikmat Tuhan,  memberikan contoh tentang kedisiplinan, membiasakan mengucap salam,  melibatkan peserta didik dalam beribadah,  dan  menerapkan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun).
TAFSIR SALMAN: UPAYA INTEGRASI AL-QURAN DAN SAINS Didin Baharuddin
Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v11i2.4709

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang Kitab Tafsir Salman, sebuah kitab yang dihasilkan oleh cendikiawan dari ITB. Latar belakang penulis yang notabene adalah para saintis menjadikan kitab ini sangat menarik untuk dikaji. Hal ini, menunjukkan bahwa Al-Quran dapat ditafsirkan oleh para saintis. Dengan metode deskriptif-analisis, pendekatan tafsir dan didasarkan studi kepustakaan ditemukan bahwa Tafsir Salman hanya menafsirkan Juz 30 dengan menggunakan corak tafsir ‘ilmi, tafsir ini juga melakukan komparasi dengan kitab-kitab tafsir sebelumnya. Tafsir Salman juga menggunakan sumber-sumber riset kealaman mutakhir yang telah diverifikasi oleh sejumlah narasumber dan pakar-pakar dari bidang ilmiah terkait. Hal ini menunjukkan bahwa Tafsir Salman merupakan upaya keras para Ilmuan Muslim untuk melakukan integrasi Al-Quran dan sains.
PERAN WANITA KARIR DALAM MENDIDIK ANAK PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) AMBON Nova Dwi Lestari; Samad Umarella; Rustina N.
Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v12i1.4914

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to describe and analyze the role of career women in educating children from the perspective of Islamic education, the educational process carried out; and to describe the supporting and inhibiting factors for career women in educating children. The type of research used is descriptive qualitative. The results of the study show that career women who work at the IAIN Ambon campus carry out dual roles as career women, but do not forget their main role, namely educating children from an Islamic perspective. The process of educating children from the perspective of Islamic education carried out by career women at IAIN Ambon is, 1) Educating children's faith, career women instill the values of faith in their children from an early age even when they are still in the womb, by providing understanding to children in the form of recognizing oneness Allah and His creation around the lives of children, names of angels, stories of prophets and apostles and other basic material related to faith or pillars of faith. (2) Educating children's worship, from early childhood and even from the womb, by involving children in daily worship activities (3) Educating children's morals, using exemplary and habituation methods. Factors supporting good cooperation and communication, the involvement of other family members in helping to supervise children, as well as the formal and non-formal educational environment. Inhibiting factors are community environmental factors in the form of children's colleagues that influence their association and the limited time that career women have with children.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran wanita karir dalam mendidik anak perspektif pendidikan Islam, proses pendidikan yang dilakukan; dan untuk menguraikan faktor pendukung dan penghambat wanita karir dalam mendidik anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita karir yang bekerja di kampus IAIN Ambon menjalankan peran ganda sebagai seorang wanita karir, namun tidak melupakan peran utama mereka yaitu mendidik anak perspektif Islam. Adapun proses pendidikan anak perspektif pendidikan Islam yang dilakukan wanita karier di IAIN Ambon adalah, 1) Mendidik akidah anak, para wanita karir menanamkan nilai-nilai akidah pada diri anak sejak usia dini bahkan sejak masih dalam kandungan, dengan memberikan pemahaman kepada anak berupa mengenal keesaan Allah dan ciptaan-Nya yang ada disekitar kehidupan anak, nama-nama malaikat, kisah-kisah nabi dan rasul serta materi dasar lainnya yang berkaitan dengan akidah atau rukun iman. 2) Mendidik ibadah anak, sejak anak usia dini dan bahkan sejak dalam usia kandungan, dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan ibadah sehari-hari (3) Mendidik akhlak anak, menggunakan metode keteladan dan pembiasaan. Faktor pendukung kerjasama dan komunikasi yang baik, keterlibatan anggota keluarga lain dalam membantu mengawasi anak, serta lingkungan pendidikan formal dan nonformal. faktor penghambat yaitu faktor lingkungan masyarakat yang berupa teman sejawat anak yang mempengaruhi pergaulan mereka dan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh para wanita karir bersama anak.
CHILDFREE PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISHBAH: ANALISIS QS. Al-NAHL(16) AYAT 72 Nur Fajriyani
Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v12i1.5260

Abstract

 The purpose of this study is to analyze how the concept of childfree is viewed from the approach to the interpretation of the Qur'an in Surat al-Nahl (16) in verse 72 in the interpretation of al-Mishbah. This research is a literature review (literature research). Research with literature review is research that uses library materials as the main data source. In this research, the main data sources are l-Mishbah commentary and articles related to the concept of childfree. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the concept of childfree is a phenomenon that is very contradictory and not in accordance with the teachings of Islam where economic factors are the reason for being childfree with the assumption that they are unable to fulfill the child's material rights later, or fears of losing a job or disrupting a career that has been built, then things This is very contrary to the motivation of the existing content in QS. al-Nahl: 72 according to the perspective of M. Quraish Shihab, in Tafsir Al Mishbah, that is, Allah made for you wives who are of the same kind as you so that you can get peace of life (Sakinah) from them. And from these wives Allah made for you children and grandchildren. 
PERUBAHAN PERAN MASJID DI KOTA AMBON MASA SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 Safitri ana Bey; H. Rajab; Muhamad Rahanjamtel
Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2023): Desember
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v12i2.5541

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran masjid dalam pembinaan pendidikan Islam di kota Ambon yang terjadi sebelum pandemi Covid-19 dan saat terjadinya pandemi Covid-19 serta untuk mengetahui faktor penunjang dari perubahan tersebut. Tipe yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan studi komparasi. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran masjid dalam pembinaan pendidikan Islam di kota Ambon sebelum terjadinya pandemi Covid-19 telah dilaksanakan dengan baik dalam bentuk aktivitas keagamaan dan program pembinaan sesuai dengan lokasi masjid itu berada, akan tetapi saat pandemi Covid-19 pada tahun 2020 hingga awal tahun 2021 peran masjid hanya dimaksimalkan sebisa mungkin untuk tetap menjalankan shalat lima waktu berjamaah dengan prokotol kesehatan yang ketat pada masa itu. Perubahan peran masjid dalam pembinaan pendidikan Islam terdapat pada teknis pelaksanaan dan penyelenggaraan pembinaan pendidikan Islam tersebut. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan dan persamaan peran masjid dalam pembinaan pendidikan Islam di kota Ambon sebelum dan saat pandemi Covid-19. Faktor penunjang terjadinya perubahan peran masjid dalam pembinaan pendidikan Islam di kota Ambon sebelum dan saat pandemi Covid-19 diantaranya: adanya kebijakan, peraturan maupun fatwa dari pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat Islam, kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap penularan virus Covid-19 serta resiko dan ancamannya bagi kesehatan dan keselamatan jiwa, pengawasan dan kunjungan oleh pihak gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, dan adanya himbauan pengurus masjid serta kerja sama dengan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.Kata Kunci: Peran Masjid, Pembinaan Pendidikan Islam, Pandemi Covid-19
INFLUENCE OF CHARACTER EDUCATION ON POLITICAL LEADERSHIP IN ISLAM Suud Sarim Karimullah
Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2023): Desember
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v12i2.5565

Abstract

This study highlights the significant impact of character education in the Islamic context on political leadership development. This study bases its analysis on literature studies carried out in an integrative and comprehensive manner by examining and combining various relevant literature sources. The results show that character education in Islam is based on strong moral and ethical principles, including honesty, integrity, justice, and social responsibility. Political leadership in Islam puts forward the principles of justice, accountability, and concern for the general welfare. Character education is crucial in forming leaders with high morality and ethics. In addition, the influence of character education on political leadership is critical in shaping responsible, just, inclusive, and moral leaders who tend to lead sustainable leadership, maintain peace, and promote justice. In this regard, the influence of character education on political leadership in Islam is critical to creating leaders who can maintain peace, resolve conflicts, and participate in moral international diplomacy. Character education also makes leaders who can communicate honestly, maintain morality and ethics, and lead with integrity.
REVITALISASI KONSERVASI LINGKUNGAN DI ERA MODERN; TELAAH HADIST PENGELOLAAN ENERGI DALAM PENDEKATAN KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED Utari Maysa Juwita; Iril Admizal; Ican Mandala
Jurnal Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2023): Desember
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/jsi.v12i2.5641

Abstract

Abstrak: Penipisan energi menyebabkan masalah dalam banyak aspek kehidupan. Eksploitasi penggunaan energi yang tidak bijak akan berdampak terhadap kritis ketersediaan energi. Maka perlu adanya kontekstual pengelolaan energi dengan pendekatan Islam sebagai landasan dalam memanfaatkan energi dengan baik. Konsep pengelolaan energi dalam Islam bukanlah hal yang baru, melainkan telah ada pada masa Rasulullah yang ditandai terdapat hadist-hadist yang menjelaskan hal tersebut. Artikel ini mencoba merumuskan konsep energi dalam Hadist dengan menggunakan pendekatan interpretasi kontekstual Abdullah Saeed. Dalam praktiknya, Saeed berupaya menemukan pesan tersirat dari ayat Hadis dan menerapkan pesan tersebut sesuai dengan konteks saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan melibatkan eksplorasi mendalam mengenai literatur terkait sebagai bagian integral dalam rangkaian penelitian. Data yang diperoleh berupa data primer dari hadist mengenai tenma tekait dan data sekunder berupa sumber literatur buku, jurnal, majalah dan lainnya. Energi adalah sumber daya yang dihasilkan oleh interaksi antara manusia dengan berbagai sumber daya alam. Dengan adanya kelebihan dari distribusi energi, menggunakan listrik melindungi masyarakat dari masalah kegelapan, sehingga sangat membantu kita dalam menggunakan elektronik dan media lainnya, namun disini kita melihat bagaimana pendekatan kontekstual Abdullah Saeed terhadap distribusi energi dalam Hadis dan menggunakan pendekatan kontekstual Abdullah Saeed. Menurut kajian ini, Hadis tidak memberikan penjelasan teknis tentang manajemen energi, tetapi memberikan cita-cita moral seperti: keadilan dalam pendistribusian energi tidak memboroskan energi dan tidak merusak pusat energi. Konsep ini dapat diterapkan untuk memecahkan masalah energi saat ini. Masalah ini menjadi semakin terkuras dan dikendalikan oleh segelintir orang. Sehingga dengan pengelolaan energi berdasarkan hadist akan menciptakan konservasi lingkungan dan tidak merusak lingkungan hijau saat ini yang dilatarbelakangi oleh pemborosan penggunaan energi.