cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
ys120@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkk@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta, Central Java, Indonesia 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keilmuan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : 29644941     DOI : -
Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian, artikel tinjauan (review), laporan kasus, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ruang lingkup jurnal ini berfokus pada topik Keilmuan dan Keislaman, namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: Pendidikan, Sosial dan Humaniora, Keislaman, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, Kesehatan dan Kedokteran, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, Komputer, Informasi, dan Data, Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen, Lingkungan dan Energi, Seni dan Desain, Hukum, Politik, dan Pemerintahan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management Dian Ardifah Iswari; Santosa Pradana Putra Setya Negara; Irfan Miftahul Fauzi; Dinda Safitri Ramadhani; Sherly Oktaviana Putri; Adzkia Qashida Salsabila
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.702

Abstract

Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang rentan terkena risiko. Sumber utama risiko yaitu pada produksi, sumber daya manusia, dan pasar. Risiko yang terjadi belum menjadi perhatian para petani, sehingga risiko terus menerus terjadi tanpa ada pengelolaan yang baik. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengidentifikasi, mengukur, dan memberikan usulan strategi untuk meminimalkan risiko. Metode yang digunakan yaitu Enterprise Risk Management (ERM). Hasil pada penelitian ini yaitu diperoleh 30 risiko yang terjadi pada CV. Citra Nusa Prima. Risiko tersebut terdiri dari 4 risiko pada penyediaan input, 9 risiko pada penumbuhan dan pengendalian, 2 risiko pada pemanenan, 5 risiko pada pembersihan dan pengemasan, 6 risiko pada pemasaran, 2 risiko pada keuangan, dan 2 risiko pada tenaga kerja. Risiko yang telah teridentifikasi kemudian dipetakan dan diperoleh 12 risiko undesirable, 9 risiko unacceptable, 5 risiko acceptable, dan 4 risiko negligible. Dari 30 risiko yang terjadi, respon risiko yang dapat dilakukan yaitu 11 risiko diterima, 13 risiko dikurangi, 5 risiko dicegah, dan 1 risiko akan dibagi. Strategi yang diusulkan untuk meminimalkan risiko yang terjadi terdapat 15 usulan strategi.
Mahkamah Mazalim dan Relevansinya terhadap Lembaga Ombudsman Modern: Tinjauan Historis Komparatif Mahfuz Assiddiq; St. Halimang; Asni
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.706

Abstract

Mahkamah Mazalim merupakan lembaga peradilan khusus dalam sejarah pemerintahan Islam yang berperan menegakkan keadilan serta mengawasi tindakan penguasa, khususnya pada masa Dinasti Abbasiyah. Namun, kajian historis mengenai lembaga ini masih terbatas pada aspek deskriptif dan belum banyak mengaitkannya dengan konsep lembaga pengawasan modern seperti Ombudsman. Penelitian ini bertujuan menganalisis Mahkamah Mazalim dari perspektif historis sekaligus mengkaji relevansinya terhadap pengembangan lembaga pengawasan kekuasaan modern. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan historis-komparatif. Data dikumpulkan melalui literatur klasik dan jurnal ilmiah kontemporer, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Mazalim memiliki prinsip dasar seperti akuntabilitas, keadilan, dan perlindungan hak rakyat, yang sejalan dengan prinsip lembaga Ombudsman modern. Meski terdapat perbedaan dalam konteks hukum, kewenangan, dan ruang lingkup, Mahkamah Mazalim berpotensi menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat lembaga pengawasan publik di Indonesia. Penelitian ini menyarankan integrasi nilai-nilai Mahkamah Mazalim dalam pembentukan lembaga pengawasan kontemporer, agar tata kelola pemerintahan berjalan lebih transparan dan berkeadilan.
Potensi Jahe (Zingiber Officinale) sebagai Herbal Qur’ani: Tinjauan Farmakologis Berdasarkan Studi Klinis Nur Muhammad Herunda Putra; Oman Fathurohman SW
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.712

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur’an di QS. Al-Insan ayat 17 sebagai salah satu campuran minuman yang diberikan pada penghuni surga. Selain itu, jahe telah digunakan sebagai obat tradisional dan berbagai penelitian menunjukkan potensinya untuk kesehatan. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap 15 artikel uji klinis yang terpublikasi dari tahun 2019-2025 diperoleh dari basis data ScienceDirect, PubMed, Wiley dan Google Scholar. Dari artikel yang berhasil dikumpulkan, jahe efektif dalam mengurangi mual, muntah, nyeri pasca operasi, nyeri sendi, memperbaiki profil glukosa dan lipid darah pada pasien diabetes dan obesitas serta meningkatkan kualitas hidup pasien dispepsia, rinitis alergi dan hipotiroidisme. Jahe merupakan herbal Qur’ani yang berpotensi memiliki manfaat dalam kesehatan dan dari pendekatan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai religius dapat beriringan dengan evidence-based medicine dalam pengembangan terapi berbasis bahan alam. Artikel ini memberikan kontribusi dengan mengintegrasikan pendekatan ilmiah dan nilai-nilai Qur’ani dalam kajian tanaman herbal.
Implementation of Islamic Values to Strengthen Medical Student’s Professionalism at Universitas Muslim Indonesia Nur Fadhillah Khalid; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Ida Royani; Andi Alamanda Irwan
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.719

Abstract

Integrating Islamic values into medical education strengthens professionalism by combining clinical competence with moral and spiritual integrity. In the medical context, these values enhance empathy, compassion, and ethical conduct toward patients, families, and colleagues. To evaluate the implementation of Islamic values—tahsinul qiraah of QS. Al-Fatihah, memorization of selected Qur’anic verses and prayers, and demonstration of Islamic etiquette—in strengthening professionalism among medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia. A descriptive, cross-sectional study was conducted with 24 clinical clerkship students completing rotations in July 2023, selected through purposive sampling. Assessment tools included standardized evaluation forms for tahsin, memorization, and patient-reported etiquette. Performance was categorized as mumtaz (80–100), ahsan (70–79), kaafii (60–69), and sayyi’ (<59). In tahsinul qiraah, 17 students (70.8%) achieved mumtaz and 7 (29.2%) ahsan. In memorization, 18 students (75%) attained mumtaz and 6 (25%) ahsan. For Islamic etiquette, 14 students (58.3%) “often” demonstrated appropriate manners, while 10 (41.7%) did so “sometimes”; none reported “never”. The strong performance in recitation and memorization reflects nearly two years of targeted training during clinical clerkship. However, etiquette implementation remains suboptimal due to limited habituation, time constraints during visits, an emphasis on medical over spiritual care, and the absence of etiquette as a summative assessment criterion. Recitation and memorization outcomes are well achieved, but Islamic etiquette in clinical practice requires reinforcement. Structured training and direct supervision by Islamic Medical Discipline (IDIK) faculty during patient encounters are recommended to embed spiritual care in medical services.
Ancaman Merokok bagi Kesehatan: Perspektif Medis dan Nilai Islam Aulia Syafadilla Azali; Oman Fathurohman SW
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.720

Abstract

Merokok merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah, tetapi masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi merokok pada usia ≥15 tahun tercatat 28,26%, dengan tren meningkat pada remaja. Masalah ini memicu penyakit kronis seperti kanker paru, penyakit jantung, stroke, serta menimbulkan beban ekonomi signifikan. Selain risiko medis, persoalan merokok juga relevan dari perspektif nilai-nilai Islam yang menekankan prinsip pencegahan mudarat (la dharara wa la dhirar) dan perlindungan jiwa (hifzh al-nafs). Kajian ini bertujuan meninjau dampak medis merokok dan nilai-nilai islam terkait larangan merokok. Penelitian ini merupakan kajian narrative review yang disusun mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Literatur dikumpulkan secara sistematis melalui PubMed, Scopus, Google Scholar, dan Garuda, dengan batas terbit 2009–2025. Dari 138 artikel awal, 20 artikel dipilih untuk analisis tematik yang membahas dampak medis dan perspektif nilai-nilai Islam. Sintesis menunjukkan bahwa pendekatan pengendalian tembakau berbasis bukti medis perlu diintegrasikan dengan strategi nilai-nilai agama untuk mendukung perubahan perilaku perokok. Hal ini dinilai lebih kontekstual dan efektif dalam masyarakat Muslim. Penelitian ini merekomendasikan edukasi publik yang sensitif budaya, penguatan kampanye dakwah kesehatan, serta kebijakan harga dan larangan iklan rokok yang ditegakkan secara konsisten untuk melindungi kesehatan masyarakat Indonesia.
Uji Efektivitas Ekstrak Biji Anggur Merah (Vitis Vinifera) terhadap Proliferasi Sel Kanker Payudara Secara In Vitro Rachmat Faisal Syamsu; Alya Muthia Nur Amari Natsar; Fadila Ananda Putri
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.726

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan prevalensi dan angka kematian tertinggi pada wanita di seluruh dunia. Terbatasnya efektivitas terapi konvensional serta efek samping yang ditimbulkannya mendorong pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alami yang memiliki potensi antikanker. Salah satu bahan alami yang tengah diteliti adalah biji anggur merah (vitis vinifera), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, proantosianidin, dan resveratrol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak biji anggur merah terhadap proliferasi sel kanker payudara secara in vitro melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah literature review berdasarkan analisis ±10 artikel ilmiah dari PubMed, Google Scholar, dan NCBI (2015–2025). Hasil telaah menunjukkan bahwa beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak proantosianidin biji anggur merah memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker, dengan data kuantitatif yang mencakup persentase inhibisi sebesar 6,5–43% pada konsentrasi 25 mg/L selama 24–72 jam, dan 11–47% pada dosis 50 mg/L terhadap sel kanker MCF-7. Selain itu, kandungan resveratrol pada biji anggur merah berkontribusi pada penghambatan proliferasi sel kanker melalui jalur molekuler seperti PI3K/Akt/mTOR, NF-κB, dan p53. Senyawa resveratrol juga berperan meningkatkan efektivitas imunoterapi berbasis sel NK. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan ekstrak biji anggur merah memiliki potensi besar sebagai agen antikanker alami terhadap sel kanker payudara. Temuan ini terbatas pada studi in vitro dan memerlukan validasi klinis.
Hubungan Parasocial Relationship dan Kontrol Diri dengan Minat Beli Layanan Ruangguru pada Penikmat Clash of Champions Qoni Ihsania Wardah; Zahrotul Uyun
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.728

Abstract

Program edutainment Clash of Champions (CoC) Ruangguru hadir sebagai tayangan edukatif yang tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran secara menarik, tetapi juga menciptakan ikatan emosional antara penonton dan figur media di dalamnya. Ikatan ini terwujud dalam bentuk hubungan parasosial (PSR), yaitu kedekatan semu yang dirasakan penonton terhadap tokoh media. Melalui mekanisme tersebut, CoC memanfaatkan pendekatan psikologi konsumen dengan membangun rasa kedekatan dan keterlibatan emosional yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi minat beli layanan digital Ruangguru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parasocial relationship dan kontrol diri dengan minat beli layanan Ruangguru pada penikmat Clash of Champions. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik analisis regresi berganda. Jumlah responden sebanyak 439 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan mencakup Multiple Parasocial Relationship Scale (MPRS), Brief Self-Control Scale, dan skala minat beli. Hasil uji hipotesis mayor menunjukkan bahwa parasocial relationship dan kontrol diri secara simultan berhubungan signifikan dengan minat beli dengan nilai signifikansi 0.000. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara parasocial relationship dengan minat beli (r = 0.290, p < 0.01), serta antara kontrol diri dengan minat beli (r = 0.445, p < 0.01).  Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.257 menunjukkan bahwa kedua variabel independen bersama-sama menjelaskan 25,7% variasi minat beli. Sumbangan efektif parasocial relationship sebesar 9,5%, sedangkan kontrol diri memberikan kontribusi yang lebih besar sebesar 16,2%. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang untuk ketiga variabel: PSR (74,72%), kontrol diri (66,74%), dan minat beli (76,08%). Temuan merekomendasikan integrasi nilai edukatif dalam strategi PSR untuk meningkatkan minat beli berkelanjutan, sehingga kedekatan emosional dengan figur media tidak hanya berdampak pada keputusan membeli, tetapi juga memperkuat relevansi pendidikan dalam layanan edutech seperti Ruangguru.
Persepsi Masyarakat terhadap Implementasi Regulasi Halal dalam Rantai Nilai Halal di Kota Malang Nurul Badriyah; Setyo Tri Wahyudi; Kartika Sari; Rihana Sofie Nabella; Radeetha; Fajrin Intan Safitri; Amalia Rahmawati
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.738

Abstract

Salah satu kebutuhan dasar masyarakat adalah ketersediaan produk makanan dan minuman yang terjamin kehalalannya. Oleh karena itu, aspek halal menjadi prioritas utama dalam pemilihan produk, selain kualitas serta bahan baku yang digunakan. Label halal merupakan pertimbangan penting yang memengaruhi minat beli konsumen Muslim. Namun, permasalahan yang muncul di masyarakat saat ini adalah kurangnya pengetahuan mengenai produk non-pangan yang telah bersertifikat halal. Urgensi lain dari penelitian ini adalah masih beredarnya produk di pasar yang bersertifikat halal maupun yang belum memiliki sertifikat halal, serta adanya stigma negatif bahwa label halal hanya dianggap sebagai strategi pemasaran. Terlebih lagi, dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), maka mulai 17 Oktober 2024 sertifikasi halal menjadi kewajiban untuk produk makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap implementasi regulasi halal dalam kaitannya dengan rantai nilai halal di Kota Malang. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods, dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan untuk menganalisis persepsi masyarakat digunakan metode Partial Least Square (PLS) serta analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap implementasi regulasi halal adalah kepercayaan, diikuti oleh pengetahuan, dan kemudian label halal.Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kepercayaan dan pengetahuan masyarakat, serta optimalisasi penerapan label halal, merupakan faktor strategis dalam mendukung implementasi regulasi halal yang efektif. Dengan demikian, hal ini dapat memperkuat keberlanjutan rantai nilai halal di Kota Malang.
Integrasi Perspektif Islam tentang Kesehatan Jasmani dan Rohani: Kajian Konseptual Fiqi Syarifa Nugraheni; Mardiyan Hayati
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.740

Abstract

Penelitian ini merespons dominasi model biomedis kontemporer yang cenderung reduksionis dan mengabaikan dimensi psikologis serta spiritual dalam kesehatan manusia. Tujuan utama studi ini adalah untuk mereintegrasi pandangan kesehatan yang holistik dari perspektif Islam, dengan merujuk pada sumber-sumber primer seperti Al-Qur'an dan Hadis serta meninjau kontribusi historis sarjana Muslim. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dan analisis tematik terhadap berbagai sumber akademis. Temuan menunjukkan bahwa Islam memandang kesehatan bukan hanya sebagai kondisi biologis, tetapi sebagai amanah ilahiah dan bagian integral dari ibadah. Konsep kunci seperti Nafs (jiwa) dan Ruh (roh) berfungsi sebagai kerangka kerja psikologis dan spiritual. Diidentifikasi pula bahwa Nafs dapat disucikan melalui proses Tazkiyah al-Nafs untuk mencapai nafs mutmainnah atau jiwa yang tenang, yang merupakan fondasi kesehatan mental yang prima. Terdapat sinergi yang kuat antara ajaran Islam dan praktik kesehatan modern, yang dapat saling melengkapi. Disimpulkan bahwa revitalisasi model kesehatan Islam yang terintegrasi ini menawarkan kerangka kerja yang relevan untuk mengatasi tantangan kesehatan modern, dan implementasinya memiliki potensi signifikan untuk berkontribusi pada kesejahteraan individu dan masyarakat secara global.
Implementasi Metode Drill dalam Program Tadarus Pagi terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Dina Oktavia; Ahmad Saiful Rizal; Achmad Abdul Azis
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.748

Abstract

Kemahiran melantunkan Al-Qur’an menjadi kompetensi penting pada pendidikan Islam. Namun, masih banyak siswa yang menghadapi kendala sehingga membutuhkan strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Tujuan penelitian diarahkan untuk mendeskripsikan implementasi metode drill pada program tadarus pagi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menguraikan dampaknya terhadap peningkatan bacaan Al-Qur’an siswa. Studi kualitatif ini menggunakan analisis data model Miles & Huberman. Temuan riset mengungkapkan bentuk pelaksanaan metode drill dalam kegiatan tadarus pagi di sekolah yang dilaksanakan setiap pagi sebagai bentuk pengulangan dalam strategi meningkatkan melantunkan Al-Quran. Dalam pelaksanaannya terdapat siswa yang terlambat mengikuti kegiatan, sehingga hal tersebut menjadi penghambat utama implementasi metode drill pada seluruh siswa. Disisi lain, implementasi metode drill dalam tadarus pagi tetap berlangsung dengan baik sesuai jadwal yang ditetapkan oleh pihak sekolah, fasilitas yang mendukung seperti ketersediaan mikrofon, mushola, dan kehadiran guru pendamping sehingga murid lebih terawasi dan terbimbing saat melantunkan Al-Qur’an. Implementasi metode drill pada program tadarus pagi berperan dalam kecakapan melantunkan Al-Qur’an pelajar sebagaimana terlihat dari praktik siswa sebelum penerapan metode drill pelajar masih tersendat-sendat melantunkan Al-Qur’an, tetapi sesudah adanya metode drill dalam tadarus siswa lebih tepat dalam menerapkan tajwid, makhraj, dan mahir melantunkan Al-Qur’an.