cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
ys120@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkk@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta, Central Java, Indonesia 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keilmuan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : 29644941     DOI : -
Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian, artikel tinjauan (review), laporan kasus, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ruang lingkup jurnal ini berfokus pada topik Keilmuan dan Keislaman, namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: Pendidikan, Sosial dan Humaniora, Keislaman, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, Kesehatan dan Kedokteran, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, Komputer, Informasi, dan Data, Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen, Lingkungan dan Energi, Seni dan Desain, Hukum, Politik, dan Pemerintahan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
Peran Al-Islam Kemuhammadiyahan dalam Menjaga Adab dan Etika Komunikasi Generasi Muda di Media Sosial Yusuf Amir Ardiansyah; Irfandi Idris
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.749

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi dewasa ini begitu mempengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda. Era modern yang memutus jarak dan waktu membuat manusia dapat terhubung satu sama lain dengan tanpa batasan. Kecenderungan generasi muda yang menggunakan gadget dengan akun anonim menambah keberanian untuk berkomunikasi secara serampangan tanpa etika. Kebebasan berkomunikasi yang tidak dibarengi dengan adab dan etika dapat memperburuk kualitas hubungan antar sesama. Cyberbullying dan perdebatan kusir semakin menambah buruk kondisi bangsa mengarah pada disintegrasi persatuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pentingnya pengajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan kepada generasi muda untuk menjaga adab dan etika komunikasi di media sosial. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data dari Ayat Al-Qur’an, Al Hadits, jurnal penelitian dan berita kredibel. Penulis menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman dimana dilakukan reduksi data, lalu menyajikan data sesuai dengan tujuan penelitian dan kemudian menyusun suatu kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Al-Islam Kemuhammadiyahan memberikan dampak perubahan yang signifikan terhadap pembentukan karakter yang baik pada generasi muda. Karakter yang baik akan mampu memperbaiki tata cara komunikasi pada media sosial sehingga efek negatif seperti disintegrasi bangsa dapat terhindarkan.
Relativitas Waktu: Kajian Integratif antara Teori Einstein dan Tafsir Qur’ani Aulia Wardah Marcelliani; Farrah Fatihatunnisa; Khairul Sabri Ramadhan; Musbar Nurul Ilyas; Zihan Ats Tsauriyah; Muhamad Parhan
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.750

Abstract

Konsep waktu menjadi salah satu tema penting dalam kajian sains dan Islam. Fisika modern melalui teori relativitas khusus dan umum yang dikemukakan Einstein menjelaskan bahwa waktu bersifat relatif terhadap kecepatan dan gravitasi, bukan entitas mutlak sebagaimana pandangan klasik Newtonian. Sebaliknya, Al-Qur’an telah mengisyaratkan relativitas waktu melalui ayat-ayat seperti QS. Al-Hajj 47, QS. As-Sajdah 5, dan QS. Al-Ma’arij 4 yang menunjukkan perbedaan dimensi waktu antara manusia dan ketetapan Allah. Penelitian ini bertujuan mengungkap titik temu antara teori relativitas Einstein dan pandangan Qur’ani untuk memperkuat integrasi antara sains modern dan Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sumber primer teori fisika, tafsir Al-Qur’an, dan artikel ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa keduanya menolak konsep waktu absolut dan menekankan sifat relatif waktu, meskipun berangkat dari dasar epistemologis yang berbeda. Temuan ini berkontribusi dalam pengembangan filsafat ilmu berbasis integrasi Islam dan sains serta memberikan perspektif baru bagi pendidikan Islam kontemporer.
Analisis Metode Pelaksanaan Pemancangan Tiang pada Pembangunan Jembatan Sungai Asera Konawe Utara I Gusti Ngurah Kade Ari Santika; Minson Simatupang; Hasmina Tari Mokui
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pelaksanaan pekerjaan pemancang fondasi tiang pancang pada pembangunan Jembatan Sungai Asera di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan metode pelaksanaan pekerjaan pemancangan dilapangan. Proses dimulai dengan persiapan, termasuk uji tanah dan pembersihan area kerja. Selanjutnya, dilakukan penggalian dan pemadatan tanah, mobilisasi alat, serta penempatan tiang pancang sesuai rencana. Pemancangan mencakup penandaan tiang tiap 50 cm, pengaturan posisi menggunakan crane crawler, dan pemancangan tiang Bottom serta Top. Pengendalian pelurusan diterapkan untuk mengatasi ketidak selarasan vertikal. Selain itu, pemasangan sirip di bawah tiang Bottom meningkatkan daya dukung. Di lapangan, terdapat kendala seperti cuaca buruk, yang dapat mengganggu material, dan kerusakan pada alat las yang memperlambat pekerjaan.
Dampak Pemanfaatan Media Baru terhadap Interaksi Komunikasi Mahasiswa KPI UIN Alauddin Makassar di Era Society 5.0 Nur Apriyanti Dewi; Zahwa Zalsabila Syahriawan; Suriyani Musi; Alif Utama Putra; Fahirah Mashurin
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.755

Abstract

Perkembangan teknologi di era Society 5.0 telah membawa perubahan signifikan terhadap pola komunikasi mahasiswa, khususnya dalam pemanfaatan media baru sebagai sarana interaksi sosial dan akademik. Media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube kini menjadi bagian integral dari kehidupan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek komunikasi media baru terhadap mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap dua puluh mahasiswa aktif KPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media baru berperan penting dalam mempercepat pertukaran informasi, memperluas jaringan sosial, dan mendukung proses pembelajaran digital. Namun, terdapat pula dampak negatif seperti berkurangnya intensitas interaksi tatap muka, munculnya kesalahpahaman komunikasi, dan penurunan konsentrasi akibat penggunaan media secara berlebihan. Secara umum, mahasiswa KPI menunjukkan kesadaran etis dalam berkomunikasi serta berupaya memanfaatkan media baru untuk kegiatan dakwah digital yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan kajian komunikasi Islam di era digital dan kontribusi praktis bagi penguatan literasi digital Islami serta strategi komunikasi dakwah di era Society 5.0.
Sikap dan Peran Orang Tua Muslim terhadap Keterlibatan Anak dalam Komunitas Penggemar EXO-L Solo Raya: Analisis Ketahanan Keluarga dan Kompilasi Hukum Islam Divina Aghni Lareza; Seno Aris Sasmito
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.756

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sikap dan peran orang tua Muslim terhadap keterlibatan anak dalam komunitas penggemar K-POP EXO-L Solo Raya berdasarkan teori ketahanan keluarga dan Pasal 77 ayat (3) KHI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-empiris dengan teknik snowball sampling, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap tujuh informan (lima penggemar dan dua orang tua). Analisis data dilakukan dengan teknik interaktif Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam komunitas penggemar dapat diterima selama disertai komunikasi terbuka, pengawasan fleksibel, dan pembinaan nilai agama. Orang tua berperan sebagai pengawas, pendidik, dan penyeimbang antara kebebasan anak dan kewajiban keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya populer modern seperti K-POP tidak selalu bertentangan dengan nilai keluarga Muslim, selama dihadapi dengan pola asuh yang bijak dan adaptif.
Analisis Konsep Behavioristik Al-Syarqawi dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Salistya Irfani; Achmad Muhlis
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.757

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan Al-Syarqawi bahwa teori-teori behavioristik klasik seperti Pavlov, Thorndike, dan Skinner belum sepenuhnya mampu menjelaskan kompleksitas perilaku manusia, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep belajar dan perilaku menurut Al-Syarqawi serta relevansinya dengan teori behavioris modern dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah ini merupakan penelitian kualitatif jenis kepustakaan (library research). dengan mengkaji karya-karya Al-Syarqawi dan teori-teori behavioristik klasik maupun modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Syarqawi mengakui pentingnya faktor eksternal seperti penguatan dan pembiasaan, namun menekankan bahwa perilaku belajar juga dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi, kognisi, dan spiritualitas. Dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, konsep ini diterapkan melalui praktik yang berulang-ulang, pembiasaan beribadah, dan penguatan perilaku keagamaan secara terus-menerus. Konsep ini memiliki kelebihan karena berpusat pada siswa, menekankan integrasi pengetahuan dan praktik, serta membentuk kebiasaan beragama yang konsisten. Namun, kelemahannya terletak pada prosesnya yang memakan waktu, sulit diterapkan di kelas besar, dan berpotensi monoton jika guru kurang kreatif. Dengan demikian, konsep behavioristik Al-Syarqawi merupakan bentuk pembaruan dari teori behavioristik klasik karena mengintegrasikan aspek spiritual, moral, dan agama dalam proses pembentukan perilaku, sehingga menghasilkan model behavioristik Islam yang lebih holistik dan kontekstual.
Transformasi Perilaku dalam Pembelajaran PAI Perspektif Dr. Anwar Muhammad Al-Syarqawi: Integrasi Reinforcement dan Imitasi Nor Fitrah Ramadani; Achmad Muhlis
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.759

Abstract

Kemerosotan moral di kalangan peserta didik menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) belum sepenuhnya mampu menyentuh dimensi batin dan kesadaran spiritual siswa. Kondisi ini menegaskan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam membentuk perilaku religius, tidak hanya melalui aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah karya utama Dr. Anwar Muhammad Al-Syarqawi, Al-Ta’allum; al-Nadhariyat wa al Tathbiqiyyah; al-Nadhariyat, serta literatur ilmiah pendukung lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis menggunakan perspektif pedagogi islam untuk memahami makna transformasi perilaku dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi perilaku Al-Syarqawi tidak terbatas pada perubahan lahiriah, melainkan pada proses penyucian jiwa (tazkiyatun al-nafs) yang menumbuhkan kesadaran iman. Reinforcement dipahami sebagai penguatan spiritual yang menggerakkan motivasi batin, sedangkan imitasi berfungsi sebagai media internalisasi nilai melalui keteladanan guru. Integrasi antara reinforcement dan imitasi membentuk model pembelajaran PAI yang seimbang antara dimensi kognitif, afektif dan spiritual. Pendekatan ini menempatkan guru sebagai murabbi yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing hati peserta didik menuju perilaku yang berakar pada kesucian jiwa dan nilai-nilai ilahiah.
Implementasi Aplikasi SIPERBA dalam Pemantauan Pertumbuhan Balita untuk Pencegahan Stunting di Desa Watukalangkari, Kabupaten Bombana Syahrul Ramdhan; Sarimuddin
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.761

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan nasional akibat kurangnya pemantauan pertumbuhan balita yang akurat di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Aplikasi SIPERBA (Sistem Informasi Perkembangan Balita) dalam pengawasan pertumbuhan balita untuk mendukung pencegahan stunting di Desa Watukalangkari, Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 45 responden yang terdiri atas kader posyandu, petugas kesehatan, dan orang tua balita pengguna aplikasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta telaah laporan posyandu dan rekap aplikasi, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa SIPERBA meningkatkan efisiensi pencatatan, akurasi data, dan kemampuan deteksi dini balita berisiko stunting melalui sistem peringatan otomatis. Kendala seperti keterbatasan jaringan dan kemampuan teknis kader dapat diatasi dengan pelatihan dan dukungan infrastruktur digital desa. Digitalisasi melalui SIPERBA terbukti efektif mendukung percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
Pesantren dan Feodalisme: Reinterpretasi Hadis Adab dan Tabarruk dalam Tradisi Pesantren melalui Pendekatan Hermeneutika Yusuf Al-Qardawi Azis Umar Wahid; Rohmad Sofyan Ali
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.763

Abstract

Globalisasi dan modernisasi Barat telah mempengaruhi aspek pendidikan Islam, termasuk dalam memaknai hadis sebagai entitas keagamaan. Seperti penafsiran terhadap tradisi adab dan praktik tabarruk di pesantren yang kerap dikaitkan dengan feodalisme, Pandangan tersebut muncul akibat tradisi adab dan praktik tabarruk santri terhadap kyai yang dinilai sebuah ketimpangan sosial oleh sebagian publik. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini memiliki tujuan mengkaji ulang hadis-hadis tentang adab dan tabarruk melalui kitab-kitab hadis serta menggunakan pendekatan hermeneutika Yusuf al-Qardawi guna menyikapi feodalisme pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif-analitis: deskriptif guna menjelaskan landasan teoretis hadis-hadis tabarruk, dan analitis guna menafsirkan ulang hadis adab dan tabarruk melalui perspektif hermeneutika Yusuf al-Qardawi. Analisis tekstual penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dari sumber akademik yang tervalidasi seperti kitab hadis, buku, dan artikel ilmiah. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup: (1) bagaimana konsep adab dan tabarruk dipahami di dalam dunia pendidikan pesantren?, dan (2) bagaimana reinterpretasi metode hermeneutika Yusuf al-Qardawi dapat menghadirkan pemahaman baru terhadap hadis-hadis tabarruk?. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa adab dan tabarruk (ngalap barokah) di pesantren adalah simbol spiritual dan juga sarana pendekatan terhadap agama melalui penghormatan, khidmah, dan kedekatan santri terhadap kyai. Kesimpulan penelitian ini ialah praktik tabarruk memiliki akar kuat dalam tradisi Islam yang diwujudkan melalui perilaku adab yang menghubungkan ilmu, amal, dan spiritualitas di dalam tradisi pesantren. Pesantren juga menjadi lembaga yang menjaga berbagai warisan nilai ajaran pendidikan Islam di tengah arus zaman modern hingga saat ini.
Analisis Mekanisme Dropshipping Berdasarkan Prinsip Keadilan dan Kemaslahatan dalam Ekonomi Digital Berbasis Platform Palupi Pratiwi; Moh. Bahrudin; Syamsul Hilal
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.765

Abstract

Perkembangan pesat ekonomi digital, terutama fenomena dropshipping sebagai salah satu model utama dalam Gig Economy, menimbulkan perdebatan krusial dalam perspektif fiqh Muamalah. Penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan mekanisme dropshipping berdasarkan prinsip keadilan dan kemaslahatan serta implikasinya terhadap stabilitas ekonomi digital. Secara normatif, tantangan utama dropshipping terletak pada potensi pelanggaran prinsip bai' ma la yamlik (menjual sesuatu yang belum dimiliki) yang dapat menimbulkan unsur gharar dan tadlis apabila tidak ada transparansi dalam akadnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa dropshipping dapat diterima secara syariah dengan dikonstruksi melalui akad yang sah, seperti wakalah bi al-ujrah (perwakilan berupah), bai al-salam, atau murabahah li al-amr bi al-shira’ (jual beli berdasarkan pesanan), sebagaimana didukung oleh Fatwa DSN-MUI No. 110/DSN-MUI/IX/2017. Penelitian ini menegaskan pentingnya transparansi akad dan distribusi risiko bagi pelaku dropshipping syariah sehingga menghasilkan pendapatan yang lebih terprediksi bagi pelaku usaha digital.