cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
ys120@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkk@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta, Central Java, Indonesia 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keilmuan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : 29644941     DOI : -
Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian, artikel tinjauan (review), laporan kasus, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ruang lingkup jurnal ini berfokus pada topik Keilmuan dan Keislaman, namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: Pendidikan, Sosial dan Humaniora, Keislaman, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, Kesehatan dan Kedokteran, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, Komputer, Informasi, dan Data, Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen, Lingkungan dan Energi, Seni dan Desain, Hukum, Politik, dan Pemerintahan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
Kesalahan Afiksasi dan Reduplikasi dalam Karangan Narasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Colomadu Delya Putri Astuti; Dini Restiyanti Pratiwi; Eko Purnomo
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.460

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis kesalahan penggunaan prefiks, preposisi, dan reduplikasi dalam penulisan bahasa Indonesia oleh siswa. Fokus utama penelitian ini adalah identifikasi kesalahan dalam penggunaan prefiks di-, preposisi di-, prefiks ke-, serta bentuk reduplikasi pada kata benda dan kata kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut umumnya disebabkan oleh ketidaktahuan siswa terhadap kaidah bahasa Indonesia yang baku. Kesalahan yang paling menonjol adalah pada penggunaan preposisi di dan ke yang sering ditulis serangkai dengan kata benda penunjuk tempat (misalnya, dipantai seharusnya di pantai; kebali seharusnya ke Bali), penggunaan prefiks di- yang ditulis terpisah dari kata kerja pasif (misalnya, di kunjungi seharusnya dikunjungi), serta penggunaan reduplikasi yang tidak perlu untuk menyatakan makna jamak pada kata benda (misalnya, turis-turis padahal turis sudah mencukupi). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap kaidah berbahasa Indonesia yang benar, khususnya dalam penggunaan prefiks, preposisi, dan reduplikasi, serta memberikan rekomendasi strategis bagi pendidik dalam membimbing siswa menuju penulisan yang lebih baik. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan dalam upaya peningkatan kemampuan literasi siswa, membantu guru mengenali pola kesalahan umum dalam penulisan, serta menyusun metode pembelajaran yang lebih efektif guna memperkuat keterampilan berbahasa siswa sesuai dengan standar kebakuan bahasa Indonesia.
Kritik Sosial dalam Monolog Apakah Kita Sudah Merdeka Karya Putu Wijaya dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sastra SMA Utia Nur Hafidza Rizkya Ramadhani; Ali Imron Al- Ma’ruf
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan struktur naskah monolog Apakah Kita Sudah Merdeka karya Putu Wijaya melalui pendekatan sosiologi sastra; (2) menguraikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam naskah; dan (3) memaparkan relevansi temuan untuk pembelajaran sastra di SMA berdasarkan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan strategi studi pustaka. Analisis data menerapkan model semiotik (pembacaan heuristik-hermeneutik) untuk mengungkap makna literal dan simbolik kritik sosial. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber (perbandingan dengan kajian pustaka sekunder). Hasil penelitian menunjukkan: (1) struktur naskah mencakup tema, alur campuran, penokohan, dan latar; (2) kritik sosial teridentifikasi dalam ranah ekonomi, politik, hukum, budaya, serta media dan teknologi; serta (3) implementasi naskah sesuai Kompetensi Dasar 4.8 Kurikulum Merdeka guna mengembangkan daya kritis, kesadaran sosial, dan apresiasi sastra siswa SMA.
Studi Komparatif Pandangan Ulama Klasik dan Kontemporer terhadap Pro-Kontra Konsep Nasikh-Mansukh dalam Al-Qur’an Anwar Soleh Pohan
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.560

Abstract

Naskh dan mansūkh merupakan salah satu metode untuk menyelesaikan problematika ta’ārudl al-adillah (kontradiksi antar-dalil) dalam Al-Qur’an. Sejumlah ulama mempertanyakan eksistensi konsep ini, seperti validitas pembatalan ayat oleh ayat lain dan kemungkinan Allah—dengan sifat-Nya yang Maha Mengetahui—mencabut firman-Nya. Perdebatan ini mendorong pengetatan kriteria naskh-mansūkh; jika tidak terpenuhi, ayat-ayat harus diselaraskan atau penetapan hukumnya ditunda. Definisi naskh-mansūkh juga diperhalus dengan memisahkan takhshīṣ (spesifikasi) dan taqyīd (pembatasan) sebagai langkah awal resolusi konflik teks, bukan kategori naskh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerimaan atau penolakan naskh bergantung pada interpretasi teks dan kriteria pembatalan, di mana takhshīṣ dan taqyīd menjadi alternatif resolusi tanpa penghapusan mutlak. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam memahami dinamika hukum Al-Qur’an.
Integrasi Budaya Etnis Tionghoa dan Jawa melalui Grebeg Sudiro: Harmonisasi Multikultural di Surakarta Naufal Qanito Widadyaji Suhardi; Harun Joko Prayitno
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.568

Abstract

Grebeg Sudiro di Surakarta merupakan perayaan akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang mencerminkan harmonisasi dalam keberagaman. Perayaan ini menjadi simbol integrasi sosial sekaligus media pelestarian tradisi di tengah dinamika globalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk integrasi budaya dalam Grebeg Sudiro serta dampaknya terhadap penguatan identitas lokal, kohesi sosial, dan keberlanjutan tradisi multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap dua informan kunci (tokoh masyarakat dan pemimpin Klenteng), observasi lapangan, serta analisis dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya Tionghoa-Jawa di Surakarta telah berlangsung sejak abad ke-18 melalui interaksi intensif di bidang ekonomi dan sosial. Meskipun sempat mengalami ketegangan pada masa kolonial akibat kebijakan diskriminatif, hubungan kedua etnis membaik pasca kemerdekaan. Grebeg Sudiro menjadi simbol kolaborasi multietnis, dengan prosesi seperti gunungan kue keranjang dan pawai budaya yang memadukan unsur Tionghoa dan Jawa. Perayaan ini tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga menjadi sarana resolusi konflik historis melalui toleransi antarbudaya. Grebeg Sudiro berperan sebagai alat diplomasi kultural yang mendorong kohesi sosial, pariwisata lokal, dan penghargaan terhadap keberagaman. Temuan ini merekomendasikan perlunya sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan tradisi serupa sebagai model integrasi di kota multietnis.
Metode Tafsir Kontekstual Fazlur Rahman dalam Al-Qur'an Berpendekatan Double Movement dan Sintetis Logis Ahmad Irfan Syakir; Asnan Napis Daulay; Shafira Ramadhana Fitri
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.571

Abstract

Fazlur Rahman adalah pemikir Islam modern yang menawarkan metodologi tafsir Al-Qur’an berbasis kontekstualitas. Penelitian ini menganalisis dua masalah utama: (1) kelemahan metode tafsir tradisional yang cenderung atomistik dan ahistoris dalam merespons tantangan zaman, serta (2) kontribusi metodologi Rahman melalui pendekatan double movement (gerakan ganda) dan sintetis-logis. Tujuan penelitian adalah mengkaji bagaimana kedua pendekatan ini menghubungkan teks Al-Qur’an dengan realitas kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif dengan analisis konten terhadap karya-karya Rahman dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa double movement bekerja dalam dua tahap: rekonstruksi makna teks berdasarkan konteks historis turunnya wahyu dan aplikasi prinsip moral universal ke konteks modern. Sementara itu, pendekatan sintetis-logis memadukan tema-tema Al-Qur’an secara holistik untuk membangun pemahaman utuh. Studi ini menyimpulkan bahwa metodologi Rahman memberikan kerangka tafsir yang fleksibel dan relevan dengan dinamika sosial, meskipun kurang efektif untuk persoalan metafisik seperti konsep ketuhanan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi hermeneutika kontekstual dengan pendekatan kritis-filosofis dalam studi Al-Qur’an kontemporer.
Strategi Kesantunan dalam Novel Malioboro At Midnight Karya Skysphire: Analisis Teori Leech Muhammad Yunus; Nisa Hidayati
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis strategi kesantunan berbahasa berdasarkan teori Leech yang terdapat dalam novel Malioboro At Midnight karya Skysphire. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan data berupa dialog antar tokoh yang mengandung strategi kesantunan. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat dengan menandai dialog yang relevan, kemudian dianalisis berdasarkan enam maksim kesantunan Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 109 data strategi kesantunan, dengan rincian: 38 data maksim menjaga kesopanan, 18 data maksim pertimbangan, 3 data maksim solidaritas, 25 data maksim menghargai, 7 data maksim persetujuan, dan 18 data maksim menghormati. Temuan ini memperlihatkan bahwa strategi kesantunan yang paling dominan adalah maksim menjaga kesopanan, yang berfungsi untuk menciptakan interaksi harmonis antartokoh dan menghindari potensi konflik. Secara umum, penelitian ini menegaskan bahwa novel tidak hanya menyajikan alur cerita, tetapi juga memuat representasi nilai-nilai kesantunan berbahasa yang mencerminkan budaya sopan santun masyarakat. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian pragmatik, menjadi rujukan penelitian lanjutan, serta dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa untuk menanamkan nilai kesopanan dan etika berkomunikasi.
Comparative Methodologies in the Commentary Tradition of Jāmi‘ al-Tirmidhī: An Analytical Study of Selected Works Dzulfaidhi Hakimie Dzulraidi; Ali Abdul Jalil
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.590

Abstract

The tradition of commenting on Jāmi‘ al-Tirmidhī, a seminal hadith compilation by Imam al-Tirmidhī, has generated a diverse body of scholarship that reflects multiple interpretive frameworks and methodological orientations. While these commentaries remain central to the study of hadith, systematic examinations of their underlying approaches are still limited. This study explores the methodologies employed in three major works—Tuhfat al-Ahwazī, Qūt al-Mughtazī, and ‘Āridah al-Ahwazī—with the aim of identifying their interpretive principles, scholarly priorities, and distinctive contributions. Employing a qualitative, document-based design, the research applies comparative content analysis to assess structural patterns, thematic emphases, and analytical strategies across the selected commentaries. The results reveal both points of convergence, such as shared reliance on linguistic and juristic reasoning, and significant divergences, including variations in emphasis on isnād evaluation, theological discourse, and juristic synthesis. These findings demonstrate the methodological pluralism inherent in sharḥ al-ḥadīth and highlight the epistemological breadth of hadith hermeneutics. The study not only enhances understanding of interpretive diversity within hadith commentary but also emphasizes the pedagogical and scholarly value of situating these works within their broader intellectual and historical contexts. Future research is encouraged to expand the scope of analysis to other canonical collections, thereby offering a more comprehensive picture of the evolution and complexity of hadith commentary traditions.
Optimalisasi Oklusi dan Mastikasi dengan Gigi Tiruan Jembatan Bahan Porcelain Fused to Metal pada Pasien Open Bite: A Case Report Candra Khasanah Sekar Hartami; Sri Oetami Rahajoe Soedarjati
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.610

Abstract

Kehilangan gigi posterior yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan fungsi mastikasi, pergeseran gigi, dan ketidakseimbangan oklusi, terutama pada pasien dengan kondisi open bite anterior. Gigi tiruan jembatan (GTJ) berbahan Porcelain Fused to Metal (PFM) merupakan salah satu pilihan rehabilitasi prostodontik yang efektif dalam mengembalikan fungsi mastikasi dan estetika rongga mulut. Laporan kasus ini membahas penanganan seorang pasien wanita berusia 21 tahun dengan kondisi kehilangan gigi 46 disertai open bite anterior. Desain prostesis berupa fixed-fixed bridge dengan pontik hygiene dipilih untuk memastikan retensi dan kebersihan optimal. Perawatan dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari pemeriksaan klinis dan radiografis, edukasi pasien, preparasi gigi abutment, pembuatan temporary bridge crown, hingga pemasangan GTJ bahan PFM. Pemasangan GTJ PFM berhasil mengembalikan fungsi mastikasi dan oklusi tanpa menimbulkan keluhan pada pasien. Evaluasi pasca-insersi secara berkala menunjukkan adaptasi prostetik yang baik, tidak terdapat gangguan retensi, stabilisasi, oklusi, maupun kelainan jaringan periodontal. Gigi tiruan jembatan berbahan Porcelain Fused to Metal dengan desain yang tepat dan preparasi gigi abutment yang teliti mampu mengoptimalkan fungsi mastikasi dan oklusi pada kasus kehilangan gigi posterior. Perawatan prostodontik yang terstruktur dan kontrol berkala menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Pengaruh Pelayanan Kefarmasian Islami terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Mijen Yuyun Darma Ayu Ningrum; Ismawati Eka Wahyu Dinar; Nazwa Fadhila
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.647

Abstract

Pelayanan kefarmasian di Puskesmas merupakan bagian penting dari sistem kesehatan yang bertujuan untuk memastikan penggunaan obat yang tepat, aman, dan efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Selain aspek teknis, kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien serta menganalisis pengaruh pelayanan kefarmasian berbasis karakteristik Islami terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Mijen. Karakteristik Islami yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu akhlaqiyyah (etika pelayanan), waqi’iyyah (kesesuaian dengan kebutuhan nyata pasien), dan insaniyyah (kepedulian kemanusiaan). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang telah divalidasi untuk mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji ANOVA, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kualitas pelayanan kefarmasian Islami berada pada kategori tinggi (82%), sedangkan tingkat kepuasan pasien juga mayoritas berada pada kategori tinggi (69%). Analisis regresi menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian Islami berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan kontribusi sebesar 22,4% (p < 0,05). Kesimpulannya, pelayanan kefarmasian berbasis nilai Islami terbukti meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan pasien. Hal ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip-prinsip Islami dalam praktik kefarmasian di Puskesmas sebagai upaya peningkatan mutu layanan kesehatan.
Ecology in the Qur’an: Principles of Sustainability and Nature Conservation in Pikukuh Baduy Muhamad Zaky Hamdie; Sholahuddin Al Ayubi
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i3.649

Abstract

This study explores the ecological principles of the Qur’an, focusing on sustainability and nature conservation as a moral and spiritual framework for addressing contemporary environmental challenges. As climate change, biodiversity loss, and ecological degradation intensify globally, the integration of religious perspectives into environmental ethics becomes increasingly significant. The primary aim of this research is to examine Qur’anic teachings on how humans should interact with the environment and manage natural resources responsibly. Using a qualitative thematic analysis, the study identifies and interprets relevant verses that emphasize humanity’s role as khalifah (stewards) on earth, the prohibition of excess and waste, and the importance of maintaining ecological balance. The findings indicate that the Qur’an provides a comprehensive ethical foundation for sustainability, highlighting values such as justice, prudence, accountability, and compassion. These principles are not only spiritually meaningful but also practically relevant in shaping sustainable behaviors, policies, and community initiatives. Furthermore, the incorporation of indigenous wisdom, such as the Pikukuh Karuhun of the Baduy community, illustrates how Qur’anic ecological ethics can be harmonized with local traditions to promote holistic environmental stewardship. Overall, this research demonstrates that Qur’anic teachings extend beyond spiritual guidance to offer practical solutions for environmental preservation. By integrating spiritual values with sustainability practices, individuals and communities can enhance ecological awareness, foster collective responsibility, and contribute to the creation of a more just, balanced, and sustainable world for present and future generations.