cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
ys120@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkk@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta, Central Java, Indonesia 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keilmuan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : 29644941     DOI : -
Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian, artikel tinjauan (review), laporan kasus, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ruang lingkup jurnal ini berfokus pada topik Keilmuan dan Keislaman, namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: Pendidikan, Sosial dan Humaniora, Keislaman, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, Kesehatan dan Kedokteran, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, Komputer, Informasi, dan Data, Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen, Lingkungan dan Energi, Seni dan Desain, Hukum, Politik, dan Pemerintahan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
Analisis Targhib wa Tarhib dalam Hadis melalui Perspektif Psikologi Behaviorisme dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Febry Irwansyah Pasaribu; Alfiah; Yuliharti
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.777

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep targhib wa tarhib dalam hadis Nabi ﷺ serta relevansinya dengan teori psikologi behaviorisme, khususnya pendekatan reinforcement dalam pembentukan perilaku. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan takhrij dan syarah hadis, kemudian menghubungkannya dengan teori operant conditioning yang dikemukakan oleh B. F. Skinner dan pemikiran tokoh behavioris lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode targhib wa tarhib sejalan dengan konsep reinforcement positif dan negatif yang berperan dalam membentuk kebiasaan dan karakter seseorang. Selain itu, targhib wa tarhib memiliki dimensi transendental yang tidak terdapat dalam teori behavioristik Barat, karena didasarkan pada keyakinan terhadap Allah, pahala, dan hari akhir. Oleh karena itu, kajian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap integrasi hadis dan psikologi dalam pendidikan Islam modern.
Implementasi Sistem Monitoring CCTV Berbasis IP untuk Peningkatan Keamanan di SMK Khazanah Kebajikan Arya Putra Sidiq; Ade Darmawan; Oky Supriadi; Ojak Abdul Rozak
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.779

Abstract

Sistem keamanan di sekolah membutuhkan pemantauan visual yang mampu memberikan rekaman digital, akses jarak jauh, dan pengawasan real-time. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mengimplementasikan sistem monitoring CCTV berbasis IP di SMK Khazanah Kebajikan Pondok Cabe untuk meningkatkan keamanan lingkungan sekolah. Dua unit IP camera dome 2 MP ditempatkan pada area gerbang dan koridor utama. Tahapan kegiatan meliputi survei lokasi, perancangan jaringan pemantauan, instalasi perangkat, konfigurasi sistem, serta pengujian kinerja. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata latency 0,34 detik, frame rate stabil pada 25 fps, dan uptime jaringan mencapai 98,7 persen selama periode pengujian. Penyimpanan DVR berkapasitas 1 TB mampu menampung rekaman selama 14 hari. Observasi pihak sekolah menunjukkan peningkatan efektivitas pemantauan aktivitas dan kemudahan akses melalui smartphone. Sistem ini berkontribusi pada peningkatan keamanan sekolah serta memberikan pengalaman edukatif bagi siswa dalam memahami instalasi sistem keamanan digital.
Nilai-Nilai Falsafah Sara Pataanguna di Kesultanan Buton: Tinjauan Perspektif Pendidikan Islam safiuddin; Abu
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang nilai-nilai sara pataanguna dalam perspektif pendidikan Islam, relevansi dan implikasi sara pataanguna terhadap pendidikan masyarakat Buton. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutika. Adapun teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data menyimpulkan data (verifikasi). Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. berdasarkan hasil wawancara dengan tokoh agama, tokoh masyarakat serta adat ada beberapa poin temuan yaitu nilai-nilai falsafah sara pataanguna berlandaskan pada al-Quran dan Sunnah hal ini sebagaimana yang termuat pada empat asas sara pataanguna (pomae-maeka, poma-masiaka, popia-piara, poangka-kataka), sara pataanguna juga memiliki prinsip kesetaraan prinsip keadilan sebagaimana dalam ajaran Islam itu sendiri. Falsafah sara pataanguna dan pendidikan Islam, masih sangat relevan karena kedua-nya sama-sama menghendaki agar manusia saling hormat menghormati, saling sayang-manyangi, saling mengingatkan dalam kebaikan. Nilai-nilai sara pataanguna juga dapat diimplementasikan ke dalam pendidikan masyarakat kota Baubau, melalui Pendidikan formal ataupun pendidikan non-formal masyarakat setempat. Upaya-upaya tersebut dilakukan melalui regulasi pemerintah, kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah, serta melalui pembangunan monumen, tugu, menara ditempat-tempat strategis.
Peran Internalisasi Akhlak dan Kecerdasan Spiritual dalam Membentuk Growth Mindset Peserta Didik Saimun; Hanafi
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 4, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.793

Abstract

Perkembangan pendidikan modern menghadirkan tantangan baru bagi peserta didik, terutama dalam mengatasi krisis moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana internalisasi akhlak dan kecerdasan spiritual berkontribusi terhadap growth mindset, dan merumuskan strategi implementatif untuk pendidikan Islam modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan melalui proses identifikasi, seleksi, kelayakan, dan inklusi pada database Google Scholar dengan kata kunci terkait internalisasi akhlak, kecerdasan spiritual, dan growth mindset. Sebanyak 31 artikel dengan rentang terbitan 2018–2025 dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai akhlak dan kecerdasan spiritual berpengaruh signifikan dalam membentuk growth mindset (pola pikir) berkembang melalui peningkatan regulasi diri, motivasi intrinsik, dan ketangguhan akademik. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan belajar bernilai religius yang mendukung pembiasaan positif, keteladanan, dan dukungan emosional peserta didik
Living Qur’an dan Transformasi Digital Qira’at: Studi Penggunaan Aplikasi Mushaf At-Taisir pada Peserta MTQ Cabang Qira’at M Khalyl Fadhlan Darwis; Andri Ashadi; Novizal Wendry
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i1.859

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan transformasi signifikan dalam praktik keberagamaan umat Islam, termasuk dalam tradisi qira’at al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan aplikasi Mushaf At-Taisir oleh peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) cabang Qira’at sebagai bentuk aktualisasi living Qur’an di era digital. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dalam paradigma studi living Qur’an, penelitian ini memfokuskan pada pengalaman, pemaknaan, serta dinamika praktik pembelajaran qira’at yang memadukan tradisi talaqqi dengan media digital. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Mushaf At-Taisir berfungsi sebagai media bantu yang efektif dalam memahami variasi qira’at, memperkuat latihan mandiri, serta memperluas akses pembelajaran. Digitalisasi tidak menggantikan peran guru bersanad, tetapi membentuk model pembelajaran hibrida yang mengintegrasikan otoritas tradisional dan teknologi. Dari perspektif living Qur’an, interaksi digital dengan al-Qur’an tetap menghadirkan pengalaman spiritual yang reflektif dan personal. Selain itu, penggunaan aplikasi turut mentransformasi struktur komunitas belajar qira’at menjadi lebih terbuka dan lintas wilayah. Meskipun demikian, ditemukan pula ketegangan antara kemudahan teknologi dan berkurangnya intensitas talaqqi langsung. Penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi qira’at merupakan bentuk adaptasi dinamis tradisi Islam, di mana al-Qur’an terus dihidupkan dalam konteks media dan budaya kontemporer tanpa kehilangan otoritas keilmuan dan dimensi spiritualnya.
Ragam Pemaknaan Konsep Khalifah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 30: Studi Living Qur’an terhadap Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama Muhammad Rifky Alfares; Andri Ashadi; Novizal Wendry
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i1.868

Abstract

Konsep khalifah merupakan salah satu tema sentral dalam Al-Qur’an yang berkaitan erat dengan hakikat manusia dan tanggung jawabnya di bumi. Namun, dalam sejarah pemikiran Islam, istilah ini sering mengalami pergeseran makna dari konsep etis-antropologis menjadi legitimasi politik melalui gagasan khilafah. Perbedaan pemaknaan tersebut memunculkan perdebatan serius, khususnya di Indonesia, antara kelompok yang memandang khilafah sebagai sistem politik wajib dan kelompok yang menolaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ragam pemaknaan QS. Al-Baqarah [2]: 30 tentang konsep khalifah dalam perspektif tiga organisasi Islam besar di Indonesia, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama, serta mengkaji implikasi sosial dan ideologis dari penafsiran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Living Qur’an, berbasis studi kepustakaan terhadap kitab tafsir, dokumen resmi organisasi, karya tokoh, serta literatur akademik terkait. Analisis dilakukan melalui pendekatan analisis isi dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hizbut Tahrir Indonesia menafsirkan konsep khalifah secara ideologis sebagai legitimasi teologis penegakan Khilafah Islamiyyah. Sebaliknya, Muhammadiyah memaknai khalifah sebagai amanah eksistensial manusia untuk menciptakan kemaslahatan melalui pendekatan etis, humanistik, dan ekologis. Sementara itu, Nahdlatul Ulama menempatkan konsep khalifah dalam kerangka etis dan maqāṣid al-syarī‘ah, serta menegaskan bahwa khilafah sebagai sistem politik merupakan konstruksi historis, bukan ajaran eksplisit Al-Qur’an. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep khalifah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 30 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kekuasaan politik, meliputi dimensi spiritual, etis, sosial, dan kemanusiaan. Dengan demikian, pemaknaan kontekstual terhadap ayat ini menjadi penting dalam menjawab tantangan masyarakat Muslim modern yang plural dan bernegara.
Konstruksi Makna Wahyu dan Peran Pesantren Salafi dalam Aksi Kemanusiaan Pascabencana: Studi Kasus Pesantren Ma’had Baitussalam Fikramsyah Putra Ramadhan; Andri Ashadi; Novizal Wendry
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i1.877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren berbasis manhaj salafi dalam merespons persoalan kemanusiaan pascabencana, dengan menekankan pada konstruksi makna wahyu yang melandasi keterlibatan santri dalam aksi kemanusiaan. Studi ini dilakukan di Pesantren Ma’had Baitussalam yang berlokasi di Lubuk Minturun, Kota Padang, wilayah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap bencana alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengajar dan santri, serta dokumentasi kegiatan kemanusiaan pascabencana. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan menerapkan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren berperan aktif sebagai aktor sosial-keagamaan dalam aksi kemanusiaan pascabencana. Keterlibatan tersebut didasarkan pada pemaknaan Q.S. Al-Mā’idah ayat 2 sebagai perintah untuk mengamalkan nilai tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Wahyu dipahami tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi sebagai pedoman praktis yang membentuk orientasi moral dan tindakan santri. Keunikan pesantren ini terletak pada kecepatan respons dalam situasi darurat, keterlibatan langsung pengajar dan santri di lapangan, serta integrasi aksi kemanusiaan ke dalam proses pembinaan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren berbasis manhaj salafi memiliki potensi signifikan dalam mengintegrasikan kesalehan religius dengan praktik solidaritas sosial dalam konteks kebencanaan.
Aktualisasi Qs. al-‘Asr dalam Pengelolaan Waktu Keluarga Profesional: Pendekatan Living Qur’an Faiza Marhamah Elyafi; Andri Ashadi; Novizal Wendry
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i1.878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resepsi dan aktualisasi nilai-nilai Qs. al-‘Asr dalam praktik manajemen waktu keluarga profesional melalui perspektif living Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan sosiologis. Lokasi penelitian berada di Perumahan Kordang Damai, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dengan subjek penelitian keluarga profesional yang memiliki pekerjaan tetap di sektor formal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qs. al-‘Asr diresepsi oleh keluarga profesional secara fungsional dan reflektif. Lafaz wal-‘ashr dimaknai sebagai simbol keterbatasan waktu dan medan ujian kehidupan, yang melahirkan kesadaran akan pentingnya disiplin dan penetapan prioritas. Nilai iman dan amal saleh diaktualisasikan secara integratif dalam aktivitas profesional dan kehidupan keluarga, sehingga mengaburkan dikotomi antara aktivitas keagamaan dan duniawi. Nilai tawāṣau bil ḥaqq berfungsi sebagai prinsip tata kelola keluarga melalui komunikasi dan evaluasi internal, sementara tawāṣau bil ṣabr menjadi modal psikospiritual dalam menghadapi tekanan waktu dan dinamika kehidupan profesional. Secara keseluruhan, Qs. al-‘Asr berfungsi sebagai ethical framework dalam manajemen waktu keluarga profesional. Temuan ini menegaskan bahwa al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, tetapi juga diaktualisasikan sebagai pedoman hidup yang kontekstual dan relevan dengan realitas sosial modern.
Intervensi Kakek dan Nenek dalam Pola Asuh Cucu pada Keluarga Multigenerasi: Perspektif Maslahah Mursalah dan Maqāṣid Syarī‘ah Wachida Hanum Sukma; Fairuz Sabiq
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i1.903

Abstract

Intervensi orang tua dalam pola asuh cucu merupakan fenomena yang lazim pada keluarga multigenerasi, khususnya dalam masyarakat yang masih kuat memegang nilai budaya kolektivistik. Intervensi tersebut kerap dipahami sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral antar generasi, namun dalam praktiknya juga berpotensi menimbulkan konflik rumah tangga, mengurangi otonomi pasangan suami istri, serta memengaruhi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, dampak, dan kesesuaian intervensi orang tua dalam pola asuh cucu pada keluarga multigenerasi dengan menggunakan pendekatan maslahah mursalah yang diperkuat oleh kerangka maqāṣid syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tujuh pasangan suami istri yang tinggal bersama orang tua di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, serta observasi nonpartisipatif. Data dianalisis secara tematik dengan menguji setiap bentuk intervensi berdasarkan syarat maslahah mursalah dan tingkat urgensinya dalam maqāṣid syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi orang tua muncul dalam berbagai bentuk, seperti pengambilan alih keputusan pengasuhan, tekanan nilai dan norma, pembatasan ruang perkembangan anak, serta intervensi mediatif. Intervensi tersebut memiliki dampak positif dan negatif. Sebagian besar intervensi tidak memenuhi kriteria maslahah mursalah karena manfaatnya tidak nyata dan berpotensi menimbulkan mudarat, sedangkan intervensi yang bersifat mediatif dinilai paling sesuai dengan prinsip kemaslahatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi yang proporsional, komunikatif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak serta keharmonisan keluarga.
Representasi Nilai Demokrasi dan Multikultural dalam Buku Teks Pendidikan Agama Islam di Kelas IX Sutomo Sutomo; Musa Asy’Arie; Mahasri Shobahiya
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i1.911

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai demokrasi dan multikulturalisme dalam kurikulum dan buku teks Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP/MTs, khususnya pada buku PAI kelas IX Bab 1–10. Penelitian ini didasarkan pada urgensi pendidikan agama sebagai sarana pembentukan karakter religius yang selaras dengan kehidupan demokratis dan masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis dokumen terhadap buku teks PAI kelas IX Kurikulum Merdeka. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif dengan tahapan berupa kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai demokrasi lebih dominan dibanding nilai multikulturalisme. Sebanyak 70% bab berada pada kategori sedang–kuat hingga kuat dalam memuat nilai demokrasi, sedangkan nilai multikulturalisme hanya 40%. Indikator demokrasi yang paling dominan adalah tanggung jawab (90%), diikuti musyawarah (50%) dan kebebasan berpendapat (40%). Pada nilai multikultural, indikator paling menonjol adalah kerukunan (70%) dan inklusivitas (50%), sementara toleransi dan anti-diskriminasi masih terbatas dan cenderung implisit. Temuan ini menunjukkan bahwa buku teks lebih konsisten membangun praktik demokratis melalui aktivitas kolaboratif, tetapi penguatan multikulturalisme belum merata.