cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Public Policy and Management Review
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Administrasi Publik diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 1,722 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN TAMAN REKREASI PANTAI (TRP) KARTINI GUNA MELESTARIKAN WISATA LOKAL PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN REMBANG Dava Caroline Ginting, Natasya; Subowo, Ari; Yuniningsih, Tri
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli, Administrasi Pubik Rembang 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.44490

Abstract

Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini Rembang merupakan kawasan wisata pantai unggulan Kabupaten Rembang yang secara resmi dioperasikan sebagai objek wisata yang terletak di Kabupaten Rembang. Akan tetapi dalam perkembangannya, Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini Rembang memiliki beberapa masalah seperti sarana dan prasarana yang sudah tidak layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal dan merumuskan strategi untuk upaya pengembangan Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini Rembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif preskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Pada penelitian ini menggunakan teori perencanaan startegis yang dikemukakan oleh John. M. Bryson dengan teknik analisis SWOT dan uji litmus guna merumuskan strategi. Hasil penelitian dari analisis SWOT ditemukan terdapat 13 isu strategis pengembangan dengan telah dilakukan uji litmus diperoleh 8 isu dengan sifat strategis yang dapat diterapkan dalam pengembangan. Saran dari penelitian adanya memperbaiki dan meningkatkan perawatan sarana dan prasarana; meningkatkan kerjasama dengan stakeholder; meningkatkan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia; meningkatkan kerjasama dengan UMKM lokal; serta meningkatkan promosi melalui berbagai media.
PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGANAN PERKAWINAN USIA DINI DI KABUPATEN TEMANGGUNG Wulandari, Elisa Ayu; Purnaweni, Hartuti; Priyadi, Budi Puspo
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i1.42283

Abstract

Fenomena pernikahan dini mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir. Dengan adanya dispensasi kawin adalah pengecualian hukum bagi pelamar yang akan menikah, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yaitu bahwa perkawinan hanya dapat dilakukan untuk pria dan Wanita yang telah mencapai usia 19 tahun. Perubahan undang-undang ini diharapkan untuk menekan angka perkawinan usia dini, namun kenyataannya justru menambah lonjakan perkawinan usia dini di Indonesia. Begitupun di Kabupaten Temanggung, untuk mendapatkan izin dispensasi kawin di Pengadilan Agama dengan melalui Layanan Terpadu Dispensasi Kawin bersama Dinas Sosial Kabupaten Temanggung. Tujuan penelitian ini menganalisis peran Dinas Sosial dalam penanganan perkawinan usia dini di Kabupaten Temanggung serta mengetahui faktor-faktor pendorong dan penghambat dari peran Dinas Sosial dalam penanganan perkawinan usia dini yang dilihat melalui teori Jam Ife dan Frank Tesoriero. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi penelitian di Dinas Sosial Kabupaten Temanggung. Hasil penelitian ini menunjukkan Dinas Sosial Kabupaten Temanggung melakukan peran edukasional, peran representatif, dan peran teknik dalam melakukan penasehatan dispensasi kawin sebagai tindak lanjut dari Layanan Terpadu Dispensasi Kawin. Faktor pendorong, adanya MoU antara Pengadilan Agama dan Dinas Sosial Kabupaten Temanggung yang dimulai pada 1 Juli 2022 Tentang Layanan Terpadu Dispensasi Kawin, Faktor Penghambat adalah klien yang tertutup dan tidak kooperatif, klien yang menggunakan wawancara, dan putusan dispensasi kawin.
KINERJA SEKSI KESEHATAN IBU DAN ANAK DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG PADA PROGRAM SAYANGI DAMPINGI IBU DAN ANAK (SAN-PIISAN) Sattar Ikhsan, Ghazan; Suwitri, Sri; Afrizal, Teuku
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 4: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i4.47405

Abstract

This research explains the performance of the Maternal and Child Health Section of the Semarang City Health Service. Performance is an achievement that has been made by each member of the organization in carrying out the tasks assigned to him and is based on experience, hard work and ability as well as good time management. Optimal organizational performance will accelerate the achievement of organizational targets. This research aims to analyze the performance of the Semarang City Health Service in the SAN-PIISAN program as well as supporting and inhibiting factors in the performance of the Semarang City Health Service. A qualitative descriptive approach was used with the case study method to describe the performance of the relevant organization, namely the Semarang City Health Service. In analyzing performance, researchers used the duties and functions of the Semarang DKK Maternal and Child Health Section and in analyzing factors used theories from Agus Dwiyanto and Kumorotomo which were combined into productivity, service quality, effectiveness and efficiency. The research results show that the Semarang City Health Service has carried out its duties and functions in accordance with Semarang Mayor Regulation No. 93 of 2021. Supporting factors for the performance of DKK Semarang in the SAN-PIISAN program are effectiveness and efficiency. Meanwhile, the inhibiting factors are productivity and service quality.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN REMBANG Rizal Wahyu Pratama, Muhammad; Nurcahyanto, Herbasuki; Kismartini, Kismartini
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli, Administrasi Pubik Rembang 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.44927

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Rembang dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Rembang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripstif kualitatif. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pencegahan stunting di Kabupaten Rembang sudah dilakukan dengan berbagai upaya, namun masih belum mencapai target yang ditentukan karena beberapa hambatan. Selain itu, koordinasi pencegahan stunting di Kabupaten Rembang melibatkan berbagai sektor. Pembiayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang sudah dapat mencukupi, tetapi dalam perencanaan anggarannya masih lemah. Selain itu, terdapat faktor pendukung meliputi : transmisi, staf, informasi, wewenang, fasilitas, efek disposisi, dan pengaturan birokrasi. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi : kejelasan, konsistensi, insentif, dan fragmentasi. Saran yang dapat peneliti berikan yaitu program-program terkait peningkatan perbaikan gizi pada ibu hamil dan balita supaya dilakukan dari awal tahun, program-program terkait peningkatan peningkatan aksesbilitas air bersih, sanitasi rumah, dan lingkungan harus bisa mengintervensi seluruh masyarakat yang terkena stunting, perlunya peningkatan pemahaman keluarga dan masyarakat, kader-kader harus meningkatkan sosialisasi tentang pola asuh, perlu diterbitkannya Surat Edaran tentang Strategi Perubahan Perilaku dalam Pencegahan Stunting, perlunya penguatan akan perencanaan anggaran, perlu dioptimalkan komunikasi antar OPD dalam TPPS, perlunya konsistensi komunikasi, perlu adanya insentif khusus untuk para kader, dan perlunya kesesuaian tugas dan fungsi oleh pelaksana kebijakan
BUDAYA KOLABORATIF DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN REMBANG Gelora Kasih, Johnsen Hezron; Hanani, Retna; Rostyaningsih, Dewi
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i1.42423

Abstract

Collaboration is one of the eight elements in ASN's Core Values of AKHLAK. These ASN Core Values with AKHLAK are a summary of the main values of the State Civil Service in accordance with Law no. 5 of 2014 concerning State Civil Apparatus. The Rembang Regency Environmental Service is one of the regional organizations that has various collaborations. Collaboration in environmental matters is very important because environmental problems are complex problems, involve many parties, and have a broad impact, especially on the future of future generations. This research aims to describe the collaborative culture at the Rembang Regency Environmental Service and to explain the supporting and inhibiting factors in the implementation of collaborative culture at the Rembang Regency Environmental Service. The method used in this research is qualitative with interviews as the instrument. The results of the research show that the collaborative culture that has occurred so far has been running well, which is characterized by the existence of a work team, trust and positive empowerment carried out by employees of the Rembang Regency Environmental Service. However, miscommunication at the Waste Management UPT ultimately made the collaborative culture weak. Supporting factors consist of division of power, leadership, management style, and formalization, while inhibiting factors consist of unclear problem boundaries, unclear legal basis for collaboration, and low level of employee education. The suggestions given are to provide outreach regarding ASN work culture, organize further training and education for employees with low levels of education, collaborate with local stakeholders, and develop work guidelines that are clear and easy to understan
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN E-KTP DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PATI KURNIA PUTRI, FARLINDA; Lituhayu, Dyah; Widowati, Nina
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 4: Oktober, AP Rembang 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i4.47493

Abstract

Pelayanan pembuatan KTP-el merupakan salah satu programyang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, namun dalam pelaksanannya di Kota Pati masih terdapat hambatan yang terjadi. Disdukcapil Kabupaten Pati sebagai penyedia pelayanan dokumen kependudukan di Kabupaten Pati menurut sidak dari Ombudsman memiliki banyak kekurangan di berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kualitas pelayanan dalam pembuatan e- ktp disdukcapil dan faktor apa saja yang menjadi pendorong serta penghambatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dan accidental sampling. Kualitas pelayanan diukur dengan menggunakan lima dimensi dari teori Zeithaml yaitu, tangible (bukti fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (empati). Tinggi rendahnya suatu kualitas pelayanan juga dipengaruhi oleh faktor pendorong/penghambat yang dikemukakan oleh Moenir. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa dari kelima dimensi tersebut ada empat dimensi tangible (bukti fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), dan assurance (jaminan) yang belum berjalan dengan baik, sehingga hanya satu dimensi empathy (empati) yang sudah dijalankan dengan baik. Hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa ada empat dari enam faktor yang menjadi pendorong kualitas pelayanan publik (kesadaran, aturan/prosedur, organisasi, dan pendapatan). Berbanding terbalik dengan faktor penghambat seperti, faktor kemampuan/keteranpilan petugas yang masih kurang pelatihan, monitoring, dan evaluasi secara berkala serta faktor sarana pelayanan penunjang utama sebuah pelayanan kependudukan yang kurang dari segi kuantitas maupun kualitasnya.
MODAL SOSIAL DALAM URBAN TOURISM DI JOHO KAMPOENG HEPI KOTA SURAKARTA Salsa Bila, Linda; Puspo Priyadi, Budi; Hayu Dwimawanti, Ida
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45134

Abstract

This study discusses social capital in Urban Tourism in Joho Kampoeng HEPI Surakarta City. Urban Tourism is a tourist resource located in urban areas with main elements and supporting elements to attract tourists. One form of Urban Tourism in Indonesia is the emergence of thematic villages. One of them is Joho Kampoeng HEPI in Surakarta City which has its own uniqueness so that it has the potential to become an Urban Tourism area. However, Joho Kampoeng HEPI after being designated as a thematic village was unable to grow and develop sustainably. The development of tourism can be seen through the form of social capital owned by each actor involved. The purpose of this study is to find out how social capital is formed in Joho Kampoeng HEPI and find out the reasons why Joho Kampoeng HEPI cannot grow sustainably. This research method uses qualitative methods with descriptive data analysis with the selection of research subjects using the Purposive Sampling method. Data collection techniques through interviews, observation, documentation, and literature studies with primary and secondary data sources. Data analysis is carried out through three stages, namely data condensation, data presentation, and conclusions. The validity test or validity of the data in this study was carried out by the triangulation method. Researchers analyzed the research using social capital theory which includes three aspects, namely bonding social capital, bridging social capital, and linking social capital. Tourism problems that arise in Joho Kampoeng HEPI are also analyzed using several aspects in Urban Tourism, namely attractions, accessibility, amenities and accommodations, and institutions. The results of the study show that the existing social capital does not guarantee the development of Urban Tourism in Joho Kampoeng HEPI to grow sustainably if it is not supported by the elements of Urban Tourism as a whole. The recommendations given include increasing commitment to collaboration and coordination, capacity and resource development, increasing innovation in the management of tourist attractions, strengthening social capital, and developing sustainable tourism strategies.
INOVASI PELAYANAN PUBLIK “MENCARI KEKASIHKU” DI DISPENDUKCAPIL KABUPATEN GROBOGAN Safitri, Aprilia Dewi; ., Maesaroh; Widowati, Nina
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i2.43283

Abstract

Innovation of “Mencari Kekasihku” is an innovation at the Population and Civil Registration Office of Grobogan Regency aimed at improving the validity of population data on changes in marital status among muslim residents in Grobogan Regency. This study aims to identify and analyze the characteristics of the public service innovation “Mencari Kekasihku” at the Population and Civil Registration Office of Grobogan Regency, as well as identify the supporting and inhibiting factors of the public service innovation “Mencari Kekasihku" at the Population and Civil Registration Office of Grobogan Regency. This research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The results show that the public service innovation “Mencari Kekasihku" at the Population and Civil Registration Office of Grobogan Regency has been running well in terms of relative advantage, compatibility, and observability, although there are still obstacles in its implementation in terms of complexity and trialability. Supporting factors for the innovation “Mencari Kekasihku" include the desire for self-improvement, freedom of expression, and infrastructure. Meanwhile, inhibiting factors for the innovation “Mencari Kekasihku" include the lack of recognition or incentives, as well as administrative pressures and barriers.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA LAYANAN PADA MAL PELAYANAN PUBLIK KABUPATEN KUDUS Rizqiya, Yusriana Saira; Hanani, Retna; ., Kismartini
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i2.43311

Abstract

Pelayanan publik merupakan aktivitas pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pelayanan seperti pelayanan barang, jasa atau lain sebagainya yang dilakukan oleh penyelenggara layanan publik. Salah satu upaya yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam penyelenggaraan pelayanan publik adalah membangun sistem Mal Pelayanan Publik (MPP) yang bertujuan untuk mengintegrasikan pelayanan publik pada satu tempat sebagai upaya meningkatkan kecepatan, kemudahan, jangkauan, kenyamanan, dan keamanan pelayanan. Dalam pelayanan publik hal yang perlu diperhatikan yaitu perilaku pemberi layanan yang berperan dalam terciptanya kepuasan bagi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku pemberi layanan dengan kepuasan pengguna Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Kudus. Menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi kepustakaan. Metode analisis data menggunakan analisis rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Kabupaten Kudus berpersepsi bahwa perilaku pemberi layanan pada Mal Pelayanan Publik Kabupaten Kudus baik dan masyarakat berpersepsi puas terhadap kinerja pemberi layanan disana. Berdasarkan hasil uji rank spearman 0,241 dan taraf signifikansinya yakni 0,016 hasil koefisien perilaku pemberi layanan mempengaruhi kepuasan pengguna, sehingga semakin baik perilaku pemberi layanan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Kudus akan meningkatkan kepuasan pengguna jasa pelayanan tersebut.
IMPLEMENTASI PROGRAM TATA LAKSANA BALITA DENGAN MASALAH GIZI DI KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO Agitha Hutasoit, Cecilia; Subowo, Ari; Santoso, R. Slamet
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45537

Abstract

Lack of healthy nutritional status or more commonly called undernutrition is a state of a person in which the amount of vitality (life force) received is less than the vitality used because the amount of vitality entering is less than the recommended needs. This research is motivated by the stunting rate which is still high in Karo Regency in 2021, namely 25.3%. The sub-district that has the highest number of underweight toddlers who receive supplementary food (people) in Karo Regency in 2016-2020 is Kabanjahe Sub-district. The purpose of this study was to determine how the implementation of the Toddler Management Program with Nutrition Problems in Kabanjahe District, Karo Regency. This research uses the theory of Successful Policy Implementation from Van Meter and Van Horn. Data collection techniques using observation, interviews and literature study. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of the Toddler Management Program with Nutrition Problems in Kabanjahe District is quite good because of the implementation of aspects of policy standards and objectives; resources; characteristics of the implementing organization; attitudes of the implementers; as well as communication between related organizations and implementation activities. Supporting factors contained in the program are the legitimacy of supporting policies, government support, communication technology and good funding streams. The inhibiting factors in the program are community participation, measurement tools that are not in accordance with standards and regional conditions.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1: Januari 2025 Vol 13, No 4: Oktober 2024 Vol 13, No 4: Oktober, AP Rembang 2024 Vol 13, No 3: Juli, Administrasi Pubik Rembang 2024 Vol 13, No 3: Juli 2024 Vol 13, No 2: April 2024 Vol 13, No 1: Januari 2024 Vol 12, No 4: Oktober 2023 Vol 12, No 3: Juli 2023 Vol 12, No 2: April 2023 Vol 12, No 1: Januari 2023 Vol 11, No 4: Oktober 2022 Vol 11, No 3: Juli 2022 Vol 11, No 2: April 2022 Vol 10, No 4: Oktober 2021 Vol 10, No 3: Juli 2021 Vol 10, No 2: April 2021 Vol 10, No 1 (2021): Januari Volume 9 Nomer 4 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 3 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 2 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 1 Tahun 2020 Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019 Volume 8, Nomer 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomer 2, Tahun 2019 Volume 8, Nomer 1, Tahun 2019 Volume 7, Nomer 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomer 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomer 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomor 1, tahun 2012 Vol 11, No 1: Januari More Issue