cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENOLONG DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA AKHIR YANG MENJADI ANGGOTA TIM BANTUAN MEDIS JANAR DUTA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Putra, I Dewa Gede Udayana; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.34 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p08

Abstract

  Self-concept is an important factor in Adolescents. These mental aspects determine human behavior in every cycle of life. Self-concept weren’t born from lineage mental aspect but these are build and grow from human interactions with their environment naturally. Helping others is a human nature tendencies, individual has basic need to provide and seeking help. After provide a help, somebody would feel proud of what they have been done so that will improve their self valuation. Helping behavior shows by adolescents whom join Tim Bantuan Medis Janar Duta Faculty of Medicine, Udayana University. This research aim to find out the relation of helping behavior with self-concept in late adolescents. Subject in this research is late adolescents whom join Tim Bantuan Medis (TBM) Janar Duta Faculty of Medicine, Udayana University. Sample in this research is 84 persons. Instrument in this research used helping behavior scale and self-concept scale. Analysis method that used is product moment analysis technique from Pearson. Results shows correlation in this research is 0.690 (p=0.000). It is conclude that there is a significant positive correlation between helping behavior and self-concept whom join Tim Bantuan Medis (TBM) Janar Duta Faculty of Medicine, Udayana University.   Keywords: helping behavior, self concept, late adolescent  
HUBUNGAN ANTARA KETIDAKAMANAN KERJA DAN ETOS KERJA PADA KARYAWAN ALIH DAYA DI BALI Tuban, I Gede Ayana Wiria Partha; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.049 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p06

Abstract

Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan adalah memanfaatkan karyawan alih daya untuk mengurangi jumlah karyawan tetap. Perusahaan menggunakan karyawan alih daya bertujuan untuk memaksimalkan pekerjaan pokok perusahaan dan tidak dibebani oleh pekerjaan pendukung. Dari tahun 2005-2012, jumlah perusahaan alih daya yang tercatat di Kabupaten Badung sebanyak 42 perusahaan. Penggunaan karyawan alih daya menyebabkan perusahaan lebih fokus pada pekerjaan pokok, sedangkan kerja pendukung sepenuhnya dikelola oleh perusahaan alih daya. Sistem  kerja alih daya pada umumnya menguntungkan perusahaan dan merugikan karyawan alih daya. Hal ini dikarenakan tidak adanya jenjang karir dan kejelasan masa depan kerja karyawan alih daya. Ketidakjelasan jenjang karir karyawan alih daya dan masa depan kerja tidak menentu membuat karyawan alih daya berpotensi mengalami ketidakamanan kerja. Berbagai pengaruh yang diakibatkan oleh ketidakamanan kerja menyebabkan  karyawan alih daya merasa dipandang sebelah mata oleh perusahaan dan merasa tidak adil dengan status pekerjaannya sebagai karyawan alih daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketidakamanan kerja dan etos kerja pada karyawan alih daya di Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan alih daya yang bekerja di Kabupaten Badung sebanyak 116 karyawan. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala ketidakamanan kerja dan skala etos kerja. Koefisien reliabilitas skala ketidakamanan kerja adalah 0,928 dan skala etos kerja adalah 0,960. Penelitian ini menggunakan analisis data korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,282 dengan nilai probabilitas sebesar 0,002 (0,002<0,05), sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan yang negatif antara ketidakamanan kerja dengan etos kerja. Koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,079 yang bermakna 7,9% dari etos kerja dapat dijelaskan oleh variabel ketidakamanan kerja, sedangkan sisanya sebesar 92,1% dapat dijelaskan oleh faktor yang lain.   Kata kunci: karyawan alih daya, ketidakamanan kerja, etos kerja.
GAMBARAN KINERJA DAN ETOS KERJA PEREMPUAN SUKU SASAK YANG BEKERJA DI DENPASAR Viorica, Putu Ayu Novia; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.225 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p09

Abstract

This research focus on performance and work ethics in Sasak Women. Sasak women have culture and local wisdom that influence their performance and work ethics in workplace.Rasyidi (2008) shows that Sasak women has six values such as leadership, faithfulness, justice, social prosperity, caring with others and tolerance each others. One of the local wisdom in Sasak Women is weave. There are six values in weave fabric ornaments such as Subahnale as patience and sincerity value, Sabuk Peraban as teamwork and kinship value, Sri Menanti as complementary value, Lonong Abang Ragi Genap as perfectness in culture ceremony, Pucuk Rebong as prosperity value, and Bintangan as glory and wealth value (Rosyidi, 2012).This study used qualitative method with phenomenological approach. Goals of this research is to know the representation of performance and work ethics in Sasak women who works in Denpasar. This research shows that performance representation in Sasak women is willing to work in team and individual, caring to supervisor, unadaptable with supervisor regulation, and lack of initiative. Work ethics in Sasak women was perform negatively even they knows that is unhoped for work.Keywords: performance, work ethic, Sasak women
Hubungan Antara Work-Life Balance dengan Komitmen Organisasi Perempuan Bali yang Bekerja pada Sektor Formal Rini, Kadek Githa Garsani Pandan; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.992 KB)

Abstract

Perkembangan dunia usaha yang sangat pesat membuat organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang dapat menampilkan performa kerja yang baik dan berkomitmen terhadap organisasi. Di sisi lain, perempuan Bali di dalam kehidupannya memiliki beberapa peran dan kedudukan, yaitu peran reproduktif, peran sosial, dan peran produktif. Dengan demikian, perempuan Bali yang bekerja membutuhkan adanya work-life balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dengan komitmen organisasi perempuan Bali yang bekerja pada sektor formal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah multistage random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan Bali yang telah berkeluarga yang bekerja pada sektor formal di Kotamadya Denpasar sebanyak 115 orang. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu skala work-life balance dan skala komitmen organisasi. Hasil analisis menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah hubungan yang positif antara work-life balance dengan komitmen organisasi perempuan Bali yang bekerja pada sektor formal. Kata kunci: work-life balance, komitmen organisasi, perempuan Bali, sektor formal
Perbedaan Kepuasan Kerja Karyawan Hotel yang Dipimpin oleh Pemimpin Ekspatriat dan Pemimpin Lokal Sikiani, Ni Komang Dewi; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.499 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p02

Abstract

Dengan adanya globalisasi, menghadirkan suatu fenomena yang dinamakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu tujuan MEA adalah meningkatkan daya saing kawasan secara keseluruhan di pasar dunia, khususnya ASEAN (Susilo, 2010). Hal ini menunjukkan mudahnya akses pekerja asing atau ekspatriat yang hendak bekerja di Indonesia, ataupun sebaliknya. Bali menduduki posisi lima teratas yang memiliki jumlah ekspatriat terbanyak di Indonesia. Sektor pariwisata di Bali juga mengalami peningkatan serta jumlah pemimpin ekspatriat pada hotel di Bali yang meningkat. Dengan adanya pemimpin ekspatriat dan pemimpin lokal, tentunya kepuasan kerja karyawan pada hotel akan beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja karyawan hotel yang dipimpin pemimpin ekspatriat dan pemimpin lokal. Subjek penelitian ini diambil dengan metode simple random sampling hingga mendapatkan 72 sampel dari dua hotel bintang empat yaitu Hotel Mercure Bali Nusa Dua dan Hotel Mercure Bali Legian. Metode pengambilan data menggunakan skala kepuasan kerja dengan koefisien Cronbach’s Alpha (? = 0,970). Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan signifikansi (2-tailed) 0,311 yang artinya tidak terdapat perbedaan kepuasan kerja karyawan yang dipimpin oleh pemimpin ekspatriat dan pemimpin lokal. Kata Kunci: Kepuasan Kerja, Pemimpin Lokal, Pemimpin Ekspatriat
Peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap problem focused coping pada mahasiswa preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Suardiantari, Luh Nya; Rustika, I Made Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.97 KB)

Abstract

Problem focused coping merupakan usaha yang digunakan individu dalam menyelesaikan masalah dengan berfokus langsung pada masalah yang dihadapi. Problem focused coping dipengaruhi oleh kemampuan mengendalikan diri sehingga inidividu mampu berpikir jernih dan bersikap tenang. Problem focused coping juga dipengaruhi oleh keyakinan akan kemampuan individu untuk dapat menyelesaikan suatu masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap problem focused coping pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 97 mahasiswa preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional, skala efikasi diri, dan skala problem focused coping. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R=0,558, nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,311, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi kecerdasan emosional sebesar 0,438, dan koefisien beta terstandarisasi efikasi diri sebesar 0,219. Hasil tersebut menunjukan bahwa kecerdasan emosional dan efikasi diri secara bersama-sama berperan terhadap problem focused coping pada Mahasiswa Preklinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata kunci: Efikasi diri, kecerdasan emosional, mahasiswa, problem focused coping
PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI DENPASAR Ningrum, Mira Juwita Surya; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.597 KB)

Abstract

Interpersonal communication is a skill to answer all individu needs in positive way in the field of communication. However, interpersonal communication often encountered obstacle, which can be caused by a disease, such as Pulmonary Tuberculosis. Pulmonary Tuberculosis is a direct infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tubercolusis. Pulmonary Tuberculosis patients experience anxiety, fear and shame that inhibit interpersonal communication, in which pulmonary tuberculosis patients are difficult to communicate feeling and thought related to disease experienced. One of the handling method is social support, but the emergence of anxiety, fear, and embarrassment against other individuals, causing the perception of social support from Pulmonary Tuberculosis patients. Based on this background, the researcher propose the issue of whether there is a relationship between perception of social support and interpersonal communication skill in pulmonary tuberculosis patients in Denpasar. This research is quantitative methods and hypothesis testing was done by using Pearson's Product Moment analysis. Subjects consisted of 83 Pulmonary Tuberculosis patients in Denpasar. Data collection used two scales to measure perception of social support and interpersonal communication skill . Scale’s items have been tested for validity and reliability. Perception of social support scale showed 46 valid items with reliability of 0,957, while interpersonal communication skill scale showed 38 valid items with reliability of 0,926. Based on the data analysis, data is linear and normal , so the Pearson 's Product Moment test can be done. Based on the research results, correlation coefficient between two variables is 0,759 with significance level of 0,000. Thus, it can be concluded that there is a positive relationship between perception of social support and interpersonal communication skill in patients with pulmonary tuberculosis in Denpasar. Keywords: Perception of Social Support, Interpersonal Communication Skill, Pulmonary Tuberculosis
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEBERAGAMAAN DAN INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF PADA REMAJA YANG MENGIKUTI GERAKAN KESADARAN KRISHNA (HARE KRISHNA) DI BALI Yanthi, Putu Srie Wedha; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.704 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p10

Abstract

Interaksi sosial asosiatif merupakan interaksi yang mengarah pada proses keharmonisan dalam sebuah hubungan, dengan bentuk kerjasama, upaya penyelesaian konflik, dan upaya mengurangi perbedaan. Interaksi sosial asosiatif akan membawa kelompok menuju ke arah hubungan yang positif dengan masyarakat terutama out group. Interaksi sosial asosiatif penting dikembangkan pada saat usia remaja. Interaksi sosial asosiatif dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah aspek keberagamaan. Keberagamaan cenderung memberikan batasan antara in group dan out group sehingga terjadi ketidak harmonisan dalam hubungan antar masyarakat. Remaja merupakan individu yang belum bisa dikatakan matang, termasuk pada proses keberagamaannya. Gerakan Kesadaran Krishna atau Hare krishna merupakan salah satu komunitas keagamaan berbasis agama Hindu yang diikuti remaja. Remaja yang mengikuti Hare krishna diharapkan dapat mampu membentuk interaksi sosial yang asosiatif dengan out group, mengingat salah satu tugas perkembangan remaja adalah membangun hubungan sosial yang positif dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidak hubungan antara tingkat keberagamaan dengan interaksi sosial asosiatif pada remaja yang mengikuti Hare krishna di Bali. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah remaja Hare krishna yang berdomisisli di Bali berjumlah 96 responden. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala tingkat religiusitas dan interaksi sosial asosiatif. Koefisien reliabilitas skala religiusitas adalah 0,970 dan skala interaksi sosial adalah 0,940. Penelitian ini menggunakan analisis data korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,811 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 (0,000<0,05), sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan yang negatif antara religiusitas dengan interaksi sosial, artinya semakin tinggi tingkat religiusitas, maka semakin tidak baik interaksi sosial asosiatif pada remaja Hare krishna terhadap out-group. Kata kunci: religiusitas, remaja, interaksi sosial, Hare krishna.
Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Citra Tubuh terhadap Motivasi Melakukan Olahraga Street Workout dalam Komunitas Semeton Workout Bali (SWB) Adguna, Nanda Wiprayana; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.787 KB)

Abstract

Street workout merupakan olahraga yang sedang berkembang saat ini, olahraga ini melakukan aktivitasnya diluar ruangan dengan menggabungkan latihan bodyweight exercise dan calisthenics. Street workout telah berkembang dari jenis olahraga menjadi sebuah komunitas yang bernama komunitas Semeton Workout Bali (SWB). Kegiatan olahraga yang dilakukan dalam komunitas tersebut cukup berat sehingga memerlukan motivasi yang tinggi untuk dapat bertahan pada jenis olahraga ini. Motivasi merupakan daya pendorong yang menyebabkan individu melakukan suatu aktivitas. Motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu dukungan sosial teman sebaya. Dukungan sosial teman sebaya dapat diperoleh oleh penggiat olahraga street workout berupa pemberian bantuan instrumental, bantuan emosional, dan pemberian informasi oleh sesama penggiat street workout lainnya. Faktor lain yang dapat memengaruhi motivasi adalah faktor internal, yaitu berupa citra tubuh. Citra tubuh merupakan representasi internal seseorang mengenai bentuk tubuhnya, dimana salah satu tujuan penggiat street workout menekuni olahraga tersebut adalah untuk memiliki tampilan tubuh yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan citra tubuh terhadap motivasi pada penggiat olahraga street workout. Responden penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 42 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik parametrik. Teknik pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi ganda. Penelitian ini menggunakan 3 alat ukur, yaitu Skala Dukungan Sosial yang memiliki reliabilitas 0,887, Skala Citra Tubuh yang memiliki reliabilitas 0,891, dan Skala Motivasi dengan nilai reliabilitas sebesar 0,879. Hasil uji regresi berganda menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan citra tubuh terhadap motivasi pada penggiat olahraga street workout. Kata kunci: Dukungan sosial teman sebaya, citra tubuh, motivasi, street workout.
Pengaruh Ngulat Tipat Taluh terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 6-7 Tahun Bajirani, Made Padma Dewi; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.948 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p02

Abstract

Fine motor skills are very important skills that needed in child development and it require training and skills to be developed. However, there are only few of fine motor skills development  which  based  on  culture  and  uses  traditional  activities  to  be  the  tool  to improve the child’s fine motor skills. In Balinese culture, one of activities which can be used to develop fine motor skill is ngulat tipat taluh. Based on this problem, the aim of this study was to determine the effect of ngulat tipat taluh to fine motor skills in children aged 6-7 years.   This study used an experimental method with one-group pre-test post-test design with 49 people as subject. Data in this study was collected by measuring fine motor skills variable in pre-test and post-test. The measurement is using mazes that consist of 8 items, and after the validity and reliability test each items was valid with rix in range 0.298 to 0.712 and alpha cronbach reliability coefficient (?) is 0.812. Based on the results of the statistical paired T-test, the value of significance (2-tailed) 0.00 ? 0.025 (? = 0.025) and the t value in this study was 6.603 greater than t table (1.677). Based on statistical analysis, it can be concluded that the alternative hypothesis (Ha) can be accepted and there was significant influence ngulat tipat taluh to fine motor skills in 6-7 years old children.   Keywords: Ngulat tipat taluh, fine motor skills, children aged 6-7 years.