cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA AKTIVIS ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS UDAYANA Saragih, Jesica Handayanita; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.097 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p13

Abstract

Student is a learner who has moral duties in applying Tri Dharma Perguruan Tinggi consisted of three important missions, which are implementing education, research, and community service. One embodinent of community service is being involved in the organizational activities around campus. Student activists have an immense relation with the role of emotional intelligence since they have more responsibilities than those who are not actively participating in organisation. In addition to running the missions of Tri Dharma Perguruan Tinggi, students would also encounter personal problem and be faced with school’s demands. The purpose of conducting this research is to investigate the correlation of emotional intelligence and academic achievement of student organization activists at University of Udayana. The sampling technique used in this research was simple random sampling. Subjects were 129 student activists at University of Udayana, age ranged from 17 to 25 years old. Emotional intelligence scale was deployed based on emotional intelligence aspects proposed by Goleman (2002). Transcripts were also collected to determine academic achievement of the subjects, aside from spreading the emotional intelligence scale. Karl Pearson product-moment correlation analysis was conducted to observe correlation of emotional intelligence and academic achievement. Correlation coefficient value obtained from the result of analysis performed on the variables, emotional intelligence and academic achievement, were -0.204 and P of 0.021 (p<0.05). This result shows that there is a negative relationship between emotional intelligence and academic achievement, which also indicates that the increase of emotional intelligence is followed by the decrease of academic achievement on student organization activists. The number of organizations in which the subjects participated in, various activities performed outside campus, and other external factors of research’s subjects contributed to the effect of academic achievements.   Keyword: emotional intelligence, academic achievement, student organization activists.
PERBEDAAN TARAF EFIKASI DIRI DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN DALAM LATIHAN YOGA PADA REMAJA AKHIR MAHASISWA INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI DENPASAR Witami, Ni Made; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.877 KB)

Abstract

Efikasi diri merupakan kemampuan yang penting dimiliki remaja akhir sebagai penunjang keberhasilan dalam pemenuhan tugas perkembangan dan kesiapan menghadapi masa dewasa. Taraf efikasi diri dapat ditingkatkan maupun diturunkan, salah satu aspek yang memengaruhi efikasi diri adalah kondisi fisiologis dan suasana hati. Yoga merupakan salah satu aktivitas yang memiliki kaitan dengan kondisi fisiologis dan suasana hati. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan taraf efikasi diri antara remaja akhir yang mengikuti latihan yoga dengan yang tidak mengikuti latihan yoga. Subjek penelitian adalah remaja akhir berusia 18-22 tahun yang merupakan mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Metode pengambilan data menggunakan skala efikasi diri dengan koefisien Cronbach’s Alpha (? = 0,911). Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan koefisien T-test 4,454 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian dapat disebutkan bahwa terdapat perbedaan taraf efikasi diri yang signifikan antara remaja akhir mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar yang mengikuti latihan yoga dibandingkan dengan yang tidak mengikuti latihan yoga. Kata kunci : Efikasi diri, remaja akhir, yoga
Hubungan antara kecerdasan emosional dan agresivitas pada remaja madya di SMA Dwijendra Denpasar Swadnyana, I Putu Bagus; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1465.825 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p12

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Perubahan-perubahan yang terjadi pada remaja dapat menyebabkan munculnya agresivitas akibat ketidakmampuan individu bertahan terhadap pengaruh negatif dari lingkungan. Mengenali emosi diri, kemampuan mengelola emosi, memahami orang lain serta membina hubungan dengan baik terhadapat lingkungan atau yang disebut dengan kecerdasan emosional erat kaitannya dengan agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan agresivitas pada remaja madya di SMA Dwijendra Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 292 siswa-siswi SMA Dwijendra Denpasar yang berusia 15-18. Subjek terdiri dari 144 pria dan 148 perempuan dengan rata-rata usia 16 tahun sebanyak 158 siswa. Metode pengambilan data menggunakan skala kecerdasan emosional (17 aitem ; ?= 0.746) dan skala agresivitas (16 aitem ; ?= 0.863) yang direplikasi dari penelitian Amanda. Data diolah dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan agresivitas, dengan arah negatif (r = -0.227 ; p = 0.000), sehingga, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional maka tingkat agresivitas semakin rendah. Koefisien determinasi diperoleh sebesar 0.051 yang berarti bahwa variabel kecerdasan emosional dapat menjelaskan 5,1% varians yang terjadi pada variabel agresivitas. Meskipun varians yang dapat dijelaskan nilainya kecil namun hubungan antara agresivitas dan kecerdasan emosional dapat diyakini sebagai hubungan yang fungsional. Kata kunci: Agresivitas, kecerdasan emosional, remaja madya.
INTRAPRENEURSHIP DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA MANAJER TOKO MODERN Kurnia, Agustini; Simarmata, Nicholas
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.839 KB)

Abstract

Tight competition between modern stores is a challenge for organizations of modern store in order to survive and achieve the organization's success. Therefore, the modern store manager is required to make decision as the real action to face that challenge. Decision making is an important process to achieve organization's goals (Luthans, 2006), in which decision-making is done by the manager, because the manager as a key player in the decision-making process (Socea, 2012). Meanwhile, to anticipate a change in the era of globalization and competition, intrapreneurship comes into creativity and an innovative concept that if possessed by modern store manager, it can give an important contribution in the decision making of modern store manager. This research aims to determine whether there is a relationship between intrapreneurship and decision-making of modern store manager. This research is a quantitative method with simple regression analysis. Data is collected through research scales that have been tested for validity and reliability to the 103 modern store managers in the province of Bali, Indonesia. Research data shows normal distribution and linear. The result shows the correlation coefficient is 0.770 and probability at 0.000 (p <0.05). It means that there is a positive and significant relationship between intrapreneurship and decision-making of modern store manager. Contribution of intrapreneurship variable to decision making variable is 59.3%. Key words: intrapreneurship, decision making, manager, modern store
PENGARUH STIGMA TERHADAP SELF ESTEEM PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MENGIKUTI EKTRAKURIKULER TARI BALI DI SMAN 2 DENPASAR Anggreni, Ni Wayan Yuli; Herdiyanto, Yohanes K.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.333 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p20

Abstract

Pendidikan di sekolah membuat remaja dapat mengembangkan keterampilan sesuai dengan minat dan kemampuannya. Pendidikan tersebut hanya mengutamakan aspek fisik dan kognitif sehingga perlu disadari bahwa terdapat aspek psikososial yang hendaknya ditumbuhkan dalam proses pembelajaran yaitu self esteem. Self esteem adalah evaluasi yang dilakukan individu mengenai seberapa besar kepercayaan individu terhadap kemampuan, keberartian, kesuksesan dan keberhargaan, serta memainkan peran penting dalam memprediksi penyesuaian terhadap masa depan. Perkembangan self esteem pada remaja tidak terlepas dari lingkungan sosialnya, mulai dari orang tua, teman sebaya dan masyarakat sekitar serta guru di sekolah yang seringkali memberikan label pada remaja tersebut (Herlina, 2007). Pemberian label akan memunculkan stereotip, separation dan diskriminasi sehingga menjadi sebuah stigma. Crocker (2002) menyatakan stigma memiliki peranan terhadap self esteem. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen yang menggunakan desain kuasi eksperimen nonequivalent control group design. Peneliti menyebarkan skala self esteem pre-test dan skala self esteem  post-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang terdiri dari 44 item, teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Responden dalam penelitian ini adalah remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar, sebanyak 35 orang. Seluruh subjek dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari kelompok eksperimen 1, eksperimen 2 dan kelompok kontrol. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan one way anova. Hasil dari penelitian ini menunjukan probabilitas 0,003 (p)<0,05. Hal ini berarti ada pengaruh stigma terhadap self esteem remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar. Stigma positif maupun stigma negatif berpengaruh negatif terhadap self esteem artinya baik stigma positif maupun stigma negatif membuat self esteem menurun pada remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa stigma memberikan pengaruh terhadap menurunnya self esteem remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar.   Kata Kunci : Stigma, Self Esteem, Eksperimen, Remaja Perempuan
Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Penerimaan Diri Individu yang Mengalami Asma Utami, Ni Made Sintya Noviana; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.227 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p02

Abstract

Asthma is an inflammatory disease caused by narrowing of the respiratory tract. This disease can not be cured but its relapse can be controled. It will provide physiological and psychological impact to individual with asthma. That individual hardly tends to accept his or her self when diagnosed with  chronic disease. Family social support will be needed to cope with the hard situation faced by individual with asthma. According to that, researcher formulates the problem, is there relationship between family social support and self acceptance of individuals with asthma.   This research uses quantitative approach with correlation method. Samples in this research are 105 people suffer from asthma in Sanjiwani Hospital, Gianyar, who were chosen by systematic random sampling. The data are collected by questionnaire. Validity test of items of the family social support questionnaire shows there are 5 invalid items and 27 valid items from 32 items, and its reliability coefficient is 0,896. Validity test of items of the self acceptance questionnaire shows there are 12 invalid items and 30 valid items from 42 items, and its reliability coefficient is 0,899. Data analysis by Pearson’s product moment. Found coefficient correlation in this research is 0,687 with p value 0,000. Thus, there is positive relationship between family social support and self acceptance of individuals with ashtma.   Keywords: family social support, self acceptance
MOTIVASI PADA PEREMPUAN BALI YANG MEMILIH HAMIL SEBELUM MENIKAH Saraswaty, Ratih; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.297 KB)

Abstract

As a social human being, a human cannot live by him/her self; he/she needs somebody else to interact, socialize, and have a relationship, which eventually create new generations through sexual intercourse (Sumpami, 2008). Marriage is a physical and mental bonding between a man and a woman as a wife and a husband to build a happy and eternal family based on one almighty God. Bali is one of Indonesian provinces that still strongly hold its tradition. To have a child is a kind of requisite in Balinese marriage. A preliminary study conducted by a researcher on 2013 shows that 8 out of 20 Balinese women chose to get pregnant before marriage because of the requisition from their partner and partner’s parent (Saraswaty, 2013). Based on this fact, many study are having interest to find out Balinese women’s motivation to get pregnant before marriage. This research used qualitative method with phenomenology design. Respondents are four Balinese women, which were chosen through purposive sampling method. The research results show that the interviewees have intrinsic and extrinsic motivation on deciding to get premarital pregnancy. The intrinsic motivation, consist of a feeling of have found perfect match, being accepted by partner’s parents, a desire to be loved deeper, felt appreciated and fidelity of partner, tried to prove that be able to have a baby. While the extrinsic motivation are a feeling of being scared of people’s contempt, afraid that her partner will get married again, motivated to get a better life, getting attention from partner and partner’s parents, and having grown up and responsible partner. Key Words: Premarital Pregnancy, Motivation, Balinese Women.
Terapi Remedial Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Dan Menyimak Pada Anak Dengan Disabilitas Intelektua Diyantari, Putu Ayu; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.862 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p07

Abstract

The children with intellectual disability have characteristics, such as significant disability in functioning whether it is intellectually or adaptively which is realised through the ability of conceptual, social, and practice. This situation appears before the age of 18 yeears old.In educational level as Elementary School, children are often emphasized in order to have reading ability. If children in early educational level do not have reading ability, they will have difficulties in learning such kinds of subject on next level. Other than obtaining the reading practice at school, children also obtain such lesson as gathering a story. In this case, children should be able to comprehend the story, memorize the character of the story, and comprehend the background and plot of the story. The activities of reading and gathering a story for children who are classified into intellectual disability will have more difficulties rather than those children who do not have disabilities and have education in regular school. The researcher design the modification program for those children like this which is known by remedial therapy. Remedial therapy is a healing or improvement effort, an enhancement of someone’s intellectual to be normal or near normal (Mangunsong, 2009).This research was quantitative research which used Wilcoxon analysis. The data were collected through experiment method with pre-experiment design. The technique used to obtain the sample was purposive sampling. The subject of this research were the children who have intellectual disability, in amount of three children. The result of this research showed that the probability of reading ability was 0.028 (p)<0.05, while the probability of gathering a story was 0.027 (p)<0.05. It means that there were effects of remedial therapy toward reading ability and gathering a story on children’s intellectual disability.Key words: Remedial Therapy, The Abilities of Reading and Gathering a Story, Intellectual Disability.
Hubungan Fanatisme Kelompok dengan Perilaku Agresi pada Anggota Organisasi Kemasyarakatan Manuaba, Ida Bagus Raden Raditya; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.665 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p16

Abstract

Organisasi masyarakat merupakan sebuah lembaga kemasyarakatan yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan dan memiliki tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Fanatisme digambarkan sebagai suatu kepatuhan penuh gairah tanpa syarat, antusiasme yang berlebihan terhadap suatu hal tertentu, keras kepala, tanpa pandang bulu atau menggunakan cara-cara dengan kekerasan, fanatisme juga ditandai dengan adanya pemikiran dogmatis, tidak memiliki toleransi terhadap perbedaan dan keinginan untuk memaksakan pandangan secara sepihak, rasa harga diri meningkat dan merasa berkuasa, sehingga mendorong terjadinya perilaku agresi. Banyak organisasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang di Bali dengan berbagai latar belakang pemikiran yang berbeda-beda. Fakta di lapangan sering menimbulkan berbagai macam gesekan. Akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan di Bali sehingga menimbulkan keresahan-keresahan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fanatisme kelompok dengan perilaku agresi. Dalam penelitian ini tidak menggunakan seluruh anggota populasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota organisasi kemasyarakatan Laskar Bali Koordinator lapangan Alas Kedaton yang berusia 18 hingga 55 tahun serta minimal sudah menjadi anggota selama satu tahun. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 62 orang. Reliabilitas skala fanatisme kelompok adalah 0.839 dan reliabilitas skala perilaku agresi adalah 0.917. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Spearman, kerena dari uji Kolmogorov-Smirnov sebaran data tidak menunnjukkan distribusi normal. Hasil uji korelasi dalam penelitian ini adalah 0,356 p>0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara fanatisme kelompok dengan perilaku agresi pada anggota organisasi kemasyarakatan Laskar Bali koordinator lapangan Alas Kedaton. Kata kunci: Fanatisme kelompok, Perilaku agresi, Anggota organisasi kemasyarakatan
Hubungan antara kecemasan akademik dan sleep paralysis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun pertama Permata, Karla Amanda; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.161 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p01

Abstract

Sleep paralysis adalah gangguan tidur dimana individu memiliki kesadaran saat tidur tetapi tidak mampu bergerak dan berbicara dalam beberapa detik atau menit bahkan sulit bernapas serta merasakan sesak di dada. Sleep paralysis dapat dialami paling tidak satu kali dalam hidup manusia. Usia rata-rata individu pertama kali mengalami ganguan tidur ini adalah 14-18 tahun. Salah satu penyebab terjadinya sleep paralysis adalah kecemasan. Sedangkan bentuk kecemasan mahasiswa adalah kecemasan akademik. Kecemasan akademik adalah perasaan gelisah yang tidak menyenangkan yang mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis mahasiswa dalam situasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara kecemasan akademik terhadap terjadinya sleep paralysis. Subyek dalam penelitian ini adalah 80 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2016/2017 tahun pertama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling daerah. Instrumen penelitian ini adalah skala kecemasan akademik dan skala sleep paralysis. Hasil yang diperoleh dari analisis chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kecemasan akademik terhadap terjadinya sleep paralysis. Kata kunci: Sleep paralysis, Kecemasan Akademik, Mahasiswa FK Unud