cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Corrigendum: Model Process-Person-Context-Time (PPCT) Bronfenbrenner Pada Kesehatan Mental Konteks Kebencanaan Omega, Petrayuna Dian
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p03

Abstract

Abstrak Petra Yuna Dian Omega menemukan kesalahan pada penulisan artikel yang telah terbit yakni ”Model Process Person-Context-Time (PPCT) Bronfenbrenner Pada Kesehatan Mental Konteks Kebencanaan”, Dian Omega, Petrayuna (2023). Dalam catatan ini kami menerbitkan kembali naskah yang telah dikoreksi dalam versi terbaru. Bencana alam dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Kesehatan mental merupakan hal penting untuk menghadapi situasi tak terduga. Teori kesehatan mental dari Bronfenbrenner khususnya teori proses proksimal Bronfenbrenner dengan model Process-Person-Context-Time (PPCT) dapat memprediksi kesehatan mental karena teori ini dapat mendeteksi hubungan antara faktor-faktor proksimal dan berbagai luaran kesehatan mental. Bronfenbrenner tidak banyak membahas mengenai objek-objek dan simbol-simbol dalam risetnya dimana hanya satu artikel yang mengupas hal tersebut. Jika dibandingkan dengan interaksi interpersonal, interaksi dengan objek dan simbol dapat terjadi tanpa melibatkan orang lain, sehingga sumber daya dan kepemilikan seseorang berperan besar dalam memengaruhi kekuatan dan arah proses proksimal. Penelitian ini menggunakan Diskusi Kelompok Terarah dengan partisipan 10 orang wanita dewasa penyintas bencana alam di Palu Sulawesi Tengah tahun 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kondisi bencana banyak orang kehilangan objek dan simbol berharga dalam hidupnya sehingga perlu mengeksplorasi lebih lanjut kesesuaian model PPCT dalam kesehatan mental konteks kebencanaan. Penelitian ini membutuhkan studi lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian penggunaan model PPCT dalam kesehatan mental konteks kebencanaan. Kata kunci: bencana; kesehatan mental; model PPCT; simbol dan objek Abstract Natural disasters can cause mental health problems. Mental health is important for dealing with unexpected situations. Mental health theory from Bronfenbrenner especially Bronfenbrenner's proximal process theory with the Process-Person-Context-Time (PPCT) model can predict mental health because this theory can detect the relationship between proximal factors and various mental health outcomes. Bronfenbrenner doesn't talk much about objects and symbols in his research where only one article explores them. When compared with interpersonal interaction, interaction with objects and symbols can occur without involving others, so that one's resources and possessions play a big role in influencing the power and direction of proximal processes. This study used a Focus Group Discussion with participants of 10 adult women survivors of natural disasters in Palu, Central Sulawesi in 2018. The results of this study show that in catastrophic conditions many people lose valuable objects and symbols in their lives so it is necessary to further explore the suitability of the PPCT model in mental health in the context of disaster. This research requires further studies to ascertain the suitability of the use of the PPCT model in mental health disaster contexts. Keywords: disaster; mental health; PPCT model; symbol and object
I’m Tired With The Task!: Gambaran Deskriptif Ketidakjujuran Akademik Pada Mahasiswa Prodi Psikologi Di Universitas X Farisandy, Ellyana Dwi; Putri, Irfany
Jurnal Psikologi Udayana Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore academic dishonesty in undergraduate students of Psychology Study Program at University X. The design used is a descriptive study. Sample technique using conventional sampling with a total of 182 undergraduate students of Psychology Study Program at University X. The measuring instrument used is the Academic Dishonesty (ADS) which was compiled by Ampuni et al. (2019) based on measurements of academic dishonesty from McCabe and Trevino (1993) and Stone et al. (2010). The results show that there are some undergraduate students who still practice academic dishonesty, like cheating, unauthorized collaboration, and plagiarism. Besides that, the tendency for academic dishonesty to be committed in undergraduate students of Psychology Study Program at University X is in the very high category when viewed from group norms. The majority of factors that cause undergraduate students to commit academic dishonesty come from internal factors, namely wanting to get higher grades and external factors, namely the existence of lecturers who give many assignments.
Asertivitas Mahasiswa Organisatoris Ditinjau dari Kecerdasan Emosional dan Jenis Kelamin Dwilestari, Ni Made Ayu Krisna; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i01.p02

Abstract

Assertiveness is the ability to express thoughts, feelings, needs, and desires with confidence that does not harm yourself or violate the rights of others. In college life, students do not just focus on academic activities but also non-academics, such as student organizations. When participating in organizations, students are faced with some situations that require assertiveness skills. Assertiveness can be influenced by two factors, including emotional intelligence and gender. This quantitative research aims to determine the role of emotional intelligence and gender on the assertiveness of Udayana University Medical Faculty students participating in student organizations. The subjects of this research were 120 students of Udayana University Medical Faculty students participating in student organizations. There are two measuring instruments used in this research, that are assertiveness scale and emotional intelligence scale. This research used analysis of covariance or ANOVA as data analysis technique. The results show the significance value on the corrected model is 0.000 (p <0,05). These results show that emotional intelligence and gender altogether contribute to the assertiveness of Udayana University Medical Faculty Students participating in student organizations.
A Efektifitas Cognitive Behaviour Therapy (CBT) Sebagai Intervensi Trauma Related Symptomps: Studi Meta Analisis Moza, Benazir; Yudiarso, Ananta
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p08

Abstract

Gejala trauma merupakan efek yang sangat umum dirasakan bagi orang-orang yang pernah mendapati diri menghadapi peristiwa yang negative bagi dirinya. Gejala trauma bentuk munculnya berbeda-beda dari mulai gejala ringan saja seperti yang dihadapi individu itu sendiri atau bahkan menunjukkan gejala yang dapat mengganggu kehidupan sosialnya seperti kecemasan berlebih (anxiety), gangguan trauma, hingga PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder yang merupakan gangguan psikologis dari trauma hebat atau berkepanjangan yang dirasakan seseorang. Perlu adanya intervensi untuk mengatasi gejala trauma yang dialami indivdu, salah satu metodenya adalah Cognitive Behavioural Therapy atau CBT namun banyak penelitian yang mengemukakan hasil berbeda terhada efektifitasnya. Maka dari itu peneltian ini menggunakan metode meta-analysis untuk meninjau 12 jurnal international yang bersifat eksperimen dan melibatkan kelompok eksperimen juga control secara random. Didapati hasil effect size medium to large dengan nilai -0,736 (95% CI= -1,827 hingga -0,355) dengan moderator jenis CBT yang digunakan dalam penelitian juga bias publikasi yang berasal dari perbedaan hasil efektifitas jurnal yang direview. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi CBT cukup mampu mengatasi trauma related symptomps namun harus dipertimbangkan jenis CBT apa yang diberikan mengingat tingkat efektifitasnya dapat berbeda-beda. Kata kunci: CBT, Kecemasan, Meta-Analysis, PTSD, Trauma ? Abstract Trauma related symptomps are known effects felt by people who have encountered potentially traumatic or negative events in their life. Trauma related symptomps can surface differently according to those who experienced them. From minor symtomps that an individual may experienced themselves or major symptomps which interrupt one’s social life such as anxiety, heavy trauma, or even PTSD Post Traumatic Stress Disorder. An intervention is needed to help treat these trauma related symtomps, one of the available intervention method is Cognitive Behavioural Therapy or CBT. but there are different results on how effective CBT is to treat trauma relate symtomps, so therefore this research is going to use meta-analysis to review 12 existing international randomized controlled trial journals that uses the design of having experimental and controlled group. The results of this research shows large to medium effect size with the score of -0,736 (95% CI= -1,827 hingga -0,355) that includes moderating factor of the CBT kind that is used in each journal and a publication bias because of the result of different kinds of CBT resulting in different level of its effectiveness in treating trauma related symtomps. This results indicated that CBT is quite effective on treating trauma related symtomps but the kind of CBT used must be taken into consderations in regards of different kinds of CBT resulted in different level of effectiveness. Keywords: Anxiety, CBT, Meta-analysis, PTSD, Trauma
Penyusunan Tes Psikologi Form A Online untuk Surat Izin Mengemudi (SIM) Septiarly, Yashinta Levy; Widarnandana, I Gde Dhika; Ariani, Nyoman Wiraadi Tria; Putra, I Dewa Gede Udayana; Maharani, Komang Sinta; Putra, I Putu Brian Obie
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i01.p07

Abstract

Driving behavior is one of the routine activities carried out by individuals on a daily basis, both with two wheeled and four wheeled vehicles. A driver who drives his vehicle can see driving activity is a complex activity. So to be able to drive safely, responsibly and have good driving ethics and behavior, one must also have certain psychological aspects to support soft skills consisting of cognitive, affective and personality. Based on this, the researcher tried to arrange a Form A Psychological Test to obtain a Driver’s License. Psychological Test Form A is administered both online and offline. The construction of the test was carried out based on three aspects of the National Police Chief Regulation No. 5 Year 2021. The items of the psychological test form A have gone through field testing with 41 participants who already have a driving license (SIM) and were selected based on the results of the content validity evaluation with expert judgment, the level of diffilcuty and discriminatory power of the item, and the reliability of each sub aspect. Psychological test form A consist of three aspect and nine sub aspects with a total of 57 items, which has a reliability coefficient of each moving between 0.639 to 0.936.
Workaholism as Positive Reinforcement for Educators Working Engagement in Higher Education Destyanto, Twin Yoshua R.; Halim, Lenny
Jurnal Psikologi Udayana Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work engagement is an essential indicator for educators to be immersed in their work tasks and to ensure well-being at work. The various tasks and limited time given to educators, especially in higher education, can reduce work engagement. On the other hand, service industry organizations are experiencing a new behavioral phenomenon known as workaholism. This is characterized by employees’ habit of working excessively and compulsively. However, to our knowledge, no study has yet analyzed how workaholism in higher education correlates with educators’ working engagement. Therefore, this study aims to understand the effect and correlation between workaholism level and working engagement in higher education. The 41 lecturers from the Faculty of Industrial Technology at Universitas Atma Jaya Yogyakarta were asked to complete a questionnaire measuring workaholism level (DUWAS) and working engagement (UWES-9). The Pearson analysis of these two variables shows a moderate positive correlation (r = 0.565, p < .001). Moreover, the ANOVA analysis shows lecturers with workaholic behavior have significantly greater engagement levels (p < .05) than those without. This implies that a working environment should be created to promote healthy workaholism among higher education educators to maximize their engagement levels in their work.
Marriage satisfaction in early adult women in long distance marriage Hermansyah, Muhamad Taufik
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p09

Abstract

Abstrak Kepuasan pernikahan merupakan isu penting untuk dibahas beberapa dekade ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pada wanita dewasa awal yang tengah menjalani pernikahan jarak jauh. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain fenomenologi, untuk melihat bagaimana pengalaman partisipan dan esensi dari pengalaman tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling dengan memilih partisipan sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima tema dalam kepuasan pernikahan, yaitu understanding, komunikasi, kebutuhan materi, kebutuhan psikologis dan cinta bertanggung jawab. Penelitian ini secara empirik dapat memberikan gambaran dan pengetahuan mengenai kepuasan pernikahan pada wanita dewasa awal yang tengah menjalani pernikahan jarak jauh dapat dilihat dari lima tema yang akan dibahas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan keilmuan psikologi, khususnya dalam bidang psikologi keluarga. Perlunya penelitian lebih lanjut untuk memberikan pengembangan dalam ilmu psikologi keluarga. Kata Kunci: Dewasa awal; kepuasan pernikahan; pernikahan jarak jauh; pasangan hidup Abstract Marriage satisfaction is an important issue to discuss in recent decades. This study aims to explore the experiences of early adult women who are undergoing long-distance marriage. This research method uses qualitative with a phenomenological design, to see how the participants experience and the essence of that experience. The data collection technique used purposive sampling by selecting participants according to the research criteria. The results showed that there were five themes in marriage satisfaction, namely understanding, communication, material needs, psychological needs and responsible love. This research can empirically provide an overview and knowledge of marriage satisfaction in early adult women who are undergoing long-distance marriage. It can be seen from the five themes that will be discussed. The results of this study are expected to develop psychological science, especially in the field of family psychology. The need for further research to provide development in family psychology. Keywords: Early adult, marriagel satisfaction, long distance marriage, spouse
Hubungan Hubungan Social Support terhadap Career Adaptability pada Karyawan Early Career Fitri, Dwita
Jurnal Psikologi Udayana Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Career adaptability diperlukan karyawan early career untuk menyesuaikan diri dalam mengatasi transisi karier dan mengeksplorasi peluang baru. Faktor yang dapat mempengaruhi career adaptability salah satunya adalah social support yang dirasakan oleh individu. Tujuan penelitian ini untuk menguji secara empiris pengaruh social support terhadap career adaptability pada karyawan early career. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria subjek karyawan early career dengan rentang usia 20-28 tahun yang telah memiliki pengalaman kerja selama 1 hingga 5 tahun sebanyak 200 responden. Skala yang digunakan adalah bernama Career Adapt-Abilities Scale-International (CAAS-International) yang disusun oleh Savickas dan Porfeli (2012) dan Interpersonal Support Evaluation List version 12 items (ISEL-12) yang dikembangkan oleh Cohen, Mermelstein, Kamarck, dan Hoberman (1985). Reliabilitas dari masing-masing skala adalah 0,872 dan 0,881. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh Fhitung > Ftabel (8,879 > 3,04) dan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p<0,05) yang berarti hipotesis diterima. Maka, ada pengaruh social support terhadap career adaptability pada karyawan early career. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan wawasan bagi karyawan early career mengenai pentingnya social support yang dirasakan dapat meningkatkan career adaptability terutama dalam mengatasai transisi karier dan pengambilan keputusan mengenai karier.
Job Crafting dan Work Engagement pada Wanita Karir Saputri, Okta Silvyana; Prahara, Sowanya Ardi
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p07

Abstract

Abstrak Perkembangan era digital dan globalisasi membawa dampak kenaikan tenaga kerja wanita di Indonesia yang terserap di beberapa sektor industri, khususnya sektor formal. Pekerja wanita di sektor formal cenderung memiliki aturan yang lebih mengikat. Aturan yang mengikat dan tuntutan untuk mengurus pekerjaan rumah seringkali membuat perempuan lebih bermasalah dalam bekerja. Oleh karena itu wanita bekerja menerapkan job crafting untuk menumbuhkan motivasi, lebih berkembang, profesional, dan lebih engage dengan pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara job crafting dan work engagement pada wanita karir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode uji korelasi. Responden dalam penelitian ini adalah wanita karir yang bekerja di sektor formal di PT. X yang telah bekerja minimal 1 tahun (n=86) yang diperoleh melalui teknik analisis regresi linear berganda. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Job Crafting dan Skala Work Engagement. Hasil analisis dengan analisis regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi sebesar 0,345 (p<0,050). Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara job crafting dan work engagement pada wanita karir di PT.X.
Hubungan Dark Triad dengan Kecenderungan Perilaku Bullying Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Damayanti, Yeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p10

Abstract

Abstrak Kejadian bullying yang terjadi di lingkungan institusi pendidikan menjadi perhatian berbagai kalangan. Seseorang yang melakukan bullying memiliki sifat suka mendominasi, suka memanfaatkan orang lain, sulit melihat situasi dari titik pandang orang lain, serta haus akan perhatian. Dark triad adalah sisi gelap manusia yang mendukung terjadinya perilaku bullying. Dark triad erat hubungannya dengan sikap eksploitatif, manipulatif, dan sifat yang tidak berperasaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dark triad dengan kecenderungan perilaku bullying mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jumlah subjek sebanyak 269 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan alat ukur yang terdiri dari dua skala yaitu, Dark Triad of Personality (D3-Short) dan skala Adolescent Peer Relations Instrument (APRI). Hasil uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan bahwa machiavellianism, narcissism, dan psychopathy memiliki hubungan yang positif dengan kecenderungan perilaku bullying (machiavellianism r=0,374; narcissism r=0,334; psychopathy r=0,484 ). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi machiavellianism, narcissism, dan psychopathy mahasiswa, maka semakin tinggi kecenderungan perilaku bullying mahasiswa, begitu juga sebaliknya. Kata kunci: Dark triad, kecenderungan perilaku bullying, machiavellianism, narcissism, psychopathy