cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Apakah Narsisme dan Psikopati Memoderasi Hubungan Konformitas Norma Maskulin dengan Kecenderungan Perilaku Image-based Sexual Abuse? Gunawan, Viona; Ardi, Rahkman
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p05

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, image-based sexual abuse (IBSA), terutama penyebaran konten grafis seksual secara non-konsensual marak terjadi di Indonesia. Beberapa studi kualitatif menyatakan bahwa terjadinya IBSA didasari oleh mengakarnya budaya patriarki dan norma gender yang menekankan bahwa laki-laki berkuasa dibandingkan perempuan. Oleh karenanya, peneliti menggali peran konformitas terhadap norma maskulin, utamanya pada norma “kuasa di atas perempuan” pada kecenderungan perilaku IBSA. Namun, hubungan antara konformitas terhadap norma maskulin dengan kecenderungan perilaku IBSA, dapat berbeda berdasarkan karakteristik individu. Individu yang tinggi dalam karakteristik kepribadian narsisme dan psikopati, memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk melakukan IBSA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek moderasi narsisme dan psikopati pada hubungan antara konformitas terhadap norma maskulin dengan kecenderungan perilaku IBSA. Partisipan survei ini terdiri dari 237 orang yang berusia 18-39 tahun dan bertempat tinggal di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis moderasi dengan metode bootstrap. Hasil analisis menunjukkan bahwa konformitas terhadap norma maskulin berefek positif pada kecenderungan perilaku IBSA. Selain itu, ditemukan bahwa psikopati memoderasi hubungan konformitas terhadap norma maskulin dengan kecenderungan perilaku IBSA sedangkan narsisme tidak memoderasi hubungan tersebut.
Work Engagement Pada Guru SMA Negeri Dengan Status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Adjie, Aryo Bimo; Batubara, Megawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p01

Abstract

SMA Negeri (SMAN) dengan status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah SMAN yang mendapatkan kesempatan untuk menjadi sekolah percontohan yang bertaraf internasional. Dengan berstatus RSBI, Guru SMAN RSBI memiliki tuntutan pekerjaan (job demand) yang lebih berat jika dibandingkan dengan Guru SMAN lainnya. SMAN RSBI menggunakan kurikulum yang berbeda, akibatnya guru SMAN RSBI dituntut untuk menyusun rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum tersebut. Sekolah memberikan dukungan (job-resource) pada guru dalam bentuk pelatihan soft skill untuk menunjang kinerja guru dan memberikan kebebasan untuk guru berinovasi memilih metode pembelajaran yang digunakan. Dengan dukungan ini, diharapkan guru dapat menjawab tantangan tugas dan merasa lebih terikat pada pekerjaannya (work engagement). Dengan work engagement yang tinggi, guru dapat memberikan performa kerja yang optimal dan juga menjadi performa sekolah. Penelitian dilakukan terhadap 50 Guru di SMAN X RSBI, dengan menggunakan total sampling atau sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat ukur yang diadaptasi dari Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dengan tipe kuesioner self-administered questionnaire. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa work engagement (M=223.06) pada Guru SMAN X RSBI tergolong kedalam kategori tinggi baik secara umum maupun pada setiap dimensinya. Berdasarkan dimensinya, dedication (M = 80.6) merupakan dimensi yang memiliki skor paling tinggi
Hubungan antara Perceived Usefulness dengan Kepuasan Pelanggan pada Pengguna Aplikasi Kesehatan X Ningrum, Niken Sukma; Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p06

Abstract

Unduhan maupun transaksi pada aplikasi kesehatan di Indonesia meningkat secara drastis sejak pandemi Covid-19, tidak terkecuali pada aplikasi kesehatan X sebagai aplikasi kesehatan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Pengguna yang didominasi oleh generasi milenial membuat kepuasan para penggunanya menjadi perhatian khusus bagi aplikasi kesehatan X. Dalam kepuasan pelanggan, terdapat faktor kinerja dimana pelanggan akan cenderung puas jika kinerja yang ditunjukkan juga baik. Salah satu kinerja suatu produk dapat ditunjukkan oleh seberapa besar manfaat yang dirasakan pelanggan yang dikenal dengan perceived usefulness. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara perceived usefulness dengan kepuasan pelanggan pada pengguna aplikasi kesehatan X. Pendekatan kuantitatif dan metode convenience sampling digunakan dalam penelitian ini dengan kriteria yang diteliti adalah individu yang lahir tahun 1980-2000 (generasi milenial) dan menggunakan aplikasi kesehatan X minimal 2 kali dalam setahun terakhir. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan kepada 400 pengguna aplikasi kesehatan X dengan kuesioner yang disusun dengan 2 skala. Skala perceived usefulness memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,951, sedangkan skala kepuasan pelanggan sebesar 0,936. Analisis korelasi Pearson product moment digunakan untuk menganalisis data dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perceived usefulness dengan kepuasan pelanggan pada pengguna aplikasi kesehatan X dengan nilai signifikansinya 0,000 dan nilai korelasi Pearsonnya 0,763. Hal tersebut dapat diartikan bahwa hubungan antara kedua variabel menunjukkan arah positif dengan tingkat korelasi kuat.
Peran kelekatan dengan orangtua dan kecerdasan emosional terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMA Yundari, Aristi Dwi; Nurcahyo, Firmanto Adi
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p10

Abstract

Psychological well-being is a condition when the individual is not under stress or other mental health problems. The existence of psychological well-being can improve the adolescents mental health and help the adolescents function optimally. Proper consideration is needed for the psychological well-being of adolescents to be enhanced. The factors to consider include parent attachment and emotional intelligence. This study is a quantitative study to determine the role of parent attachment and emotional intelligence for the psychological well-being of high-school student. A total of 165 students of class X, XI, and XII at one of the state high schools in Denpasar were the respondents in this study using stratified random sampling. Psychological Well-Being Scale with a reliability of 0,915, the Parent Attachment Scale with a reliability of 0,935, and a Scale of Emotional Intelligence with a reliability of 0,845 as the measurement tools that used. The multiple regression test revealed F=41,808, p<0,05, indicating that parent attachment and emotional intelligence characteristics both contribute to psychological well-being. Parent Attachment and emotional intelligence jointly contribute 33,2% to psychological well-being. Based on these, students are strongly advised to maintain relationships with parents and to increase their emotional intelligence, to help increase their psychological well-being possessed.
Peran Self efficacy terhadap Burnout yang Dimoderatori Jenis Kelamin pada Mahasiswa Bekerja Paruh Waktu Pranoto, Jessica Pramesti; Wibowo, Doddy Hendro
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p08

Abstract

Kuliah sambil bekerja banyak terjadi di kalangan mahasiswa. Namun, bila mahasiswa tidak mampu menyeimbangkan waktu kuliah dan bekerja maka akan terjadi burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self efficacy terhadap burnout pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu dimoderatori jenis kelamin. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala self efficacy dan skala burnout. Sampel yang digunakan berjumlah 110 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive. Responden merupakan mahasiswa strata satu yang bekerja paruh waktu dan belum berkeluarga. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA) sebagai alat penguji hipotesis. Hasil menyatakan bahwa hipotesis diterima (p<0,05) yaitu ada peran negatif self efficacy terhadap burnout. Peranan tersebut berkontribusi lebih kuat pada laki-laki daripada perempuan. Kontribusi self efficacy terhadap burnout pada mahasiswa laki-laki sebesar 2,87%, sedangkan pada mahasiswa perempuan sebesar 1,52%. Semakin tinggi self efficacy seseorang, maka burnout semakin rendah dan kontribusinya lebih kuat pada laki-laki dibandingkan pada perempuan.
Penerapan intervensi cognitive behavioral therapy daring pada remaja yang mengalami major depressive disorder Lestari, Ranti Maradhita Putri; Djuwita, Efriyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p09

Abstract

Gejala depresi mengalami peningkatan selama masa remaja. Gejala depresi pada remaja menyebabkan gangguan pada berbagai fungsi kehidupan hingga dapat menjadi penyebab perilaku bunuh diri. Dengan demikian, perlu untuk dilakukan penanganan yang tepat dan komprehensif pada remaja yang mengalami depresi, salah satunya menggunakan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas intervensi cognitive behavioral therapy secara daring pada remaja yang mengalami major depressive disorder (MDD). Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang remaja perempuan berusia 17 tahun 10 bulan yang menurut hasil pemeriksaan psikologis memenuhi kriteria diagnosa MDD. Desain dalam penelitian ini adalah single-case experimental design. Intervensi terdiri dari 1 sesi pra-intervensi, 7 sesi inti, 2 sesi pasca, serta sesi follow up. Data hasil intervensi dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, dilakukan perbandingan skor dari alat ukur Beck Depression Inventory (BDI) – II yang diberikan pada saat sebelum dan sesudah intervensi. Secara kualitatif, keefektivitasan intervensi dilihat melalui hasil wawancara. Hasil menunjukkan bahwa secara kuantitatif terdapat penurunan tingkat depresi dari moderate depression menjadi ups and downs normal setelah intervensi dilakukan. Secara kualitatif, partisipan merasakan banyak manfaat dari intervensi yang dilakukan, salah satunya memahami kekeliruan berpikirnya dan lebih mampu melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian, program intervensi CBT secara daring efektif untuk mengurangi gejala depresi pada remaja yang mengalami MDD.
Ketidakpuasan terhadap Tubuh dan Indeks Masa Tubuh sebagai Prediktor terhadap Perilaku Makan Intuitif Remaja Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti; Immanuel, Aria Saloka; Gagahriyanto, Muhammad Anjar
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p04

Abstract

Abstrak Idealnya perilaku makan dalam keseharian individu dapat memberikan dampak sehat secara fisik maupun psikososial. Namun, terkadang individu berperilaku makan semata-mata dilakukan karena ketidaknyamanan kondisi psikologis dan sosial, ataupun sebaliknya, perilaku makan yang berdampak pada kondisi fisik dan psikososial yang kurang sehat. Perilaku makan intuitif menjadi salah satu alternatif perilaku makan yang lebih adaptif karena lebih mengandalkan sinyal fisiologis rasa lapar dan rasa kenyang, untuk makan maupun menghentikan aktivitas makan. Agar individu dapat intuitif dalam berperilaku makan dibutuhkan faktor-faktor tertentu. Faktor yang dipertimbangkan dalam perilaku makan remaja adalah ketidakpuasan terhadap tubuh dan indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketidakpuasan terhadap tubuh dan indeks massa tubuh terhadap perilaku makan intuitif pada remaja. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Perilaku Makan Intuitif, Skala Ketidakpuasan terhadap Tubuh, pada remaja sebanyak 135 orang. Reliabilitas Skala Perilaku Makan Intuitif adalah 0,625, dan reliabilitas dimensi kognitif, afektif, serta perilaku pada Skala Ketidakpuasan terhadap Tubuh berkisar antara 0,689-0,835. Hasil uji regresi berganda menunjukkan model prediksi ketidakpuasan terhadap tubuh F(4,130)=5,205, p<0,05, yang mengindikasikan bahwa ketidakpuasan terhadap tubuh dan indeks massa tubuh secara bersama-sama berperan terhadap perilaku makan intuitif, meskipun kemudian ditemukan bahwa hanya dimensi perilaku dari ketidakpuasan terhadap tubuh (beta=-0,391, p<0,05) yang secara signifikan memprediksi perilaku makan intuitif jika dibandingkan dengan prediktor lainnya dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, patut dipertimbangkan faktor ketidakpuasan terhadap tubuh yang lebih rendah guna membantu perilaku makan remaja yang lebih intuitif sehingga diperolehnya kondisi fisik dan psikososial yang lebih sejahtera. Kata kunci: indeks massa tubuh, ketidakpuasan terhadap tubuh, perilaku makan intuitif, remaja Abstract Ideally, eating behavior should be beneficial for individuals’ physical and psychosocial well-being. However, individuals sometimes exhibit eating behavior that is motivated by psychological and social discomforts, or vice versa, where eating behavior causes unhealthy conditions. In this study, intuitive eating behavior could be one of the alternatives for a more adaptive way of eating because it relies on the physiological cues of hunger and satiety for the individuals to eat or stop eating. There are some known factors for individuals to eat intuitively, such as body dissatisfaction and body mass index. This study aims to investigate the role of body dissatisfaction and body mass index in adolescents’ intuitive eating behavior. There were two instruments employed in this study, namely the Intuitive Eating Behavior Scale and Body Dissatisfaction Scale, which were administered to 135 participants. Reliability for the Intuitive Eating Behavior Scale was 0.625, while the cognitive, affective, and behavioral dimensions of Body Dissatisfaction Scale were ranging from 0.689-0.835. The multiple regression analysis showed a predictive model of body dissatisfaction [F(4,130)=5.205, p<0.05], which indicates that body dissatisfaction and body mass index simultaneously affect intuitive eating behavior, although it was later found that only the behavior dimension of body dissatisfaction (beta=-0,391, p<0,05) that could significantly predict intuitive eating behavior compared to the other predictors in this study. Therefore, it is recommended that the behavioral aspect of body dissatisfaction should be considered as an important factor in adolescents’ intuitive eating behavior in order to achieve a better physical and psychosocial well-being. Keywords: body mass index, body dissatisfaction, intuitive eating behavior, adolescents
Hubungan Citizen Trust to Government Dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19 Furqon, Hafidh; Herani, Ika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p01

Abstract

Abstrak Virus corona telah bermutasi menjadi varian tipe baru yaitu Omicron dengan tingkat penularan yang tinggi. Bahaya varian jenis ini tidak diimbangi dengan peningkatan Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah sehingga menyebabkan naiknya kasus positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan warga kepada pemerintah dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19. Partisipan berjumlah 214 orang yang diambil menggunakan metode kuantitatif non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Alat ukur untuk penelitian ini menggunakan Citizen Trust in Government Organization Scale dan Skala Kepatuhan menggunakan COVID-19 Prevention Guidelines Scale. Hasil analisis product moment Pearson dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara Citizen Trust to Government dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19. Kata kunci: Citizen Trust to Government; COVID-19; kepatuhan; protokol kesehatan Abstract The coronavirus has mutated into a new type variant, namely Omicron with a high transmission rate. The danger of this type of variant is not matched by increased compliance with the COVID-19 health protocol that has been set by the government, causing an increase in positive cases. This study aims to determine the relationship between citizens' trust in the government and compliance with the COVID-19 health protocol. Participants amounted to 214 people who were taken using a quantitative non-probability sampling method with an accidental sampling approach. The measuring instrument in this study used the Citizens Trust Scale in Government Organizations and the Compliance Scale used the COVID-19 Prevention Guidelines Scale. The results of Pearson's product moment analysis can be concluded that there is a positive relationship between citizens' trust to the government and compliance with health protocol COVID-19. Keywords: Citizen Trust to Governmen;, compliance; COVID-19; health protocol
Flexible work arrangement dan work-life balance pada generasi milenial Dewi, Desak Nyoman Arista Retno; Kinasih Widyanti, Priscila Rosa
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p02

Abstract

Currently, millennial generation employees are the working group that dominates employment in Indonesia. Millennial generation employees are characterized by their awareness of getting work-life balance. This is in line with the survey results which show that the majority of millennial employees want a balance between their personal and work lives. The opportunity to apply flexible work arrangements is believed to have an effect on employees' work-life balance conditions. In the COVID-19 pandemic situation, the application of working from home makes implementing flexible work arrangements a challenge to be able to get a work-life balance. This is because the actual working hours exceed the supposed working hours. The purpose of this study is to analyze the effect of implementing flexible work arrangements on work-life balance conditions for millennial employees. This research is a quantitative research with work-life balance as dependent variable and flexible work arrangement as independent variable. The data collection method used a Likert scale with five alternative answer choices. The research subjects are millennial generation employees who work with a hybrid system or a combination of work from home and work from office. Data analysis used non-parametric Kendall's tau-b correlation test because one of the assumption tests was not met. The results showed a significance value of 0.332 > 0.05, which means that there is no influence between flexible work arrangements and work-life balance. There are other factors that are more personal in nature that can support the achievement of work-life balance for millennial generation employees.
Penyesuaian Diri Orangtua dalam Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Belajar dari Rumah selama Pandemi Covid-19 Agustina, Anita; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p05

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar bagi bidang pendidikan. Pemerintah melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menerbitkan kebijakan belajar dari rumah. Belajar dari rumah memberikan tuntutan bagi semua orangtua terlebih orangtua ABK untuk meluangkan waktu dan tenaga ekstra mendampingi anak belajar di rumah. Orangtua perlu melakukan penyesuaian diri untuk menghadapi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri yang dilakukan orangtua selama mendampingi ABK belajar dari rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Responden penelitian ini adalah orangtua dari anak dengan ADHD dan Asperger’s Disorder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri yang dilakukan orangtua meliputi aspek koping, self-knowledge, dan komunikasi interpersonal. Orangtua dari anak ADHD cenderung menggunakan emotional focused coping yang kurang efektif dilihat dari perilaku yang muncul yaitu membentak, menangis, memukul, dan memilin telinga ABK. Orangtua dari anak dengan Asperger’s Disorder mampu mengendalikan diri dan menggunakan strategi koping yang efektif. Self-knowledge yang dimiliki tentang dirinya dan ABK membantu orangtua dari anak Asperger’s Disorder melakukan penyesuaian. Kedua orangtua mampu menjalin komunikasi interpersonal yang baik dengan semua pihak yang terlibat dalam proses belajar dari rumah. Faktor-faktor yang memengaruhi penyesuaian diri orangtua yaitu kondisi fisik orangtua, dukungan sosial, dan pengalaman masa lalu.