cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Persepsi guru terhadap sistem pembelajaran inklusi di sekolah dasar Anggadewi, Brigitta Erlita Tri; Evanjeli, Laurensia Aptik
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p04

Abstract

Inclusive learning in elementary schools is increasingly being promoted by the government. Each school is expected to be able to meet the needs of students with special needs who are studying. However, the realization of inclusive schools can also be influenced by the teacher's perspective on children with special needs. So far, teachers have only followed directions from schools and schools have followed directions from the Government. It is really necessary to know how teachers actually perceive children with special needs which in the end also has an impact on their perspective on the inclusion system in schools. So this research was conducted to determine the teacher's perception. This study uses a survey method. The target respondents of this research are teachers in elementary schools who are partners with PGSD USD. Respondents were selected through a purposive sampling technique with the sample criteria being elementary school teachers who partnered with PGSD USD. The research instrument was a questionnaire with closed questions. The instrument is designed for pre-service teachers so that the instrument will go through a modification process.
Mengupas Dampak Psikologis Pada Remaja yang Memiliki Masalah Penampilan yang Berhubungan dengan Jerawat Autrilia, Rinella Febry; Ninin, Retno Hanggraini
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p09

Abstract

Fase remaja adalah masa ketika anak-anak menuju dewasa dan mengalami berbagai perubahan dalam hidupnya, salah satunya pada hormonal yang menyebabkan masalah jerawat. Masalah penampilan yang disebabkan oleh jerawat dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis bagi remaja. Remaja masa kini memiliki tantangan yang berbeda karena lahir ketika teknologi mengalami kemajuan pesat sehingga mereka banyak terpapar media maupun menggunakan media sosial yang ikut menciptakan standar kecantikan yang ideal, yaitu kulit yang bersih tanpa jerawat. Penelitian kualitatif eksploratori ini dilakukan untuk mengetahui dampak psikologis yang dialami oleh remaja masa kini terhadap masalah penampilan karena jerawat dengan menggunakan metode wawancara. Partisipan penelitian merupakan remaja berusia 11-20 tahun. Analisis dilakukan dengan menentukan kata kunci jawaban peserta, kemudian menentukan kategori kata kunci ini. Setelah menemukan kategori, hubungan antara kategori dianalisis sehingga membentuk tema. Hasil menemukan bahwa setidaknya remaja mengalami lima dampak psikologis, antara lain perubahan pada self-image dan self- esteem, adanya perasaan malu dan self-consciousness, adanya komentar negatif dan penghakiman, perasaan sedih dan cemas, serta perasaan marah dan frustrasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa masalah penampilan karena jerawat menimbulkan berbagai dampak psikologis yang cenderung serupa pada remaja. Dampak-dampak tersebut saling terkait satu sama lain. Penelitian ini dapat membantu orang tua dari remaja yang memiliki masalah jerawat dan tenaga kesehatan dalam memberikan gambaran dampak psikologis yang mungkin terjadi kepada para remaja, sehingga dapat lebih memperhatikan kondisi psikologis remaja dalam penanganannya.
Work Family Conflict Dan Psychological Well-Being Pada Istri Yang Berkarir Di Toraja Utara Lembang, Irsah Bunga; Huwae, Arthur
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p05

Abstract

Responsibilities in the family are mandatory for each member to fulfill. One of the main responsibilities of a mother is to take care of her husband, children and household chores. However, currently the role of the mother is no longer just taking care of the household, but also making a living to help meet daily needs in order to achieve prosperity in the family. This is also widely done by mothers who are in North Toraja, where many mothers are currently carrying out dual roles as wives and also as career women. The study aims to reveal the relationship between work family conflict and psychological well-being in wives who have a career in North Toraja. The study used quantitative methods with non-probability snowball sampling techniques. The sample number of 52 wives who had a career in North Toraja. The scale used consists of the work family conflict scale and the psychological well-being scale. The results proved that the hypothesis was rejected meaning that there was no significant negative relationship between work family conflict and psychological well-being.
Dinamika Psikologis Remaja yang mengalami Kekerasan Emosional dalam Keluarga Kesari, Anak Agung Istri Indira; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p10

Abstract

Kekerasan emosional adalah bentuk kekerasan nonfisik yang membahayakan keberfungsian kognitif, psikologis, maupun fisiologis individu. Kekerasan jenis ini banyak ditemukan dalam relasi keluarga, terutama orang tua dengan anak. Dampak kekerasan emosional dalam keluarga dapat memengaruhi proses pembentukan identitas anak sebagai salah satu tugas perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika psikologis remaja yang mengalami kekerasan emosional dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi multi kasus. Partisipan penelitian ini terdiri dari tiga remaja berusia 14-21 tahun yang didapatkan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan enam temuan utama, antara lain: 1) gambaran relasi keluarga yang ditinjau dari aspek kontekstual dan aspek relasional; 2) gambaran kekerasan emosional dalam keluarga; 3) dampak kekerasan emosional ditinjau dari aspek kognitif, sosioemosional, dan perilaku; 4) pembentukan identitas remaja yang mengalami kekerasan dalam emosional; 5) pengalaman perundungan di sekolah, dan; 6) pembentukan resiliensi pada remaja yang mengalami kekerasan emosional sekaligus perundungan di sekolah. Implikasi dari penelitian ini memberikan pemahaman bagi orang tua mengenai tindakan kekerasan emosional dalam keluarga dan dampaknya terhadap remaja, serta pentingnya mengembangkan relasi keluarga yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak ke arah yang positif.
Konstruksi Alat Ukur Pantang Menyerah Prajurit TNI Angkatan Udara (IMPI-P32) Geshica, Lavenda; Azwar, Saifuddin
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p01

Abstract

Prajurit TNI Angkatan Udara merupakan populasi yang dihadapkan pada berbagai stresor, seperti pendidikan militer, evaluasi performa secara kontinyu, dan tuntutan untuk menampilkan performa optimal di bahwah situasi yang ambigu dan bahaya. Dengan demikian, prajurit TNI Angkatan Udara perlu untuk memiliki karakter yang membuatnya dapat bertahan di situasi sulit tersebut. Pantang menyerah merupakan trait yang dicirikan dengan hardiness tinggi, kemampuan melakukan koping adaptif, serta efikasi diri tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun alat ukur yang mengukur trait pantang menyerah prajurit TNI Angkatan Udara (IMPI-P32). IMPI-P32 terdiri atas 32 aitem yang mengukur tiga aspek pantang menyerah. Sebanyak 394 prajurit aktif TNI Angkatan udara berpartisipasi dalam penelitian ini. Validitas alat ukur diuji dengan menggunakan validitas konten dan validitas konstrak. Hasil dari penghitungan validitas konten dan konstrak menunjukkan bahwa IMPI-P32 memiliki validitas konten dan validitas konstrak yang diharapkan. Selain itu, seluruh aitem IMPI-P32 juga memiliki indeks korelasi aitem total yang dapat diterima. Melalui analisis reliabilitas dengan menggunakan formula Spearman-Brown, diketahui bahwa alat ukur ini memiliki koefisien reliabilitas di atas 0.90. Hasil ini membuktikan bahwa IMPI-P32 memiliki properti psikometrik yang baik, sehingga IMPI-P32 dapat digunakan dalam pemetaan kepribadian TNI Angkaran Udara yang sesuai dengan budaya militer Indonesia.
Menggambar dan mewarnai sebagai bentuk implementasi art therapy dalam manajemen stres akademik Astuti, Sang Ayu Made Chyntia Putri; Kirana, Nabila Ardhyaswari; Linardo, Lionel Timmy; Widyawati, Putu Eka; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni; Mahendra Putri, Ni Komang Avelia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p07

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan Art Therapy dalam mengelola stres akademik pada Siswa Sekolah Menengah Pertama di SMPK 1 Harapan Denpasar. Hipotesis penelitian yang diajukan adalah “Terapi Seni efektif untuk mengurangi dan mengelola tingkat Stres Akademik Siswa Sekolah Menengah”. Subjek penelitian ini adalah 69 siswa SMPK 1 Harapan Denpasar. Seluruh siswa kelas 9 SMPK 1 Harapan diberikan pre-test untuk mengukur tingkat stres akademik siswa. Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test dan post-test. Sebanyak 69 siswa kelas 9 di SMPK 1 Harapan terpilih untuk mengikuti pelatihan terapi seni. Post-test dilakukan setelah siswa diberikan pelatihan terapi seni. Diungkapkan bahwa tingkat stres siswa yang diberikan terapi seni mengalami penurunan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan bahwa 46 dari 69 peserta (66,66%) mengalami penurunan skor stres akademik. Dari peserta yang mengalami penurunan skor stres akademik tersebut, sebanyak 58.7% peserta mengalami penurunan kategori stres akademik yaitu dari kategori sedang menjadi kategori rendah dan sangat rendah.
Hubungan antara dukungan sosial keluarga dan penerimaan diri individu dengan lupus Widiantari, Ida Ayu; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p02

Abstract

Penerimaan diri sangat penting dimiliki oleh individu dengan lupus untuk menghadapi perubahan yang dialami akibat dari dampak penyakit lupus yang dimiliki. Penerimaan diri ialah proses yang dialami oleh individu untuk menerima kekurangan dan kelebihan diri tanpa melihat karakteristik penyakit yang dimiliki. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi proses penerimaan diri pada individu dengan lupus adalah dukungan sosial keluarga. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri pada individu dengan lupus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 120 individu dengan lupus yang berusia 18 hingga 40 tahun. Teknik pengambilan sampel yang dipakai yaitu purposive sampling. Terdapat dua alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala penerimaan diri dengan reliabilitas sebesar 0,909 dan skala dukungan sosial keluarga dengan reliabilitas sebesar 0,894. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan metode analisis data korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig < 0,05), yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri pada individu dengan lupus. Nilai koefisien korelasi yang positif yaitu r = 0,436 menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri. Implikasi dari penelitian ini yaitu memberikan pemahaman bagi keluarga mengenai pentingnya dukungan yang diberikan oleh keluarga kepada individu dengan lupus serta memberikan masukan dan dukungan bagi individu dengan lupus dalam menerima diri.
Kondisi Mahasiswa Tahun Pertama Pitoy, Fannie Sayreinnie; Lidiawati, Krishervina Rani
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p07

Abstract

Tahun pertama bagi mahasiswa merupakan masa transisi yang kompleks, selain itu di masa pandemi Covid-19 juga terdapat berbagai kendala akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mahasiswa yang tidak mampu menghadapi tantangan dan kendala tersebut berpotensi mengalami stres akademik yang dapat berdampak secara negatif bagi mereka. Mahasiswa tahun pertama memerlukan keyakinan yang kuat pada kemampuan yang dimiliki agar mereka mampu mengelola dan memaksimalkan potensinya untuk menghadapi tantangan transisi dan kendala PJJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap stres akademik mahasiswa tahun pertama di masa pandemi. Penelitian ini diikuti oleh 274 mahasiswa tahun pertama dari berbagai perguruan tinggi dengan rentang usia 18-21 tahun. Self-efficacy dalam penelitian ini diukur menggunakan skala Self-efficacy, sedangkan stres akademik diukur menggunakan alat ukur Stressor Scale for College Student. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan self-efficacy terhadap stres akademik mahasiswa tahun pertama di masa pandemi Covid-19 sebesar 13,6%.
Makna Hidup Perempuan Bali Penyintas Kanker Payudara Vergiana P, Ni Komang Adinda Cahyani; Suarya, L. M. Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p03

Abstract

Kanker payudara merupakan kejadian kanker tertinggi yang sering dialami oleh perempuan di Indonesia. Menurut beberapa penelitian, kanker payudara berkaitan dengan kondisi psikologis yang buruk seperti, depresi dan kecemasan. Kajian lainnya menemukan bahwa kebermaknaan hidup memungkinkan individu memandang penyakit kanker payudara ke arah yang lebih positif seperti, sebagai jalan pertumbuhan pasca trauma. Kebermaknaan hidup juga dikaitkan dengan kepuasan hidup, kesejahteraan psikologis, serta kesehatan yang lebih baik. Berdasarkan beberapa temuan, setiap penyintas kanker payudara memberikan pemaknaan subyektif terhadap penyakit yang dialami. Pemaknaan tersebut terkait erat dengan keyakinan individu yang biasanya dipengaruhi oleh budaya setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna hidup perempuan Bali penyintas kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi, teknik analisis interpretative phenomenological analysis (IPA). Terdapat tujuh tema super-ordinat dalam penelitian ini yaitu, 1) penurunan aktivitas kerja akibat kanker payudara; 2) respon fisiologis (seperti: nyeri payudara, cepat lelah dan mengalami mual, muntah, serta rambut rontok sebagai efek kemoterapi) dan psikologis (seperti: kecewa, sedih, kaget, takut, khawatir, merasa lega pasca operasi) terkait kanker payudara; 3) koping (menjalani pengobatan medis, kegiatan religius, dan membuat sarana upacara); 4) keputusan menjalani pengobatan medis; 5) hambatan selama pengobatan; 6) pandangan tentang penyakit kanker payudara; dan 7) perasaan bersyukur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa setiap penyintas kanker payudara memiliki pemaknaan unik tentang penyakit kanker payudara. Walaupun demikian, mereka sama-sama memaknai hidupnya mengalami penurunan aktivitas kerja. Terlepas dari pemaknaan hidup yang disampaikan, penyintas kanker payudara tetap menunjukkan rasa syukur atas hal-hal baik yang telah mereka alami selama menjalani perawatan.
Program Pengembangan Kompetensi Guru PGTK untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa dengan Metode Jolly Phonics Indrijati, Herdina; Mastuti, Endah; Ilham, Rhajiv Nur
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p04

Abstract

Lately, problems related to pupils’ reading skill at school is increasing. So, teachers have to give more attention to the addressed problems. This study aims to examine the effectivity of the training for kindergarten teacher to uplift pupils’ reading skill through the jolly phonics method. This study involved 29 participants who work as kindergarten teacher in Jember. The training consisted of the presentation from experts, group discussion, role play, pre-test, and post-test. Data was analyzed using Wilcoxon Signed Ranks Test to examine the score difference before and after the training was implemented. Result shows that there is significant increasement (p=0,000) of the participants’ score after the training was implemented. Result of this study could be used as additional reference for implementing jolly phonics method to increase reading skill of the pupils at school.