cover
Contact Name
Fathiah Alatas
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
edusains-fitk@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EDUSAINS
ISSN : 19797281     EISSN : 24431281     DOI : 10.15408/es
Core Subject : Education,
EDUSAINS is a journal publishing the Natural Science Education, Biology Education, Physics Education, and Chemistry Education Journal. Edusains is published by Center for Science Education (CSE) which is located in Departement of Natural Science Education, Faculty of Education and Teachers' Training, Islamic State University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
DESKRIPSI PERKEMBANGAN KETERAMPILAN KERJA ILMIAH DENGAN PENDEKATAN INKUIRI BERBASIS SCAFFOLDING TERHADAP SISWA KELAS XI IPA SMAN 7 PONTIANAK Rahmat Rasmawan
EDUSAINS Vol 6, No 1 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v6i1.1097

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan perkembangan keterampilan kerja ilmiah siswa melalui model pembelajaran inkuiri berbasis Scaffolding pada materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPA2 SMAN 7 Pontianak yang berjumlah 34 siswa. Data penelitian dikumpulkan dari hasil LKS dengan pendekatan keterampilan kerja ilmiah pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan individual siswa pada pertemuan pertama, kedua, ketiga dan keempat yang secara berurutan adalah 15%, 58%, 70% dan 87%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berbasis scaffolding dapat mengembangkan keterampilan kerja ilmiah siswa.
EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (EfSD): GAP OF INDICATORS FOR ENVIRONMENTAL LITERACY ACHIEVEMENT IN THE MIDDLE SCHOOL CURRICULUM Widy - Anggraini; Puguh - Karyanto; Sarwanto - Sarwanto
EDUSAINS VOL 10, NO 2 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.915 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i2.9041

Abstract

EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (EfSD): KESENJANGAN INDIKATOR UNTUK PENCAPAIAN LITERASI LINGKUNGAN DALAM KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMAAbstractEnvironmental education is one way to empower the environment where literacy can support sustainable development programs known as Education for Sustainable Development (EfSD). This study aimed to analyze the environmental literacy indicators in the curriculum of middle schools. The lesson plan in the middle school became the main subject for document analysis. This research is evaluation research. The data were collected with non-test techniques in the form of interviews and documentation. Qualitative analysis in the form of a matrix became the instrument used to analyze the gap of the indicators of the ideal knowledge and those of the aktual knowledge. The results indicated that out of 20 aktual indicators, there were 10 irrelevant indicators with the ideal indicators according to the New Ecological Paradigm (NEP) and the ecological concept according to Lewinsohn. The gap between indicators of achieving environmental literacy can be overcome by substituting the overall ecological concept in the lesson plan for the environment-related material. The existence of a strong ecological concept is expected to be the initial provision for students to empower environmental literacy.AbstrakPendidikan lingkungan menjadi salah satu cara untuk memberdayakan literasi lingkungan sehingga dapat mendukung program pembangunan berkelanjutan atau dikenal sebagai Education for Sustainable Development (EfSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan indikator pencapaian literasi lingkungan dalam kurikulum sekolah menengah pertama (SMP). Rencana perangkat pembelajaran di SMP menjadi subjek utama dokumen yang dianalisis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi (evaluation research). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non-tes berupa wawancara dan dokumentasi. Analisis kualitatif dalam bentuk matriks menjadi alat yang digunakan dalam menganalisis kesenjangan indikator pengetahuan ideal dengan indikator aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 indikator aktual terdapat 10 indikator yang tidak relevan dengan indikator ideal menurut New Ecological Paradigm (NEP) dan konsep ekologi menurut Lewinsohn. Kesenjangan antara indikator pencapaian literasi lingkungan dapat diatasi dengan mensubstitusi konsep ekologi secara utuh kedalam rencana pelaksanaan pembelajaran untuk materi yang berhubungan dengan lingkungan. Adanya konsep ekologi yang kuat diharapkan dapat menjadi bekal sejak dini bagi siswa untuk memberdayakan literasi lingkungan.
ANALISIS PERTANYAAN PADA BUKU TEKS KIMIA BERDASARKAN QUESTION CATEGORY SYSTEM FOR SCIENCE(QCSS) Cita Yohana Restu Awaliyah; Tonih Feronika; Salamah Agung
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.809 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanyaan yang dikembangkan pada buku teks kimia SMA negeri di Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis isi dengan desain penelitian kualitatif dan teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar analisis klasifikasi pertanyaan berdasarkan Question Category System For Science (QCSS).Terdapat tiga buku yang dianalisis. Hasil penelitian menujukan bahwa pertanyaan yang dikembangkan pada semua sampel didominasi oleh pertanyaan tertutup. Buku teks kimia Asebesar 79,24%, buku teks kimia B 64,10%, buku teks kimia C sebesar 71,17%. Maka dapat disimpulkan hasil penelitian menunjukan bahwa pertanyaan yang dikembangkan pada buku teks kimia di SMA Negeri di Kota Tangerang Selatan memilki persamaan antara satu dengan yang lainya yaitu sama–sama didominasi oleh pertanyaan tertutup kategori berfikir konvergen. Kata Kunci: analisis pertanyaan, buku teks kimia, Question Category System
REDUCING STUDENTS’ MISSCONCEPTION IN GEOMETRICAL OPTICS WITH (PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING) Sri Lestari Handayani; Kusmajid Kusmajid; Mimin Ninawati
EDUSAINS VOL 10, NO 2 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.673 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i2.7466

Abstract

MEREDUKSI MISKONSEPSI MAHASISWA MATERI OPTIK GEOMETRI MAHASISWA MELALUI PENERAPAN POGIL (PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING)AbstractMisconception becomes one of the causes of understanding students' concepts to be incompatible with scientific concepts. The purpose of this research is to know the application of POGIL model (Process Oriented Guided Inquiry Learning) in reducing misconception of PGSD UHAMKA student in optical geometry subject. The design of this research is experimental research in the form of One Group Pretest-Posttest Design. The population of this research is 3rd year PGSD UHAMKA students who follow the course of physics basic concept. The sample of this research is taken by using purposive sampling as many as 34 students. Data were collected using a written test. The written test used is a multiple-choice, three-tiered diagnostic test. The data of this research were analyzed by analysis of test scans, interpretation analysis of diagnostic tests, misconception rate analysis, and analysis of misconception reduction. Misconception level analysis uses percentages that fall into low, medium, and high categories. The analysis of misconceptions decreased by using the comparison test of student misconceptions scores on pretest and posttest. The highest misconception experienced by students is 49% medium criterion and occurs in indicators understand the process of refraction of light and associated magnitudes. The lowest misconception of 21% with low criterion occurs in the indicators to understand the process of shadow formation in a concave mirror. The mean decrease in misconception of PGSD students after POGIL learning was 8.954%. These results indicate that POGIL can reduce student misconceptions although it is in small category. AbstrakMiskonsepsi menjadi salah satu penyebab pemahaman konsep mahasiswa menjadi tidak sesuai dengan konsep ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) dalam mereduksi miskonsepsi mahasiswa PGSD UHAMKA materi optik geometri. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen berupa One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa PGSD UHAMKA Semester 5 yang mengikuti mata kuliah Konsep Dasar Fisika. Sampel penelitian ini diambil dengan meggunakan purposive sampling sebanyak 34 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes tertulis. Tes tertulis yang digunakan berupa tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis penskoran tes, analisis interpretasi tes diagnostik, analisis tingkat miskonsepsi, dan analisis penurunan miskonsepsi. Analisis tingkat miskonsepsi menggunakan prosentase yang termasuk dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi. Analisis penurunan miskonsepsi menggunakan uji gain perbandingan skor miskonsepsi mahasiswa pada pretest dan posttestnya. Miskonsepsi tertinggi yang dialami oleh siswa sebesar 49 % berkriteria sedang dan terjadi pada indikator memahami proses pembiasan cahaya dan besaran-besaran yang terkait. Miskonsepsi terendah sebesar 21% berkriteria rendah terjadi pada indikator memahami proses pembentukan bayangan pada cermin cekung. Rata-rata penurunan miskonsepsi mahasiswa PGSD setelah pembelajaran POGIL sebesar 8,954%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa POGIL dapat mereduksi miskonsepsi mahasiswa meskipun tergolong kecil. 
ANALYSIS OF CHRITICAL THINKING SKILL OF STUDENTS ON THE CONCEPT OF ‎HUMAN MOVEMENT SYSTEM USING CONCEPT MAP nengsih juanengsih; dhuhana putri ramadhani; yuke mardiati
EDUSAINS Vol 9, No 2 (2017): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.432 KB) | DOI: 10.15408/es.v9i2.5407

Abstract

Critical thinking are capability that need to analyzing, making decisions,  solving problems and making arguments. This study aims to find out critical thinking skills used concept map on human skeletal and muscular system concept. The research was conducted in State Senior High School 2 of South Tangerang City. The method used was descriptive research. The sampling was done by purposive sampling technic, and the action class was randomly determined by the teacher. The sample were 29 students. The instrument used were the concept map and interview sheet which have been tested for the validity and the reliability.  The data were analyzed by descriptive quantitative and qualitative statistic. The result shows that critical thingking skills used concept map was low-sore on average 31.95%. Concept Map can used for measure critical thinking skills especially on analysis and synthesis. Critical thingking skills used concept map indicator include two indicator, such as  analysis 34.3 %, synthesis 29.08%. Keywords : Critical Thingking skills; concept map; human skeletal and muscular system   
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT Rizki Nurhidayah; Dedi Irwandi; Nanda Saridewi
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.309 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.1397

Abstract

Abstract This research aims to develop a guided inquiry-based modules in the material of the electrolyte and nonelectrolytes solution. Module development using 4-D models (Define, Design, Develop and Disseminate). In this study, the development of modules is limited at the stage of develop. Data obtained from the development of guided inquiry-based modules and the results of questionnaire responses by student. Validation of the contents of the module is done by two expert lecturers and one chemistry teacher. The trial of the module is conducted by 36 students of X MIA 2 class in SMAN 66 Jakarta. Based on data from the test results of questionnaire responses by students, obtained a percentage of each component. Module characteristics component at 80.12%, The quality element of the module component at 77.24%, inquiry learning component at 75.96%, consistency component at 75.53% and 74.25% of the linguistic component. Overall, the average percentage of modules is at76.62% with good criteria. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit. Pengembangan modul menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Namun, dalam penelitian ini hanya dibatasi pada tahap Develop saja. Data diperoleh dari proses pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing dan hasil angket respon siswa. Validasi isi modul dilakukan oleh dua orang dosen ahli dan satu orang guru kimia dan uji coba modul dilakukan terhadap 36 siswa kelas X MIA 2 di SMAN 66 Jakarta. Berdasarkan data hasil uji coba dari angket respon siswa diperoleh persentase rata-rata tiap aspek komponen, yaitu komponen karakteristik modul sebesar 80,12%, komponen elemen mutu modul sebesar 77,24%, komponen pembelajaran inkuiri sebesar 75,96%, komponen konsistensi sebesar 75,53% dan komponen kebahasaan sebesar 74,25%. Secara keseluruhan, persentase rata-rata modul sebesar 76,62% dengan kriteria baik.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i1.1397
STUDENT'S ATTITUDE DESCRIPTION TOWARD PHYSICS ON SECONDARY SCHOOL Maison Maison; Astalini Astalini; Dwi Agus Kurniawan; Senja Yuniyarsih
EDUSAINS Vol 10, No 1 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.02 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i1.7214

Abstract

DESKRIPSI SIKAP SISWA SMA NEGERI  PADA MATA PELAJARAN FISIKA AbstractThe purpose of this study was to determine the attitudes of students toward the subjects of Physics at SMA Negeri 3 Muaro Jambi based on the attitude assessment indicators of TOSRA (Test of Science Related Attitudes). This research uses mixed methods research with an explanatory design. The research subjects were students of class X and XI MIA at SMA Negeri 3 Muaro Jambi totaling 160 students. Data analysis techniques used descriptive statistics for quantitative data and Miles Huberman analysis for qualitative data. The results of the research on the three indicators show that students are categorized as having a right attitude on the indicator 'social implications on physics' with a percentage of 52%, sufficient attitude on the indicator 'normality of scientists' with a percentage of 63%, and enough attitude on the dimension of 'career interest in physics' with 58% percentage. A high rate of these three categories is supported by qualitative data from interviews which state that physics discoveries have significant benefits for technological development, the work of scientists requires a lot of time in the laboratory, and students have the desire to work in the field of physics, but feel they cannot master physics concepts.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap siswa terhadap mata pelajaran Fisika di SMA Negeri 3 Muaro Jambi berdasarkan indikator penilaian sikap dari TOSRA (Test of Science Related Attitudes). Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods research) dengan desain explanatory. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan XI MIA di SMA Negeri 3 Muaro Jambi yang berjumlah 160 siswa. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk  data kuantitatif dan analisis Miles Huberman untuk data kualitatif. Hasil penelitian pada ketiga indikator menunjukkan bahwa siswa dikategorikan memiliki sikap baik pada indikator ‘implikasi sosial terhadap fisika’ dengan presentase 52%, sikap cukup pada indikator ‘normalitas ilmuwan’ dengan persentase 63%, dan sikap cukup pada dimensi ‘ketertarikan berkarir dibidang fisika’ dengan persentase 58%. Persentase yang tinggi ketiga kategori ini didukung oleh data kualitatif hasil wawancara yang menyatakan bahwa penemuan-penemuan fisika memiliki manfaat yang besar untuk perkembangan teknologi, pekerjaan ilmuwan memerlukan waktu yang banyak di laboratorium, dan siswa memiliki keinginan untuk bekerja di bidang fisika, tetapi merasa tidak memiliki kemampuan dalam menguasai konsep-konsep fisika. 
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN E-LEARNING TERHADAP KEMANDIRIAN DAN MINAT BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH WAWASAN DAN KAJIAN MIPA Anggiyani Ratnaningtyas Eka Nugraheni; Dina Dina
EDUSAINS Vol 9, No 1 (2017): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.116 KB) | DOI: 10.15408/es.v9i1.5458

Abstract

Abstract The aim of this study was to determine the effect of the implementation of e-learning to the students’ independence and interests in Science insight and Study Course. The used method was experimental post-test only control group design by questionnaire sheets. The subjects were Chemistry Education students year 2015. The results of the hypothesis-test showed that there are no significant differences of independence and interest in both of groups. However, the results of descriptive data analysis showed that the average students’ independence and interest in the experimental was higher than the control group. The experimental group mean of 3.67 (good), while the control group average of 3.48 which are at the same category. Average students’ interest in the experimental group of 4.21 (very good), while the average in the control group at 4.08 (good). In addition, based on the questionnaire of students’ responses toward e-learning obtained mean of 4.51 (very good). Keywords: e-learning; learning independent; learning interest Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran e-learning terhadap kemandirian dan minat belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Wawasan dan Kajian MIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan post-test only control group design dan instrumen lembar angket. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2015. Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemandirian dan minat belajar pada kedua kelompok. Namun, hasil analisis data deskriptif menunjukkan bahwa rerata kemandirian dan minat belajar mahasiswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rerata kelompok eksperimen sebesar 3,67 (baik), sedangkan rerata kelompok kontrol sebesar 3,48 yang berada pada kategori yang sama. Rerata minat belajar mahasiswa pada kelompok eksperimen sebesar 4,21 (sangat baik), sedangkan rerata pada kelompok kontrol sebesar 4,08 (baik). Selain itu, berdasarkan angket respon mahasiswa terhadap pembelajaran e-learning diperoleh rerata sebesar 4,51 (sangat baik). Kata Kunci: pembelajaran e-learning; kemandirian belajar; minat belajar  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.5458  
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING TIPE SHARED DAN WEBBED UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KPS SISWA Muhammad Yusuf; Ana Ratna Wulan
EDUSAINS Vol 8, No 1 (2016): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.665 KB) | DOI: 10.15408/es.v8i1.1730

Abstract

Abstract The research aimed to analyze the improvement of students’ concept mastery and science process skills through the implementation of discovery learning using integrated instruction of shared and webbed types on the topic of Global Warming. The method adopted was quasi experiment with the matching-only pretest-posttest control group design. The research instruments used were a test consisted of multiple choice questions on concept mastery and science process skills, an observation form of the implementation of instruction for teachers and students, an observation form for the implementation of science process skills for students, and a questionnaire on teachers and students’ response on the overall teaching and learning process. Research results showed that there was a significant difference between the use of integrated learning model of shared and webbed types in improving students’ concept mastery. Further results demonstrated that there was no significant difference in the use of integrated learning of shared-integrated and webbed-integrated types in improving students’ science process skills. In addition, results of teachers’ and students’ response questionnaires reveal good responses to the learning model. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains (KPS) peserta didik melalui penerapan model pembelajaran discovery learning menggunakan pembelajaran keterpaduan tipe shared dan webbed pada materi Pemanasan Global. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan The Matching-Only Pretest-Posttest Control Group Design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes penguasaan konsep dan tes KPS berbentuk tes tertulis jenis pilihan ganda, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran bagi guru dan peserta didik, lembar keterlaksanaan KPS bagi peserta didik, serta angket tanggapan guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran discovery learning tipe keterpaduan shared dengan tipe keterpaduan webbed untuk meningkatkan penguasaan konsep peserta didik. Hasil lainnya menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran discovery learning tipe keterpaduan shared dengan tipe keterpaduan webbed untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Hasil angket tanggapan guru dan peserta didik memberikan tanggapan baik terhadap model pembelajaran. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i1.1730
THE DEVELOPMENT OF STUDENTS ATTITUDE INSTRUMENT TOWARDS MATHEMATICS PHYSICS CLASS Astalini Astalini; Maison Maison; Muhammad Ikhlas; Dwi Agus Kurniawan
EDUSAINS Vol 10, No 1 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.357 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i1.7213

Abstract

PENGEMBANGAN INSTRUMEN SIKAP MAHASISWA TERHADAP MATA KULIAH FISIKA MATEMATIKA Abstract Attitude in college activity in college is very important. Attitude in the course can affect the success of students in following the lecture, as well as the attitude of students in the Mathematical Physics course. To know the attitude is required an instrument. In reality, however, it is difficult to find an attitude assessment instrument for Mathematics Physics courses. Therefore, a development research that aims to develop a student attitudinal assessment instrument on the Mathematical Physics course. This type of research is a research and development (R&D) developed by Sugiyono (2016). The test was conducted to determine the validity and reliability of the questionnaire. The results of questionnaire test that has been disseminated to 46 students who have contracted the mathematical physics course were analyzed using Partial Least Square (PLS) technique. Based on research and development result, obtained 7 questionnaire indicator consisting of 61 items of valid statement. Based on the questionnaire analysis has a good validity for each question item. Reliability coefficient of each indicator obtained is equal to 0,927; 0.951; 0.921; 0.929; 0.963; 0.944; 0.962.  Abstrak Sikap dalam  kegiatan perkuliahan di perguruan tinggi sangatlah  penting. Sikap dalam perkuliahan dapat mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan, demikian juga dengan sikap mahasiswa dalam perkuliahan Fisika Matematika. Untuk mengetahui sikap tersebut diperlukan sebuah instrument. Namun pada kenyataannya, sulit sekali mencari instrumen penilaian sikap terhadap mata kuliah Fisika Matematika. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian sikap mahasiswa terhadap mata kuliah Fisika Matematika. Jenis penelian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development/R&D) yang dikembangkan oleh Sugiyono (2016). Uji coba dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari angket. Hasil uji coba angket yang telah disebar kepada 46 mahasiswa yang telah mengontrak mata kuliah fisika matematika dianalisis dengan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS).Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, diperoleh 7 indikator angket yang terdiri dari 61 item pernyataan yang valid. Berdasarkan analisis angket memliliki validitas yang baik untuk setiap item pertanyaan. Koefisien reliabilitas tiap indikator yang diperoleh ialah sebesar 0,927; 0,951; 0,921; 0,929; 0,963; 0,944; 0,962.  Permalink/DOI:http://dx.doi.org/10.15408/es.v10i1.7213  

Page 7 of 31 | Total Record : 303