cover
Contact Name
Fathiah Alatas
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
edusains-fitk@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EDUSAINS
ISSN : 19797281     EISSN : 24431281     DOI : 10.15408/es
Core Subject : Education,
EDUSAINS is a journal publishing the Natural Science Education, Biology Education, Physics Education, and Chemistry Education Journal. Edusains is published by Center for Science Education (CSE) which is located in Departement of Natural Science Education, Faculty of Education and Teachers' Training, Islamic State University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
THE EFFECT OF PREZY AND EXE-LEARNING MEDIA ON CHEMICAL LEARNING RESULTS Roza Linda; Sri Wilda Albeta; Masnaini Masnaini; Sulismawati Sulismawati
EDUSAINS Vol 10, No 1 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.735 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i1.7204

Abstract

PENGARUH MEDIA PREZI DAN EXE-LEARNING TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN KIMIA Abstract Development of information technology in education such as the existance of media that derived from e-learning has made it easier in teaching and learning process. This study aimed to investigate the effectiveness of Prezi and eXe-Learning media in students’activities and their learning outcome. This study used a quasi-experimental design. The research instrument used test questions based on subject of chemistry bonding and molecules with the participants are 72 students from Senior High School in Pekanbaru. The students come from 2 different classes: class used Prezi (36) and class used eXe-Learning media (36). The result showed a significant difference in students’ activities between groups that used Prezi and eXe-Learning media. For learning outcome, there was no any significant difference between student that used prezi and eXe-Learning media.  Abstrak Perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan seperti penggunaan media pembelajaran e-learning mempermudah proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas media pembelajaran prezi dan eXe-Learning dalam hal aktivitas belajar dan hasil belajar  peserta didik.  Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan instrumen penelitian berupa soal ujian pada materi pembelajaran ikatan kimia dan bentuk molekul dengan sampel penelitian peserta didik sekolah menengah atas di Pekanbaru sebanyak 72 orang peserta didik yang terdiri dari kelas yang menggunakan media prezi (36) dan media eXe-Learning (36). Hasil analisis didapati perbedaan yang signifikan aktivitas belajar kelas yang menggunakan media prezi dengan media eXe-Learning. Sementara untuk hasil belajar kedua kelas menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan media prezi dengan media eXe-Learning.  Permalink/DOI:http://dx.doi.org/10.15408/es.v10i1.7204
ANALISIS PENGEMBANGAN KARAKTER, KETERAMPILAN PROSES SAINS, DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA TOPIK KOLOID MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING Al Hafit Nur; Wahyu Sopandi; Iqbal Mustapha
EDUSAINS VOL 8, NO 2 (2016): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.099 KB) | DOI: 10.15408/es.v8i2.1849

Abstract

Abstract This study aims to obtain a model of learning that develop character values​​, science process skills, and mastery of concepts students. This study was designed with a quasi-experimental methods, to form "the two-group pretest-posttest design". The instrument used in this study is the science process skills test items and mastery of concepts, student worksheets, observation sheets and questionnaires of students and teachers. The subjects of this study were students at one of the high schools in Kampar regency of Riau as many as 24 peoples in experimental class and 24 peoples in control class. The results showed that the guided inquiry learning students can develop character, enhancing science process skills and mastery of concepts students colloid significantly compared to conventional learning. Keywords: Guided inquiry; character values​​; science process skills; mastery of concepts; colloid Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lembar kerja siswa (LKS) berbasis mind map Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu model pembelajaran yang mengembangkan nilai-nilai karakter, keterampilan proses sains, dan penguasaan konsep siswa. Penelitian ini dirancang dengan metode kuasi eksperimen, dengan bentuk “the two-group pretest-postest design”. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah butir tes keterampilan proses sains dan penguasaan konsep, lembar kerja siswa, lembar observasi, dan angket siswa dan guru. Subyek penelitian ini adalah siswa di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Kampar Riau sebanyak 24 orang kelas eksperimen dan 24 orang kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing dapat mengembangkan karakter siswa, meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep koloid siswa yang signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Inkuiri terbimbing; nilai-nilai karakter; keterampilan proses sains; penguasaan konsep; koloid  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.1849  
PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMP TEMA LIMBAH DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA Ida Nur Fatmawati; Setiya Utari
EDUSAINS Vol 7, No 2 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.073 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i2.1750

Abstract

Abstract Scientific literacy is important to be mastered by the students, because scientific literacy is the ways of science used sudents to face the problem in their life. Levels of inquiry is the hierarkies of learning from discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson, inquiry laboratory, real-world application, dan hyphotetical inquiry. The purpose of this study is to analyze the increasing of scientific literacy of high school students after the implementation levels of inquiry theme the waste and the way to ward off. The study was conducted three times a meeting on 32 students of class VII at SMP Negeri 8 Cimahi. This study used a pre experimental with one group pretest-posttest design. The result showed that scientific literacy was increase after the implementation of levels of inquiry. The increasing of scientific literacy was 12,2%. The paired t test show that there is the difference significantly between mean pretest and mean postest. Beside the paired t test, the magnitude of effect size is 0,9 that show large category. This result indicates that levels of inquiry has large contribution to increase the scientific literacy. AbstrakLiterasi sains penting untuk dikuasai oleh peserta didik karena merupakan cara-cara sains yang dapat digunakan oleh seseorang untuk mengatasi permasalahan hidup secara lebih bertanggung jawab untuk kehidupan yang lebih baik. Levels of inquiry merupakan hierarki pembelajaran yang sistematis dan komprehensif dimulai dari tahap discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson, inquiry laboratory, real-world application, dan hyphotetical inquiry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan literasi sains siswa SMP setelah diterapkan levels of inquiry pada tema limbah dan upaya penanggulangannya. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes literasi sains yang berupa pilihan ganda. Penelitian dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan pada 32 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode preeksperimen dengan one group Pretest-Posttest Design. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa setelah diterapkan levels of inquiry, literasi sains mengalam peningkatan sebesar 12,2%. Hasil paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai pretes dan postes. Selain uji paired t-test, hasil penghitungan effect size sebesar 0,9 yang termasuk dalam kategori besar (large). Hal ini menunjukkan bahwa levels of inquiry memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan literasi sains siswa.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.1750
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DI MADRASAH ALIAH NEGERI SE-JAKARTA SELATAN Rosita Primasari; Zulfiani Zulfiani; Yanti Herlanti
EDUSAINS Vol 6, No 1 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.722 KB) | DOI: 10.15408/es.v6i1.1101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang menggambarkan tentang penggunaan media pembelajaran yang digunakan oleh guru biologi dalam proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan di lima MAN yang ada di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel penelitian ini berjumlah lima orang guru biologi dan 153 siswa kelas X. Hasil penelitian yang didapat bahwa media yang sering digunakan oleh guru di kelas pada pembelajaran biologi adalah ICT atau multimedia, media gambar diam, dan media gambar gerak, sedangkan media yang jarang digunakan adalah media relia dan film dengan suara. Guru mempertimbangkan karakteristik konsep biologi dalam menentukan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi yang menggambarkan tentang penggunaan media pembelajaran yang digunakan oleh guru biologi dalam proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan di lima MAN yang ada di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel penelitian ini berjumlah lima orang guru biologi dan 153 siswa kelas X. Hasil penelitian yang didapat bahwa media yang sering digunakan oleh guru di kelas pada pembelajaran biologi adalah ICT atau multimedia, media gambar diam, dan media gambar gerak, sedangkan media yang jarang digunakan adalah media relia dan film dengan suara. Guru mempertimbangkan karakteristik konsep biologi dalam menentukan media pembelajaran.
Pembelajaran IPA Terpadu dengan Tipe Connected dengan Model Experiential Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Ridyah, Surya Warni; Sriyati, Siti
EDUSAINS VOL 8, NO 2 (2016): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.476 KB) | DOI: 10.15408/es.v8i2.1802

Abstract

AbstractThis study aims to identify the increasing mastery of skills of junior high school science students after the application of the Experiential Learning in Integrated Science learning. The method used was pre-experimental with design pretest-posttest of one-group which was conducted in one of the Junior High School in Bandung, with a sample of eighth grade students (Class VIII H) as many as 34 students in the 2nd half of 2014/2015 academic year. The research instrument was like pretest and posttest to measure the increase of science process skills, finished learning observation sheets and questionnaires to determine the response of students to the implementation of Experiential Learning model. The results showed integrated science learning by implementation of Integrated Experiential Learning model can improve skills of science process skills of junior high school students. Increased each KPS's indicator has a value that varies in sequence from largest to smallest: hypothesizing (0,65), interpretating (0,58), applying the concept (0,36) and communicating (0,35).These results indicated the model of Experiential Learning is one of learning model that can improve students' mastery KPS.Keywords: connected; experiential  learning; science process skillsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan keterampilan proses sains siswa SMP setelah penerapan model experiential learning pada pembelajaran IPA Terpadu. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest yang dilakukan di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung, dengan sampel siswa kelas VIII H sebanyak 34 siswa semester 2 Tahun Ajaran 2014/2015. Instrumen penelitian berupa soal pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan keterampilan proses sains, lembar observasi untuk keterlaksanaan pembelajaran, dan lembar angket untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran IPA Terpadu dengan penerapan model experiential learning dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP pada topik tekanan. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata skor N-Gain dari penguasaan konsep siswa sebesar 0,55 berada pada kategori sedang. Rata-rata N-gain KPS adalah 0,53 pada kategori sedang. Peningkatan masing-masing indikator KPS memiliki nilai yang bervariasi secara berurut dari yang terbesar hingga terkecil yaitu: berhipotesis (0,65), interpretasi (0,58), menerapkan konsep (0,36) dan mengkomunikasikan (0,35). Hasil-hasil ini menunjukkan model experiential learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa.Kata Kunci: connected; experiential learning; keterampilan proses sains Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.1802 
PERBEDAAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS ANTARA SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR DENGAN SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA KONSEP SEL Zulfiani, Zulfiani; Octaviana, Hesty; Miranto, Sujiyo
EDUSAINS Vol 7, No 2 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.742 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i2.1405

Abstract

AbstractThis research aims to determine the difference between the science generic skills of students that using structured inquiry learning models with students that using guided inquiry learning models. The research was conducted in SMAN 74 Jakarta in grade XI. The method that used is quasi-experiment by using purposive sampling technique. These samples included 32 people for each experiment class I and experiment class II. Science generic skills of students that using guided inquiry learning models is better than students that using structured inquiry learning models. Percentage achievement of science generic skills in the experiment class I is 69.7% moderate criteria and the experiment class II is 74.37% moderate criteria. In the experiment class I, the highest percentage of science generic skills acquired by building concepts aspect with 98.44% and the lowest percentage acquired by causation aspect with 44.53%, while the experiment class II get the highest percentage of science generic skills acquired by building concepts aspect with 82.81%, and the lowest percentage acquired by causation aspect with 50.78%. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Keterampilan Generik Sains antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terstruktur dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 74 Jakarta pada kelas XI. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Sampel penelitian berjumlah 32 orang pada kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II. Hasil penelitian yang didapat Keterampilan Generik Sains siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terstruktur. Persentase ketercapaian Keterampilan Generik Sains pada kelas eksperimen I sebesar 69,7% dengan kriteria sedang dan pada kelas eksperimen II sebesar 74,37% dengan kriteria sedang. Pada kelas eksperimen I persentase Keterampilan Generik Sains tertinggi diperoleh aspek membangun konsep dengan persentase 98,44% dan terendah diperoleh aspek hukum sebab akibat dengan persentase 44,53%, sedangkan pada kelas eksperimen II persentase Keterampilan Generik Sains tertinggi diperoleh aspek membangun konsep dengan persentase 82,81% dan terendah diperoleh aspek hukum sebab akibat dengan persentase 50,78%.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.1405
ANALYZING IMMUNOLOGY SYSTEM CONTENT OF BIOLOGY REFERENCE BOOK BASED ON PROBLEM SOLVING AND SCIENTIFIC REASONING ASPECT dhora vasminingtya charysma; sri Widoretno; Sri Dwiastuti
EDUSAINS VOL 10, NO 2 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.459 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i2.8782

Abstract

ANALISIS KONTEN KONTEKS BUKU REFERENSI BIOLOGI MATERI SISTEM IMUN BERDASARKAN ASPEK PEMECAHAN MASALAH DAN PENALARAN ILMIAH AbstractProblem-solving is a vital component under the cognitive standard of the 21st century skills for preparing students to face global competition. Problem-solving supported by another skill, one of which is scientific reasoning. Research objective is to analysis profile content and context of Biology module by interaction of problem-solving and scientific reasoning aspects. Research procedure was done by using descriptive qualitative. This research applied Toulmin Argument Pattern (TAP) as a basic framework to identify the scientific reasoning aspects. Data obtained from the questionnaire, survey, and analyze descriptively. Result indicates that the majority of Biology references doesn’t required of balance proportion interaction of problem-solving and scientific reasoning aspects. The lower aspect both of content and context was located in aspect explore the strategies and Look back and evaluate for Ground and Rebuttal aspects. In addition, this result can be used to inform future development of instruction and assessment problem solving and scientific reasoning skills.AbstrakPemecahan masalah merupakan komponen utama pada keterampilan kognitif di abad ke 21 untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Keterampilan pemecahan masalah atau problem solving didukung oleh berbagai keterampilan yang lain, salah satunya adalah penalaran ilmiah (scientific reasoning). Tujuan penelitian ini untuk melakukan analysis profile pada konten dan konteks dari modul biologi yang digunakan di sekolah SMA di Indonesia. Analysis dilakukan dengan menguji buku yang digunakan di SMA berdasarkan indikator yang dibangun dari interaksi aspek pemecahan masalah dan penalaran ilmiah.penelitian ini mengaplikasikan aspek penalaran ilmiah yang dibangun dari Toulmin Argument Pattern (TAP). Penelitian ini menghasilkan data dari studi kasus pada buku yang beredar di sekolah SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku biologi yang banyak beredar di pasaran dan sekolah belum memenuhi proporsi yang seimbang pada aspek pemecahan masalah dan penalaran ilmiah yang berdampak pada kurangnya keterampilan siswa dalam bernalar dan menemukan solusi dari masalah yang diberikan. Sebagai tambahan, aspek yang paling rendah yaitu aspek explore dan look back yang belum terakomodasi baik secara konten maupun konteks pada buku biologi yang ada di sekolah.  
LEARNING MODEL DEVELOPMENT BASED ON ENVIRONMENTAL EDUCATION USING WETLAND AT ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOLS IN BANJARMASIN khairunnisa .; Salamah .
EDUSAINS Vol 10, No 1 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.812 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i1.7217

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN LINGKUNGAN DENGAN LAHAN BASAH PADA MADRASAH IBTIDAIYAH DI KOTA BANJARMASIN   Abstract This research is aimed to know how the environmental based learning by introducing wetland at Islamic elementary schools in Banjarmasin have been going recently (teachers’ understanding, design, process, and learning evaluation),and how are the learning model which is based on environmental education on wetland can be developed and implemented at Islamic elementary schools in Banjarmasin.This research is a developmental research with Research and Development (R&D) approach through preliminary research, small scale testing model development, and wide scale testing model validation. The research is conducted at MI Darun Nasihin, MI Sulamut Taufiq, and MI Nurul Islam.The data is collected through documentation, questionnaires, interview, and observation. The data is analyzed descriptive-qualitatively through data reduction, data display, and verification. After wide scale testing on the model which was developed and tried out using learning instrument adapted with the materials about ecosystem balance, the materials were then taught to the six graders of Islamic elementary school through the following implementation steps: orientation, relating, exploration, finding problems, group investigation, work result discussion, clarification, and resolution. The model is proved to be able to be developed at Islamic elementary schools in Banjarmasin, viewed from the students learning evaluation with the percentage in very good category. Students behavior also shows positive influence which means the learning has been able to stimulate students’ positive behaviors such as caring, being open-minded, being appreciative to what people are saying, and being responsible.The model development is also supported by good response from students and teachers towards students’ workbook and teaching learning process.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran berbasis lingkungan dengan memperkenalkan lahan basah di sekolah dasar Islam di Banjarmasin telah berjalan baru-baru ini (pemahaman, desain, proses, dan evaluasi pembelajaran guru), dan bagaimana model pembelajaran yang didasarkan pada pendidikan lingkungan di lahan basah dapat dikembangkan dan diimplementasikan di sekolah dasar Islam di Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan pendekatan Research and Development (R & D) melalui penelitian pendahuluan, pengembangan model pengujian skala kecil, dan validasi model pengujian skala luas. Penelitian dilakukan di MI Darun Nasihin, MI Sulamut Taufiq, dan MI Nurul Islam. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, angket, wawancara, dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui reduksi data, tampilan data, dan verifikasi. Setelah pengujian skala luas pada model yang dikembangkan dan diujicobakan menggunakan instrumen pembelajaran yang disesuaikan dengan materi tentang keseimbangan ekosistem, materi kemudian diajarkan kepada enam siswa sekolah dasar Islam melalui langkah-langkah implementasi berikut: orientasi, berhubungan, eksplorasi, penemuan masalah, investigasi kelompok, diskusi hasil kerja, klarifikasi, dan resolusi. Model ini terbukti dapat dikembangkan di sekolah dasar Islam di Banjarmasin, dilihat dari evaluasi pembelajaran siswa dengan persentase dalam kategori sangat baik. Perilaku siswa juga menunjukkan pengaruh positif yang berarti pembelajaran telah mampu merangsang perilaku positif siswa seperti kepedulian, berpikiran terbuka, menghargai apa yang dikatakan orang, dan bertanggung jawab. Pengembangan model juga didukung oleh respon yang baik dari siswa dan guru terhadap buku kerja siswa dan proses pembelajaran.   Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v10i1.7217    
PENGARUH MODEL INKUIRI ILMIAH TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP PADA MATERI KALOR DALAM KEHIDUPAN Muslim, Khairani; Tapilouw, Fransisca Sudargo
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.112 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.1508

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai konsep IPA melalui proses penemuan langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model inkuiri ilmiah terhadap peningkatan Keterampilan Proses Sains siswa (KPS). Metode penelitian adalah quasi eksperimen dengan model pretest and postest control group design. Penelitian dilakukan di salah satu SMP di Kota Padang di kelas VII. Proses pembelajaran dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan. Pembelajaran dikolaborasikan dengan tipe pembelajaran connected yang menggabungkan konsep belajar Fisika, Kimia dan Biologi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal esai, kuesioner, lembar observasi KPS, dan format wawancara. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji rata perbedaan (sampel independen t-test atau Mann-Whitney) dengan bantuan software SPSS 16 for Windows dan Microsoft Excel 2007. Berdasarkan hasil perbedaan rerata  N  gain siswa pada model pembelajaran inkuiri ilmiah dan inkuiri pada kemampuan KPS siswa  memperoleh hasil  sig uji (dua tailed) 0.386 ≥ (α) 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model inkuiri ilmiah dan inkuiri terbimbing dapat meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa.
ANALYSIS OF STUDENTS CRITICAL THINKING ABILITY IN SOLVING SCIENTIFIC LITERACY BASED ON METACOGNITION ABILITY Zakaria Sandy Pamungkas; Nonoh Siti Aminah; Fahru Nurosyid
EDUSAINS VOL 10, NO 2 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.265 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i2.7932

Abstract

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LITERASI SAINS BERDASARKAN TINGKAT KEMAMPUAN METAKOGNISIAbstractThe purpose of this study is to describe students critical tninking skill in solving scientific literacy based on metacognition ability. This research is descriptive research. The subject of this research is 99 students of grade XI in SMA Batik 2 Surakarta. Data collection methods used are test methods and questionnaires. Data analysis techniques use quantitative descriptive analysis. The results showed that the achievement of scientific literacy in science as a body of knowledge, science as a way of thinking, science a way of investigating, science as interaction between technology and society less than 50%. This is because the students' critical thinking skill in the assessment, inference and strategy in solving scientific literacy problem is still low that is below 20%. The low ability of critical thinking due to the students' metacognition level is still low, 84% of students are at the metacognition ability level on tacit use and awareness use and 16% of students on the strategic use level and no students on reflective use level.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal literasi sains berdasarkan tingkat kemampuan metakognisi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 99 siswa kelas XI SMA Batik 2 Surakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan angket. Teknik analisis data mengunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketercapaian literasi sains pada kategori science as a body of knowledge, science as a way of thinking, science a way of investigating, science as interaction between technology and society tergolong rendah yakni dibawah 50%. Hal ini dikarenakan kemampuan berpikir kritis siswa pada tahapan penilaian, inferensi dan strategi dalam menyelesaikan masalah literasi sains masih rendah yaitu dibawah 20%. Rendahnya kemampuan berpikir kritis dikarenakan tingkatan metakognisi siswa masih rendah yakni 84% siswa berada pada tingkat kemampuan metakognisi pada tacit use dan aware use dan 16% siswa pada tingkatan strategic use dan tidak ada siswa pada tingkatan reflective use. 

Page 5 of 31 | Total Record : 303