cover
Contact Name
Dr. Nani Radiastuti
Contact Email
n_radiastuti@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alkauniyah@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
AL KAUNIYAH
ISSN : 19783736     EISSN : 25026720     DOI : 10.15408/kauniyah
Core Subject : Science,
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi (p-ISSN: 1978-3736, e-ISSN: 2502-6720) is an Open Access Journal published by Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta, and established since 2007. Since 2016 Al-Kauniyah has established a collaboration with the Association of Lecturer in Biology and Biology Education throughout the State Islamic Higher University (PTKIN) in Indonesia. Until 2015, Al-Kauniyah covered environmental biology solely, but since 2016 the journal has been extended to cover the entire field of biological science (bioscience). By publishing biannually, on April and October, Al-Kauniyah is intended to communicate original researches and current issues on the subject of biology. Since volume 9 issue 1 April 2016, Al-Kauniyah had been changes the layout. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Manuscripts can be submitted to AL-KAUNIYAH
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Perilaku Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) Di Arboretum Universitas Riau (UNRI) Dan Sekitarnya Ilham Fachrozi; Sri Catur Setyawatiningsih
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i2.11414

Abstract

AbstrakArboretum Universitas Riau (UNRI) merupakan habitat monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Banyak aktivitas di lokasi tersebut, diduga mempengaruhi pola perilaku M. fascicularis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harian M. fascicularis di Arboretum UNRI dan sekitarnya. Pengamatan menggunakan metode focal animal sampling dan ad libitum. Pengamatan perilaku harian M. fascicularis dilakukan pada kelompok A, yang berjumlah  9 ekor. Frekuensi jenis-jenis perilaku harian M. fascicularis secara berturut turut adalah perilaku pindah, istirahat, makan, bermain, menelisik, agresif, dan seksual. Macaca fascicularis pradewasa cenderung melakukan perilaku pindah, istirahat, dan bermain. M. fascicularis dewasa cenderung melakukan perilaku pindah, istirahat, dan makan. Jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap perilaku harian M. fascicularis pradewasa, tetapi berpengaruh pada individu M. fascicularis dewasa, khususnya perilaku makan, berpindah, dan menelisik. Perilaku seksual intraspesies terjadi hanya pada individu betina alfa, dewasa (Ma) dengan jantan alfa dewasa (Mon). Perilaku menelisik dan mounting heteroskesual interspesies terjadi antara M. fascicularis jantan, alfa (Mon) dengan M. nemestrina betina dewasa. Perilaku mounting isoseksual terjadi antara M. fascicularis jantan dewasa dan pradewasa dari kelompok yang berbeda. Perilaku harian yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia adalah perilaku makan.Abstract Riau University Arboretum is a habitat of long-tailed macaque (M. fascicularis). Human activities at the location are pressumed to influence M. fascicularis behavior patterns. The study aims to determine the daily behaviour of M. fascicularis in around of Arboretum UNRI. Observations used focal animal sampling and ad libitum methods. Observation of the daily behavior was carried out in Group A, which consisted of 9 individuals. The frequency of M. fascicularis daily behaviors were moving, resting, eating, playing,  grooming, aggresive, and sexual behaviour, respectively. Immature M. fascicularis are more likely to perform the moving, resting, and playing behavior. Whereas mature M. fascicularis are more likely to perform the moving, resting, and eating behavior. Gender does not affect the daily behavior of immature M. fascicularis, it affects the individual mature M. fascicularis, especially feeding, moving and grooming behavior. Intraspesific hetrosexual behaviour occured only between alfa, mature female(Ma) and alpha, mature male (Mon). Interspesific heterosexual grooming and mounting behaviors occured between M. fascicularis alpha, male individual and mature female M. nemestrina. Intraspecific mounting isosexual behavior occured on mature and immature of M. fascicularis from different group. The daily behavior that is influence by human activities is eating behaviour.
Isolasi Mikroorganisme Potensial Penghasil Lipase dari Limbah Pengolahan Minyak Kelapa Sawit Malinping Ika Rahmatul Layly; Erma Widyasti; Deden Rosid Waltam; Ayi Mufti; Nita Wiguna; Trismilah Trismilah
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i2.14699

Abstract

AbstrakLipase adalah kelompok enzim yang mengkatalisis hidrolisis rantai panjang trigliserida, lemak, dan minyak menjadi gliserol dan asam lemak dengan adanya air. Sumber lipase untuk industri kebanyakan berasal dari mikroorganisme. Penggunaan lipase pada industri makin meningkat setiap tahunnya meliputi aplikasinya pada industri makanan, pakan, farmasi, pulp, dan kertas, biodiesel, dan industri tekstil. Dalam usaha mendapatkan isolat potensial penghasil lipase untuk hHidrofilisasi serat poliester, pada penelitian ini dilakukan skrining dan isolasi mikroorganisme yang dapat menghasilkan lipase dari limbah pengolahan minyak kelapa sawit di Malinping, Lebak, Banten. Sebanyak 20 isolat bakteri dan 5 isolat jamur yang diperoleh kemudian diuji aktivitas lipasenya menggunakan metode titrasi. Empat isolat bakteri terpilih (Kondensat, Lumpur-Got, Hasil-Buangan, dan Tangki-Crude-Oil) serta lima isolat jamur (Nut-A, Nut-B, Nut-C, Kernel-B, dan Kernel-C) dikarakterisasi pH dan suhu optimum enzimnya. Hasil karakterisasi pH menunjukkan bahwa isolat bakteri Kondensat, Lumpur-Got, Hasil-Buangan, dan Tangki-Crude-Oil mempunyai aktivitas enzim lipase tertinggi pada pH 6. Suhu optimal aktivitas enzim lipase isolat Lumpur-Got-B, Hasil Buangan-B, dan Tangki-Crude-Oil B  pada 40 °°C, sedangkan isolat bakteri-Kondensat-B optimal pada suhu 30 °°C. Aktivitas lipase kelima isolat jamur optimal pada pH 6. Suhu optimal aktivitas lipase isolat jamur Nut-A adalah 40 °°C, sedangkan isolat Nut-B, Nut-C, Kernel-B, dan Kernel-C aktivitasnya optimal pada 50 °°C.Abstract Lipase are enzymes that catalyzed the hydrolysis of triglyceride, fats and oils into glycerol and fatty acids in the presence of water. Industrial Lipase source mostly derived from microbes. Each year, the lipase utilization in industry increased, such as application for foods, feeds, pharmacys, pulp and papers, biodiesel, and textile industries. On this study, a total of 20 bacteria and 5 fungi lipase potential producer were screened and isolated from oil palm processing waste in Malinping, Lebak, Banten, which then tested for its activity using titration method. Selected isolates then were characterized for its enzyme optimum pH and temperature. The optimum pH for isolate Kondensat, Lumpur-Got, Hasil-Buangan and Crude-Oil-Tank lipases are at pH 6, whilst the optimum temperature of isolates Lumpur-Got B, Hasil-Buangan B and Crude-Oil-Tank B were at 40 °°C and bakteri-Kondensat B isolate optimum at 30 °°C. The five fungi characterization shown optimum pH at 6 and 50 °°C except for isolate Nut-A that optimum at 30 °°C.
Pengaruh Ekstrak Yeast dan Pisang Raja Terhadap Pertumbuhan Tunas Embrio Vanda hookeriana Rchb.f. Shilfiana Rahayu; Edy Setiti Wida Utami; Aldy Bahaduri Indraloka
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i1.16713

Abstract

AbstrakVanda hookeriana Rchb.f. merupakan anggrek yang dilindungi dan keberlangsungan hidupnya di alam terancam punah, sehingga perbanyakan anggrek secara in vitro sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak yeast dan pisang raja terhadap pertumbuhan tunas embrio anggrek V. hookeriana Rchb.f. Desain penelitian ini menggunakan RAL faktorial, faktor pertama adalah ekstrak yeast dengan 3 taraf: 0,5 g/L, 1 g/L, dan 1,5 g/L, faktor kedua adalah buah pisang raja dengan 3 taraf: 50 g/L, 100 g/L, dan 150 g/L. Penelitian dilakukan menggunakan teknik kultur jaringan, pengamatan dilakukan setiap bulan sekali dengan mengamati aspek morfologi plantlet. Media yang digunakan adalah Vacin-Went (VW) + kombinasi ekstrak yeast dan pisang raja. Parameter pengamatan berupa tinggi tunas, berat kering tunas, jumlah daun, diameter daun, panjang daun, berat kering daun, jumlah akar, diameter akar, panjang akar, berat kering akar, dan morfologi tunas. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan pisang raja 150 g/L + ekstrak yeast 0,5 g/L merupakan konsentrasi yang paling berperan terhadap parameter pertumbuhan anggrek V. hookeriana Rchb.f. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa penambahan komponen organik dalam media kultur jaringan memberikan respon pertumbuhan dan perkembangan yang baik pada eksplan. Komponen organik membantu proses fisiologis eksplan, karena komponen organik mengandung senyawa potensial yang dibutuhkan selama proses pertumbuhan dan perkembangan. Abstract Vanda hookeriana Rchb.f. is one of protected orchid and its survival in the wild was threatened by extinction, so orchid propagation was needed. This research aimed to determine the effect of yeast and pisang raja extracts to embryonal shoot growth of Vanda hookeriana Rchb.f. Experimental design used factorial RAL, first factor was yeast extract with 3 treatments (0.5 g/L; 1 g/L; & 1.5 g/L). Second factor was pisang raja with 3 treatments (50 g/L; 100 g/L; & 150 g/L). The research was conducted using in vitro culture techniques, observations were made once a month by observing the plantlet morphological parameters. The medium used was Vacin-Went (VW) + combination of yeast and pisang raja extracts. Observation parameters were shoot height, shoot dry weight, leaf number, leaf diameter, leaf length, leaf dry weight, number of roots, root diameter, root length, root dry weight and shoot morphology. The analysis showed that pisang raja treatment 150 g/L + yeast extract 0.5 g/L was the best concentration for the growth parameters of Vanda hookeriana Rchbf. This research were succeeded in proving that the addition of organic components in tissue culture media gave better response to growth and development of the explants. Organic components helps the explants in physiological ways because of  the organic components contain potential compounds needed during the growth and development process.
Populasi Rangkong Papan (Buceros bicornis) diI Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan Provinsi Aceh Samsul Kamal; Mulyadi Mulyadi; Nurdin Amin; Rizky Ahadi
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i1.13680

Abstract

AbstrakTaman Hutan Raya Pocut Meurah Intan merupakan satu kawasan konservasi alam yang terdapat di Provinsi Aceh. Kawasan tersebut difungsikan sebagai tempat penelitian dan tempat pembelajaran, namun demikian kondisi ini telah berubah sejalan dengan tingginya aktivitas penduduk setempat seperti penebangan liar, alih fungsi hutan, dan pemburuan satwa yang berdampak terhadap populasi rangkong papan (Buceros bicornis). Tujuan penelitian untuk mengetahui populasi B. bicornis di Tahura Pocut Meurah Intan Provinsi Aceh. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode Variable Circular Plot (VCP). Analisis data dilakukan dengan menghitung kepadatan populasi B. bicornis di Tahura. Data vegetasi dan kondisi lingkungan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian teramati sebanyak 31 individu B. bicornis, dengan kepadatan populasi 1,6 individu/km2. Terdapat 27 spesies pohon dari 14 famili pohon yang merupakan pohon pakan, tempat mencari makan, dan tempat bersarang B. bicornis di Tahura Pocut Meurah Intan. Abstract Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan is a nature conservation area located in Aceh Province.  The area functioned as a place of research and learning, but the current condition has changed in line with the high activity of local residents such as illegal logging, forest conversion and hunting of animals that have an impact on the population of great hornbills (Buceros bicornis). This study aims to determine the population of the B. bicornis in Tahura Pocut Meurah Intan, Aceh Province. Research data collection using the Variable Circular Plot (VCP) Method.  Data analyzed was done by calculating the population of B. bicornis population in the Tahura.  Vegetation data and environmental conditions are displayed in tables and figures. The result was observed as many as 31 individual B. bicornis, with the population density of 1,6 ind/km2. There are 27 species of trees from 14 families which are forage trees, foraging grounds, and a place for B. bicornis nests in the Tahura Pocut Meurah Intan.
Styrofoam Biodegradation by Soil Bacteria Isolated from Landfill Site in Sarimukti Cipatat Bandung Tri Rahayu Hidayat; Ida Indrawati; Tati Herlina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i2.14529

Abstract

AbstrakStyrofoam digunakan sebagai kemasan makanan atau minuman, dibentuk oleh stiren dan benzena. Migrasi benzena dari bahan kemasan ke makanan dapat menyebabkan berbagai penyakit. Cara untuk mengurangi limbah styrofoam adalah dengan mencari bakteri yang dapat mendegradasi styrofoam secara alami. Sumber potensial untuk menemukan bakteri tersebut adalah di Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti. Metode penelitian ini menggunakan metode eksplorasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Tahapan  penelitian terdiri atas uji biodegradasi dengan metode Winogradsky Column, perhitungan persentase penurunan berat kering Styrofoam, analisis fisik dengan Scanning Electron Microscope (SEM), dan analisis perubahan gugus fungsi dengan FT-IR.Hasil penelitian ini ditemukan 4 spesies bakteri pendegradasi polistiren yaitu Pseudomonas aeruginosa, Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus cereus, dan Bacillus firmus. Persentase penurunan berat kering polistiren menunjukkan pada minggu kedelapan mencapai 18,23% dan analisis fisik dengan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan bahwa proses degradasi oleh bakteri tanah menghasilkan pembentukan pori-pori di permukaan Styrofoam. Analisis gugus fungsi menunjukkan bahwa gugus fungsi menjadi lebih sederhana setelah degradasi dengan munculnya gugus fungsi C-O pada bilangan gelombang 1.030,02 cm-1. Bakteri pendegradasi polistiren dari tempat pembuangan akhir Sarimukti ini dapat direkomendasikan sebagai metode yang ramah lingkungan untuk mengurangi limbah styrofoam.Abstract Styrofoam is commonly used in food and beverage packaging. Styrofoam or polystyrene is made from styrene and benzene. The migration of benzene from packaging materials into foods can cause various diseases. One effort to reduce styrofoam waste is possible by searching for bacteria that can degrade styrofoam naturally. Potential source of place where the bacteria will be discovered is the landfill site in Sarimukti This research applied exploratory methods through descriptive qualitative analysis. The stages of the study consisted of biodegradation testing using the Winogradsky method, calculation of the percentage of dry weight loss of Styrofoam, physical analysis using Scanning Electron Microscope (SEM), and analysis of changes in functional groups using FTIR. This study discovered 4 species of polystyrene degrading bacteria, namely Pseudomonas aeruginosa, Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus cereus and Bacillus firmus. The percentage of dry weight reduction of polystyrene was shown in the eighth week which reached 18.23% and physical analysis by Scanning Electron Microscope (SEM) indicated that the process of degradation by soil bacteria resulted in formation of pores on the surface of styrofoam. Functional group analysis produced a simpler functional groups after the degradation as marked by the appearance of C-O functional groups at wavenumber of 1,030.02 cm-1. The use of these polystyrene degrading bacteria from Sarimukti landfill can be recommended as an environmentally friendly method for reducing styrofoam waste.
COVER AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI VOL. 13 NO. 2 OKTOBER 2020 cover, Cover
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 1 (2020): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i1.20583

Abstract

Keragaman Fenotipik Bunga Telang Double Petal Asal Indonesia dan Thailand Berdasarkan Morfologi Bunga Virda Aziza; Trixie Almira Ulimaz; Debby Ustari; Tarkus Suganda; Vergel Concibido; Budi Irawan; Agung Karuniawan
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i1.15558

Abstract

AbstrakBunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman legum yang bagian bunganya telah banyak dimanfaatkan. Double petal adalah salah satu varian spesies bunga telang yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman fenotipik plasma nutfah bunga telang double petal asal Indonesia (Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur) dan Thailand berdasarkan morfologi bunga. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Data morfologi dianalisis menggunakan analisis multivariat berupa Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis) dan Analisis Klaster (Cluster Analysis) dengan bantuan program NTSYS 2.1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima komponen utama yang berpengaruh terhadap keragaman aksesi dengan persentase keragaman kumulatif 88,82%. Karakter tipe bunga, susunan mahkota bunga, keberadaan lunas, tipe benang sari, dan posisi kepala putik memberi pengaruh terbesar terhadap keragaman aksesi. Analisis klaster membagi aksesi-aksesi tersebut menjadi dua klaster dengan koefisien ketidakmiripan 3,01–6,83. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bunga telang double petal asal Indonesia dan Thailand memiliki keragaman yang luas dan kekerabatan yang jauh; aksesi asal Bali memiliki morfologi bunga dan klaster yang berbeda dengan aksesi asal Jawa Barat, Jawa Timur, dan Thailand. Informasi ini akan bermanfaat dalam merencanakan pengelolaan plasma nutfah dan pemuliaan bunga telang double petal. Abstract Butterfly pea (Clitoria ternatea L.) is a legumeplant of which flower parts are widely used. One of butterfly pea variant is double petal which commonly found in Southern Asia. This study aimed to evaluate phenotypic diversity of double petal butterfly pea germplasm from Indonesia (Bali, West Java, and East Java) and Thailand based on flower morphology. The experiment was arranged in randomized complete blocks design with three replications. Morphology data were subjected to multivariate analysis using Principal Component Analysis and Cluster Analysis and performed by NTSYS 2.1. The result showed that there were five significant principal components that cumulatively explained 88.82% of variance. Existence of keel, aestivation type, position of stigma, type of stamen, and flower type gave high contributions to the diversity of accessions. Cluster analysis grouped the accessions into two clusters with dissimilarity coefficient from 3.01–6.83. From the results, it can be concluded that double petal butterfly pea from Indonesia and Thailand have wide diversity and genetic relationship; the accessions from Bali have different flower morphology and cluster compared to the accessions from East Java, West Java, and Thailand. The information will help planning management of the germplasm and breeding double petal butterfly pea.
Profil Fermentasi Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Dengan Penambahan NaCl Galih Nur Pratomo; Heru Nurcahyo; Noviah Rosa Firdaus
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i2.12608

Abstract

AbstrakIkan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan salah satu hasil perikanan yang melimpah sehingga memerlukan variasi pengolahan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah ikan mujair adalah fermentasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh NaCl terhadap profil fermentasi ikan mujair. Terdapat tiga perlakuan konsentrasi NaCl, yaitu 15, 20, dan 25 g/100 mL dalam fermentasi mujair pada suhu 31°C selama 8 hari dengan 5 kali pengulangan. Pengukuran dan pengujian dilakukan terhadap produk fermentasi yang meliputi uji mikroba, suhu, kadar pH, organoleptik, dan asam organik total. Data yang diperoleh dianalisis dan dideskripsikan pada masing-masing perlakuan. Konsentrasi NaCl pada konsentrasi 15 g/100 mL memiliki kadar pH 6, koloni mikroba 3,2 x 106 CFU/mL, asam organik total 0,72% dan nilai uji organoleptik 2,45. Konsentrasi 20 g/100 mL memiliki kadar pH 6, koloni mikroba 3,9 x 106 CFU/mL, asam organik total 0,88% dan nilai uji organoleptik 2,5. Konsentrasi 25 g/100 mL memiliki kadar pH 5, koloni mikroba 4,8 x 106 CFU/mL, asam organik total 1,12% dan nilai uji organoleptik 2,78. Profil fermentasi ikan mujair terbaik ditemukan pada pada perlakuan NaCl 25 g/100 mL.Abstract Mujair fish (Oreochromis mossambicus) is one of the abundant fishery products that need various processing. Fermentation is one of the methods that can be used to process mujair fish. The research was intended to analyze the effect of NaCl concentration on fermentation profile of mujair fish. There were three treatment variations on NaCl concentration which were 15, 20, and 25 g/100 mL in mujair fermentation at 31 °C during 8­ days with 5 times repetition. The fermentation products were tested and measured by microbial test, temperature, pH, organoleptic, and acid. The data obtained were analyzed and described for each treatment. The result of NaCl concentration on 15 g/100 mL was pH 6, microbial colonies 3.2 x 106 CFU/mL, total content of organoleptic acid 0.72% and organoleptic test 2.45. NaCl concentration on 20 g/100 mL was pH 6, microbial colonies 3.9 x 106 CFU/mL, total content of organoleptic acid 0.88% and organoleptic test 2.5. NaCl concentration on 25 g/100 mL was pH 5, microbial colonies 4.8 x 106 CFU/mL, total content of organic acid 1.12% and organoleptic test 2.78. The best profile fermentation of mujair fish was founded on 25 g/100 mL.
Kadar Mangiferin Pada Lima Kultivar Pucuk Daun Mangga (Mangifera indica L.) Tri Cahyanto; Afriansyah Fadillah; Risda Arba Ulfa; Rizal Maulana Hasby; Ida Kinasih
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i1.14810

Abstract

AbstrakPemanfaatan pucuk daun mangga (Mangifera indica L.) oleh masyarakat menjadi lalapan dan dipercaya berkhasiat sebagai obat tradisional. Hal ini merupakan suatu proses kearifan lokal berdasarkan pengalaman empiris orang-orang terdahulu yang kemudian dijadikan kajian studi ilmiah, yaitu etnobotani. Kajian studi etnobotani termasuk pemanfaatan pucuk daun mangga sebagai lalapan masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa bioaktif termasuk mangiferin yang terkandung dalam lima kultivar mangga. Sampel kultivar mangga yang digunakan dalam penelitian antara lain Manalagi, Arum manis, Cengkir, Gedong apel dan Golek. Metode penelitian yang digunakan yaitu skrining fitokimia dan pengukuran kadar senyawa mangiferin dengan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan sampel positif mengandung senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Kadar senyawa mangiferin paling tinggi secara berurutan terdapat pada kultivar Arum manis (20,83%), Manalagi (20,56%), Gedong apel (18,54%), Cengkir (15,10%), dan Golek (5,05%). Kultivar mangga Arum manis memiliki kadar mangiferin paling tinggi, untuk selanjutnya dapat dikaji pemanfaatannya sebagai obat herbal tradisional. Abstract Utilization young leaf of mango (Mangifera indica L.) by the community as lalapan and it is believed to be efficacious as traditional medicines. This process through of local wisdom based on empirical experience of conservative people used as a scientific study, namely ethnobotany. Ethnobotany studies include the use of mango leaf shoots as fresh vegetables are still rarely performed.This study aims to determine bioactive compounds including mangiferin contained in five cultivars of mango. Mango cultivar samples used in this study include Manalagi, Arum manis, Cengkir, Gedong apel and Golek. The research method used was phytochemical screening and measurement of mangiferin compounds by HPLC. The results showed a positive sample containing bioactive compounds, alkaloids, flavonoids, saponins and tannins. The highest levels of mangiferin compounds were found in Arum manis (20.83%), Manalagi (20.56%), Gedong apel (18.54%), Cengkir (15.10%) and Golek (5.05%). Arum manis cultivars has highest value of mangiferin levels, which can be explored for their use as traditional herbal medicines.
Effect of Honey, Aloe vera, and MEBO on Collagen Density in Healing Process of Second Degree Burns in Rats Ovelia Yolanda; Sekar Dorojati Yuliana; Yudhi Nugraha
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i1.16734

Abstract

AbstrakBerbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa kolagen merupakan biomaterial ideal dalam aktivitas penyembuhan luka. Senyawa bioaktif pada madu dan Aloe vera dapat membantu meningkatkan pembentukan kolagen. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengaruh aplikasi topikal madu, gel Aloe vera, dan Moist Exposed Burn Ointment (MEBO) terhadap kepadatan kolagen pada proses penyembuhan luka bakar derajat dua pada tikus. Luka bakar dibuat pada 28 ekor tikus dan dibagi menjadi empat kelompok yang dipilih secara acak serta dilakukan aplikasi topikal harian dengan NaCl, madu, gel Aloe vera, dan MEBO secara berurutan. Biopsi kulit dilakukan pada hari ke-7, kemudian dilakukan pembuatan sediaan histopatologi kulit dan dihitung kepadatan kolagennya. Uji One Way ANOVA menunjukkan kepadatan kolagen berbeda secara signifikan antar masing-masing kelompok (p= 0,009). Uji Post Hoc Bonferroni menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok NaCl dengan madu (p= 0,024) dan NaCl dengan MEBO (p= 0,024). Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi madu dan MEBO secara topikal pada luka bakar derajat dua dapat meningkatkan pembentukan kolagen, sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Madu, Aloe vera, dan MEBO dapat dijadikan sebagai terapi alternatif dalam penyembuhan luka bakar. AbstractVarious scientific studies have proven that collagen is an ideal biomaterial in wound healing activities. The bioactive compounds in honey and Aloe vera can help increase collagen formation. This study was conducted to compare the effect of topical application of honey, Aloe vera gel, and MEBO (Moist Exposed Burn Ointment) on collagen density in the healing process of second-degree burns in rats. Burns were made on 28 rats which were further randomly divided into four groups to receive daily topical application of NaCl, Aloe vera, honey, and MEBO respectively. Skin biopsy was carried out on the seventh day, then histopathological preparation of the skin was made and collagen density was calculated. Result of One Way ANOVA test showed that collagen density differed significantly between groups (p= 0.009). The Post Hoc Bonferroni test resulted in significant difference between NaCl with honey group (p= 0.024) and NaCl with MEBO (p= 0.024). This study found that topical application of honey and MEBO to second-degree burns could increase collagen formation, thus accelerating wound healing process. Honey, Aloe vera, and MEBO can be used as alternative therapies for healing burns.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 16 No. 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 1 (2022): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 1 (2020): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 2 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 1 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 1 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 2 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 1 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 2 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 1 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 2 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 1 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 2 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 1 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 2 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 1 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi More Issue