cover
Contact Name
Dr. Nani Radiastuti
Contact Email
n_radiastuti@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alkauniyah@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
AL KAUNIYAH
ISSN : 19783736     EISSN : 25026720     DOI : 10.15408/kauniyah
Core Subject : Science,
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi (p-ISSN: 1978-3736, e-ISSN: 2502-6720) is an Open Access Journal published by Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta, and established since 2007. Since 2016 Al-Kauniyah has established a collaboration with the Association of Lecturer in Biology and Biology Education throughout the State Islamic Higher University (PTKIN) in Indonesia. Until 2015, Al-Kauniyah covered environmental biology solely, but since 2016 the journal has been extended to cover the entire field of biological science (bioscience). By publishing biannually, on April and October, Al-Kauniyah is intended to communicate original researches and current issues on the subject of biology. Since volume 9 issue 1 April 2016, Al-Kauniyah had been changes the layout. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Manuscripts can be submitted to AL-KAUNIYAH
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Keanekaragaman Jenis Burung di Kawasan Pengembangan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Indah Oktaviani; Yanti Ariyanti; Sovia Santi Leksikowati; Muhammad Asril
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i1.12323

Abstract

AbstrakKawasan kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sedang mengalami perkembangan fisik yang pesat, seperti pembangunan gedung perkuliahan, laboratorium, asrama, juga embung untuk sumber air. Informasi mengenai keanekaragaman hayati di ITERA sendiri belum banyak diteliti, salah satunya adalah keanekaragaman burung. Burung merupakan hewan besar yang cukup sensitif dengan perubahan lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data mengenai keanekaragaman burung di ITERA untuk memberikan informasi dasar. Metode yang digunakan adalah teknik point count, diterapkan pada lima stasiun utama yang dipilih berdasarkan pusat aktivitas pembangunan. Analisis yang digunakan adalah indeks keanekaragaman, kemerataan, juga kelimpahan. Selain itu, status konservasi dan tipe pakan jenis burung dianalisis menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 jenis burung dari 16 famili. Keanekaragaman jenis burung berdasarkan indeks Shannon-Wiener tergolong sedang dan kemerataan jenis merata. Dari kategori kelimpahan yang digunakan terdapat dua jenis burung yang umum ditemukan. Bersumber pada PP No. 7 tahun 1999, terdapat empat jenis burung di ITERA yang termasuk ke dalam kategori dilindungi dan satu jenis termasuk kategori Appendix II di CITES. Feeding guild burung di ITERA didominasi tipe omnivora dan insektivora. AbstractInstitut Teknologi Sumatera (ITERA) campus area is undergoing rapid physical development, such as the construction of lecture buildings, laboratories, dormitories, as well as reservoirs for water sources. Information on biodiversity in ITERA has not much studied, one of which is bird diversity. Birds are large animals that are quite sensitive to environmental changes. This study aims to obtain data on bird diversity at ITERA to provide the baseline information. The method used is a point count technique, applied to five main stations selected based on the center of development activities. The analysis used is an index of diversity, evenness, and abundance. Besides, the conservation status and feed type of bird species were analyzed using secondary data. The results showed that there were 19 species of birds from 16 families. The Shannon-Wiener diversity index classified the bird community as a moderate, and the community evenness index was stable. From the abundance category, two types of birds commonly found. Based on PP No. 7 of 1999, there are four species of birds in ITERA, which included in the protected category and one species, including the Appendix II category in CITES. Omnivorous and insectivorous types dominate bird guild feeding in ITERA.
Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Minyak Atsiri Kembang Leson Ambar Pratiwi; Inas Salimah
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i2.9966

Abstract

AbstrakKembang leson adalah racikan jamu untuk mandi yang terdiri dari berbagai obat-obatan herbal yang umum ditemukan di Jawa. Kembang leson mengandung minyak atsiri utama, yaitu camphene 1,29%, benzene methyl cymene 4,93%, camphor 4,75%, cyclohexane methanol 7,56%, dan curdione 4,83%. Golongan senyawa minyak atsiri dapat menghambat radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan memiliki aktivitas antibakteri yang ditunjukkan dengan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antibakteri dari minyak atsiri kembang leson. Minyak Atsiri kembang leson diekstraksi dengan metode destilasi. Minyak atsiri yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, serta aktivitas antibakteri dengan metode difusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri kembang leson memiliki aktivitas antioksidan dengan persentase penghambatan DPPH sebesar 56,16%, dan memiliki nilai IC50 (half maximal inhibitory concentration) sebesar 825,78 ppm. Aktivitas antibakteri minyak atsiri kembang leson juga efektif menghambat pertumbuhan E. coli, tetapi belum mampu menghambat pertumbuhan S. aureus. Minyak atsiri kembang leson  dapat digunakan sebagai sumber antioksidan alami.Abstract Kembang leson is an herbal concoction used for bathing. It comprises various herbal medicines found in Java, which contains essential oils such as 1.29% camphene, 4.93% benzene methyl cymene, 4.75% camphor, 7.56% cyclohexane methanol, and 4.83% curdione. It is known that essential oils can reduce DPPH free radicals and have antibacterial activity against S. aureus and E. coli.  Our research is to determine the antioxidant and antibacterial activity of kembang leson essential oil. The essential oil was extracted by distillation. The essential oil obtained was examined for antioxidant activity using the DPPH method and antibacterial activity using the diffusion method. The results showed that kembang leson essential oils have antioxidant and antibacterial activity. The percentage of DPPH inhibition was 56.16%, and the IC50 value was 825.78 ppm. Antibacterial activity of kembang leson essential oil inhibited E. coli but could not inhibit the growth of S. aureus. Thus, kembang leson essential oils have antioxidant and antibacterial activity against E. coli, but only have antioxidant activity against S. aureus. Further studies are needed to determine the main ingredients that play an important role in the antioxidant mechanism and antibacterial of kembang leson essential oil.
INDEX AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI VOL. 13 NO. 2 OKTOBER 2020 Index index
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i2.20584

Abstract

Ethnomedicine Of Medicinal Plants Used By Tribal Community In Kaliki Village, Merauke - Papua Leberina Kristina Ibo; Nissa Arifa
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i1.15877

Abstract

AbstrakPapua memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan jenis hutan yang lengkap dan flora endemik yang tidak ditemukan di daerah lain, serta pengetahuan tradisional tumbuhan obat masyarakat Papua sangat beragam. Namun pengetahuan tersebut belum diungkapkan dan di dokumentasikan dengan baik, seperti pengetahuan masyarakat suku Marind di Kampung Kaliki Merauke yang merupakan salah satu suku terbesar yang menempati pesisir pantai hingga perbatasan Papua New Guinea. Penelitian etnomedisin tumbuhan obat dimaksudkan untuk mengungkapkan presepsi dan konsepsi masyarakat lokal dalam memahami kesehatan seperti pengunaan tumbuhan sebagai bahan obat, sekaligus untuk melakukan inventarisasi keanekaragaman jenis tumbuhan berguna untuk obat-obatan tradisional dan sebagai data awal untuk riset farmasi dalam menemukan senyawa baru yang berguna dalam pengobatan. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan emik dan etik juga melakukan wawancara secara terbuka dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 34 spesies dari 22 famili dikenali dan dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Daun merupakan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat yaitu sebanyak 18 spesies, kulit batang 8 spesies dan akar rimpang 3 spesies. Sebagian besar pengolahan tumbuhan obat melalui metode perebusan dan konsumsi langsung. Tumbuhan obat ini dimanfaatkan untuk pengobatan 15 jenis penyakit. Persalinan dan diare merupakan pengobatan yang paling banyak memanfaatkan tumbuhan obat. AbstractPapua is rich in biodiversity with several forest types and endemic flora that cannot be found anywhere else in the world. Furthermore, diverse traditional knowledge of medicinal plants are already used by tribal community in Papua. However, this knowledge has not been published and well documented. For example, the knowledge of the Marind Tribe in Kaliki Village, Merauke, which is one of the largest tribes living on the coast to the border of Papua New Guinea. Research of ethnomedicine on medicinal plants is intended to reveal the perception and conception of local communities in understanding health, such as the utilization of plants as medicine, inventory of plant used in traditional medicines, and  preliminary data for pharmaceutical research to find new compounds for drug discovery. This study used emic and ethical approaches, open-ended interviews, and direct field observations. According to study result, a total of 34 species from 22 families were identified and used to cure various diseases. It was found that plant parts most widely used as medicinal ingredients were leaves of 18 species, bark of 8 species, and rhizome of 3 species. Moreover, medicinal plants were normally boiled or processed for direct consumption. The medicinal plant was used to treat 15 species of diseases. In addition, medicinal plants were mostly used in childbirth care and treating diarrhea.
Identifikasi Potensi Permudaan Alam Di Hutan Rawa Gambut Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam Provinsi Jambi Pasca Kebakaran Hutan Rike Puspitasari Tamin; Maria Ulfa; Zuhratus Saleh
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i1.15136

Abstract

AbstrakRegenerasi dan restorasi hutan rawa gambut merupakan hal yang sulit terjadi secara alami. Restorasi ekosistem bukan hanya membuat tegakan baru tetapi juga harus berbasis keanekaragaman hayati lokal untuk membuat peluang berhasilnya menjadi lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data mengenai potensi permudaan alam dalam rangka regenerasi dan restorasi lahan gambut di Tahura Orang Kayo Hitam pasca kebakaran hutan. Penelitian ini dilaksanakan selama 7 bulan, yaitu dari Maret sampai Oktober 2019 di Tahura Orang Kayo Hitam, Herbarium Fakultas Kehutanan Universitas Jambi dan Laboratorium Silvikultur dan Manajemen Universitas Jambi. Metode yang digunakan adalah kombinasi transek dengan garis berpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 29 jenis anakan alam yang tergabung dalam 19 famili tumbuhan. Jenis yang paling dominan adalah arang-arang (Diospyros mangiayi) diikuti oleh meranti bunga (Shorea teijsmanniana) dengan Indeks Nilai Penting (INP) berturut-turut sebesar 20,10% dan 19,33%. Indeks kekayaan Margaleff D= 4,88, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener H’= 2,96 dan indeks Evennes E= 0,88. Nilai dari semua indeks menunjukkan kondisi permudaan alam yang cukup baik di Tahura Orang Kayo Hitam. Hal ini diharapkan mampu menjadi pendorong dalam restorasi ekosistem yang berbasis jenis lokal untuk masa depan hutan rawa gambut. Abstract Regeneration and restoration of peat swamp forests is a difficult thing to happen naturally. Ecosystem regeneration and restoration not only create new stands but must also be based on local biodiversity to make the chances of success even higher. The purpose of this study is to obtain data and information about the potential of seedlings for the regeneration and restoration of peatlands in Tahura Orang Kayo Hitam after forest fires. This research was conducted for 7 months from March to October 2019 with locations in Orang Kayo Hitam Tahura, Herbarium of the Faculty of Forestry at the University of Jambi and the University of Jambi's Silviculture and Management Laboratory. The most dominant types are arang-arang (Diospyros mangiayi) followed by meranti bunga (Shorea teijsmanniana) with Important Value Index (INP) respectively of 20.10% and 19.33%. Margaleff's Wealth Index D= 4, 88. The Shannon-Wiener Diversity Index shows a value of H 'of 2.96 and the Index of Evennes indicates a value of E= 0.88. The values obtained from all of the measured indices indicate the condition of natural regeneration which is quite good in Tahura Orang Kayo Hitam. This is expected to lead to local species-based ecosystem restoration for the future of peat swamp forests.
Potential of Cibodas Botanical Garden Fern and Lycophytes Collection as the Source of Medicine Muhamad Nikmatullah; Elga Rwnjana; Muhamad Muhaimin; Mulyati Rahayu
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i2.16061

Abstract

AbstrakKebun Raya Cibodas (KRC) merupakan kawasan konservasi tumbuhan secara ex-situ yang berfokus untuk mengkonservasi tumbuhan dataran tinggi basah, mencakup tumbuhan langka dan tumbuhan bermanfaat.  Salah satu koleksi penting KRC adalah koleksi tumbuhan paku yang telah diketahui memiliki beragam manfaat, seperti sumber obat. Akan tetapi, potensinya sebagai sumber obat belum pernah dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi dan analisis terhadap koleksi tumbuhan paku KRC yang bernilai obat berdasarkan kajian literatur yang terkait dengan etnomedisin. Berdasarkan hasil kajian, sebanyak 38 jenis dari 29 marga dan 22 suku dari koleksi tumbuhan paku KRC telah diketahui manfaatnya sebagai obat. Suku Athyriaceae memiliki perwakilan jenis paling banyak yang memiliki khasiat obat, yaitu lima jenis. Terdapat 20 jenis koleksi tumbuhan paku KRC paling umum digunakan sebagai obat penutup luka dan penyakit akibat infeksi parasit. Daun dari 18 jenis merupakan bagian yang paling sering digunakan untuk pengobatan. Koleksi tumbuhan paku KRC berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber obat di masa mendatang. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengembangkan potensi tersebut, antara lain perbanyakan koleksi dan uji aktivitas farmakologi senyawa aktif.Abstract Cibodas Botanical Garden (CBG) is an ex-situ plant conservation area that focuses on the conservation of mountain wet plants, including rare and useful plants. One of the important collections of CBG is ferns and lycophytes which have various benefits, such as a medicinal source. However, its potential as a medicinal source has not been studied further. This study aims to conduct an inventory and analysis of CBG’s ferns and lycophytes collection that have medicinal potential based on literature related to ethnomedicin. The results showed that CBG has 38 species, 29 genera, and 22 families of ferns and lycophytes collection that have known as medicine. The Athyriaceae group has the most representative species of medicinal properties, which are about five species. There are 20 species of CBG’s ferns and lycophytes collection were most commonly found as medicine for wounds and infectious diseases. The leaves from 18 species of ferns and lycophytes collection are most frequently used for disease medication. The CBG’s ferns and lycophytes collection has great potential to be developed as medicinal sources in the future. Various efforts are needed to develop the potential of ferns and lycophytes collection, such as increasing collections and studying the pharmacological activity of their active compounds.
Medicinal Knowledge of Traditional Community in Kampung Dukuh, Garut Regency, West Java Santhyami Santhyami; Endah Sulistyawati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i1.16970

Abstract

AbstrakMasyarakat adat Kampung Dukuh, Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat masih mempertahankan tradisi leluhurnya terutama dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Kampung Dukuh. Metode yang digunakan adalah pendekatan etnobotani. Data yang dikumpulkan adalah daftar tumbuhan obat yang diketahui, lokasi tempat diperoleh atau ditanam, dan kegunaan masing-masing jenis tumbuhan tersebut. Identifikasi dilakukan di Herbarium Bandungense SITH-ITB. Lokalitas dan kegunaan masing-masing tanaman obat dikumpulkan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Dukuh mengklasifikasikan penyakit menjadi tiga yaitu penyakit biasa, penyakit karena sihir, dan penyakit yang disebabkan oleh makanan. Sebanyak 131 jenis tumbuhan dari 51 suku tercatat dimanfaatkan masyarakat sebagai obat. Lima suku dengan jumlah spesies terbanyak adalah Zingiberaceae, Poaceae, Asteraceae, Fabaceae, dan Solanaceae. Jenis penyakit yang disembuhkan dengan memanfaatkan tanaman obat yang paling banyak adalah perawatan sebelum dan sesudah melahirkan. Masyarakat memperoleh tanaman dari lima lokasi: kebon (kebun), leuweung (hutan), halaman rumah, pinggir jalan, dan huma (lahan pertanian kering). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Dukuh mengintegrasikan budaya penggunaan tumbuhan obat dengan upaya pelestarian keanekaragaman hayati setempat. AbstractTraditional community of Kampung Dukuh, in Cikelet, Garut Regency, West Java still keep their ancestral tradition alive, especially the traditional healing. This study aims to document the medicinal plants used by the people of Kampung Dukuh. Method used was ethnobotanical approach. Data collected were the list of medicinal plants known, locations the species obtained or planted, and the utility of each species. Identification was done at Herbarium Bandungense SITH-ITB. Locality and the utility of each medicinal plant were collected by using the semi-structured interview. The result showed that people of Kampung Dukuh classified illness into three: common illness, illness by magic and disease caused by food. A total of 131 species from 51 families of plants were recorded to be recognized and used by the community as medicines. Five families with the most number of species were Zingiberaceae, Poaceae, Asteraceae, Fabaceae, and Solanaceae. Type of medical condition mostly by utilizing medicinal plants was pre and post-partum care. People obtained plants from five locations; kebon (garden), leuweung (forest), buruan (home garden), sidewalk, and huma (dry farm). This research indicated that people of Kampung Dukuh integrated the culture of using medicinal plant with conservation effort of local biodiversity.
Allelopathy of Invasive Species Dioscorea bulbifera L. and Its Effect on Seed Germination of Shorea selanica (Lam.) Blume Ade Ayu Oksari; Irvan Fadli Wanda; Gladys Ayu Paramita Kusumah Wardhani
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i1.16160

Abstract

AbstrakDioscorea bulbifera L. (Dioscoreaceae) merupakan salah satu tanaman invasif yang menciptakan masalah lingkungan. D bulbifera mengandung alelopati yang memengaruhi proses fisiologis pada spesies lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alelopati berbagai konsentrasi ekstrak daun dan umbi D. bulbifera L. terhadap perkecambahan biji Shorea selanica (Lam.) Blume. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sepuluh perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan konsentrasi ekstrak D. bulbifera 25, 50, 75, 100%, dan kontrol. Berdasarkan hasil uji skrining fitokimia, semua metabolit sekunder dalam ekstrak daun menunjukkan hasil yang positif. Senyawa golongan saponin, tanin, flavonoid, dan steroid/terpenoid terdeteksi dengan kuat sedangkan senyawa alkaloid kurang kuat. Senyawa fenol tersebut adalah fenol, 1,2-benzenediol (dalam ekstrak daun) dan fenol, 1,2-benzendiol, 1,4-benzendiol, dan 2-metoksifenol (dalam ekstrak umbi). Berdasarkan uji perkecambahan, ekstrak metanol umbi dan daun D. bulbifera berpengaruh nyata terhadap daya kecambah, koefisien kecepatan berkecambah, dan koefisien keserempakan berkecambah S. selanica. Konsentrasi yang menurunkan viabilitas biji terendah adalah pada konsentrasi 75% dan 100% dengan rata-rata daya kecambah 10,00 ± 6,32 % (pada ektrak umbi) dan 0,00 ± 6,32 % (pada ektrak daun). AbstractDioscorea bulbifera L. (Dioscoreaceae) is one of the most unutilized invasive plants. This plant contains allelopathy that affects the physiological process of native species. This study aimed to discover the type of allelochemical in D. bulbifera and its effect on seed germination of Shorea selanica (Lam.) Blume. The method used was a Completely Randomized Design with ten treatments and three replications. The treatment given was the different concentration of D. bulbifera extract of 25, 50, 75, 100%, and control. Based on phytochemical screening tests, saponin, tannin, flavonoid, and steroid/terpenoid compounds were detected in leaf and tuber extract. The total phenolic in leaf extract was more significant than that in the tuber extract of D. bulbifera but the type of phenolic compounds was lower. The phenolic compounds were phenol, 1,2-benzenediol (in leaf extracts) and phenol, 1,2-benzendiol, 1,4-benzendiol, and 2-methoxyphenol (in tuber extracts). Based on the germination test, it was found that the methanol extract from the tubers and leaf of D. bulbifera significantly affected the germination capacity, coefficient rate of germination, and simultaneity coefficient of germination of S. selanica. It was found that treatment of concentration of 75% and 100% resulted in the lowest seed viability reduction with an average germination rate of 10.00 ± 6.32% (in tuber extracts) and 0.00 ± 6.32% (in leaf extracts).
Bakteri Endofit Tanaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Penghasil Asam Indol Asetat (AIA) Aji, Oktira Roka; Lestari, Iva Dita
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i2.13044

Abstract

AbstrakBakteri endofit hidup dalam suatu tanaman tanpa menyebabkan gangguan bagi tanaman yang berperan penting dalam menstimulasi pertumbuhan tanaman, yaitu dengan memproduksi fitohormon seperti asam absisat, asam indol asetat, dan sitokinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, menyeleksi, dan mengidentifikasi bakteri endofit yang terdapat pada daun, batang, dan akar tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Isolat bakteri endofit diseleksi berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan asam indol asetat (AIA). Isolat bakteri endofit ditumbuhkan pada media nutrient broth (NB) yang ditambah dengan L-triptofan. Konsentrasi AIA dihitung dengan penambahan reagen salkowski dan diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 530 nm. Identifikasi bakteri endofit dilakukan dengan analisis uji biokimia. Isolat bakteri endofit yang berhasil diisolasi sebanyak 12 isolat, yaitu 4 isolat dari daun, 4 isolat dari batang, dan 4 isolat dari akar. Hasil pengamatan pada uji AIA menunjukkan bahwa semua isolat bakteri endofit dapat menghasilkan hormon AIA. Isolat yang menghasilkan konsentrasi hormon AIA tertinggi adalah isolat B2 (6,51 ppm). Isolat bakteri yang berhasil diidentifikasi berasal dari genus Enterobacter, Bacillus, Pseudomonas, dan Staphylococcus. Bakteri endofit yang dapat menghasilkan AIA berpotensi dikembangkan sebagai biofertilizer untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Abstract Endophytic bacteria live inside plants without causing disruption to plants and play an important role in stimulating plant growth. This study aims to isolate endophytic bacteria from lime plant (Citrus aurantifolia) and characterize its ability to produce indole acetic acid (IAA). Bacterial isolates were grown on media supplemented with L-tryptophan as IAA precursor. The bacterial supernatant was mixed with salkowski reagents and then measured using a spectrophotometer at 530 nm. Bacterial identification was carried out using biochemical characteristic analysis. A total of 12 endophytic bacterial isolates were successfully isolated from leaves, stem and roots of plants. Quantitative test results showed that all isolates can produce IAA. The highest concentration of IAA was produced by B2 (6.51 ppm). Biochemical analysis indicated that the isolates were from the genus Enterobacter, Bacillus, Pseudomonas and Staphylococcus. Endhophytic bacteria that can produce IAA have the potential to be developed as biofertilizers to increase crop productivity.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kamboja Jepang (Adenium obesum) dan Kamboja Putih (Plumeria acuminata) Muh. Shofi; Fera Suwitasari; Nurul Istiqomah
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i1.12631

Abstract

AbstrakSenyawa antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal dampak radikal bebas dengan cara menghambat stres oksidatif serta menghentikan kerusakan sel dan induksi penyakit. Tanaman kamboja jepang (Adenium obesum) dan kamboja putih (Plumeria acuminata) termasuk tanaman hias yang memiliki khasiat obat. Tanaman ini banyak mengandung senyawa flavonoid dan senyawa antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dan bunga tanaman kamboja jepang dan kamboja putih. Ekstrak kamboja diperoleh dengan melakukan maserasi daun dan bunga kamboja dengan menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%. Ekstrak kental daun dan bunga kamboja diperoleh dengan cara pemekatan ekstrak menggunakan penangas air. Uji skrining fitokimia ekstrak kental berupa kandungan alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, terpenoid, dan steroid secara kualitatif, sementara aktivitas antioksidan diuji dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil skrining fitokimia ekstrak menunjukkan adanya kandungan alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin dengan nilai IC50 tertinggi ditunjukan oleh ekstrak bunga kamboja putih yang diekstrak dengan etanol 70% yaitu sebesar 98,41 ppm, dan terendah oleh bunga kamboja putih yang diekstrak dengan etanol 96% yaitu 533,13 ppm. Ekstrak etanol tanaman kamboja jepang dan kamboja putih memiliki potensi sebagai antioksidan alami.Abstract Antioxidant compounds are compounds that can counteract the effects of free radicals by inhibiting oxidative stress and stopping cell damage and disease induction. Japanese frangipani plants (Adenium obesum) And white frangipani (Plumeria acuminata), including ornamental plants that have medicinal properties. This plant contains a lot of flavonoid compounds and natural antioxidant compounds. This study aims to determine the antioxidant activity of ethanol extracts of leaves and flowers of japanese frangipani plants  and white frangipani. Frangipani extract is obtained by moderating frangipani leaves and flowers by using 70% and 96% ethanol solvents. Thick extracts of frangipani leaves and flowers are obtained by concentrating the extract using a water bath. Phytochemical screening tests of thick extracts containing alkaloids, saponins, tannins, flavonoids, terpenoids, and steroids qualitatively, while antioxidant activity was tested by the method 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Phytochemical screening results showed the presence of alkaloids, tannins, flavonoids, and saponins with the highest IC50 values shown by white frangipani extract extracted with 70% ethanol at 98.41 ppm, and the lowest by white frangipani extracted with 96% ethanol at 533.13 ppm. Ethanol extract of japanese frangipani and white frangipani plants have potential as natural antioxidants.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 16 No. 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 1 (2022): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 1 (2020): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 2 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 1 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 1 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 2 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 1 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 2 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 1 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 2 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 1 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 2 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 1 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 2 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 1 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi More Issue