cover
Contact Name
Abdul Hakim Wahid
Contact Email
hakim.wahid@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrefleksi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat
ISSN : 02156253     EISSN : 27146103     DOI : -
Core Subject : Social,
Refleksi (ISSN 0215 6253) is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta. The Journal specializes in Qur'an and Hadith studies, Islamic Philosophy, and Religious studies, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 766 Documents
Relasi antar Agama dalam Perspektif Fiqih A. Bakir Ihsan
Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i1.25876

Abstract

Paradigma hegemonik di kalangan masyarakat muslim Indonesia saat ini adalah fiqih oriented.
The Contribution of Master Chin Kung in World Peace and Interfaith Dialogue Amsal Bakhtiar
Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i1.25867

Abstract

Kontribusi Master Chin Kung dalam memperjuangkan perdamaian dan dialog antar-iman amat besar. Ia tidak saja pemimpin agama untuk agama Budha, tetapi juga menjadi suri teladan bagi umat beragama lain karena kegigihannya memperjuangkan nilai-nilai universal dari agama. Ia berprinsip bahwa tujuan semua agama adalah sama, yakni mewujudkan perdamaian dan cinta kasih di semua penganut agama. Karena itu, Master Chin Kung yang sudah mendapat gelar Doktor honoris kausa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tanpa henti mengimbau para pemimpin dunia agar selalu melakukan pendekatan damai ketimbang pendekatan perang. Perjalanannya yang sangat panjang di lima benua semakin mendorongnya untuk terus maju memperjuangkan perdamaian dan keharmonisan di antara umat beragama. Ia yakin bahwa pendidikan agama merupakan pintu gerbang untuk mendidik seseorang bertambah cinta pada perdamaian dan cita kasih. Untuk itu, ia mendirikan berbagai lembaga dan yayasan yang berfungsi untuk menyebarkan nilai-nilai universal dari agama. di antara yayasan yang didirikan adalah Multi Culture Society di Jakarta. Yayasan ini sangat aktif dalam menyelenggarakan kegiatan dialog antar-iman dan pendidikan multi-iman.
Korupsi Berbasis Tradisi: Akar Kultural Penyimpangan Kekuasaan di Indonesia Achmad Zainuri
Refleksi Vol 7, No 2 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i2.25824

Abstract

Korupsi di negeri ini merambah ke semua lini bagaikan gurita. Penyimpangan ini bukan saja merasuki kawasan yang sudah dipersepsi publik sebagai sarang korupsi. Tapi juga menyusuri lorong-lorong instansi yang tak terbayangkan sebelumnya bahwa di sana ada korupsi. Satu per satu skandal keuangan di berbagai instansi negara terbongkar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dipenuhi aktivis demokrasi, akademisi, dan guru besar, pun tak steril dari wabah korupsi. Di Departemen Agama (Depag), kasus korupsinya bahkan telah menyeret mantan orang nomor satunya sebagai tersangka. Tulisan ini mencoba mengungkap akar tradisi dan kultural dari penyimpangan tersebut.
Pemikiran Ontologi dalam Filsafat Mulla Shadra Fakhruddin Fakhruddin
Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v5i3.25908

Abstract

Tulisan ini ingin mencoba untuk menyingkap sekelumit pemikiran filsafat Mulla Shadra, khususnya tentang wahdat al-wujud, ashālat al-wujūd, taskīk al-wujūd dan al-harakah al-jawhariyyah.
Al-Farabi tentang "Negara Utama" dan Demokrasi E. Kusnadiningrat
Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i3.25777

Abstract

Teori politik al-Farabi elitis dan tidak melakukan pembaharuan terhadap konsep negara yang berlaku saat itu (khilafah). Al-Farabi hanya memberikan tawaran konsep alternatif yang dibangun untuk penyatuan antara ilmu politik dengan ilmu ketuhanan yang bersumber pada wahyu. Bisa dimengerti kemudian, demokrasi tidak menjadi pilihan final tapi hanya “bentuk rezim yang tidak utama” (unvirtuous regime).
Beragama yang Fanatik Tanpa Sikap Ekstrem Amsal Bakhtiar
Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i1.25872

Abstract

Dalam beragama setidaknya ada variabel ‘fanatik’ dan ‘ekstrem’, yang dapat dianalisis dalam empat kelompok; pertama, fanatik tidak ekstrem; kedua, fanatik yang ekstrem; ketiga, tidak fanatik tapi ekstrem, dan keempat, tidak fanatik dan tidak ekstrem. Fokus tulisan ini adalah pada beragama yang fanatik tanpa sikap ekstrem dan usaha-usaha untuk mewujudkannya. Fanatik yang dimaksud adalah sikap beragama yang saleh dan taat dalam menjalankan ibadah, yang termanifestasi dalam kehidupan individu maupun sosial. Adapun ekstrem dalam hal ini adalah sikap beragama yang lebih literal, cenderung ideologis, dan eksklusif. Sikap eksklusif ini pada akhirnya dapat menurus pada semangat komunalisme agama dan ideologisasi agama, sehingga yang muncul ke permukaan bukan agama yang sebenarnya, tetapi adalah agama yang sudah terbungkus oleh ideologi partai politik dan etnik tertentu. Akar persoalan ekstremisme tidak hanya dari segi agama, tetapi juga politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya.
Ambiguitas Pemberlakuan Syariat Islam? Din Wahid
Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i3.25783

Abstract

Artikel ini membedah buku Muhammad ‘Abid al-Jabiri, “Agama, Negara dan Penerapan Syariah”. Dalam hal ini, penulis menempatkan buku dalam perdebatan wacana penerapan syariat Islam. Sementara sebagian kalangan memandang ada hubungan antara negara dan agama, dalam bukunya, al-Jabiri beranggapan tidak ada, karena analisis sejarah tidak menguatkan pendapat mereka.
Reintegrasi Ilmu Rd. Mulyadhi Kartanegara
Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v5i3.25904

Abstract

Tuhan telah memberi kita pilihan, bahkan pilihan untuk beriman atau ingkar kepada-Nya. Apapun pilihan akhirnya, kita harus bertanggungjawab terhadapnya, dalam arti menanggung segala konsekuensi, termasuk implikasinya terhadap pandangan dunia dan keilmuan kita.
Multikulturalisme: Re-imagining Agama Gadis Arivia
Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i1.25868

Abstract

Pijakan multikulturalisme yang berangkat dari identitas-identitas yang dibuat berdasarkan pilihan-pilihan bebas mengandaikan bahwa pertama-tama agama harus dipandang sebagai bentukan budaya, suatu realitas yang berangkat dari berbagai teks yang berupaya menciptakan makna-makna dan imajinasi baru. Negara yang masyarakatnya tidak dilandasi oleh semangat multikulturalisme, maka bentuk masyarakat yang dicapai adalah komunalisme. Masyarakat yang demikian mementingkan politik identitas (rekognisi identitas) bukan politik perbedaan (rekognisi pluralitas).
The Notion of Ta’wil (Spiritual Interpretation) in The Tradition of Syī’a Ismā’īliyya: A Study of Al-Sijistānī’s Kitāb Al-Iftikhār Yusuf Rahman
Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v5i3.25909

Abstract

The community of Syi’a Islma’iliyya (Isma’ilis) constitute the second largest Syi’i community after the Twelvers (Syi’a Itsna’asyariyya) in the Muslim world. They live in more then twenty countries of Asia, Africa, Europe and America. Some of its community consider Aga Khan as their spiritual leader in this era.

Filter by Year

1998 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 2 (2025): Refleksi Vol. 24 No. 1 (2025): Refleksi Vol. 23 No. 2 (2024): Refleksi Vol 23, No 2 (2024): Refleksi Vol. 23 No. 1 (2024): Refleksi Vol 23, No 1 (2024): Refleksi Vol 22, No 2 (2023): Refleksi Vol. 22 No. 2 (2023): Refleksi Vol 22, No 1 (2023): Refleksi Vol. 22 No. 1 (2023): Refleksi Vol. 21 No. 2 (2022): Refleksi Vol 21, No 2 (2022): Refleksi Vol. 21 No. 1 (2022): Refleksi Vol 21, No 1 (2022): Refleksi Vol 7, No 2 (2005): Refleksi Vol 20, No 2 (2021) Vol. 20 No. 2 (2021): Refleksi Vol 20, No 2 (2021): Refleksi Vol 20, No 1 (2021): Refleksi Vol. 20 No. 1 (2021): Refleksi Vol 19, No 2 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 2 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 1 (2020): Refleksi Vol 19, No 1 (2020): Refleksi Vol 18, No 2 (2019): Refleksi Vol 18, No 1 (2019): Refleksi Vol 17, No 2 (2018): Refleksi Vol 17, No 1 (2018): Refleksi Vol 16, No 2 (2017): Refleksi Vol. 16 No. 1 (2017): Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi Vol 15, No 2 (2016): Refleksi Vol 15, No 1 (2016): Refleksi Vol 14, No 2 (2015): Refleksi Vol 14, No 1 (2015): Refleksi Vol 13, No 6 (2014): Refleksi Vol. 13 No. 6 (2014): Refleksi Vol 13, No 5 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 5 (2013): Refleksi Vol 13, No 4 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 4 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 3 (2012): Refleksi Vol 13, No 3 (2012): Refleksi Vol. 13 No. 2 (2012): Refleksi Vol 13, No 2 (2012): Refleksi Vol. 13 No. 1 (2011): Refleksi Vol 13, No 1 (2011): Refleksi Vol. 11 No. 2 (2009): Refleksi Vol 11, No 2 (2009): Refleksi Vol 11, No 1 (2009): Refleksi Vol. 11 No. 1 (2009): Refleksi Vol. 10 No. 3 (2008): Refleksi Vol 10, No 3 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 2 (2008): Refleksi Vol 10, No 2 (2008): Refleksi Vol 10, No 1 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 1 (2008): Refleksi Vol 9, No 3 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 3 (2007): Refleksi Vol 9, No 2 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 2 (2007): Refleksi Vol 9, No 1 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 1 (2007): Refleksi Vol 8, No 3 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 3 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 2 (2006): Refleksi Vol 8, No 2 (2006): Refleksi Vol 8, No 1 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 1 (2006): Refleksi Vol. 7 No. 3 (2005): Refleksi Vol 7, No 3 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 2 (2005): Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 1 (2005): Refleksi Vol. 6 No. 3 (2004): Refleksi Vol 6, No 3 (2004): Refleksi Vol 6, No 2 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 2 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 1 (2004): Refleksi Vol 6, No 1 (2004): Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi Vol 5, No 1 (2003): Refleksi Vol. 5 No. 1 (2003): Refleksi Vol 4, No 3 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 3 (2002): Refleksi Vol 4, No 2 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 2 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 1 (2002): Refleksi Vol 4, No 1 (2002): Refleksi Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi Vol 3, No 2 (2001): Refleksi Vol. 3 No. 2 (2001): Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 3 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 2 (2000): Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 1 (2000): Refleksi Vol 2, No 1 (2000): Refleksi Vol 1, No 3 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 3 (1999): Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 2 (1999): Refleksi Vol 1, No 1 (1998): Refleksi Vol. 1 No. 1 (1998): Refleksi More Issue