cover
Contact Name
Abdul Hakim Wahid
Contact Email
hakim.wahid@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrefleksi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat
ISSN : 02156253     EISSN : 27146103     DOI : -
Core Subject : Social,
Refleksi (ISSN 0215 6253) is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta. The Journal specializes in Qur'an and Hadith studies, Islamic Philosophy, and Religious studies, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 766 Documents
Agama dan Keragaman Masyarakat Kontemporer Mujiburrahman Mujiburrahman
Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i3.25778

Abstract

Artikel ini mendiskusikan keragaman masyarakat kontemporer melalui pendekatan sosiologis. Tiga teori dipakai untuk memotret fenomena ini, yaitu: teori globalisasi dan era informasi, teori politik pengakuan dan teori sekularisasi dan pluralisme agama.
Manajemen Konflik Negara terhadap Masyarakat Multikultural: Kasus Komunitas Muslim Australia M. Amin Nurdin
Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i1.25873

Abstract

Realitas sosial penduduk Australia yang beragam kultur, etnis, dan agama sebagai implikasi terbukanya kebijakan imigrasi di tahun 1960-an telah mendorong pemerintah Australia untuk melakukan rekayasa sosial politik dengan bertujuan untuk meredusir konflik nilai dan norma yang saling bertentangan antara masyarakat; kulit putih di satu pihak dan para pendatang di pihak lain. Australia tampaknya berhasil mengelola berbagai konflik yang diindikasikan dengan rendahnya beragam potensi kekerasan politik, etnik, dan keagamaan, termasuk terorisme, bila dibandingkan dengan negara lain, khususnya negara-negara tetangganya.
Hermeneutika Agama Islam: Menempatkan Relevansi Agama dan Kesalehan Sosial Kusmana Kusmana
Refleksi Vol 7, No 2 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i2.25825

Abstract

Hermeneutika atau pemahaman atau penafsiran peran agama dalam konteks kehidupan manusia secara individu atau masyarakat secara terbuka memosisikan agama sebagai salah satu pedoman kehidupan di antara pedoman kehidupan lainnya. Dalam posisi seperti ini, peran agama berada dalam kontroversi pro dan kontra. Setidaknya ada dua kelompok besar, yaitu mereka yang menganggapnya peting dan mereka yang menganggapnya sebagai penghalang bagi kehidupan manusia. Figur-figur seperti Namrud, Firaun, Sigmund Freud, Karl Marx, Nietzsche, dan lain-lain, dalam titik tekanya masing-masing memandang bahwa peran agama secara sosio-politis menunjukkan fungsi yang justru menghalangi kemajuan masyarakat, mengancam kekuasaan dan sistem yang telah dibangun oleh elite agama, budaya, dan politik. Sebaliknya, kelompok besar lainnya sama sekali tidak meragukan peran agama bagi kehidupan manusia. Agama adalah petunjuk bagi manusia menuju jalan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tulisan ini mencoba menelaah peranan penting agama (baca; Islam) bagi seluruh kehidupan manusia sebagai wujud aktualisasi dari misi Islam sebagai rahmat bagi semesta alam yang sangat berdimensi sosial.
Paradigma Pemilihan Kepala Negara di Zaman Khulafa Al-Rasyidin Sirojuddin Aly
Refleksi Vol 7, No 2 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i2.25821

Abstract

Dalam khazanah Ilmu Politik banyak model pemilihan pemimpin sebuah pemerintahan. Ada yang melalui proses pemilihan langsung, ada juga melalui perwakilan. Di dalam Islam model pemilihan juga beragam. Keragaman pemilihan tersebut berlangsung pasca Rasulullah saw. wafat, yaitu sejak masa Khalafa al-Rasyidin. Hal ini terjadi karena di dalam al-Qur’an maupun hadis tidak ada keterangan yang secara tegas dan detail membincangkan proses pemilihan kepala negara. Tulisan ini mengulas paradigma pemilihan pemimpin pada masa Khalafa al-Rasyidin. Ia mencoba mengulas sistem pemilihan terhadap empat khalifah, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali yang menurut penulis memiliki perbedaan satu dengan lainnya. Lebih jauh tulisan ini juga mengupas secara komparatif beberapa sistem politik modern dengan konsepsi yang ditawarkan oleh Islam.
Tingkatan Wujud dalam Filsafat Islam: Kajian tentang Doktrin Wujud dan Teori Emanasi dalam Filsafat Al-Farabi dan Ibn Sina E. Kusnadiningrat
Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v5i3.25905

Abstract

Inti ajaran ketuhanan dari semua agama semitik (Yahudi, Kristen, Islam) adalah pengajuan tentang keesaan Tuhan, yakni tauhid (tawhīd). Prinsip ini mengajarkan bahwa Tuhan adalah Esa (Yang Satu, the One), mutlak (absolute), dan kekal (eternal atau qadīm). Segala yang ada selain Tuhan adalah makhluk – yang diciptakan, plural/banyak, dan bersifat baru (ḥadith atau muḥdath). Tema ini menjadi salah satu topik perbincangan utama di kalangan teolog (mutakallimūn) maupun filosof Muslim (falāsifah).
Tragedi Manusia dan Kemanusiaan: Merajut Perdamaian dalam Perspektif Agama Buddha Ponijan Liaw
Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i1.25869

Abstract

Persoalan hidup manusia jika diperas akan bermuara kepada tiga hal; manusia versus alam, manusia versus manusia dan manusia versus dirinya sendiri. Bagaimana mungkin damai akan dapat diraih jika sikap manusia masih berkutat pada ketiga jenis pertikaian tersebut di atas. Jika dikaji dan ditelusuri secara lebih mendalam dan arif esensi dari ajaran-ajaran yang terhimpun dalam bingkai agama, tidak satu pun sebenarnya agama yang menolak penghargaan dan pemuliaan akan nilai-nilai kemanusiaan.
Tafsir Al-Bayān Karya Hasbi Ash-Shiddieqy (Sebuah Telaah Awal Corak Tafsir di Indonesia) Zaimudin Zaimudin
Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v5i3.25910

Abstract

Tulisan ini mengupas secara sistematis dan metodologis beberapa segi dari salah satu karya tafsir di Indonesia, yakni Tafsir al-Bayān karya Hasbi Ash-Shiddiqie.
Hasyim Asy'ari dan Pemikiran Kalamnya M. Suryadinata
Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i3.25779

Abstract

Tulisan ini hendak membidikkan perhatiannya pada pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dengan fokus utama pada bidang kalam (teologi). Namun, sebelum masuk dalam perbincangan teologis, akan dibahas terlebih dahulu sketsa biografi dan genealogi intelektual tokoh legendaris ini.
Upacara Slametan Gua Sam Poo Kong di Semarang dalam Perspektif Multikultural M. Ikhsan Tanggok
Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i1.25874

Abstract

Upacara slametan yang umumnya dilakukan oleh orang-orang Jawa kelompok abangan tidak hanya terjadi dalam lingkungan orang Cina atau Tionghoa yang menganut agama di luar agama Islam di Jawa. Upacara slemetan dalam rangka membangun kembali Gua Sam Poo Kong di Klenteng Sam Poo Kong di Semarang yang terjadi pada tahun 2002 yang lalu, tidak sekedar upacara suci, tapi juga sebagai wadah mempertemukan dan mempersatukan dua kelompok suku bangsa yang berbeda untuk mewujudkan keteraturan dalam masyarakat.
Islam dan Tata Masyarakat Dunia Masri Mansoer
Refleksi Vol 7, No 2 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i2.25827

Abstract

Tata kehidupan dunia diwarnai oleh beragam ideologi. Masing-masing ideologi menawarkan masa depan yang paripurna. Sosialisme mengagungkan kolektivitas dan mengabaikan individualitas yang bertujuan akhir untuk memenuhi kebutuhan material secara bersama. Sebaliknya kapitalisme (liberalisme) menempatkan manusia sebagai individu yang bebas dan berhak menentukan sendiri hidupnya dan melakukan apa saja yang dipandang baik dan benar untuk meraih keuntungan bagi dirinya. Dari kedua ideologi besar dunia tersebut, Islam tidak menafikan atau menempatkan diri pada salah satu kutub di atas. Islam menempatkan diri secara sintesis dan menjadi alternatif di antara kecenderungan ekstremitas beragam ideologi secara seimbang dan adil. Karena itu, hubungan yang hendak dibangun oleh Islam adalah kemitraan dan kerja sama yang saling menguntungkan demi kesejahteraan hidup seluruh anak manusia. Tulisan ini mengulas sisi universalitas Islam sebagai landasan paripurna untuk membangun tatanan masyarakat dunia.

Filter by Year

1998 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 2 (2025): Refleksi Vol. 24 No. 1 (2025): Refleksi Vol 23, No 2 (2024): Refleksi Vol. 23 No. 2 (2024): Refleksi Vol. 23 No. 1 (2024): Refleksi Vol 23, No 1 (2024): Refleksi Vol. 22 No. 2 (2023): Refleksi Vol 22, No 2 (2023): Refleksi Vol 22, No 1 (2023): Refleksi Vol. 22 No. 1 (2023): Refleksi Vol 21, No 2 (2022): Refleksi Vol. 21 No. 2 (2022): Refleksi Vol. 21 No. 1 (2022): Refleksi Vol 21, No 1 (2022): Refleksi Vol 7, No 2 (2005): Refleksi Vol 20, No 2 (2021) Vol. 20 No. 2 (2021): Refleksi Vol 20, No 2 (2021): Refleksi Vol 20, No 1 (2021): Refleksi Vol. 20 No. 1 (2021): Refleksi Vol 19, No 2 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 2 (2020): Refleksi Vol 19, No 1 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 1 (2020): Refleksi Vol 18, No 2 (2019): Refleksi Vol 18, No 1 (2019): Refleksi Vol 17, No 2 (2018): Refleksi Vol 17, No 1 (2018): Refleksi Vol 16, No 2 (2017): Refleksi Vol. 16 No. 1 (2017): Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi Vol 15, No 2 (2016): Refleksi Vol 15, No 1 (2016): Refleksi Vol 14, No 2 (2015): Refleksi Vol 14, No 1 (2015): Refleksi Vol. 13 No. 6 (2014): Refleksi Vol 13, No 6 (2014): Refleksi Vol. 13 No. 5 (2013): Refleksi Vol 13, No 5 (2013): Refleksi Vol 13, No 4 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 4 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 3 (2012): Refleksi Vol 13, No 3 (2012): Refleksi Vol. 13 No. 2 (2012): Refleksi Vol 13, No 2 (2012): Refleksi Vol 13, No 1 (2011): Refleksi Vol. 13 No. 1 (2011): Refleksi Vol. 11 No. 2 (2009): Refleksi Vol 11, No 2 (2009): Refleksi Vol 11, No 1 (2009): Refleksi Vol. 11 No. 1 (2009): Refleksi Vol. 10 No. 3 (2008): Refleksi Vol 10, No 3 (2008): Refleksi Vol 10, No 2 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 2 (2008): Refleksi Vol 10, No 1 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 1 (2008): Refleksi Vol 9, No 3 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 3 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 2 (2007): Refleksi Vol 9, No 2 (2007): Refleksi Vol 9, No 1 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 1 (2007): Refleksi Vol 8, No 3 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 3 (2006): Refleksi Vol 8, No 2 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 2 (2006): Refleksi Vol 8, No 1 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 1 (2006): Refleksi Vol. 7 No. 3 (2005): Refleksi Vol 7, No 3 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 2 (2005): Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 1 (2005): Refleksi Vol 6, No 3 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 3 (2004): Refleksi Vol 6, No 2 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 2 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 1 (2004): Refleksi Vol 6, No 1 (2004): Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi Vol. 5 No. 1 (2003): Refleksi Vol 5, No 1 (2003): Refleksi Vol. 4 No. 3 (2002): Refleksi Vol 4, No 3 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 2 (2002): Refleksi Vol 4, No 2 (2002): Refleksi Vol 4, No 1 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 1 (2002): Refleksi Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi Vol 3, No 2 (2001): Refleksi Vol. 3 No. 2 (2001): Refleksi Vol. 2 No. 3 (2000): Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 2 (2000): Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 1 (2000): Refleksi Vol 2, No 1 (2000): Refleksi Vol 1, No 3 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 3 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 2 (1999): Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi Vol 1, No 1 (1998): Refleksi Vol. 1 No. 1 (1998): Refleksi More Issue