cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies
ISSN : 25990551     EISSN : 25990586     DOI : 10.18196/aijis
Core Subject : Education,
Jurnal Afkaruna is an Indonesian bilingual journal published by the Faculty of Islamic Studies, Muhammadiyah University of Yogyakarta. The journal publishes empirically grounded and multidisciplinary work on Islam and its related issues, spanning the history, Quranic studies, Exegesis, tradition, education, dakwah, politics, sufism, philosophy, Islamic manuscripts, Islamic economics and finance, social movements, ritual and philanthropy. Afkaruna aims to promote excellent scholarship or articles on Islam that present original findings, new ideas or concepts that result from contemporary research projects in Islamic studies, area studies (especially Southeast Asia and the Middle East), social sciences, and the humanities.
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
Komodifikasi Islam dalam Ekonomi Pasar: Studi tentang Muslim Perkotaan di Banten Yanwar Pribadi; Zaki Ghufron
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 1: June 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0096.82-112

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menjelaskan hubungan timbal balik atau koeksistensi antara komodifikasi Islam dan ekonomi pasar pada masyarakat Muslim Banten di Kota Serang dan Kota Cilegon. Penelitian antropologi politik ini menggunakan metode etnografi dengan fokus pada studi kasus lapangan (fieldwork case study) di Kota Serang dan Kota Cilegon, Provinsi Banten. Fokusnya adalah aktivitas-aktivitas masyarakat Muslim Banten dan bentuk-bentuk keagamaan yang menjadi komoditas pasar di organisasi atau perkumpulan Muslim baik yang eksklusif maupun non-eksklusif dan juga pengajian di perkotaan. Argumen tulisan ini adalah bahwa upaya kelompok Muslim kelas menengah perkotaan di Indonesia untuk mempertahankan dan melestarikan identitas Islam yang “sesungguhnya” dengan kembali ke Alquran dan Sunnah telah terakumulasi dalam kekuatan yang menghadirkan tantangan bagi negara dalam politik nasional dan lokal, terutama dalam pemilihan umum, pembangunan ekonomi dan masyarakat, dan urusan keagamaan. Sebagai daerah yang dipengaruhi oleh Kesultanan Banten di masa lalu, Kota Serang dan Kota Cilegon secara umum dikenal sebagai wilayah agama tradisional. Namun, kedatangan kelompok Muslim kelas menengah perkotaan baru yang kebanyakan bermigrasi dari kota-kota yang lebih besar dan lebih maju, serta munculnya generasi-generasi baru kaum Muslim di Kota Serang dan Kota Cilegon dan kota-kota sekitarnya lainnya yang tinggal di perkotaan, telah secara signifikan mengubah lanskap ekspresi budaya dan agama dan tradisi Islam di Kota Serang dan Kota Cilegon. Organisasi-organisasi keagamaan dan pengajian-pengajian di kompleks perumahan telah menjadi tempat yang signifikan untuk mendiskusikan, mempraktikkan, dan menyebarkan kombinasi budaya pop dan Islam “sesungguhnya” oleh kelas menengah Muslim yang kebanyakan tidak memiliki latar belakang pendidikan Islam dan yang relatif baru dengan ide-ide ajaran Islam. Pembuatan otoritas keagamaan secara terus-menerus melibatkan interaksi yang rumit antara dua sisi: ekspresi lokal Islam dan pemahaman dan praktik-praktik Islam asing. Akibatnya, telah terjadi fragmentasi umat, suatu kondisi yang diperburuk oleh polarisasi politik yang merajalela sejak pemilihan presiden 2014.
Perkembangan Sekolah Muhammadiyah di Surakarta pada Tahun 1920-1970 Mohamad Ali
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 2: December 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0107.302-327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: a) menggambarkan dinamika Islam di Surakarta menjelang terbitnya matahari Muhammadiyah di kota bengawan, b) mendeskripsikan gerak langkah sekolah Muhammadiyah di Surakarta pada kurun 1920-1970, dan c) menganalisis corak pengembangan pendidikan Muhammadiyah Surakarta. Dengan menggunakan metode sosio-historis penelitian ini berhasil menemukan hal-hal berikut. Pertama, ketika Muhammadiyah muncul di Surakarta, gerakan modernisasi Islam telah melanda kota ini; poros Kauman mendirikan madrasah Mambaul Ulum Kasunanan pada 1905 dan poros saudagar Laweyan mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI) pada 1911, kehadiran Muhammadiyah memberi warna pada modernisme yang berhaluan reformis. Kedua, secara garis besar gerak langkah sekolah Muhammadiyah di Surakarta selama kurun 1920-1970 dapat dipilah menjadi tiga periode, yaitu: perintisan 1920-1942, pencarian identitas 1942-1957, dan pemekaran 1957-1970. Terakhir, corak pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Surakarta mirip pola Yogya yang lebih banyak mendirikan sekolah dari pada madrasah.
Tokoh Antagonis dalam Kisah Al-Qur’an Muhammad Hasnan Nahar
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 2: December 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0105.254-280

Abstract

Al-Qur’an merupakan sumber pembelajaran dari segala ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan. Pembelajaran tidak hanya berasal dari ayat-ayat hukum saja, sebab di dalam Al-Qur’an didominasi dengan ayat-ayat kisah yang lebih efektif untuk menjadi perhatian manusia. Namun pada umumnya dalam pengambilan pembelajaran dari kisah Al-Qur’an hanya mengacu pada tokoh protagonis saja, sedangkan pada diri tokoh antagonis hanya sebagai pelengkap narasi kisah. Dalam Al-Qur’an tokoh antagonis terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan penglihatan peran dan posisi dari masing-masing tokoh, yaitu tokoh antagonis dari kalangan raja, tokoh antagonis dari kalangan birokrat, tokoh antagonis dari kalangan keluarga nabi. Masing-masing dari tokoh antagonis memiliki sifat dan karakter buruk (nilai negatif) dan beberapa diantaranya terdapat juga sifat dan karakter baik (nilai positif) pada dirinya.
Konsep Kesetaraan Gender dalam Islam Taufan Anggoro
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 1: June 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0098.129-134

Abstract

Buku karya Faqihuddin Abdul Kodir ini memperkenalkan sebuah metode yang dinamakan qirāah mubādalah, untuk menafsirkan kembali teks-teks primer Islam. Qirā’ah mubādalah adalah sebuah pembacaan dengan prinsip kesalingan antara laki-laki dan perempuan. Bagaimana antara laki-laki dan perempuan dapat hidup secara adil berasaskan kemaslahatan kedua belah pihak. Tidak hanya memperkenalkan konsep mubadalah, buku karya Faqihuddin ini juga mengidentifikasi isu-isu yang berkembang seputar relasi laki-laki dan perempuan. Beberapa topik permasalahan yang dibahas dalam bukunya ini antara lain seputar pernikahan, poligami,waris, seks, dan beberapa topik lainnya yang berkutat pada relasi laki-laki dan perempuan. Buku Qira’ah Mubadalah karya Faqihuddin ini mampu menyuarakan keadilan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan secara softly, sehingga lebih banyak diterima dan banyak mendapat sambutan positif dari masyarakat luas.
Da'wah Communication of Bedhaya Tunggal Jiwa Dance at Grebeg Besar Ceremony in Demak Regency Indriana Arninda Dewi; R M Pramutomo
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 1: June 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0097.113-128

Abstract

Bedhaya Tunggal Jiwa dance is a group dance existing and developing in Demak Regency. It is included in a series of processions at Grebeg Besar religious ceremony in Demak Regency as a guest welcoming dance. Grebeg Besar is a religious ceremony taking place in Demak Regency that is held once a year, precisely on Eid al-Adha. The existence of Bedhaya Tunggal Jiwa dance at Grebeg Besar is one of the media to harmonize culture and religion. The performance contains da’wah elements, so every part of Bedhaya Tunggal Jiwa contains various messages communicated to the public. The overall message focuses on its efforts to remind people to always do good or call for something good for themselves and others. These messages can be identified through movement, makeup fashion, floor pattern, property, and dance music. The method used in this study was qualitative research method with ethnocoreology approach by adopting the concept of form by Suzanne K Langer and the concept of art communication by Santosa. The field study was carried out to obtain objective data carried out through observation, data analysis, and report writing.
Keislaman, Kemanusiaan, Keindonesiaan, dan Budaya: Studi Perbandingan Pemikiran Ahmad Syafii Maarif, Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid Zuly Qodir; Haedar Nashir
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 2: December 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0104.226-253

Abstract

Kajian tentang kebangsaan dan keindonesiaan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Sebagai bangsa, Indonesia berada pada posisi yang sangat beragam. Sedangkan sebagai negara Indonesia, merupakan negara dengan penduduk beragam suku, agama, etnik, dan golongan. Di antara semuanya menjadi satu dalam rumpun Keindonesiaan karena mengalami nasib yang sama di bawah penjajah colonial Belanda. Pikiran Ahmad Syafii Maarif, Abdurrahman Wahid, dan Nurcholish Madjid, tiga tokoh dari organisasi Islam terbesar di Indonesia berada pada pemikiran yang secara substansial terdapat kesamaan. Ketiganya sepakat bahwa Indonesia telah pada posisi yang ideal dengan Pancasila sebagai dasar Negara bukan negara agama. Islam sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia, tidak dijadikan sebagai dasar negara. Ahmad Syafii Maarif, Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid sepakat bahwa nilai-nilai Pancasila merupakan nilai yang tidak bertentangan dengan Islam. Negara Pancasila sebagai pilihan adalah negara yang tidak bertentangan dengan Islam. Nasionalisme dan Islam merupakan dua hal yang saling mendukung tidak bertolak belakang. Tulisan ini memberikan kesimpulan bahwa di Indonesia, dengan Pancasila sebagai dasar negara, merupakan bagian dari kosmopolitanisme-kebangsaan yang modern. Kajian dalam tulisan ini mendasarkan pada karya yang ditulis oleh Ahmad Syafii Maarif, Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid, terutama karya yang ditulis setelah tahun 2001. Tulisan ditulis dengan pendekatan interpretative atas teks yang tersaji dalam karangan dua intelektual muslim kenamaan dari Muhammadiyah, NU dan non afiliasi organisasi keislaman.
Muhammadiyah’s Fatwa about Hewan Kurban in 2005: A Study on Muhammadiyah’s Method in Producing Fatwa Muhammad Hilali Basya
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 1: June 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0093.14-31

Abstract

The Majelis Tarjih of Muhammadiyah had issued a fatwa about hewan kurban (slaughtered animal for ‛Id al-Adha) in 2005. The fatwa asked Muslims to prioritize their money to support and aid sufferers of natural disaster in in Aceh and other places. The fatwa is controversial, because it produces new form of ‛Idul Adha. This article aims to explore the method used by the Majelis Tarjih in issuing the fatwa.
The Contextualisation of Siyar in the Era of Nation-States and Globalisation Hasnan Bachtiar
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 2: December 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0100.140-164

Abstract

This article examines the concept of Siyar and its relation to the dynamisation of Islamic law. Siyar is a discipline in Islamic law covering issues of law of war and international relations in Islamic traditions, which means conducting Muslim states in relation with other communities. The efforts of the contextualisation of Siyar have been critical primarily when Muslims have faced challenging realities of nation-states, globalisation and post 9/11. This article arguably states that Siyar needs to be reinterpreted and revitalised due to its classical idea is not compatible with the modern ideas and practices of modern polity. Its main doctrine of bifurcation of the world (dār al-Islām and dār al-ḥarb) encourages arguments and practices of the defensive and offensive jihād amongst Islamist agencies. Accordingly, Muhammadiyah contextualised Siyar through its very idea of the Negara Pancasila sebagai Dār al-‘Ahd wa al-Shahādah emphasising Indonesia as the state of negotiation between the arenas of dār al-Islām and dār al-ḥarb.
Participation of Muslim Women in Islamic Philanthropy in Digital Era: Malaysian Experience Mekwok Bt Mahmud; Nor Amni Bazilah Bt Mohd Zain; Raudlotul Firdaus Bt Fatah Yasin
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 2: December 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0101.165-186

Abstract

In general, Islamic Philanthropy is an important instrument that can solve the socio-economic problems of a country. The ultimate goal of Islamic Philanthropy is to benefit the economy and the society, which began during the time of Prophet Muhammad S.A.W. and has been continuously developed to this day. This research aimed to investigate the participation of Muslim women in Islamic philanthropy in the digital era, specifically their contributions to the waqf institutions in Malaysia. History and present times have shown evidence of significant contributions of women in Islamic Philanthropy as founders, beneficiaries, and mutawallis or trustees. This research conducted a library search, seeking evidence of selected Malaysian experiences of women’s participation in Islamic Philanthropy in the past and at present. The expected result was an analysis of Malaysian experiences in the participation of Muslim women in Islamic Philanthropy institutions in this digital era, and to identify the need for improvements of the socio-economic conditions of the society.
Islamic Education in The Inclusive School: Experimental Study of The Application of Differentiated Instruction For Slow Learners Anita Aisah; Dwi Santosa AB
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 2: December 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0106.281-301

Abstract

One of competences that teachers need to achieve is readiness to teach students with various characteristics. Teachers of Islam religion subject in some schools do not have adequate competence to teach diverse students. Slow learners are mostly found in both regular and inclusive schools. The researchers offer a method which can adjust a curriculum to be compatible to students’ conditions namely differentiated instruction method or DI to be applied in Islam religion subject. The goal of this research serves to figure out whether or not DI method can improve learning motivation and achievement for slow learners. The research respondents were slow learners in regular schools. It applied pretest-posttest experiment research method. The research was conducted in April and May, 2019 in Primary School XX in Bantul regency. Data were collected using observation technique, pretest in the form of knowledge test covering previous theme namely sholat (praying) and posttest in the form of the result of knowledge test. Finding revealed that two out of three slow learners did not attend complete experiment process so that there was only one student left. There was a significant increase on knowledge score between pretest and posttest (sig 0,000). This student’s learning motivation improved as well from someone who was previously crying when being asked to come to the front of the class or to answer questions becoming a student who was more communicative.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 1: June 2026 Vol. 21 No. 2: December 2025 Vol. 21 No. 1: June 2025 Vol. 20 No. 2: December 2024 Vol 20, No 1: June 2024 Vol. 20 No. 1: June 2024 Vol 19, No 2: December 2023 Vol. 19 No. 2: December 2023 Vol. 19 No. 1: June 2023 Vol 19, No 1: June 2023 Vol 18, No 2: December 2022 Vol. 18 No. 2: December 2022 Vol. 18 No. 1: June 2022 Vol 18, No 1: June 2022 Vol 17, No 1 (2021): June 2021 Vol 17, No 2: December 2021 Vol. 17 No. 2: December 2021 Vol. 17 No. 1: June 2021 Vol 17, No 1: June 2021 Vol 16, No 1 (2020): June 2020 Vol 16, No 2: December 2020 Vol. 16 No. 2: December 2020 Vol 16, No 1: June 2020 Vol. 16 No. 1: June 2020 Vol 15, No 2 (2019): December 2019 Vol 15, No 2: December 2019 Vol. 15 No. 2: December 2019 Vol 15, No 1: June 2019 Vol. 15 No. 1: June 2019 Vol 14, No 1 (2018): June 2018 Vol. 14 No. 2: December 2018 Vol 14, No 2: December 2018 Vol. 14 No. 1: June 2018 Vol 14, No 1: June 2018 Vol 13, No 2 (2017): December 2017 Vol 13, No 1 (2017): June 2017 Vol. 13 No. 2: December 2017 Vol 13, No 2: December 2017 Vol. 13 No. 1: June 2017 Vol 13, No 1: June 2017 Vol 12, No 2 (2016): December 2016 Vol 12, No 1 (2016): June 2016 Vol 12, No 2: December 2016 Vol. 12 No. 2: December 2016 Vol. 12 No. 1: June 2016 Vol 12, No 1: June 2016 Vol 11, No 2: December 2015 Vol. 11 No. 2: December 2015 Vol 11, No 1: June 2015 Vol. 11 No. 1: June 2015 Vol 10, No 2 (2014): December 2014 Vol. 10 No. 2: December 2014 Vol 10, No 2: December 2014 Vol. 10 No. 1: June 2014 Vol 10, No 1: June 2014 Vol 9, No 2 (2013): December 2013 Vol 9, No 1 (2013): June 2013 Vol 9, No 2: December 2013 Vol. 9 No. 2: December 2013 Vol. 9 No. 1: June 2013 Vol 9, No 1: June 2013 Vol 8, No 2: December 2012 Vol. 8 No. 2: December 2012 Vol 8, No 1: June 2012 Vol. 8 No. 1: June 2012 More Issue