cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA Hasanah, Uswatun
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.676 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.87-94

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius dan harus segera ditanggulangi. Masih adanya sikap masyarakat yang negatif serta memiliki pengetahuan yang rendah tentang gangguan jiwa perlu mendapatkan perhatian. Salah satu cara yang tepat untuk merubah sikap dan meningkatkan pengetahuan masyarakat adalah melalui penyuluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perubahan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat pada penderita gangguan jiwa. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, bentuk desain yang dipakai adalah desain one group pre test-post test. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian yang digunakan dalam penelitian ini akan diambil sebesar 10% dari jumlah populasi yang ada yaitu sebanyak 47 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, penyuluhan dengan media power point dan leaflet. Hasil uji normalitas didapatkan data berdistribusi normal sehingga untuk analisis data menggunakan uji paired sample t test. Hasil analisis menunjukkan p value 0,000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pasien gangguan jiwa. Kata kunci: penyuluhan kesehatan, pengetahuan, sikap, gangguan jiwa. THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON CHANGES IN COMMUNITY KNOWLEDGE AND ATTITUDES IN MENTAL DISORDERS ABSTRACTMental disorder is a serious public health problem and must be addressed immediately. The existence of negative community attitudes and low knowledge about mental disorders needs attention. One of the right ways to change attitudes and improve people's knowledge is through health education. The aims of this study is to determine the effect of health education on changes in the level of knowledge and attitudes in people with mental disorders. This type of research uses the quasi experiment method, using one group pre-post test. The sample in the study used in this study will be taken at 10% of the total population. A number of 47 samples were recruited using purposive sampling technique. The research instrument used questionnaires, counseling with power point media and leaflets. The results of the normality test obtained normal distribution data so that for data analysis using paired sample t test. The results of the analysis show p value 0,000. The results of this study indicate that health education can improve people's knowledge and attitudes towards mental disorder patients. Keywords: health education, knowledge, attitude, mental disorder
PENGALAMAN FAMILY CAREGIVERDALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA Niman, Susanti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.23 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.19-26

Abstract

Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan individu kurang produktif.Family caregiver adalah individu yang memberikan bantuan kepada keluarganya yang mengalami penyakit.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena pengalaman family caregiver dalam merawat keluarga yang mengalami gangguan jiwa.Hasil penelitian diharapkan berguna bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan.Peneliti menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi.Penelitian dilakukan di poliklinik jiwa dewasa, Grha Atma Bandung. Hasil penelitian terhadap 7 informan diperoleh 5 Tema, yaitu : (1) Emosi family caregiver saat pertama kali mengetahui anggota keluarga mengalami gangguan jiwa, (2) Peran keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, (3) Tugas keluarga yang dijalani family caregiver dalam membantu proses penyembuhan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, (4) Beban yang dirasakan family caregiver saat merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dan (5) Makna hidup yang dirasakan family caregiver dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Family caregiver disarankan mengikuti kegiatan komunitas mengenai gangguan jiwa. Kata kunci :Gangguan jiwa, family caregiver, pengalaman                                    THE PHENOMENON OF FAMILY CAREGIVER EXPERIENCE IN CARING FOR FAMILIES WITH MENTAL DISORDERS ABSTRACTMental disorders are health problems that cause individuals to be less productive. Family caregivers are individuals who provide assistance to their families who have the disease. The study aims to describe the phenomenon of family caregiver experience in caring for families with mental disorders. The results of the study are expected to be useful for the community in improving the quality of health. The researcher used descriptive qualitative research design with phenomenology approach. The study was conducted in adult psychiatric clinic, Grha Atma Bandung. The results of research on 7 informants obtained 5 Themes : (1) Family caregiver emotions when the first time to know family members have mental disorders, (2) The role of families in caring for family members who have mental disorders, (3) Family duties undertaken family caregiver in helping the healing process of family members who have mental disorders, (4) The burden felt by family caregiver when caring for family members who have mental disorders and (5) meaning of life that caregiver family felt in caring for family members who have mental disorders. Family caregiver suggested to follow community activities about mental disorders. Keywords: Mental Disorders, Family caregiver, Experience
KECANDUAN INTERNET BERHUBUNGAN DENGAN INTERAKSI SOSIAL REMAJA Utami, Tantri Widyarti; Nurhayati, Farial
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : PPNI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.189 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.33-38

Abstract

Kebutuhan akan pentingnya penggunaan internet dalam semua aspek saat ini membawa kepada konsekuensi meningkatnya kecanduan terhadap internet atau yang dikenal dengan istilah internet addiction. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kecanduan internet  dengan interaksi sosial remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan metode simple random sampling yang melibatkan 266 siswa SMA . Instrumen yang digunakan adalah  Internet addiction test (IAT) yang berisi 20 poin pertanyaan, kuesioner social interaction scale berisi 20 item  pertanyaan. Sample menggunakan simple random sampling dengan kriteria inklusi remaja usia 15-17 tahun, kelas X dan XI dan ada ditempat saat pengambilan data. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kecanduan internet dengan interaksi sosial remaja (p value= 0,001). Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk pengembangan ilmu keperawatan jiwa penanganan kecanduan internet dan upaya meningkatkan interaksi sosial remaja. Kata kunci: Kecanduan internet, interaksi sosial, remaja. INTERNET ADDICTION IS RELATED TO SOCIAL INTERACTION IN ADOLESCENT ABSTRACTThe important need of internet usage in all  aspects leads to the consequences of increasing addiction to the internet known as internet addiction The aim of t e study was to determine the relationship between internet addiction and adolescent social interaction. This study used a cross sectional study design with a simple random sampling method involving 266 high school students. the instrument used is the Internet Addiction test (IAT) which contains 20 question, a social interaction scale questionnaire containing 20 question. Sample technique used simple random sampling with the inclusion criteria of adolescents aged 15-17 years, class X and XI and is there when taking data.Data analyis  used the chi square test . Results showed there was an association between internet addiction and adolescent social interaction (p value = 0.001). This research is expected to be useful to develop mental nursing science in handling internet addiction and efforts to improve adolescent social interaction. Keywords: internet addiction, social interaction, adolescent
EFEKTIVITAS SENAM OTAK MELALUI GERAKAN ARM ACTIVATION DAN TERAPI KOLASE TERHADAP MOTORIK HALUS PADA ANAK RETARDASI MENTAL Purwa Risma Vike Setyanti; Titik Suerni; Kandar Kandar
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.957 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.1.2018.46-52

Abstract

Retardasi mental merupakan kondisi yang mengalami keterlambatan perkembangan dimulai pada masa anak, ditandai kemampuan kognitif di bawah normal dan terdapat kendala pada perilaku adaptif sosial. Masalah yang diakibatkan karena retardasi mental yaitu  cara  berfikirnya  terlalu  sederhana  atau  mengalami  keterlambatan  dalam  berfikir  dan menulis sehingga dalam bidang akademik sangat lemah, anak retardasi mental juga memiliki permasalahan  pada  aspek  motorik  halusnya.  Banyak metode yang dapat diberikan pada anak retardasi mental seperti senam otak melalui gerakan arm activation da terapi kolase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas senam otak melalui gerakan arm activation dibandingkan  terapi  kolase  terhadap  motorik  halus  pada  anak  retardasi  mental. Rancangan penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan desain penelitian two group pre-post test design. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan untuk mengetahui perbedaan efektifitas menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji statistik didapatkan hasil p value 0.000 (p>0.05) hal ini dapat disimpulkan terapi kolase lebih efektif dari pada pemberian senam otak melalui gerakan arm activation terhadap motorik halus pada anak retardasi mental di SLB Negeri Ungaran. Diharapkan peneliti selanjutnya bisa memodifikasi  pada  prosedur  terapi  kolase  untuk  meningkatan  motorik  halus  anak  retardasi mental. Kata kunci : senam otak, arm activation, terapi kolase, motorik halus, anak retardasi mental THE EFFECTIVENESS OF THE BRAIN GYM THROUGH ARM ACTIVATION MOVEMENT COMPARED TO KOLASE THERAPY ON FINE MOTORIC IN CHILDREN WITH MENTAL RETARDATION ABSTRACTMental retardation is a condition when someone is experiencing a retarded development which starts from the children period that is characterized by below normal cognitive abilities and constraints on social adaptive behavior. The prevalence of mental retardation in Indonesia is 5.250.000 people suffering from mental retardation. Problems caused by mental retardation are the way of thinking that is too simple or experiencing a retardation in thinking and writing that it makes someone poor in academics. Also, a child  with mental retardation has a problem in the fine motoric aspect. Many methods can be given to children with mental retardation such as a brain gym through arm activation movement and kolase therapy. The study aims at determining the effectiveness of the brain gym through arm activation movement compared to kolase therapy on fine motoric in children with mental retardation. The study uses quasy experiment with two group pre-post test research design. The statistical test used is Wilcoxon test and Mann-Whitney test to determine the difference of the effectiveness. The statistical test result in p value 0,000 (p>0,05). It can be concluded that kolase therapy is more effective than the brain gym through arm activation movement on the fine motoric in children with mental retardation at SLB Negeri Ungaran. it is suggested to the next researcher to modify the procedure of the kolase therapy to improve the fine motoric of the children with mental retardation. Keywords : brain gym, arm activation, kolase therapy, fine motoric, children with mental retardation
Hubungan bullying dengan ketidakberdayaan pada remaja Tantri Widyarti Utami; Alma Fadilah; Livana PH
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.678 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.161-166

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada remaja yang tidak hanya berampak terhadap harga diri saja tetapi juga terhadap pendidikan, kesejahteraan fisik dan mental.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara bullying dan ketidakberdayaan pada remaja Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan metode simple random sampling yang melibatkan 231 siswa SMA. Instrument yang digunakan adalah instrument Revised Olweus Bully/Victim Questionairre (OBVQ), dan Learned Helplessness Scale. Sample menggunakan simple random sampling dengan kriteria inklusi remaja usia 15-17 tahun, berada  ditempat saat pengambilan data. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara bullying dan ketidakberdayaan pada remaja remaja (p value = 0,000). Kata kunci: Bullying , ketidakberdayaan, remaja. THE RELATIONSHIP BETWEEN BULLYING ANDHELPLESSNESS IN ADOLESCENT ABSTRACTBullying is one of the problems that occur in adolescents that is  not only affect to self-esteem but also on education, physical and mental health  well-being. The aim of te study was to determine the relationship between bullying andhelplessness in adolescent. This study used a cross sectional study design with a simple random sampling method involving 231 high school students. the instrument used is Revised Olweus Bully/Victim Questionairre(OBVQ), and Learned Helplessness Scale. Sample technique used simple random sampling with the inclusion criteria of adolescents aged 15-17 years, and is there when taking data.Data analyis used the chi square test . Results shown there was an relationship  between bullying and helplessness in adolescent (p value = 0.0001). Keywords: bullying, helplessness, adolescent 
HUBUNGAN LAMA HARI RAWAT DENGAN TANDA DAN GEJALA SERTA KEMAMPUAN PASIEN DALAM MENGONTROL HALUSINASI Prastiwi Puji Rahayu; Retno Utami
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.522 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.2.2018.106-115

Abstract

Dampak adanya halusinasi dapat mengakibatkan seseorang mengalami ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau mengenali realitas yang menimbulkan kesukaran dalam kemampuan seseorang untuk berperan sebagaimana mestinya dalam kehidupan sehari-hari. Dampak bagi keluarga halusinasi sulit diterima oleh masyarakat, individu dan dipandang negatif oleh lingkungan.Mengetahui hubungan lama hari rawat dengan tanda dan gejala serta kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi di RSJ Grhasia Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan menggunakan Desain penelitian studi korelasional (Corrrelation study). Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 45 pasien halusinasi yang ada diruang inap Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Metode analisis yang digunakan adalah uji statistik menggunakan kendal Tau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan lama hari rawat pasien halusinasi Di RSJ Grhasia Yogyakarta didapatkan  paling banyak lebih dari 30 hari sebanyak 42 responden, tanda dan gejala pasien halusinasi Di RSJ Grhasia Yogyakarta didapatkan paling banyak kategori kurang sebanyak 30 responden, dan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi Di RSJ Grhasia Yogyakarta didapatkan paling banyak  kategori cukup sebanyak 27 responden.Tidak ada  hubungan lama hari rawat dengan tanda dan gejala dilihat dari nilai p-value sebesar 0,170<0,05, dan terdapat hubungan lama hari rawat dengan kontrol halusinasi dilihat dari nilai p-value sebesar 0,030<0,05 dengan nilai keeratan hubungan 0,325 dalam kategori rendah. Bagi pimpinan RS agar memberikan pengembangan pelayanan kesehatan pada pasien dalam meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam lama hari rawat dengan tanda dan gejala kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi. Alahkah baiknya ada perbandingan antara tanda dan gejala sebelum di teliti dan sesudah di teliti. Kata kunci: Lama hari rawat, tanda dan gejala, kemampuan mengontrol halusinasi THE CORRELATION BETWEEN INPATIENT DURATION, AND SIGNS, SYMPTHOMS AND PATIENT’S ABILITY TO CONTROL HALLUCINATIONS ABSTRACTHallucinations can cause disability to communicate or recognize the reality that creates difficulties to act properly in everyday life. The impact of hallucinations on the family is hard to accept by society and individuals, and it is viewed as negative thing by the environment. The study aims to identify the correlation between inpatient duration and signs, symptoms and patient's ability to control the hallucinations at Grhasia Mental Hospital of Yogyakarta. This study used correlational study design. This study used total sampling technique. The samples were 45 hallucination patients at impatient wards at Grhasia Mental Hospital of Yogyakarta. The analytical method used statistical test using Tau constraints. The results of this study indicated that based on the hallucination of inpatient duration at Grhasia Mental Hospital of Yogyakarta, there were 42 respondents who had 30 days of inpatient duration; there were 30 respondents of hallucination patients at Grhasia Mental Hospital of Yogyakarta who have signs and symptoms in low category; there were 27 respondents at Grhasia Mental Hospital of Yogyakarta who had the ability in controlling hallucinations in moderate category. There was not any correlation between inpatient duration and signs and symptoms that can be seen from the p-value of 0.170 <0.05, and there was correlation between the inpatient duration and the control of hallucinations that can be seen from the p-value of 0.030 <0.05 with the closeness value 0.325 in low category. Hospital boards are suggested to provide the development of health services to patients in improving the quality of care, especially about inpatient duration and signs and symptoms of the patient's ability to control hallucinations. Is it better to have a comparison between the signs and symptoms before and after being studied. Keywords: Inpatient Duration, signs and symptoms, ability to control hallucinations
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA Uswatun Hasanah
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.676 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.87-94

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius dan harus segera ditanggulangi. Masih adanya sikap masyarakat yang negatif serta memiliki pengetahuan yang rendah tentang gangguan jiwa perlu mendapatkan perhatian. Salah satu cara yang tepat untuk merubah sikap dan meningkatkan pengetahuan masyarakat adalah melalui penyuluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perubahan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat pada penderita gangguan jiwa. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, bentuk desain yang dipakai adalah desain one group pre test-post test. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian yang digunakan dalam penelitian ini akan diambil sebesar 10% dari jumlah populasi yang ada yaitu sebanyak 47 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, penyuluhan dengan media power point dan leaflet. Hasil uji normalitas didapatkan data berdistribusi normal sehingga untuk analisis data menggunakan uji paired sample t test. Hasil analisis menunjukkan p value 0,000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pasien gangguan jiwa. Kata kunci: penyuluhan kesehatan, pengetahuan, sikap, gangguan jiwa. THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON CHANGES IN COMMUNITY KNOWLEDGE AND ATTITUDES IN MENTAL DISORDERS ABSTRACTMental disorder is a serious public health problem and must be addressed immediately. The existence of negative community attitudes and low knowledge about mental disorders needs attention. One of the right ways to change attitudes and improve people's knowledge is through health education. The aims of this study is to determine the effect of health education on changes in the level of knowledge and attitudes in people with mental disorders. This type of research uses the quasi experiment method, using one group pre-post test. The sample in the study used in this study will be taken at 10% of the total population. A number of 47 samples were recruited using purposive sampling technique. The research instrument used questionnaires, counseling with power point media and leaflets. The results of the normality test obtained normal distribution data so that for data analysis using paired sample t test. The results of the analysis show p value 0,000. The results of this study indicate that health education can improve people's knowledge and attitudes towards mental disorder patients. Keywords: health education, knowledge, attitude, mental disorder
LEVEL KECEMASAN SISWA MENJELANG UJIAN NASIONAL Casmi Casmi; Rina Anggraeni; Dona Yanuar Agus Santoso
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.967 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.1.2017.60-67

Abstract

ABSTRAKKecemasan sering terjadi pada semua orang, khususnya pada siswa sekolah ketika menjelang ujian nasional, sehingga mereka mengalami berbagai respon kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui level kecemasan pada siswa sekolah dasar ketika menjelang ujian nasional. Peneltian ini menggunakan metode peneltian deskkriptif kualitatif  dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas VI SDN 02 Bandengan Kendal.Pengumpulan data menggunakan Zung Anxiety Scale. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan inferensial statistik. Hasil penelitian menunjukkan 82,50%  responden mengalami kecemasan ringan. penelitian lebih lanjut diharapkan melengkapi dengan variabel lain seperti tingkat prestasi siswa. Kata kunci :  Kecemasan, siswa , ujian nasional LEVEL OF ANXIETY OF STUDENTS APPROACHING THE NATIONAL EXAM ABSTRACTAnxiety were often occurs in elementary school students when they have an national examination,  with various  responses.  The purpose of this study is to determine the level of anxiety in elementary school students  who facing a national examination. This study uses a qualitative descriptive research method and uses cross sectional approach. The subject of this research is the sixth grade students in SDN 02 Bandengan Kendal  Collecting data uses the Zung Anxiety Scale. Analysis of the data in this study uses inferential statistics. The results showed 82.50% respondents had a light anxiety. further research is expected to complement with other variables such as the level of student achievement. Keywords: Anxiety, students, national exam
PENGALAMAN FAMILY CAREGIVERDALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA Susanti Niman
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.23 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.19-26

Abstract

Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan individu kurang produktif.Family caregiver adalah individu yang memberikan bantuan kepada keluarganya yang mengalami penyakit.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena pengalaman family caregiver dalam merawat keluarga yang mengalami gangguan jiwa.Hasil penelitian diharapkan berguna bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan.Peneliti menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi.Penelitian dilakukan di poliklinik jiwa dewasa, Grha Atma Bandung. Hasil penelitian terhadap 7 informan diperoleh 5 Tema, yaitu : (1) Emosi family caregiver saat pertama kali mengetahui anggota keluarga mengalami gangguan jiwa, (2) Peran keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, (3) Tugas keluarga yang dijalani family caregiver dalam membantu proses penyembuhan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, (4) Beban yang dirasakan family caregiver saat merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dan (5) Makna hidup yang dirasakan family caregiver dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Family caregiver disarankan mengikuti kegiatan komunitas mengenai gangguan jiwa. Kata kunci :Gangguan jiwa, family caregiver, pengalaman                                    THE PHENOMENON OF FAMILY CAREGIVER EXPERIENCE IN CARING FOR FAMILIES WITH MENTAL DISORDERS ABSTRACTMental disorders are health problems that cause individuals to be less productive. Family caregivers are individuals who provide assistance to their families who have the disease. The study aims to describe the phenomenon of family caregiver experience in caring for families with mental disorders. The results of the study are expected to be useful for the community in improving the quality of health. The researcher used descriptive qualitative research design with phenomenology approach. The study was conducted in adult psychiatric clinic, Grha Atma Bandung. The results of research on 7 informants obtained 5 Themes : (1) Family caregiver emotions when the first time to know family members have mental disorders, (2) The role of families in caring for family members who have mental disorders, (3) Family duties undertaken family caregiver in helping the healing process of family members who have mental disorders, (4) The burden felt by family caregiver when caring for family members who have mental disorders and (5) meaning of life that caregiver family felt in caring for family members who have mental disorders. Family caregiver suggested to follow community activities about mental disorders. Keywords: Mental Disorders, Family caregiver, Experience
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA Suwanti Suwanti; Abdul Wakhid; Taufikurrahman Taufikurrahman
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.352 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.2.2017.107-114

Abstract

Kualitas hidup merupakan keadaan dimana seseorang mendapatkan kepuasan atau kenikmatan dalam kehidupan sehari-hari. Indikator dari kualitas hidup diantaranya yaitu, dimensi kesehatan fisik, dimensi kesejahteran pisikologis, dimensi hubungan sosial, dan dimensi kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Ambarawa. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan populasi81 respondendan jumlah sampel 41 responden diambil menggunakan metode accidental sampling. Alat pengambilan data menggunakan skala kualitas hidup dari WHOQOL-BREF. Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dilihat dari dimensi kesehatan fisik memiliki kualitas hidup buruk, yaitu sebanyak 23 orang (56,1%). Dimensi kesehatan psikologi memiliki kualitas hidup buruk, yaitu sebanyak 24 orang (58,5%). Dimensi hubungan sosial memiliki kualitas hidup baik, yaitu sebanyak 21 orang (51, 2%). Dimensi lingkungan memiliki kualitas hidup baik, yaitu sebanyak 22 orang (53,7. Gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa memiliki kualitas hidup buruk sebanyak 25 orang (61,0%), sedangkan 16 orang responden (39, 0%) memiliki kualitas hidupbaik. Keluarga lebih mengetahui pentingnya dukungan dan motivasi keluarga maupun kerabat selama terapi hemodialisa sehingga dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup pasien yang lebih tinggi. Kata kunci: kualitas hidup, gagal ginjal kronik, hemodialisa DESCRIPTION OF LIFE QUALITY OF THE PATIENTS SUFFERING FROM CHRONIC RENAL FAILURE WHO WENT UNDERHEMODIALYSIS ABSTRACTQuality of life is a codition where a person gainssatisfaction or enjoyment in everyday life. The indicators of the quality of life, are dimension of physical health, dimension of psychological, social dimension, dimension of environmental health. The aim of the study to knowthe description of life quality of the patients suffering from chronic renal failure who went underhemodialysis inAmbarawa General Hospital. Method of the study used a descriptive method with population 81 respondent and 41 respondents as the samples taken by using accidental sampling method. The data collecting tool used the life quality scale of WHOQOL-BREF. Data analysis used SPSS version 23. 0. Finding of the study the description of the quality of life of patients with chronic renal failure seen from the physical health dimension had a poor quality of life, as many as 23 people (56.1%). Thedimension of psychology health had a poor quality of life, namely as many as 24 people (58.5%). The dimensions of social relations have a good quality of life, as many at 21 people (51.2%). The environmental dimension has a good quality of life, as many at 22 people (53.7%). The description of the quality of life of patients suffering from chronic renal failure undergoing hemodialysis have a poor quality of life of 25 people (61.0%). It is hoped that the family will be more aware about the importance of family support and motivation during hemodialyisistherapy so that it can improve the quality of life for the patients. Keywords: Quality of life, chronic renal failure, hemodialysis

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue