cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
STATUS PSIKOLOGIS IBU DENGAN PERSALINAN PREMATUR Istioningsih Istioningsih; Linda Wariska; Yuni Puji Widiastuti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.338 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.1.2018.13-18

Abstract

Persalinan prematur merupakan kondisi janin lahir sebelum genap 37 minggu, dan pada janin yang lahir kurang dari 32 minggu beresiko mengalami kematian 70 kali lebih besar akibat imaturitas organ tubuh janin, berdasarkan hal tersebut prematuritas merupakan kondisi penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada neonatus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran status psikologis responden pada persalinan prematur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 54 responden dengan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan: usia terendah responden adalah 14 tahun dan usia tertinggi adalah 48 tahun rerata usia responden adalah 26 tahun. Sebagian besar responden merupakan pada kategori usia yang aman sebesar 57,4%. Sebagian besar respondenmengalami stress sejumlah 83,3% baik itu stress ringan, sedang maupun parah. Sebesar 81,5% responden mengalami anxiety dari ringan sampai sangat parah. Status psikologis depresi pasien sebagian besar sebanyak 79,6% adalah normal dan ada sejumlah 20,4% mengalami depresi. Tenaga kesehatan disarankan melakukan upaya promotif dan preventif dalam bentuk pemberian pendidikan kesehatan, mempersiapkan pendidikan psikologis ibu hamil untuk mencegah persalinan prematur. Ibu hamil juga disarankan untuk mempersiapkan kondisi fisik dan psikologis sebelum kehamilan. Kata kunci: Persalinan Prematur, Psikologis THE PSYCHOLOGICAL STATUS OF MOTHER WITH PREMATURE LABOR ABSTRACTPremature labor is a condition of the fetus born before even 37 weeks, and in fetuses born less than 32 weeks the risk of death is 70 times greater due to immaturity of fetal organs, based on this prematurity is the main cause of mortality and morbidity in neonates. The purpose of this study is to describe the psychological status of respondents in preterm labor. This research is a descriptive study with a cross sectional approach. The number of samples was 54 respondents with purposive sampling. The results were obtained: the lowest age of respondents was 14 years and the highest age was 48 years the average age of respondents was 26 years. Most of the respondents were in the safe age category of 57.4%. Most of the respondents experienced 83.3% stress, both mild, moderate and severe stress. 81.5% of respondents experienced anxiety from mild to very severe. The psychological status of depressed patients is mostly 79.6% is normal and there are a number of 20.4% experiencing depression. Health workers are advised to carry out promotive and preventive efforts in the form of providing health education, preparing psychological education for pregnant women to prevent premature labor. Pregnant women are also advised to prepare physical and psychological conditions before pregnancy. Keywords: Premature labor, psychology
Tingkat pengetahuan lansia berhubungan dengan resiliensi pada lansia yang di tinggal meninggal pasangan hidupnya Sri Puji Lestari; Sonhaji Sonhaji; Rosario Alfonsina Baru
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.193-198

Abstract

Resiliensi merupakan ranah bimbingan pribadi secara sosial kepada individu agar dapat mendaptasi lingkungan sosialya, sehingga mampu mengatasi permasalahan sulit dalam hidupnya dan tetap terbebas dari simtom psikopatologi. Dalam tahap perkembangan usia lanjut sangat diperlukan adanya resiliensi dalam rangka menyesuaikan diri dan bertahan dalam keadaan yang malang dan/atau tidak menyenangkan dalam hidupnya, terlebih untuk para usia lanjut yang ditinggalkan oleh  pasangan hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Tingkat Pengetahuan  Lansia dengan  resiliensi pada lansia yang ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupnya di Puskesmas Rowosari Kota Semarang . Metodelogi Penelitian : Jenis penelitian yang kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang sudah ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupya di wilayah kerja puskesmas Rowosari Kota Semarang sebanyak 30 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lansia yang ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupnya di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang yanag mempunyai pengetahuan baik, sebanyak 6 responden (20,0%), pengetahuan cukup, sebanyak 13 responden (43,3%) dan mempunyai resiliensi baik, sebanyak  16 responden (53,3%) dan sebagian kecil mempunyai kejadian resiliensi kurang baik, sebanyak 14 responden (46,7%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan resiliensi pada lansia yang ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupnya di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang dengan p value fisher exact 0,000 < 0,05 Kata kunci: pengetahuan,  lansia,  resiliensi. KNOWLEDGE LEVEL OF ELDERLY RELATED TO  THE RESELIENCE AMONG ELDERLY AFTER THE DEATH OF  A SPOUSE ABSTRACTResilience is the realm of personal social guidance to every individual who has difficultyor problems in his/her life and as well asto support he/she for free from psychopathology symptoms. In the stage of development of the elderly it is necessary to have resilience in order to adapt and survive in a situation that is unfortunate and / or unpleasant in life, especially for the elderly who have been left alone by their partner who had dead.  The purpose of the study: To determine the relationship between the level or degree of knowledge of the elderly with the resilience of the elderly who have been left by  their partner of spouses who dead in Rowosari Public Health Center,  Semarang city,  2017. Type of research, I used quantitative research method by the Cross Sectional design. The population in this study is the elderly who have been left alone by his/her partner who dead in the work area of Rowosari Public Health Center, in Semarang City as many as 30 respondents. The result of the study, Elderly who have been left by his/her partner of spouses who dead in Rowosari Rowosari Public Health Center, Semarang city,  has a good knowledge as much as 6 respondents (20.0%), knowledge enough 13 respondents (43.3%) and have good resilience as many as 16 respondents (53 , 3%) and a small number had an incidence of poor resilience as many as 14 respondents (46.7%). There is a relationship between knowledge with resilience in elderly who have been left by his/her partner of spouses who dead in Rowosari Public Health Center,  Semarang city, with p value fisher exact 0,000 <0,05 Keywords: knowledge, resilienc, elderly
PENGARUH PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA TERHADAP PERSEPSI KADER DALAM MERAWAT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Putu Ari Indrawati; Ni Made Dian Sulistiowati; Putu Oka Yuli Nurhesti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.508 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.2.2018.71-75

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu penyimpangan proses pikir, alam perasaan, dan prilaku seseorang, yang disebabkan oleh gangguan pada fungsi sosial, psikologis, genetik, fisik/kimiawi, atau biologis. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam merawat orang dengan gangguan jiwa adalah pemberian psikofarmaka dan penanganan secara psikologis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Saat ini masih terdapat stigma psikiatri negatif di masyarakat, oleh karena itu hal yang harus dibenahi adalah persepsi yang salah mengenai gangguan jiwa tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan membentuk kader kesehatan jiwa yang secara sukarela mau berpartisipasi dalam manajemen kasus gangguan jiwa yang ada di masyarakat. Kader merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mulai secara swadaya melakukan pencegahan terkait masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasy experiment, dan merupakan studi komparatif, dengan design penelitian pre post-test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 27 orang didapat dari teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik didapatkan nilai z = -4,568, dengan p value = 0,000, (p<α (0,05)), dengan demikian didapat hasil pelatihan kader kesehatan jiwa berpengaruh terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Kata kunci: Pelatihan kader, Persepsi kader, Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa. ANALYZE THE INFLUENCE OF CADRE FOR MENTAL ILLNESS TRAINING ON CADRE PERCEPTION FOR CARING PEOPLE WITH MENTAL ILLNESS ABSTRACTMental illness is an abnormality of thinking, emotion, and behavior process which is caused by social, psychological, genetics, phisical, or biological function disorders. Drug-induced could change in mood, thinking, and behavior process. Psychological treatments are kind of methods which can be used to treat someone who has experienced mental illness. It can be done by health worker, family, and society.  Negative psychyatry stigma still goes wide nowadays and this wrong perception related to mental illness should be cleared. One way that we can do is to create cadre for mental illness. The cadre is voluntarily participated for managing mental illness cases on society. Cadre is one of society empowerments so that expected the society begin to prevent health problems by self-supporting. This study aims to analyze the influence of cadre for mental illness training on cadre perception for caring people with mental illness. This study was a comparative study with quantitative approach. This study was quasi experiment with pre and post test design. There were 27 samples that collected by porposive sampling technique. The results of this study based on statistic test were obtained value of z = -4,568, with p value = 0,000, (p<α (0,05)). Based on the above findings, it can be concluded that there are significant impact of cadre mental illness training on cadre perception for caring. Keywords:  Cadre training, Cadre perception, Mental illness care.
Kesejahteraan psikologis dan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir Syifa Aulia; Ria Utami Panjaitan
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.731 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.127-134

Abstract

Mahasiswa dihadapkan pada berbagai macam hambatan dalam proses mengerjakan skripsi sehingga menyebabkan mahasiswa menjadi stress. Tingkat stres mahasiswa erat kaitannya dengan kondisi kesejahteraan psikologis yang dialaminya di kehidupan kampus.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kesejahteraan psikologis dan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 108 mahasiswa tingkat akhir FIK UI yang sedang mengerjakan skripsi dengan menggunakan metode pengampilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Ryff’s Scale of Psychological Well-being dan Student Nurse Stress Index (SNSI).Analisis uji statistik menggunakan uji korelasigamma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara kesejahteraan psikologis dengan tingkat stres dengan korelasi negatif (r= -0,649; p= 0.000). Pendidikan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis perlu dilakukan sebagai cara untuk menurunkan tingkat stres yang dialami mahasiswa tingkat akhir. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, stres, mahasiswa tingkat akhir PSYCHOLOGICAL WELL-BEING AND LEVEL OF STRESS AMONG THE LAST YEAR COLLEGE STUDENTS ABSTRACTCollege students are faced with various kinds of obstacles in the process of working on a thesis that causes students to become stressed.The level of student stress is closely related to the conditions of psychological well-being experienced in campus life.This study was conducted to correlation between psychological well-being and level of stress among the last year college students. Methodology used descriptive correlative with cross sectional study, used 108 the last year students in Faculty of Nursing Universitas Indonesia who is working on a thesis and used total sampling. The instrument in this study was Ryff’s Scale of Psychological Well-being and Student Nurse Stress Index (SNSI). Statistical analysis test using gamma correlation test. Result this study, there is strong correlation between psychological well-being and level of stress with the negative correlation (r = -0,649; p= 0.000). Health education and increasing psychological well-being need to be done as a way to decrease level of stress among the last year college students. Keywords: psychological well-being, stress, last year students
PERILAKU BULLYING SISWA USIA 10-12 TAHUN Abdul Wakhid; Nila Sari Andriani; Mona Saparwati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.13 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.1.2017.25-28

Abstract

Bullying merupakan penyalahgunaan kekuatan yang menyebabkan ketidakbahagiaan pada anak sehingga anak tidak dapat mencapai potensinya secara penuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku bullying siswa usia 10-12 Tahun di Ungaran. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan survei. Populasi penelitian ini adalah siswa usia 10-12 tahun di Ungaran, yaitu sebanyak 117 siswa dengan sampel adalah 91 siswa menggunakan teknik proportional random sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan siswa usia 10-12 tahun sebagian besar tidak mengalami perilaku bullying (68,1%). Sebaiknya anak sekolah usia 10-12 tahun meningkatkan rasa saling menghormati dan menghargai sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik. Kata Kunci: Perilaku Bullying, Siswa, Usia 10-12 Tahun THE BULLYING BEHAVIOR AND SOCIAL INTERACTION CAPABILITIES OF STUDENTS AGED 10-12 YEAR SOLD ABSTRACTBullying is an abuse of power that leads to unhappiness in children so that children can not reach their full potential. The purpose of this study was to describe bullying behaviorand social interaction capabilities of students aged 10-12 year sold in Ungaran. The study design was descriptive analytic with survey approach. This study population was the student saged 10-12 year sold in Ungaran, as many as 117 people where the samples were 91 students using proportionate random sampling technique. Data collecting tool used questionnaires. Analysis of the data used the frequency distribution.The results showed that students aged 10-12 years were mostly in the category of not bullying (68.1%). We recommend that school children aged 10-12 should improve mutual respect and appreciating so that the learning process can run well. Keywords           : Bullying Behavior, Students Aged  10-12 Years Old. 
KECANDUAN INTERNET BERHUBUNGAN DENGAN INTERAKSI SOSIAL REMAJA Tantri Widyarti Utami; Farial Nurhayati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.189 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.1.2019.33-38

Abstract

Kebutuhan akan pentingnya penggunaan internet dalam semua aspek saat ini membawa kepada konsekuensi meningkatnya kecanduan terhadap internet atau yang dikenal dengan istilah internet addiction. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kecanduan internet  dengan interaksi sosial remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan metode simple random sampling yang melibatkan 266 siswa SMA . Instrumen yang digunakan adalah  Internet addiction test (IAT) yang berisi 20 poin pertanyaan, kuesioner social interaction scale berisi 20 item  pertanyaan. Sample menggunakan simple random sampling dengan kriteria inklusi remaja usia 15-17 tahun, kelas X dan XI dan ada ditempat saat pengambilan data. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kecanduan internet dengan interaksi sosial remaja (p value= 0,001). Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk pengembangan ilmu keperawatan jiwa penanganan kecanduan internet dan upaya meningkatkan interaksi sosial remaja. Kata kunci: Kecanduan internet, interaksi sosial, remaja. INTERNET ADDICTION IS RELATED TO SOCIAL INTERACTION IN ADOLESCENT ABSTRACTThe important need of internet usage in all  aspects leads to the consequences of increasing addiction to the internet known as internet addiction The aim of t e study was to determine the relationship between internet addiction and adolescent social interaction. This study used a cross sectional study design with a simple random sampling method involving 266 high school students. the instrument used is the Internet Addiction test (IAT) which contains 20 question, a social interaction scale questionnaire containing 20 question. Sample technique used simple random sampling with the inclusion criteria of adolescents aged 15-17 years, class X and XI and is there when taking data.Data analyis  used the chi square test . Results showed there was an association between internet addiction and adolescent social interaction (p value = 0.001). This research is expected to be useful to develop mental nursing science in handling internet addiction and efforts to improve adolescent social interaction. Keywords: internet addiction, social interaction, adolescent
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN BEBAN KERJA GURU DI SEKOLAH LUAR BIASA Fandi Muhbar; Dwi Heppy Rochmawati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.028 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.2.2017.82-86

Abstract

Stres adalah suatu kondisi ketegangan yang bisa mempengaruhi emosi seseorang, proses berpikir, khawatir, gelisah dan takut. Stres dapat terjadi pada siapa pun dan di mana pun, termaksud pada guru yang berada di SLB. Setiap guru mengalami stres dari berbagai macam sumber seperti beban kerja yang terlalu berat, sampai dengan kondisi kerja yang tidak memuaskan. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Jumlah responden sebanyak 30 orang dengan teknik total sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistic dengan menggunakan uji spearman. Penelitian dengan jumlah responden 30 guru di dapatkan hasil hubungan antara tingakat stres dengan beban kerja guru SLB, diperoleh significancy 0,044 (p value<0,05). Diharapkan ada upaya yang dapat diberikan untuk mengurangi tingkat stres dan beban kerja guru tersebut. Kata kunci: Tingkat stres, Beban kerja, SLB THE RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL STRESS WITH WORKLOAD OF TEACHERS IN EXTRAORDINARY SCHOOL ABSTRACTStress is a condition of tension that can make a person's emotions, thought process,worry, anxiety and fear. Stress can happen to anyone and anywhere, including on teachers in extraordinary schools.Every teacher under stress from a variety of sources such as the workload is too heavy, to the working conditions unsatisfactory. This is an analytical observational study with cross sectional design. The data were collected using questionnaire and interview. There were 30 respondents obtained using total sampling technique. The obtained data were analyzed statistically using Spearman correlational test. The research with respondents 30 teachers obtained the relationship between stress levels with the workload of teachers in extraordinary school obtained significant 0,44 (p value<0,05. Expected efforts can be given to reduce the stress level and the workload of the teacher. Keywords: Stress levels, workload, extraordinary schools
GAMBARAN TINGKAT ANSIETAS PASIEN DAN KELUARGA PASIEN HEMODIALISIS Livana PH; Yulia Susanti; Dewi Rahmawati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.667 KB) | DOI: 10.26714/jkj.5.1.2017.10-13

Abstract

Hemodialisis (cuci darah) merupakan suatu tindakan terapi pengganti ginjal yang telah rusak. Pasien yang menjalani hemodialisis mengalami masalah psikologis salah satunya yaitu ansietas. Ansietas terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat ansietas, pasien dan keluarga pasien hemodialisis di RS Kendal. Metode penelitian menggunakan survey deskriptif kuantitatif.Alat ukur menggunakan 14 pertanyaan terkait ansietas pada kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scale).Sampel penelitian berjumlah 60 pasien dan 60 keluarga pasien.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien dan keluarga pasien mengalami ansietas pada tingkat berat. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya agar dapat memberikan intervensi yang efektif untuk mengatasi ansietas pasien dan keluarga pasien hemodialisis. Kata kunci: Ansietas, Pasien dan Keluarga pasien hemodialisis DESCRIPTION OF PATIENT ANSIETAS LEVELS AND FAMILY OF HEMODIALYSIS PATIENTS ABSTRACTHemodialysis (dialysis) is an action therapy for kidney replacement that has been damaged. Patients who undergo hemodialysis experience psychological problems, one of which is anxiety. Anxiety occurs due to lack of knowledge. The study aims to describe the level of anxiety, patients and families of hemodialysis patients in Kendal Hospital. The research method used a quantitative descriptive survey. Measuring instruments used 14 questions related to anxiety on the DASS questionnaire (Depression Anxiety Stress Scale). The research samples were 60 patients and 60 patient families. The results showed that the majority of patients and families of patients experienced anxiety at a severe level. The results of this study were recommended to future researchers in order to be able to provide effective interventions to overcome the anxiety of patients and families of hemodialysis patients.  Keywords: Anxiety, Patients and Families of hemodialysis patients
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU KONSUMSI MINUMAN ALKOHOL PADA REMAJA LAKI-LAKI Solina Solina; Triana Arisdiani; Yuni Puji Widiastuti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.132 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.1.2018.36-45

Abstract

Perilaku konsumsi minuman alkohol merupakan permasalahan yang cukup berkembang dan meningkat dari tahun ketahun.Perilaku konsumsi alkohol di Desa Gringsing cukup sering ditemukan.Orang tua merupakan lingkungan pertama yang berhubungan dengan remaja.Peran orang tua diharapkan dapat mencegah perilaku konsumsi minuman alkohol pada remaja laki-laki.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan perilaku konsumsi minuman alkohol pada remaja laki-laki di Desa Gringsing Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, Metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 150 responden dengan teknik pengambilan purposive sampling.Alat ukur berupa kuesioner sebanyak 20 pertanyaan untuk variabel peran orang tua dan 10 pertanyaan perilaku konsumsi minuman beralkohol.Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peran orang tua cukup sebanyak sebanyak 95 responden (63,3%). Perilaku konsumsi minuman alkohol sebagian besar peminum berbahaya dan tidak ada hubungan peran orang tua dengan perilaku konsumsi minuman alkohol pada remaja laki-laki.Diharapkanorang tua harus memotivasi remaja untuk tidak mengkonsumsi minum-minuman keras, memberikan pengetahuan tentang bahaya minuman keras kepada remaja bertindak tegas untuk melarang anaknya minum-minuman keras dan tidak memberikan fasilitas kepada anak untuk minum-minuman keras. Kata kunci:Peran orangtua, perilaku, minuman beralkohol  THE RELATION BETWEEN THE PARENTS’ ROLE AND THE MALE ADOLESCENTS’ ALCOHOL CONSUMPTION BEHAVIOR ABSTRACTAlcohol Consumption behavior is problematic and increasing from year to year. Such behavior is frequently found in Gringsing Village. It is parents who are considered as the first environment in connection with adolescents. Parents are expected to play an important role in preventing the male adolescents’ alcohol consumption behavior. The research aims to see the relation between the parents’ role and the male adolescents’ alcohol consumption behavior in Gringsing Village, Gringsing Subdistrict, Batang Regency. The research design was quantitative and used a descriptive correlational method with cross-sectional approach. 150 respondents participated in this research and were taken by a purposive sampling technique. The instrument of this research was closed questionnaire, which consist of 20 questions dealing with the variable of the parents’ role and 10 questions about alcohol consumption behavior.  The result of the research show that 95 respondents (63.3%) agreed with the parents’ important role and it is the male adolescents who mostly consumed alcohol and the result also shows that there was no correlation between the parents’ role and alcohol consumption behavior. Parents are expected to be able to motivate the male adolescents not to consume alcohol, inform them the danger of alcohol consumption, strictlyforbid them from drinking alcohol, and not to facilitate their alcohol consumption.  Keywords: parents’ roles, behavior, alcohol drink
Efektifitas penerapan standar asuhan keperawatan jiwa generalis pada pasien skizofrenia dalam menurunkan gejala halusinasi Satria Fajrullah Said Aldam; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.205 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.167-174

Abstract

Halusinasi merupakan persepsi yang diterima oleh panca indera tanpa adanya stimulus eksternal. Klien dengan halusinasi sering merasakan keadaan/kondisi yang hanya dapat dirasakan olehnya namun tidak dapat dirasakan oleh orang lain. Tujuan laporan kasus ini yaitu untuk menganalisis mengenai tandar asuhan keperawatan generalis pada pasien skizofrenia dalam menurunkan gejala halusinasi. Karya ilmiah akhir ini merupakan analisis terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi dengan skizofrenia yang dilakukan di Ruang Srikandi Rumah Sakit dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Hasil analisis menunjukkan bahwa ntervensi keperawatan secara generalis sangat efektif diberikan pada pasien dengan gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran. Hal ini ditandai dengan penurunan tanda gejala halusinasi pada klien setelah diberikannya tindakan keperawatan. Kata kunci: asuhan keperawatan jiwa generalis, halusinasi, skizofrenia EFFECTIVENESS OF THE IMPLEMENTATION OF STANDARDS FOR NURSING GENERALIS NURSING AT SKIZOFRENIA PATIENTS IN REDUCING HALUSINATION SYMPTOMS ABSTRACTHallucinations are perceptions received by the five senses in the absence of an external stimulus. Clients with hallucinations often feel the conditions / conditions that can only be felt by him but can not be felt by others. The purpose of this case report is to analyze the level of generalist nursing care in schizophrenic patients in reducing hallucinatory symptoms. This final scientific work is an analysis of the implementation of nursing care in hallucinatory patients with schizophrenia conducted in the Srikandi Room of Dr. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. The results of the analysis showed that general nursing intervention was very effective given to patients with sensory disorders of auditory hallucinations perception. This is marked by a decrease in hallucinatory symptoms to the client after nursing is given. Keywords: generalist mental nursing care, hallucinations, schizophrenia

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue