cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
COMPARING THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF MANIKLIYU DIALECT AND THAT OF SUTER DIALECT OF THE BALINESE LANGUAGE: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Dewa Made Yuda Mahendra; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan membandingkan sistem fonologis Manikliyu Dialek dan Suter Dialek bahasa Bali: penelitian deskriptif, yang meliputi jenis vokal yang digunakan dalam Manikliyu Dialek dan Suter Dialek dari Bali, jenis konsonan digunakan dalam Manikliyu Dialek dan Suter Dialek Bali dan perbedaan dalam hal pengucapan kata antara Manikliyu dialek dan Suter dialek dari Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ada tiga informan utama dan beberapa informan sekunder dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu observasi, wordlist, dan panduan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada 10 jenis vokal di Manikliyu Dialek, ada 8 jenis vokal di Suter Dialek, ada 19 jenis konsonan di Manikliyu dialek, ada 19 jenis konsonan di Suter Dialek dan ada 62 jenis kata memiliki pengucapan perbedaan dalam hal vokal dan konsonan mereka antara Manikliyu dan Suter Dialek.Kata Kunci : fonologi, vokal, konsonan, perbedaan dalam hal pengucapan kata antara Manikliyu Dialek dan Suter Dialek dari Bali. This study aimed at describing comparing the phonological system of Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese language: a descriptive study, which covered the types of vowels used in Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese, the types of consonants used in Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese and the differences in terms of word pronunciation between Manikliyu Dialect and Suter Dialects of Balinese. This research is a descriptive qualitative research. There were three main informants and several secondary informants in this research. The obtained data were collected based on three techniques, namely observation, wordlist, and interview guide. The results of the data analysis show that there are 10 types of vowels in Manikliyu Dialect, there are 8 types of vowels in Suter Dialect, there are 19 types of consonants in Manikliyu dialect, there are 19 types of consonant in Suter Dialect and there are 62 kinds of words have a differences pronunciation in terms of their vowels and consonants between Manikliyu and Suter Dialects. keyword : phonology, vowel, consonant, differences in terms of word pronunciation between Manikliyu Dialect and Suter Dialects of Balinese.
AN ANALYSIS OF CODE USED BY BUGIS DASPORA IN SERANGAN ISLAND, DENPASAR ., Eva Patra Sari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kode-kode yang digunakan oleh Masyarakat Bugis di Pulau Serangan, Denpasar. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui apa saja kode-kode (campur kode, alih kode, pemilihan kode dan aturan pemanggilan) yang digunakan masyarakat Bugis saat berkomunikasi, 2) Untuk mengetahui bagaimana Masyarakat Bugis di Pulau Serangan, Bali menggunakan kode-kode untuk berkomuikasi dengan masyarakat Bugis lainnya dan masyarakat sekitaran Pulau Serangan. Instrumen pada penelitian ini adalah: peneliti, alat rekam dan cek list. Subyek dari peneltian ini adalah masyarakat Bugis di Pulau Serangan, Denpasar. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa Sesuai dengan ranah-ranah, kode campuran sering muncul di ranah pertemanan, sedangkan alih kode sering muncul di ranah agama. Sesuai dengan presentase domain pada pemeilihan kode, ranah keluarga lebih memilih untuk menggunakan Bahasa Bugis untuk berkomunikasi, ranah ketetanggaan lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia, ranah pertemanan lebih memilih bahasa Bugis, ranah pendidikan lebih memilih untuk menggunakan Bahasa Indonesia dan ranah agama juga lebih memilih Bahasa Indonesia. Campur kode lebih banyak digunakan oleh masyarakat Bugis untuk berkomunikasi dari pada alih kode. Sesuai dengan ranah, code mixing lebih terjadi di ranah pertemanan dan alih kode lebih sering terjadi di ranah keagamaan.Kata Kunci : campur kode, alih kode, ranah dan tutur masyarakat This study aimed at describing how codes are used by Bugis speech community in Serangan Island, Denpasar. The purposes of this research were: 1)to know what are codes that Bugis people use when they communicate with other Bugis people and society around Serangan Island, Bali, 2) to know how Bugis people in Seragan Island, Bali use the codes to communicate with other society in Serangan Island (Balinese daspora and Javanese diaspora). The instruments in this study were: the researcher itself, recording tools and checklist. The subjects of this research were Bugis speech community in Serangan Island, Denpasar. Finding of this study found that as per domains percentage of code choice, in family domain Bugis diaspora prefer to use Bugis language to communicate, neighborhood domain prefer to use Bahasa Indonesia, in friendship domain Bugis diaspora prefer to use Bugis language, in education domainBugus diaspora prefer to use Bahasa Indonesia and in religion domain Bugis diaspora also prefer to use Bahasa Indonesia. Code mixing is the code which is often used by Bugis speech community rather than code switching. As per domains, code mixing often occurred in friendship domain, meanwhile code switching often occurred in religion domain.keyword : code mixing, code switching, domain, speech community
DEVELOPING CHARACTER BASED BILINGUAL STORYBOOK AS A MEDIA FOR TEACHING ENGLISH TO 6TH GRADE STUDENTS IN SDN 3 BANJAR JAWA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Kadek Ayu Ratih Indriani; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8728

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui topik yang bisa dikembangkan menjadi buku cerita dwibahasa anak anak (2) mengetahui pendidikan karakter yang dapat dimasukkan ke dalam buku cerita dwibahasa anak anak (3) mengetahui kualitas dari buku cerita dwibahasa. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Alat yang digunakan untuk mengetahui topik adalah dari silabus yang digunakan di SD No.3 Banjar Jawa, sementara alat mengumpulkan data dan mengetahui kualitas buku cerita dwibahasa adalah kuesioner, kuesioner dan penguji ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 6 topik yang dapat dikembangkan yakni identitas diri (jati diri), kehidupan sekolah, kegiatan dirumah, keluarga, pakaian dan binatang. Sedangkan ada banyak pendidikan karakter yang dapat dimasukkan ke dalam buku cerita dwi bahasa seperti kreatif, peduli lingkungan, peduli social dan lain lain. Untuk kulialitas buku cerita, berdasarkan penilaian guru buku mendapat 194 dan dari penguji ahli 195, dengan ini dapat disimpulkan bahwa buku cerita dwibahasa ini dikategorikan sebagai buku yang sangat baik untuk kelas 6 SD. Kata Kunci : Kata kunci: Buku cerita dwibahasa, topic, pendidikas karakter, kualitas. This research aimed at (1) knowing the topics that are needed to develop a bilingual children storybook, (2) knowing the values are needed to develop the students’ character in the bilingual children storybook, (3) knowing the qualities of the developed bilingual children storybook. This research was RnD. The instrument used to know the topic was by analyzing syllabus which used in SDN 3 Banjar Jawa, while instruments in collecting the data and the quality of the book were questionnaire for students, teacher and expert judges. The result shows that there are six topics that should be developed namely identity, school life, house activity, family, cloth and animal. While there was many character education that could be inserted in the bilingual storybook such as storybook were tolerance , self confidence, friendly, humble, social care, honest, positive thinking, responsibility, hard working, discipline, friendly, religion, creative, positive thinking, and environmental care. For the quality of the book, based on assessment by the teacher, the book got score 194 and by the expert judge got 195, it can be concluded that bilingual children storybook could be categorized as an excellent book for sixth grade students. keyword : Key words: Bilingual Children Storybook, topic, character education, quality.
AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING USED IN ADVERTISEMENT AT GUNTUR RADIO SINGARAJA ., Iffatul Muslimah; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penggunaan alih kode pada pengiklanan yang terdapat di radio Guntur Singaraja dan (2) mengetahui fungsi yang mendasari terjadinya alih kode yang terdapat di radio Guntur Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah pemasang iklan yang ada di radio Guntur Singarja. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan perekam suara, lembar transkrip, dan lembar observasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang diikuti beberapa prosedur berdasarkan model dari Miles dan Huberman (1994), yaitu: penurunan data, menampilkan data, menggambarkan kesimpulan dan memverifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ungkapan dari pemasang iklan menghasilkan 9 (11.69%) intra-word switching sebagai alih kode yang paling sedikit digunakan. Yang paling banyak digunakan ditunjukkan dari intra-sentential switching yang menunjukkan 54 (70.13%) penggunaan alih kode dan inter-sentential switching sebanyak 14 (18.18%) dari 77 alih kode. Fungsi dari allih kode yang sering digunakan pada pengiklanan di radio Guntur Singraja adalah kutipan, panggilan spesifikasi, dan kata seru.Kata Kunci : Alih kode, Pengiklanan, Radio This research aimed to (1) know the used of code switching in advertisements which were announced in Guntur Radio Singaraja, and (2) know the functions underlying the occurrence of code switching which exist in Guntur radio in Singaraja. The subject of this study was the advertiser of Guntur Radio Singaraja. The data of this research were obtained by using observation sheet, tape recorder, and transcription sheet. This research was a descriptive qualitative study which followed several procedures based on Miles and Huberman (1994) model, namely: data reduction, data display, drawing conclusion and verification. The result of this research showed that the utterance of advertiser produced 9 (11.69 %) was intra-word switching as the less dominant switching. The most dominant was from intra-sentential switching that was 54(70.13%) and inter-sentential switching was 14 (18.18%) from 77 switching. The functions of code switching which were often used in the advertisement announced at Guntur Radio Singaraja were quotation, addressee specification, and interjection.keyword : Advertisement, Code Switching, Radio
THE FLOUTING OF GRICEAN MAXIMS IN CONVERSATION AMONG THE CHARACTERS IN HOTEL TRANSYLVANIA 2 MOVIE: A PRAGMATIC ANALYSIS ., Ni Putu Astri Pradnyandari; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8731

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan pelanggaran maksim di film Hotel Transylvania 2. Tiga teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu teknik observasi, menyeleksi data, dan mencatat informasi penting. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis tindak tutur ditemukan di dalam percakapan, yaitu representative, direktif, komisif, dan ekspresif dan empat jenis pelanggaran maksim: pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran maksim relasi dan pelanggaran maksim cara. Terdapat enam alasan ditemukan dalam percakapan, yaitu untuk meyakinkan penerima, untuk menanyakan sesuatu, untuk menekankan sesuatu, untuk memberitahu sesuatu, untuk mengajak seseorang, untuk menolak sesuatu, dan untuk mengekspresikan perasaan. Kata Kunci : Kata Kunci: alasan, pelanggaran maksim, tindak tutur Abstract This study was designed in form of descriptive qualitative study with the aim of describing the flouting maxims in Hotel Transylvania 2 movie. Three techniques were used to collect the data, namely observation technique, selecting the data, and take a note the important information. The results of the study indicate that there are four kinds of speech acts found in the conversation, namely Representatives, Directives, Commisives, and Expressives and four kinds of flouting maxim: flouting maxim of quality, flouting maxim of quantity, flouting maxim of relevance, and flouting maxim of manner. There are six motives found in the conversation, namely to convince the addressee, to ask something, to stress something, to tell something, to invite someone, to reject something, and to express the feeling. keyword : Keywords: flouting maxims, motives, speech acts
An Analysis of Teaching Strategies of EFL Teachers in Tabanan Sub-District in Promoting Critical Thinking Skill in the 21st Century Education ., I Gusti Putu Hendranatha Wijaya; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi mengajar dengan mengamati tantangan dan faktor keberhasilan yang dihadapi oleh guru dalam mempromosikan kemampuan berpikir kritis untuk siswa EFL. Penelitian ditulis dalam bentuk deskriptif kualitatif. Guru bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah atas di Kecamatan Tabanan merupakan subjek dari penelitian ini. Observasi dilaksanakan berdasarkan perekaman video, ceklist, dan metode interview. Kemudian, data yang dikumpulkan telah melalui observasi dan interview mendalam terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam satu semester serta pengamatan proses belajar mengajar dalam kelas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga tipe strategi mengajar yang digunakan guru untuk mempromosikan kemampuan berpikir kritis dalam satu semester, yaitu strategi kolaboratif atau kooperatif (54%), penggunaan pertanyaan (25%), dan studi kasus (21%). Hasil interview terhadap guru menunjukkan bahwa ada dua tantangan yang dihadapi dalam mempromosikan kemampuan berpikir kritis, yaitu keragaman tingkat berpikir siswa dan kecenderungan siswa tidak terlibat untuk belajar. Guru diharapkan menggunakan empat strategi untuk mempromosikan kemampuan berpikir kritis yang lebih efektif kepada siswa, yaitu strategi kolaboratif atau kooperatif, penggunaan pertanyaan, studi kasus dan metode socratic. Pemberian instruksi yang beragam digunakan untuk menghadapi keragaman tingkat berpikir siswa dan kecenderungan siswa tidak terlibat untuk belajar.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, strategi mengajar, tantangan, faktor keberhasilan This study aimed at analyzing teaching strategies while examining the enabling and challenging factors in promoting critical thinking skill for EFL students. This study is a descriptive qualitative research. The subject of this study is EFL teachers in a public school of Tabanan Sub-District. The instruments used in this study namely video recorder, observation sheets, and interview guides. The data of this study were collected based on in-depth observations and interviews based on document analysis and a direct observation. The observation results of this study show that there are three types of teaching strategies used by teachers in one semester. They are collaborative or cooperative strategy (54%), use of question strategy (25%), and case study strategy (21%). The interview results of this study show two enabling and challenging factors to promote critical thinking. They are heterogeneous students and disengaged students. Teachers are suggested to employ four teaching strategies to promote critical thinking skill effectively, namely collaborative or cooperative strategy, use of question strategy, case study strategy, and socratic questioning strategy. While, a differentiated instruction is suggested for teacher to cope with disengaged students.keyword : critical thinking, teaching strategy, enabling and challenging factors
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS USED BY THE ENGLISH TEACHERS IN THE CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMA NEGERI 1 SERIRIT ., Ni Made Dwi Darmetri; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis-jenis tindak tutur yang diucapkan oleh guru selama kegiatan belajar mengajar, bagaimana tindak tutur diwujudkan dalam komunikasi pengajaran, dan fungsi pedagogik dari tindak tutur. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru SMA Negeri 1 Seririt. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan Miles and Huberman analisis data interaktif. Temuan penelitian menunjukan bahwa guru hanya menggunakan empat tindak tutur berupa directives, commisives, representatives, dan expressives dalam proses belajar mengajar. Dari 134 ucapan, guru mengucapkan 65% directives, 5.2% commisives, 18.6% representatives, and 11.2% expressives. Ada tiga fungsi pedagogik dari tindak tutur guru, yaitu kontrol, organisasi, dan motivasi. Tindak tutur directives, declaratives, dan commisives berfungsi sebagai kontrol dan organisasi, tindak tutur representatives berfungsi sebagai kontrol dan evaluatif, tindak tutur expressives berfungsi untuk memotivasi. Kata Kunci : Fungsi pedagogik, proses belajar mengajar, tindak tutur This study was intended to describe and explain kinds of speech acts produced by the English teachers during teaching and learning process, how speech acts were realized in instructional communication, and pedagogical functions of speech acts. The subjects of the study were two English teachers in SMA Negeri 1 Seririt. This study was a qualitative study. The data were collected through observation and interview. The data were analyzed by using Miles and Huberman interactive data analysis. The findings show that there were only four types of speech acts performed by the teachers, namely representatives, directives, expressives, and commissives. From 134 utterances, the teachers produced 65% directives, 5.2% commisives, 18.6% representatives, and 11.2% expressives. There were three pedagogical functions of the teachers’ speech acts, namely control, organization, and motivation. Directives and commisives speech acts were functioned as control and organizational function, representatives speech acts were functioned as control and evaluative functions, expressives speech acts was functioned as motivational function.keyword : Pedagogical functions, speech acts, teaching and learning process
THE CORRELATION OF MULTIPLE INTELLIGENCES AND ACADEMIC ACHIEVEMENT OF THE 2nd SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT, GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION ., I Gede Wahyudi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8744

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi 1) hubungan antara kecerdasan majemuk dengan prestasi akademik siswa dan 2) kecerdasan majemuk yang paling dapat memprediksi prestasi akademik siswa. Desain dari penelitian ini menggunakan ex post facto dengan analisis korelasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah162 siswa yang dipilih secara acak dari siswa semester 2 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Ganesha. Multiple Intelligences kuisoner yang diadopsi dari McKenzie (1999) dan Armstrong (2009) digunakan untuk memperoleh data dari kecerdasan majemuk siswa, sementara itu nilai prestasi akademik siswa diperoleh melalui KHS. Uji korelasi Spearman’s rho digunakan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan majemuk dengan prestasi akademik siswa. Hasilnya menunjukan bahwa kecerdasan verbal-linguistic, musical, visual-spatial, bodily-kinesthetic, intrapersonal, interpersonal, naturalistic, dan existential mempunyai hubungan yang positive dengan prestasi akademik siswa. Sementara itu, kecerdasan logical-mathematical tidak mempunyai hubungan dengan prestasi akademik siswa. Lebih lanjut lagi, secara berurutan, kecerdasan yang paling bisa memprediiksi prestasi akademik siswa. adalah (1) verbal-linguistic, (2) existential dan (3) intrapersonal.Kata Kunci : kecerdasan majemuk, prestasi akademik The purpose of this study is to investigate (1) the correlation among multiple intelligences and students’ academic achievement and (2) the most predictive intelligences of academic achievement. The design of this study was ex-post facto with a correlational analysis. Sample was 162 students randomly selected from the second semester of English Education Department, Ganesha University of Education. The Multiple Intelligences Questionnaire adopted from McKenzie (1999) and Armstrong (2009) was used to collect the data of the students’ multiple intelligences, while the data of academic achievement was collected through GPA document. Spearman’ rho correlation was used to investigate the correlation among multiple intelligences and students’ academic achievement. The results indicate that verbal-linguistic, musical, visual-spatial, bodily-kinaesthetic, intrapersonal, interpersonal, naturalistic, and existential intelligence have positive and significant correlation with students’ academic achievement. Whereas, logical-mathematical intelligence has no significant correlation to academic achievement. Moreover, the most predictive intelligences to academic achievement are subsequently, (1) verbal-linguistic, (2) existential and (3) intrapersonal intelligence keyword : academic achievement, multiple intelligences
DEVELOPING LANGUAGE LEARNING SONGS AS A STRATEGY FOR TEACHING ENGLISH TO THE SECOND SEMESTER OF 7TH GRADE STUDENTS IN SINGARAJA ., Ni Wayan Devi Astuti; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8745

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk (1) mengembangkan lagu pembelajaran bahasa yang dapat digunakan untuk mengajar bahasa Inggris dengan tema yang berbeda pada siswa kelas 2 SMP semester kedua (2) mengukur kualitas lagu-lagu pembelajaran bahasa sebagai strategi mengajar inggris untuk semester kedua dari siswa kelas tujuh. Model penelitian yang digunakan dalam prosedur penelitian ini ialah model penelitian pengembangan oleh Peffers (Pada Junipisa, 2012). Data yang diperoleh dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen penelitian seperti; lembar observasi, panduan wawancara dan rubtik penilaian untuk para ahli. Data telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikannya secara rinci dan data dari kualitas produk dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dari kedua ahli. Asilnya menunjukan bahwa lagu pembelajaran bahasa yang dikembangkan dikategorikan sebagai produk unggulan.Kata Kunci : Lagu Pembelajaran Bahasa, Strategi Pembelajaran, Buku Pedoman This research is a research and development study which aimed at (1) developing suitable language learning songs that can be used for teaching English with different themes for the second semester of 7th grade students and (2) measuring the quality of language learning songs as a strategy for teaching English to the second semester of 7th grade students. The model of research and development by Peffers (in Junipisa, 2012) was employed as the present research procedures. The data were collected by using several research instruments, such as observation sheets, interview guide, and rubric of expert judgment. The data obtained were analyzed qualitatively by describing them in detail and the data of product’s quality were analyzed quantitatively by calculating the mean score from each expert. The result shows that the developed language learning songs were categorized as excellent.keyword : Language Learning Song, Teaching Strategy, Manual Book
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF MYTH FOR YOUNG LEARNERS ., Ni Putu Puspita Selly Aryati; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal dalam bentuk mitos untuk peserta didik muda. Budaya lokal yang dirujuk adalah kesusastraan Bali dalam bentuk mitos. Penelitian ini menggunakan kerangka penelitian dan pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2014). Produk dikembangkan dengan menggabungkan karakteristik peserta didik muda dan kriteria buku cerita bergambar yang baik. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah buku cerita bergambar berjudul “Kala Rau dan Asal-Mula Gerhana”. Isi buku cerita bergambar tersebut divalidasi oleh dua ahli dengan hasil adalah 1.00 yang menunjukkan validitas sangat tinggi dan telah memenuhi seluruh kriteria buku cerita bergambar yang baik. Selain itu, dari segi kualitas, hasil yang diperoleh adalah 4.75 yang menandakan bahwa buku cerita bergambar tersebut dapat dikategorikan sangat baik. Dengan demikian, produk ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan tambahan untuk kesenangan bagi peserta didik muda.Kata Kunci : budaya lokal, mitos, buku cerita bergambar This study aimed at developing a local culture-based picture storybook in the form of myth for elementary school students. The local culture referred to is Balinese literature in the form of myth. It used research and development framework proposed by Sugiyono (2014). The product was developed by combining characteristics of young learners and the criteria of good picture storybook. The result of this research is the picture storybook entitled “Kala Rau and the Origin of Eclipses”. The picture storybook was validated its content validity by two experts and the result of validation was 1.00 which means very high validity and had met all of the criteria of good picture storybook. Moreover, in terms of quality, the result was 4.75 which signified that the picture storybook was categorized as excellent. Thus, this product can be used as a supplementary reading for pleasure material for young learners.keyword : local culture, myth, picture storybook