cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES USED IN NGIDIH WEDDING CEREMONY IN LOKAPAKSA VILLAGE ., Ni Kadek Sudiartini; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.476 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan procedure dalam upacara pernikahan Ngidih di Desa Lokapaksa, (2) menyelidiki jenis komunikasi strategi yang digunakan oleh perwakilan dari penganten laki-laki, perwakilan dari penganten wanita dan Prajuru dalam upacara pernikahan Ngidih di Desa Lokapaksa (3) menemukan alasan dari prajuru tentang tradisi upacara pernikahan di Desa Lokapaksa. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Subjek penelitian ini adalah empat orang yang terlibat dalam proses pernikahan Ngidih di Desa Lokapaksa. Ada tiga prosedur upacara pernikahan Ngidih di Desa Lokapaksa yaitu: Mesadok bertemu orang tua pengantin laki-laki dan orang tua mempelai wanita di rumah pengantin wanita, Memadik / Ngidih melamar pengantin wanita kerumah pengantin pria dan Melaku adalah prosedur terakhir upacara pernikahan Ngidih dan ada tiga langkah yaitu: pebiayakala, natab, dan mepamit. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada enam jenis strategi komunikas yaitu, approximation, circumlocution,language switching,appeal for assistance, use of nonlingustic and use of fillers.Kata Kunci : Komunikasi strategi, upacara pernikahan Ngidih. This study aimed at (1) describing the procedures in Ngidih wedding ceremony in Lokapaksa village; (2) investigating the types of communication strategies used by groom’s delegation, bride’s delegation, the head of village and prajuru in Ngidih wedding ceremony in Lokapaksa village; and (3) finding tradition of wedding ceremony in Lokapaksa village. This study was designed in the form of qualitative research. The subjects of this study were ten people who were involved Ngidih wedding ceremony in Lokapaksa village. there were three procedures of Ngidih wedding ceremony in Lokapaksa village which were included: Mesadok the meeting of the groom’s parents and the bride’s parents at the bride’s house, Memadik/Ngidih propose the bride to the groom’s house and Melaku was the last procedure of Ngidih wedding ceremony and there were three steps namely: pebiayakala, natab, and mepamit. The results of the analysis show that there were six types of communication strategies namely, approximation, circumlocution, language switching, appeal for assistance, use of nonlinguistic, and use of fillers. keyword : Communication strategies, Ngidih wedding ceremony.
AN ANALYSIS OF LEARNING ACTIVITIES BASED ON CURRICULUM 2013 IN TEACHING ENGLISH IN SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Luh Putu Rany Prihastuti; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan kegiatan-kegiatan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 di buku guru yang berjudul “When English Rings a Bell” dan kegiatan-kegiatan pembelajaran di rencana pelaksananaan pembelajaran dari para guru dan pengimplementasian kegiatan pembelajaran oleh para guru bahasa Inggris dalam pengajaran bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui analisa dokumen, wawancara, dan pengamatan. Data dianalisis berdasarkan topik, prosedur-prosedur inti, prosedur-prosedur khusus, dan contoh ekspresi-ekspresi yang digunakan. Subjek penelitian ini adalah para guru bahasa Inggris di kelas tujuh dan objek penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam buku guru, rencana pelaksanaan pembelajaran, dan penerapan kegiatan pembelajaran di kelas. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) kedua guru tidak mengikuti buku guru dalam merencanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran karena mereka mengakui bahwa kegiatan pembelajaran dalam buku guru tidak dapat memfasilitasi kebutuhan siswa dalam pembelajaran, (2) kegiatan-kegiatan pembelajaran yang direncanakan tidak semua diimplementasikan di dalam kelas, khususnya kegiatan menanya karena alas an waktu dan situasi kelas.Kata Kunci : Kurikulum 2013, kegiatan-kegiatan pembelajaran, pendekatan scientific. The objectives of this study were describing the planning of learning activities based on the Curriculum 2013 in the teacher’s book entitled “When English Rings a Bell” and learning activities in the teachers’ lesson plans and the implementation of learning activities based on the Curriculum 2013 by the English teachers in teaching English. This study was descriptive qualitative. The data were collected through doing document study, interview, and observation. The data were analyzed based on topic, main procedures, specific procedures, and example of the expressions. The subject was the seventh grade English teachers and the objects of this study were learning activities contained in the Teacher’s Book, lesson plans, and its implementation in the classroom. The result of this study shows that (1) both teachers did not follow the teacher’s book in planning the learning activities because they admitted that the learning activities in the teacher’s book could not facilitate the students’ need, (2) the learning activities planned were not fully implemented in the classroom, especially in questioning due to reasons; time and classroom situation.keyword : Curriculum 2013, learning activities, scientific approach.
AN ANALYSIS OF TEACHER AND STUDENT TALK RELATED TO THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 IN SMA NEGERI 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Md Gd Dwi Susantha s; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tuturan guru dan siswa selama interaksi kelas bahasa Inggris dan menjelaskan pelaksanaan strategi pembelajaran dalam Kurikulum 2013 dalam hal jenis tuturan guru dan siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 4 Singaraja dimana subyek penelitian adalah semua guru bahasa Inggris dan siswa kelas XI di kelas XI MIA 2, XI MIA 3, XI MIA 4, XI IBB, XI IIS 1. Desain ini studi adalah analisis wacana dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini secara konseptual mencoba untuk membuat identifikasi, mengatur, dan menganalisis dokumen untuk memahami makna. Sebagai prosedur ini penelitian, persiapan, observasi, wawancara, dan analisis yang digunakan untuk melakukan penelitian. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, instrumen manusia, kamera video, dan checklist. Data yang diperoleh dianalisis dengan menyalin dan mengkodekan data melalui Flanders Analisis Interaksi Kategori (FIAC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) semua kategori interaksi kelas berdasarkan kategori FIAC terjadi di semua proses belajar mengajar; Deals with Feelings, Praises or Encouragement, Use Students’ Ideas, Asking Questions, Lecturing, Giving Directions, Criticizes of Authority, Students’ Response, Students’ Initiation, and Silence or Confusion (2) mengajar dan kegiatan belajar sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis siswa, semua guru menggunakan kategori FIAC untuk memfasilitasi mahasiswa dan untuk menerapkan pendekatan ilmiah. selebihnya, itu bisa meningkatkan pelaksanaan pembelajaran berbasis siswa dan membuat siswa terlibat secara aktif dibuktikan dengan frekuensi yang signifikan dan konsisten tuturan siswa yang terdiri dari response dan intiation.Kata Kunci : interaksi kelas, tuturan guru, tuturan siswa, pembelajaran berbasis siswa, kurikulum 2013, Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC) This study aimed at analyzing types of teacher and students talk during English classroom interaction and explaining the implementation of learning strategies in Curriculum 2013 in terms of the types of teacher’s and student’s talk. The study was conducted in SMA Negeri 4 Singaraja in which the subjects of the study were all the English teachers and eleventh grade students in class XI MIA 2, XI MIA 3, XI MIA 4, XI IBB, XI IIS 1. The design of this study was discourse analysis with qualitative approach. The method used in this study conceptually tries to make an identification, organize, and analyze documents in order to understand the meaning. As the present research procedures, preparation, observation, interview, and analysis were used to conduct the study. The data were collected using observation sheet, human instrument, video camera, and checklist. The data obtained were analyzed by transcribing and coding procedure of Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC). The result of the study showed that: (1) all categories of classroom interaction using FIAC occurred in all of the teaching and learning process; Deals with Feelings, Praises or Encouragement, Use Students’ Ideas, Asking Questions, Lecturing, Giving Directions, Criticizes of Authority, Students’ Response, Students’ Initiation, and Silence or Confusion (2) the teaching and learning activities are appropriate with the principles of students centered learning, all the teachers used the categories of FIAC to facilitate the students and to apply scientific approach. Moreover, it could also arise the students centered learning and make the students engaged actively proven by the significant and consistent frequency of students talk as students’ response and students’ initiation. keyword : classroom interaction, teacher talk, students talk, student centered learning, curriculum 2013, Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC)
THE IMPACT OF EXPLICIT TEACHING OF SELF-QUESTIONING STRATEGY ON THE ELEVENTH GRADE STUDENTS' READING COMPREHENSION OF BIOGRAPHICAL TEXT ., Ni Kadek Novi Susian Dewi; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12389

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh explicit teaching of self-questioning strategy terhadap kemampuan membaca siswa kelas sebelas dalam membaca teks biografi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sebelas SMAN 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017. Sample penelitian ini terdiri dari 30 siswa kelas 11 di SMAN 3 Singaraja. Siswa menerima pengajaran dengan explicit teaching of self-questioning strategy yang mendorong pengaplikasian strategi self-questioning dalam proses membaca. Tes pilihan ganda diberikan di akhir perlakuan untuk pengumpulan data penelitian. Data yang didapat dari hasil post-test dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian explicit teaching of self-questioning strategy berdampak terhadap kemampuan membaca siswa secara keseluruhan dan berdampak paling besar terhadap kemampuan siswa dalam membuat prediksi berdasarkan informasi dalam bacaan dan kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan dari informasi dalam bacaan. Oleh sebab itu, explicit teaching of self-questioning strategy adalah salah satu pengajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dan pengimplementasiannya disarankan bagi guru untuk meningkatkan kempuan membaca siswanya.Kata Kunci : kemampuan membaca, explicit teaching, self-questioning This descriptive qualitative study aimed at finding out the impact of explicit teaching of self-questioning strategy on eleventh grade students’ reading comprehension of biographical text. The population of the study was eleventh grade students of SMAN 3 Singaraja in Academic Year 2017/2018. The sample consisted of 30 students of an intact class which were randomly assigned as the sample of the study. In this study, the students received an explicit teaching of self-questioning strategy which encourages them to use the reading strategy in their reading class. Multiple choice tests were administered at the end of the treatment to collect the research data. The data obtained through post-test were analyzed quantitatively by using descriptive analysis. The findings showed that the implementation of explicit teaching of self-questioning strategy had an impact on students' reading comprehension of biographical text in which it gives impact on students’ overall comprehension especially on students’ ability in making prediction based on information provided in the text and drawing conclusion. Consequently, explicit teaching of self-questioning can be implemented for improving students’ reading comprehension and its implementation is suggested to teacher for improving their students’ reading comprehension. keyword : reading comprehension, explicit teaching, self-questioning
THE ANALYSIS OF SWEAR WORDS USED BY THE TEENAGERS IN NUSA PENIDA ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.153 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata-kata umpatan yang digunakan oleh remaja di Nusa Penida. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan mengamati, merekam audio, dan mewawancarai para informan. Informan adalah 16 remaja yang berasal dari Nusa Penida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata umpatan yang digunakan oleh remaja di Nusa Penida memiliki bentuk, referensi, dan fungsi. Terdapat tiga bentuk kata-kata makian: (1) dalam bentuk kata yang dibagi menjadi dua jenis: monomorfemis (yaitu ‘klewaran’ leluhur) dan polimorfemik (yaitu ‘polo’ otak); (2) dalam bentuk frasa yang dibagi menjadi tiga jenis: frasa nomina (yaitu ‘bojog tone’ monyet itu), frasa kata kerja (yaitu ‘mantet duang’ selalu makan), dan frasa kata sifat (yaitu ‘belog san’ sangat bodoh); (3) dalam bentuk klausa (yaitu ‘lotog ide’ bodoh kamu). Referensi kata-kata makian berhubungan dengan (a) agama, (b) fungsi tubuh, (c) kotoran, (d) istilah binatang, (e) aktivitas, (f) latar belakang pribadi, (g) penyakit mental, (h) iblis, dan (i) kekeluargaan. Fungsi kata-kata umpatan adalah (a) untuk menarik perhatian, (b) memprovokasi, (c) untuk menciptakan identifikasi perseorangan, (d) mengekspresikan emosi , (e) integratif, (f) menyerang, (g) regresif, dan (h) penekanan.Kata Kunci : bentuk, fungsi, referensi, kata-kata umpatan. This study aimed at analyzing swear words used by the teenagers in Nusa Penida. This study used descriptive qualitative research which was conducted by observing, audio recording, and interview guiding the informants. The informants were 16 teenagers from Nusa Penida. The results of the study showed that the swear words used by the teenagers in Nusa Penida have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words that are devided into two types: monomorphemic (i.e. klewaran ‘ancestor’) and polymorphemic (i.e polone ‘brain’); (2) in the form of phrases that are divided into three types: noun phrases (i.e bojog tone ‘that monkey’), verb phrases (i.e. mantet duang ‘always eat’), and adjective phrases (i.e. belog san ‘very stupid’); (3) in the form of clauses (i.e.lotog ide ‘you are stupid’).The references of swear words are related to (a) religion, (b) body function, (c) excrement, (d) animal term, (e) activity, (f) personal background, (g) mental illness, (h) devil, and (i) kinship. The functions of swear words are (a) to draw attention, (b) to provoke, (c) to create interpersonal identification, (d) express emotion, (e) integrative, (f) aggresive, (g) regressive, and (h) emphasis.keyword : forms, functions, references, swear words.
A Descriptive Study of Language Use in Teaching English as a Foreign Language Conducted By Female and Male English Teachers of SMK PGRI 1 Singaraja ., Luh Ririn Sukma Dewi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa oleh guru perempuan dan guru laki-laki dalam pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing di SMK PGRI 1 Singaraja. Masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah: 1) karakteristik dari penggunaan bahasa oleh guru perempuan dan guru laki-laki, 2) dampak dari penggunaan dari karakteristik bahasa yang dimiliki oleh guru perempuan dan guru laki-laki. Penelitian ini menggunakan 1 guru bahasa inggris perempuan dan 1 guru bahasa inggris laki-laki sebagai subyeknya. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan instrumen manusia, rekaman dari hasil kegiatan belajar mengajar dan wawancara sebagain instrumennya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa karakteristik dari penggunaan bahasa yang dimiliki oleh guru bahasa inggris perempuan, yakni guru bahasa Inggris perempuan menggunakan bahasa yang kooperatif, tidak singkat, dan cenderung menggunakan bahasa Indonesia informal dalam proses belajar mengajar. Sedangkan karakteristik dari penggunaan bahasa yang dimiliki oleh guru laki-laki yakni, tidak kooperatif, singkat, dan cenderung menggunakan bahasa Indonesia formal dalam proses belajar mengajar. Dampak dari penggunaan karakteristik bahasa yang dimiliki oleh guru bahasa inggris perempuan adalah siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, tetapi kecenderungan mereka untuk menghormati guru cenderung kurang. Di sisi lain, dampak dari penggunaan karakteristik bahasa yang dimiliki oleh guru laki-laki adalah, siswa cenderung tidak terlalu akif dalam proses pembelajaran, namun rasa hormat yang mereka miliki kepada guru laki-laki cenderung lebih tinggi. Kata Kunci : gender, bahasa, pengajaran bahasa inggris sebagai bahasa asing This research aimed at describing the characteristic of language use conducted by female and male English teacher at SMK PGRI 1 Singaraja. The problems raised in this research were, 1) the characteristic of language use of female and male English teacher, 2) the impacts of the use of the language use characteristic of female and male English teacher. This research used one female English teacher and one male English teacher as its subjects. This research is categorized as a qualitative research, which used human instrument, recording of teaching and learning process, observation sheet and interview guide as its instruments. The result of this research revealed that there were some characteristics of language use possessed by the female English teacher, which were more cooperative, less brief and tended using informal Indonesian in the teaching and learning process. Meanwhile, the characteristics of language use possessed by the male English teacher was less cooperative, brief, and tended using formal Indonesian in the teaching and learning process. The impact of the use of the language use characteristics of the female English teacher was students was more active in learning process, yet their tendency to respect their teacher was less. The impact of the use of the language use characteristics of the male English teacher was students were not active in the learning process, yet their tendency to respect their teacher was high. keyword : gender, language, teaching English as a foreign language
THE EFFECT OF COLLABORATIVE WRITING STRATEGY ASSISTED WITH FANFICTION ON ELEVENTH GRADE STUDENTS’ WRITING COMPETENCY IN SMA NEGERI 1 SUKASADA ., Ida Ayu Juliana Citra Dewi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya pengaruh Collaborative writing strategy yang dibantu dengan Fanfiction terhadap kompetensi menulis siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI dan sampel dari penelitian ini adalah 40 siswa kelas XI di SMAN 1 Sukasada yang dipilih sebagai sampel melalui teknik random sampling. Penelitian ini didesain dengan menggunakan desain posttest only control group. Perlakuan diberikan selama 6 kali pertemuan. Instrumen penelitian ini adalah analytical scoring rubric. Posttest diberikan kepada siswa di akhir pertemuan untuk mengumpulkan data kompetensi menulis siswa. Hasil dari posttest dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen menunjukkan kompetensi menulis yang lebih baik daripada kelompok kontrol. Jadi, dapat disimpulkan bahwa collaborative writing strategy yang dibantu dengan fanfiction efektif digunakan untuk mengajar menulis, khusunya menulis naratif. Diharapkan bahwa guru dapat mengimplementasikan strategi ini dalam mengajar menulis narratif.Kata Kunci : Collaborative Writing Strategy, Fanfiction, Kompetensi Menulis This study aimed at investigating the effect of collaborative writing strategy assisted with fanfiction towards students’ writing competency. The population of this study were the eleventh grade students and the sample were 40 eleventh grade students of SMAN 1 Sukasada which were selected as the sample through random sampling technique. The research was designed by using post-test only control group design. The treatment was given for 6 times of meeting. The instrument of this study was analytical scoring rubric. A posttest was given to the students at the end of meeting to collect the data of the students’ writing competency. The result of post-test was analyzed descriptively and inferentially by using t-test. The result of this study showed that experimental group performed better competency in writing rather than the control group. So, it can be concluded that collaborative writing strategy assisted with fanfiction is effective to be used to teach writing, especially writing narrative. It is suggested that teachers can implement this strategy in teaching narrative writing. keyword : Collaborative Writing, Fanfiction, Writing Competency
The Effect of Peer Feedback Technique on Students' Writing Achievement at Eleventh Grade Students in SMA Negeri 1 Kubutambahan ., Ni Ketut Arie Suasti Wahyuni; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.469 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13591

Abstract

THE EFFECT OF PEER FEEDBACK TECHNIQUE ON STUDENTS' WRITING ACHIEVEMENT AT ELEVENTH GRADE STUDENTS IN SMA NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN By I Ketut Arie Suasti Wahyuni, Nim 1312021236 English Education Department Ganesha University of Education ABSTRACT The aim of this research was to find out the effect of Peer Feedback technique toward students’ writing achievement of Eleventh grade students in SMA Negeri 1 Kubutambahan. This study was a quasi-experimental research which used post-test only control group design. The population of this study was 178 students from eleventh grade of SMA Negeri 1 Kubutambahan. The samples of this study were 34 students of XI MIPA2 and 32 students of XI MIPA3 of eleventh grade in SMA Negeri 1 Kubutambahan selected by administering cluster ramdom sampling technique. The data were analyzed quantitatively by using descriptive and inferential statistics analysis. It was found that the mean score of the experimental group was 85.62 while the mean score of the control group was 82.48. It means that the experimental group was better than the control group in term of their writing achievement. Additionally, the value of t-obs (sig.(3-tailed)) was 0.0001. Since the value of sig.(2-tailed) was less than 0.0 (p
LOCAL WISDOM IN PICTURES CONTAINED IN ENGLISH TEXTBOOKS: AN ANALYSIS OF ILLUSTRATION IN ENGLISH TEXTBOOK FOR THE 7TH GRADE IN JUNIOR HIGH SCHOOL ., Ni Luh Wayan Verayanti; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9345

Abstract

Penelitian ini adalah analisis deskriptif yang bersifat kualitatif. Studi ini meneliti dan menjelaskan kearifan lokal diwakili dalam gambar yang terdapat dalam buku pelajaran bahasa Inggris untuk kelas 7 SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kearifan lokal diwakili dalam gambar di buku teks bahasa Inggris dari kelas 7 SMP. Subjek penelitian ini adalah buku teks bahasa Inggris untuk kelas 7 SMP; Berjudul "Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP / Mts Kelas VII)". Data dikumpulkan melalui beberapa instrumen penelitian, seperti peneliti, catatan penelitian dan dokumen. Gambar-gambar diselidiki kemudian dikategorikan menjadi tiga tema yaitu nilai keluarga, interaksi guru-siswa, dan interaksi siswa-siswa. Representasi dari kearifan lokal yang terkandung dalam buku ini dapat dianalisis dalam penelitian ini melalui teori semiotik, kerangka tata bahasa visual dan empat dimensi budaya. Penelitian ini menemukan bahwa rasa semantik budaya mendominasi kejadian khas budaya lokal diwakili dalam gambar. Dianjurkan untuk guru menggunakan buku teks bahasa Inggris untuk kelas 7 SMP berjudul Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP / Mts Kelas VII) karena representasi kearifan lokal di di perlihatkan dalam buku ini. Kata Kunci : buku teks, kerangka tata bahasa visual, kearifan lokal This research was in form of descriptive analysis which is qualitative in nature. The study investigates and describes the occurrences in the form of local wisdom is represented in pictures contained in English textbooks for the 7th grade in junior high school. This research aimed at to analyzing how local wisdom was represented in the picture in English textbook of the 7th grade in junior high school. Subject of this study was an English textbook for the 7th grade in Junior High School; Entitled “Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP/Mts kelas VII)”. The data were collected through several research instruments, such as researcher, research note and document. The pictures investigated were then categorized into three themes that is family value, teacher-student interaction, and student-student interaction. The representation of local wisdoms contained in this textbook could be analyzed in this research through semiotic theory, visual grammar framework and the four dimensions of culture. This research found that the semantic sense of culture is dominating the distinctive occurrences of local culture represented in the pictures. It is recommended to the teacher use English textbook for 7th grade in Junior High School entitled Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP/Mts kelas VII) because the representation of local wisdoms is showed in this book.keyword : text book, visual grammar framework, local wisdom .
THE CODE-MIXING ANALYSIS OF NUSA PENIDA DIALECT SPOKEN BY NUSA SARI VILLAGERS ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis pencampuran bahasa yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari dan juga cara peduduk desa Nusa Sari untuk menggunakan pencampuran bahasa tersebut dalam berkomunikasi dengan orang lain di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini adalah dua keluarga yang terdiri dari lima anggota keluarga. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumen Teknik. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen, yaitu: pedoman dalam wawancara, perangkat perekam, catatan dan pena. Dalam menganalisa data, menggunakan tiga domain: Persahabatan, Pertetanggaan, dan Keluarga. Ada tiga proses dalam menganalisis data: data reduksi, penggambaran data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga dialek yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari dalam komunikasi sehari-hari, seperti dialek Nusa Penida, dialek Jembrana, dan Bahasa Indonesia. Tapi dialek utama yang digunakan adalah dialek Nusa Penida dan dialek Jembrana karena Bahasa Indonesia memiliki frekuensi rendah untuk digunakan di masyarakat desa Nusa Sari. Ada dua jenis pencampuran bahasa yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari, seperti Insertion dan Alternation. Sementara itu tidak ditemukan adanya penggunaan dari Congruent Lexicalization di dalam penelitian ini.Kata Kunci : jenis-jenis pencampuran bahasa, dialek Nusa Penida This study aimed to discover the types of code mixing used by Nusa Sari villagers and also the way Nusa Sari villagers used the code mixing to communicate with other people in the community. This study was a qualitative research. The informants were two families consisted of five family members. The data were collected based on three techniques, which were Observation, Interviewing, and Document Technique. The data were collected by using some instruments, namely: interview guideline, recording device, note and pen. The data were analyzed through the use of three domains: Friendship, Neighborhood, and Family. There were three processes in analyzing the data: data reduction, data display, conclusion drawing and verification. The results of the study showed that there were three codes spoken by Nusa Sari villagers in their daily communication, such as Nusa Penida dialect, Jembrana dialect, and Bahasa. But the major codes used were Nusa Penida dialect and Jembrana dialect since Bahasa had a low frequency in the community of Nusa Sari village. There were two types of code mixing used by Nusa Sari villagers, such as Insertion and Alternation. Meanwhile there was no used of Congruent Lexicalization found in this study.keyword : types of code mixing, Nusa Penida dialect

Page 35 of 188 | Total Record : 1873