cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
THE EFFECT OF BIG BOOK AS A MEDIA ON STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT FOURTH GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL IN SD LABORATORIUM UNDIKSHA IN ACADEMIC YEAR 20016/2017 ., Luh Putu Ayu Wijayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman bacaan siswa yang diajar dengan menggunakan buku besar dan mereka yang diajar oleh media konvensional. Rancangan penelitian penelitian ini adalah Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Study. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Laboratorium Undiksha Singaraja. Dua kelas digunakan sebagai sampel penelitian ini. Mereka ditugaskan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan undian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa, skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 83,56 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 76,19. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa t-diamati melebihi nilai t-kritis (4,088> 2,042). Dengan demikian, hipotesis nol ditolak, artinya ada pengaruh signifikan dari buku besar sebagai media pembacaan bacaan siswa kelas IV SD SD Undiksha Singaraja.Kata Kunci : Big Book, Pemahaman membaca, Pelajar Pemula This study aimed at investigating whether or not there was any significant effect on students’ reading comprehension who were taught by using big book and those who were taught by conventional media. The research design of this study was Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Study. The population of this study was fourth grade students of SD Laboratorium Undiksha Singaraja. Two classes were used as the sample of this study. They were assigned as experimental group and control group by lottery. The obtained data were then analyzed descriptively and inferentially. From the results, it can be seen that, the mean score of the experimental group was 83.56 while the mean score of the control group was 76.19. The result of the t-test also showed that the t-observed exceeded the t-critical value ( 4.088 > 2.042 ). Thus, the null hypohesis was rejected, which means that there was significant effect of big book as a media on students’ reading comprehension at fourth grade of elementary school in SD Laboratorium Undiksha Singaraja.keyword : Big Book, Reading comprehension, Young learners
AN ANALYSIS OF THE PRONUNCIATION ERRORS BY THE 11th GRADE STUDENTS OF SMKN 1 SUKASADA IN ENGLISH TEACHING AND LEARNING ACTIVITIES IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Siti Juliani Putri Sulandari; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8594

Abstract

Tujuan penilitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan-kesalahan pengucapan pada kata-kata bahasa Inggris dan penyebab-penyebab terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh oleh siswa kelas sebelas SMK Negeri 1 Sukasada. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas Akomodasi Perhotelan SMK Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 30 orang siswa. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan perekam suara dalam membaca nyaring dan wawancara. Kemudian, data dianalisis melalui prosedur analisis kesalahan yang terdiri dari mentranskrip seluruh data yang direkam, menganalisis kesalahan siswa, mengklasifikasikan kesalahan, menghitung kesalahan, menjelaskan kesalahan berdasarkan sumber. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh siswa telah diklasifikasikan ke dalam konsonan, vokal, dan vokal rangkap. Peneliti menemukan 564 total kesalahan, yang terdiri dari 167 atau 29.60% kesalahan pada konsonan, 262 atau 46.50% kesalahan pada vokal, dan 135 atau 23.90% kesalahan pada vokal rangkap. Kesalahan pada vokal adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa. Penyebab kesalahan yang dilakukan siswa adalah kesalahan intralingual dimana kesalahan disebabkan oleh telusuran didalam target bahasa (inggris), interlingual dimana kesalahan disebabkan oleh efek dari bahasa ibu dan kesalahan latihan dimana kesalahan adalah hasil dari kesalahan mengajar. Kata Kunci : kesalahan pengucapan, analisis kesalahan, sumber kesalahan. The aim of this research is to analyze the pronunciation errors in English words and the sources of errors made by the students at the eleventh grade of SMK Negeri 1 Sukasada. The research design used in this study was descriptive qualitative research. The subjects of this research were the students at eleventh grade Akomodasi Perhotelan of SMK Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016 that consisted of 30 students. In collecting the data, the researcher used recorder in reading aloud and interview. Then, the data were analyzed through error analysis procedure which consists of transcribing all data recorded, analyzing students’ errors, classifying the errors, evaluating the errors, explaining the errors based on the sources. The result of the data analysis shows that the errors made by the students were classified into consonant, vowel, and diphthongs. The researcher found 564 total errors, consisting of 167 or 29.60% errors in consonant, 262 or 46.50% errors in vowel, and 135 or 23.90% errors in diphthongs. Error in vowel is the most frequent errors made by the students. The sources of the errors made by the students are intralingual errors which were caused by the traced back to the target language (English), interlingual errors which were caused by the effect of the first language, and training errors which were the error that the result of wrong teaching techniques. keyword : error pronunciation, error analysis, source of error.
THE EFFECT OF ICT-BASED INTERACTIVE GAME ON ACHIEVEMENT MOTIVATION AND ENGLISH ACHIEVEMENT OF 6th GRADE STUDENTS IN PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL IN CLUSTER 4 OF SUKASADA DISTRICT, BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Putu Ratna Puspitadewi; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari permainan interatif berbasis ICT terhadap motivasi prestasi, prestasi Bahasa Inggris, dan secara simultan terhadap motivasi prestasi dan prestasi Bahasa Inggris siswa. Penelitian experimental ini mengambil 174 siswa sekolah dasar sebagai populasi di gugus 4 kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Tahun Akademik 2016/2017, dimana 44 siswa yang melibatkan 22 siswa dari SD Negeri 3 Sukasada menjadi kelompok kontrol dan 22 siswa dari SD Negeri 4 Sukasada sebagai kelompok eksperimen. Mereka dipilih sebagai sampel penelitian melalui teknik random sampling. Data telah dikumpulkan melalui kuisioner motivasi prestasi dan post-test. Data tersebut dianalisis menggunakan ANAVA dan MANOVA satu jalur dengan SPSS 22.0. hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, siswa yang diajarkan permainan interaktif berbasis ICT memiliki motivasi prestasi yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional, kedua, siswa yang diajarkan permainan interaktif berbasis ICT memiliki prestasi Bahasa Inggris yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional, ketiga terdapat pengaruh simultan dari permainan interaktif berbasis ICT terhadap motivasi prestasi dan prestasi Bahasa Inggris siswa.Kata Kunci : Motivasi Prestasi, Permainan Interaktif Berbasis ICT, Prestasi Bahasa Inggris, pelajar pemula This research purposed to investigate whether or not there was a significant effect on the use of ICT based interactive game on students’ achievement motivation and English achievement of the 6th grade of primary school. This quasi-experimental research implemented post-test only control group design. The population of this research was all the 6th grade of primary school in cluster 4 in Sukasada district. This research administered cluster random sampling to determine the sample of this research. As the result of administering cluster random sampling, the sample of this study was 22 students of 6th grade students in SD Negeri 3 Sukasada as the experimental group and 22 students of 6th grade in SD Negeri 4 Sukasada as the control group. The data were gathered by achievement motivation questionnaire and a post-test for both group. Then the data were analyzed by using one-way ANOVA and MANOVA assisted by SPSS 22.0. The findings show that, first, the students who were taught by ICT-based interactive game achieved better achievement motivation than those who were taught by conventional teaching, second, the students who were taught by ICT-based interactive game achieved better English achievement than those who were taught by conventional teaching, and third, the was a simultaneous effect of ICT-based interactive game on students’ achievement motivation and English achievement.keyword : ICT-based interactive game, achievement motivation, English achievement, young learners
A COMPARATIVE STUDY OF AMERICAN AND BALINESE SWEARWORDS ., Km Triyunita Yani; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.159 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan bahasa kasar, Amerika dan Bali. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang mana dilaksanakan melalui studi pustaka, observasi, dan metode introspektif. Subyek penelitian ini adalah orang Bali asli dan film Amerika. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persamaan bahasa kasar Amerika dan Bali dilihat dari bentuk, referensi, dan fungsinya. Terdapat tiga bentuk dari bahasa kasar: (1) dalam bentuk kata, yang mana juga terbagi menjadi dua: monomorfemik {Bahasa Bali (pirate, pletan, dll), Bahasa Amerika (dick, pussy, cock, dll)} dan polimorfemik {Bahasa Bali (matan, polone, dll.), Amerika(fucker, fucking, dll.)}, (2) dalam bentuk frasa {Bahasa Bali (ndas teli, lengeh buah dll.), Amerika (fucking crazy, shut up, dll.)}, (3) dalam bentuk klausa {Bahasa Bali(lengeh ti cai, gebuh bungut nannie, dll.), Amerika (what the hell it is, fuck your mouth, dll.)}. Referensi dari bahasa kasar mengacu kepada: (1)agama, (2)jenis kelamin, (3)kotoran, (4)hewan, (5)latar belakang personal, (6) penyakit kejiwaan, dan (7) aktifitas sex. Fungsi dari bahasa kasar tersebut adalah : (1) untuk menarik perhatian, (2) untuk menyampaikan kekesalan/stress, (3) untuk memprovokasi, (4) untuk membentuk identitas interpersonal, (5) integrative, (6) agresif, (7) regresif, dan (8) penekanan. Perbedaanya dari bahasa kasar Amerika dan bahasa Kasar Bali sangat jelas terlihat, bahasa kasar Bali hanya digunakan oleh orang Bali, begitu juga sebaliknya. Kata Kunci : bahasa kasar, bentuk, fungsi, referensi This study aimed in comparing swearwords, Balinese with American. The design of this research was a descriptive research, observing, and introspective method. The subjects of this study were original Balinese and American movie. The results of the study show that the similarities of the Balinese and American swearwords can be seen by their forms, references, and functions. There are three forms of swearwords: (1) in the form of word, which also are subdivided into two: monomorphemic {Balinese (pirate ‘ancestor’, pletan ‘male genital’ etc.), American (dick, pussy, cock, etc)}, and polymorphemic {Balinese (matan ‘eyes’, polone ‘brain’, etc.), American (fucker, fucking, etc.)}, (2) in the form of phrases {Balinese (ndas teli ‘female genital’, lengeh buah ‘so crazy’, etc.), American (fucking crazy, shut up, etc.)}, (3) in the form of clauses {Balinese (lengeh ti cai ‘ you are so crazy’, gebuh bungut nanine ‘you are a liar’, etc.), American (what the hell it is, fuck your mouth, etc.)}. The references of the swearwords were related to: (1) religion, (2) sex, (3) excrement, (4) animals, (5) personal background, (6) mental illness, (7) sex activity. The functions of those swearwords were: (1) to draw attention, (2) to provide catharsis, (3) to provoke, (4) to create interpersonal identity, (5) integrative, (6) aggressive, (7) regressive, and (8) emphasis. The differences of the American and Balinese swearwords are clearly seen; Balinese swearwords are only used by Balinese, vice versa.keyword : swearwords, forms, functions, references
AN ANALYSIS ON CODE SWITCHING USED AS A TEACHING STRATEGY BY TWO TEACHERS IN EFL TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Pt Maysadevi Kusuma; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis alih kode, fungsi alih kode, dan alasan menggunakan alih kode dengan guru bahasa Inggris kelas XI di SMK Negeri 2 Singaraja pada tahun akademik 2015/2016. Ini adalah studi kualitatif yang menggunakan Modifikasi Analytik Induksi sebagai desain. Data tersebut diperoleh melalui observasi kelas. Peneliti juga melakukan wawancara kepada setiap Guru Bahasa Inggris untuk melengkapi data. Akumulasi data menunjukkan bahwa jenis yang paling dominan dari alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris kelas XI adalah alih kode intra-sentensial (41,5%), dan kemudian diikuti dengan alih kode inter-sentensial (36,0%), dan yang terakhir adalah alih kode inter-personal (22,5%). Fungsi alih kode adalah untuk meminta informasi lebih lanjut, menekankan informasi tertentu, meminta klarifikasi, memberikan instruksi, memberikan penjelasan yang jelas, membenarkan pemahaman siswa, mengatur gilirannya berbicara, membenarkan jawaban siswa, memberikan kesempatan, membuat klarifikasi, memberikan saran, mengelola kelas, membantu guru untuk membuat lelucon, memberikan pertanyaan, dan meminta pendapat. Alasan menggunakan alih kode adalah sebagai bahasa pengantar dan sebagai strategi pembelajaran EFL dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan pemahaman, untuk membantu guru menarik perhatian siswa, dan membangun suasana yang nyaman di dalam kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru untuk menggunakan alih kode sebagai strategi pembelajaran EFL dalam proses belajar mengajar untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dari siswa.Kata Kunci : alih kode, strategi pembelajaran, EFL dalam proses belajar mengajar This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by the English teachers of grade XI at SMK Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016. It was a qualitative study which used Modified Analytic Induction as the design. The data was obtained through classroom observation. The researcher also did an interview to each English Teacher in order to complete the data. The data accumulation showed that the most dominant type of code switching used by the English Teacher of grade XI is intra-sentential code switching (41,5%), and then followed by inter-sentential code switching (36,0%), and the last is inter-personal code switching (22,5%). The function of code switching were for asking further information, emphasizing certain information, asking for clarification, giving instruction, giving clear explanation, confirming students’ understanding, regulating turn talking, confirming students’ answer, giving chance, making clarification, giving brainstorming, managing classroom, helping the teacher to make jokes, delivering question, and asking opinion. The reasons of using code switching were as an introductory language and as a teaching strategy in EFL Teaching and learning process to increase students’ understanding, to help the teacher attracting students’ attention, and establishing a comfort atmosphere in the classroom. Based on the result of this study, it is suggested for the teacher to use code switching as a teaching strategy in EFL Teaching and learning process to reach a better understanding of the students.keyword : code switching, teaching strategy, EFL teaching and learning process.
The Linguistic Evidences That Unite Batur and Pelaga Dialect: A Comparative Study ., I Gede Wahyu W.p; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan persamaan fonologi dan leksikal antara Dialek Batur dan Dialek Pelaga. Tiga narasumber dari kedua dialek dipilih berdasarkan kriteria yang sudah di tentukan. Penelitian ini menggunakan metode komparatif. Penelitian ini membandingkan dua dialek: Dialek Batur dan Dialek Pelaga. Data yang diperoleh dalam bentuk leksikon diidentifikasi menggunakan daftar kata Swadesh, Budasi, dan Hole. Data diperoleh menggunakan teknik mencatat, mendengarkan dan juga merekam pembicaraanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 51 fonem yang sama dari kedua dialek. Fonem tersebut diantaranya adalah: 1) enam vokal: /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /ɔ/, and /ə/; 2) sembilan diftong: /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /ʌə/, /ʌe/, /ʌɔ/, /iu/, and /ɔʌ/; 3) empat gemenite: , /ʌʌ/, /II/, /ʊʊ/, and /ɔɔ/; 4) sembilan belas konsonan: /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, / tʃ/, / dʒ/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; 5) tiga belas gugusan konsonan: /tl/, /ml/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋtʃ/ /kl/ /bl/ /pl/, and /kr/. Dari ke tiga daftar kata di temukan bahwa 1029 kata diantaranya memiliki cara penulisan yang sama persis dan 265 di antaranya ditemukan kemiripan diantara Batur dan Pelaga Dialek.Kata Kunci : fonologi, vokal, rangkap, diftong, konsonan, kosa kata, metode komparatif, Dialek Batur, Dialek Pelaga. This research aimed at describing the phonological and lexical similarities between Batur Dialect and Pelaga Dialect. Three informants from those dialects were selected based on a set of criteria. This research applied comparative method. This study compared two dialect: Batur Dialect and Pelaga Dialect. The obtained data in the form of lexicon identified using Swadesh Wordlist, Budasi Wordlist, and Hole Wordlist. Data were collected through noting, listening and recording techniques. The results of this research show that there are 51 same phonemes in both dialects. Those phonemes are: 1) six vowels: /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /ɔ/, and /ə/; 2) nine diphthong: /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /ʌə/, /ʌe/, /ʌɔ/, /iu/, and /ɔʌ/; 3) four geminate: , /ʌʌ/, /II/, /ʊʊ/, and /ɔɔ/; 4) nineteen consonants: /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, / tʃ/, / dʒ/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; 5) thirteen consonants cluster: /tl/, /ml/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋtʃ/ /kl/ /bl/ /pl/, and /kr/. From the three wordlist there are 1029 words which were exactly the same and 265 similar words found from Batur and Pelaga Dialect.keyword : phonology, vowels, geminate, diphthong, consonants, lexicon, comparative method, Batur Dialect, Pelaga Dialect.
DEVELOPING A STANDARD ENGLISH LANGUAGE FINAL ACHIEVEMENT TEST INSTRUMENT FOR ELEVENTH GRADE STUDENTS IN BANGLI AND BULELENG REGENCIES IN 2014/2015 ACADEMIC YEAR BASED ON CURRICULUM 2013 ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12399

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang didasari oleh model penelitian dan pengembangan yang digagas oleh Borg dan Gall (2003). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah tes akhir prestasi belajar siswa kelas 11 dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, terutama dalam pemahaman membaca, yang standar berdasarkan kurikulum 2013. Subyek dari penelitian ini ialah para siswa di kelas XII MIA 2 di SMA Negeri 2 Singaraja di Kabupaten Buleleng dan para siswa di kelas XII MIA 1 di SMA Negeri 1 Bangli di Kabupaten Bangli. Obyek dari penelitian ini adalah 100 soal yang berbentuk soal pilihan ganda yang diteskan kepada para siswa di kedua sekolah tersebut. Adapun langkah-langkah yang diterapkan dalam pengembangan tes ini, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal sebelum diteskan kepada siswa, (5) perbaikan dari produk awal, (6) uji coba dengan melibatkan siswa, (7) perbaikan dari produk awal menjadi produk akhir. Soal-soal diteskan di kedua kelas tersebut dan hasil dari tes dianalisa dengan menggunakan program Anatest 4.0 mengenai validasi, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, homogenitas dan kualitas daya pengecoh dari jawaban soal. Hasil dari penelitian ini merupakan buku bank soal yang mana dari 100 soal terdapat 73 soal yang dikategorikan sebagai soal yang valid dan standar di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Penelitian dan Pengembangan (R&D), pemahaman membaca, tes standar, validitas dan reliabilitas This research is a research and development (R&D) following the R&D model proposed by Borg and Gall (2003). This research aimed at developing a Standard English Language final achievement test, specifically about the reading comprehension, for eleventh grade students based on curriculum 2013. The subject of this study were the students of Class XII MIA 2 in SMA Negeri 2 Singaraja in Buleleng Regency and the students of Class XII MIA 1 in SMA Negeri 1 Bangli in Bangli Regency. The object of the study was 100 test items in form of multiple-choice test that were tested to the students in the two schools. The steps taken to develop the test were (1) research and information collection, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, and (7) operational product revision. The test items were tried-out in the two classes and the results were analyzed by using Anatest 4.0 version application in term of validity, reliability, index of discrimination, index of faculty, homogeneity and the quality of distractor. The result of the study was the final product of test in form of bank question book where from 100 items, there was 73 items considered as valid and standard in both Bangli and Buleleng Regency.keyword : Research and development (R&D), reading comprehension, standard test, validity and reliability
TEACHING STRATEGIES FOR STUDENT WITH ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) IN TODDLER INCLUSIVE CLASS OF AURA SUKMA INSANI KINDERGARTEN ., Komang Ayu Dian Pertiwi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengajaran yang digunakan untuk siswa berkebutuhan khusus, yang menderita ADHD di kelas Toddler (inklusi) yang mencangkup perencanaan, implementasi dan penilaian yang di gunakan khusus untuk anak ADHD di TK Aura Sukma Insani dan pencapaian hasil belajar siswa yang di ambil melalui analisis rapot semester ganjil. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif dengan subyek penelitian yaitu siswa ADHD yang berada di kelas Toddler di TK Aura Sukma Insani Singaraja, sementara obyek penelitian ini adalah strategi pembelajaran yang digunakan untuk anak ADHD. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa: (1) untuk perencanaan pembelajaran, guru melakukan evaluasi dari kebutuhan siswa kemudian memilih strategy yang sesuai berdasarkan kebutuhan siswa dan menselaraskannya dengan program pendidikan individu (IEP). Untuk pelaksanaan pembelajaran, guru mengguakan 2 sistem yaitu system Pull-Out dan system Integrasi/Inklusi. Untuk penilaian hasil belajar, guru menggunakan penilaian mingguan, penilaian bulanan dan penilaian semester (2) pencapaian hasil belajar siswa yang dianalis dari rapot semester menunjukkan bahwa pada aspek kognitif dan affektif, siswa menunjukkan perkembangan yang baik, namun untuk aspek psikomotor siswa masih perlu bimbingan guru dan orang tua. Untuk laporan perkembangan pendidikan karakter, terdapat 10 karakter yang mulai terliht dan 8 karakter yang sudah mulai berkembang.Kata Kunci : Strategi Pembelajaran, Siswa ADHD, Kelas Inklusi This study aimed at describing the teaching strategies for ADHD student in Toddler Inclusive Class including planning, implementation and assessment used for ADHD student in Toddler Inclusive Class of Aura Sukma Insani Kindergarten, Singaraja and Learning Achievement for ADHD student which were taken from student final report. This study used a descriptive research design by involving the ADHD student in Toddler Inclusive Class. The objects of this study were the teaching strategies for ADHD student. The data were collected by conducting interviews and document analysis. Based on the result of the data analysis, it were found that (1) For planning, the teacher did an evaluation on the Childs’ Individual Needs; Selecting appropriate instructional practices which appropriate with the student characteristic and needs; and Integrating appropriate practices within an IEP to meet the students’ needs. For implementation, the teacher used 2 systems; Pull-Out System and Integrated/Inclusive System. The assessment, it were in the form of weekly report, monthly report and semester report. (2) Students’ learning achievement showed a good improvement in cognitive and affective domain. However, he still needs more exercise in psychomotor domain from teachers and parents. In addition, for the report of character education development, there were 10 characters seen and 8 characters developing.keyword : Teaching Strategies, ADHD Student, Inclusive Class
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS MADE BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP AYODHYA PURA SELAT IN WRITING DESCRIPTIVE TEXTS, IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Komang Sri Wahyuni; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan secara tata bahasa yang dibuat oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat dalan menulis teks deskriptif (2) menemukan dan mendeskripsikan alas an kenapa siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat membuat kesalahan dalam menulis teks deskrptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk mengumpulkan data adalah tes menulis. Data yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori error analysis dari Selinker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) total kesalahan yang dibuat oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat adalah 196 kesalahan. Kesalahan yang ditemukan pada penelitian ini adalah misformation dengan 122 kesalahan (62.2%), omission dengan 46 kesalahan (23.4%), addition dengan 16 kesalahan (8.1%) dan misordering dengan 12 kesalahan (6.1%). Misformation adalah jenis kesalahan yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini. (2) Sumber kesalahan mereka adalah carelessness, first language interference dan translation.Kata Kunci : kesalahan tata bahasa, teks deskriptif, menulis This research aimed at (1) describing the types of grammatical errors made by the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat in writing descriptive texts and (2) finding out and describing the reasons why the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat made errors in writing descriptive texts. This research used descriptive qualitative study. The tool of collecting data was written tasks. The data obtained were analyzed qualitatively by using Selinker’s theory of error analysis. The result of this study showed that: (1) the total of errors made by the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat was 196 errors. The errors found in this study were misformation with 122 errors (62.2 %), omission with 46 errors (23.4 %), addition with 16 errors (8.1 %) and misordering with 12 errors (6.1 %). Misformation was the most frequent error in this study. (2) The sources of their errors were carelessness of the students, first language interference and translation.keyword : grammatical errors, descriptive texts, writing
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES USED BY RECEPTIONISTS AT "PURI BAGUS HOTEL" ., Ni Kadek Fiona Yunita Dewi; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi kesantunan yang di gunakan oleh resepsionis di Hotel Puri Bagus. Peneliti dalam penelitian ini merupakan instrument utama yang di gunakan dalam mengumpulkan data. Dengan merekan percakapan antara reseptionis dan tamu hotel, mencatat informasi terkait situasi penelitian, dan mewawancarai subjek penelitian. Strategi kesantunan di analisis berdasarkan teori kesantunan Brown & Levinson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kesantuanan yang di gunakan oleh resepsionis ketika berbicara dengan tamu hotel adalah tanpa strategi, strategi kesantunan positif/keakraban, strategi kasantunan negative/formalitas, dan strategi tidak langsung/tersamar. Umumnya, tanpa strategi, startegi kesantunan positi/keakraban, strategi kesantunan negative/formalitas lebih sering di gunakan dibandingkan dengan startegi tidak langsung/tersamar. Adapun berbagai alsan yang di ungkapkan mengapa resepsionis menggunakan strategi-strategi tersebut. Adapun alasan resepsionis ketika berbicara dengan tamu hotel cenderung tidak menggunakan strategi, menggunakan strategi kesantunan positif/keakraban, strategi kesantunan negatif/formalitas di bandingkan dengan strategi tidak langsung/tersamar di karenakan ketika mereka dapat berbicara secara lugas, langsung dan tanpa adanya ambuguitas para tamu hotel akan merasa puas dan nyaman untuk berkomunikasi namun jika mereka menggunakan strategi tidak langsung/tersamar akan membuat tamu hotel merasa tidak puas dan tidak nyaman ketika berbicara dengan resepsionis hotel. Kata Kunci : Tidak menggunakan strategi, Strategi Kesantunan, Resepsionis. This study aimed at explaining the types of politeness strategies used by receptionists at Puri Bagus Hotel. The researcher was the key instrument in this study that collected the data. By audio-recording the conversation between receptionists and guests, taking note of the phenomena and interviewing the subjects of the study. The subjects of the study were the receptionists who talked to hotel guests. The politeness strategies used by receptionists were analyzing based on Brown & Levinson’s theory of politeness. The results of this study show that the strategies used by receptionists when talk to hotel guests are bald on record politeness, positive politeness, negative politeness, and off record. Mostly, bald on record politeness, positive politeness strategy, and negative politeness are often used in similar frequency and off record strategy are rarely use when they talked to hotel guests. There are many reasons why the receptionists use those strategies. The receptionists ‘reasons of using the bald on record, positive politeness and negative politeness most frequently than off record because when they could speak directly and politely without any ambiguity they could make guests satisfy but if they used off-record it made the guests uncomfortable in doing communication with the receptionists and the guests felt unsatisfied.keyword : Bald on record, Politeness Strategies, Receptionists.

Page 36 of 188 | Total Record : 1873