cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
Language Use : An Analysis of Expressive Acts Used by The Eleventh Grade Students of SMA Negeri 1 Sawan ., Ester Adi Wiryani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7916

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata Kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. ABSTRACT This study was a qualitative research. This study is intended : 1) to identify and classify the types of expressive acts used by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressive. 2) to identify the style of the students locutionary acts to express thank, apology, condole, congratulation, welcome and deplore. 3) to identify and classify the types of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressing their ideas in terms of grammar and diction 4) to analyze the sources of errors committed by the students in their locutionary acts. The subjects of this study were the eleventh grade students of SMAN 1 Sawan. The data were collected by using one instrument, namely: performance assesment. The results of the study showed that 1) The types of expressive acts used among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were apologizing (250 speeches), thanking (180 speeches), congratulating (200 speeches), welcoming (120 speeches) and protesting (150). 2) The speech style used in terms of formality among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were 598 informal speeches and 175 formal speeches from the whole 773 speeches made by the students. 3) The errors committed in their utterances in terms of grammar and diction of SMA N 1 Sawan were 255 errors of grammar and 217 errors of diction from the whole 472 errors made by the students. 4) The sources of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were from 200 speeches which have their errors, the most errors are caused by incomplete application of rules with 92 errors while the less one is caused by over generalization with 5 errors only. These errors happened when the interference of students’ first language occurred in the target language. In other words, the students assumed that the organization of word was correct. keyword : Key Words: Speech act, expressive acts, language style, errors, source of errors
AN ANALYSIS OF JARGONS USED BY NURSING STUDENTS AT GRADE XI IN SMK NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN ., Gusti Ayu Andiani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, arti, dan fungsi dari jargon-jargon yang digunakan oleh siswa kelas XI Jurusan Keperawatan di SMK Negeri 1 Kubutambahan. Penelitian ini telah dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian case study. Subjek pada penelitian ini adalah 10 siswa kelas XI Jurusan Keperawatan di SMK Negeri 1 Kubutambahan sebagai suatu komunitas di ruang kelas. Jargon-jargon yang diteliti yaitu jargon yang secara lisan diucapkan yang berdasarkan pada konteks percakapan dari siswa kelas XI Jurusan Keperawatan. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 81 jargon yang digunakan oleh siswa kelas XI Jurusan Keperawatan baik di dalam kelas maupun luar kelas di SMK Negeri 1 Kubutambahan. Terdapat 14 singkatan, 2 akronim, 12 afiksasi, 2 kliping, 28 kata serapan, dan 23 kata benda. Makna dari jargon-jargon dianalisis berdasarkan konteks percakapan dan wawancara dari siswa perawat. Selain itu, penelitian ini menunjukan bahwa terdapat empat fungsi dari jargon-jargon yang digunakan oleh siswa kelas XI Jurusan Keperawatan, antara lain untuk menciptakan komunikasi yang efektif, untuk menunjukan identitas dari siswa perawat, untuk membangun solidaritas antar siswa perawat, dan untuk membangun profesionalisme sebagai siswa perawat. Kata Kunci : jargon, siswa perawat This study aimed at analyzing forms, meaning, and functions of jargons used by nursing students at Grade XI in SMK Negeri 1 Kubutambahan. This study was conducted in qualitative approach with case study design. The subjects of this study were 10 nursing students at Grade XI in SMK Negeri 1 Kubutambahan as a community in the classroom. The jargons were investigated in spoken based on the context of nursing students’ conversation. The methods of data collection were observation, interview, and document study. The result of this study represents there are 81 jargons used by the nursing student at Grade XI inside and outside the classroom in SMK Negeri 1 Kubutambahan. There are 14 abbreviations, 2 acronyms, 12 affixations, 2 clippings, 28 borrowings, and 23 nouns.The meaning of jargons was analyzed based on the context of nursing students’ conversation and interview. Additionally, this study denotes there are four functions of jargons used by nursing students at Grade XI namely, to create effective communication, to show nursing students’ identity, to build solidarity among nursing students, and to build professional code as nursing students.keyword : jargon, nursing student
A COMPARATIVE STUDY OF KWL AND TWA TECHNIQUES UPON STUDENTS READING COMPETENCY AT SMAN 1 SINGARAJA ., Ni Wayan Ekayani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.88 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji teknik mana antara teknik KWL dan TWA yang lebih baik digunakan untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca mereka untuk meraih nilai di atas KKM pada kelas 10 di SMAN 1 Singaraja. Desain penelitian ini menggunakan Post-test Only Two Non-Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah 317 siswa kelas 10 yang terbagi menjadi 11 kelas dimana dalam menentukan sample, 2 kelas dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Satu kelas yang berjumlah 28 siswa membaca teks dengan teknik KWL dan satu kelas lagi dengan jumlah 30 siswa membaca teks dengan teknik TWA. Instrumen penelitian yang digunakan antara lain try out test, RPP dan final test. Data dikumpulkan melalui tes membaca (final test) yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial statistik dimana one-way ANOVA digunakan dalam pengujian hipotesis. Hasil dari analisis menunjukan F=1.863 dengan nilai signifikan 0.140 dimana nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikan alpha (0.05). Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pada kemampuan membaca siswa ketika mereka membaca teks menggunakan teknik KWL dan TWA. Karena tidak terdapat perbedaan pada kemampuan membaca siswa ketika membaca teks dengan kedua teknik tersebut, Turkey analisis tidak perlu dilakukan. Kata Kunci : teknik KWL, kemampuan membaca siswa, teknik TWA This research aimed at testing which technique between KWL and TWA techniques is better to be used in order to help students in promoting their reading competency to achieve the performance indicator which is set to the tenth-grade students at SMAN 1 Singaraja. The design of the study was Post-test Only Two Non-Control Group Design. The population was 11 classes with 317 tenth-grade students at SMAN 1 Singaraja in which 2 classes were selected as the sample of the research which was determined by using cluster random sampling. One class with 28 students read texts using KWL and the other class with 30 students read texts using TWA technique. The instruments which were used such as lesson plans, try out test and final test. The data were collected through reading test (final test) that were analyzed descriptively and inferentially which used one-way ANOVA in inferential statistics analysis. The result shows that, F=1.863 with the significance value was 0. 140 which was higher than the significance value of alpha, 0.05. Thus, there is no significant difference on the students’ reading competency when they read texts using KWL and TWA technique. Because there is no different on the students’ reading competency between the two groups when they read texts using KWL and TWA techniques, Turkey analysis did not need to be administrated. keyword : KWL technique, reading competency, TWA technique
THE EFFECT OF ”CIRCLE THE SAGE” ON READING ACHIEVEMENT OF THE TENTH GRADE STUDENTS AT SMA N 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Made Kartika Dewi; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah ada pengaruh yang signifikan dari teknik “Circle the Sage” terhadap prestasi membaca siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 1 Sukasada. Berdasarkan teknik pengambilan sampel secara acak, 2 kelas diambil sebagai sampel dari penelitian ini. Dua kelas tersebut ditentukan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdasarkan undian. Untuk memperoleh data yang diperlukan, dua kelompok tersebut diberikan perlakuan. Kelompok eksperimen diajarkan menggunakan teknik Circle the Sage, sedangkan kelompok kontrol diajarkan menggunakan teknik konvensional (teknik Three-phase). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah skenario pembelajaran dan post-test dalam bentuk tes membaca. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif dan inferensial. Dilihat dari hasil statistik inferensial, menunjukan bahwa t-observed melampaui t-critical value. Oleh karena itu, null hypothesis ditolak, yang berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan pada prestasi membaca siswa yang diajarkan menggunakan teknik Circle the Sage.Kata Kunci : Prestasi membaca, Circle the Sage, Konvensional This study aimed at investigating whether or not there was any significant effect of Circle the Sage technique on student’s reading achievement. The population of this study was the tenth grade students in SMA N 1 Sukasada. Through random sampling technique, two classes were taken as samples in this study. They were assigned as experimental group and control group by lottery. To obtain the required data, the two groups were given treatments. The experimental group was taught by using Circle the Sage technique, meanwhile the control group was taught by using conventional technique (Three-phase technique). The instruments used in this study to collect the data were the teaching scenario and post-test in the form of reading test. The obtained data were then analyzed descriptively and inferentially. It was seen from the result of inferential statistics, showing that the t-observed exceeded the t-critical value. Hence, the null hypothesis was rejected, which means there was significant effect on students’ reading achievement who were taught by Circle the Sage.keyword : Reading Achievement, Circle the Sage, Conventional
An Analysis of Lexico-Grammatical Errors Committed by the Students of XI IPS 1 Class at SMA Negeri 2 Banjar in Writing Narrative Texts ., Kurniawati; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan lexico-grammar yang dilakukan oleh siswa-siswi kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Banjar dalam menulis teks naratif beserta penyebab kesalahannya. Data dianalisis secara kualitatif. Ada 10 jenis kesalahan lexico-grammar yang digunakan sebagai pedoman dalam menganalisis kesalahan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa ada 382 kesalahan dari 23 teks naratif siswa. Jumlah kesalahan siswa dalam hal leksis adalah 134 kesalahan yang terdiri dari 56 kesalahan ejaan (14.65%), 49 kesalahan diksi (12.82%), dan 29 kesalahan tanda baca (7.59%). Selanjutnya, jumlah kesalahan dalam hal tata bahasa adalah 231 kesalahan, termasuk 5 kesalahan konjungsi (1.30%), 17 kesalahan pluralisasi (4.45%), 144 kesalahan bentuk kata kerja (37.69%), 17 kesalahan susunan kata (4.45%), 16 kesalahan artikel (4.18%), 38 kesalahan kata ganti (9.94%), dan 11 kesalahan preposisi (2.87%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Banjar cenderung melakukan kesalahan dalam bentuk kata kerja, di mana mereka harus menulis bentuk kata kerja lampau dalam teks naratif mereka. Untuk mengetahui penyebabnya, kuesioner digunakan untuk mendapat informasi yang paling jelas. Ditemukan bahwa ada 4 sumber kesalahan siswa yang dominan, yaitu konteks pembelajaran, struktur kebahasaan, intralingual transfer, dan interlingual transfer. Penelitian ini memberikan pengetahuan yang lebih luas tentang kesalahan lexico-grammar yang dapat membantu guru bahkan siswa dalam menentukan kesalahan-kesalahan yang muncul.Kata Kunci : Penyebab-penyebab kesalahan, Kesalahan lexico-grammar, Teks naratif This study aimed at analyzing the lexico-grammatical errors committed by the students of XI IPS 1 class at SMA Negeri 2 Banjar in writing narrative texts and the causes of the errors. The data were analyzed qualitatively. There were 10 types of lexico-grammatical errors that were used as guidance in analyzing the students’ errors. The result showed that there were 382 errors from 23 students’ narrative texts. The total number of students’ errors in terms of lexis was 134 errors comprising 56 spelling errors (14.65%), 49 diction errors (12.82%), and 29 punctuation errors (7.59%). Furthermore, the total number of grammatical error was 231, including 5 conjunction errors (1.30%), 17 pluralization errors (4.45%), 144 verb form errors (37.69%), 17 word order errors (4.45%), 16 article errors (4.18%), 38 pronoun errors (9.94%), and 11 preposition errors (2.87%). So, it can be concluded that the students of XI IPS 1 class at SMA Negeri 2 Banjar tended to commit errors in terms of verb form, in which they had to write the past form of verb/copular verb in their narrative texts. To know the causes of students’ errors, questionnaire was used to gain the clearest information. It was found that there were 4 dominant sources of students’ errors, namely, context of learning, language features of narrative text, intralingual transfer, and interlingual transfer. This study provides wider knowledge about lexico-grammatical errors that can help an English teacher even students in identifying mistakes or errors. keyword : Causes of error, Lexico-grammatical error, Narrative text
DEVELOPING DIGITAL GAME e-CALF AS SELF-DIRECTED LEARNING MEDIA FOR THE SECOND GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL AT SD LAB UNDIKSHA SINGARAJA ., Ida Ayu Agung Ratih Pramesti; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.; ., Ida Ayu Made Istri Utami, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.027 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14933

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-CALF sebagai media pembelajaran mandiri untuk mengajar bahasa Inggris di kelas dua siswa sekolah dasar di SD Lab Undiksha Singaraja. Penelitian dilakukan di SD Lab Undiksha Singaraja, di mana sasaran penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas II A. Model pengembangan ADDIE digunakan sebagai prosedur penelitian saat ini. Karena masih berupa produk prototipe, hanya ada tiga prosedur yang digunakan yaitu Analisis, Desain, dan Pengembangan. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, panduan guru, rubrik penilaian ahli, kuesioner siswa, dan analisis silabus. Pada akhir penelitian ini, ada produk prototipe bernama e-CALF sebagai media pembelajaran mandiri dalam bentuk aplikasi. Hasil dari penelitian ini adalah media permainan digital yang dikembangkan berdasarkan analisis silabus dan kebutuhan siswa. Permainan digital e-CALF dikembangkan berdasarkan empat topik yaitu greetings, introducing, parts of body, dan numbers. Setiap topik terdiri dari enam lembar. Ada dua lembar tentang kosakata yang berhubungan dengan topik, dua lembar tentang mengisi teks kosong, dan sisanya tentang pemahaman teks dengan pertanyaannya Berdasarkan hasil penilaian ahli, ditemukan bahwa permainan digital e-CALF dikategorikan sebagai permainan digital yang sangat baik. Selain itu, game digital ini layak digunakan untuk belajar bahasa Inggris untuk siswa kelas dua. Kata kunci: permainan digital, e-CALF, produk prototipe, pembelajaran mandiri Kata Kunci : permainan digital, e-CALF, produk prototipe, pembelajaran mandiri ABSTRACT This study aimed at developing e-CALF as self-directed learning media for teaching English in the second grade of elementary school students at SD Lab Undiksha Singaraja. The study was conducted in SD Lab Undiksha Singaraja, in which the subject of the study was elementary school students of II A class. ADDIE model of development was used as the present research procedures. Since it is still a prototype media, there were only three procedures used namely Analyze, Design, and Development. The data were collected by using observation sheets, teacher’s interview guide, expert judgments rubric, students’ questionnaire, and syllabus analysis. In the end of this research, there was a prototype product named e-CALF as self-directed learning media in form of application. The result of this research is digital game media that were developed based on syllabus analysis and students’ need. The digital game e-CALF is developed based on four topics they were greetings, introducing, parts of body, and numbers. Each topic consists of six sheets. There are two sheets about the vocabulary related with the topic, two sheets about filling the blank text, and the rest about text comprehension with its questions. Based on the result of expert judgment rubrics it is found that digital game e-CALF are categorized as excellent digital game. Besides, this digital game was proper to use for learning English for second grade students. Keywords: digital game, e-CALF, prototype product, self –directed learning keyword : digital game, e-CALF, prototype product, self –directed learning
AN ANALYSIS OF SWEAR WORDSOF BALINESE LANGUAGE PRACTICES BY BALI AGA PEOPLE IN CEMPAGA VILLAGE,NORTH BALI ., Made Intan Kusuma Dewi; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.173 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata makian yang digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif Bahasa Bali, yang diterapkan dengan mengamati, merekam audio, dan mewawancarai para informan. Para informan akan mengambil orang-orang tua yang berusia di atas 25 tahun dari Desa Cempaga, Bali Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata umpatan yang digunakan di Desa Cempaga, Bali Utara memiliki bentuk, referensi, dan fungsi. Ada tiga bentuk kata-kata makian: (1) dalam bentuk kata-kata yang (2) berbentuk frasa (3) dalam bentuk klausa. Ada sembilan klasifikasi referensi kata-kata sumpah yang digunakan untuk Menganalisis Kata-Kata Umpatan Praktik Bahasa Bali oleh Orang Bali Aga di Desa Cempaga, Bali Utara yaitu: agama, fungsi tubuh, kotoran, istilah hewan, aktivitas, latar belakang pribadi, penyakit mental , setan, dan kekeluargaan. Fungsi kata-kata makian adalah (a) untuk menarik perhatian, (b) untuk memberikan katarsis, (c) untuk memprovokasi, (d) untuk menciptakan identitas interpersonal, (e) integratif, (f) agresif, (g) regresif, dan (h) penekanan.Kata Kunci : bentuk, fungsi, rujukan, kata makian This study aimed at analyzing swear words used of Balinese Language descriptive qualitative research, which applied by observing, audio recording, and interviewing the informants. The informants will take old people between ages upper 25 years old from Cempaga Village, North Bali. The results of the study show that the swear words used in Cempaga Village, North Bali have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words which (2) in the form of phrases (3) in the form of clauses. There are nine classifications of the references of swearing words that used to Analyzed of Swear Words of Balinese Language Practices by Bali Aga People in Cempaga Village, North Bali namely: religion, body function, excrement, animal terms, activity, personal background, mental illness, devils, and kinship. The function of swear words are (a) to draw attention, (b) to provide catharsis, (c) to provoke, (d) to create interpersonal identity, (e) integrative, (f) aggressive, (g) regressive, and (h) emphasis.keyword : forms, functions, references, swear words
Developing Supplementary English Material for Average Learners of the Eighth Grade at SMP N 1 Mengwi to Support the Implementation of Kurikulum 2013 ., Kadek Intan Nirmala Sari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8071

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan materi tambahan untuk pelajaran bahasa Inggris dan mengetahui kualitas dari produk yang dikembangkan oleh peneliti. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas delapan dan siswa berkemampuan sedang kelas delapan di SMP N 1 Mengwi. Sedangkan, objek yang digunakan adalah materi tambahan tersebut. Desain dari penelitian ini mengikuti tujuh langkah yang diadaptasi dari Sugiyono (2008). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis dokumen dan wawancara dengan menggunakan beberapa instrumen, seperti catatan, perekam suara dan angket wawancara. Temuan awal menunjukkan bahwa pengembangan materi tambahan untuk pelajaran bahasa Inggris sangat dibutuhkan karena tidak semua aktivitas pada buku pelajaran bahasa Inggris yang digunakan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Sedangkan, temuan kedua menunjukkan bahwa ada tujuh topik dan delapan nilai pendidikan karakter yang harus diperkenalkan di kelas delapan semester dua. Berdasarkan hasil dari lembar uji ahli, konten validitas produk menunjukkan nilai 1.00 yang mengindikasikan bahwa produk memiliki validitas yang sangat tinggi. Produk ini juga memenuhi kriteria materi yang sangat baik yang ditunjukkan dengan nilai ≥ 225. Selain itu, siswa menunjukkan perilaku positif selama uji coba produk terbatas. Mereka setuju bahwa produk yang dikembangkan memiliki bacaan yang mengandung budaya lokal, gambar yang menarik serta ragam aktivitas yang terdapat di setiap bab. Kata Kunci : differentiated instruction, materi tambahan, siswa berkemampuan sedang This research and development (R&D) study aimed at describing the development of supplementary English material and measuring the quality of the product. The subject used in this study were the English teacher who teaches the eighth graders and average learners of the eighth grade at SMP N 1 Mengwi. Meanwhile, the object was the supplementary English material itself. When developing the product, the research design used in this study following the seven steps adapted from Sugiyono (2008). To collect the data, an interview and document study were conducted by using some instruments like field note, voice recorder and interview guide. The first finding showed that there was a need to develop supplementary English material for average learners of the eighth grade since not all activities in the English textbook were suitable for their level. The second finding showed that there were seven topics and eight educational character values which should be developed in the second semester. Additionally, the result from expert judgment sheet revealed that the content validity of the product was 1.00, which indicated that it had a very high validity. It was also categorized as excellent material in which the score was ≥ 225. Moreover, students showed their positive attitudes during the limited field trial of the product. They agreed that the product had covered local culture based-reading materials, provided with colorful pictures and various activities in each chapter.keyword : average learner, differentiated instruction, supplementary material
An Analysis of Questioning Skills Used by the English Teachers in the Seventh Grade at SMP Negeri 5 Singaraja ., I Gusti Ngurah Putra Aryana; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan bertanya yang di gunakan oleh guru bahasa inggris dalam memberikan pertanyaan selama proses belajar mengajar dan menjelaskan tujuan dari pertanyaan yang di sampaikan oleh guru bahasa inggris pada kelas VII di SMP Negeri 5 Singaraja. Penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan dua orang guru bahasa inggris sebagai subjek penelitian. Pada proses pengumpulan data, ada empat jenis instrument yang di gunakan, seperti, peneliti, perekam video, lembar observasi, dan panduan wawancara. Lembar observasi di gunakan untuk mendapatkan data dalam bentuk kemampuan bertanya yang di gunakan oleh guru bahasa inggris. Selain itu panduan wawancara di gunakan untuk menjelaskan maksud dari pertanyaan yang di sampaikan oleh guru. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kedua guru bahasa inggris menggunakan empat jenis kemampuan bertanya dalam menyampaikan pertanyaan ketika proses belajar mengajar. Ini di tunjukkan dengan persentase dari masing-masing kemampuan bertanya yang di gunakan dua orang guru bahasa inggris, sebagai berikut, Guru1 (13.09%) dan Guru2 (5.64%) pada nominating after the question, Guru1 (13.09%) dan Guru2 (1.69%) pada nominating non-volunteers, Guru1 (13.09%) dan Guru2 (3.38%) pada increasing wait time, dan Guru1 (60.71%) dan Guru2 (89.26%) pada directing attention to all. Di temukan juga tujuan dari pertanyaan yang di berikan guru kebanyakan untuk memeriksa pengetahuan siswa. Oleh karena itu dapat di simpulkan kedua orang guru tersebut menggunakan empat dari lima kemampuan bertanya. Probing tidak di gunakan dalam menyampaikan pertanyaan karena tidak sesuai dengan kemampuan berbahasa siswa. Oleh karena itu, guru harus meningkatkan kemampuan dalam memberikan kesesuaian pertanyaan pada siswa, untuk peningkatan kemampuan berpikir siswaKata Kunci : Pertanyaan, kemampuan bertanya, dan Proses belajar mengajar This study aims to analyze questioning skills used by English teachers in conveying the questions during the teaching-learning process and describe the purpose of questions that uttered by the English teachers in the seventh grade at SMP Negeri 5 Singaraja. The study was a descriptive-qualitative study with two English teachers as the subject of this study. In collecting data, four kinds of instrument were used, namely, the researcher, video recorder, observation sheet, and interview guide. The observation sheet was used to get the data in form of questioning skill used by the English teachers. Furthermore, the interview guide was used to describe the purpose of the questions uttered by the teachers. The result of this study revealed that the two English teachers used four kinds of questioning skills in conveying questions in teaching-learning process. It can be seen in the percentage of each questioning skill used by two English teachers, namely, Teacher1 (13.09%) and Teacher2 (5.64%) in nominating after the question, Teacher1 (13.09%) and Teacher2 (1.69%) in nominating non-volunteers, Teacher1 (13.09%) and Teacher2 (3.38%) in increasing wait time, and Teacher1 (60.71%) and Teacher2 (89.26%) in directing attention to all. It was also found that the purpose of the question was dominantly to check students’ knowledge. It is concluded that the two English teachers used four from five kinds of questioning skills. Probing in conveying the question was not used because this kind of question was not considered appropriate with students’ language ability. Therefore the teachers should improve the ability in giving appropriate level of the questions, in order to improve students’ level thinking.keyword : Questions, Questioning skill, and Teaching-learning process
THE EFFECT OF PROJECT-BASED FLIPPED LEARNING ON WRITING COMPETENCE OF THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA N 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Kadek Ari Yuliani; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13273

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Yang pertama adalah untuk menyelidiki tingkat kesiapan siswa kelas 11 SMA N 4 Singaraja terhadap pelaksanaan e-learning. Yang kedua adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja setelah menggunakan project based-flipped learning. Dan yang ketiga adalah mengamati persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran project based-flipped learning. Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Sequential Mix Method Design. Populasi adalah siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja. Dua kelas digunakan sebagai sampel penelitian baik, dimana kelompok eksperiment diberikan pembelajaran berbasis project based-flipped learning dan kelompok control diberikan pembelajaran berbasis conventional teaching. Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan SPSS 22.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja siap melaksanakan pembelajaran berbasis e-learning. Selain itu, hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal itu dibuktikan dengan hasil analisis statistik deskriptif yang menunjukkan skor rata-rata kelompok eksperimen yaitu 79,75 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 73,10. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai t-observation (tobs) adalah 3,465 dan nilai t-critical value (tcv) adalah 2,024. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang diajar dengan menggunakan media konvensional. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis project-based flipped learning.Kata Kunci : Kesiapan terhadap penggunaan e-learning, pembelajaran berbasis project-based flipped learning, kompetensi menulis, persepsi terhadap project-based flipped learning. This present study had three aims. The first was to investigate the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja readiness level of the implementation of e-learning. The second was to determine whether there is a significant difference on writing competence of the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja after the implementation of Project based-flipped learning. And the third was to observe students’ perception toward the implementation of project-based flipped learning. The research design of this study was explanatory sequential mixed methods design. The population was the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja. Two classes were used as the sample of this study. One class was assigned to the experimental group and treated by using project based-flipped learning. Meanwhile, the other class was assigned to the control group and treated by using conventional teaching. The quantitative data that collected in this study were analyzed by SPSS 22.0. The result of the data analysis showed that the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja are ready for the implementation of e-learning. Besides, the result of the quantitative data analysis it showed the experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of a descriptive statistical analysis that showed the mean score of the experimental group was 79.75 while the mean score of the control group was 73.10. The result of the t-test also showed that the value of t-observed (tobs) was 3.465 and the value of t-critical value (tcv) was 2.024. It showed that the value of tobs was higher than the value of tcv. Therefore, it can be concluded that there was a significant difference on students writing competency between students taught by using Project based-learning and students taught by using conventional media. In addition, the result of the interview showed that the students’ had a positive perception toward the implementation of project based-flipped learning.keyword : E-learning readiness, project-based flipped learning, writing competence, students’ perception of project-based flipped learning.

Page 53 of 188 | Total Record : 1873