cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
DEVELOPING E- LEARNING ENGLISH MATERIAL OF FRONT OFFICE SUBJECT FOR ELEVENTH GRADE STUDENTS AT SMKN 2 SINGARAJA ., Gusti Ayu Made Dwi Adi Susanti; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11242

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk: (1) mengembangkan materi Bahasa Inggris dalam bentuk e-learning untuk pelajaran Front Office bagi siswa kelas 11 jurusan Akomodasi Perhotelan di SMK N 2 Singaraja; (2) mengukur kualitas produk e-learning. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Lee & Owen (2004). Data penelitian dikumpulkan melalui analisis wawancara, observasi, dokumen, angket, uji ahli dan uji lapangan. Hasil data dari analisis wawancara, observasi, dokumen, dan angket dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, data dari uji ahli dianalisis dengan menggunakan Interrater Agreement Model, dan data dari studi lapangan dianalisis melalui hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas 11 dalam pelajaran Front Office membutuhkan materi Bahasa Inggris khusus dalam bentuk e-learning dan dapat diintegrasikan dengan menggunakan Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK); (2) materi Bahasa Inggris khusus dalam bentuk e-learning dikategorikan sebagai materi berkualitas tinggi berdasarkan validitas isi dan uji lapangan. Kata Kunci : R & D, e-learning, Front Office This study is research and development study. This study aimed at developing good E-Learning English of Front Office Subject for Eleventh Grade Students at SMKN 2 Singaraja, and knowing the quality of e-learning product. This study was done by using the research and development design of Lee & Owen (2004). The data of the research was collected by using interview analysis, observation analysis, document analysis, questionnaire, expert judgments, and field test. The result of interview analysis, observation analysis, document analysis, and questionnaire were analyzed by using descriptive analysis, the data of expert judgments were analyzed by using Inter-rater Agreement Model, and the result of field study were analyzed by using questionnaire result. The study showed that (1) the students need English material that appropriate with their major department and appropriate with their career target in the future; (2) the e- learning English materials of Front Office subject for eleventh grade students at SMKN 2 Singaraja categorized as high quality based on content validity and field test. keyword : R & D, e-learning, Front Office
A STUDY OF MORPHOLOGICAL PROCESSES ON BALINESE DIALECT OF KEDISAN ., Ni Kadek Winda Arianti; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.874 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses morfologi dialek Bahasa Bali di Kedisan yang meliputi afiksasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian deskripsi. Penelitian ini mengunakan tiga ranah dalam mengumpulkan data yang meliputi ranah keluarga, ranah tetangga, dan ranah pertemanan. Data didapatkan dengan menggunakan empat tehnik yang meliputi observasi, interview, rekaman, dan elisitasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat enam proses morfologi dalam dialect Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk di Kedisan Kelod. Morfologi proses meliputi afixasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. Penelitian ini menemukan tiga proses afiksasi meliputi awalan, akhiran, awalan – akhiran. Affiksasi ini mengalami dua proses yakni proses derivasi dan proses infleksi. Terdapat 3 awalan derivasi me-}, {a-}, dan {ng-}, dua akhiran derivasi {-ang} dan{-in}, dan awalan – akhiran derivasi {pe-an}. Disamping itu juga, terdapat empat awalan infleksi {me-}, {ke-}, {N-}, dan{ng-}, empat akhiran infleksi {-ne}, {-e}, {-ang}, dan {-an}, dan satu awalan – akhiran infleksi {ke-an}. Penelitian ini juga menemukan dua jenis pengulangan kata yaitu pengulangan kata persis dan pengulangan kata ablaunt. Disamping itu, ditemukan juga kata majemuk, pemotongan kata, dan kata pinjaman.Kata Kunci : Proses morfologi, afiksasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. This study aimed at analyzing a morphological process on Balinese dialect of Kedisan which covered affixation, compounding, reduplication, clipping, and borrowing. The subjects of this study was Kedisan villagers especially in Banjar Kedisan Kelod. This study is a descriptive qualitative research. In this case, three domains are used in collecting the data which covered family domain, neighbor domain, and friendship domain. The obtained data were collected based on four techniques, namely observation, interviewing, recording, and elicitation. The results of this study show that there were five kinds of morphological process on Balinese Dialect of Kedisan. The morphological processes are affixation, compounding, reduplication, clipping, and borrowing. There were three kinds of affixation found in Balinese dialect of Kedisan. Those are prefixes, suffixes, and circumfixes. These affixes have two roles called derivational affixes and inflectional affixes. There were three derivational prefixes {me-}, {a-}, and {ng-}, two derivational suffix {-ang} and{-in}, and one derivational circumfix {pe-an}. In addition, there were four inflectional prefixes {me-}, {ke-}, {N-}, and {ng-}, four inflectional suffixes {-ne}, {-e}, {-ang}, and {-an}, and one inflectional circumfix {ke-an}. Reduplication includes exact reduplication and ablaut reduplication. There are some words found as compound word, clipping, and borrowing. Key words: Morphological process, affixation, compounding, reduplication, clipping, borrowing keyword : Morphological process, affixation, compounding, reduplication, clipping, borrowing
COMPARING THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF MANIKLIYU DIALECT AND THAT OF SUTER DIALECT OF THE BALINESE LANGUAGE: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Dewa Made Yuda Mahendra; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan membandingkan sistem fonologis Manikliyu Dialek dan Suter Dialek bahasa Bali: penelitian deskriptif, yang meliputi jenis vokal yang digunakan dalam Manikliyu Dialek dan Suter Dialek dari Bali, jenis konsonan digunakan dalam Manikliyu Dialek dan Suter Dialek Bali dan perbedaan dalam hal pengucapan kata antara Manikliyu dialek dan Suter dialek dari Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ada tiga informan utama dan beberapa informan sekunder dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu observasi, wordlist, dan panduan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada 10 jenis vokal di Manikliyu Dialek, ada 8 jenis vokal di Suter Dialek, ada 19 jenis konsonan di Manikliyu dialek, ada 19 jenis konsonan di Suter Dialek dan ada 62 jenis kata memiliki pengucapan perbedaan dalam hal vokal dan konsonan mereka antara Manikliyu dan Suter Dialek.Kata Kunci : fonologi, vokal, konsonan, perbedaan dalam hal pengucapan kata antara Manikliyu Dialek dan Suter Dialek dari Bali. This study aimed at describing comparing the phonological system of Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese language: a descriptive study, which covered the types of vowels used in Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese, the types of consonants used in Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese and the differences in terms of word pronunciation between Manikliyu Dialect and Suter Dialects of Balinese. This research is a descriptive qualitative research. There were three main informants and several secondary informants in this research. The obtained data were collected based on three techniques, namely observation, wordlist, and interview guide. The results of the data analysis show that there are 10 types of vowels in Manikliyu Dialect, there are 8 types of vowels in Suter Dialect, there are 19 types of consonants in Manikliyu dialect, there are 19 types of consonant in Suter Dialect and there are 62 kinds of words have a differences pronunciation in terms of their vowels and consonants between Manikliyu and Suter Dialects. keyword : phonology, vowel, consonant, differences in terms of word pronunciation between Manikliyu Dialect and Suter Dialects of Balinese.
AN ANALYSIS OF ERRORS IN THE USE OF GRAMMATICAL COHESIVE DEVICES BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 SERIRIT IN THEIR NARRATIVE WRITING ., I Gusti Agung Putu Samiasri; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12173

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perangkat kohesif gramatikal yang digunakan oleh siswa dalam teks naratif, kesalahan dan sumber kesalahan dalam perangkat kohesif gramatikal yang dilakukan oleh siswa dalam teks naratif mereka di SMP Negeri 1 Seririt. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ada 30 tulisan naratif yang ditulis oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt, yang dianalisis dengan menggunakan teori dari Halliday dan Hasan (1976). Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori Halliday dan Hasan tentang perangkat kohesif gramatikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 738 item kohesif gramatikal yang digunakan oleh siswa. Referensi adalah item yang paling dominan digunakan oleh siswa, dan diikuti oleh penggunaan kata penghubung dan elipsis. Penggunaan substitusi tidak ditemukan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada 69 kesalahan yang diidentifikasi pada tulisan siswa tersebut termasuk kesalahan penggunaan referensi dengan 43 kejadian (62,31%) dan kata penghubung dengan 26 kejadian (37,68%). Sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah factor interlingual dan factor intralingual.Kata Kunci : perangkat kohesif gramatikal, penulisan naratif, kesalahan, sumber kesalahan The aim of this study was to find out the grammatical cohesive devices used by the students in their narrative texts, the errors and the sources of error in grammatical cohesive devices committed by the students in their narrative texts in SMP Negeri 1 Seririt. This study was a descriptive qualitative study. There were 30 narrative writings written by the eighth grade students of SMP Negeri 1 Seririt, which were analyzed using the theory from Halliday and Hasan (1976). The data obtained were analyzed qualitatively by using Halliday and Hasan’s theory of grammatical cohesive devices. The result of this study showed that there were 738 grammatical cohesive items used by the students. The reference was the most predominant item used by the students, and it was followed by the use of conjunction and ellipsis. The use of substitution was not found. The result also showed that there were 69 errors identified in those students’ writings including errors on the use of reference with 43 occurences (62.31%) and conjunction with 26 occurences (37.68%). The sources of error found in this study were interlingual transfer and intralingual transfer.keyword : grammatical cohesive devices, narrative writing, errors, source of errors
AN ANALYSIS OF AUTHENTIC MATERIALS USED BY SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS IN SINGARAJA ., Yogi Mahendra; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.965 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15065

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 dengan melibatkan tiga orang guru bahasa Inggris di tiga sekolah menengah atas dan kanjuruhan di Singaraja. Penelitian ini dilakukan di tiga kelas. Penelitian ini terkait dengan jenis materi autentik yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dan implementasi materi autentik tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu tentang jenis materi autentik yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris di Singaraja dan implementasi materi autentik tersebut di kelas. Data diambil dari semua elemen proses belajar mengajar antara guru dan siswa, dan pendukung laiinya yaitu beberapa buku dan rpp. Penilitian ini menggunakan metode deskriptif yang menggunakan wawancara, dokumentasi dan obsrvasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang tidak mencakup perhitungan dan langkah-langkah statistik. Hasil dari pelitian ini yaitu ada tiga macam materi autentik yang digunakan oleh guru yaitu cartoon movie, brochure, dan short animated video. Dalam penelitian ditemukan bahwa penggunaan materi autentik sangat efektif dalam proses belajar – mengajar serta mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Kata Kunci : autentik material, Guru Bahasa Inggris This study was conducted on October 2017 by involving three English teachers at three Senior High School in Singaraja. This research was observed in three classrooms. The research focuses on the kind of authentic materials used by English teachers and the implementation of authentic materials in teaching and learning process. The purpose of this research is to identify kinds of authentic materials used by English teachers and the implementation of authentic materials in teaching and learning process. The data are taken from all elements of teaching-learning process committed by the teacher and the students and other sources such as books, and lesson plan. The method of collecting data is descriptive method by employing interview, documentation and observation. This research is descriptive research which does not include any calculation or statistic procedure. The result of the research is there are three kinds of authentic material used by the teacher that is cartoon movie, brochure, and short animated video. This research also found that the use of authentic material is very effective in teaching and learning process and able to increase students' motivation in learning English.keyword : Authentic Materials, English teacher
AN ANALYSIS OF COMMISSIVE ACTS AMONG THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMKN 1 SINGARAJA ., I Wayan Doder Sumirta; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8186

Abstract

Penelitian ini menganalisis: 1) tindak tutur commissive yang digunakan oleh siswa kelas sepuluh di SMKN 1 Singaraja dalam hal struktur sintaksis dan pilihan kata, 2) Gaya bertutur yang digunakan oleh kelas sepuluh di SMKN 1 Singaraja dalam hal resmi – tidak resmi. Bentu penelitian ini adalah qualitative. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh Usaha Perjalanan Wisata C, yang terdiri dari 21 perempuan dan 21 laki - laki. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan prosedur elicitasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 1) tindak tutur commissive yang digunakan adalah a) menyetujui, b) menjanjikan, c) mengundang, d) menawarkan, e) berjanji, f) bersumpah; 2) gaya tutur yang dipergunakan antara lain a) resmi, b) tidak resmi.Kata Kunci : tindak tutur commissive, struktur sintaksis, formalitas This research analyzed: 1) the commissive acts as they were used by tenth grade students of SMKN 1 Singaraja in terms of syntactical structure and lexical choise, 2) the speech style applied by the tenth grade students of SMKN 1 Singaraja in terms of formal – informal. The research design was qualitative. The subjects were the tenth grade students of X Usaha Perjalanan Wisata C class, consisting of 21 female and 21 male students. The data were collected through an elicitation technique. The obtained data were analyzed descriptively. The results were showed in the following order: 1) the commissive acts used are a) agreeing, b) guaranteeing, c) inviting, d) offering, e) promising, f) swearing; 2) the speech style applied namely a) formal, b) informal.keyword : Commissive acts, Syntactical structure, Formality
A STUDY ON THE TEACHERS' REINFORCEMENT IN LEARNING ENGLISH LANGUAGE AT PELITA KASIH KINDERGARTEN ., Putu Pande Novita Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis-jenis penguatan yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris di TK Pelita Kasih, (2) tanggapan siswa terhadap penguatan yang telah diberikan oleh guru di TK Pelita Kasih. Penelitian ini adalah penelitian deskripsi kualititatif. Subjek dari penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris dan siswa di TK Pelita Kasih. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain itu, perekam suara, wawancara dan catatan juga digunakan untuk memperoleh data. Hasil dari penelitian ini menunjukan guru Bahasa Inggris di TK Pelita Kasih menggunakan dua jenis penguatan yaitu penguatan positif dan negatif. Penguatan positif verbal seperti good, very good, good job, good boy/girl, great, well done, smart student, nice, right and wonderful. Sedangkan, penguatan positif verbal star, applause, smile, touch the students, giving priority, nodding head, thumb up and hi five. Penguatan positif verbal lebih sering digunakan oleh guru untuk memotivasi siswa dalam belajar. Sedangkan, penguatan negatif verbal seperti negotiation (giving choices), calling names and giving explanation. Selain itu, penguatan negatif nonverbal silent chair and time out. Guru Bahasa Inggris menggunakan penguatan negatif sebegai konsekuensi. Penguatan negatif yang diberikan oleh guru bertujuan untuk mengurangi tingkah laku siswa yang kurang baik dalam proses belajar. Hasil dari observasi menunjukan siswa memberikan respon positif dan negatif ketika guru memberikan penguatan. Respon positif lebih sering diberikan oleh siswa. Kata Kunci : penguatan, respon, positif, negatif, verbal, nonverbal This study aimed at finding out (1) the types of reinforcement used by the English teachers at Pelita Kasih Kindergarten (2) the students’ responses toward the teachers’ reinforcement used by the English teachers. This study was descriptive qualitative research. The subject of this study were the English teachers and the students of Pelita Kasih Kindergarten. The data were collected through direct observation, interview and documentation. Besides, mobile recorder, interview guide and field note were also used to collect the data. The results of this study showed that the English teachers at Pelita Kasih Kindergarten used two kinds of reinforcements there were positive and negative reinforcement in form of verbal and nonverbal reinforcement. Positive verbal reinforcement such as good, very good, good job, good boy/girl, great, well done, smart student, nice, right and wonderful. Meanwhile, positive verbal reinforcement such as star, applause, smile, touch the students, giving priority, nodding head, thumb up and hi five. Positive verbal reinforcement was most frequently used by the teachers to motivate the students during the learning process. Meanwhile, negative verbal reinforcement such as negotiation (giving choices), calling names and giving explanation. Moreover, negative nonverbal reinforcement such as silent chair and time out. The English teachers used negative reinforcement as consequences. Negative reinforcement given by the teacher aimed to decrease students’ inappropriate behavior in the learning process. The result of observation also showed that the students gave expected and unexpected response when the teachers delivered reinforcement to the students. Positive response (expected) that was most frequently gave by the students. keyword : reinforcement, responses, positive, negative, verbal, nonverbal
AN ANALYSIS OF AMBIGUITY IN ONLINE RECIPES ., Kadek Eddy Prasetyawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.216 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13390

Abstract

Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisa jenis kata yang ambigu secara leksikal, jenis kata yang ambigu secara rujukannya, dan jenis kalimat atau frase yang ambigu secara struktural yang terdapat di resep online http://www.bonappetit.com. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan ambigu yang dominan yang muncul pada resep online. Subjek dari penelitian ini adalah 20 resep yang terbit pada edisi bulan Januari 2017 sampai Mei 2017. Instrument penelitian ini terdiri dari peneliti dan buku catatan. Data di kumpulkan melalui studi kepustakaan. Data dianalisa menurut ambiguity theory oleh Kriedler (1998). Kemudian peneliti menampilkan hasil analisis dalam bentuk data diskripsi dan presentase. Hasil dari analisis mengungkapkan bahwa terdapat 34 kata dan frase yang ambigu yang terdiri atas 9 ambigu leksikal (26,47%), 2 ambigu rujukan (5,88%), dan 23 ambigu struktural (67,64%). Ambigu struktural muncul sebagai jenis ambigu yang paling dominan dalam resep online http://www.bonappetit.com.Kata Kunci : ambiguitas, ambigu leksikal, ambigu rujukan, ambigu struktural This was qualitative research design which aimed at analyzing the types of ambiguity namely lexical ambiguity, referential ambiguity and syntactic ambiguity that occurred on the online recipes at http://www.bonappetit.com. Besides, the current study also identified the most dominant ambiguity that was found on the online recipes at http://www.bonappetit.com. The subjects of the study were 20 online recipes within five months editions from January 2017 until May 2017. The instruments of the study were the researcher and note. The data were collected by applying the documentary method. The data analysis was conducted by using ambiguity theory proposed by Kriedler (1998). The data were presented by data description and percentage. The result of the study shows that there are 34 total occurrences of ambiguity. The lexical ambiguity occurs 9 times (26,47%). Then, the referential ambiguity occurs 2 times (5,88%). Moreover, the syntactic ambiguity occurs 23 times (67,64%). It obviously shows that syntactic ambiguity is the most dominant ambiguity on the online recipes at http://www.bonappetit.com.keyword : ambiguity, lexical ambiguity, referential ambiguity, syntactic ambiguity
THE FLOUTING OF GRICEAN MAXIMS IN CONVERSATION AMONG THE CHARACTERS IN HOTEL TRANSYLVANIA 2 MOVIE: A PRAGMATIC ANALYSIS ., Ni Putu Astri Pradnyandari; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8731

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan pelanggaran maksim di film Hotel Transylvania 2. Tiga teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu teknik observasi, menyeleksi data, dan mencatat informasi penting. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis tindak tutur ditemukan di dalam percakapan, yaitu representative, direktif, komisif, dan ekspresif dan empat jenis pelanggaran maksim: pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran maksim relasi dan pelanggaran maksim cara. Terdapat enam alasan ditemukan dalam percakapan, yaitu untuk meyakinkan penerima, untuk menanyakan sesuatu, untuk menekankan sesuatu, untuk memberitahu sesuatu, untuk mengajak seseorang, untuk menolak sesuatu, dan untuk mengekspresikan perasaan. Kata Kunci : Kata Kunci: alasan, pelanggaran maksim, tindak tutur Abstract This study was designed in form of descriptive qualitative study with the aim of describing the flouting maxims in Hotel Transylvania 2 movie. Three techniques were used to collect the data, namely observation technique, selecting the data, and take a note the important information. The results of the study indicate that there are four kinds of speech acts found in the conversation, namely Representatives, Directives, Commisives, and Expressives and four kinds of flouting maxim: flouting maxim of quality, flouting maxim of quantity, flouting maxim of relevance, and flouting maxim of manner. There are six motives found in the conversation, namely to convince the addressee, to ask something, to stress something, to tell something, to invite someone, to reject something, and to express the feeling. keyword : Keywords: flouting maxims, motives, speech acts
AN ANALYSIS OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS' WRITING DEFICIENCY AT SMP NEGERI 5 MELAYA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Kadek Nelly Yuniartini; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12228

Abstract

This study aimed at analyzing (1) the deficiencies which are found in the students’ writing different text genres and (2) the causes of deficiencies found in the students’ writing different text genres of grade VIII Negeri 5 Melaya in academic year 2016/2017. The instrument used for data collection were writing task, rubrics and interview guideline. The methods of data collection were analyzing students’ writing task and interview. The result of the study showed that most of students’ writing descriptive and recount text contained of grammatical and mechanics deficiency. The causes of students’ writing deficiency that were mostly found such as minimum knowledge of how to write a good paragraph, lack of feedback from the teacher, confusion in choosing verb tense and students’ carelessness of punctuation in writing text. Kata Kunci : Descriptive text, Recount Text, and Writing Deficiency. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) kekurangan yang ditemukan pada penulisan teks berbeda genre dan (2) penyebab kekurangan yang ditemukan pada penulisan teks berbeda genre siswa kelas VIII Negeri 5 Melaya pada tahun akademik 2016/2017. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah penulisan tugas, rubrik dan pedoman wawancara. Metode pengumpulan data menganalisis tugas dan wawancara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tulisan teks deskriptif dan recount siswa mengandung kekurangan gramatikal dan mekanika. Penyebab kekurangan menulis siswa yang banyak ditemukan seperti pengetahuan minimal tentang bagaimana menulis paragraf yang baik, kurangnya umpan balik dari guru, kebingungan dalam memilih kata kerja dan kecerobohan siswa dalam penulisan tanda baca pada teks.keyword : Teks Deskriptif, Teks Recount, dan Kekurangan Penulisan.

Page 55 of 188 | Total Record : 1873