cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF POLITENESS PRINCIPLES USED BY THE CANDIDATES DURING 2ND ROUND DKI JAKARTA GOVERNOR ELECTION DEBATE IN 2017 ., Ni Wayan Ria Candra; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis prinsip kesopanan yang digunakan oleh kandidat pada putaran kedua debat pemilihan gubernur DKI Jakarta, meyelidiki alasan dari penggunaan prinsip kesantunan jenis tertentu yang paling sering digunakan oleh kedua kandidat dan menganalisis implikasi dari jenis prinsip kesantunan yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dianalisis berdasarkan prinsip kesopanan yang diusulkan oleh Leech (1983) dan klasifikasi tindakan ilokusi diusulkan berdasarkan Searle (1975) yang dikutip oleh Leech (1983). Data diambil dari transkripsi video putaran kedua debat pemilihan gubernur DKI Jakarta. Jumlah data yang ditemukan sebanyak 195 yang mengandung prinsip kesopanan dari kedua kandidat. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan peneliti meminta triangulator untuk menilai data untuk mendapatkan hasil terpercaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya ada lima jenis prinsip kesopanan yang ditemukan dalam kedua pernyataan kandidat tersebut, yaitu: tact maxim, generosity maxim, modesty maxim, approbation maxim dan agreement maxim. Kedua kandidat sering kali melanggar penggunaan maksim. Pelanggaran maksim kebijaksanaan secara dominan digunakan oleh subjek I, sementara pelanggaran maksim kebijaksanaan sering digunakan oleh subjek II. Semua jenis tindakan ilokusi ditemukan di kedua pernyataan kandidat. Pernyataan asertif dominan digunakan oleh subjek I, sementara subjek II cenderung menggunakan pernyataan komisif. Oleh karena itu, alasan penggunaan prinsip kesopanan tertentu mengacu pada penggunaan tindakan ilokusi. Subjek I memaksimalkan pujian untuk dirinya dengan menyatakan program terbaik yang telah dilakukannya, sementara subjek II memaksimalkan untuk merugikan lawannya dengan mengungkapkan kesalahan subjek I dan kemudian memberikan penawaran tentang program barunya. Memberikan pernyataan komisif nyatanya lebih efektif untuk mendapat perhatian publik karena mereka ingin mendapatkan harapan baru.Kata Kunci : prinsip kesopanan, tindakan ilokusi, putaran 2 debat pemilihan DKI Jakarta This research aimed to identify the types of politeness principles used by candidates during 2nd round of DKI Jakarta governor election debate, investigate the reason of a particular type of politeness principles more frequently used by both candidates and analyse the implications of type of politeness principles used. This research employed descriptive qualitative research. The data were analysed based on Politeness Principle proposed by Leech (1983) and the classification of illocutionary acts was based on Searle (1975) cited by Leech (1983). The data were taken from transcription of 2nd round of DKI Jakarta governor election debate video. The total number of the data found were 195 containing politeness principles from both candidates. The main instrument of this research was the researcher herself and the researcher asked the triangulator to assess the trustworthiness of the data. The result of this research showed that there were five types of politeness principle found in both candidates’ statements, they were: tact maxim, generosity maxim, modesty maxim, approbation maxim and agreement maxim. Both candidates often flouted the use of maxims. Flouting modesty maxim was dominantly used by subject I, while flouting tact maxim was dominantly used by subject II. All types of illocutionary acts found in both candidates’ statements. The assertive were dominantly used by subject I, while subject II tended to use commisives. Therefore, the reason of the use particular politeness principles was referred to the use of illocutionary acts. Subject I maximized praise of himself by stating his best program that had been done, while subject II maximized cost of his opponent by exposing subject I’s mistakes and then gave an offer about his new program. In fact, giving commisives statements were more effective to get public’s attention since they wanted to get a new hope.keyword : politeness principles, illocutionary acts, 2nd round DKI Jakarta election debate
AN EVALUATION STUDY IN THE USE OF SCIENTIFIC APPROACH ON JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS AT SMP NEGERI 4 SINGARAJA AS THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Agus Septiyana; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8653

Abstract

Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk menyelidiki pelaksanaan Kurikulum 2013 (K-13) di SMP Negeri 4 Singaraja, dan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang ditemukan oleh guru dalam melaksanakan K-13. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan model Discrepancy. Model Discrepancy di mana perhatian utama ditekankan pada perbedaan yang ada dalam kaitannya dengan konteks. Ada dua guru bahasa Inggris yang diambil sebagai subyek penelitian. Dalam pengumpulan data, terdapat dua jenis instrumen yang digunakan, yaitu lembar observasi, dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif-kualitatif analisis Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja memperoleh rerata skor 3 pada pelaksanaan dari maksimum skor 48, Oleh karena itu, mereka dikategorikan kurang dalam aspek menanya dan aspek mengkomunikasikan dalam hal pelaksanaan . Namun, dalam hal mengamati, mengumpulkan informasi, dan menghubungkan mereka dianggap baik. Berdasarkan temuan di wawancara, dapat diidentifikasi bahwa dukungan dari kepala sekolah, staf, dan orang tua serta siswa-siswa dengan respon positif merupakan faktor pendukung dalam melaksanakan K-13. Di sisi lain, kurangnya fasilitas sekolah, perubahan paradigma mengajar, banyaknya jumlah siswa di setiap kelas, dan masalah keuangan merupakan faktor penghambat. Kata Kunci : studi evaluasi, Kurikulum 2013, pendekatan ilmiah, dan discrepancy model This evaluation study aimed at investigating the implementation of Curriculum 2013 (K-13) in SMP Negeri 4 Singaraja, and the supporting and impeding factors found by the teachers in implementing K-13. This study was a case study that used Discrepancy model. Discrepancy model in which the main concern was emphasized on the differences in relation with the context. There were two English teachers taken as the subjects of the study. In collecting the data, two kinds of instruments were used, observation sheets, and interview guide. The data were analyzed by using descriptive-qualitative analysis The results of the data analysis show that the English teachers of SMP Negeri 4 Singaraja gained average score 3 on the implementation out of the maximum score 48. Therefore, they were considered poor in terms of the questioning and communicating aspect in terms of the implementation. However, in terms of the observing, collecting information, and associating they were considered good. Based on the findings on the interview, it can be identified that the supports from the headmaster other staff, and students' parents as well as the students' positive response were the supporting factors in implementing K-13. On the other hand, the lack of the school facilities, the change of teaching paradigm, the big number of the students in each class, and the financial problem constituted the impeding factors. keyword : evaluation study, Curriculum 2013, scientific approach, and discrepancy model
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES THAT USED BY STUDENT TEACHERS IN EFL TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMP NEGERI 2 SAWAN ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12050

Abstract

Penelitian ini menyoroti realisasi dari strategi kesantunan yang dikemukakan oleh Brown dan Levinson (1987). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi tipe strategi kesantunan yang digunakan oleh mahasiswa praktikan, (2) menemukan alasan dibalik penggunaan strategi kesantunan oleh mahasiswa praktikan, dan (3) mendeskripsikan fungsi pedagogi dari strategi kesantunan dalam kegiatan proses belajar dan mengajar. Penelitian ini menggunakan model kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan realisasi dari strategi kesantunan di kelas mengajar. Subjek dari penelitian ini adalah tiga mahasiswa praktikan yang mengajar bahasa Inggris untuk kelas tujuh di SMP Negeri 2 Sawan. Peneliti merupakan instrument utama dalam penelitian ini yang mengumpulkan data melalui perekaman proses belajar dan mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang diadakan oleh mahasiswa praktikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat strategi kesantunan yang digunakan oleh mahasiswa praktikan. Strategi kesantunan tersebut meliputi bald on record, positive politeness, negative politeness, dan off record. Alasan dari pengaplikasian strategi kesantunan ialah untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan terlepas dari tekanan, dan memfasilitasi peran autoritatif seorang guru yang membuat siswa lebih taat terhadap intruksi yang diberikan. Fungsi pedagogi dari strategi kesantunan diklasifikasikan ke dalam empat pengendalian kelas yang dikemukakan oleh Jiang (2010) yaitu academic instructions, motivation, evaluation, dan classroom management. Mahasiswa praktikan cenderung menggunakan bald on record dan positive politeness dalam memberikan instruksi akademik, positive politeness dan negative politeness untuk memotivasi siswa, positive politeness saat melakukan evaluasi, dan bald on record dalam pengelolaan kelas.Kata Kunci : Mahasiswa praktikan, proses belajar dan mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing, strategi kesantunan This study highlighted the realization of politeness strategies which was proposed by Brown and Levinson (1987). This study aimed to (1) identify the type of politeness strategies used by student teachers, (2) find out the reasons behind the use of politeness strategies by student teachers, and (3) describe pedagogical functions did the politeness strategies used to serve in the teaching and learning activity. This study used descriptive qualitative research design to describe the realization of politeness strategies in classroom teaching. The subjects of this study were three student teachers who taught English for seven graders at SMP Negeri 2 Sawan. The researcher was the main instrument in this study that collected the data by recording the EFL teaching and learning process that were conducted by student teachers. The result of this study showed that there were four politeness strategies that were used by student teachers. Those were bald on record, positive politeness, negative politeness, and off record. The reasons of applying politeness strategies were to create a fun learning environment which was less of pressure, and facilitating the authoritative role of a teacher which made students more obedient to the instructions. The pedagogical function of politeness strategies were classified into four different classroom controls which was proposed by Jiang (2010) those were academic instructions, motivation, evaluation, and classroom management. The student teachers tended to use bald on record and positive politeness in academic instruction, positive politeness and negative politeness in motivating the students, positive politeness in doing evaluation, and bald on record for classroom management.keyword : EFL teaching and learning process, politeness strategies, student teachers
DEVELOPING PROJECT BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM 2013 FOR SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Agus Dimas Darmawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.071 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakteristik dari video pembelajaran berbasis Project-Based dengan beserta buku manualnya yang dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video. Metode D & D yang diadaptasi dari Dick dan Carey (2001) adalah desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dimana data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Dalam mengumpulkan data analisis kebutuhan, tiga guru bahasa Inggris SMA dijadikan sebagai subjek penelitian sementara dua dosen dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA menjadi subjek dalam mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Objek penelitian adalah video pembelajaran pembelajaran berbasis Project-Based. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, daftar checklist, catatan, panduan wawancara, dan skoring rubrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata - rata dari kedua penilaian ahli terhadap kualitas video adalah 4,35. Hal ini berarti video instruksional yang dikembangkan termasuk dalam kategori baik. Beberapa saran diberikan oleh para ahli untuk meningkatkan kualitas video. Seperti menstabilkan beberapa adegan, menyesuaikan kecerahan, dan menambahkan beberapa narasi. Ini telah diperbaiki oleh peneliti dalam tahap revisi fase produk akhir.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Project, Pembelajaran Berpusat pada Siswa This present study aimed at discovering the features of the project-based learning instructional video with its manual book developed based on the needs analysis conducted in this study and describing the features as well as the quality of the video. D&D Method adapted from Dick and Carey (2001) was the research design used in this study where the data were analyzed both qualitatively and quantitatively. In gathering needs analysis data, three senior high school English teachers were the subject of the study meanwhile two lecturers of English Education Department UNDIKSHA were the subject in collecting the data about the quality of the product developed. The object of the study was Project-based learning instructional video. The data was collected by using observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of the study showed that the mean from both of expert judgment is 4.35. It means that the instructional video belonged to the good category. Some suggestions were given by the experts in order to improve the quality of the video. Those were stabilizing some scenes, adjusting the brightness, and adding some narration. It has been fixed by the researcher in revising the final product phase.keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Project-based Learning, Students-centered Instruction (SCI)
DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL MOPRHEMES OF MACANG DUALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Md Arini Purnamasari; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.7302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran khususnya dialek Macang yang termasuk morfem derivasi dan infleksi. Penerilitain ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Kedua sampel informan dipilih berdasarkan serangkaian kriteria. Data yang telah dikumpulkan berdasarkan penggunaan tiga jenis teknik, yaitu: observasi, teknik merekam, dan tanya jawab (teknik mendengarkan dan mencatat). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat enam jenis awalan pada dialek Macang; {Λ-}, {mɅ-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {mә-} dan terdapat empat jenis akhiran: {-Ʌŋ}, {-In}, {-Ʌn} and {-ǝ}. Terdapat lima jenis awalan: {mɅ-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {mә-} dan terdapat empat jenis akhiran {-Ʌŋ}, {-In}, {-Ʌn} and {-ǝ} yang termasuk dalam morfem derivasi. Terdapat lima jenis awalan: {mɅ-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {Λ-}, {mǝ-} dan terdapat empat jenis akhiran {-ē}, {- Ʌŋ}, {-In} and {-Ʌn} yang termasuk dalam morfem infleksi.Kata Kunci : Morfem Derivasi, Morfem Infleksi, Dialek Macang This study aimed at describing the prefixes and suffixes in Macang Dialect (MD) which belong to derivational and inflectional morphemes. This research was a descriptive qualitative research. Two informants sample of Macang village were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting technique). The results of the study showed that there were six kinds of prefixes that found in MD; {Λ-}, {mɅ-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {mә-} and there were four kinds of suffixes: {-Ʌŋ}, {-In}, {-Ʌn} and {-ǝ}. There were five kinds of prefixes: {mɅ-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {mә-} and there were four kinds of suffixes {-Ʌŋ}, {-In}, {-Ʌn} and {-ǝ} that belongs to derivational morphemes. There were six kinds of prefixes: {mɅ-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {Λ-}, {mǝ-} and there were four kinds of suffixes {-ē}, {- Ʌŋ}, {-In} and {-Ʌn} that belongs to inflectional morphemes. keyword : Derivational Morpheme, Inflectional Morpheme, Macang Dialect
Investigating Reading Comprehension Difficulties Encountered by Students of Grade VIII SMP Negeri 4 Seririt in Academic Year 2016/2017 ., Ni Made Ari Widyantari; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.10870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan dalam membaca yang dihadapi oleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Seririt pada tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan metode campuran. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris siswa kelas VIII dan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Seririt. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, tes pemahaman membaca, dan kuesioner. Data kuantitatif dihitung dan dianalisis dengan menggunakan persentase dan kemudian dijelaskan secara kualitatif. Data kualitatif ditranskrip dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kosakata yang tidak memadai adalah masalah utama yang dihadapi siswa dalam pemahaman bacaan. Masalah utama kedua adalah ketidakmampuan memahami isi subjek. Susunan kalimat dan struktur kalimat yang terlalu yang terlalu kompleks, kalimat yang terlalu panjang, dan pengetahuan latar belakang yang tidak memadai juga dianggap penting oleh siswa dalam mempengaruhi kemampuan membaca mereka. Data dari observasi dan wawancara menunjukkan bahwa masalah siswa dalam membaca adalah rendahnya kemampuan dan prestasi membaca dan kurangnya minat atau motivasi membaca bahasa Inggris. Ditemukan pula adanya perbedaan persepsi siswa tentang masalah mereka dalam membaca dengan kemampuan membaca mereka yang sesungguhnya. Persentase perbedaan tertinggi adalah pada ‘pengetahuan latar belakang’, sedangkan persentase perbedaan terendah ada pada ‘kosa kata’.Kata Kunci : membaca, pemahaman membaca, kesulitan dalam membaca This study aimed at describing the reading comprehension difficulties encountered by the eighth grade students at SMP Negeri 4 Seririt in academic year 2016/2017. This present study was a descriptive study with mixed methods approach. The subjects of this study were an English teacher of eighth grade students and eighth grade students of SMP Negeri 4 Seririt. The data of the study were collected by using observation sheet, interview guide, reading comprehension test, and questionnaire. The quantitative data were calculated and analyzed by using percentage and then those were described qualitatively. The qualitative data were transcribed and analyzed descriptively. The results of the study show that inadequate vocabulary knowledge was the major problems faced by students in reading comprehension. The second major problem was about the inability in understanding the subject content. Too complicated syntax and formal structure, the unusual sentence length, and inadequate background knowledge were also considered important by the students in affecting their reading comprehension difficulties. The data from observation and interview reveals that students’ problems in reading were the low performance and achievement in reading and the lack of interest or motivation to read English. It was also found that there were discrepancies between students’ perception about their reading problems and their real ability in reading. The highest discrepancy percentage was on ‘background knowledge’, yet the lowest discrepancy percentage was on ‘vocabulary’.keyword : reading, reading comprehension, reading comprehension difficulties
Analysis of Culture Shock Experienced by Foreign Students Studying in SMP Lab Undiksha in Academic Year of 2017/2018 ., Putu Pendi Adnyana Putra; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa asing terhadap culture shock dan menemukan cara untuk mengatasi masalah culture shock pada siswa asing yang belajar di SMP Lab Undiksha pada tahun ajaran 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Itu berlangsung di SMP Lab Undiksha. Ini menggunakan 3 instrumen yaitu: Observasi, kuesioner, dan panduan wawancara. Ada 4 subjek dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini: 1) Ada sejumlah tekanan yang besar terhadap psikologis seperti depresi, kegelisahan, dan perasaan tidak berdaya, 2) Ada empat strategi yang diidentifikasi sebagai strategi untuk mengatasi culture shock seperti komunikasi, menemukan hal-hal yang tidak asing seperti di rumah dan berteman.Kata Kunci : persepsi siswa asing, culture shock, mengatasi culture shock This study was aimed to investigate the perceptions of foreign students toward culture shock and to find the way to cope with culture shock problems of foreign students who studied in SMP Lab Undiksha in academic year 2017. This study was a descriptive qualitative study. It took place in SMP Lab Undiksha. It used 3 instruments namely: Observation, questionnaire, and interview guide. There were 4 subjects in this study. The result of this study: 1) there was a large amount of psychological stress such as depression, anxiety, and feeling of helplessness, 2) there were three strategies identified as strategies to cope with culture shock such as communication, find familiar things as at home and making friends. keyword : Foreign student perception, culture shock, coping with culture shock
Developing a Textbook of Listening Skill for English for front Office Subject Used for Tenth Grade Students in the Odd Semester at SMK Nusa Dua Sawan ., Luh Putu Relita Wijayanti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah buku teks tentang kemampuan mendengarkan untuk mata pelajaran kantor depan. Subyek dari penelitian ini adalah murid kelas sepuluh SMK Nusa Dua Sawan. Berdasarkan observasi, ditemukan bahwa guru menggunakan buku yang tidak sesuai dengan siswa, karena buku yang digunakan tentang kantor depan secara umum dan tidak mengandung materi mandengarkan. Untuk materi kemampuan mendengarkan, guru mencoba mencari materi di internet. Sekolah tidak memiliki materi mendengarkan yang baik an pasti. Penelitian ini mengadaptasi Dick, Carey and Carey (2005) sebagai maodel. Model yang diadaptasi ini terdiri dari sepuluh langkah, yaitu mengidentifikasi tujuan instruksional, melakukan analisis instruksional, analisis peserta didik dan konteks, tujuan kinerja menulis, mengembangkan instruksi penilaian, mengembangkan desain buku teks, mengembangkan bahan buku teks, merancang dan melakukan evaluasi formatif untuk buku pelajaran, merevisi buku pelajaran, dan produk akhir. Penelitian ini dikatakan sukses apabila penilaian ahli menunjukkan nilai minimal kisaran 3.43-4.23 (baik).Kata Kunci : Buku pelajaran, Kemampuan mendengarkan, Kantor depan, Pengembangan materi This study aimed in developing a textbook of listening skill for front office subject. The subject of this study was tenth grade students of SMK Nusa Dua Sawan. Based on the observation, it was found that the teacher used a book which is not really appropriate with students, because, the book used was general book about front office and does not consist of listening material. For the listening material, the teacher found out the material on the internet. They do not have the good and a definite material for the listening skill.This study adapted research and development design proposed by Dick, Carey and Carey in 2005. The adapted design consisted of ten stages: (1) identifying the instructional goals, (2) conducting the instructional analysis, (3) analysis of learners and context, (4) writing performance objectives, (5) developing assessment instruction, (6) developing design of the textbook, (7) developing the materials of the textbook, (8) designing and conducting formative evaluation for the textbook, (9) revising the textbook, and (10) the final product. The research was considered as a successful study if results of experts’ judgment show a score at least in an interval 3.43-4.23(good).keyword : Textbook, Listening Skill, Front Office, Material Development
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION THROUGH INITIAL RESPONSE FOLLOW UP MODEL DURING ENGLISH LEARNING PROCESS AT VIII-1 GRADES OF SMP NEGERI 3 BANJAR ., I Gede Yoga Pramana; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe interaksi kelas dan menjabarkan proses dari setiap tipe dan kesulitan-kesulitan guru yang terjadi di dalam interaksi kelas selama proses pembelajaran bahasa inggris di kelas VIII-1 SMP Negeri 3 Banjar. Peneliti mengunakan sebuah metode qualitatif deskripsi. Data yang dikumpulkan dengan mengobservasi satu guru bahasa inggris dan dua puluh dua siswa dan melakukan wawancara tatap muka dengan guru bahasa inggris yang sama. Proses menganalisis data menggunakan Sinclair and Coulthard’ IRF teori model (1975). Hasil dari analisi data menunjukan bahwa ada tujuh tipe-tipe interaksi kelas, yaitu, teacher elicit, teacher direct, teacher inform, teacher check, student elicit, re-initiation (ii), and repeat. Tipe yang sering muncul selama proses pembelajaran bahasa inggris adalah teacher elicit. Berlawanan dengan itu, tipe yang jarang muncul adalah student elicit. Untuk sisa tipe-tipe lainnya, itu terjadi secara merata. Oleh karena itu, guru yang dominan melakukan interaksi kelas dari pada siswa. Selain itu, ada dua kesulitan-kesulitan yang dari interaksi kelas yang dihadapi guru di dalam mempromosikan Initial Response Follow up, yaitu, guru tidak memberikan perhatian yang setara untuk siswa dan guru memiliki rendahnya kemampuan pengelolaan terhadap interaksi kelas. Kesulitan pertama menunjukan bahwa itu merusak struktur dari teacher elicit type. kesulitan kedua menampilkan bahwa itu merusak struktur dari teacher elicit type dan teacher inform typeKata Kunci : Interaksi kelas, Proses pembelajaran bahasa inggris, Sinclair dan Coulthard' IRF This study aimed at analyzing the types of classroom interaction and describing the process of each type and the teacher’s difficulties happened in classroom interaction during English learning process at VIII-1 grades of SMP Negeri 3Banjar. The researcher used a descriptive qualitative method. The data were collected by observing one English teacher and twenty two students and doing face to face interview to one English teacher. Procedures of analyzing the data used Sinclair and Coulthard’ IRF model theory (1975). The results of the data analysis showed that there were seven types of classroom interaction, namely, teacher elicit, teacher direct, teacher inform, teacher check, student elicit, re-initiation (ii), and repeat. The most type happened during English learning process was teacher elicit. On the contrary, the least type was student elicit. For the rest of types, it happened moderately. Therefore, the teacher was dominant in conducting classroom interaction rather than students. Moreover, there were two difficulties encountered by the teacher in classroom interaction, namely, teacher does not give equal attentions for students and teacher has less management on classroom interaction. First difficulty showed that it broke the structure of teacher elicit type. Second difficulty showed that it broke the structure of teacher elicit and teacher inform type. keyword : Classroom interaction, English learning process, Sinclair and Coulthard' IRF
THE EFFECT OF GAMIFICATION ON LEARNING ENGAGEMENT OF ELEVENTH GRADE STUDENTS IN SMA N 1 SINGARAJA ., Ni Putu Dian Utami Dewi; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.405 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14897

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu (1) melihat perbedaan level dari keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dari siswa kelas XI SMA N 1 Singaraja setelah penerapan Gamified-based LMS dan mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan gamified-based LMS. Desain penelitian yang digunakan adalah Experimental Research Design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA N 1 Singaraja. Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwa grup eksperimental menunjukkan hasil yang lebih baik daripada grup control. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis deskriptif yang menunjukkan rata rata level keterlibatan siswa dalam proses pembelajarn lebih besar (88.40) dibandingkan dengan grup control (79.60). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai dari t-observed lebih tingi (5.309) dari nilai t-critical value (2.009). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari level keterlibatan siswa yang diajarkan menggunakan Gamified-based LMS dan pembelajaran konvensional. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa kelas eksperimental dikategorikan sebagai engaged class sedangkan kelas kontrol dikategorikan sebagai well-manage class. Hal ini menunjukkan bahwa siswa membangun keterlibatannya di dalam kelas dengan tertarik terhadap pembelajaran, ikut berpartisipasi di dalam setiap kegiatan, dan mau mengerjakan tugas. Sebelum melakukan eksperimen, disarankan untuk mempersiapkan aktivitas yg baik, koneksi internet yg bagus dan sosialisasi mengenai teknologi yang digunakan.Kata Kunci : blended Learning, Learning Management System (LMS), gamification, gamified-LMS, keterlibatan dalam pembelajaran, persepsi This study had a purpose to determine whether there is a significant difference on learning engagement level of the eleventh-grade students in SMA N 1 Singaraja after the implementation of Gamified-based LMS. The research design used in this study was experimental research design. The population was the eleventh-grade students of SMA N 1 Singaraja. The result of the quantitative data analysis showed the experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of a descriptive statistical analysis that showed the mean score of the experimental group was higher (88.40) control group (79.60). It is also proven by the value of t-observed was higher (5.309) than the value of t-critical value (2.009). It can be concluded that there was a significant difference on students’ level of learning engagement between students taught by using gamified-based LMS and students taught by using conventional media.Considerations are the well-planned activity, a good Internet connection and familiarity of technology suggested before starting the teaching and learning process.keyword : blended learning, gamification, learning engagement

Page 52 of 188 | Total Record : 1873