cover
Contact Name
RR. Yunita Bayu Ningsih
Contact Email
y.bayuningsih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
y.bayuningsih@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya,Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1 Kota Palembang, Sumatera
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pertambangan
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : 10.36706
Jurnal Pertambangan merupakan jurnal dengan topik dibidang pertambangan meliputi kegiatan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan pemurnian, K3 serta lingkungan pertambangan. Jurnal ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun (3 bulanan) . Jurnal Pertambangan dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
KAJIAN KUALITAS ENDAPAN ASPAL DI DESA WAANGU-ANGU DAN DESA LAWELE, KABUPATEN BUTON M. H. Wakila; A. B. Thamsi; E. P. Umar; F. N. Yusuf; S. Bakhri
Jurnal Pertambangan Vol 6 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1013

Abstract

Eksploitasi sumberdaya aspal yang cukup lama mengakibatkan cadangan aspal semakin menipis. Di sisi lain, dampak pembangunan yang berkelanjutan membuat kebutuhan akan bahan galian aspal meningkat, sehingga diperlukan penelitian (eksplorasi) di daerah-daerah yang baru untuk menemukan atau mengetahui potensi dan kualitas dari endapan aspal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kadar bitumen dan kadar air, serta menentukan kualitas aspal terbaik dari masing-masing daerah. Metodologi penelitian dilakukan dengan dua tahapan yaitu pengambilan data lapangan dan analisa laboratorium dengan Metode Sohklet. Dari hasil analisa laboratorium diketahui bahwa sampel aspal di Desa Lawele memiliki kadar bitumen sebesar 23,14 % dan 24,32 %; dan sampel aspal Desa Waangu-angu memiliki kadar bitumen sebesar 17,07 % dan 18,59 %. Untuk kandungan air sampel aspal di Desa Waangu-angu memiliki kandungan air sebesar 2,20 % dan 2,25 %; dan untuk sampel aspal di Desa Lawele memiliki kadar air yaitu sebesar 7,4 % dan 7,3 %. Maka dapat disimpulkan bahwa Aspal di Desa Lawele memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan aspal dari Desa Waangu-angu karena memiliki nilai kadar bitumen yang lebih tinggi.
EVALUASI KINERJA EXCAVATOR DAN DUMP TRUCK PENGUPASAN OVERBURDEN DI PT BPAC, SUMATERA SELATAN A. A. O. Pertiwi; M. T. Toha; D. Purbasari
Jurnal Pertambangan Vol 6 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1070

Abstract

Pada bulan Januari-September 2021 produksi overburden di PT Bima Putra Abadi Citranusa hanya mencapai 61,77% dari target, akumulasi produksi Januari-September adalah 2.229.780 BCM dari target produksi sebesar 3.609.303 BCM. Sedangkan target produksi pengupasan overburden di PT Bima Putra Abadi Citranusa tahun 2021 sebesar 5.420.910 BCM. Sehingga, perlu dilakukan evaluasi produktivitas serta kesediaan dan penggunaan excavator dan dump truck untuk meningkatkan ketercapaian produksi tahun 2021 dan mengetahui faktor penghambat dalam mencapai target produksi di PT Bima Putra Abadi Citranusa. Data yang diamati berupa data primer yaitu data cycle time alat gali muat dan angkut serta efisiensi kerja, selanjutnya data sekunder berupa jumlah dan jenis alat gali muat dan alat angkut, jam hujan, jam repair, jam standby dan jam kerja tersedia alat selama tahun 2021. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan produksi aktual tahun 2021 hanya sebesar 3.960.990,68 BCM untuk alat gali muat dan 3.772.841,57 BCM untuk alat angkut dengan persentase ketercapaian produksi sebesar 69,6%. Nilai rata-rata penggunaan dan ketersediaan excavator dan dump truck diambil nilai, dimana untuk nilai ketersediaan mekanis dan ketersediaan fisik berturut-turut yaitu 79,55% dan 84,71%, sedangkan kesediaan pemakaian dan efektivitas penggunaan alat angkut berturut-turut yaitu 46,14% dan 41,24%. Faktor yang mempengaruhi produksi dan kinerja alat mekanis adalah efisiensi kerja, jalan angkut dengan kondisi yang kurang baik, geometri jalan hauling menuju disposal serta faktor pengembangan material dan pengisian bucket. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi dengan meminimalisir hambatan yang dapat dihindari. Setalah dilakukan perbaikan efisiensi kerja, maka didapatkan ketercapaian produksi sebesar 94,55%.
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR NIKEL HASIL PENGEBORAN DENGAN HASIL PENAMBANGAN DI PT MANDIRI MINERAL PERKASA A. B. Thamsi; C. D. Sangadji; S. R. Nurhawaisyah; M. Aswadi; L.O.M.Y. Amsah
Jurnal Pertambangan Vol 6 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1098

Abstract

Proses penambangan sumber daya nikel di PT Mandiri Mineral Perkasa terdapat permasalahan berupa terjadi selisih kandungan nikel antara data bor dengan data hasil penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perubahan nilai kadar nikel hasil pengeboran dan hasil penambangan dalam rangka mencari upaya pencegahannya. Penelitian dilakukan dengan menghitung rata-rata kandungan nikel hasil data bor dengan hasil penambangan untuk mengetahui perbedaan selisih yang diperoleh dan melakukan survey tahapan proses penambangan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perbedaan kadar nikel. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa nilai kadar rata-rata nikel hasil pengeboran sebesar 1,74%, sedangkan hasil dari aktivitas penambangan diperoleh nilai kadar rata-rata sebesar 1,60% atau terjadi selisih kadar Ni 0,14%. Berdasarkan hasil pengamatan faktor-faktor penyebab dari perubahan kadar nikel diduga berasal dari aktivitas pengerukan lantai stockpile yang kurang baik, adanya genangan air pada stockpile, kondisi bucket pada excavator yang kurang bersih, kondisi karung sampel yang kurang bersih dan kesalahan aktivitas pada saat sampling dan kesalahan pada aktivitas preparasi sampel.
PERHITUNGAN DEBIT LIMPASAN UNTUK MENENTUKAN DESAIN SUMP PT ASARI, KABUPATEN BUNGO, JAMBI W. A. Putri; T. Amelia; J. Wiratama
Jurnal Pertambangan Vol 6 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1200

Abstract

PT Akat Srida Amri adalah perusahaan yang bergerak dalam pertambangan batubara dimana proses penambangan akan membuat cekungan saat mengambil material. Pada PT Akat Srida Amri penanganan masalah air belum terlihat maksimal dimana sump yang ada tidak dibuat sesuai dengan masuknya air ke front penambangan serta kapasitas pompa yang digunakan untuk memindahkan air dari sump ke settiling pond tidak sesuai dengan air yang akan dipompa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendesain kolam penampungan (sump) yang sesuai dengan perhitungan air yang masuk ke front penambangan serta pemilihan pompa yang sesuai agar air tidak menggenang dan menganggu aktivitas penambangan. Metode yang dilakukan untuk menentukan desain sump yaitu dengan menghitung data curah hujan selama 10 tahun terakhir yang kemudian akan didispersi, menentukan koefisien limpasan serta luasan catchment area. Setelah dilakukan analisis sesuai metode dispersi, perhitungan J. C. Gumbell, dan perhitungan debit air limpasan maka didapat hasil perhitungan debit air limpasan yang diperkirakan masuk sebesar 15.781,20915 m3/hari, sehingga rekomendasi rencana dimensi sump yang akan dibuat agar dapat menampung sesuai debit air limpasan serta sesuai KEPMEN 1827K/30/MEM/2018 yaitu panjang alas 65,5m, lebar alas 30m, panjang permukaan 81,5m, lebar permukaan 45m dan kedalaman 6m. Untuk penanganan pompa agar bekerja lebih efektif, PT ASARI harus menjadwalkan dan merealisasikan jam kerja pompa selama 10 jam perhari, meletakkan atau menanam tiang pengukur air di dalam sump, serta dapat juga melakukan penambahan engine pada mesin pompa agar kekuatan daya pompa dapat lebih tinggi lagi.
RANCANGAN DIMENSI SETTLING POND PIT IV PT AKAT SRIDA AMRI, KABUPATEN BUNGO Rosalinda .; A. Assidiqi; J. Wiratama; Y. Megasukma
Jurnal Pertambangan Vol 6 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1201

Abstract

PT Akat Srida Amri merupakan perusahaan pertambangan batubara di Desa Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi dengan menggunakan metode tambang terbuka. Salah satu permasalahan pada penambangan dengan metode ini adalah air. Kondisi aktual settling pond masih memperlihatkan kendala dimana dua kompartemen settling pond memperlihatkan tidak mampunya menampung air yang masuk dilihat dari meluapnya air yang mengakibatkan pengendapan lumpur tidak berjalan dengan baik. Penelitian dilakukan untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut dengan merekomendasikan dimensi settling pond yang tepat. Rancangan dimensi settling pond dibuat dengan melakukan perhitungan curah hujan menggunakan Metode Gumbell dan didapatkan curah hujan rencana 438,64517 mm/hari, intensitas curah hujan 33,0476918 mm/jam, luas CA settling pond 1488,11 m2 sehingga didapat debit air limpasan sebesar 29,51 m3/jam dengan debit pompa 30 m3/jam. Berdasarkan perhitungan parameter di atas, didapatkan volume dimensi rekomendasi serta mengacu pada Lampiran II Nomor 17 Poin (i) KEPMEN ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 yaitu sebesar 1785,12 m3. Dari pengolahan, analisis data yang dilakukan serta acuan, dimensi settling pond diperbesar agar dapat menampung debit total sebesar 1785,12 m3/hari dengan dimensi panjang dan lebar alas 16,75 m x 16,75 m, panjang dan lebar atas 24,75 m x 24,75 m dengan kedalaman 4 m sehingga air dapat tertampung dan proses pengendapan lumpur dapat berjalan dengan baik. Direkomendasikan juga penambahan dua kompartemen menjadi empat kompartemen dengan masing-masing fungsi sebagai sediment zone, safety zone, treatment zone, dan mud zone.
PREDIKSI PEMBENTUKAN MATERIAL LUMPUR DI PIT TAL BARAT PT BUKIT ASAM H. Waristian; M. T. Toha; Bochori .
Jurnal Pertambangan Vol 6 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i1.1202

Abstract

Lumpur pada main sump akan mengganggu efisiensi kerja pompa untuk mengeluarkan air dari sump utama. Tingginya tingkat erosi material tanah yang terbawa hujan mengakibatkan main sump dipenuhi oleh lumpur dan aktivitas penirisan tambang terhenti. Terhentinya aktivitas tersebut akan menyebabkan gangguan terhadap produksi material sehingga akan berpengaruh pada kemajuan tambang dan potensi bahaya longsoran lereng di samping terganggunya aktivitas penirisan tambang. Untuk meminimalisir dampak tersebut diperlukan studi dalam mengetahui potensi jumlah pembentukan material lumpur pada setiap sisi Pit TAL Barat PTBA. Metode USLE merupakan salah satu metode untuk memprediksi laju sedimentasi sehingga volume lumpur yang terbentuk pada main sump dapat diprediksi. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai faktor erosivitas hujan sebesar 2.826,7 kJ/Ha. Erodibilitas tanah sebesar 0,16 dan 0,47 yang didominasi tanah podzolik merah dan alluvial. Nilai faktor panjang dan kemiringan lereng berada pada rentang 1,4-3,1. Faktor tutupan dan konversi lahan pertambangan sebesar 1. Berdasarkan hasil kajian tersebut didapatkan prediksi jumlah material lumpur (sediment yield) yang terbentuk sebesar 538.225 BCM/Tahun dengan nilai SDR sebesar 0,29 hingga 0,31.
ESTIMASI SUMBERDAYA PASIR BATU HASIL ERUPSI GUNUNG SEMERU MENGGUNAKAN METODE PENAMPANG TEGAK G. A. Gautama; D. Novianto; G. R. Pratama
Jurnal Pertambangan Vol 6 No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1276

Abstract

Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur dengan ketinggian 3.676 mdpl adalah salah satu gunung tertinggi di Indonesia. Gunung Semeru terbentuk karena subduksi Lempeng Indo-Australia. Gunung Semeru merupakan gunung aktif yang pada tahun 2021 mengalami erupsi. Pasir batu yang ditumpahkan saat erupsi Gunung Semeru berada di Daerah Aliran Sungai Curah Kobokan, Sapiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur. Komoditas pasir batu dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan pembangunan infrastruktur. Sumber daya merupakan cebakan mineral di kerak bumi dengan ukuran, jenis dan jumlah yang mempunyai nilai ekonomi dan kemungkinan yang beralasan sehingga dapat diekstrasi secara ekonomis. Tujuan penelitian adalah menghitung sumber daya pasir batu hasil erupsi Gunung Semeru sehingga dapat diketahui jumlah pasir batu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Penelitian penaksiran pasir batu dilakukan di Daerah Aliran Sungai Curah Kobokan, Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur dengan luas 12 ha. Metode yang digunakan untuk menghitung taksiran sumber daya pasir batu adalah penampang tegak. Penampang tegak merupakan metode yang sederhana, mudah dan cepat karena membuat sayatan pada badan endapan mineral. Perhitungan volume pasir batu setiap sayatan menggunakan persamaan mean area dan frustum. Sayatan yang menggunakan persamaan mean area ada 18, untuk frustum ada 1. Interval setiap sayatan yang digunakan yaitu 20 meter. Sayatan yang dihasilkan seluas 12 ha adalah 19 sayatan. Volume pasir batu yang berhasil dihitung menggunakan metode penampang tegak yaitu 394.094,5 m2. Lokasi penelitian perlu diperluas lagi untuk memastikan berapa sumber daya pasir batu hasil erupsi Gunung Semeru. Memerlukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan keyakinan geologi, ekonomi, dan densitas pasir batu.
KARAKTERISTIK PEMBENTUKAN AIR ASAM TAMBANG PADA ENDAPAN HIGH SULPHIDATION EPITHERMAL R. Prihartini; R. Syaputra; G. J. Kusuma
Jurnal Pertambangan Vol 6 No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1306

Abstract

Kegiatan penambangan meliputi aktivitas penggalian dan penimbunan batuan sisa pada tambang emas dengan tipe endapan high sulphidation epithermal (HSE), memungkinkan terdedahnya material sulfida kontak dengan udara dan air berpotensi untuk menimbulkan air asam tambang (AAT). Tujuan penelitian untuk mengetahui studi pembentukan AAT dengan meninjau karakteristik laju oksidasi mineral sulfida dengan pendekatan mol besi total, mol sulfat, dan mol pirit dari hasil pemodelan geokimia PHREEQC. Sebanyak empat sampel batuan yang digunakan dan dikelompokkan berdasarkan domain geologi tingkat oksidasi sempurna (COX) dan tidak teroksidasi (UOX). Metode penelitian menggunakan uji mineralogi dan unsur, serta uji geokimia (statik dan kinetik). Pemodelan geokimia menggunakan PHREEQC dilakukan untuk mensimulasikan perubahan pH dan konsentrasi zat terlarut yang dihasilkan selama uji kinetik. Hasil air lindian memiliki pH relatif rendah yang diiring oleh peningkatan konsentrasi sulfat, besi, aluminium, dan konstituen lainnya. Laju oksidasi pembentuk AAT berdasarkan mol sulfat (1,172 x 10-10 – 5,453 x 10-10 mol/m2s) lebih mendekati nilai transfer mol pyrite hasil pemodelan geokimia (4,260 x 10-11 – 5,561 x 10-10 mol/m2s), dibandingkan laju oksidasi mol besi total (3,102 x 10-18 – 9,090 x 10-09 mol/m2s). Kondisi ini disebabkan oleh kandungan besi dalam air lindian yang lebih banyak mengendap dibandingkan sulfat. Laju reaksi pyrite pada sampel COX jauh lebih rendah dari UOX, hal ini disebabkan oleh sampel COX yang lebih sedikit mengalami laju reaksi oksidasi dibandingkan UOX.
PENERAPAN TEKNOLOGI DAN ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI LOGAM ZIRCON SEBAGAI MINERAL IKUTAN PADA BIJIH TIMAH DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG F. Rozi; M. Hasjim; Azwadi .
Jurnal Pertambangan Vol 6 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1419

Abstract

Indonesia menjadi negara produsen timah terbesar kedua di dunia setelah China dengan jumlah produksi per tahun 84.000 ton. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai mineral utama, timah juga memiliki mineral sampingan atau biasa yang disebut sebagai mineral ikutan seperti zircon. Mineral ikutan timah harus diolah dan dikembangkan supaya dapat menjadi nilai tambah dan menjadi salah satu bahan baku industri di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi teknologi yang tepat sesuai dengan karakteristik zircon di Kepulauan Bangka Belitung serta melakukan analisis ekonomi kelayakan investasi zircon. Dalam penelitian ini analisis kriteria investasi yang digunakan meliputi NPV, IRR, PBP dan PI serta penerapan teknologi pemisahan mineral berdasarkan karakteristik fisik. Dalam proses penambangan dan pengolahan mineral timah dihasilkan konsentrat sebesar 70% dengan mineral ikutan yang dihasilkan selama proses pengolahan memiliki persentasi kadar yang tinggi yaitu untuk mineral monasit >80% atau 93,37%; mineral zircon memiliki kadar >75% atau 77,41% dan mineral ilmenit sebesar >80% atau 88,55%. Pengolahan dan penjualan mineral zircon dalam bentuk micronized zircon akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan hanya mengolah dan menjualnya dalam bentuk konsentrat zircon (berkadar ZrO2 ≥ 65,5%). Dengan keuntungan dari pengolahan mineral zircon dalam bentuk micronized zircon, ke depannya harus ada pembatasan ekspor pasir zircon berkadar ZrO2 ≥ 65,5% dalam rangka menjamin kebutuhan bahan baku dalam negeri. Pembatasan ekspor tersebut dimaksudkan untuk mendorong tumbuhnya hilirisasi industri pegolahan pasir zircon menjadi micronized zircon dalam rangka memenuhi permintaan micronized zircon oleh industri keramik, bata tahan api, dan pasir cetak di dalam negeri.
ANALISIS VARIASI PENAKSIRAN SUMBERDAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHT DAN ORDINARY KRIGING Y. A. Yulanda; M. E. Hakim; R. Arafat; Ericson .
Jurnal Pertambangan Vol 6 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1442

Abstract

Penaksiran sumberdaya batubara merupakan tahapan penting dalam kegiatan industri pertambangan batubara. Terdapat dua jenis metode yang lazim digunakan dalam penaksiran sumber daya yaitu Metode Inverse Distance Weight (IDW) dan Ordinary Kriging (OK). Kedua metode tersebut menggunakan sistem grid blok dalam penaksiran. Beberapa penelitian sebelumnya cenderung hanya memperlihatkan perbedaan selisih pada nilai total hasil penaksiran. Belum ditemukan penelitian yang memperlihatkan nilai variasi pada setiap grid blok estimasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi nilai kedua metode tersebut pada setiap grid blok. Adapun data yang menjadi objek penaksiran adalah ketebalan batubara (coal thickness). Di dalam penelitian ini, kedua metode juga akan membandingkan tonase sumber daya batubara guna mengetahui perbedaan hasil perhitungan sumber daya. Data penelitian berupa 60 titik bor eksplorasi yang diolah menggunakan perangkat lunak perhitungan sumber daya batubara. Berdasarkan hasil penaksiran sumber daya batubara menggunakan Metode IDW diperoleh jumlah sumber daya batubara sebesar 49.101.422 Ton. Perolehan sumber daya batubara hasil kalkulasi Metode IDW menunjukkan selisih yang tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan penggunaan Metode Ordinary Kriging yang menunjukkan nilai sebesar 47.521.660 Ton. Variasi nilai estimasi yang dihasilkan kedua metode tersebut rata-rata berkisar 3%.

Page 9 of 16 | Total Record : 154