Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and humanities at a regional, national, and global scale. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the area of society and humanities. The scope of the fields contained in JISH covers the following areas: social work, social welfare, social change, and social policy; humanism and human rights; corporate governance, and community studies; crosscultural and multiculturalism studies; population, and development studies; ethics, and intergroup relations; war, conflict, and international relations; linguistics, literature, and media studies; performing arts (music, theatre, and dance); studies of inequality (class, race and gender studies); and other related areas. Articles published on research results and literature review with acceptable research methodologies, qualitative studies, quantitative studies, or a combination of both, statistical analysis, case studies, field research, and historical studies. JISH received manuscripts from various related circles, such as relevant researchers, professors, students, policy-makers, scientists, and others.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 1 (2023)"
:
20 Documents
clear
Jejak Citra Kuno Orang Tenganan dalam Foto Masa Kolonial 1920-1940
I Wayan Suyadnya;
Sanggar Kanto;
I Nyoman Darma Putra;
Desi Dwi Prianti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v12i1.53900
Artikel ini mengungkapkan pesan khas dari gambar fotografi pada masa kolonial tentang primitivisme melalui Tenganan Pegringsingan masa kolonial sebagai studi kasus. Beberapa foto terbatas tentang Tenganan yang diperkirakan diambil pada tahun 1920-1940 menggambarkan orang dan kehidupan masyarakat masa itu. Tiga kategori utama dari gambar dianalisis, yaitu lanskap dan arsitektur pemukiman, manusia Tenganan, dan aktivitas dan budaya material. Ketiga kategori menampilkan diri dengan gambaran kesan publik mengenai konsep kuno atau primitif. Penelitian ini memanfaatkan data visual (fotografi) melalui analisis citra fotografi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gambar fotografi kolonial memberikan ide pembekuan citra dan kesan primitif pada orang Tenganan. Gagasan yang hadir melalui gambar fotografi itu adalah cara-cara mereka dibedakan dengan orang luar, misalnya melalui pakaian dan cara kontak mata dengan orang luar (Belanda). Ide tentang lingkungan ideal dan figuratif bagi orang Tenganan dan publik umum, berupa autentik, kuno, dan seragam, dihadirkan sebagai lanskap yang harus dipertahankan secara kokoh. Pada akhirnya proyeksi kolonial tentang Tenganan melalui fotografi berintegrasi dengan dunia imajinasi lokal orang Tenganan.
Generasi Muda Desa: Pengambilan Keputusan Bekerja dan Kepercayaan pada BUMDES
Vi'in Ayu Pertiwi;
Destyana Elingga Pratiwi;
Deny Meitasari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v12i1.43574
Dampak berat dirasakan sektor pariwisata saat pandemi COVID-19 tidak terkecuali BUMDes. Badan usaha ini yang selama ini menjadi salah satu lembaga tumpuan harapan perekonomian masyarakat pedesaan khususnya pemuda desa. Badan usaha wisata desa yang menjanjikan keuntungan selama ini mengalami penurunan drastis oleh adanya pandemi karena dianjurkan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengurangi angka penyebaran COVID-19. Maka tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor yang menjadi dasar keputusan untuk bergabung dalam BUMDes dan tingkat kepercayaan para pemuda terhadap pihak-pihak yang ada di BUMDes serta terhadap BUMDes itu sendiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif. Penentuan responden menggunakan purposive yaitu karyawan BUMDes (pemuda desa). Penelitian dilakukan pada BUMDes Kota Batu dan Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi keputusan pemuda bekerja di BUMDes adalah usia dan jenis kelamin. Usia dan jenis kelamin berpengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan pemuda untuk bekerja di BUMDes dengan nilai koefisien secara berurutan sebesar 0,497 dan 3,883. Tingkat kepercayaan karyawan kepada sesama karyawan, pimpinan, dan mitra BUMDes sangat baik. Termasuk tingkat kepercayaan terhadap BUMDes termasuk kategori sangat baik saat pandemic COVID-19.
Culture-Led Regeneration and Creative Tourism Development in Indonesia's City Slums: Some Findings from Tangerang City
Forina Lestari;
Anna Karenina;
Anthony P Nasution
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v12i1.48906
Tourism has been in the spotlight recently, especially in urban slum areas. Many studies have reviewed slum areas. However, transforming slums into creative tourism villages or kampungs is a new phenomenon that emerged in urban slums in Indonesia. Creative kampung, in particular, is a form of tourism that changes the slum area into a tourist destination. This study aims to explore the extent of the creative tourism kampung's sustainability and the role of stakeholders in ensuring the sustainability of this creative tourism village. This study employs descriptive analysis by combining in-depth interviews and literature analysis to unravel creative kampung in practice. This study found that the kampungs' transformation can be seen in physical, social, and environmental dimensions. Moreover, this study also outlines an appropriate strategy to ensure the sustainability of creative kampung. Stakeholders' collaboration to maintain social capital and economic value is proposed to sustain the creative kampung initiatives. It is because creative kampung provides a way to preserve culture and, at the same time, boost the local economy. Therefore, transforming slum villages in many cities into creative tourist villages is one of the solutions for dealing with urban slums.
Kemiskinan Kronis Berkelanjutan di Masyarakat Kawasan Hutan
Aun Falestien Faletehan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v12i1.50290
Studi tentang kemiskinan kronis di kawasan hutan tidak begitu banyak dilakukan meski literatur terdahulu selalu mengaitkan antara konsep kemiskinan dan kawasan hutan. Dengan mengambil pendekatan kualitatif bergenre fenomenologi di Dusun Malangbong, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada tahun 2021, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik rumah tangga miskin kronis di pedesaan kawasan sekitar hutan dan faktor-faktor yang menyebabkan keberlanjutan kemiskinan kronis tersebut. Hasil riset mengidentifikasi bahwa rumah tangga miskin kronis di kawasan hutan memiliki permasalahan ekonomi mulai dari mata pencaharian yang tidak menguntungkan, trend pendapatan yang selalu menurun, rendahnya kualitas hidup, dan buruknya kualitas kesehatan mereka. Mereka tetap miskin karena adanya faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang menyebabkan kelanggengan miskin kronis adalah rendahnya kualitas pendidikan, terlalu bergantung pada kayu hutan dan rendahnya kreativitas dalam usaha, terbatasnya sumber daya air, dan pola pikir pengelolaan uang rumah tangga yang tidak efektif. Di sisi lain, faktor eksternal yang membentuk kemiskinan kronis adalah terisolirnya mereka dari pusat desa/kota, rusaknya infrastruktur jalan penghubung antar dusun/desa, dan keterbatasan sarana perekonomian di desa. Dengan mengetahui akar problem kemiskinan di masyarakat kawasan hutan, temuan artikel ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait untuk merumuskan strategi pengentasan kemiskinan yang dirasa tepat untuk jenis masyarakat ini.
Lahirnya Petani Milenial dan Peranannya dalam Pengembangan Agrowisata di Kabupaten Gunungkidul
Dyah Indriyaningsih Septeri
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v12i1.50608
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lahirnya petani milenial dan peranannya dalam pengembangan agrowisata di Kawasan Taman Edukasi Pertanian Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuatitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan divalidasi menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan petani milenial di Kabupaten Gunungkidul melalui pengembangan agrowisata di Desa Pampang mampu memberikan harapan baru bagi perubahan sektor pertanian yang selama ini masih berorientasi pada pertanian tradisional. Beberapa kaum milenial tergerak untuk menjadi petani dengan memanfaatkan teknologi dan informasi. Peran petani milenial sangat membantu masyarakat petani sekitar terutama dalam mengatasi persoalan harga di tingkat petani dan juga membantu dalam kegiatan pemasaran hasil pertanian melalui konsep agrowisata. Dalam sisi yang lain, keberadaan teknologi dan informasi menjadi sangat penting karena sebagai sumber pengetahuan, sarana untuk meningkatkan pendapatan petani melalui kegiatan budidaya pertanian maupun pemasaran hasil pertanian. Implikasi peran petani milenial tersebut mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Upward Intercultural Communication in Multinational Company: What Matters the Most
Annie Susanto;
Yunita Budi Rahayu Silintowe;
Rosaly Franksiska;
Johnson Dongoran
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v12i1.51242
Effective communication is necessary at work, especially when it involves different cultures. To avoid cultural conflicts, parties involved in communication should realize the barriers hindering the communication process. This research explored and mapped the upward intercultural communication barriers within multinational companies in Indonesia and the factors contributing to those barriers. This qualitative research involves 16 employees from nine multinational companies as informants. In this research, the superiors and the subordinates are from different cultural backgrounds. The informants of this study were selected through a snowball approach, starting at several companies in an industrial area in Central Java. The informants were contacted and given several questions such as age, length of employment, and superior’s characteristics as a control variable. The next step was an interview of informants using open-ended interview guides. For triangulation, after all the interviews, FGDs were held two times, and last, for confirmation, the informants were asked to comment on or revise the data. The general barriers found in this research were semantics (in terms of language), physical (in terms of physical distance), and contextual (in terms of working system disapproval). The factors contributing to those barriers are stereotypes, perceptions, and educational backgrounds and experiences.
The Role of Women's Agricultural Workers and Household Economic Resilience
Wardihan Sabar;
Abd. Rahim;
Aulia Rahman Bato
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v12i1.51701
The involvement of women in the agricultural sector can be viewed in various aspects of social, economic, political, cultural, and religious life. This article describes the role of women's agricultural workers concerning household economic resilience, both before and during the COVID-19 pandemic. This research also seeks to systematically reveal the factors that encourage women to choose to become agricultural workers compared to other sectors and the obstacles they face in efforts to increase household economic resilience. This research uses a qualitative approach with the type of case study. This study involved six informants who were selected using a purposive technique. Documentation techniques and in-depth interviews were carried out for data collection. The results showed that women had an essential contribution to the economic resilience of farmer households before and during the COVID-19 pandemic. The pattern of short-term farming ranging from 3-4 months is seen as needing to be more prospective to support the family's economy. Economic background, education background, low skills, and the perception of independent women are seen as factors causing women to work as agricultural workers to help with family finances. The role of women is significant in maintaining household economic resilience both before and during the COVID-19 pandemic. Urgent basic needs can be met even though most are at the minimum level of fulfillment. The expertise of women farm workers in managing and allocating income positively impacts aspects of family economic resilience during the COVID-19 pandemic.
Model Pendekatan Adaptif sebagai Upaya Membangkitkan Resiliensi UMKM
Suryawati Suryawati;
Selfi Budi Helpiastuti;
Alfareza Firdaus;
Suji Suji
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v12i1.51741
Penelitian ini bermula dari berbagai kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah pusat guna membangkitkan kembali perekonomian nasional di masa pandemi termasuk UMKM yang masih belum menunjukkan hasil yang optimal. Hambatan utama para pelaku UMKM berupa akses permodalan yang terbatas, promosi dan distribusi yang terhambat, sarana produksi yang tidak memadai serta geliat perekonomian yang lesu di masa pandemi. Upaya untuk pemulihan tidak hanya dibebankan pada pemerintah pusat semata, pemerintah daerah juga bertanggungjawab atas hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain strategi dan diskresi kebijakan Pemerintah Daerah (local discretion) untuk meningkatkan daya resiliensi ekonomi UMKM. Penelitian ini menggunakan perspektif Soft Systems Methodology (SSM). SSM merupakan sebuah perspektif penelitian yang mampu menganalisis situasi masalah yang berantakan (tidak terstruktur) menjadi situasi masalah terstruktur berikut pula dengan bangun desain model konseptual yang sesuai dengan situasi masalah yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah utama yang terjadi dalam upaya membangkitkan resiliensi ekonomi UMKM yaitu kurangnya peran pemerintah daerah dalam mendorong upaya fasilitasi dan pembantuan UMKM. Model konseptual yang dikonstruksi untuk menjabarkan masalah yang ada yakni melalui Pendekatan Adaptif (adaptive approach) dengan tiga unsur pembentuk yaitu aktivitas kelembagaan, sistem teknologi yang adaptif, dan partisipasi publik.
Analisis Variabel Kunci untuk Keberlanjutan Industri Tenun Geringsing Double Ikat di Desa Pegeringsingan
I Gusti Ayu Prili Saraswati;
Ida Ayu Nyoman Saskara;
Ni Putu Wiwin Setyari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v12i1.53598
Istilah "Industri Berkelanjutan" mengacu pada sektor ekonomi yang diharapkan dapat bertahan dan bahkan berkembang di masa mendatang. Perusahaan yang telah beroperasi selama beberapa generasi dapat dengan mudah dijumpai pada berbagai level perusahaan. Perusahaan dapat terus berkembang berkat warisan kepemimpinan pemilik awal, yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini akan mengeksplorasi variable kunci Keberlanjutan Industri Tenun Geringsing Double Ikat di Desa Pegeringsingan, Tengenan Kabupaten Karangasem. Penelitian diawali dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi variable kunci Keberlanjutan Industri Tenun Geringsing Double Ikat di Desa Pegeringsingan. FGD melibatkan 19 orang penenun yang ditentukan dengab metode purposive. Analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi variabel yang berpengaruh dalam keberlanjutan Industri Tenun Geringsing Double Ikat di Desa Pegeringsingan, Tengenan Kabupaten Karangasem yaitu Matrix of Cross Impact Multiplica-tions Applied to a Classification (MICMAC). Hasil analisis menunjukan bahwa faktor kunci Untuk Keberlanjutan Industri Tenun Geringsing Double Ikat di Desa Pegeringsingan, Tengenan Kabupaten Karangasem hubungan antara variabel keaslian dengan media sosial yang memiliki hubungan yang paling kuat diantara variabel lainnya. Keaslian adalah dengan kata lain kualitas produk yang dihasilkan memiliki keaslian akan budaya dari suatu daerah asalnya dan memiliki nilai budaya yang hanya terdapat di daerah tersebut. Kain tenun Geringsing memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. Proses pembuatan yang rumit dan panjang mulai dari persiapan alat tenun, threading, dan weaving untuk mencapai produk akhir.
Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender pada Sektor Ekonomi Kreatif di Desa Paksebali
Anak Agung Istri Ngurah Dyah Prami;
Ni Putu Widiastuti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v12i1.54857
Sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor ekonomi yang banyak menyerap tenaga kerja, terutaman masyarakat menengah kebawah. Salah satu sektor ekonomi kreatif yang banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor kerajinan. Desa Paksebali sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Klungkung menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai sektor yang menopang perekonomian masyarakatnya. Sektor ekonomi kreatif yang dilakoni oleh masyarakat setempat adalah sektor kerajinan berbahan baku dari bamboo dan kain beludru. Ditemukan adanya keterlibatan perempuan pada sektor ekonomi kreatif yang ada di Desa Paksebali. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi peran perempuan dan kesetaraan gender pada sekor ekonomi kreatif di Desa Paksebali. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa perempuan pada sektor ekonomi kreatif di Desa Paksebali menjalankan peran ganda, yaitu perannya di ranah domestik dan di ranah publik yang mencakup peran dalam pemenuhan nafkah keluarga dan peran sosial. Selain itu ditemukan adanya ketidaksetaraan gender. Terbukti dari tidak terpenuhinya hak-hak perempuan terhadap sumber daya ekonomi. Perempuan yang terlibat pada sektor ekonomi kreatif di Desa Paksebali tidak menerima upah dari pekerjaan yang dihasilkannya. Hal ini disebabkan karena perempuan yang terlibat pada sektor ekonomi kreatif di Desa Paksebali melakoni pekerjaannya secara sukarela sebagai bentuk tanggungjawab terhadap kesejahteraan keluarga. Ketidaksetaraan gender yang dialami oleh perempuan pada sektor ekonomi kreatif di Desa Paksebali juga ditunjukkan dari tertutupnya akses terhadap kepemilikan dari sektor ekonomi kreatif yang dijalankan. Status kepemilikan sektor ekonomi kreatif di Desa Paksebali sepenuhnya di klaim oleh laki-laki selaku kepala keluarga.