cover
Contact Name
febrialismanto
Contact Email
febrialisman@gmail.com
Phone
+6281365060583
Journal Mail Official
educhild.journal@gmail.com
Editorial Address
Prodi PD PAUD FKIP UNRI Kampus Bina Widya Simpang Baru - Pekanbaru - Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial
Published by Universitas Riau
ISSN : 20897510     EISSN : 27219909     DOI : http://dx.doi.org/10.33578/jpsbe.v1i1
Core Subject : Education, Social,
The Educhild Journal accepts articles about the following studies: 1. Social science education 2. Mathematics education in 3. Language education 4. Science education 5. Arts and culture education 6. Citizenship education 7. Religious education 8. Sports education 9. Learning and teaching 10. Psychology Education 11. Learning media 12. Management of education 13. Learning media and educational technology 14. Music education 15. Dance and drama education 16. Environment education 17. Early Childhood Education
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2023)" : 11 Documents clear
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS STEAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA 56 TAHUN Nabillah Nuriska; I Wayan Sutama; Wuri Astuti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7730

Abstract

Upaya pembaruan perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan pendidikan pada masa revolusi industri 4.0. Ketentuan yang terdapat dalam konteks pembelajaran dan penilaian abad 21 adalah anak harus menguasai keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta komunikatif. Tantangan ini berlaku bagi semua sektor pendidikan termasuk PAUD. Pelaksanaan pendidikan anak usia dini tidak terlepas dari berbagai permasalahan. Hal ini mengakibatkan pembelajaran pada anak belum terlaksana secara merata dan optimal. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, alternatif penyelesaian masalah yang ditawarkan oleh peneliti adalah melaksanakan pembelajaran berbasis STEAM  menggunakan media loose parts untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak usia 5 hingga 6 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen, dengan model desain one-group-pretest-posttest. Pemberian tretment diberikan sebanyak tiga kali, dengan hasil terjadi peningkatan nilai pada posttest. Berdasarkan tabel distribusi t, didapatkan nilai ttabel  sebesar 2.13145, dengan nilai signifikansi 0.05, sehingga diketahui nilai thitung 11,233 lebih besar dari nilai ttabel 2.13145. Kesimpulannya adalah, H0 ditolak dan Ha diterima yang menandakan bahwa pembelajaran berbasis STEAM dengan media loose parts berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini diharapkan dapat membawa manfaat untuk menginspirasi pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tantangan pendidikan abad 21.
Pengaruh Fun Cooking Membuat Laksamana Mengamuk Terhadap Cooperative Learning Anak Herwina Wina; Rahmah Cici; Nisa Juniartika Nisa
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7875

Abstract

This study aims to determine the effect of fun cooking making the admiral rage against cooperative learning of children aged 5-6 years at Aisyiyah Bustanul Athfal Kijang Jaya Kindergarten. This type of quantitative research model is true experiment. The research population is all children aged 5-6 years totaling 40 children. The research sample used a total sampling technique, namely the technique of determining the sample by taking the entire population of 2 classes totaling 40 children. Based on the results of the research and data analysis, it can be concluded that fun cooking makes the admiral go berserk has an effect on the cooperative learning of children aged 5-6 years at Aisyiyah Bustanul Athfal Kijang Jaya Kindergarten. This is evidenced by the results of t count > t table, (9.902 > 1.796) and significance < 0.05 (0.000 <0.05), then Ho is rejected Ha is accepted and the dominance of development is in the BSB category (Very Well Developed). This means that the better the teacher in fun cooking makes the admiral go berserk, the more cooperative learning the children aged 5-6 years will achieve very good development. In addition, it can also be seen from the average value between the control class reaching 41.70 while the experimental class is 42.00. This means that there is a difference where the experimental class with fun cooking is better than the control class in influencing children's cooperative learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fun cooking membuat laksamana mengamuk terhadap cooperative learning anak usia 5-6 tahun di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Kijang Jaya. Jenis penelitian kuantitatif model true eksperimen. Populasi penelitian yakni seluruh anak usia 5-6 tahun berjumlah 40 anak. Sampel penelitian menggunakan tekhnik total sampling yakni teknik penentuan sampel dengan mengambil seluruh jumlah populasi sebanyak 2 kelas berjumlah 40 anak. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan fun cooking membuat laksamana mengamuk berpengaruh terhadap cooperative learning anak usia 5-6 Tahun di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Kijang Jaya, Hal ini di buktikan hasil t hitung > t tabel,  (9,902>1.796) dan signifikansi < 0.05 (0.000 < 0.05), maka Ho ditolak Ha diterima serta dominasi perkembangan berada pada kategori BSB (Berkembang Sangat Baik). Artinya semakin baik guru dalam fun cooking membuat laksamana mengamuk maka semakin meningkat cooperative learning anak usia 5-6 tahun mencapai perkembangan yang sangat baik. Selain itu juga dilihat dari nilai rata-rata antara kelas kontrol mencapai 41,70 sedangkan kelas eksperimen 42,00. Artinya adanya perbedaan dimana kelas eksperimen dengan fun cooking lebih baik dibandingkan kelas kontrol dalam mempengaruhi cooperative learning anak
KEEFEKTIFAN GAME BASED LEARNING BERBANTUAN APLIKASI SMARTDLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD Kartika Yuni Purwanti; Zulmi Roestika Rini
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keefektifan Model Game based Learning Berbantuan Aplikasi Smartdle Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar di Gugus Gedongsongo Kec. Sumowono, Kab. Semarang Jawa Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Dasar di Gugus Gedongsongo Kecamatan Sumowono. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar di gugus Gedong Songo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model game based learning berbantuan aplikasi smartdle mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan nilai rata-rata kelas eskperimen dan kelas kontrol serta menunjukkan taraf signifikansi < 0,05. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan adanya pengaruh dengan dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,019. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan taraf signifikansi 0,00. Model game based learning perlu dikembangkan lagi dengan dipadukan dengan media-media yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR PADA MATA KULIAH PENGELOLAAN KELAS DAN PENGAJARAN MIKRO Dyah Indraswati; Prayogi Dwina Angga; Iva Nurmawanti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7887

Abstract

This study aims to analyze the basic teaching skills of PGSD students, FKIP, University of Mataram in class management and micro-teaching courses. The method used is descriptive quantitative. The research subjects were PGSD semester VI students of class 6E.3, a total of 10 people. The instruments used in the data collection process were assessment rubrics and observation sheets during the last practice of microteaching activities. The 8 aspects of basic teaching skills carried out for the microteaching assessment include questioning skills, explaining skills, using variations skills, reinforcement skills, opening and closing skills, small group and individual teaching skills, class management skills, and small group discussion guiding skills. Based on the results of the research, the average in each aspect of the basic teaching skills is good and ready to continue the practice of introducing the field of schooling (PLP). Aspects of basic teaching skills that need to be improved are closing skills. What is lacking is that some students sometimes do not remember to give further assignments and inform further material, as well as time management that is not precise and not optimal, because time is dominated by core activities.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan dasar mengajar mahasiswa PGSD, FKIP, Universitas Mataram pada mata kuliah pengelolaan kelas dan pengajaran mikro. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi PGSD semester VI kelas 6E.3 yang keseluruhannya berjumlah 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah rubrik penilaian dan lembar observasi pada saat praktik terakhir kegiatan microteaching. 8 aspek keterampilan dasar mengajar yang dilakukan untuk penilaian microteaching antara lain keterampilan bertanya, keterampilan menjelaskan, keterampilan menggunakan variasi, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Berdasarkan hasil penelitian secara rata-rata pada setiap aspek keterampilan dasar mengajar sudah baik dan siap untuk melanjutkan praktik pengenalan lapangan persekolahan (PLP). Aspek keterampilan dasar mengajar yang perlu ditingkatkan adalah keterampilan menutup pelajaran. Hal yang dirasa kurang adalah beberapa mahasiswa terkadang tidak ingat untuk memberikan penugasan selanjutnya dan menginformasikan materi selanjutnya, serta pengelolaan waktu yang kurang tepat dan kurang maksimal, karena waktu lebih didominasi untuk kegiatan inti.
PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM DENGAN AKUN BELAJAR.ID PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) Nisa Afrinauly Nabila; Zunus Arifin; Zulkipli Lessy
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7869

Abstract

This paper aims to find out how to use Google Classroom at SMA Negeri 9 Padang by using the studi.id account for PAI learning. The form and type of this research is field research using a qualitative descriptive method. Data collection was used by observation, interviews and documentation at SMA Negeri 9 Padang. Based on the findings in the field, it is known that learning using google classroom with the studi.id account consists of lesson planning, learning implementation and evaluation. In planning learning using Google Classroom, educators develop a Learning Implementation Plan (RPP). In the implementation of learning using Google Classroom consists of three stages, namely introduction, core activities and closing. At the evaluation stage of the use of Google classroom carried out by educators in this evaluation includes 3 domains namely affective, cognitive and psychomotor. Based on the results of the research, the authors found that the studi.id account has advantages over regular google classroom accounts including: Google Classroom on a personal account cannot create a video call link with Google Meet for online classes, while the id study account can create a Meet link for classes. Google Classroom's capacity for personal accounts is only 20 teachers and 250 students and there is no feature to invite guardians of students, while the studi.id account can accommodate 20 teachers and 1,000 students and can invite guardians to get guardian reports. Assignments in the Classroom personal account do not import grades from Google form, there is no Chromebook locked mode, and there is no check for originality of student answers, while the learning id account has a feature to import grades from Google form, there is Chromebook locked mode, and there is a check for originality of student answers.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan google classroom di SMA Negeri 9 Padang dengan menggunakan akun belajar.id pada pembelajaran PAI. Bentuk dan jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data digunakan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi di SMA Negeri 9 Padang. Berdasarkan hasil temuan di lapangan diketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan google classroom dengan akun belajar.id terdiri dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Pada perencanaan pembelajaran dengan menggunakan google classroom pendidik menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan google classroom terdiri dari tiga tahap yakni pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Pada tahap evaluasi penggunaan google classroom yang dilakukan pendidik dalam evaluasi ini mencakup 3 ranah yaitu afektif, kognitif dan psikomotorik. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa akun belajar.id memiliki keunggulan dibanding akun google classroom biasa diantaranya: Google Classroom pada akun pribadi tidak dapat membuat link panggilan video dengan Google Meet untuk kelas online, sedangkan akun belajar id  dapat membuat link Meet untuk kelas. Kapasitas Google Classroom untuk akun pribadi hanya 20 orang guru dan 250 orang siswa dan tidak ada fitur undang wali siswa, sedangkan akun belajar.id dapat menampung 20 guru dan 1.000 siswa dan dapat mengundang wali untuk mendapatkan laporan wali. Penugasan di Classroom akun pribadi tidak terdapat  impor nilai dari google form, tidak ada mode terkunci Chromebook, dan tidak ada cek orisinalitas jawaban siswa, sedangkan akun belajar id terdapat fitur impor nilai dari google form, ada mode terkunci Chromebook, dan ada cek originalitas jawaban siswa.
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING BERBANTUAN PAPAN PETUALANGAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Lisa virdinarti putra; Kartika Yuni Purwanti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7873

Abstract

Problem solving is one of the abilities that must be mastered by elementary school students, especially regarding learning to count. So the authors apply the problem solving learning model using adventure board media to determine the influence in dealing with this problem solving ability. This research uses quantitative methods. This type of research is an experiment with a nonequivalent control group design. The population in this study were students of VA and VB grades at SDN Ungaran 01. Data analysis techniques used the normality test, homogeneity test, and independent sample t test. The results showed that there were differences in the application of problem solving learning models to problem solving abilities using adventure board media in mathematics learning for fifth grade students. This was proven by the significance level which showed a sig count value of 0.002 <0.05. So it can be concluded that the problem solving learning model using adventure board media can provide changes in improving students' problem solving abilities.Pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya mengenai pembelajaran berhitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dalam menangani kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan bentuk ¬nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA dan VB SDN Ungaran 01. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan dalam penerapan model pembelajaran problem solving terhadap kemampuan pemecahan masalah menggunakan media papan petualangan pada pembelajaran matematis siswa kelas V. Hal ini terbukti dengan taraf signifikasi yang menunjukkan nilai sig hitung 0,002 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem solving menggunakan media papan petualangan dapat memberikan perubahan peningkatan pada kemampuan pemecahan masalah siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA APRON HITUNG PADA ANAK USIA DINI Nurul Aulia; Dewi Fitria
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7878

Abstract

This development research aims to determine the feasibility of learning media, namely counting apron media equipped with a guidebook for using media in early childhood learning activities. This research is a type of research and development (R&D) with the ADDIE model which consists of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The focus of this research is the development of arithmetic apron media equipped with a guidebook for media use to facilitate teachers in making and using arithmetic apron media. The instrument used to collect data is a questionnaire given to validators, namely material expert validators, and media expert validators. Interview instruments given to teachers before and after using the counting apron media developed in this study.  Based on the validation results from the material expert validator, the score was 94.5% with the category "Very Feasible", and the results of the media expert validator obtained a score of 98.4% with the category "Very Feasible". The results of the teacher interview also stated that the counting apron media is suitable for use in early childhood learning activities. Based on the assessment score criteria, it can be said that the Calculation Apron Media Development in Early Childhood equipped with a guidebook for using the developed media is valid and very feasible to use in the early childhood learning process.
STRATEGI PENGASUH PONDOK PESANTREN SUKAMAJU DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN MENTAL SANTRI Ai Durotus Sopiah; Zulkipli Lessy
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7877

Abstract

Islamic boarding schools, which are institutionalized in the community, especially in rural areas, are one of the oldest Islamic educational institutions in Indonesia. Living in a boarding school that mingles with other individuals becomes a challenge for students when living in a boarding school. Sukamaju Islamic Boarding School is a boarding school that has students who are not only Muslim, but there are also students who have other religious backrounds such as Catholic and Protestant. The Sukamaju Islamic Boarding School in not only a religious boarding school but also has a variety of ethnicities, languages and cultures. The purpose of this research is to examine how the Sukamaju Islamic Boarding School caregiver’s strategy in improving the mental resilience of students. This research uses a qualitative method with a descriptive-analitical approach. Primary data sources were obtained through interviews and secondary data sources were obtained through literature and documentation studies. Interviews were conducted with two informants, namely the general leader of Pondok Pesantren Sukamaju and the dormitory coach. The results of this study explain that the strategies carried out by caregivers in increasing the mental resilience of students can be implemented well and the success of the various strategies provided by caregivers has a good affect on student.Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji bagaimana strategi pengasuh Pondok Pesantren Sukamaju dalam meningkatkan ketahanan mental santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis. Sumber data primer diperoleh malalui wawancara dan sumber data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Pelaksanaan wawancara dilakukan dengan dua informan yaitu pimpinan utama Pondok Pesantren Sukamaju dan pengasuh Pondok Pesantren Sukamaju. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa terdapat empat strategi yang dilakukan oleh pimpinan utama Pondok Pesantren Sukamaju untuk meningkatkan ketahanan mental santri termasuk mengasah logika para santri, merancang metode pembelajaran yang aktif, tidak ada sekat antara santri dan masyarakat, mengadakan perayaan atas segala aktivitas yang telah dilaksanakan oleh para santri. Sedangkan strategi yang dilakukan pengasuh asrama dalam meningkatkan ketahanan mental santri ada enam: pemberian edukasi mengenai kebersamaan, memfasilitasi kebutuhan santri, mengikuti segala keinginan setiap santri yang sekiranya dapat dijangkau dan didukung oleh keadaan, menyediakan makanan lokal bagi setiap santri di waktu tertentu, merelakan segala harta benda yang dimiliki oleh pengasuh, cara menyelesaikan masalah dilakukan secara face to face atau mediasi. Karena itu, disimpulkan bahwa strategi-strategi yang diketengahkan oleh pimpinan utama dan pengasuh Pondok Pesantren dapat diiplementasikan dengan baik, dan keberhasilan atas ragam strategi yang diberikan dapat berefek signifikan terhadap peningkatan ketahanan mental para santri.
PENERAPAN MEDIA MAZE DAN POHON ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK MADANI LUBUK PAKAM T.A 2022-2023 Indah Anggraini; Darajat Rangkuti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7879

Abstract

Based on observations at MADANI Lubuk Pakam Kindergarten, it can be said that children's cognitive abilities are still underdeveloped. The purpose of this study was to determine which is more effective the use of maze media than the use of number tree media on cognitive abilities of children aged 5-6 years at MADANI Lubuk Pakam Kindergarten T.A 2022-2023. This research is a type of quantitative research with a research design using a quasi-experiment with a control group pre-test posttest approach. Parallel design is used to compare between two independent groups (group comparison), namely the control group and the experimental group. The population to recognize children's abilities is 40 children from 4 indicators. And the research sample is group B students of MADANI Lubuk Pakam Kindergarten, namely the nature center class of 20 children and the art center class of 20 children. The average value before using the maze media is 7.05, and the number tree media is 7, the average value after using the maze media is 14.35 and the number tree media is 12.45. The data analysis technique uses statistical tests, namely normality test, homogeneity test, and also hypothesis testing using the T test. According to the results of the research obtained Thitung = 1.91 then compared to the price of Ttabel at dk = (n1 + n2) - 2 = (20 + 20) - 2 = 38 from a significant level of 5% (α = 0.05) found in the distribution list Ttabel is 1.68. So by comparing between Thitung and Ttabel, it is obtained that Thitung> Ttabel, then H0 is rejected and Ha is accepted, namely 1.91> 1.68. With the price of Thitung> Ttabel, this indicates that there is a difference in the score of the post-test results between the maze media and the number tree media. So it can be concluded that children's cognitive abilities using maze media are more effective than using number tree media in children aged 5-6 years at MADANI Lubuk Pakam Kindergarten.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BALOK HURUF TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA RIZKI WAHYU ANANDA KEC. PAGAR MERBAU T.A 2022-2023 Suci Ananda; Darajat Rangkuti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7880

Abstract

The problem in this study is that children's beginning reading skills are still classified as very low, this is because teachers only use origami paper, teachers who do not use interesting learning media. The purpose of this study was to determine whether there is a significant effect of using letter block media on the ability to read the beginnings of children aged 5-6 years at RA Rizki Wahyu Ananda Kec Pagar Merbau T.A 2022-2023. The method in this study includes the type of research that uses the One-Group Pre-test-Post-test Design research design, this research is included in the type of experimental research using a quantitative approach. The results of this study concluded that there is a significant effect of using letter block media on the ability to read the beginnings of children aged 5-6 years at RA Rizki Wahyu Ananda Kec Pagar Merbau T.A 2022-2023, this is evidenced by the results of hypothesis testing using the t-test. Thitung = 2.883> 1.729, and because dk = (n-1) = (20-1) = 19 and the real level α = 0.05. Then obtained Thitung greater than Ttabel or 2.883> 1.729. Thus it can be concluded that the use of letter block media has a significant effect on the ability to read the beginnings of children aged 5-6 years at RA Rizki Wahyu Ananda Kec Pagar Merbau, this is evidenced by the results of the pre-test and post-test. It can be seen that the calculation of the average value of children before being given treatment is lower than after being given treatment. The average child's beginning reading ability after the use of letter block media is 13.85 which is in the high category, while the average value of children before the use of letter block media gets a value of 7.5 which is in the sufficient category.

Page 1 of 2 | Total Record : 11