cover
Contact Name
Armeida Dwi Ridhowati Madjid
Contact Email
armeida@uin-malang.ac.id
Phone
+6281233402334
Journal Mail Official
alchemy@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Gedung BJ Habibie Lt 2 Jl. Gajayana 50 Malang 65144 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Alchemy : Journal of Chemistry
ISSN : 20861710     EISSN : 24606871     DOI : http://dx.doi.org/10.18860/al
ALCHEMY: Journal of Chemistry (eISSN 2460-6871) is a scientific journal that focus on chemistry. This journal publishes a scientific article that cover research and review articles. Research topics for this journal such as natural science, physical chemistry, inorganic chemistry, organic chemistry, environment, biochemistry, marine, energy and other related-sciences. ALCHEMY: Journal of Chemistry also accepts article about halal products and chemistry on Islamic perspectives.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY" : 8 Documents clear
Nanomagnetit Terlapis Silika Sebagai Adsorben Ion Ni(II) Kusuma, Muhammad Akbar Ilyas Jaya; Kusumaningrum, Irma Kartika
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 12, No 2 (2024): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v12i2.23508

Abstract

Ekstraksi Fasa Padat Magnetik telah dikembangkan sebagai suatu metode pemisahan dengan menggunakan adsorben bersifat magnetik. Adsorben terdiri atas inti magnetis yang disalut dengan pelapis. Penelitian ini mensintesis nanomagnetit terlapis silika terfungsionalisasi Ethylenediaminetetraacetic Acid (EDTA) sebagai adsorben ion nikel(II). Proses sintesis dan karakterisasi adsorben dalam penelitian ini meliputi 1) Ekstraksi silika dari pasir kuarsa, 2) Sintesis nanomagnetit menggunakan metode kopresipitasi, 3) Pelapisan nanomagnetit menggunakan silika hasil ekstraksi untuk menghasilkan Fe3O4@SiO2, 4) Fungsionalisasi nanomagnetit terlapis silika dengan EDTA melalui perantara 3-Aminopropyltriethoxysilane (APTES). Hasil ekstraksi dan sintesis yang diperoleh kemudian dikarakterisasi menggunakan instrumen X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui kadar kandungan hasil ekstraksi, Fourier Transform Infra-Red (FTIR) untuk mengetahui spektra khasnya, X-Ray Powder Diffraction (XRD) untuk mengetahui kristalinitasnya, Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui morfologi permukaannya, serta Vibrating Sample Magnetometer (VSM) untuk mengetahui sifat kemagnetan. Kemampuan adsorpsi maksimal adsorben untuk mengikat ion nikel(II) ditentukan dari persentase massa ion nikel(II) terbesar yang diserap per gram adsorben pada uji variasi persentase ion nikel(II) terhadap variasi massa adsorben. Karakterisasi menggunakan XRF menunjukkan ekstraksi silika memiliki komposisi oksida SiO2 sebesar 99,2%. Karakterisasi FTIR menunjukkan puncak serapan pada 1067 cm-1 berkorelasi dengan ikatan Si-O silika hasil ekstraksi. Puncak serapan 687 cm-1, 1033 cm-1, dan 1510 cm-1 berkorelasi dengan ikatan Fe-O, Si-O, dan C=O pada nanomagnetit terlapis silika terfungsionalisasi EDTA. Hasil karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan kesamaan antara pola difraksi hasil sintesis dengan pola difraksi nanomagnetit pada JCPDS No. 19-0629. Nanomagnetit berukuran 37-46 nm dan memiliki kekuatan magnetik sebesar 57 emu/g.
Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Karbon Aktif Teraktivasi NaCl Sebagai Adsorben untuk Menjerap Logam Cr(VI) Fauziah, Zahra Nur; Fathurrahman, Muhammad; Kusumawardani, Linda Jati; Heliawati, Leny
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 12, No 2 (2024): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v12i2.25825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis serta menentukan kondisi optimum adsorpsi ion logam Cr (VI) oleh karbon aktif sekam padi teraktivasi NaCl. Penelitian ini dilakukan melewati tahap sintesis berupa serbuk sekam padi berukuran 60 mesh yang dikarbonisasi pada suhu 500 oC selama 2 jam dan selanjutnya diaktivasi menggunakan NaCl 5%. Karakterisasi karbon aktif sekam padi kemudian dilakukan menggunakan FTIR, SEM dan BET. Optimasi dilakukan menggunakan model rancangan Response Surface Methodology (RSM) desain Box Behnken terhadap 3 variabel bebas yaitu pH, bobot adsorben, dan waktu kontak. Efisiensi adsorpsi maksimum yang didapatkan kemudian dievaluasi menggunakan persamaan isoterm Langmuir dan Freundlich. Hasil penelitian menunjukan bahwa karbon aktif berhasil disentesis dan memiliki luas permukaan sebesar 236,884 m2/g. Kondisi optimum untuk proses adsorpsi adalah pada pH 2,13, bobot adsorben 0,7531 gram, serta waktu kontak 59,77 menit pada 50 mL larutan Cr (VI) 10 mg/L dan menghasilkan efesiensi adsorpsi 99,99%. Adsorpsi Cr (VI) oleh karbon aktif sekam padi teraktivasi NaCl mengikuti persamaan Langmuir.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Lotion Pencegah Photo Aging Ekstrak Etanol Buah Ficus racemosa L. Suryani, Novia; Ernita, Nevi; Hidayanti, Baiq Rauhil; Damalianti, Yulia
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 12, No 2 (2024): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v12i2.23757

Abstract

This study aims to determine the potential of ethanol extract of elo fruit (Ficus racemosa L.) as a photo-aging lotion preparation. Photo aging preventive lotion formulation was made in 5 variations. Each formulation was tested for characterization of physical properties in the form of pH test, diameter of spreadability, homogeneity, and stability through 3 cycles. Ethanol extract of elo fruit was obtained using a simple maceration method in 96% ethanol solvent. Based on the results of the qualitative phytochemical test, the ethanol extract of elo fruit contains flavonoid and tannin compounds. The pH test results show that the lotion formulation has a range of 7.27 - 7.65. The results of the diameter of spreadability using a weight of 200 g, 400 g, and 600 g obtained a diameter in the range of 2.16 cm - 3.70 cm. Each lotion formulation has good homogeneity. The results of the stability test against 4oC and room temperature showed no changes in aroma, color, and texture that occurred in each lotion formulation F1 - F5.
Isolasi dan Identifikasi Metabolit Sekunder dari Kulit BatangBintangur (CALOPHYLLUM BICOLOR) Sukandar, Dede -; Abbas, Jamillah; Habibah, Nurfitriany; Rudiana, Tarso; Rohman, Saeful
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 12, No 2 (2024): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v12i2.26634

Abstract

Isolation and identification of secondary metabolite compounds from stem bark of Bintangur (Calophyllum bicolor) have been reported. Isolation was carried out using the maceration method with 70% ethanol solvent and fractionation of the ethanol extract by column chromatography using n-hexane solvent. The n-hexane fraction resulting from column chromatography was subjected to gravity chromatography with the mobile phase n-hexane: ethyl acetate (8:2) producing isolate 1. The results of purification of isolate 1 using fast column chromatography with the mobile phase dichloromethane: methanol (1:1) and a UV light detector at ƛ 254 nm, compound 1 was obtained. Meanwhile, identification of compound 1 was carried out through UV-Vis spectroscopy, FTIR and LCMS analysis. The identification results of compound 1 using UV-Vis spectroscopy showed the presence of an aliphatic ring double bond chromophore (λmax 233.5; 295 nm). FTIR results indicated the presence of vibrations of the OH group (3417 cm-1), CH alkanes (2933; 2864; 1456; 545 cm-1), and C=C alkenes (1618 cm-1). Analysis results using LCMS showed a molecular ion peak at [M]+ m/z = 386.96 at a retention time of 11.6 minutes, indicating a molecular weight of 386 and a molecular formula (C27H46O) that corresponds to a terpenoid compound. Keywords: isolation, identification, terpenoid, bintangur (Calophyllum bicolor) AbstrakIsolasi dan identifikasi senyawa metabolit sekunder dari kulit batang bintangur   (Calophyllum   bicolor)   telah   dilaporkan.  Isolasi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan fraksinasi ekstrak etanol dengan kromatografi kolom menggunakan pelarut n-heksana. Fraksi n-heksana hasil kromatografi kolom dikromatografi grafitasi dengan fase gerak n- heksana : etil asetat (8:2) menghasilkan isolat 1. Hasil pemurnian isolat 1 menggunakan kromatografi kolom cepat dengan fase gerak diklorometana : metanol (1:1) dan  detektor sinar UV pada ƛ 254 nm diperoleh senyawa    1. Sedangkan identifikasi  senyawa 1 dilakukan melalui analisis spektroskopi UV-Vis, FTIR, dan LCMS. Hasil identifikasi senyawa 1 menggunakan spektroskopi UV-Vis  menunjukkan adanya kromofor ikatan rangkap cincin alifatik (λmaks 233,5 nm; 295 nm). Hasil FTIR mengindikasikan adanya vibrasi gugus OH (3417     cm-1), CH alkana (2933; 2864; 1456; 545 cm-1), dan C=C alkena (1618 cm-1). Hasil Analisa menggunskan LCMS menujukkan puncak ion molekul pada [M]+ m/z = 386,96 pada waktu retensi 11,6 menit, menunjukkan berat molekul 386 dan rumus molekul (C27H46O) yang sesuai dengan senyawa terpenoid. Kata kunci: isolasi, elusidasi, terpenoid, bintangur (Calophyllum bicolor)
Uji Banding Metode Penentuan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) secara Titrimetri dan Spektrofotometri Visible untuk Pengembangan Prosedur Praktikum Kimia Lingkungan Yunisari, Yuneta Dwi; Utomo, Yudhi; Sholikah, L. Putri
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 12, No 2 (2024): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v12i2.24123

Abstract

Chemical Oxygen Demand (COD) merupakan parameter utama dalam pengujian kualitas air. Nilai COD digunakan sebagai indeks terhadap pencemaran air yang dilakukan oleh zat – zat organik yang dapat dioksidasi melalui mikrobiologis, sehingga dampak yang ditimbulkan adalah berkurangnya oksigen terlarut dalam air. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil perbandingan uji penentuan kadar COD secara titrimetri dan spektrofotometri yang kemudian dibandingkan untuk mengetahui metode yang lebih efektif yang akan dikembangkan dalam praktikum kimia lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian laboratoris menggunakan metode refluks tertutup. Tahapan penelitian ini : (1) Preparasi dan pembuatan digestion solution, perekasi asam sulfat, larutan baku, dan deret standar, (2) Pengukuran presisi dan akurasi COD secara titrimetri dan spektrofotometri, (3) Uji t untuk membandingkan hasil dari kedua metode tersebut. Pengujian dilakukan sebanyak 8 kali pengulangan. Dalam pengukuran kadar COD menggunakan larutan COD CRM (Certified Referenced Material) sebagai larutan baku. Hasil peneitian menunjukkan pengukuran COD menggunakan metode spektrofotometri refluks tertutup telah memenuhi syarat keberterimaan dengan nilai %RSD 1,69% dan %Recovery sebesar 101,42%. Pengujian COD secara titrimetri refluks tertutup juga memenuhi syarat keberterimaan dengan nilai %RSD 5,07% dan %Recovery sebesar 109,67%. Kata Kunci: COD (Chemical Oxygen Demand), spektrofotometri visible, titrimetri
Analisis Kadar Senyawa Flavonoid Pada Kombinasi Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dan Daun Sirsak (Annona muricata L.) Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Ni'mah, Hilmatun; hasanah, Ulfatun; Inayah, Nurul; Mubarak, M. Zainun Syauqil
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 12, No 2 (2024): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v12i2.25746

Abstract

Metabolit sekunder berupa senyawa flavonoid pada tumbuhan yang terdiri dari 15 atom karbon yang mempunyai beberapa fungsi, salah satunya sebagai antioksidan yang dapat menangkap radikal bebas. Senyawa flavonoid memiliki peranan penting sebagai antioksidan dengan cara mendonorkan atom hidrogennya. Daun beluntas (Pluchea indica L.) dan daun sirsak (Annona muricata L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid sebagai sumber antioksidan. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid dalam ekstrak kombinasi dari dua tumbuhan dengan spektrofotometer UV-Vis. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol pa. Hasil maserat digunakan untuk uji fitokimia berupa uji reagen dan uji taubeck serta penentuan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometer Uv-Vis dengan standar kuersetin. Kadar total dari senyawa flavonoid pada sampel dihitung dengan memasukkan ke dalam persamaan regresi linear y = ax-b, yang diperoleh dari kurva kalibrasi kuersetin sebagai pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji reagen dengan HCl + serbuk Mg menunjukkan hasil yang negatif karena tidak adanya perubahan warna pada sampel uji menjadi merah hingga jingga. Sedangkan uji taubeck menunjukkan hasil yang positif dengan adanya larutan berfluorosensi kuning-merah. Hasil analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode AlCl3 menunjukkan bahwa kandungan flavonoid pada ekstrak tunggal daun beluntas lebih tinggi dibandingkan daun sirsak sebesar 115,5212 mg Ek/g, sedangkan ekstrak kombinasi 2:1 lebih tinggi dibandingkan kombinasi 1:1 dan 1:2. , yaitu sebesar 113, 1489 mg Ek/g.
Analisis KadarTimbal (Pb) pada Kubis (Brassica oleraceae L.) dari Sentra 2 Kecamatan Kabupaten Malang menggunakan Metode Destruksi Basah Tertutup (Refluks) secara Spektroskopi Serapan Atom (SSA) Meyfian, Yusha Hasna; Dewi, Diana Candra
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 12, No 2 (2024): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v12i2.25802

Abstract

Kubis yang ditanam dipinggir jalan memungkinkan terpapar polusi asap kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar timbal (Pb) pada sampel kubis. Pengambilan sampel dilakukan dengan variasi jarak (10, 20, 30 meter) dan perlakuan sampel (tanpa pencucian, pencucian, perendaman, perebusan). Sampel di refluks dengan zat pengoksidasi HNO3 + H2SO4 (3:1) dianalisis secara Spektroskopi Serapan Atom (SSA). Hasil kadar logam timbal dalam sayuran kubis di Kecamatan Ngantang dan Kecamatan Pujon jarak 10 meter 20 meter 30 meter dan kadar logam timbal perlakuan tanpa pencucian pencucian perendaman perebusan. Berdasarkan hasil uji statistika two way ANOVA didapatkan nilai sig 0.005 dan Fhitung Ftabel yang menunjukkan bahwa variasi jarak dan perlakuan sampel berbeda nyata serta berpengaruh secara signifikan terhadap kadar logam timbal (Pb). Cabbage planted on the side of the road may be exposed to vehicle exhaust pollution. This research aims to determine lead (Pb) levels in cabbage samples. Sampling was carried out at varying distances (10, 20, 30 meters) and sample treatment (without washing, washing, soaking, boiling). Samples refluxed with the oxidizing agent HNO3 + H2SO4 (3:1) were analyzed using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Results of lead metal levels in cabbage vegetables in Ngantang District and Pujon District, a distance of 10 meters 20 meters 30 meters and metal levels of treated tubs without washing washing soaking boiling. Based on the results of the two way ANOVA statistical test, the sig value was 0.005 and Fcount Ftable, which shows that variations in distance and sample treatment were significantly different and had a significant effect on lead (Pb) levels.
Sintesis Nanopartikel Hematit (α-Fe₂O₃) dari Limbah dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L) Nidayanti, Nidayanti; Khoiroh, Llik Miftahul
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 12, No 2 (2024): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v12i2.26864

Abstract

Lathe iron waste contains high iron elements, namely 97.11%, which can potentially be a precursor in hematite synthesis. Hematite is an iron oxide with high stability, high durability, good covering ability, strong coloring power, and non-toxic properties that can be used as a pigment. The method used in this research was precipitation with varying concentrations of papaya leaf extract, namely 20%, 30%, and 40%. The synthesis results were characterized using XRD, Color reader, FTIR, and SEM instruments. This research examines the effect of varying papaya leaf extract concentrations on hematite pigment characteristics. The results of XRD characterization show that the synthesized product is hematite with a rhombohedral structure, which has a crystal size of 32 – 39 nm. Color grades include L*, a*, b*, and C*, produced according to the standard range of hematite pigments. Variations in the concentration of papaya leaf extract show that the greater the concentration of the extract, the darker the red pigment produced. FTIR characterization results show the presence of Fe-O groups at wave numbers 518 and 432 cm-1. The SEM results are aggregate, with average particle sizes for each variation of 2.1, 41.0, and 8.1 nm, respectively.

Page 1 of 1 | Total Record : 8