cover
Contact Name
Yusuf Ratu Agung
Contact Email
ratuagung@psi.uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
psikoislamika@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam
ISSN : 18295703     EISSN : 26555034     DOI : -
Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam ISSN (print): 1829-5703 ISSN (media online) : 2655-5034 adalah media komunikasi dan publikasi ilmiah di bidang ilmu Psikologi yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam memuat artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu Psikologi dan Psikologi Keislaman, diantaranya bidang Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikometri, Psikologi Eksperimen, Psikologi Terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Selayang Pandang Harmonisasi Spiritual Sufi Dalam Psikologi Agama Saliyo, Saliyo
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3027.123 KB) | DOI: 10.18860/psi.v11i2.6383

Abstract

Agama berkaitan dengan perilaku manusia yang bersifat formal dilakukan secara bersama dan doktrin yang bersifat umum. Sisi lain spiritual berkaitan dengan perilaku yang unik, personal dan non formal. Terkadang sulit membedakan antara agama dan spiritual. Terkadang spiritual menjadi agama dalam agama. Bentuk spiritual dalam agama Islam adalah perilaku sufi. Sufi bagi penganutnya menjadi agama dalam agama. Sufi mengajarkan penganutnya untuk bisa bertemu dengan Tuhan. Itulah pesona yang selalu ditebarkan oleh orang-orang sufi. Diantara ajaran sufi yang dapat bertemu dengan Tuhan adalah ajaran sufi Jalaludin Rumi. Jalan cinta sufi Jalaludin Rumi, sufi tidak hanya melampaui dunia sekarang yang dialaminya. Cinta sufi menembus dunia masa depan yang hanya dijangkau melalui imajinasi sekarang. Menurut Rumi cinta tidak dapat diungkapkan lewat kata-kata saja. Cinta adalah pengalaman yang berada dalam seberang pemikiran. Cinta adalah pengalaman yang lebih nyata daripada dunia dan segala yang ada di dalamnya. llrnu psikologi menjelaskan bahwa cinta memiliki tiga komponen yaitu pengasuhan, kasih sayang, dan keakraban. Pengasuhan memiliki makna bimbingan dan tuntunan menuju jalan yang benar. Kasih sayang merupakan kebutuhan ingin bersama untuk mengadakan kontak fisik dan untuk memilikinya. Keakraban merupakan ikatan khusus saling pengertian tak terucapkan dari keduanya. Keakraban merupakan hal yang eksklusif yang melibatkan komunikasi yang hanya dimengerti oleh orang yang saling mencintai. Kesimpulannya agama sufi mengajarkan untuk cinta terhadap Tuhan. Seseorang yang mampu menembus derajat cinta terhadap Tuhan akan melahirkan kehidupan yang damai, tenang dengan penuh keharmonisan. Cinta melahirkan kebahagiaan, kebermaknaan dan kepuasan. Cinta melarang pertikaian, dan penistaan.
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Tawuran Pelajar Setiawan, Eko
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2810.678 KB) | DOI: 10.18860/psi.v12i2.6401

Abstract

Brawl among adolescents currently emerging-proliferation. Brawl among students has been as commonplace among students Indonesia. Student brawls itself sometimes based on reasons that are not clear and unreasonable such as among schoolchildren taunted each other which eventually led to the brawl. The most surprising thing was when the arena fights made the event a show of force among students, which when students are won from the brawl, then regarded as a hero.
Kerentanan Mengalami Kekerasan pada Anak yang Berkonflik dengan Hukum selama Menjalani Proses Hukum Fauziyah, Nailatin
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3439.048 KB) | DOI: 10.18860/psi.v13i2.6434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekerasan yang dialami oleh anak-anak yang berkonflik dengan hukum selama proses hukum, mulai dari tahap penyelidikan ke tahap pengawasan setelah melakukan kriminalitas. Metode yang digunakan adalah studi kasus dan metode penggalian data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada pendapat Miles dan Huberman, menggunakan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Responden terdiri dari 2 anak-anak yang menjalani proses hukum, orang tua dari anak yang berkonflik dengan hukum, dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak yang berkonflik dengan hukum rentan terhadap penyalahgunaan dari tahap penangkapan, penyelidikan, percobaan, dan pasca-vonis. Bentuk-bentuk kekerasan yang dialami oleh anak-anak yang berkonflik dengan hukum termasuk kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan verbal, dan penyalahgunaan keuangan. Kekerasan mengalami dampak psikologis, fisiologis, dan sosial pada anak yang berkonflik dengan hukum.
Dukungan Sosial Pada Prestasi dan Faktor Penyebab Kegagalan Siswa SMP dan SMA Iksan, Mohamad
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psi.v10i1.6361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi mengenai kontribusi dukungan sosial terhadap prestasi dan faktor penyebab kegagalan yang berkontribusi terhadap kegagalan siswa SMP dan siswa SMA. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey kualitatif dengan teknik pengambilan data open ended questionnaire, adaptasi dari kuesioner Achievement yang dikembangkan oleh Kim (Kim dkk, 2006). Pengambilan data tambahan dilakukan dengan wawancara personal (Shaughnessy dkk, 2007) secara terbuka. Total responden 725 partisipan yang terdiri dari 248 pelajar SMP dan 473 SMA, ditambah 2 pelajar SMP dan 2 Pelajar SMA hasil wawancara personal. Data hasil penelitian tersebut diolah dengan proses kategorisasi dengan teknik Content Analysis data. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa kontribusi dukungan sosial secara langsung dari keluarga lebih berperan terhadap pencapaian prestasi pada subjek SMP (86,0%) maupun SMA (81,6%), dibandingkan kontribusi dukungan sosial yang diterima dari teman (SMP 8,0% SMA 11,6%) dan guru (SMP 6,0% SMA 6,8%). Besarnya kontribusi dukungan sosial secara langsung terhadap pencapaian prestasi tidak terlepas dari bentuk dukungan yang diterima oleh subjek. bentuk dukungan emosional (SMP 47,7% SMA 54,0%) merupakan frekuensi bentuk dukungan sosial yang paling tinggi diterima subjek pelajar SMP dan SMA dari sumber dukungan sosial yang mereka miliki yang diikuti bentuk dukungan relasional (SMP 14,0% SMA 7,6%), dukungan spiritual (SMP 13,4% SMA 9,9%), dukungan material (SMP 12,6% SMA 14,3%), dukungan informasional (SMP 11,2% SMA 13,9%) dan dukungan temporal (SMP 1,2% SMA 0,2%). Namun, kontribusi dukungan sosial secara langsung cenderung menurun pada kelompok siswa SMA. Selanjutnya, kegagalan seseorang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Frekuensi tertinggi adalah faktor internal yang berkontribusi pada kegagalan baik pada kelompok SMP (79,0%) maupun pada kelompok SMA (87,1%). Faktor eksternal yang berkontribusi terhadap kegagalan pada pelajar SMP sebesar 21,0% dan pada SMA sebesar 12,9%.
Dinamika Psikologis Istiqomah pada Santri Hamilil Quran Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an Tebuireng Budi, Arif Stiyo; Mahpur, Muhammad
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1555.255 KB) | DOI: 10.18860/psi.v11i1.6377

Abstract

Seorang yang telah hafal Al-qur'an 30 juz dengan sempurna, dalam Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an seorang tersebut disebut dengan Hamilil Qur'an. Dalam proses mengahafal Al-qur'an maupun telah hafal Al-qur'an seseorang tersebut tentu tidak akan lepas dengan istiqomah sebagai salah satu cara dalam menjaga akan hafalan Al-qur'annya, begitupula dengan seorang yang sudah memiliki gelar Hamilil Qur'an.Sangat minimnya kajian istiqomah dalam ilmu psikologi menjadikan ketertarikan tersendiri bagi peneliti untuk melakukan penelitian mengenai hal tersebut. Dalam hal ini subjek yang digunakan oleh peneliti yaitu santri Hamilil Qur'an, dikarenakan santri yang Hamilil Qur'an tidak akan luput dari ber-istiqomah dalam menjaga hafalan Qur'annya. Sehingga nantinya peneliti ingin mengungkap apa makna istiqomah tersebut bagi santri Hamilil Qur'an serta bagaimana dinamika psikologis dari Hamilil Qur'an yang dapat diungkap nantinya.
Hope-Based Intervention untuk Menurunkan Stres Serta Meningkatkan Harapan dan Subjective Well-being pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Sosialita, Tiara D.; Hamidah, Hamidah
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4122.667 KB) | DOI: 10.18860/psi.v12i1.6396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas hope-based intervention untuk menurunkan stres serta meningkatkan harapan dan subjective well-being pada penderita diabetes mellitus tipe 2 menggunakan desain eksperimen pretest posttest control group design pada 20 orang penderita Diabetes Mellitus tipe 2 berusia 20-40 tahun. Alat ukur yang digunakan berupa skala stres adaptasi Perceived Stress Scale dari Cohen (1988), skala harapan adaptasi Hope Scale dari Snyder (2003) serta skala subjective well-being yang merupakan kombinasi dan adaptasi dari Satisfaction with Life Scale oleh Diener (1985) dan The Affect Balance Scale oleh Bradburn (1969). Hasil analisa data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor stres pada kelompok eksperimen dengan skor stres pada kelompok kontrol setelah adanya pemberian intervensi (p = 0,038), serta ada perbedaan yang signifikan antara skor harapan (p = 0,011) dan skor subjective well-being (p = 0,000) pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Adapun nilai efektivitas dari hope-based intervention tergolong sedang untuk variabel stres (ES = 0,45) serta tergolong besar untuk variabel harapan (ES = 1,83) dan subjective well-being (ES = 3,87). Hal ini menunjukkan bahwa hope-based intervention efektif untuk menurunkan stres serta meningkatkan harapan dan subjective well-being pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2.Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas hope-based intervention untuk menurunkan stres serta meningkatkan harapan dan subjective well-being pada penderita diabetes mellitus tipe 2 menggunakan desain eksperimen pretest posttest control group design pada 20 orang penderita Diabetes Mellitus tipe 2 berusia 20-40 tahun. Alat ukur yang digunakan berupa skala stres adaptasi Perceived Stress Scale dari Cohen (1988), skala harapan adaptasi Hope Scale dari Snyder (2003) serta skala subjective well-being yang merupakan kombinasi dan adaptasi dari Satisfaction with Life Scale oleh Diener (1985) dan The Affect Balance Scale oleh Bradburn (1969). Hasil analisa data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor stres pada kelompok eksperimen dengan skor stres pada kelompok kontrol setelah adanya pemberian intervensi (p = 0,038), serta ada perbedaan yang signifikan antara skor harapan (p = 0,011) dan skor subjective well-being (p = 0,000) pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Adapun nilai efektivitas dari hope-based intervention tergolong sedang untuk variabel stres (ES = 0,45) serta tergolong besar untuk variabel harapan (ES = 1,83) dan subjective well-being (ES = 3,87). Hal ini menunjukkan bahwa hope-based intervention efektif untuk menurunkan stres serta meningkatkan harapan dan subjective well-being pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2.
Penerimaan Diri Remaja yang Memiliki Keluarga Tiri Mufidatu Z, Fatihul; Sholichatun, Yulia
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3959.398 KB) | DOI: 10.18860/psi.v13i1.6407

Abstract

Penerimaan diri merupakan kondisi ketika seseorang mampu menerima segala aspek tentang dirinya tanpa membenci dirinya sendiri. Penerimaan diri menjadi sangat sulit di masa-masa remaja dan membutuhkan dukungan dari keluarga. Namun pembentukan keluarga baru dapat membuat remaja mengalami kesulitan yang lebih dalam untuk menumbuhkan penerimaan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerimaan diri remaja yang memiliki keluarga tiri serta mengetahui faktor-faktor yang menunjang penerimaan diri remaja yang memiliki keluarga tiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan disain studi kasus. Proses pengambilan data dilakukan dengan observasi partisipan dan juga wawancara mendalam. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja laki-laki dan perempuan yang memiliki keluarga tiri. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek yang memiliki keluarga tiri memiliki penerimaan diri yang berbeda meskipun keduanya sama-sama mendapatkan penolakan dari keluarga tirinya. Subjek perempuan memiliki penerimaan diri yang baik sementara itu subjek laki-laki kurang memiliki penerimaan diri. Usia dan jenis kelamin subjek menjadi faktor yang berperan. Faktor lain yang juga mendukung penerimaan dirinya adalah dukungan sosial, berfikir positif, pemahaman diri, konsep diri positif, memiliki keberhasilan dalam bidang tertentu, harapan realistis, serta tidak memiliki stress yang berat.
Penggunaan Teknik Shaping dengan Training pada Anak Autis Rachmawaty, Fitria
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2969.727 KB) | DOI: 10.18860/psi.v12i1.6390

Abstract

Autism is a mental disorder in children were much discussed recently. The development of autism also increased sharply in recent decades. Autism was firSt introduced in a paper in 1943 by an American psychiatrist named Leo Kanner. He found eleven children who have the same characteristics, that is not able to communicate and interact with other individuals and very indifferent to the environment outside of himself, and his behavior seemed like living in his own world. In this case use the method assessment techniques with observation and interviews, and supported by several psychological teSts. Prominent features of autistic behavior itself is the difficulty in social interaction, communication language Stereotyped or repetitive. Besides, the client Still has not been able to express his desire, one of which is a small kekamar independently, for it will be used in this case shaping techniques in shaping the behavior of the new subjects in order to be better able to express his desire to go back to the room is small. Of the technique performed showed significant on the subject, namely the change of interesting hands accompanying teachers when they want to pee, to be able to say the word "paisa" when they want to pee
The Relationship of Organizational Climate with Organizational Citizenship Behavior of Permanent Lecture Who Has Been Certified Mahmudah, Ainun; Kurniawati P, Endah
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psi.v10i2.6372

Abstract

As someone who has been recognized professionalism through certification program and is supported by a positive organizational climate should already certified lecturer at UIN Maliki Malang able to contribute optimally match the capacity and competence. Organizational citizenship behavior is a behavior that is very much appreciated when performed by lecturers while there was no formal description for improving the effectiveness and viability of the organization. Based on the above research aims to: (1) determine the organizational climate in UIN Maliki Malang, (2) determine organizational citizenship behavior on lecturer who has been certified in UIN Maliki Malang, (3) determine the relationship of organizational climate with organizational citizenship behavior of permanent lecturer that has been certified in UIN Maliki Malang. This study used quantitative research paradigm, and what kind of research is correlational research. The sample used researchers that 25% of 255 lecturers (N=60). Data collection methods in this study using the questionnaire. Based on the analysis of the study obtained the following results: 15% lecturers assess existing organizational climate very conducive, 70% lecturers assess existing organizational climate off conducive, and 15% of lecturers assess existing organizational climate less conducive. For the lecturers organizational citizenship behavior get results 18,33% to have high lecturers organizational citizenship behavior, 58,33% to have middle lecturers organizational citizenship behavior, and 23,33% to have low lecturers organizational citizenship behavior. From the correlation test results correlation coefficient (rxy) between organizational climate to lecturers organizational citizenship behavior is 0.639 with a chance of error (p) = 0.000 at significant level of 0.05. It means that the acceptance of the hypothesis (Ha), which reads: "There is a positive relationship of organizational climate with organizational citizenship behavior of permanent lecturer who has been certified in UIN Maliki Malang, where progressively conducive organizational climate, hence excelsior also lecturers organizational citizenship behavior ".
Pengaruh Self-Efficacy terhadap Resiliensi pada Anggota Resimen Mahasiswa Burhani, Muhammad Valixe; Yahya, Yahya
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3001.162 KB) | DOI: 10.18860/psi.v11i2.6389

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap resiliensi pada anggota Resimen Mahasiswa Mahasurya JawaTimur angkatan LXVII tahun 2014. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan skala CD-RISC untuk mengukur variabel resiliensi sedangkan variabel self-efficacy diukur dengan skala yang dibuat oleh peneliti berdasarkan kajian teori yang ada. Populasi dalam penelitian ini adalah Menwa aktif di lingkungan Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa timur tahun 2014 yaitu berjumlah 343 yang kemudian diambil sebagai sampel dengan menggunakan purposive sampling atau sampel bertujuan dengan mengambil 50 orang. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah bahwa ada pengaruh yang positif atau signiflkan maka (F hitung = 6,202 F tabel = 4,03) antara self-efficacy dengan resiliensi. Pengaruh self-efficacy terhadap resiliensi pada anggota Menwa sebesar 11,4% sedangkan sisanya 88,6% dipengaruhi oleh faktor lain.

Page 10 of 26 | Total Record : 254