cover
Contact Name
Yusuf Ratu Agung
Contact Email
ratuagung@psi.uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
psikoislamika@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam
ISSN : 18295703     EISSN : 26555034     DOI : -
Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam ISSN (print): 1829-5703 ISSN (media online) : 2655-5034 adalah media komunikasi dan publikasi ilmiah di bidang ilmu Psikologi yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam memuat artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu Psikologi dan Psikologi Keislaman, diantaranya bidang Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikometri, Psikologi Eksperimen, Psikologi Terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Pengaruh Pelatihan "Pengasuhan Ibu Cerdas" Terhadap Stres Pengasuhan Pada Ibu dari Anak Autis Hidayati, Fina
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3648.52 KB) | DOI: 10.18860/psi.v10i1.6359

Abstract

Past research has shown that parents of children with autism had the highest parenting stress than parents of children with other disabilities. This study aims to determine the effect of training “pengasuhan ibu CERdaS” of parenting stress in mothers of children with autism. The study subjects are 20 mothers of children with autism who experience parenting stress from midle to high category, which is divided into an experimental group and control group. The experimental group are 10 people, and the control group are 10 people (waiting list). Training “ pengasuhan ibu CERdaS “ is given by 7 sessions in the twice meetings. Parenting stress was measured using a scale of PSI (Parenting Stress Index) before being given the training (pretest), administered after training (posttest), and a week after treatment (follow-up). quantitative analysis using statistical techniques of analysis Wilcoxon signed rank (non-parametric) to know the differences between two samples. Based on quantitative data analysis of pretest and posttest measurements of the experiment for the group: the value of Z = -2.499 and 0.012 significance level (p 0.05), indicating a significant decrease in parenting stress in the experimental group after the training is given. Thus training “pelatihan ibu CERdaS” could statistically reduce parenting stress in mothers of children with autism.
Hubungan Persepsi Terhadap Keterampilan Guru Mengajar dengan Konsentrasi Belajar Siswa di Darul Karomah Randuagung Singosasri Malang Latifah, Khuzaimatul; Habib, Zainal
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3447.938 KB) | DOI: 10.18860/psi.v11i1.6375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi siswa terhadap keterampilan guru mengajar, mengetahui tingkat konsentrasi belajar siswa, serta untuk mengetahui adakah hubungan persepsi terhadap keterampilan guru mengajar dengan konsentrasi belajar siswa di AAA Darul Karomah Randuagung Singosari Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah paradigma kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa AAA Darul Karomah yang diambil 25% dari jumlah populasi yaitu berjumlah 32 orang.Pengumpulan data menggunakan skala dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling.Teknik analisa data untuk menguji validitas menggunakan rumus Product Moment dan untuk menguji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach's Alpha dengan bantuan program komputer yaitu SPSS 16.0 for windows.
Pengaruh Peran Ayah (Fathering) terhadap Determinasi Diri (self Determination) Remaja Muna, Leli Nailul; Sakdiyah, Elok Halimatus
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2502.046 KB) | DOI: 10.18860/psi.v12i1.6394

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peran ayah berpengaruh terhadap determinasi diri pada remaja kelas X di SMAN 3 Malang. Responden dalam penelitian ini berjumlah 108 orang dengan 54 orang laki-laki dan 54 perempuan. Metode penelitian data menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner terbuka. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria responden hanya anak yang tinggal bersama ayah dan ibu kandung yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Skala peran ayah disusun sendiri oleh peneliti dan skala determinasi diri diadaptasi dari skala Basic Psychological Needs scale milik Ryanft Deci. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peran ayah berpengaruh positif terhadap determinasi diri dengan nilai p= 0.000 dan nilai R 0,37. Hasil penelitian juga menemukan bahwa peran ayah sebagai pemberi perhatian dan kasih sayang {caregiver) berpengaruh terhadap rasa kemandirian (autonomy) dengan nilai p= 0,008, peran ayah sebagai konsultan dan penasihat (advocate) berpengaruh terhadap rasa kompetensi (competence) dengan nilai p= 0,04, dan peran ayah sebagai sumber daya sosial dan akademik (resource) berpengaruh terhadap rasa keterhubungan (relatedness) remaja dengan nilai p= 0,008. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peran ayah pada anak perempuan dan anak laki-laki tidak berbeda.
Akulturasi Psikologis Mahasiswa Indonesia di Thailand (Studi Fenomenologi pada Peserta KKN-PPL Terpadu IAIN Tulungagung Sa'diyah, Khalimatus; Marwing, Arman
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Fakakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psi.v13i1.6405

Abstract

This study aims to understand the psychological acculturation dynamics of participant of KKN-PPL integrated programme in Thailand through identifying and understanding the motivation of participants to participate on KKN-PPL integrated programme in Thailand. How did Barrier as stressor which they face it, what coping strategies was used by participants, and how did the psychological acculturation process of participants in Thailand. This study is a qualitative research with phenomenological approach. the results of this research is there are basic needs such as need to have fun, need to love and belonging and need to power which are realized through their participation on the KKN- PPL integrated programme in Thailand. As for this research found that stressor was different among participants. Subjects who face initial stressor without advance stressor tend to using coping strategies focused on the problem consistenly and coping strategies centered emotions simultaneously without adaptation switching otherwise subjects who face the advance stressors tend to being decreased in pattern or transition coping strategies gradually. Furthermore, the psychological acculturation process of participant of KKN-PPL integrated programme in Thailand are the result of interaction of complex factors which affect participants to be success or failure to be integrated self or to be new self identity.
Peran Kecenderungan Kepribadian dalam Pemilihan Strategi Coping Rahayu, Iin Tri
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3011.794 KB) | DOI: 10.18860/psi.v10i2.6370

Abstract

Strategi coping menunjuk pada berbagai upaya, baik mental maupun perilaku, untuk menguasai, mentoleransi, mengurangi, atau minimalisasikan suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan. Proses coping yang dilakukan individu selain tidak bisa lepas dari situasi yang menimbulkan stres juga dipengaruhi oleh faktor yang ada dalam diri individu. Oleh karena itu kemampuan dan kapasitas yang dimiliki individu merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan ketika melakukan studi tentang proses coping (Parkes, 1986). Salah satu kapasitas dalam diri individu yang mempengaruhi coping adalah aspek kepribadian. Pada waktu dihadapkan pada hal, peristiwa, orang atau keadaan yang dapat mengakibatkan stres individu memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat menimpa individu tersebut. Pertama, individu menyimpulkan bahwa hal yang mendatangkan stres itu tidak berarti apa-apa bagi kesejahteraan hidupnya. Kedua, individu sampai pada kesimpulan bahwa persitiwa yang dapat mendatangkan stres itu ternyata baik dan mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Ketiga, individu mau tidak mau hams menerima bahwa keadaan yang dihadapi memang mendatangkan stres (Hardjana, 1994). Bersamaan dengan proses penilaian tersebut individu juga menilai dan mempertimbangkan sumber daya yang ada dalam dirinya untuk mengatasi stres.
Dinamika Psikologis pada Pelaku Percobaan Bunuh Diri Mukarromah, Luluk; Nuqul, Fathul Lubabin
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2760.656 KB) | DOI: 10.18860/psi.v11i2.6387

Abstract

Percobaan bunuh diri merupakan fenomena yang sering terjadi di berbagai belahan dunia. Percobaan bunuh diri berhubungan erat dengan aspek psikologis dan pengambilan keputusan, ketika seseorang dihadapkan pada suatu permasalahan maka seseorang memiliki dua pilihan yaitu menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara yang positif atau dengan cara yang negatif yaitu, bunuh diri. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang perempuan usia 22 tahun, yang pernah melakukan usaha bunuh diri, namun masih selamat dan juga beberapa informan yang terkait dengan subjek. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dan penggunaan alat ukur psikologi yaitu BDI (Beck Depression Inventory), SCL90, Gratis dan WARTEG. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya percobaan bunuh diri dilakukan karena adanya rasa kehilangan dan sebagai sarana untuk mengekspresikan emosi-emosi negatif yang dirasakan, hal ini disebabkan oleh depresi yang muncul tidak dapat direduksi oleh ego, ini sejalan dengan teori Freud mengenai bunuh diri yaitu adanya pembalikan agresi pada diri sendiri akibat adanya rasa kehilangan objek cinta. Sejalan dengan teori Beck mengenai depresi, pada penelitian ini juga ditemukan adanya depresi sebelum dan pasca percobaan bunuh diri. Pada penelitian ini juga ditemukan bahwasannya mereka yang melakukan percobaan bunuh diri cenderung tidak berpikir sistematis, ini bertentangan dengan teori perkembangan Piaget yang menyatakan adanya kematangan logika berpikir dan cenderung berpikir sistematis sebelum mengambil tindakan lebih jauh. Hal ini dipengaruhi oleh depresi yang timbul sebelum percobaan bunuh diri berlangsung. Depresi juga didukung karena adanya tekanan dari lingkungan sosial dan subjek tidak mampu menyesuaikan dirinya, didukung dengan adanya faktor internal yaitu pandangan negatif pada diri dan masa depan, maka timbul rasa frustrasi yang diwujudkan dengan percobaan bunuh diri, hal ini sesuai dengan bunuh diri egoistik dan anomi.
Menjadi Pemenang Segala Pertandingan : Sebuah Eksplorasi Modal Psikologis Atlet Pemenang Agung, Yusuf Ratu; Ayatulloh, M. Mirza
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3279.247 KB) | DOI: 10.18860/psi.v13i2.6440

Abstract

Olahraga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktifitas manusia. Menjadi pemenang dalam setiap pertandingan olahraga, merupakan tujuan dari setiap atlet yang berlaga. Tulisan ini disusun selama proses pendampingan dan pemusatan latihan atlet cabang olahraga tertentu yang tengah berkonsentrasi menghadapi even olahraga nasional. Pendampingan yang diberikan tidak hanya secara fisik, namun juga psikologis. Dari proses pendampingan psikologis inilah ditabulasikan fakta-fakta yang melatarbelakangi seorang atlet atau sebuah tim dalam memenangkan pertandingan. Tabulasi fakta yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan analisa kualitatif-deskriptif, menghasilkan bahwa kemenangan adalah hasil dari proses kelindan antara motivasi internal, dukungan eksternal dan regulasi/strategi.
"Cognition Without Affection" : Refleksi Program Akselerasi di Madrasah Nuqul, Fathul Lubabin; Zamroni, Zamroni; Rahmawati, Oktalia; Pranata, Dwi Candra
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4694.404 KB) | DOI: 10.18860/psi.v10i2.6365

Abstract

Undang-Undang Rl Nomor 20 Tahun 2003 Bab IV pasal 5 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa "warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan layanan khusus." Untuk menjalankan amanat Undang-Undang tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Program Percepatan Belajar bagi siswa SD, SMP dan SMA yang cerdas dan berbakat istimewa. Tak ketinggalan Madrasah yang merupakan jenjang pendidikan di bawah naungan Kemenntrian Agama Rl, berlomba untuk menyelenggarakan program akselerasi untuk anak cerdas berbakat. Dalam dua tahun terakhir di Jawa Timur telah terjadi peningkatan sisi kuantitas madrasah penyelenggara, yang mencapai 36 madrasah penyelenggara Akselerasi. Dari telaah peneliti pada 2 MTsN dan 3 MAN penyelenggara program akselerasi menunjukkan ada beberapa problem: Pertama pada perekrutan, madrasah penyelenggara program akselerasi kurang bisa mengundang calon siswa secara luas. Kedua, adanya problem SDM yang mumpuni. Ketiga, kurangnya kesadaran akan kebutuhan psikologis siswa akselerasi. Solusi yang bisa diajukan adalah; Pertama, perlu adanya upaya sosialisasi yang sistemik tentang kualitas dan kapasitas madrasah sebagai penyelenggara program akselerasi sehingga masyarakat akan percaya untuk menitipkan anaknya di madrasah. Kedua, meningkatkan SDM yang komplit, selain bisa mengajar juga bisa mendidik serta mempunyai kapasitas psikologis pribadi yang mumpuni. Ketiga, madrasah menyiapkan program untuk meningkatkan kemampuan emosional, spiritual dan sosial anak, untuk mengimbangi potensi kognitifnya. Madrasah sebenarnya mempunyai ciri sendiri yang tidak dipunyai oleh model pendidikan yang lain, yaitu kompetensi spiritual emosional siswa yang baik. Demikian juga dalam program akselerasi, seharusnya madrasah mampu mewarnai dengan ciri yang lebih baik yaitu kombinasi pendidikan yang berorientasi kognitif juga pada peningkatan kapasitas emosional dan spiritual.
Konsep Diri Remaja dari Keluarga Broken Home Oktavian, Chikita Irma; Mahmudah, Siti
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2417.143 KB) | DOI: 10.18860/psi.v11i1.6381

Abstract

Adolescence is a period of transition or the transition from childhood into adulthood. At this time individuals experiencing various changes, both physically and psychologically. This study aims yo determine the self-concept teen from a broken home. The method used was a qualitative research method. Data collection using interviews, observation and documentation. Subject used in the study were adolescents who experienced a broken home. The result of this study are the self-concept of adolescents who experience a broken home leads to positive. Factors that can affect an individuals self-concept formation is significant other who could be close friends or family, the environment, the role of social factors and physical state is of note primarily by teenagers and a factor that was instrumental in the formation of an individual self-concept.
Kebahagiaan dan Gender : Tinjauan Kritis Tentang Makna Kebahagiaan Ditinjau dari Perspektif Gender Amaliya, Riza
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2479.393 KB) | DOI: 10.18860/psi.v12i2.6400

Abstract

Sepanjang hidupnya manusia selalu berupaya mencari kebahagiaan (happiness). Psikologi positif, yang merupakan salah satu cabang dari psikologi membahas tentang upaya manusia untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Pembahasan kali ini merupakan tinjauan teoritis yang difokuskan pada kebahagiaan pada level subjektif atau subjective well being, khususnya dilihat dari perbedaan gender.

Page 8 of 26 | Total Record : 254