cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
elharakahjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam
ISSN : 18584357     EISSN : 23561734     DOI : -
Core Subject : Health,
EL HARAKAH (ISSN 1858-4357 and E-ISSN 2356-1734) is peer-reviewed journal published biannually by Maulana Malik Ibrahim State Islamic University (UIN) of Malang. The journal is accredited based on the decree No. 36a E. KPT 2016 on 23 May 2016 by the Directorate General of Higher Education of Indonesia, for the period August 2016 to August 2021 (SINTA 2). The journal emphasizes on aspects related to Islamic Culture in Indonesia and Southeast Asia. We welcome contributions from scholars in the field, papers maybe written in Bahasa Indonesia, English, or Arabic.
Arjuna Subject : -
Articles 791 Documents
Sastra dan Islam Catatan Seputar Dialektika Sistem Nilai Helmi Syaifuddin
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 4, No 2 (2002): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.441 KB) | DOI: 10.18860/el.v4i2.4633

Abstract

Literature and Islam are two entities that do not have to be related. Due to the fact, literature can develop and flourish without any Islamic emblems in it. Even if there is a connection, the relationship between literature and Islam is actually very problematic. That is because the Islamic dustur (al-Quran), as a source of inspiration that complements every aesthetic momentum in Islamic civilization, expressly requires the integration of two totally different world existence in a space of beauty. This paper deals with the dialectic between the literary and Islamic value systems. Semiology of Islamic literature is spelled out in two aspects of meaning that are individual and universal. Individual interpreted Islamic literature has a subordinate attachment to religion while the universal interpreted by Islamic literature has unlimited opportunities of space and time to move and find spiritual meaning in life. Sastra dan Islam adalah dua entitas yang tidak harus ada kaitannya. Karena kenyataannya, sastra dapat tumbuh subur dan berkembang tanpa harus ada embel-embel Islam di dalamnya. Kalaupun ada kaitannya, hubungan antara sastra dan Islam sesungguhnya sangat problematis. Hal itu dikarenakan dustur Islam (al-Quran), sebagai sumber inspirasi yang melengkapi setiap momentum estetik dalam peradaban Islam, dengan tegas mensyaratkan adanya keterpaduan antara dua eksistensi dunia yang benar-benar berbeda dalam sebuah ruang keindahan. Tulisan ini menyinggung dialektika antara sistem nilai sastra dan Islam. Semiologi sastra Islam termantrakan dalam dua segi makna yang bersifat individual dan universal. Individual dimaknai sastra Islam memiliki keterikatan subordinatif terhadap agama sedangkan universal dimaknai dengan sastra Islam memiliki peluang tak terbatas ruang dan waktu untuk bergerak menemukan makna spiritual dalam kehidupan.
Pemikiran Hukum Ibnu Hazm Noer Yasin
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 7, No 1 (2005): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.683 KB) | DOI: 10.18860/el.v7i2.4655

Abstract

The works of Ibnu Hazm, i.e. al Muhalla bi al Atsar, an encyclopedia of fiqh of mazhab zhahiri which is also a result of ‘istinbath’ and ‘ijtihad’ of Ibnu Hazm in Fiqh, becomes the most substantial reference because of the scarcity of written source of mazhab zhahiri. Another important work of his is al Ihkam fi Ushul al Ahkam becomes the only primary source of ijtihad method of the same mazhab. The birth of the greatest works gives the influential position for Ibnu Hazm and his works in this mazhab. Talking about mazhab zhahiri’s position and role in its development, he is well known as the most prominent figure after Daud al Ashbihani. Even, he is more radical compared to his ancestors and is called as the founder of two mazhab, Muhammad Abu Zahrah, Muhadharat fi Tarikh al Mazahib, al Fiqhiyyat. Karya Ibnu Hazm seperti al Muhalla bi al Atsar, sebuah ensiklopedi fikih mazhab zhahiri yang sekaligus merupakan hasil istinbath dan ijtihad Ibnu Hazm di bidang Fikih, menjadi buku referensi terpenting di tengah kelangkaan sumber tertulis tentang mazhab zhahiri. Demikian pula karyanya al Ihkam fi Ushul al Ahkam menjadi satu-satunya sumber primer metode ijtihad karya ulama mazhab ini. Munculnya karya-karya besar ini telah menempatkan Ibnu Hazm dan karya-karyanya pada mazhab ini. Tak heran jika kedudukan dan peranan yang amat penting dalam sejarah dan perkembangan mazhab ini, ia dikenal sebagai tokoh yang paling menonjol dalam mazhab zhahiri setelah Daud al Ashbihani. Bahkan ia lebih radikal disbanding pendahulunya itu dan disebut sebagai pendiri kedua mazhab ini, Muhammad Abu Zahrah, Muhadharat fi Tarikh al Mazahib, al Fiqhiyyat.
Asy-Syekh Adam Abdullah Al-Ilwari Wa Manhajuhu fi I'dad Asy-Syu'ara' M. Abdul Hamid; Lateef Onireti Ibraheem
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 9, No 1 (2007): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.29 KB) | DOI: 10.18860/el.v9i1.4666

Abstract

The development and spread of Arabic literary works cannot be separated from the founder and its figures both from Arabic spoken-country and non-Arabic one. Syaikh Adam Abdullah al Ilori is one of the figures in Nigeria that has significant role in spreading Arabic literary works and at once educating the next generation as litterateur and the expert of Arabic literature in Nigeria. In line with the aim, there are five strategies developed by Syaikh Adam al Ilori; 1) memorization, b) direct teaching of Arabic literary works, c) teaching the principles of aruud, d) training to create the Arabic poems, and e) holding competition to encourage young poets. These five strategies are effective to be applied in Nigeria in aiming for spreading Arabic literature and creating the expert of it so that many writers were born in Nigeria such as Abu Bakar Umar, Roji Suliman, Abdul Baqi Syuaib, and many more. Perkembangan dan penyebaran karya sastra Arab tidak bisa dilepaskan dari para pelopor dan para tokohnya baik dari negara Arab sendiri maupun dari negara non Arab. Syaikh Adam Abdullah al Ilori adalah salah satu tokoh sastra Arab di Nigeria yang punya peran signifikan dalam penyebaran karya sastra Arab dan sekaligus mencetak generasi penerus sebagai sastrawan dan ahli di bidang sastra Arab di Nigeria. Dalam membentuk generasi sastrawan di bidang sastra Arab (syair), ada lima startegi yang dikembangkan Syaikh Adam al Ilori, yaitu a) dengan cara hafalan, b) mengajarkan karya-karya sastra Arab, c) mengajarkan kaidah-kaidah aruud, d) melatih membuat syair-syair Arab, e) mengadakan kontes-kontes pada momen-momen penting sebagai ajang kreativitas para penyair muda. Lima strategi ini sangat efektif digunakan di Nigeria dalam menyebarkan karya sastra Arab dan membentuk generasi yang ahli di bidang sastra Arab sehingga telah banyak melahirkan sastrawan-sastrawan di Nigeria yang ahli di bidang sastra Arab seperti: Abu Bakar Umar, Roji Suliman, Abdul Baqi Syuaib, dan lain sebagainya.
Signifikansi Proses Pencarian Makna terhadap Teks Agama: Menyibak Pemikiran Nasr Hamid Abu Zaid Akhmad Muzakki
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 8, No 2 (2006): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.667 KB) | DOI: 10.18860/el.v8i2.4718

Abstract

Basically, according to Gadamer, words belong to and are based on the reality. Human beings look for the appropriate words to express the reality. Ontologically; human beings do not create language as a means of communication and thinking, but it was created more as the representation of reality while they articulated the language. Therefore, the meaning of words exists in the thought. According to Saksitri’s theory, a word is considered as sign related to signifiant (something signifying) and signifie (something signified). Signifiant explains the form or expression, and signifie explains the thought or meaning. The relation, brtween signifiant and signifie based on the social convention is called significance or maghza according to Nasr Hamid. On the other words, significance is an effort to give meaning to sign (language). According to linguists,such as Jacques Derrida, the last signifie is not"always recognized. For Derrida; meaning appears from the metaphor exchange, and meaning will change ,when the speakers change, or; as stated by Nasr Hamid, the meaning of religious texts are not determined when the texts appeared for the first time, but they are dynamic, relational, and moveable depending on the socio-cultural condition of the readers. Pada dasarnya, menurut Gadamer, kata - kata dimiliki dan didasarkan pada realitas. Manusia mencari kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan realita. Secara onologis; Manusia tidak menciptakan bahasa sebagai sarana komunikasi dan pemikiran, namun diciptakan lebih sebagai representasi realitas saat mereka mengartikulasikan bahasa Oleh karena itu, makna kata ada dalam pemikiran. Menurut teori Saksitri, sebuah kata dianggap sebagai tanda yang terkait dengan signifiant (sesuatu yang menandakan) dan menandakan (sesuatu yang ditandai). Signifiant menjelaskan bentuk atau ungkapan, dan signifie menjelaskan pemikiran atau makna. Hubungannya, brtween signifiant dan signifie berdasarkan konvensi sosial disebut signifikansi atau maghza menurut Nasr Hamid. Dengan kata lain, signifikansi adalah sebuah usaha memberi arti tanda (bahasa). Menurut ahli bahasa, seperti Jacques Derrida, Tanda terakhir tidak "selalu dikenali, karena Derrida, yang berarti muncul dari pertukaran metafora, dan makna akan berubah, ketika pembicara berubah, atau, seperti yang dinyatakan oleh Nasr Hamid, makna teks agama tidak ditentukan saat teks muncul untuk Pertama kali, tapi dinamis, relasional, dan mudah bergerak tergantung kondisi sosio-kultural pembaca.
Aplifikasi Islam dalam Meme “Mengajak Nikah ke Kua” Rulli Nasrullah
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1852.644 KB) | DOI: 10.18860/el.v18i2.3650

Abstract

The participation of social media users in online communication also encouraging the spread of the phenomenon of marriage in society including the reasons that sound cliche appears that  a satire and sarcasm meme of ”Mengajak Nikah ke KUA” appeared and distributed through social media and become a reflection from the real world in the virtual world . Through virtual ethnographic research with Analisis Media Siber level of technic, this article tries to trace the cultural artifacts of satire and values contained in the meme .Partisipasi pengguna dalam komunikasi online di media sosial juga merambah pada fenomena ajakan menikah di tengah masyarakat termasuk di dalamnya alasan-alasan yang terdengar klise yang muncul. Meme “Mengajak Nikah ke KUA” merupakan satire atau sindiran yang muncul dan terdistribusi melalui media sosial dan menjadi semacam cerminan dunia virtual yang berasal dari dunia nyata. Melalui riset etnografi virtual dengan teknik level Analisis Media Siber, artikel ini mencoba menelusuri artefak budaya tentang satire dan nilai-nilai yang terkandung dalam meme tersebut. 
Etika dalam Konteks Keagenan Organisasi Nirlaba Ahmad Fahrudin Alamsyah
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 8, No 2 (2006): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.482 KB) | DOI: 10.18860/el.v8i2.4753

Abstract

This study tries to dig ethic problems related to agent relationship between principal and agent. Agent relationship structure can be drawn in equity theory construction, based on SFAS No. 117 by three characteristic restricted net asset (unrestricted, temporary restricted, and permanently restricted). Ethics problems anticipated will be related/relevant with its storey; level restricted net asset, and the solution which on the market public monitored through financial reporting and audit as the standard. The complexity of non-profit organizations requires effective assessment of agent efficiency done not only quantitatively but also qualitatively so that the ethic approach is well suited to be applied at this organizational type Penelitian ini mencoba menggali masalah etika yang berkaitan dengan hubungan agen antara principal dan agent. Struktur hubungan agen dapat ditarik dalam konstruksi teori ekuitas, berdasarkan PSAK No. 117 oleh tiga aset bersih yang dibatasi penggunaannya (tidak dibatasi, dibatasi sementara, dan dibatasi secara permanen). Masalah etika yang diantisipasi akan terkait dengan lantai; tingkat aset bersih yang dibatasi, dan solusi yang dipasarkan dipantau publik melalui pelaporan keuangan dan audit sebagai standar. Kompleksitas organisasi nirlaba memerlukan penilaian efektif terhadap efisiensi agen yang dilakukan tidak hanya secara kuantitatif tetapi juga secara kualitatif sehingga pendekatan etika sesuai untuk diterapkan pada tipe organisasi ini.
Implementasi Pembelajaran Bahasa Jawa (Materi Tembang Dolanan) Berbasis Pendidikan Karakter Religius dalam Kurikulum 2013 Prima Veronika; Budhi Setiawan; Nugraheni Eko Wardani
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.44 KB) | DOI: 10.18860/el.v19i1.3929

Abstract

The aim of this study is to determine the implementation of Javanese language learning (through dolanan song) based on religious character building in curriculum 2013. It employs qualitative research design with a single case study approach. The results showed that the learning of Javanese language (on dolanan song) can establish religious character building through a scientific approach. Its implementation may involve learning models such as role play, discovery learning and problem based learning. The steps of learning based on scientific approach include activities to observe, ask, gather information, associates, try and communicate.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Bahasa Jawa (materi tembang dolanan) berbasis pendidikan karakter religius dalam kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Jawa (materi tembang dolanan) dapat menanamkan pendidikan karakter religius melalui pendekatan saintifik. Implementasinya dapat menggunakan model pembelajaran Role Playing, Discovery Learning dan Problem Based Learning. Adapun langkah-langkah pembelajaran berbasis pendekatan saintifik meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mencoba, dan mengomunikasikan.
Mengangankan HAM Indonesia Berwawasan Islam M. Fauzan Zenrif
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 2, No 1 (2000): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.377 KB) | DOI: 10.18860/el.v2i1.5100

Abstract

Indonesian Muslims when faced with social problems, especially those related to law and justice, always involve the dualism of thought, Islam and kindonesiaan. When human rights issues arise, the unification of Indonesian Islam seeks to justify the problem into its shari'ah. This is normal, because Islam is believed not only mngatur spirituality of his people, but also related to social rules. This paper tries to explain what Muslims can do as the majority of their beloved country's people in dealing with human rights issues. Besides, the effort to enforce the law for internal Islamic and national interests. This paper also discusses how the Islamic perspective is about this. Discussing human rights issues can not be separated from how the principle as stipulated in Islam. The substance that need to be put forward is the fulfillment of the right of life security and the right of freedom to choose religion or belief. Similarly, the right of equality and justice before the law. Therefore, it is necessary to implement the strategy of human rights by considering three priorities. First, that Islamic law is universal. Secondly, Islamic law is never retroactive. Third, that Islamic law does not impose burden except on the perpetrators. Umat Islam Indonesia apabila dihadapkan pada permasalahan-permasalahan sosial, terutama yang berkaitan dengan hukum dan peradilan, selalu melibatkan dualisme pemikiran, keislaman dan kindonesiaan. Ketika permasalahan Hak Asasi Manusia (HAM) muncul, uniat Islam Indonesia berusaha mencarikan justifikasi permasalahan tersebut ke dalam syari’atnya. Hal ini wajar-wajar saja, sebab Islam diyakini tidak sekedar mngatur spiritualitas umatnya, tetapi juga menyangkut aturan-aturan sosial. Tulisan ini mencoba menjelaskan apa yang bisa diperbuat umat Islam sebagai mayoritas masyarakat negerinya tercinta dalam menghadapi permasalahan hak asasi manusia. Selain itu dibahas upaya menegakkan hukum untuk kepentingan internal Islam dan nasional. Tulisan ini juga membahas bagaimana perspektif Islam mengenai hal ini. Membahas permasalahan HAM tidak lepas dari bagaimana prinsipnya sebagaimana diatur dalam Islam. Secara substansif yang perlu dikedepankan yaitu pemenuhan hak keamanan jiwa dan  hak kebebasan memilih agama atau keyakinan. Demikian pula hak kesamaan dan keadilan di depan hukum. Untuk itu diperlukan strategi implementasi hak asasi manusia dengan mempertimbangkan tiga prioritas. Pertama, bahwa hukum Islam bersifat universal. Kedua, bahwa hukum Islam tidak pernah berlaku  surut. Ketiga, bahwa hukum Islam tidak memberikan beban kecuali pada pelakunya.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN SDM KEPENDIDIKAN BERMUTU DI PERGURUAN TINGGI Rahman, Nur Ali
El-HARAKAH (TERAKREDITASI) Vol 8, No 3 (2006): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.514 KB) | DOI: 10.18860/el.v8i3.4601

Abstract

The evolving culture of our contemporary society continues to have an ongoing and profound effect on the practice of educational human resources management in university, because a good society can be performed through a good performance of individual. Human resources with a good performance can be a product of an excellent university. In realities, the excellent universities are changed by the good human resources including educational staffs, practicing central-office administrators and building principals who want to become more familiar with the field of human resources management. This article tries to discuss the management of quality educational human resources development in university. The effort to develop the quality of an education institution should start with the mapping of education resources which gears into several strategies in accordance with the condition of the institution. Furthermore, such an effort is oriented to meet the need of the institution.  Budaya masyarakat kontemporer kita yang terus berkembang terus memiliki efek yang terus berlanjut dan mendalam terhadap praktik pengelolaan sumber daya manusia pendidikan di universitas, karena masyarakat yang baik dapat dilakukan melalui kinerja individu yang baik. Sumber daya manusia dengan kinerja yang baik bisa menjadi produk universitas unggulan. Kenyataannya, universitas unggulan diubah oleh sumber daya manusia yang baik termasuk tenaga kependidikan, praktisi kantor pusat dan kepala sekolah yang ingin lebih mengenal bidang pengelolaan sumber daya manusia. Artikel ini mencoba membahas pengelolaan pengembangan sumber daya manusia pendidikan yang berkualitas di universitas. Upaya pengembangan kualitas lembaga pendidikan harus dimulai dengan pemetaan sumber daya pendidikan yang disesuaikan dengan beberapa strategi sesuai dengan kondisi institusi. Selanjutnya, upaya semacam itu berorientasi untuk memenuhi kebutuhan institusi.
Moralitas dan Agama dalam Konteks Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: antara Moralitas Privat dan Moralitas Publik Mudjia Rahardjo
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 4, No 3 (2002): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.227 KB) | DOI: 10.18860/el.v4i3.5165

Abstract

Multikrisis yang melanda Indonesia sejak pertengahan 1997 menurut beberapa ahli sudah berada di luar daya penjelas berbagai disiplin ilmu; ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Sebab, kendati berbagai upaya pemulihan (ekonomi maupun sosial politik) telah dilakukan berbagai pihak pada kenyataannya belum membuahkan hasil yang optimal. Mencermati kondisi bangsa demikian, banyak orang bertanya apakah bangsa ini tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan tersebut atau memang tidak mau menyelesaikannya. Tulisan ini mencoba menjelaskan dan memahami persoalan bangsa ini dalam perspektif moral dan agama. Berbagai kemelut kehidupan berbangsa dan benegara tersebut tidak akan pernah selesai jika para pemimpin, elit politik, dan politisi negeri ini tidak lebih dulu mentransformasikan moralitas privat mereka ke dalam moralitas publik secara komprehensif. Sebab, kenyataannya kesantunan, keramahan, dan kesalehan masyarakat kita hanya hidup dalam ruang privat. Memahami agama secara privat di kalangan para pemimpin sama sekali belum menjadi jaminan terselenggaranya kehidupan berbangsa dan bernegara secara baik. Sebab, beragama dalam. ruang privat baru merupakan syarat yang diperlukan belum menjadi syarat yang cukup bagi tatanan kehidupan secara ideal The crisis that has plagued Indonesia since mid-1997 according to some experts is beyond the explanatory power of various disciplines; economic, political, social and so forth. Because, despite various efforts of recovery (economic and socio-political) has been done various parties in fact has not yielded optimal results. Observing the condition of the nation so, many people ask whether this nation is not able to solve these problems or indeed do not want to finish it. This paper tries to explain and understand the problems of this nation in a moral and religious perspective. The difficulties of life of the nation and the country will never be completed if the leaders, political elites, and politicians of this country are not first to transform their private morality into a comprehensive public morality. Because, in fact the politeness, hospitality, and piety of our society only live in private space. Understanding religion privately among leaders is not at all a guarantee of good nation and state life. Because, religious in. the new private space is a necessary condition not yet a sufficient condition for the ideal life order  

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2025): EL HARAKAH Vol 27, No 1 (2025): EL HARAKAH Vol 26, No 2 (2024): EL HARAKAH Vol 26, No 1 (2024): EL HARAKAH Vol 25, No 2 (2023): EL HARAKAH Vol 25, No 1 (2023): EL HARAKAH Vol 24, No 2 (2022): EL HARAKAH Vol 24, No 1 (2022): EL HARAKAH Vol 23, No 2 (2021): EL HARAKAH Vol 23, No 1 (2021): EL HARAKAH Vol 22, No 2 (2020): EL HARAKAH Vol 22, No 1 (2020): EL HARAKAH Vol 21, No 2 (2019): EL HARAKAH Vol 21, No 1 (2019): EL HARAKAH Vol 20, No 2 (2018): EL HARAKAH Vol 20, No 1 (2018): EL HARAKAH Vol 19, No 2 (2017): EL HARAKAH Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH Vol 18, No 1 (2016): EL HARAKAH Vol 17, No 2 (2015): EL HARAKAH Vol 17, No 1 (2015): EL HARAKAH Vol 16, No 2 (2014): EL HARAKAH Vol 16, No 1 (2014): EL HARAKAH Vol 15, No 2 (2013): EL HARAKAH Vol 15, No 1 (2013): EL HARAKAH Vol 14, No 2 (2012): EL HARAKAH Vol 14, No 1 (2012): EL HARAKAH E-Harakah (Vol 14, No 2 Vol 13, No 2 (2011): EL HARAKAH Vol 13, No 1 (2011): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 13, No 1 Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH Vol 12, No 2 (2010): EL HARAKAH Vol 12, No 1 (2010): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 12, No 3 el-Harakah (Vol 12, No 2 el-Harakah (Vol 12, No 1 Vol 11, No 3 (2009): EL HARAKAH Vol 11, No 2 (2009): EL HARAKAH Vol 11, No 1 (2009): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 11, No 2 el-Harakah (Vol 11, No 1 Vol 10, No 3 (2008): EL HARAKAH Vol 10, No 2 (2008): EL HARAKAH Vol 10, No 1 (2008): EL HARAKAH Vol 9, No 3 (2007): EL HARAKAH Vol 9, No 2 (2007): EL HARAKAH Vol 9, No 1 (2007): EL HARAKAH Vol 8, No 3 (2006): EL HARAKAH Vol 8, No 2 (2006): EL HARAKAH Vol 8, No 1 (2006): EL HARAKAH Vol 7, No 1 (2005): EL HARAKAH Vol 6, No 2 (2004): EL HARAKAH Vol 5, No 2 (2003): EL HARAKAH Vol 5, No 1 (2003): EL HARAKAH Vol 4, No 3 (2002): EL HARAKAH Vol 4, No 2 (2002): EL HARAKAH Vol 3, No 1 (2001): EL HARAKAH Vol 2, No 2 (2000): EL HARAKAH Vol 2, No 1 (2000): EL HARAKAH Vol 1, No 3 (1999): EL HARAKAH More Issue