cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
SISTEM IRIGASI DESA KASANG LOPAK ALAI Laksitaningtyas, Agatha Padma
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.399 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.939

Abstract

Desa Kasang Lopak Alai, merupakan salah satu desa yang terletak di KecamatanKumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jamb i, Provins i Jambi, yang menjadi lokasi dalam penelitian ini.Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Muaro Jambi (RTRW) untuk kawasan peta kawasanstrategis Desa Kasang Lopak Alai merupakan kawasan pertanian tanaman pangan holtikultura danperikanan, yang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi desa yang lebihbesar lagi. Desa Kasang Lopak Alai merupakan desa yang mempunyai potensi daerah yang sangatbesar, salah satunya adalah irigasi yang sangat besar karena berada di pinggir Anak SungaiKumpeh, yang merupakan cabang dari Sungai Batang Hari yang merupakan sungai terbesar diProvinsi Jambi yang membelah Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahpenelitian kualitatif dengan penentuan informasi dengan menggunakan teknik sampling purposive.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yanglangsung didapatkan di lapangan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secaradeskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Desa Kasang Lopak Alaimerupakan wilayah desa yang mulai berkembang dalam berbagai segi salah satunya sistem irigasi,tetapi potensi tersebut belum d imanfaatkan secara maksimal. Desa Kasang Lopak Alai mempunyaibeberapa pola pertanian s istem irigasi, yaitu pola pertanian sistem irigasi sederhana dan sistemirigasi semi teknis.
ANALISA HUJAN RANCANGAN PARTIAL SERIES DENGAN BERBAGAI PANJANG DATA DAN KALA ULANG HUJAN Arief Aditya, Yohanna Lilis Handayani Andy Hendri
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.102 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.630

Abstract

Metode penetapan seri data yang dipilih untuk analisis frekuensi akan sangat mempengaruhi besaran hujan rancangan. Mengingat data hujan pada DPS yang ada di Provinsi Riau khususnya DPS Siak cukup terbatas, menimbulkan kebutuhan untuk melakukan kajian pendekatan dalam memilih metode penetapan seri data agar analisis yang dihasilkan mempunyai keandalan yang baik. Melihat kasus ini, dibutuhkan suatu kajian tentang cara pendekatan dalam penentuan metode penetapan seri data yang dapat direkomendasikan dengan menentukan besarnya persentase perbedaan (penyimpangan) hujan rancangan dari kedua cara penetapan seri data yaitu Maximum Annual Series dan Partial Series. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada penentuan berapa kali batasan maksimum perpanjangan data partial series yang dapat disarankan yang memberikan persentase perbedaan terkecil atau dapat diterima untuk keakuratan hasil analisa frekuensi. Perhitungan dan perbandingan hujan rancangan dari dua metode seri data tersebut dilakukan dengan bantuan program komputer dengan menggunakan bahasa Borland Delphi versi6.0. Program komputer yang dinamakan ADRP (Analysis of Design Rainfall Programme). Hasil perhitungan  analisis  variasi  perpanjangan data  menunjukkan  semakin  data  PS  diperpanjang menuju panjang data MAS, akan cenderung semakin besar atau meningkat perbedaannya terhadap data MAS pada kala  ulang 2, 5, 10  dan 25  tahun dan  nilai hujan rancangan juga semakin meningkat seiring peningkatan kala ulangnya yaitu hanya dari kala ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun. Namun,  pada  kala  ulang  50  dan  100  tahun  tidak  menunjukkan  kecenderungan  persentase perbedaan meningkat baik seiring perpanjangan data maupun seiring peningkatan kala ulangnya. Dari variasi perpanjangan data, batasan maksimum perpanjangan data partial series adalah dua kali data tersebut.
PERCEPATAN PENURUNAN SAMPAH PLASTIK SEBAGAI DRAINASE VERTIKAL Gunawan, Sumiyati
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6116.09 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i1.644

Abstract

Salah satu perilaku tanah yang berpotensi menyebabkan kegagalan struktur adalah penurunan tanah akibat konsolidasi pada tanah lempung. Tanah lempung merupakan tanah yang mempunyai koefisien permeabilitas (k) yang kecil. Bila lapisan tanah jenuh berpermeabilitas rendah dibebani, maka tekanan air pori di dalam tanah tersebut segera bertambah. Perbedaan tekanan air pori pada lapisan tanah, berakibat air mengalir ke lapisan tanah dengan tekanan air pori yang lebih rendah, yang diikuti penurunan tanahnya. Salah satu cara untuk mempercepat aliran air/laju konsolidasi lempung jenuh dengan menggunakan drainase vertikal. Dalam penelitian ini akan dilakukan percobaan perbandingan drainase vertikal dengan bahan pengisi berupa pasir, ijuk dan sampah plastik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan drainase vertikal dengan bahan pengisi pasir, ijuk dan limbah plastik terhadap kecepatan penurunan tanah lunak.Penelitian ini dilakukan dengan membuat model di laboratorium. Pembebanan yang dilakukan ada 4 tahap, yaitu beban 0,25 ton, 0,5 ton, 1 ton dan 2,0 ton masing-masing dilakukan 10 hari pengamatan. Diameter drainase yang dipakai adalah 2,5 cm dengan jarak antar drainase vertikal 18,75 cm dengan pola susunan segiempat pada tanah lunak dengan ketebalan 10 cm dan dalam kondisi double drain. Ada 4 pengujian, yaitu pengujian pembebanan tanpa drainase vertikal, dengan drainase vertikal pasir, dengan drainase vertikal ijuk dan dengan drainase vertikal sampah plastik. Pasir dilakukan penyaringan sebelum digunakan, ijuk yang dipakai dari pohon aren dan samapah plastik yang digunakan adalah sampah botol plastik dengan ukuran ±1cm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode perbaikan tanah menggunakan drainase vertikal dengan bahan pengisi sampah plastik terbukti lebih baik daripada drainase vertikal Ijuk dan pasir dalam mempercepat penurunan. Hal ini ditunjukkan adanya peningkatan koefisien konsolidasi arah vertikal yang dibandingkan dengan koefisien konsolidasi pada tanah lunak tanpa drainase vertikal. Pada drainase vertikal sampah plastik meningkatkan sebesar 412,03%. Pada drainase vertikal pasir meningkatkan 160,0% dan drainase vertikal ijuk meningkatkan 345,13%.
IMPLIKASI PENGGUNAAN PETA GEMPA 2010 PADA PERENCANAAN GEDUNG DI KOTA YOGYAKARTA Arfiadi, Yoyong
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.359 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i2.609

Abstract

Dalam tulisan ini dibahas implikasi penggunaan peta gempa 2010 dan peraturan yang baru        pada suatu sistem struktur rangka momen. Gedung yang ditinjau adalah gedung dengan penggunaan normal dan dengan jumlah lantai 4. Sebagai perbandingan dibahas desain gaya geser dasar pada struktur tersebut di Kota Yogyakarta untuk berbagai jenis tanah (klas situs), yaitu untuk tanah lunak, sedang dan keras. Dari hasil analisis diperoleh bahwa untuk gedung bertingkat sedang yang dibangun di atas tanah lunak, nilai gaya geser dasar berdasarkan RSNI 03-1726-201X lebih kecil dari nilai gaya geser yang dihitung berdasarkan SNI 03-1726-2002, walaupun dengan selisih yang tidak terlalu besar. Untuk gedung bertingkat sedang yang dibangun di atas tanah dengan kekerasan sedang, nilai gaya geser dasar dari RSNI 03-1726-201X lebih besar dari gaya geser dasar yang dihitung dengan SNI 03-1726-2002. Rasio gaya geser yang dihitung dengan RSNI 03- 1726-201X terhadap gaya geser yang dihitung dengan SNI 03-1726-2002 dapat mencapai 1,4. Demikian juga untuk gedung bertingkat sedang yang dibangun di atas tanah keras, gaya geser dasar yang dihitung dengan RSNI 03-1726-201X kira-kira 70% lebih besar dari gaya geser dasar yang dihitung dengan SNI 03-1726-2002.  Selain itu gaya geser yang dihitung dengan RSNI 03- 7126-201X pada tanah lunak lebih kecil dari gaya geser pada tanah sedang   dan keras. Hal ini terjadi karena parameter spektral respons percepatan desain pada RSNI 03-1726-201X mempunyai nilai  yang  kecil        untuk  tanah  lunak      dibandingkan dengan  nilai  parameter  spektral  respons percepatan desain pada tanah sedang dan keras, untuk rentang perioda struktur yang ditinjau.
PERILAKU RANGKAK SUSUT TERHADAP LENDUTAN STRUKTUR JEMBATAN BENTANG PANJANG Praja, Baskoro Abdi; Triwiyono, Andreas
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.53 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.934

Abstract

Jembatan Lemah Ireng 1 pada ruas jalan Tol Semarang-Bawen terbuat dari beton prategang dengan panjang total 879 m. Pada masa konstruksi dua perbedaan kondisi teknik terhadap rencana, yakni perubahan material pasir dan perubahan perpindahan traveler. Keduanya diduga sebagai penyebab perbedaan elevasi desain dengan elevasi aktual sehingga dilakukan levelling aspal dengan tebal bervariasi. Jembatan ini didesain untuk memenuhi masa layan 100 tahun namun berdasarkan kondisi aktual, diperlukan peninjauan terhadap perilaku dan kuat layan jembatan hingga umur rencana. Dengan pengaruh variasi pembebanan jangka panjang (rangkak susut) dan kondisi perubahan teknis akibat penambahan aspal, penelitian rangkak susut ini perlu dilakukan untuk mengetahui perilaku lendutan pada gelagar boks jembatan hingga umur rencana. Beberapa tahapan pembebanan yang dilakukan adalah menerapkan beban levelling aspal, dan beban rangkak dan susut dengan menggunakan variasi durasi jangka panjang dengan interval 5, 10 , 15, 20, 40, 60, 80 dan 100 tahun. Analisis dilakukan secara linear statik serta memanfaatkan fasilitas Construction Stage Analysis untuk efek time-dependent pada software Midas Civil 2011. Penelitian ini dilakukan dengan hanya meninjau aksi tetap. Perilaku rangkak susut jembatan cukup signifikan di 5 tahun pertama setelah konstruksi selesai. Lendutan maksimum rangkak susut dan total berada di bentang terpanjang (P4-P5)  masing-masing sebesar 17,53 dan 25,71 cm. Lendutan yang terjadi hingga umur rencana 100 tahun masih dalam batas izin, namun tetap perlu pengawasan yang terencana. Dampak minimum rangkak susut terhadap total lendutan pada jembatan Lemah Ireng 1 sebesar 45%. Hal ini menunjukkan rangkak susut terhadap defleksi total hingga umur rencana merupakan efek jangka panjang yang relatif besar.
PENGARUH FIBER BENDRAT TERHADAP KUAT GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN SENGKANG Wahjono, Agustinus
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.401 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i3.625

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan secara eksperimen bahwa kuat geser ultimit suatu balok beton bertulang akan meningkat bila ditambah fiber lokal dalam adukan beton balok tersebut. Balok beton betulang yang dibuat ukuran 120 mm x 240 mm x 1600 mm sebanyak 6 buah, dengan perincian: (a) tiga buah balok terbuat dari beton biasa dengan sengkang vertikal (kode D1, D2, dan D3), (b) tiga buah balok terbuat dari beton fiber dengan sengkang vertikal (kode D1F, D2F, dan D3F). Berat fiber per meter kubik beton sebesar 46,76 kg, Vf = 0,7%. Tulangan tarik dipakai tulangan baja polos berdiameter 16 mm dengan tegangan leleh 446 MPa. Tulangan desak dipakai tulangan baja polos berdiameter 16 mm dan 10 mm dengan tegangan leleh 446 MPa dan 379 MPa. Tulangan sengkang vertikal dipakai tulangan baja polos berdiameter 6 mm dengan tegangan leleh 314 MPa. Balok tersebut ditumpu sendi rol pada ujung ujungnya dengan jarak antar  tumpuan 1300  mm.  Dua  beban  vertikal  ke  bawah  masing masing sebesar 0,5  P diberikan pada jarak 400 mm dari tumpuan tumpuannya. Pembebanan dilakukan bertahap dengan interval ∆P = 1 ton sampai tercapai beban ultimit balok. Dari hasil pengamatan atas pengujian beban dapat disimpulkan bahwa  kuat  geser  ultimit balok beton bertulang dengan fiber  lokal meningkat sebesar 20% dibandingkan dengan kuat geser ultimit balok beton bertulang biasa.
PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KACA SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON Rikardus, Johanes Januar Sudjati Tri Yuliyanti
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4087.284 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i1.639

Abstract

Limbah serbuk kaca biasanya dibuang langsung di tanah maupun di sungai dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini tentu saja menyebabkan pencemaran lingkungan, baik pada tanah maupun air. Salah satu upaya untuk mengurangi volume limbah serbuk kaca adalah dengan memanfaatkannya sebagai substitusi agregat halus dalam campuran beton. Dalam penelitian ini digunakan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran tinggi 300 mm dan diameter 150 mm untuk uji kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah, dan balok dengan ukuran lebar 100 mm, tinggi 100 mm dan panjang 500 mm untuk uji kuat lentur. Campuran beton dibuat dengan dua nilai faktor air semen yaitu 0,57 dan 0,46. Pengujian yang dilakukan meliputi: uji kuat tekan beton dan modulus elastisitas, uji kuat tarik belah dan uji kuat lentur yang dilakukan saat benda uji berumur 28 hari. Dari hasil pengujian diperoleh hasil beton dengan faktor air semen 0,46 memperlihatkan kenaikan kuat tekan sebesar rata-rata 21,13%, kenaikan modulus elastisitas sebesar rata-rata 9,09%, kenaikan kuat tarik belah sebesar rata-rata 14,02% dan kenaikan kuat lentur sebesar rata- rata 19,35% dibanding beton dengan faktor air semen 0,57. Beton dengan serbuk kaca 10% dan 20% dan faktor air semen 0,46 masih memiliki kuat tekan di atas 20 MPa sehingga masih dapat digunakan untuk struktur bangunan.
PENILAIAN PENAWARAN TERENDAH YANG RESPONSIF PADA PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH BERBASIS TEKNOLOGI KOMPUTASI Alfian, Alfian; Gussyafri, Haji
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.611 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i3.877

Abstract

Abstrak: Salah satu tahapan yang paling penting dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa pemerintah adalah penetapan calon pemenang lelang. Perpres Nomor 54 Tahun 2010 (dan perubahannya) menyatakan bahwa ULP mengusulkan penawar terendah yang responsif sebagai calon pemenang. Tidak ada definisi dan rumusan yang jelas tentang “penawaran terendah yang responsif”, sehingga ketentuan tersebut memiliki peluang untuk diinterpretasikan secara berbeda menurut kepentingan pihak pengguna dan penyedia barang/jasa. Akibatnya, penetapan calon pemenang lelang cenderung bersifat subjektif, tidak baku, berlarut-larut, rentan terhadap praktik KKN, berpotensi menimbulkan kebocoran keuangan negara, dan berdampak buruk terhadap kinerja proyek-proyek pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mendesain suatu metode dan sistem yang dapat digunakan untuk menilai dan menetapkan harga penawaran terendah yang responsif secara ilmiah, mudah dioperasikan, memberikan hasil akurat dan seketika, sehingga dapat membantu Kelompok Kerja ULP pada seluruh Kementerian, Lembaga, SKPD, dan institusi lainnya di seluruh Indonesia dalam mengatasi berbagai persoalan empirik sehubungan dengan subjektifitas dan ketidakpastian dalam penetapan pemenang lelang. Rasio antara penawaran harga kontraktor dan pemenang lelang terhadap HPS diklasifikasi menurut interval kelas tertentu. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penawaran harga pemenang lelang berada pada interval nilai 73% s/d 98% terhadap nilai HPS dan menghasilkan koefisien responsif c = 0,01161. Nilai ini menunjukkan bahwa keputusan penetapan pemenang lelang dilakukan secara subjektif, tidak memiliki kepastian, tidak baku, dan tidak konsisten. Harga penawaran yang responsif diformulasikan dengan  . Pemenang lelang ditetapkan yang memenuhi nilai terendah (Ci,min) pada kelas responsif  
KONSTRUKSI PONDASI SARANG LABA-LABA ATAS TANAH DAYA DUKUNG RENDAH BANGUNAN BERTINGKAT TANGGUNG Purwanto, S.S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.42 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.620

Abstract

Mendirikan konstruksi bangunan gedung diatas lapisan batu karang atau padas yang cukup tebal, boleh dikatakan kita sudah terbebaskan dari permasalahan pondasi sebab dengan adanya lapisan batu karang  atau  padas yang cukup  tebal itu sendiri pada prinsipnya sudah merupakan suatu konstruksi pondasi yang ideal. Permasalahan pondasi baru akan timbul, apabila kita  akan  mendirikan suatu  konstruksi bangunan diatas  tanah  yang daya  dukungnya  rendah Mendirikan  suatu  konstruksi  bangunan  yang  relati  cukup  berat  diatas  tanah  yang  daya dukungnya rendah, jelas akan merupakan suatu tantangan yang harus diatasi. Pada perencanaan pondasi  langsung  dengan  sistem  sistem  yang  lain,  kesemuanya  bertujuan  untuk  mengatasi tantangan diatas, yaitu besarnya beban disatu pihak dengan lemahnya daya dukung dilain pihak. Masing-masing sistem lahir dengan bentuk dan modifikasi sesuai dengan besar kecilnya tantangan yang harus diatasi. Pada sistem pondasi langsung yang sudah kita kenal selama ini masih terdapat berbagai  kekurangan  yang  dapat  disempurnakan,  baik  dari  segi  perencanaan,  effisiensi, pelaksanaan, maupun dari segi ekonomisnya. Berbagai sistem pondasi yang selalu dianggap biasa tersebut, sebenarnya masih dapat digali hal hal yang lebih dari biasa. Sistem kombinasi yang lahir sebagai sistem baru dengan bentuknya yang sederhana tersebut, kemudian diperkenalkan dengannama “Sistem Konstruksi sarang laba laba
Studi Penggunaan Air di PT. Holcim Indonesia Pabrik Cilacap Widjayadi, Fa’iz Kurniawan, Maria Krisnawati Sanidhya Nika Purnomo
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.269 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i2.650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik konsumsi air terbesar dan efisiensi penggunaan air serta upaya yang dilakukan Holcim Indonesia Pabrik Cilacap dalam konservasi air. Analisis awal dilakukan dengan mengetahui tingkat penggunaan air perusahaan, baik untuk penggunaan air hujan maupun air PDAM serta jumlah flow meter yang terpasang sebagai alat ukur konsumsi air.Data yang digunakan diperoleh dari data konsumsi air Holcim Indonesia Pabrik Cilacap tahun 2010 – Juli 2014. Untuk mengetahui titik konsumsi terbesar digunakan analisis pareto terhadap data konsumsi air.  Dari hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan air PT Holcim Indonesia Pabrik Cilacap 2013 menurun 9% dari penggunaan air di tahun 2010, dengan komposisi air hujan lebih banyak dibandingankan dengan air PDAM. Jumlah flow meter yang terpasang mempengaruhi tingkat keakurasian pencatatan internal.Persentase selisih yang terjadi antara pencatatan internal dengan PDAM menurun seiring dengan peningkatan jumlah flow meter yang terpasang.Oleh karena itu,identifikasi kehilangan air belum dapat dilakukan karena masih ada titik – titik konsumsi yang belum terukur dengan flow meter.Hasil dari analisis pareto menunjukan bahwa departemen terkait dengan titik konsumsi torn dist dan supply RM mengkonsumsi air terbesar. Untuk mengetahui dan memantau keberhasilan pengelolaan penggunaan air, pada penelitian ini juga akan dilakukan studi perbandingan “Benchmarking” dengan beberapa Pabrik Semen di dunia dalam bidang penggunaan air. Dari hasil studi perbandingan diperoleh rata – rata pemanfaatan air terhadap produksi semen Holcim Indonesia Pabrik Cilacap lebih rendah dibandingkan dengan grup semen dunia lainnya, yaitu sebesar 103 l/t cli.

Page 6 of 41 | Total Record : 406