Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Animasi komputer Untuk Sekolah Menengah Atas Berbasis Macromedia Flash 8 Aththibby, Arif Rahman
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was motivated by the learning process of physics is less interest, but phyisics learning will be easier to accepted with students if the learning process is packed more interesting. This study aimed to make the physics learning media based computer animation  from the topic of Newton laws used software Macromedia Flash 8,and to know the validation of physics learning media based computer animation.  This media was conducted by ADDIE model. The result of this study showed that: 1) it has been made the physics learning media based computer animation, 2) general assesment of the obtained result are very good products, making it feasible to use in their  physics lesson in senior high school,.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PURBOLINGGO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Kurniawati, Endang; Aththibby, Arif Rahman
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Fisika JPF FKIP UM Metro
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposeofthis studyis: to describethe use ofexperimental method sin enhancingthe activity oflearning physicsclass VII students of SMPN1Purbolinggoandto describethe use ofexperimentalmethodsin improvingstudentlearning outcomesphysicsclass VII SMP N 1 Purbolinggo.This study uses a Class Action Research and 4-cycle stages: planning, action, observation and reflection for further action. The study lasted 2 cycles each cycle consisting of 2 meetings. As the subjects in this study were VII.F grade students of SMP N 1 Purbolinggo of 40 people. Means of collecting data in the form of sheets of observations and tests. From the analysis and the results of this study concluded that the use of experimental methods in the learning process can improve the activity and student learning outcomes VII.F SMP N 1 Purbolinggo on the material and temperature measurements with an average of 11.56% increase in activity. Average learning outcomes increased by 55%. Thus it can be advisable for teachers to improve the activity and student learning outcomes using experimental methods.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS ANIMASI FLASH TOPIK BAHASAN USAHA DAN ENERGI Aththibby, Arif Rahman
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Fisika JPF FKIP UM Metro
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of computers as a learning medium is increasing. But there is still a bit of educators who use the computer as a medium of education facilities. Based on the research of some experts note that by using animation using flash operated by a computer, student learning outcomes improved. Therefore, it is necessary to develop media-based learning physics flash animation subject and Energy Enterprises are using Macromedia Flash 8. Media are developed based on the ADDIE development model, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The program was tested by experts in the study of physics and media experts to determine the feasibility media (program) based on predetermined criteria. After the test results obtained through the medium of learning developed worthy to serve as a medium of learning and can be used in learning.
Pengaruh Permainan dalam Pembelajaran Fisika Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Rahman Aththibby, Arif; Hidayatullah Alarifin, Dedi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.467 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i2.3246

Abstract

Menanamkan rasa suka, senang, tertarik, dan butuh kepada peserta didik merupakan salah satu kiat yang efektif untuk keberhasilan belajar peserta didik. Belajar tadak hanya dibatasi pada satu tempat, kondisi, ruang, dan waktu tertentu saja. Siswa akan termotivasi mengikuti pembelajaran dengan baik jika guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Keaktifan belajar merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan guru sehingga pada akhirnya prestasi belajar siswa pun dapat ditingkatkan. Untuk meningkatkan minat dan aktivitas belajar dalam pembelajaran fisika diperlukan suasana yang menyenangkan. Hal itu dapat dilakukan melalui kombinasi brain Gym, ice breaking, dan penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran fisika. Hasil dari penelitian yang dilakukan  tentang pengaruh permainan dalam pembejaran fisika terhadap  motivasi belajar peserta didik dapat disimpulkan bahwa implementasi permainan dalam pembelajaran fisika baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari hasil rata-rata motivasi belajar siswa dan juga hasil uji-t yang dilakukan. Oleh karena itu, sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar fisika bagi peserta didik, guru memiliki opsi menggunakan permainan dalam pembelajaran.
Model Pembelajaran Perpaduan Sistem Daring dan Praktikum untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Psikomotor Suseno, Nyoto; Riswanto, Riswanto; Aththibby, Arif Rahman; Alarifin, Dedy Hidayatullah; Salim, M. Barkah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jpf.v9i1.3169

Abstract

Pandemi covid 19 memaksa penggunaan pembelajaran daring sebagai alternatif dalam proses pendidikan, dan kemungkinan akan menjadi kelaziman baru pada era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Pembelajaran daring cukup potensial untuk meningkatkan kemampuan aspek kognitif, namun untuk mengembangkan aspek psikomotor rasanya cukup sulit jika menggunakan pembelajaran daring. Tujuan penelitian ini adalah pengambangan model pembelajaran daring yang dipadukan dengan praktikum untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitataif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengolah data hasil belajar kognitif dan psikomotor sebagai efek penggunaan model yang dikembangkan, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk mengungkap kelebihan dan kelemahan model yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran perpaduan sistem daring dan praktikum memberikan pengaruh yang signifikan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan aspek kognitif (N-Gain=56,4%), maupun aspek psikomotor (N-Gain=81,77%). Sesuai hasil penelitian, maka model pembelajaran daring dipadu dengan praktikum dapat digunakan dalam situasi pandemi covid-19. Pelaksanaan praktikum hendaknya terjadwal dan dilaksanakan secara kelompok dengan memperhatikan lokasi kedekatan peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS ANIMASI FLASH TOPIK BAHASAN USAHA DAN ENERGI Arif Rahman Aththibby
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Fisika JPF FKIP UM Metro
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jpf.v3i2.238

Abstract

The use of computers as a learning medium is increasing. But there is still a bit of educators who use the computer as a medium of education facilities. Based on the research of some experts note that by using animation using flash operated by a computer, student learning outcomes improved. Therefore, it is necessary to develop media-based learning physics flash animation subject and Energy Enterprises are using Macromedia Flash 8. Media are developed based on the ADDIE development model, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The program was tested by experts in the study of physics and media experts to determine the feasibility media (program) based on predetermined criteria. After the test results obtained through the medium of learning developed worthy to serve as a medium of learning and can be used in learning.
Pengaruh Permainan dalam Pembelajaran Fisika Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Arif Rahman Aththibby; Dedi Hidayatullah Alarifin
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.467 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i2.3246

Abstract

Menanamkan rasa suka, senang, tertarik, dan butuh kepada peserta didik merupakan salah satu kiat yang efektif untuk keberhasilan belajar peserta didik. Belajar tadak hanya dibatasi pada satu tempat, kondisi, ruang, dan waktu tertentu saja. Siswa akan termotivasi mengikuti pembelajaran dengan baik jika guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Keaktifan belajar merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan guru sehingga pada akhirnya prestasi belajar siswa pun dapat ditingkatkan. Untuk meningkatkan minat dan aktivitas belajar dalam pembelajaran fisika diperlukan suasana yang menyenangkan. Hal itu dapat dilakukan melalui kombinasi brain Gym, ice breaking, dan penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran fisika. Hasil dari penelitian yang dilakukan tentang pengaruh permainan dalam pembejaran fisika terhadap motivasi belajar peserta didik dapat disimpulkan bahwa implementasi permainan dalam pembelajaran fisika baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari hasil rata-rata motivasi belajar siswa dan juga hasil uji-t yang dilakukan. Oleh karena itu, sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar fisika bagi peserta didik, guru memiliki opsi menggunakan permainan dalam pembelajaran.
Exploring Collaborative Problem-Solving Competency of Junior High School Students Friska Octavia Rosa; Arif Rahman Aththibby
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 9, No 3 (2021): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jpf.v9i3.5856

Abstract

The 2013 curriculum implemented in the learning process demands students to be able to develop every aspect owned by each individual; one of them is Collaborative Problem Solving (CPS) competency. The global competition after finishing education is also a concern for learning outputs. Collaborative problem-solving does not only sharpen the students' cognitive competency but also their social attitude. Education is a process that involves students through their thinking to continue to innovate in order to solve the surrounding problems properly. Every time, it is necessary that students are prepared to obtain skills that they will need in the future. The purpose of this research is to analyze collaborative problem-solving skills in middle-level students. How these skills contribute towards students' understanding process on learning itself, both individually and in groups. This study was performed at a State Junior High School in Lampung during the odd semester of the 2019/2020 academic year. Samples used in this research were determined using random sampling techniques. The research sample was 63 students'. The instruments used in data collecting were observation, interview, and test, without any treatment towards the sample. The research data shows that the percentage of students' social skills has an average score in the low category (participation and perspective-taking), while all aspects of cognitive skills are in the low criteria (regulation, learning and knowledge building, and task regulation). Based on these results, it can be concluded that students' collaborative problem-solving skills are still in the low category, so further research needs to be carried out as an alternative that can be done to improve collaborative problem-solving skills.
Piil Pesenggiri Team Work Learning Model for Collaborative Problem-Solving Skills of Junior High School Students Friska Octavia Rosa; Arif Rahman Aththibby; Dya Qurotul A’yun
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 4 (2023): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i4.2098

Abstract

Collaborative problem-solving is one of the essential concerns in the learning process to prepare human resources who ready to compete in the future. This study is aimed to inspect the impact of the Piil Pesenggiri Team Work Learning (PPTWL) model implementation in Science classes of Junior High schools. This study was a pre-experimental research conducted without involving the control class, namely one-group pretest posttest design. Collaborative problem solving skills are students' abilities to engage in cognitive and social processes effectively, attempting to solve encountered problems, in groups. Collaborative problem solving observation sheet was the instrument used for the study. Study results indicate that PPTWL model is effective to be used in improving collaborative problem-solving skills of students in science-related materials. In-depth studies on learning cultures and materials and repetitive model application are required to obtain more accurate outcomes in future studies.
WORKSHOP PENGEMBANGAN DAN APLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER UNTUK GURU SMA DI KOTA METRO Arif Rahman Aththibby; Friska Octavia Rosa; Eko Prihandono
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian 4 UM Metro tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan analisis situasi yang dihadapi oleh mitra, yaitu MGMP Fisika Kota Metro, SMA N 4 Kota Metro dan MAN 1 Kota Metro didapatkan masalah yang penting untuk diselesaikan. Permasalahan tersebut adalah kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan perangkat dan media pembelajaran yang berbasis komputer. Selain itu kondisi sekolah mitra yang memadai fasilitas komputer termasuk ruangan yang memiliki proyektor tidak dapat dioptimalkan fungsinya. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah tuntutan bahwa saat ini guru matapelajaran khususnya guru dengan status PNS wajib untuk meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh mitra, diperlukan suatu workshop pembuatan media pembelajaran dan penyusunan perangkat pembelajaran yang dapat diintegrasikan dengan media pembelajaran berbasis komputer. Langkah selanjutnya adalah pendampingan penggunaan media pembelajaran berbasis komputer sesuai dengan perangkat pembelajaran dan skenario pembelajaran yang telah disusun dalam workshop. Melalui kegiatan yang telah dilakukan para guru anggota MGMP telah dilatih penggunaan media pembelajaran berbasis komputer terkait pembelajaran fisika yang dapat diaplikasikan di sekolah masing-masing. Selain itu setiap guru nantinya akan menyusun perangkat dan mengaplikasikannya dalam kegiatan pembelajaran