cover
Contact Name
Elmanani Simamora
Contact Email
paradikmajpm@unimed.ac.id
Phone
+6261-6613365
Journal Mail Official
paradikmajpm@unimed.ac.id
Editorial Address
Study Program of Mathematics Education Postgraduate Program of UNIMED Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Medan, 20221 Tel / fax : (061)6613365,6613276 / (061)6614002,6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Paradikma: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 19788002     EISSN : 25027204     DOI : https://doi.org/10.24114/paradikma.v13i3
Core Subject : Education,
Paradikma: Jurnal Pendidikan Matematika (PJPM) focuses on presenting new ideas and essential developments for those working in mathematics education (subject matter: pedagogical, technological, psychological) and the application of mathematics in education. It seeks to reflect the diversity of research concerns in this field and the various methods used to study it. PJPM invites original research articles and not simultaneously submitted to other journals or conferences. The entire spectrum of research in mathematics education is welcome, which includes, but is not limited to the following topics: 1. Research Design in Mathematics Education, and Mathematics Ability. 2. Realistic Mathematics Education (RME) 3. Learning Mathematics uses the TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge) approach 4. PISA tasks 5. Mathematics Teacher Education and Development. 6. Development of Information and Communication Technology in Mathematics Education 7. Applied Mathematics (Application of Statistics, Algebra, Mathematical Models in education)
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA" : 11 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN SELF EFFICACY SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMP SWASTA DWITUNGGAL TANJUNG MORAWA Yunita Sari; Edy Surya; Asmin Asmin
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v11i2.22892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, (2) Apakah terdapat perbedaan peningkatan self efficacy antara siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, (3) Apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, dan (4) Apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan self efficacy siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan awal matematika, tes berpikir kritis matematis dan angket self efficacy. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif ditujukan untuk mendeskripsikan persentase pencapaian skor siswa pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran biasa. Analisis inferensial data dilakukan dengan ANAVA 2 Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, (2) Terdapat perbedaan peningkatan self efficacy antara siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, (3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, dan (4) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan self efficacy siswa.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Self Efficacy, Pembelajaran Berbasis Masalah
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SMPN 2 PERCUT SEI TUAN Pratiwi Bernadetta P.; Mukhtar Mukhtar; Bornok Sinaga
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.22952

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, (2) Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, (3) Apakah model pembelajaran berbasis masalah memberikan pengaruh yang lebih baik daripada model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, (4) Apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMPN2 Percut Sei Tuan dan sampel diambil menggunakan metode random sampling dengan kelas VII-3 sebagai kelas eksperimen 1, kelas VII-4 sebagai kelas eksperimen 2 dan kelas VII-5 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan terdiri dari: (1) Angket motivasi belajar siswa, dan (2) tes kemampuan berpikir kreatif. Analisis data dilakukan dengan ANAVA dua jalur. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, (2) Terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, (3) Model pembelajaran berbasis masalah memberikan pengaruh yang lebih baik daripada model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa, (4) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif, Model pembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, motivasi belajar siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING DENGAN KONTEKS BUDAYA BATAK TOBA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-EFFICACY MATEMATIS SISWA SMA NEGERI 1 PAGARAN Rustam E. Simamora; Sahat Saragih; Hasratuddin Siregar
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.23717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghasilkan perangkat pembelajaran yang berkualitas yang dikembangkan berdasarkan model Pembelajaran Penemuan Terbimbing dengan Konteks Budaya Batak Toba (PPT-KBBT) untuk kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pagaran; 2) Menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan perangkat PPT-KBBT; 3) Menganalisis peningkatan self-efficacy matematis siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan perangkat PPT-KBBT; 4) Menganalisis kesalahan jawaban siswa dalam menyelesaikan masalah matematis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Thiagarajan, Semmel dan Semmel (4D). Uji coba perangkat PPT-KBBT dilakukan sebanyak dua kali untuk memperoleh perangkat yang berkualitas. Uji coba yang pertama (Uji Coba 1) dilakukan di kelas XI IPA 2 dan uji coba yang kedua (Uji Coba 2) dilakukan di kelas XI IPA 3. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perangkat PPT-KBBT yang berkualitas diperoleh pada Uji Coba 2; 2) Kemampuan pemecahan masalah matematis yang dibelajarkan dengan menggunakan perangkat PPT-KBBT meningkat signifikan pada Uji Coba 2; 3) Self-efficacy Matematis siswa yang dibelajarkan dengan perangkat PPT-KBBT meningkat signifikan pada Uji Coba 2; 4) Ditinjau dari Newman Error Analysis, kesalahan siswa pada aspek pemahaman 33,33 %; aspek transformasi 22,76 %; aspek keterampilan proses 20,33 %; dan aspek kemampuan mengkoding 23,58 %. Pada aspek kemampuan membaca, siswa tidak menunjukkan kesulitan atau kesalahan. Kesalahan matematis siswa terjadi oleh karena siswa tidak dapat menyerap informasi dengan baik, siswa tidak terbiasa menuliskan rencana penyelesaian masalah dengan menggunakan kata-kata sendiri, kurangnya pengalaman siswa berhadapan dengan masalah matematis, kurangnya penguasaan atas materi prasyarat, dan ketidaktelitian siswa dalam melakukan perhitungan dan menyimpulkan solusi dari masalah matematis.Kata Kunci: etnomatematika, kemampuan pemecahan masalah matematis, penemuan terbimbing, self-efficacy matematis.
PENGARUH GAYA BELAJAR VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERBANTUAN E-LEARNING DI SMP NEGERI 1 BINJAI Rizky Ikhwan Permana; Zul Amry; Mulyono Mulyono
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v11i2.22893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui pengaruh gaya belajar VAK terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, Mengetahui kontribusi masing-masing gaya belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, Mengetahui pengaruh e-learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dan Mengetahui kontribusi e-learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Binjai dan sampel dalam penelitian ini adalah 3 kelas sebanyak 96 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh gaya belajar VAK terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dilihat dari nilai Fhitung = 22,803 lebih besar dari Ftabel = 2,70; dan terdapat kontribusi signifikan dari masing-masing gaya belajar VAK terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di SMP Negeri 1 Binjai yaitu secara keseluruhan sebesar 42,6%, gaya belajar visual sebesar 28,3%, gaya belajar auditori sebesar 18%, gaya belajar kinestetik sebesar 32%, gaya belajar visual dan auditori sebesar 4,4%, gaya belajar visual dan kinestetik sebesar 3,2%, dan gaya belajar auditori dan kinestetik sebesar 23,1%. Selanjutnya terdapat pengaruh pembelajaran e-learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebesar Fhitung = 9,220 lebih besar dari Ftabel = 2,70; dan terdapat kontribusi signifikan dari pembelajaran e-learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di SMP Negeri 1 Binjai yaitu secara keseluruhan sebesar 8,9%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh gaya belajar VAK terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berbantuan e-learning di SMP Negeri 1 Binjai.Kata Kunci: Gaya belajar VAK, Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, e-learning
ANALISIS KUALITATIF KEMAMPUAN METAKOGNISI DAN KREATIVITAS BERPIKIR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Ratu N. Perangin-angin; Bornok Sinaga; Edi Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.22953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) mengetahui kemampuan metakognisi siswa dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw, 2) mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, 3) mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam pemecahan masalah metakognisi, 4) mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam berpikir kreatif matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Perangkat pembelajaran yang disiapkan adalah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar aktivitas siswa (LAS) untuk dua pertemuan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) Tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis dari 38 orang siswa dengan kemampuan berpikir kreatif ‘sangat rendah’ sebanyak 6 siswa (15,79%), kategori ‘rendah’ sebanyak 19 siswa (50,00%), kategori ‘sedang’ sebanyak 7 siswa (18,42%), kategori ‘tinggi’ sebanyak 4 siswa (10,53%), dan kategori ‘sangat tinggi’ sebanyak 2 siswa (5,26%). (2) Tingkat kemampuan metakognisi dari 38 orang siswa dengan kemampuan metakognisi kategori ‘sangat rendah’ sebanyak 5 siswa (13,16%), kategori ‘rendah’ sebanyak 27 siswa (71,05%), kategori ‘sedang’ sebanyak 4 siswa (10,53%), kategori ‘tinggi’ sebanyak 2 siswa (5,26%), dan kategori ‘sangat tinggi’ tidak ada. (3) kesulitan bermetakognisi yang dialami siswa ditinjau berdasarkan kesulitan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. (4) Kesulitan berpikir kreatif yang dialami siswa ditinjau berdasarkan pemenuhan indikator flexibility, fluency, originality dan elaboration.Kata Kunci: Berpikir Kreatif Matematis, Metakognisi, Model Kooperatif Jigsaw
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DAN SELF-CONFIDENCE Milda Rizky Novriani; Elamanani Simamora; Izwita Dewi
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.22949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan: 1) perangkat pembelajaran yang valid dikembangkan dengan model VAK; 2) perangkat pembelajaran yang praktis dikembangkan dengan model VAK; 3) perangkat pembelajaran yang efektif dikembangkan dengan model VAK; 4) peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa diajarkan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan model VAK; 5) peningkatan self-confidence siswa diajarkan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan model VAK. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D. Dari hasil uji coba I, uji coba II dan tahap penyebaran diperoleh: 1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan model VAK telah memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian ahli; 2) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan model VAK memenuhi kriteria praktis ditinjau dari: a) penilaian ahli; dan b) hasil pengamatan keterlaksanaan perangkat pembelajaran; 3) perangkat  pembelajaran yang dikembangkan dengan model VAK memenuhi kriteria efektif ditinjau dari: a) ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai pada uji coba II sebesar 88,57% dan tahap penyebaran 91,43%; b) ketercapaian tujuan pembelajaran setiap butir soal; c.) respon siswa positif terhadap perangkat pembelajaran; d) waktu pembelajaran tidak melebihi waktu pembelajaran biasa; 4) kemampuan penalaran matematis siswa menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan model VAK meningkat, ditinjau dari skor N-Gain pada uji coba I sebesar 0,29 meningkat menjadi 0,34 pada uji coba II serta meningkat menjadi 0,57 pada tahap penyebaran; 5) self-confidence siswa menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan model VAK meningkat, ditinjau dari rata-rata hasil angket self-confidence pada uji coba I sebesar 75,91 meningkat menjadi 78,77 pada uji coba II serta meningkat menjadi 79,97 pada tahap penyebaran.Kata Kunci: VAK, Kemampuan Penalaran Matematis, Self-Confidence
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MELALUI MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBASIS BUDAYA BATAK TOBA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA Chrismanto Purba; Edy Surya; Mukhtar Mukhtar
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.22954

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui validitas, kepraktisan dan keefektifan bahan ajar yang dikembangkan, dan (2) Mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan bahan ajar yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan mengggunakan model pengembangan Dick and Carey. Penelitian ini dilakukan di SMA Markus Medan, uji coba I dilakukan Dikelas X-IPA sedangkan Uji coba II dikelas X- IPS. Bahan ajar menggunakan model pembelajaran Guided Discovery Learning berbasis budaya batak toba yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Bahan ajar yang dikembangkan juga memenuhi kriteria praktis berdasarkan pendapat ahli, respon siswa dan guru yang menyatakan bahan ajar dapat  digunakan dengan mudah. Bahan ajar yang menggunakan model pembelajaran Guided Discovery Learning berbasis budaya batak toba yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif dengan ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada uji coba I yaitu 25 orang siswa (83,33%) yang tuntas dari 30 orang siswa, sedangkan pada uji coba II yaitu 26 orang siswa (86,66% ) yang tuntas dari 30 orang siswa; (2) aktifitas dalam kegiatan pembelajaran yaitu aktivitas siswa pada seluruh aspek yang diamati berada toleransi waktu ideal yang ditetapkan, dan rata-rata nilai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran pada uji coba I sebesar 3,67 dengan kategori cukup baik dan pada uji coba II sebesar 4,19 dengan kategori baik; dan (3) respon positif siswa pada uji coba I sebesar 91,15% dan pada uji coba II mencapai 95,20% siswa merespon positif terhadap komponen-komponen bahan ajar dan kegiatan pembelajaran. Sedangkan untuk kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan menggunakan bahan ajar yang dikembangkan menggunakan model pembelajaran Guided Discovery Learning berbasis budaya batak toba mengalami peningkatan yaitu pada uji coba I sebesar 83,33%  siswa yang tuntas, sedangkan pada uji coba II 86,66% siswa yang tuntas dengan peningkatan 3,33%.Kata Kunci: Bahan Ajar, Model Guided Discovery Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Budaya Batak Toba
PERBEDAAN SELF CONFIDENCE SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Chairi Mutia Lubis; Waminton Rajagukguk; KMS M Amin Fauzi
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.22950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Self  Confidence siswa yang diajarkan dengan Pembelajaran Berbasis Masalah lebih tinggi dari Pendidikan Matematika Realistik, (2) Interaksi antara model pembelajaran (pendidikan matematika realistik dan pembelajaran berbasis masalah) dengan kemampuan awal matematika siswa (tinggi, sedang, rendah) terhadap self confidence siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Pangkalan Susu dan sampel penelitian ini adalah kelas kelas X IA2 dan X IA4. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, uji t dan analisis varian (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Self Confidence siswa yang diajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah tidak lebih tinggi dari siswa yang memperoleh pembelajaran pendidikan matematika realistik. Rata-rata skor Self confidence seluruh indikator pada kelas pembelajaran pendidikan matematika realistik tidak jauh berbeda dengan pembelajaran berbasis masalah. Pada indikator 1 yaitu percaya pada kemampuan diri sendiri, rata-rata skor kelas PMR adalah 25,27 dan untuk kelas PBM adalah 25,97. Pada indikator 2 yaitu bertindak mandiri mengambil keputusan, rata-rata skor kelas PMR adalah 25,33 dan untuk kelas PBM 26,00. Pada indikator 3 yaitu memiliki konsep diri, rata-rata skor kelas PMR adalah 25,53 dan untuk kelas PBM adalah 25,90. Pada indikator 4 yaitu berani mengemukakan pendapat, rata-rata skor kelas PMR adalah 24,40 dan untuk kelas PBM adalah 24,77.  (2). Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan KAM siswa terhadap Self Confidence siswa. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyatakan bahwa pembelajaran pendidikan matematika realistik dan pembelajaran berbasis masalah, kedua model pembelajaran tersebut dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan self confidence siswa dimana kedua model pembelajaran tersebut kedua-duanya dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, dan memberi kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan gagasannya dalam bahasa dan cara mereka sendiriKata Kunci: PMR, PBM, dan Self Confidence
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE BERBANTUAN AUTOGRAPH TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN SELF-EFFICACY SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 MEDAN Yuli Ragelia Sinaga; Edi Syahputra; Faiz Ahyaningsih
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.22955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh yang signifikan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan Autograph terhadap kemampuan representasi matematis siswa, (2) pengaruh yang signifikan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan Autograph terhadap self-efficacy siswa, (3) interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika terhadap kemampuan representasi matematis siswa, dan (4) interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika terhadap self-efficacy siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Medan. Sampel penelitian ini adalah Kelas XI-MIPA 5 sebagai kelas eksperimen I (36 siswa) dan kelas XI-MIPA 6 sebagai kelas eksperimen II (36 siswa). Instrumen yang digunakan terdiri dari tes KAM, tes kemampuan representasi matematis dan angket self-efficacy siswa. Analisis yang dilakukan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan Autograph terhadap kemampuan representasi matematis siswa, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berbantuan Autograph terhadap self-efficacy siswa, (3) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemampuan representasi matematis siswa, dan (4) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan KAM terhadap self-efficacy siswa.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Think Pair Share, Autograph, Kemampuan Representasi Matematis, dan Self-Efficacy
ANALISIS KESULITAN METAKOGNISI DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI SMP N 1 LAWE BULAN ACEH TENGGARA Nurvita Nurvita; Bornok Sinaga; Mukhtar Mukhtar
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.22951

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bagaimana tingkat kemampuan metakognisi dan koneksi matematis siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, bagaimana proses jawaban pemecahan masalah metakognisi dan koneksi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan bagaimana kesulitan siswa memecahkan masalah metakognisi dan koneksi matematis siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Lawe Bulan berjumlah 38 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dilakukan analisis data terhadap hasil penelitian berdasarkan prosedur penelitian kualitatif menggunakan. Tingkat kemampuan metakognisi dari 38 orang siswa dengan kemampuan metakognisi siswa ‘sangat rendah’ sebanyak 13%, kemampuan ‘rendah’ sebanyak 37%, kemampuan ‘sedang’ sebanyak 18% dan kemampuan ‘tinggi’ sebanyak 32%. Tingkat kemampuan koneksi matematis siswa dari 38 orang dengan kemampuan ‘sangat rendah’ sebanyak 16%, kemampuan ‘rendah’ sebanyak 39%, kemampuan ‘sedang’ sebanyak 29% dan kemampuan ‘tinggi’ sebanyak 16%.Setelah proses jawaban siswa dideskripsikan maka disimpulkan pada proses jawaban metakognisi dan koneksi matematis siswa berkaitan dengan objek matematika dan berkenaan dengan proses jawaban pemecahan masalah metakognisi dan koneksi matematis tidak terjadi pertentangan dengan kesepakatan yang telah ada dalam matematika baik fakta, konsep, prinsip maupun prosedur. Analisis kesulitan metakognisi dan koneksi matematis siswa dalam penelitian ini adalah pada analisis kesulitan metakognisi siswa, siswa tidak dapat menuliskan apa yang diketahui pada permasalahan, siswa juga tidak dapat menerapkan informasi yang diperoleh dalam konsep yang telah dipikirkannya. Pada analisis kesulitan koneksi matematis siswa, siswa tidak dapat menghubungkan informasi dalam soal dengan materi sebelumnya dengan benar, siswa dapat menghubungan materi bangun ruang sisi datar dengan materi pelajaran fisika tetapi belum benar, siswa tidak dapat menghubungan materi bangun ruang sisi datar dengan materi pelajaran fisika tetapi belum benar dan siswa tidak mampu  menghubungkan  masalah kehidupan nyata pada soal  bangun sisi datar.Kata Kunci: Analisis Kesulitan Metakognisi, Koneksi Matematis Siswa, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2024): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (July - December 2024) Vol 17, No 1 (2024): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (January-June 2024) Vol. 17 No. 1 (2024): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (January-June 2024) Vol 16, No 2 (2023): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (July - December 2023) Vol. 16 No. 2 (2023): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (July - December 2023) Vol 16, No 1 (2023): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (January - June 2023) Vol 15, No 2 (2022): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 1 (2022): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 14, No 2 (2021): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 14, No 1 (2021): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 1 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 2 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2 (2018): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 1 (2018): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 10, No 2 (2017): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 10, No 1 (2017): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 9, No 2 (2016): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 9, No 1 (2016): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 8, No 2 (2015): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 8, No 1 (2015): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 1 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2013): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2013): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 2 (2012): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 1 (2012): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2 (2011): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2011): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 3, No 2 (2010): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 3, No 1 (2010): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 2, No 2 (2009): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 2, No 1 (2009): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 2 (2008): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 1 (2008): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA More Issue