cover
Contact Name
yosa fiandra
Contact Email
pichaq@telkomuniversity.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrekam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis Km 6,5 Sewon, Bantul, Yogyakarta Tlp. (62) 0274 384107, HP (62) 089649387947 Email: jurnalrekam@gmail.com
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi
ISSN : 18583997     EISSN : 27453901     DOI : 10.24821
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi is a scientific journal published by the Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia in collaboration with the Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas (results of thought), creation, and the results of community service in the fields of photography, television, and animation.
Articles 198 Documents
Strategi Resiliensi Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara Menghadapi Pandemi Covid-19 Nurul Aldha Mauliddina Siregar; Ute Lies Siti Khadijah; Evi Novianti
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i1.4945

Abstract

The implementation of the Large-Scale Social Restrictions (PSBB) policy in order to reduce the number of transmission of the coronavirus (Covid-19) pandemic cases in Jakarta leads several cultural heritage sites such as museums close the physical access to visits. In the midst of these limitations, the Antara Journalistic Museum and Photo Gallery made a breakthrough by establishing the museum digitization approach using Video Reality (VR) technology. This article was written to see how the strategy for the resilience of Cultural Heritage Sites in the Museum and Journalistic Photo Gallery is between maintaining some journalistic photo exhibition agendas amidst the lack of public interest in visiting museums plus the threat of a multidimensional crisis due to the Covid-19 pandemic. This research was written using qualitative methods with a descriptive approach. The existence of this facility provides a new alternative for the public to continue visiting and accessing journalistic photo exhibition programs and activities which have been regularly held at the Antara Museum and Photo Journalistic Gallery so far. Having concern with the strength of the mission to preserve historical value as one of the broadcasting spaces for independence and to disseminate journalistic knowledge, especially related to the photojournalism to the younger generation and the strong encouragement of the community, the Antara Journalistic Photo Gallery and Museum is encouraged to survive and continue to operate in organizing activities that have been consistently scheduled yearly.  
Game-Based Learning: Media Konstruktif Pembelajaran Mandiri Bagi Siswa Samuel Gandang Gunanto
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i1.4951

Abstract

Pembelajaran mandiri membutuhkan motivasi dan disiplin yang tinggi. Materi ajar yang terstruktur dan kontekstual juga merupakan faktor keberhasilan proses belajar yang mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa. Pembelajaran mandiri di masa pandemi COVID-19 menjadi sebuah strategi transformasi sistem pendidikan di Indonesia baik yang berbantukan teknologi maupun yang mengandalkan interaksi manual di daerah pelosok Indonesia. Formula yang tepat dalam mengimplementasikannya sangat perlu diteliti dengan menggunakan beragam media sebagai alat bantu belajar. Gim sebagai sebuah media belajar muncul sebagai alternatif yang mampu mengintegrasikan elemen belajar yang tersusun sistematis. Skenario pembelajaran dapat diterapkan secara kontekstual yang mendekatkan materi belajar ke siswa dengan cara yang lebih natural. Proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan terjadi secara sukarela. Penelitian ini akan mencoba memformulakan pembelajaran mandiri dan konstruktif bagi siswa dengan menggunakan media gim, sehingga dapat menjadi acuan bagi pendidik yang ingin menggunakan atau mengimplementasikannya dalam sistem pembelajaran di kelas.
Gosip, Hoaks, dan Perempuan: Representasi dan Resepsi Khalayak Terhadap Film Pendek “Tilik” Putu Nur Ayomi
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i1.4910

Abstract

Tulisan ini mengkaji bagaimana film Tilik sebagai film pendek  Indonesia yang mendapat antusiasme sangat besar dari khalayak merepresentasikan pesan-pesan utama seperti gosip, hoaks dan perempuan melalui pilihan kode-kode semiotis dalam film. Kajian ini juga secara kualitatif membahas bagaimana resepsi dari khalayak dengan menggunakan teori representasi dan resepsi dari Stuart Hall.  Selain analisis representasi yang menggunakan data dari film,  digunakan pula data resepsi khalayak  yang diperoleh dari komentar-komentar pengguna media sosial Twitter yang memiliki jumlah “suka” besar yang didapat dari hasil analisa data dari Drone Emprit, analis big data sosial media. Tulisan ini menunjukkan bahwa  representasi pada film Tilik mengenai tema-tema di atas dapat dilihat secara denotatif dan konotatif. Dari segi resepsi, film Tilik dimaknai khalayak dari tiga posisi yakni dominan, oposisional dan negosiatif. Walaupun film Tilik  dikritik sebagai film yang tidak edukatif terutama mengenai hoaks dan bias patriarkis, film ini mendapatkan pembacaan dominan sebagai film yang merepresentasikan realitas masyarakat Indonesia. 
Analisis Perubahan Sifat Karakter di Sepanjang Perjalanannya Berdasarkan Pola Kejadian dan Plot Segment dalam Film “Green Book” William Sanjaya
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i1.4433

Abstract

Film “Green Book” merupakan film yang membahas tentang diskriminasi yang dialami oleh pekerja Italy bersama teman sekaligus atasannya yang merupakan orang Negro. Pola kejadian dalam keseluruhan cerita dapat dilihat melalui rangkaian adegan yang menggambarkan perjalanan karakter. Dalam pola kejadian tersebut, perubahan karakter dapat dilihat melalui setiap masalah dari luar (outer problem) dan masalah batin (inner problem) yang dialami. Perubahan tersebut memberikan nilai – nilai yang merefleksikan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kejadian dan perubahan karakter di sepanjang perjalanan karakter dalam cerita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang mengumpulkan berbagai macam teori sebagai bahan untuk menganalisa secara akurat. Teori yang digunakan adalah teori plot segment dari David Bordwell, 7 pola kejadian dalam cerita oleh David Trottier serta perubahan sifat karakter sepanjang perjalanan oleh Christopher Vogler. Dari penjabaran yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat 7 pola kejadian yang dapat digambarkan melalui setiap kejadian dalam cerita film. Perubahan sifat karakter terjadi sepanjang perjalanan yang dihadapi. Perubahan karakter tersebut memberi nilai yang merefleksikasn nilai – nilai kehidupan. Dalam perubahan dimensi pada aspek  sosiologi, psikologi, dan ciri – cici fisik, karakter dapat mengalami perubahan terhadap satu atau lebih dari satu aspek lain, namun karakter juga dapat mengalami perubahan pada satu aspek dalam sifatnya saja.
Implementasi Screenplay dan Audio Foley Effect pada Pembuatan Film Animasi 3D "Si Molek" Raldy Farezky; Anggy Trisnadoli
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i1.3808

Abstract

Screenplay adalah kisah yang diceritakan dengan gambar, dalam dialog dan deskripsi, dan ditempatkan dalam konteks struktur dramatis, yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, dialog dan keadaan. Foley merupakan jenis suara yang dibuat untuk mengisi noise pemain dalam film pada waktu yang sebenarnya atau nyata. Teknologi animasi sendiri sudah menyebar hingga pada pembuatan cerita daerah/cerita rakyat yang awalnya hanya diceritakan secara lisan/tertulis. Cerita rakyat adalah suatu cerita yang pada dasarnya disampaikan oleh seseorang pada orang lain melalui penuturan lisan. Hampir disetiap daerah di Indonesia memiliki cerita rakyatnya masing-masing. Salah satu cerita rakyat dari provinsi Riau adalah cerita rakyat Si Molek. Pada penelitian ini, akan dibuat sebuah film animasi 3D cerita rakyat Si Molek dengan menggunakan teknik Screenplay dan juga teknik Foley Effect. Teknik Screenplay digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam proses pembuatan animasi 3D Si Molek. Sedangkan teknik Foley Effect digunakan karena tanpa adanya Foley Effect sebuah film akan terasa kurang realistis dan natural. Dengan film animasi 3D Si Molek yang menerapkan teknik Screenplay dan Foley Effect ini diharapkan menghasilkan sebuah film animasi 3D yang baik dan juga sebagai sarana memperkenalkan cerita rakyat ini kepada masyarakat. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan teknik Screenplay dan teknik Foley Effect berhasil diimplementasikan dengan benar.
Karantina Wilayah sebagai Ide Penciptaan Foto Seri Tentang Topical Trends Covid-19 Pamungkas Wahyu Setiyanto; Novan Jemmi Andrea; Agus Triyana
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i1.4485

Abstract

Quarantine Areas as an Idea The Creation of A Series of Topical Trends of Covid-19. Research called quarantine areas as an idea the creation of a photograph series about topical trends covid-19 is a study based the creation of artistic, with the result of a photograph series describing the atmosphere quarantine areas due to pandemics covid-19 in Pedukuhan Pelem Sewu , RT 08 and RT 09 , Panggungharjo, Sewon, Bantul , Yogyakarta. Photo series made is activity the creation of a guide making a photograph produce a series of photos containing descriptions based on the theme or a particular subject same, that is the situation quarantine areas. Through the observation, design concept, to recording equipment, produced a series of photographs quarantine areas described the situation, the closure enter and leave in a region in which there were people infected covid-19. Methods used in this study began of observation, the design of the concept of, until shooting. The result of the creation of this series are photographs that describe scenes of residents and the activities of that lasts for quarantine areas to come into effect. Conclusions obtained from the research with the approach the work of art it produces an understanding of the circumstances and the residents habit covid-19 due to new pandemic. A new habit of them is online learning activity, aware of their health and clean environment, and of their fellow citizens for mutual support and through the quarantine.
Gestur Tangan Manusia dalam Karya Fotografi Seni Arif Ardy Wibowo; Dina Astuti
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i2.4803

Abstract

Tangan sebagai bagian tubuh manusia yang sering digunakan sebagai alat komunikasi dan menghasilkan beragam pose. Manusia secara alami terbiasa menggunakan tangan untuk melakukan komunikasi dan ketika bergerak, tangan membentuk sebuah gestur tertentu. Gestur adalah sebuah gerakan yang bertujuan memberikan isyarat. Isyarat adalah untuk memahami pikiran seseorang atau mengkomunikasikan perasaan. Metode dalam penciptaan ini diawali dengan penggalian ide dan  konsep yang dilanjutkan dengan studi referensi dilanjutkan dengan penjelajahan eksplorasi dan eksekusi foto. Penciptaan ini menghasilkan karya foto yang dibagi menjadi 5 kategori yakni Bahagia, Kesedihan, Kegelisahan, Marah dan Religius. Pemilihan  kelima kategori ini dirasa oleh penulis cukup mewakili dinamika kehidupan manusia. Karya dalam penciptaan ini memberikan pengetahuan  tambahan mengenai tangan. Tangan yang pada umumnya dikaitkan dengan peran sehari-hari ternyata dapat memiliki gestur  yang bernilai pesan tertentu di balik visualnya.
Dampak Covid Terhadap Pekerja Animasi Indonesia Andrian Wikayanto; Ehwan Kurniawan; Bagus Fitrian Yudoprakoso Mail; Daryl Wilson; Irvan Satrya Prana
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i2.5647

Abstract

ABSTRAKMunculnya covid-19 tidak hanya berimbas pada aspek kesehatan saja. Namun disaat yang sama juga menyangkut pada aspek sosioekonomi dari para pekerja yang memiliki posisi sangat rentan di masa pandemi ini. Pada penelitian sebelumnya memperlihatkan banyak sekali dampak yang dirasakan oleh para pekerja di sektor pendidikan, kesehatan, sektor non-formal, pariwisata, dan pekerja migran. Namun sayangnya masih belum menyentuh secara mendalam dalam melihat dampak pandemi pada pekerja kreatif khususnya di bidang animasi. Disisi lain sektor animasi dianggap sebagai salah satu sektor industri yang dianggap mampu bertahan pada masa pandemi ini. Sehingga mengetahui seperti apa dampak pandemi pada pekerja di sektor animasi menjadi sangat penting. penelitian ini akan menggunakan pendekatan studi kasus dengan mewawancarai 120 pekerja animasi di 23 kota di seluruh Indonesia. Dari penelitian ini ditemukan bahwa dampak pandemi covid-19 ini terdiri dari 2 aspek, yaitu aspek internal dan eksternal. Para pekerja animasi seringkali dianggap sebagai pihak yang bisa beradaptasi pada masa pandemi karena kemampuannya dalam memanfaatkan teknologi terbaru. Faktanya tidak semua pekerjaan di bidang animasi dapat dikerjakan secara jarak jauh atau remote, karena masih dibutuhkan proses kerja secara onsite untuk memudahkan proses komunikasi dan koordinasi.
Studi Tentang Digitalisasi Ondel-Ondel Betawi Melalui Teknologi 3D Animasi Ferric Limano; Yasraf Amir Piliang; Irma Damajanti; Rismiyati E. Koesma
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i2.5138

Abstract

Indonesia kaya akan warisan budaya, salah satu ragam warisan budaya yang terdapat di Indonesia adalah seni pertunjukan tradisional. Seni pertunjukan ini melibatkan peran individu atau kelompok di dalam satu waktu dan ruang. Kesenian tradisional merupakan identitas kultural masyarakat lokal. Hal ini merupakan wajib menjadi pertahanan identitas masyarakat tersebut, agar tidak kehilangan jati diri dalam masyarakat berbudaya. Terlebih lagi arus globalisasi yang membuat budaya tradisional mulai kurang di apresiasi, dibandingkan budaya global. Ondel-ondel merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional, memiliki nilai ikonik dan komersial. Apresiasi terhadap Ondel-ondel pun mulai pudar, melalui penelitian ini bagaimana membuat produksi animasi 3D digital untuk Ondel-ondel Betawi. Data didapatkan melalui experimental visual dan gerak, kemudian data di analisa dan di deskripsikan.  Hasil dari penelitian ini adalah menjadi kajian prinsip gerak terhadap kesenian pertunjukan tradisional, sehingga masyarakat dapat menikmati kesenian tradisional Indonesia dalam media yang baru.
Literasi Visual sebagai Pendekatan dalam Pembelajaran Fotografi Daru Tunggul Aji
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i2.5660

Abstract

Visual Literacy As an Approach To Learning Photography. This article is an overview of the current photographic phenomena. Visual literacy as an approach becomes an offer in the development of photography learning science. As a of discipline, photography has the complexity of learning, just like other scientific disciplines. In photography learning, visual literacy is a significant capital. Visual literacy can be understood as a person's ability to respond to phenomena. It's not just the ability to switch media (design); from the oral to the visual, from the textual to the visual, from the audio to the visiual or from the visual to the other visual forms, and the ability to conduct studies of existing visual works. In photography, it is necessary not only to be processed artistically but also processed that has critical considerations, both from ethics, aesthetics, and perspective, to a phenomenon