cover
Contact Name
yosa fiandra
Contact Email
pichaq@telkomuniversity.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrekam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis Km 6,5 Sewon, Bantul, Yogyakarta Tlp. (62) 0274 384107, HP (62) 089649387947 Email: jurnalrekam@gmail.com
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi
ISSN : 18583997     EISSN : 27453901     DOI : 10.24821
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi is a scientific journal published by the Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia in collaboration with the Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas (results of thought), creation, and the results of community service in the fields of photography, television, and animation.
Articles 198 Documents
Pengaruh Promosi Menggunakan Foto Produk pada Kegiatan Wirausaha: Systematic Literature Review Lutfiyana, Sayyidah Hikma; Juhana, Agus
Rekam Vol 20, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v20i1.11134

Abstract

Lanskap dunia wirausaha telat dipengaruhi era digital secara signifikan. Peralihan dari teknik promosi tradisional ke promosi digital telah membawa dampak pada kegiatan wirausaha. Tidak dapat dipungkiri, estetika visual pada proosi menggunakan teknologi digital berpengaruh penting terhadapa penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dampak dari strategi promosi menggunakan visual produk terhadap perilaku konsumen. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian kali ini berasal dari pendekatan ilmiah yang dikenal sebagai Systematic Literature Review (SLR). Berdasarkan materi yang ditinjau, terbukti bahwa foto produk memberikan dampak yag signifikan dalam membangkitkan minat dan memfasilitasi keputusan pembelian konsumen dalam pasar sasaran. 
Restorasi Film Lewat Djam Malam sebagai Bentuk Pemulihan dan Pelestarian Film Klasik pada Era Digital Dayani, Elin Siska; Ranangsari, Kosalalita Anggiyumna; Saptoto, Anang; Rahmadiani, Arivia; Dharma, Surya Chintya
Rekam Vol 20, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film klasik berbentuk seluloid yang disimpan begitu saja akan mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Sebagai bagian dari warisan sinema Indonesia jaman dahulu, para pegiat film menaruh perhatiannya pada kondisi film lama yang usang, salah satunya adalah film lama berjudul Lewat Djam Malam, dengan berinisiasi melakukan restorasi dan digitalisasi pada film ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman mengenai proses restorasi film Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail yang meliputi tahapan pra-restorasi, restorasi, dan pasca restorasi. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan restorasi yang dilakukan pada film Lewat Djam Malam mampu melestarikan film klasik yang bernilai sejarah kebudayaan Indonesia masa lampau, sehingga film klasik dapat dengan mudah diakses dan dinikmati kembali oleh generasi muda.
Web Series Dokumenter Motorcycle Travelogue Episode "Kebun Teh Jogja Ki Suko” dengan Bentuk Laporan Perjalanan Hakim, Latief Rakhman; Pungkiawan, Pius Rino
Rekam Vol 20, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v20i1.7911

Abstract

Documentary Web Series “Motorcycle Travelog Episode Kebun Teh Jogja Ki Suko” Documentary Web Series is a form of documentary that is broadcast periodically on a digital platform. Documentary web series "Motorcycle Travelogue" tells the story of a journey to a place that can be developed and has the potential to be better known to the public. This episode will focus on Ki Suko's tea plantation located in Nglinggo hamlet, Samigaluh, Kulon Progo. This plantation was started by a an ex-girlfriend named Sukohadi who chose to move back to his hometown to develop tea commodities, which was very suitable for the geographical conditions of his village which was at an altitude of 1000 meters above sea level with land conditions that were on the outskirts of the city. Pak Suko's tenacity produced very good results with the emergence of several variants, ranging from green tea, gold tea, yellow tea, and silver needles that reach millions of rupiah.The method of making documentary films uses the creative process method, namely Exploration, Improvisation/Experimentation and Formation or Embodiment of Works, The method is divided into pre-production, production and post-production stages. While the results of i Documentary film making will be opened using social media, namely through YouTube as a promotional medium. Key_word : Web Series, Documenter, Ki Suko tea plantation
Analisis Match Cut dalam Membangun Penceritaan dalam Film Everything Everywhere All at Once Sanjaya, William
Rekam Vol 20, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v20i1.9617

Abstract

Film “Everything Everywhere All At Once” (2022) merupakan film tentang seorang Ibu Rumah Tangga, Evelyn, yang dibawa ke semesta lain ketika ia dihadapkan dengan berbagai masalah pekerjaan dan keluarganya. Film “Everything Everywhere All At Once” (2022) merupakan film yang bertemakan keluarga, yang dikemas dengan kompleksitas perpidahan lokasi atau semesta. Film “Everything Everywhere All At Once” (2022) memiliki transisi match cut yang menarik untuk diangkat. Film “Everything Everywhere All At Once” (2022) juga berhasil mendapatkan 7 dari 11 nominasi penghargaan, salah satunya adalah Best Film Editing dari Academy Awards. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan match cut dalam membangun tahap peneritaan dalam film “Everythung Everywhere All At Once” (2022). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan teori match cut oleh Gael Chandler dan teori struktur 5 babak oleh John Yorke. Dari analisis yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa match cut memiliki peran dalam membangun cerita. Match cut mengarahkan perhatian penonton sehingga penonton mampu memahami tindakan karakter utama yang berpindah – pindah semesta.
Kajian Komposisi, Transisi, dan Camera Movement dalam Trailer Film KKN di Desa Penari Prasetyo, Martinus Eko; Ahmad, Asrullah
Rekam Vol 20, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v20i2.12363

Abstract

Study Of Composition, Transition And Camera Motion On The Film Trailer Of KKN In Desa Penari. Indonesia has been rocked by many quality horror films in the last five years, where there have been many horror films made by original Indonesian filmmakers that have caught the attention of the audience, one of which is the film called KKN DI DESA PENARI which has become the second highest-grossing film in Indonesia by successfully attracting nine million viewers in Indonesia. the big screen and has aired in the United States, and this is the second largest achievement after the Avengers-End Game film ever to be released in 2019 with 11 million viewers. Of course, the success of this film promotion cannot be separated from the activity of showing the KKN film trailer IN THE DANIER VILLAGE. The role of the trailer in a film's main work is very important, because the process and presentation of the film trailer must be able to briefly represent the overall essence of the film. The trailer must be packaged in an interesting and serious manner in its production, because of this the author aims to conduct a visual analysis of the trailer for this best-selling film in Indonesia entitled KKN DI DESA PENARI in terms of composition, transition, and camera movement studies. With qualitative descriptive research methods, it will enrich the writing analysis references more broadly and in depth. This research produces variations of visual creativity to be more colorful and interesting to increase audience interest in the visuals of film trailers. In horror movie trailers, this will be a special trick, how the composition, transition, and camera movement must accommodate interesting visuals for the audience, especially in movie trailers.
Perancangan Motion Graphic Edukasi Kami Juga Manusia, Anxiety Disorder Pratama, Indra Wahyu; Erlyana, Yana
Rekam Vol 20, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v20i2.7378

Abstract

Mental health, is a health issue that is no less important than physical health, but unfortunately public awareness of mental health issues is still very lacking. The lack of public awareness of mental health disorders is influenced by several factors, where one of the most influential factors is the low level of public knowledge about mental health, so that there is an error in the public's perspective on the survivors of mental health disorders themselves. This of course can lead to mistreatment of survivors of mental health disorders, potentially stigmatizing treatments. Based on these data, this study aims to use the right learning media to change the public's perspective on mental health disorders in order to reduce the existing stigmatization. The method used is the design thinking method which is a method of developing a product that begins with efforts to answer problems that exist in society. The results of this study a learning media in the form of video motion graphics with cartoon visual style and a way of delivering information with an emotional and rational approach has its own charm for the audience.
Elemen-Elemen Black Comedy dalam Film The Menu Surur, Misbahus -
Rekam Vol 20, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v20i2.12037

Abstract

In the film The Menu, culinary dishes are used to peel off the social disgrace and sins of the elite without them ever suspecting before. This research aims to find out how culinary offerings and the arrogance of elite class dining wrapped in black comedy are represented in the film The Menu. The research method used is qualitative-descriptive using watch-listen-note data collection techniques. The researcher watched the film, paid attention to the details of each scene, transcribed the dialogue, and recorded every conversation and scene related to important culinary topics wrapped in black comedy in the film. Meanwhile, data analysis techniques use the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. In the analysis, the researcher identified the data, sorted and classified the data, and finally interpreted it using gastronomic theory as a guide. Data sources include words, phrases and sentences in the film The Menu. From this research it was found that the culinary delights in the film The Menu are presented in 7 culinary stages: The Island, Breadless Bread Plate, Memory, The Mess, Palate Cleanser, Man's Folly and the dessert S'mur. And the arrogance of elite class dining wrapped in black comedy is depicted in several scenes of their teasing questions, both to the chef and his assistants and to the culinary offerings, as well as the answers of the chef and the crew themselves, from the time the customers entered Hawthorn Island until the time the seven dishes were served.
Potret Keragaman Hayati dan Kultural Natuna dalam Bingkai Foto Dokumenter Fadillah, Kurnia Lucky; Adinur Zein, Muhammad Rifki; Febriani, Nadia
Rekam Vol 20, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v20i2.12398

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana keragaman hayati dan kultral di Natuna direkam ke dalam karya foto dokumenter dengan menggunakan teknik EDFAT. Natuna sebagai wilayah yang kaya akan keragaman hayati dan budaya, khususnya dalam aspek kuliner, menjadi fokus dalam proses pembuatan makanan tradisional sagu butir. Foto dokumenter dipilih karena mampu menggabungkan elemen visual dan naratif secara efektif. Penerapan EDFAT menghasilkan foto yang kaya makna. Entire menangkap keseluruhan lokasi dan aktivitas pembuatan sagu butir yang sarat akan konteks kebudayaan lokal. Detail dan Frame menonjolkan aspek yang lebih spesifik dari proses sagu butir dengan komposisi yang menarik. Angle menghadirkan sudut pandang yang memberikan perspektif baru. Time menangkap momen berharga yang tidak dapat diulang seperti ekspresi masyarakat dan tahapan pembuatan sagu butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik EDFAT efektif dalam merekam kekayaan hayati dan budaya Natuna. Foto yang dihasilkan mampu menggambarkan keragaman hayati dan kultural dengan cara yang mendalam dan menyeluruh, menjadikan alat visual yang kuat dalam memahami dan mengomunikasikan potensi daerah Natuna.
Perancangan Animasi 2D Tentang Manfaat Sayur pada Kesehatan Pencernaan untuk Anak Usia 6 – 7 Tahun Pebriyanto, Pebriyanto
Rekam Vol 20, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v20i2.13700

Abstract

Sayur memiliki manfaat pada kesehatan pencernaan manusia. Namun, pentingnya manfaat sayur belum sepenuhnya diketahui oleh sebagian besar anak-anak. Perlunya menambahkan wawasan anak tentang manfaat sayur dapat dilakukan melalui pemanfaatan media yang akrab digunakan oleh anak-anak. Oleh karena itu, dibutuhkan perancangan media yang bersifat informatif dan menarik tentang manfaat sayur untuk anak-anak. Penelitian ini berfokus pada perancangan media edukasi tentang manfaat sayur pada kesehatan pencernaan berupa animasi 2D untuk anak-anak usia 6 - 7 tahun. Perancangan media ini menggunakan metode penelitian melalui studi literatur, kuesioner, wawancara keahlian, dan observasi dan metode perancangan meliputi tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Hasil analisis data menemukan bahwa ketertarikan target audiens pada animasi berdasarkan narasi cerita yang seru dan tampilan visual yang unik serta menarik. Narasi cerita pada animasi ini menggunakan pendekatan narasi sugestif yang disampaikan melalui interaksi antar karakter dengan sudut pandang orang ketiga. Tampilan visual pada animasi ini menggunakan pendekatan antropomorfis dengan gaya kartun yang disederhanakan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa anak-anak mampu menyebutkan manfaat makan sayur yaitu membuat sehat di dalam perut yang berkaitan dengan mudahnya buang air besar (40%), dan dampak tidak makan sayur menjadikan perut tidak sehat/sakit dan susah buang air besar (55%).
Analisis Perjalanan Rama pada Relief Ramayana Candi Prambanan untuk Konsep Naratif Animasi dengan Pendekatan Hero’s Journey Setyawan, Alfan; Fijriani, Nissa
Rekam Vol 20, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v20i2.13739

Abstract

The Analysis of Rama’s Journey on the Ramayana Reliefs of Prambanan Temple for Animated Narrative Concept Using the Approach of Hero’s Journey . Reliefs of the Ramayana story can be found on the walls of the Shiva temple and the Brahma temple in Prambanan temple. The scene of each relief panel is well arranged so that a complete series of stories about Rama’s journey to save his wife Sinta is formed. The Ramayana relief of Prambanan temple is a narrative relief consisting of 76 scenes. The purpose of this research is to find the stages of the Ramayana storyline which is found in the Ramayana relief at Prambanan temple using the Hero’s Journey story structure. The research used qualitative research methods. Data were collected by observation, interviews, documents review, and literature studies. The collected data were analyzed, presented, discussed, and formed into conclusions as a result of the research.