cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 466 Documents
Pemanfaatan Larutan Daun Ketapang (Terminalia catappa) terhadap Perbaikan Parameter Kimia Air Media Pertumbuhan Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) Handayani, Tri Putri; Hasibuan, Saberina; syafiadiman, Syafriadiman
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Daun ketapang (Terminalia catappa) merupakan salah satu bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk menurunkan pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta mendapatkan dosis terbaik larutan daun ketapang terhadap perbaikan parameter kimia air media pertumbuhan ikan jelawat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat taraf perlakuan dan tiga kali pengulangan. P0 (kontrol), Penggunaan larutan daun ketapang dengan dosis 2 g/L (P1), P2 dosis 4 g/L, P3, dosis 6 g/L. Daun ketapang diblender hingga menghasilkan bubuk halus, selanjutnya bubuk halus ditimbang masing-masing, yaitu 20 g, 40 g, dan 60 g, kemudian dilarutkan menggunakan air panas dengan suhu 100°C sebanyak 1 L untuk masing-masing perlakuan, diaduk dan seduhan disaring. Larutan berupa cairan dimasukkan ke dalam wadah pemeliharaan dengan volume air 9 L/perlakuan. Pemberian larutan daun ketapang memberikan pengaruh nyata terhadap perbaikan parameter kimia air media pertumbuhan ikan jelawat. Perlakuan dosis terbaik adalah P2 dengan menghasilkan pertumbuhan berat mutlak sebesar 1,46 ±0,57 g, dan panjang mutlak sebesar 0,93 ±0,57 cm.
Pengaruh Perendaman Ekstrak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) dengan Konsentrasi Berbeda terhadap Maskulinisasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Hasanah, Nissa; Tang, Usman Muhammad; Putra, Iskandar
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan spesies ikan air tawar yang populer dikalangan masyarakat Indonesia dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Laju pertumbuhan ikan nila jantan 40% lebih cepat dibanding nila betina, menunjukkan bahwa nila jantan lebih produktif untuk diproduksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pembalikan kelamin jantan ikan nila, yaitu maskulinisasi melalui perendaman ekstrak daun karamunting. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik ekstrak daun karamunting terhadap tingkat persentase maskulinisasi ikan nila. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-September 2023 bertempat di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak daun karamunting dengan konsentrasi berbeda memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap persentase jantan ikan nila. Perlakuan terbaik diperoleh pada P4 (7 mg/L) sebesar 65,62%, namun dari hasil uji statistik persentase jantan pada P1 (1 mg/L) dengan persentase 53,12% dinyatakan tidak berbeda nyata dengan perlakuan P4. Kisaran parameter kualitas air dalam media kultur selama penelitian, yaitu suhu 28ºC-29ºC, pH 6,51-7,46, DO 4,80-5,77 mg/L, dan amonia 0,1101-0,2291 mg/L.
Pengaruh Pemberian Madu dengan Dosis Berbeda terhadap Maskulinisasi Ikan Molly (Poecilia sphenops) Menggunakan Metode Perendaman Hardiansyah, Riko; Tang, Usman Muhammad; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan molly dikalangan pecinta ikan hias akuarium memang sudah populer. Ikan molly jantan memiliki bentuk ekor yang berbeda dengan ikan betina karena rata-rata ikan jantan memiliki bentuk ekor bercabang, para pembudidaya ikan molly sering menyebutnya dengan istilah lyretail, bentuk ekor ini memiliki nilai jual yang berbeda. Oleh karena itu, produksi ikan molly jantan menjadi fokus kegiatan budidaya ikan molly. Salah satu upaya untuk memenuhi permintaan yang tinggi dengan melakukan maskulinisasi ikan molly menggunakan madu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis 0 mL/L, dosis 9 mL/L, dosis 10 mL/L, dosis 11 mL/L, dan dosis 12 ml/L. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2023. Bertempat di Laboratorium Teknologi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman menggunakan madu pada induk ikan molly yang sedang bunting dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap persentase ikan molly jantan. Persentase ikan molly jantan pada perlakuan dosis 0 mL/L sebesar 22,35%, dosis 9 mL/L sebesar 46,53%, dosis 10 ml/L sebesar 49,56%, dosis 11 mL/L sebesar 49,95% dan dosis 12 mL/L sebesar 52,81%. Kualitas air pada media pemeliharaan berada pada kisaran normal untuk budidaya ikan molly. Simpulan penelitian ini adalah pemberian madu dengan dosis yang berbeda dengan metode perendaman memberikan pengaruh yang nyata terhadap keberhasilan maskulinisasi ikan molly dan dosis madu terbaik diperoleh pada dosis 12 mL/L.
Pemanfaatan Tepung Daun Kaliandra (Calliandra calothyrsus) Difermentasi Menggunakan Kombucha dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) Sianturi, Desri Andriani; Igres, Klara; Lubis, Maria Petronella; Adelina, Adelina
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) adalah salah satu komoditas ikan air tawar asli perairan Indonesia yang telah berhasil dibudidayakan. Biaya penyediaan pakan pada saat ini mengalami kenaikan dikarenakan harga bahan baku pakan yang mahal. Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor perlu dilakukan inovasi bahan seperti daun kaliandra (Calliandra calothyrsus). Daun ini memiliki kandungan protein yang lebih dari 20% sehingga dapat digunakan sebagai sumber protein nabati dalam pakan, akan tetapi kandungan serat kasarnya cukup tinggi (9,85%) sehingga harus difermentasi untuk meningkatkan kecernaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah tepung daun kaliandra difermentasi terbaik pada pakan, untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan patin. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penggunaan tepung daun kaliandra fermentasi 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dalam pakan. Tepung daun kaliandra beserta bahan-bahan lain dicampur dan dijadikan pakan berupa pelet, pakan yang telah jadi kemudian diberikan ke ikan patin sebanyak 10% dari berat biomassa ikan dengan frekuensi 3 kali sehari pada pukul 08.00, 12.00 dan 17.00 WIB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah P3 dengan penggunaan 30% tepung daun kaliandra difermentasi menghasilkan kecernaan pakan 80,24%, efisiensi pakan 56,25%, dan laju pertumbuhan spesifik 5,44%. Kualitas air selama penelitian adalah suhu 26-29ᵒC, pH 6,5-7 dan DO 4,5-6 mg/L.
Penggunaan Pupuk Organik Cair Limbah Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) untuk Pertumbuhan Chlorella sp dan Azolla microphylla pada Media Pemeliharaan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Kinanti, Anastasya Dwi; Hasibuan, Saberina; Darfia, Novreta Ersyi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Limbah ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan pakan alami, efisiensi serapan hara bagi tanaman dan nutrien bermanfaat untuk media hidup bagi ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis POC terhadap pertumbuhan Chlorella sp dan Azolla microphylla pada media pemeliharaan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang optimal. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian dosis POC limbah ikan patin P0 (Kontrol), POC P1 (0,875 mL/L), POC P2 (2,625 mL/L), dan POC P3 (5,250 mL/L). Limbah organ dalam ikan yang digunakan sebanyak 750 g, ditambahkan 150 g gula merah dan 75 g garam, dicampurkan hingga homogen. Pupuk difermentasi selama 2 minggu, dan proses pemupukan dilakukan pada wadah berisi air sebanyak 40 L per perlakuan menjadi 35 mL/L; 105 mL/L; dan 210 mL/L. Hasil yang diperoleh pada pemberian POC limbah ikan patin memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Chlorella sp dan A.microphylla pada media pemeliharaan ikan nila. Dosis terbaik adalah P2 dengan menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak 1.88±0.035 g, panjang mutlak 1.74±0.032 cm, LPS 1.11± 0.050 dan SR 93% selama 28 hari.
Polikultur Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Junita, Riska; Rusliadi, Rusliadi; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Polikultur merupakan kegiatan budidaya perikanan dalam satu wadah yang menghasilkan lebih dari satu jenis organisme secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem polikultur terhadap pertumbuhan ikan nilem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu P0 (15 nilem), P1 (5 lobster air tawar dan 15 nilem), P2 (10 lobster air tawar dan 15 nilem), dan P3 (15 lobster air tawar dan 15 nilem), P4 (20 lobster air tawar dan 15 nilem), P5 (25 lobster air tawar dan 15 nilem). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan padat tebar lobster yang berbeda mempengaruhi pertumbuhan ikan nilem. Hasil pengukuran tertinggi pertumbuhan bobot mutlak, yaitu 7,21 g, panjang mutlak 4,59 cm, laju pertumbuhan spesifik 2,93%, kelulushidupan 93,33%, dan konversi pakan 1,26%, hal ini disebabkan karena kepadatan tebar lobster air tawar pada P2 rendah. Kepadatan penebaran yang rendah memberikan ruang bagi ikan nilem untuk bergerak dan hidup. Pemeliharaan sistem polikultur lebih baik dilakukan pada 10 ekor lobster air tawar dan 15 ekor ikan nilem karena menghasilkan pertumbuhan panjang dan bobot mutlak terbaik.
Daya Dukung Perikanan Alami di Danau Daek Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau berdasarkan Klorofil-α Dumaria, Roma; Dahril, Tengku; Simarmata, Asmika Harnalin
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Daya dukung perairan dapat diartikan sebagai kemampuan perairan dalam menunjang kehidupan biota yang terkandung atau hidup di dalamnya dan mencakup penentuan daya dukung perikanan alami. Penentuan daya dukung perikanan alami lebih tepat menggunakan pendekatan GPP karena daya dukung perikanan alami hampir seluruhnya bergantung pada pakan alami (fitoplankton). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung perikanan alami Danau Daek berdasarkan klorofil-a. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2023 di Danau Daek. Terdapat 3 stasiun, yaitu stasiun 1 di sekitar (inlet), stasiun 2 (belokan danau), dan stasiun 3 di ujung danau. Pada setiap stasiun terdapat 2 titik pengambilan sampel yaitu di permukaan (20 cm) dan 2 kali kedalaman Secchi (190 cm). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval satu minggu. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, kecerahan, kedalaman, oksigen terlarut (DO), karbon dioksida bebas (CO2), pH, fosfat, dan klorofil-α. Hasil penelitian konsentrasi klorofil-α sebesar 10,73-13,60 µg/L atau tingkat kesuburan sedang (mesotrofik). Produktivitas primer (GPP) berkisar 314,96-337,81 gC/m2. Parameter kualitas air pendukung seperti suhu berkisar 29-31 oC, kecerahan 80-90 cm, kedalaman 300-500 cm, derajat keasaman 6,9-7,3, oksigen terlarut 5,84-8,91 mg/L, karbodioksida bebas 11,88-13,86 mg/L, fosfat 0,038-0,060 mg/L. Berdasarkan nilai produktivitas primer, daya dukung Danau Daek adalah 1,98 ton/tahun.
Komposisi Hasil tangkapan Rawai (Mini Long Line) yang Dioperasikan Saat Siang dan Malam Hari di Kelurahan Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Sari, Susan Novela; Zain, Jonny; Nofrizal, Nofrizal
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penyebaran ikan di perairan Sungai Kampar Kelurahan Teluk Meranti dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kondisi lingkungan mengalami perubahan dari waktu ke waktu seperti perbedaan suhu, kedalaman, dan kecerahan perairan saat siang dan malam hari, berdampak terhadap hasil tangkapan. Rawai (mini long line) adalah alat tangkap yang mudah dioperasikan oleh nelayan dan termasuk alat tangkap yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komposisi hasil tangkapan rawai yang dioperasikan siang dan malam hari di Sungai Kampar, Kelurahan Teluk Meranti. Metode yang digunakan adalah metode survei, yaitu melakukan pengamatan langsung terhadap obyek penelitian. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square, yang diamati berupa keragaman jenis, jumlah hasil tangkapan, dan berat ikan yang berhasil diperoleh. Ikan yang tertangkap selama penelitian ada tiga jenis, yaitu ikan patin (Pangasius sp), dobuk (P.larnaudii) dan baung (Mystus nemurus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan pada malam hari lebih banyak dibandingkan hasil tangkapan siang hari. Hasil tangkapan rawai dapat dilihat pada malam hari berjumlah 39 ekor dengan berat total 64,5 kg. Sedangkan tangkapan siang hari berjumlah 22 ekor dengan berat 38,7 kg.
Hubungan Ukuran Butir Sedimen dengan Kelimpahan Bivalvia di Perairan Teluk Buo Bungus Sumatera Barat Sari, Gita Purnama; Rifaldi, Rifardi; Zulkifli, Zulkifli
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 di perairan Teluk Buo Bungus Sumatera Barat pada Januari 2024, bertujuan untuk mengetahui ukuran butir sedimen, dan kelimpahan bivalvia serta menganalisis hubungan ukuran butir sedimen terhadap kelimpahan bivalvia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu sampel diambil langsung dari perairan kemudian dianalisis di Laboratorium. Lokasi penelitian yang dibagi menjadi 3 stasiun dengan 5 titik sampling di setiap stasiun. Pengambilan sampel menggunakan spatula sendok semen dengan petakan kuadran 50 x 50 cm2 hingga kedalaman 10 cm. Ukuran diameter rata-rata sedimen pada stasiun I yaitu 0,50 – (-1,40) Ø yang tergolong dalam klasifikasi pasir kasar (coarse sand - pasir paling kasar (very coarse sand), dengan kelimpahan bivalvia berkisar antara 8,00–16,00 ind/m2. Stasiun II mempunyai diameter rata-rata sedimen 2,90-0,80 Ø yang tergolong dalam klasifikasi pasir halus (fine sand) - pasir kasar (coarse sand), dengan diameter rata-rata berkisar antara 12,00–48,00 ind/m2. Sedangkan stasiun III berkisar antara 4,63-3,03 Ø tergolong dalam klasifikasi lumpur (silt) hingga pasir sangat halus dengan kelimpahan bivalvia berkisar 44,00–84,00 ind/m2. Berdasarkan Penelitian ini ukuran butir sedimen dengan kelimpahan bivalvia memiliki hubungan yang sangat kuat dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,7181 dan koefisien korelasi (r) 0,8474. Semakin halus ukuran butir sedimen maka semakin tinggi kelimpahan bivalvia, dan sebaliknya.
Status Kesuburan Perairan Pesisir Dumai berdasarkan Kelimpahan Perifiton Jerima, Raihan; Simarmata, Asmika Harnalin; Sibagariang, Rina D’rita
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Perifiton adalah organisme yang tumbuh dan menempel pada substrat yang tenggelam namun tidak melakukan penetrasi ke dalam substrat tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status kesuburan perairan pesisir Dumai berdasarkan kelimpahan perifiton. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2023 di Perairan Pesisir Dumai, Kota Dumai, Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah metode survei. Terdapat tiga stasiun pengambilan sampel, yaitu S1 berada di belakang kampus UNRI (terdapat rumah warga dan kawasan manggrove), S2 di Pantai Purnama (tempat wisata), dan S3 berada di kampung nelayan (pemukiman warga). Substrat yang digunakan adalah substrat buatan pipa paralon (8x6 cm2). Penanaman substrat perifiton dilakukan seminggu sebelum sampling. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval satu minggu. Sampel perifiton diperoleh dengan menyikat permukaan substrat dengan sikat halus sambil disemprot aquades. Sampel perifiton diawetkan diawetkan dengan larutan lugol 1% lalu diidentifikasi dan dihitung kelimpahannya. Parameter kualitas air yang diukur adalah kelimpahan perifiton, kecerahan, kecepatan arus, suhu, pH, DO, CO2 bebas, nitrat, fosfat, dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan jenis perifiton yang diperoleh pada substrat pipa paralon berjumlah 18 jenis yang terdiri dari 5 kelas, yaitu Bacillariophyceae (10 spesies), Chlorophyceae (5 spesies), Cyanophyceae (2 spesies), dan Trebouxiophyceae (1 spesies). Kelimpahan perifiton yang ditemukan berkisar 910–1554 sel/cm2. Jenis perifiton yang paling banyak ditemukan adalah Skeletonema sp. Parameter kualitas air adalah sebagai berikut: kecerahan 40,1 – 49,3 cm, kecepatan arus 0,084 – 0,13 m/s, suhu 29 – 31oC, pH 6,9 – 7,1, DO 4,11–5,51 mg/L, CO2 bebas 7,25 – 17,78 mg/L, nitrat 0,091– 0,099 mg/L, fosfat 0,143–0,157 mg/L, salinitas 25,3–28‰. Berdasarkan jenis perifiton yang ditemukan, dapat disimpulkan perairan Pesisir Dumai termasuk perairan mesotrofik.