cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
DUKUNGAN KELUARGA, DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN, DAN PERILAKU IBU HIV DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS KE BAYI isni, khoiriyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.4014

Abstract

AbstrakBerdasarkan faktor risiko penularan, kasus HIV pada ibu rumah tangga menduduki per-ingkat kedua. Penularan melalui perinatal menyumbang 5,1%. Tujuan penelitian ada-lah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku ibu HIV positif dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi.Penelitian dilakukan pada tahun 2014 di Provinsi Jawa Tengah dengan menggu-nakan pendekatan cross sectional. Sampel ibu HIV positif sebanyak 32 orang secara total sampling.Hasil analisis univariat didapatkan 65,6% mendapat dukungan dari keluarga, 75% mendapat dukungan dari petugas kesehatan, dan 56,3% memiliki perilaku baik dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji fisher exact didapatkan ada hubungan yang bermakna antara dukung-an petugas kesehatan dengan perilaku ibu HIV positif (p=0,010, OR=17), tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku ibu HIV positif dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi (p=0,142).Kata kunci : Perilaku ibu HIV, PMTCT, Dukungan keluarga, Dukungan Petugas KesehatanAbstractThe number of women who infected with HIV has increased year by year. Through perinatal transmission contributed 5.1%. This study aims to learn associated of family support and health provider support with the behavior of HIV positive mothers in preventing mother to child transmission of HIV/AIDS. This study was conducted in Central Java Province at 2014. This study was a cross sectional approach. The sample was collected 32 HIV positive mothers with total sampling technique. Univariat analysis result showed that 65,6% receiving family support, 75% receiving health provider support, and 56,3% has good behavior in preventing mother to child transmission of HIV/AIDS. Bivariat analysis used fisher exact showed that there was a relationship between health provider support and HIV positive mothers behavior (p=0,010, OR=17), there was no relationship between family support and HIV positive mothers behavior in preventing mother to child transmission of HIV/AIDS (p=0,142).Keywords :HIV mothers behavior; PMTCT; Family support; Health provider support
Analisis Kebutuhan untuk Merancang ASETARO Komik Anak tentang Bahaya Rokok Salawati, Trixie; Indrawati, Nuke Devi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3880

Abstract

Dalam upaya melindungi generasi muda dari bahaya asap rokok, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa Sekolah Dasar dalam rangka mengembangkan ASETARO, sebuah komik pendidikan kesehatan tentang bahaya rokok. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Data diperoleh melalui Diskusi Kelompok Tearah dan wawancara dengan wakil siswa sekolah dasar dan pustakawan sekolah, serta literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model komik yang disukai siswa adalah science fiction yang memberikan pengetahuan sekaligus membangkitkan imajinasi seperti pada science comic WHY! Pada umumnya siswa menyukai gaya cerita, gambar, dan warna dari komik tersebut. Selanjutnya para siswa masih membutuhkan informasi tentang kandungan racun dalam rokok, mengapa rokok bisa menyebabkan kecanduan dan penyakit, serta dampak rokok terhadap perokok aktif dan pasif. Selain itu ditemukan pula masih adanya anggapan bahwa perilaku merokok adalah perilaku orang dewasa, dan anak-anak tidak diperbolehkan merokok karena badannya masih lemah.  Simpulan penelitian adalah komik pendidikan kesehatan mengenai bahaya rokok akan menggunakan pendekatan science fiction. Smoking is harmful especially for children.  Children must be protected from the effect of tobacco use. Comic story book is one of the children’s favorite media. Comic can serve health educational purpose. The purpose of this study was to develop ASETARO, a Comic Story Book for primary school aged children, to help children learn about the effect of tobacco use for health. This research was a descriptive study with qualitative approach. Data collected through Focus Group Discussion with students from five Primary Schools at Semarang, interviews with the librarian form each school, and literarture review. Results of analysis studies showed that most students liked science fiction comics. The majority of the students likes Science Comic WHY? Analysis study also revealed that the students still need information about the harm of cigarettes, why smoking can cause addiction and disease, as well as the impact of smoking on active and passive smokers. Analysis study also found that some students still believe that smoking is an adultss behavior. Children are not allowed to smoke because the body is still weak. Based on the results of analysis studies was then to design and develop a draft of comic story book.
ESTIMASI DAMPAK EKONOMI DARI PENCEMARAN UDARA TERHADAP KESEHATAN DI INDONESIA Mursinto, Djoko; Kusumawardani, Deni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3677

Abstract

 AbstrakGangguan kesehatan merupakan salah satu dampak dari pencemaran udara yang pa-ling dirasakan di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dampak ekonomi dari pencemaran udara terhadap kesehatan di Indonesia menggunakan data tahun 2011. Indikator pencemaran udara yang digunakan adalah benda partikulat atau particulate matter 10 (PM10). Dampak ekonomi diukur oleh besarnya biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya gangguan kesehatan manusia, yang terdiri dari mortalitas dan morbiditas.Teknik estimasi melibatkan dua pendekatan, yaitu epidemiologi untuk menilai hubungan sebab akibat antara tingkat konsentrasi PM10 dengan risiko kesehatan, dan valuasi ekonomi untuk memberikan nilai dalam satuan moneter terhadap risiko kesehatan tersebut. Hasil estimasi menunjukkan besarnya biaya ekonomi yang ditimbulkan oleh konsentrasi PM10 terhadap kesehatan senilai Rp 373,1 triliun atau setara dengan 5,03% Produk Domestik Bruto (PDB).Dari biaya tersebut, 60,9% adalah biaya mortalitas berupa kematian dini dan 39,1% adalah biaya morbiditas dengan komponen terbesar (sekitar 50%) berupa perawatan rumah sakit akibat penyakit pernapasan. Masyarakat harus menanggung biaya pencemaran rata-rata sekitar Rp 1,53 juta atau 6,7% dari pendapatan per kapita.Kata kunci: mortalitas, morbiditas, dose-response, value of statistical life, cost of illness AbstractThis study aims to estimate the economic impact of air pollution on health in Indonesia. Air pollution indicator used is particulate matter matter 10 (PM10) which is considered as a good predictor of health with wider coverage compared to substances other air pollutants. The economic impact is measured by costs incurred due to the occurrence of human health problems, which consists of mortality and morbidity. Estimation technique involves two approaches, namely epidemiology to assess the causal relationship between the level of concentration of PM10 with health risks, and economic valuation to provide monetary value on these health risks. In this study, the epidemiological approach uses dose-response function, while the economic valuation using the value of statistical life (VSL) for mortality and cost of illness (COI) for morbidity. The result indicates the economic costs caused by the concentration of PM10 to the health are Rp 373.1 billion, equivalent to 5.03% of Gross Domestic Product (GDP). Of these costs, 60.9% is the cost of mortality in the form of premature death and 9.1% is morbidity which the largest component costs (approximately 50%) of hospital admission for respiratory causes. Society must bear the cost of pollution on average about Rp 1.53 million or 6.7% of per capita incomeKeywords: mortality, morbidity, dose-response, value of statistical life, cost of illness
SITUASI TERKINI VEKTOR DENGUE [Aedes aegypti Lin] DI JAWA TENGAH, INDONESIA Sayono, S.
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue viruses infection spread world widely around the world causing 3,97 milliard people at risk, including Indonesian. Anti-dengue virus have not been available so that the prevention efforts were focused on controlling of Aedes population. Aim of this study is to understand the recent situation of Ae. aegypti mosquitoes in Dengue endemic areas. Dengue vector survey involved 20 houses around the Dengue patient’s house in six districts in Central Java Province, and the domestic water containers as object. The measured variables are container characteristics and mosquito larvae existence. Larvae were reared to become mosquito stadia, identified and subjected to insecticide susceptibility test. Ae. aegypti population indices (House index, Container index and Breteau index) ranged 27.3-55.2, 19.1-53.8, and 44.8-72.7 percents. Mosquito larvae were found in seven types of container, respectively. Mortality rate of mosquitoes in bioassay test were 17%, 67% and 100% based on permethrin-0.75%, Deltamethrin-0.05% and Malathion-5% compounds.    Keywords: Aedes aegypti, Dengue, endemic, Central Java
Pengetahuan, Deteksi Dini dan Vaksinasi HPV sebagai Faktor Pencegah Kanker Serviks di Kabupaten Sukoharjo Kusumawati, Yuli; Nugrahaningtyas, Ridhiya Wiyasa; Rahmawati, Eka Nurul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.4208

Abstract

Penyakit non menular yang cukup mengkhawatirkan masyarakat terutama kaum wanita adalah kanker serviks. Perjalanan penyakit kanker yang sangat lambat sebenarnya  pada stadium awal prakanker dapat diketahui dengan melakukan deteksi dini papsmear  dan dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Data di rumah sakit Kabupaten Sukoharjo, mulai tahun 2011 sampai 2013 selalu terdapat kejadian kanker serviks meskipun jumlahnya berfluktuatif.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, deteksi dini papsmear dan vaksinasi HPV dengan kejadian kanker serviks. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control study. Populasi adalah seluruh pasien wanita  yang tercatat di bangsal VK RSUD Sukoharjo sejak bulan Januari 2012 sampai bulan September 2013 yaitu sebanyak 759 orang. Sampel kasus diambil secara total dari kasus penderita kanker serviks di RSUD Kabupaten Sukoharjo hingga bulan September 2013 sebanyak 32 orang, sedangkan sampel kontrol diambil dengan jumlah yang sama secara simple random sampling dari pasien obgyn yang berada di ruang perawatan Bougenville RSUD Kabupaten Sukoharjo. Analisis data menggunakan uji Chy square dan Fisher Exact dan estimasi nilai OR dengan bantuan program SPSS di laboratorium komputer fakultas ilmu kesehatan Univrsitas Muhammadiyah Surakarta.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku deteksi dini pap smear dengan kejadian kanker serviks, tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian kanker serviks, serta tidak ada hubungan antara vaksinasi HPV dengan  kejadian kanker serviks. Perilaku deteksi dini dengan papsmear dan vaksinasi belum terbukti sebagai factor pencegah kanker serviks.Saran bagi wanita perlu mencari informasi yang benar tentang kanker serviks sehingga dapat melakukan upaya pencegahan dengan caramenghindari faktor risiko. Bagi petugas kesehatan memberikan sosialisasi tentang kanker serviks kepada masyarakat, agar masyarakat mempunyai pemahaman yang benar, mau melakukan deteksi dini dan melakukan vaksinasi HPV pelayanan kesehatan. 
FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PENDERITA KANKER PAYUDARA DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN AWAL KE PELAYANAN KESEHATAN Dyanti, Gusti Ayu Resa; Suariyani, Ni Luh Putu
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3742

Abstract

AbstrakKeterlambatan penderita kanker payudara melakukan pemeriksaan awal ke pelayanan kesehatan di Indonesia mencapai lebih dari 80%. Hal ini mengakibatkan kejadian kanker payudara banyak yang ditemukan pada stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keterlambatan penderita kanker payudara dalam melakukan pemeriksaan awal ke pelayanan kesehatan. Desain penelitian menggunakan studi observasional analitik dengan desain case control yang dilaksanakan pada bulan April-Mei 2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan concecutive sampling dan convenient sampling dengan jumlah sampel 108 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan keterlambatan penderita kanker payudara dalam melakukan pemeriksaan awal ke pelayanan kesehatan yaitu tingkat pendidikan (tingkat pendidikan rendah p=0,001;OR 5,67 dan tingkat pendidikan sedang p=0,008;OR 3,65), tingkat pengetahuan (tingkat pengetahuan kurang p<0,001;OR 15,7 dan tingkat pengetahuan cukup p=0,011;OR 9,5), keterjangkauan biaya (p=0,003;OR 5,95), keterpaparan informasi/media massa (p=0,011;OR 2,75), dukungan suami/keluarga (p<0,001;OR 4,35), dan perilaku deteksi dini (tidak pernah SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) p<0,001;OR 11,08 dan tidak rutin SADARI p=0,032;OR 5.18)).Kata Kunci : Kanker payudara; Keterlambatan Pemeriksaan Payudara; Rumah Sakit Sanglah AbstractAlmost 80% of breast cancer patients In Indonesia have delayed in breast cancer screening. The purpose of this study was to determine some factors associated with breast screening retardation of breast cancer patient. This was an analytical observational study with case control design conducted in April-May 2015. Samples were collected by consecutive sampling and convenient sampling with the number of sample  were 108. The result showed that there were six factors had a significant association with breast screening delay of breast cancer patient. Those were education level (low education level p=0,001;OR 5,67 dan moderate education level p=0,008;OR 3,65), knowledge level (low knowledge level p<0,001;OR 15,7 dan moderate knowledge level p=0,011;OR 9,5), cost affordability (p=0,003;OR 5,95), information/massa media exposure (p=0,011;OR 2,75), partner/family support (p<0,001;OR 4,35), and early detection behavior (have not had early detection p<0,001;OR 11,08 dan infrequently early detection p=0,032;OR 5.18).Keyword : Breast cancer; Breast screening retardation; Sanglah Hospital.
EKSTRAK DAUN KEJIBELING MENINGKATKAN FAGOSITOSIS DAN ROI MAKROFAG PADA MENCIT DIINFEKSI Staphylococcus aureus Setyawan, Annaas Budi; Lestari, Endang Sri; Winarto, Winarto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek ekstrak daun kejibeling  terhadap peningkatan aktifitas fagositosis makrofag dan produksi ROI makrofag  pada mencit yang di infeksi bakteri S.aureus. Mencit dibagi menjadi empat kelompok. Kontrol (K), mencit diinfeksi bakteri S.aureus. Kelompok perlakuan (P1,P2,P3), mencit diinfeksi bakteri S.aureus kemudian diberi ekstrak daun kejibeling  dengan dosis bertingkat 150;300;600 mg/kg BB. Pemberian ekstrak daun kejibeling dilakukan selama delapan hari dan injeksi bakteri S.aureus dilakukan pada hari pertama dengan konsentrasi 108 cfu sebanyak 0,2 mL secara intraperitoneal. Penilaian aktifitas fagositosis makrofag dilakukan uji hipotesis Annova dilanjutkan analisis Post Hoc dengan uji LDS. Dan penilaian produksi ROI makrofag dilakukan uji hipotesis Kruskal wallis dilanjutkan analisis Post Hoc dengan uji Mann whitney U. Kedua uji hipotesis didapatkan p<0,05. Aktivitas fagositosis makrofag pada uji post hoc dengan uji LSD terdapat perbedaan bermakna kelompok kontrol (K) dengan perlakuan (P1,P2,P3) sedangkan kelompok perlakuan yang didapatkan perbedaan tidak bermakna yaitu; P1 dengan P3(p=0,150) dan P2 dengan P3(p=0,646). Produksi ROI makrofag pada uji Post Hoc dengan Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelompok dengan nilai p<0,05. Ekstrak daun kejibeling dosis 150 mg/kg BB secara bermakna meningkatkan fagositosis makrofag dan produksi ROI.
PERBEDAAN STATUS KERENTANAN NYAMUK AEDES AEGYPTI TERHADAP MALATHION DI KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA Sofiana, Liena; Rahman, Muhammad Surya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.4164

Abstract

AbstrakDemam berdarah dengue di Kabupaten Bantul selama 5 tahun terakhir menunjukkan wilayah Kecamatan Sewon termasuk dalam wilayah endemis dan Kecamatan Dlingo merupakan Kecamatan dan desa yang memiliki angka kejadian yang paling rendah, bahkan di Desa Dlingo pernah tidak mengalami kejadian Demam berdarah dengue. Penggunaan malathion sebagai salah satu upaya pencegahan yang berlangsung lama di Desa Panggungharjo dimungkinkan dapat terjadi resistensi, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status resistensi malathion di Desa Panggungharjo dan Dlingo. Penelitian pada tahun 2014 merupakan penelitian deskriptif dengan uji laboratorium. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah nyamuk Aedes aegypti hasil rearing yang diperoleh di Desa Panggungharjo dan Dlingo Bantul yang kemudian diuji secara suseptibiltas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyamuk Aedes aegypti yang berasal dari Desa Panggungharjo telah resistan dan nyamuk Aedes aegypti yang berasal dari Desa Dlingo tidak resisten melainkan masih dalam kategori sedang. Ada perbedaan tingkat resistensi malathion antara Desa Panggungharjo dan Dlingo Bantul Yogyakarta.Kata Kunci : Aedes aegypti; Malation; Kerentanan; Resistensi. AbstractDengue hemorrhagic fever in the district Bantul during the last 5 years shows Sewon district area is also included in the endemic areas and Dlingo is a village that has the lowest incidence. Even at some time in Dlingo there was an  occurrence of dengue hemorrhagic fever. Prolonged use of malathion as one prevention in the Panggungharjo district  may can occur in resistance with this dengue. Purpose of this study was to determine the status of malathion resistance in the Panggungharjo and Dlingo. The research in 2014  was descriptive with laboratory test.  Research object is the Aedes aegypti rearing results obtained from the Panggungharjo and Dlingo Bantul and then tested in susceptibility. The results of this study are Aedes aegypti from the Panggungharjo was resistant with and Aedes aegypti from Dlingo is not resistant but still in the tolerant category. There have different levels of resistance between Panggungharjo and Dlingo Bantul Yogyakarta.Keywords : Aedes aegypti; Malathion; Susceptibility; Resistance.
The Determinants of Husband Behavior in The Care of Pregnant Women Gamelia, Elviera; Masfiah, Siti; Sari, Indah Purnama
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 1 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v12i1.3465

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in Banyumas District are still below The Minimum Service Standard (MSS), especially in Puskesmas (Public Health Center) I Ajibarang. The strategies for reducing maternal mortality are conducted by increasing mother’s health status during pregnancy. This study aims at determining the factors of husband’s role in women’s prenatal care. Cross-sectional method was used. The populations were all of the pregnant women in Puskesmas I Ajibarang. Proportional random sampling was applied to select 90 pregnant women. Logistic regression was used to determine factors. Theory of planned behavior was used to explore the determinants of husband’s role. The results show that the level of education, family income, the knowledge, the attitude, and subjective norm are not related to husband’s role in mother prenatal care. However, husband’s behavior control (p=0.045) and intention (p=0.000) have relation with husband’s role in women prenatal care. Variable of intention is the most dominant variable related to husband’s role in women’s prenatal care.
The Effectiveness of Passion Fruit Juice Consumption as Pain Reliever for Bruise Trauma in Pencak Silat Athletes Irawan, Roy Januardi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 2 (2017): Jurnal KEMAS Vol.12 No.2 : January 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v12i2.4385

Abstract

Pencak Silat is a martial art that has a risk of causing micro-trauma due to physical impact. This trauma will stimulate the secretion of prostaglandin, a compound in the body which is a mediator of pain and inflammatory response that promote pain in bruised trauma. Passion fruit contains high level of anti-inflammatory and antioxidant substances. The objective of this study was to understand the effectiveness of passion fruit juice consumption in reducing bruised trauma pain in Pencak Silat athletes of PSHT Belotan Magetan. The research design is a quantitative descriptive with quasi-experimental. The pretest and posttest group of 20 people PSHT Belotan Magetan Pencak Silat athletes with an average age of 13.4 ± 0.94 years were divided into treatment group (K1) and control group (K0) with 10 subjects respectively. Each treatment group (K1) subject was given the juice twice a day for 10 consecutive days. We used paired sample T-test to assess the mean variance of the group. The result showed that there was a decrease of pain intensity in both the treatment group and the control group. The pain intensity difference assessed by a Bourbonnais Rating Scale in the treatment group showed a significant difference with the t value of 7,216 and a probability value of 0,000, while the control group showed t value of 3,000 and probability value of 0,015. There was a decrease in the athlete’s muscle soreness who were given passion fruit juice twice a day for 10 days. The athlete’s pain intensity was in middle category.

Page 20 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024