cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENDEK PADA ANAK USIA 6-24 BULAN Rosadi, Dian; Rahayuh, Atikah; Yulidasari, Fahrini; Putri, Andini Octaviana; Rahman, Fauzie
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.4512

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas (2013) menunjukkan prevalensi kejadian pendek di Indonesia mencapai 36,8%, Kalimantan Selatan 45%, dan Kabupaten Amuntai Tengah 51% dimana ini sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat (≥ 20%). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor risiko kejadian pendek pada anak usia 6-24 bulan yang dilakukan pada tahun 2014. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan besar sampel sejumlah 117, populasinya merupakan ibu-ibu yang memiliki anak berusia 6-24 bulan dan sampel terdiri dari anak yang berusia 6-24 bulan. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dengan Confidance Interval (CI) 95%. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara status pekerjaan ibu (p=0,873), tinggi badan ayah (p=0,880), dan tinggi badan ibu (p=0,123), serta terdapat hubungan antara riwayat status BBLR (p=0,015) dengan kejadian pendek pada anak usia 6-24 bulan. Anak dengan berat badan lahir yang rendah memiliki risiko 5,87 kali untuk mengalami kejadian pendek.Berdasarkan data Riskesdas (2013) menunjukkan prevalensi kejadian pendek di Indonesia mencapai 36,8%, Kalimantan Selatan 45%, dan Kabupaten Amuntai Tengah 51% dimana ini sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat (≥ 20%). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor risiko kejadian pendek pada anak usia 6-24 bulan yang dilakukan pada tahun 2014. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan besar sampel sejumlah 117, populasinya merupakan ibu-ibu yang memiliki anak berusia 6-24 bulan dan sampel terdiri dari anak yang berusia 6-24 bulan. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dengan Confidance Interval (CI) 95%. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara status pekerjaan ibu (p=0,873), tinggi badan ayah (p=0,880), dan tinggi badan ibu (p=0,123), serta terdapat hubungan antara riwayat status BBLR (p=0,015) dengan kejadian pendek pada anak usia 6-24 bulan. Anak dengan berat badan lahir yang rendah memiliki risiko 5,87 kali untuk mengalami kejadian pendek.
ANALISIS SITUASI PERMASALAHAN SAMPAH KOTA YOGYAKARTA DAN KEBIJAKAN PENANGGULANGANNYA Mulasari, Surahma Asti; Husodo, Adi Heru; Muhadjir, Noeng
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3989

Abstract

Kontak langsung dengan sampah dapat berisiko mengalami gangguan kesehatan. Volu-me sampah dipengaruhi oleh jumlah penduduk, aktivitas, dan gaya hidup. Pemerintah daerah memberlakukan berbagai kebijakan untuk mengatasi permasalahan sampah sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan sampah dan upaya penanganan di Kota Yogyakarta. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Informan merupakan stakeholder pengelolaan sampah di Yogyakarta. Data diolah dan disajikan dengan metode explanation building. Sampah di TPA Piyungan tertinggi pada Maret 2014 dan terendah pada Juli 2014. Kota Yogyakarta penyumbang sampah terbanyak di TPA Piyungan, kemudian Kabupaten Sleman dan Bantul. Volume sampah tertinggi pada 2012 dan terus menurun sampai tahun 2014. Semua permasalahan ada dari sisi hilir (masyarakat), proses (pengelola sampah) dan hulu (TPA). Setelah semua diidentifikasi, dibuat suatu kebijakan pengelolaan sampah secara optimal dengan melibatkan semua lintas sektoral dan program-program pemberdayaan oleh stakeholder terkait.Direct contact with the waste can be increasing health problems risk. The volume of waste is affected by population, population activities, and lifestyle. Government enforces many policy in order to address the waste problems. The purpose of this study was to find out the waste problem in the Yogyakarta Municipality and to know the strategy to handling it. Qualiative study was applied in this research. The informant was a delegation of stakeholder regarding waste management, with purposive sampling. Analysis data were performed by using explanantion building using content analysis. The highest number of waste was produced on March 2014 and the lowest on July 2014.. In Yogyakarta municipality,  TPA Piyungan gave biggest waste contribution. . The peak of waste volume was in 2012 and tend to decrease until 2014. All the waste problems started from the downstream (community) , process (government who manage waste) and upstream (TPA). All problem were identified and government made a policy about manage waste that involved all sectoral empowering program by stakeholder on waste management.
Pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing oleh Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV/AIDS Tasa, Yeni; Ratu Ludji, Ina Debora; Paun, Rafael
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3912

Abstract

Human Immunodeficiency Virus - Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS)  merupakan penyakit menular yang jumlah penderitanya terus bertambah. Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS terbanyak di Kabupaten Belu. Pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang rendah oleh  orang dengan HIV/AIDS (odha) termasuk ibu rumah tangga terinfeksi HIV/AIDS menyebabkan  penyebaran HIV/AIDS sulit dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan umur, tingkat pendidikan, persepsi tentang penyakit, persepsi tentang pelayanan kesehatan, pekerjaan suami, pendapatan keluarga, keterjangkauan, persepsi keparahan penyakit dan persepsi stigma diri sendiri dengan pemanfaatan VCT oleh ibu rumah tangga terinfeksi HIV di Kabupaten Belu. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, disain cross sectional. Jumlah sampel adalah 90 orang yang merupakan total populasi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Belu pada bulan Januari sampai Juli 2015. Analisa data secara deskriptif dan bivariat. Hasil analisis bivariat dengan uji chisquaremenunjukkan adanya hubungan pendidikan (p=0,040), persepsi tentang penyakit (p=0,0001), persepsi tentang pelayanan kesehatan (p=0,0001), pendapatan keluarga (p=0,016), pekerjaan suami (0,037), keterjangkauan (p=0,038), persepsi keparahan penyakit (p=0,0001) dan persepsi stigma diri sendiri (p=0,0001) dengan pemanfaatan VCT. Persepsi tentang penyakit dan pelayanan kesehatan perlu ditingkatkan dengan memperluas penyebaran informasi tentang penyakit HIV/AIDS dan manfaat VCT.Kata kunci :  HIV/AIDS, ibu rumah tangga,  pemanfaatan VCT
KEJADIAN STUNTING DAN KEMATANGAN USIA TULANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DAERAH PERTANIAN KABUPATEN BREBES kartini, apoina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.4271

Abstract

AbstrakPestisida merupakan salah satu EDCs. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kejadian stunting dan kematangan usia tulang pada anak usia Sekolah Dasar di Daerah Pertanian Kabupaten Brebes. Penelitian observasional tahun 2015 dengan pendekatan cross sectional. Sampel 66 siswa SD Dukuhlo 01 dan 02 berusia 8-12 tahun. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Kejadian stunting sebanyak 21,2% dan siswa yang mengalami keterlambatan usia tulang sebanyak 42,4%. Proporsi siswa metabolit pestisida positif lebih banyak pada yang terlibat kegiatan pertanian (29,2%) dibanding siswa yang tidak terlibat kegiatan pertanian (5,6%). Kejadian stunting lebih banyak pada siswa dengan metabolit pestisida positif (26,7%) dibanding yang negatif (19,6%). Siswa kategori terlambat usia tulangnya lebih banyak pada yang metabolit pestisida positif (46,7%) dibanding yang negatif (41,2%). Kejadian stunting lebih banyak pada siswa dengan ke terlambatan usia tulang (42,9%) dibanding siswa yang usia tulangnya termasuk kategori normal (5,3%) dan berhubungan bermakna (p=0,001).Kata kunci : stunting, usia tulang, pestisida, anak SD, daerah pertanian. AbstractPesticide is an example of EDCs source. This study aimed to describe prevalence of stunting and bone-age maturity in elementary school students in agriculture areas of Brebes Districts. This was an observational study conducted in 2015 with cross sectional approach. Study subjects consisted of 66 students of SD Dukuhlo 01 and 02, ranged from 8 to12 years old. chi-square test was used to analyzed the data. This study showed stunting prevalence among students was 21.2%. There were 42.4% students underwent delayed bone-age maturiey. Proportion of students with positive pesticide metabolites were higher in those who involved in agriculture activities (29.2%) compared to those who did not (5.6%). Stunting was more prevalent in students with positive pesticide metabolites (26.7%) compared to the negative ones (19.6%). Students with delayed bone-age maturity were more frequent to be found with positive pesticide metabolites (46.7%) compared to negative (41.2%). Proportion of students with delayed bone-age maturiry (42.9%) compared to normal (5,3%). Stunting were significantly related to delayed bone-age maturity (p=0.001).Keyword : Stunting; Bone-age; Esticide; Elementary school students; Agricultural area. 
IDENTIFIKASI SOMATOTYPE, STATUS GIZI, DAN DIETARY ATLET REMAJA STOP AND GO SPORTS Penggalih, Mirza Hapsari Sakti Titis; Pratiwi, Diana; Fitria, Fajri; Sari, Maria Dina Perwita; Narruti, Nadia Hanun; Winata, I Nyoman; Fatimah, Fatimah; Kusumawati, Marina Dyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.4495

Abstract

Kelelahan akibat durasi permainan yang panjang dengan intensitas gerakan cepat dan tiba-tiba menjadi masalah yang paling umum terjadi pada atlet stop and go sports . Peran zat gizi dalam upaya pencapaian performa maksimal sering dilupakan. Bersama dengan latihan yang intensif, asupan yang adekuat dapat membentuk somatotype yang juga dapat membantu performa. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi somatotype serta mengevaluasi asupan makanan dan minuman atlet remaja kategori olahraga stop and go sports di Wisma Atlet Ragunan, Jakarta di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Sebanyak 28 atlet remaja (14-18 tahun) mengikuti pengukuran somatotype dan komposisi tubuh. Pengukuran asupan makanan dan minuman juga dilakukan dengan metode 24 hours food recall dan semi quantitative fluid frequency. Seluruh atlet kategori stop and go sports memiliki status gizi normal walaupun persentase pemenuhan asupan sebagian besar atlet masih inadekuat. Rerata somatotype ditemukan bervariasi berdasarkan cabang olahraga, yaitu atlet basket tergolong mesomorphic endomorph (4,2-3,4-1,4), atlet sepak bola ditemukan balanced mesomorph (2,6-6,6-2,9) dan atlet voli termasuk central (2,8-2,4-2,8). 
POTENSI PENDIDIKAN GIZI DALAM MENINGKATKAN ASUPAN GIZI PADA REMAJA PUTRI YANG ANEMIA DI KOTA MEDAN Silalahi, Verarica; Aritonang, Evawany; Ashar, Taufik
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.4113

Abstract

AbstrakRemaja putri merupakan kelompok anemia berisiko tinggi dibandingkan putra dengan prevalensi di Indonesia 26,5%. Penelitian quasy experiment dengan desain pre-post intervention bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan gizi dan konsumsi zat gizi remaja putri. Sampel berjumlah 51 orang yang dilakukan di SMP Negeri 21 Medan tahun 2015. Pendidikan gizi diberikan dua kali dengan metode ceramah, tanya jawab dengan booklet. Asupan gizi diketahui dengan metode food recall 24 jam (dua kali). Hasil menunjukkan bahwa skor pengetahuan gizi meningkat dari 62,39±12,05 poin menjadi 72,31±17,01 poin. Asupan gizi (protein, vitamin C, vitamin A, asam folat, besi, zink, tembaga) mengalami penurunan sesudah intervensi. Ada perbedaan bermakna (p<0,05) skor pengetahuan gizi sebelum dan sesudah intervensi. Tidak ada perbedaan (p>0,05) asupan gizi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa pendidikan gizi hanya meningkatkan pengetahuan gizi remaja putri, tetapi tidak meningkatkan asupan gizi.Kata Kunci : pendidikan gizi, asupan gizi, remaja putri, anemia AbstractAdolescent girls are high risk to anemia rather than boys with prevalence in Indonesia 26,5%. This quasy experiment research with pretest-posttest group design study aimed to analyze effect of nutrition education on knowledge and nutrition consumption in adolescent girls. Samples with 51 subjects was conducted in Junior High School 21 Medan in 2015. The nutrition education was given twice using lecture & question answer with booklet. Nutrition consumption was gathered twice with food recall 24 hours method. The results showed that knowledge nutrition score increased from 62.39±12.05 points to 72.31±17.01 points. Nutrients intake (protein, vitamin C, Vitamin A, folic acid, iron, zink, copper) decreased in the post intervention. There was a significant difference (p<0.05) nutrition knowledge pre and post intervention, and no difference (p>0.05) nutrition consumption pre and post intervention. This imply that nutrition education only improved the adolescent girls’ knowledge nutrition, but did not improved the nutrient intake.Keyword : Nutrition Education; Nutrient Intake; Adolescent Girls; Anemia.
RISIKO KESEHATAN PAJANAN BENZENA, TOLUENA DAN XYLENA PETUGAS PINTU TOL Wispriyono, Bambang; Handoyo, Eko
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3935

Abstract

Efek negatif dari polusi udara terhadap kesehatan manusia banyak diteliti termasuk polusi akibat sistem transportasi. Emisi kendaraan bermotor menghasilkan Benzena, Toluena dan Xylena (BTX) yang merupakan bahan kimia yang bersifat karsinogenik dan petugas pintu tol merupakan kelompok berisiko terpajan BTX. Penelitian bertujuan mengetahui risiko kesehatan akibat pajanan BTX pada petugas pintu tol. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dan  faktor-faktor antropometri. Hasil penelitian menunjukkan pada pintu tol rata-rata konsentrasi (mean+SD) benzena sebesar 0,00167+0,000056 mg/m3, toluena sebesar 0,00124+0.000049 mg/m3 dan xylena sebesar 0,00147+0,000063 mg/m3 sedangkan pada kantor administrasi konsentrasi tidak terdeteksi oleh alat (Method Detection Limit). Rata-rata risiko non karsinogenik (RQ) BTX pada petugas pintu tol lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan rata-rata RQ BTX petugas administrasi. Risiko kesehatan non karsinogenik dan karsinogenik belum menunjukkan adanya risiko kesehatan yang signifikan. Upaya pencegahan berupa pengelolaan manajemen risiko untuk pengendalian risiko bahan berbahaya di lingkungan perlu ditingkatkan. Kata Kunci: Pintu Tol, Benzena, Toulena, Xylena The researches of BTX (Benzene, Toluene and Xylene) related to the health impacts have been done and published in any publications. One of the risk groups is toll gate’s workers who have been exposed every day with BTX. The design of this study is cross-sectional with Environmental Health Risk Analysis to determine the magnitude of health risks of BTX on the toll gate. The results showed at the toll workers’s respondents have  benzene concentration 0.00167+0.000056 mg/m3, toluene 0.00124+0.000049 mg/m3 and xylene 0.00147+0,000063 mg/m3 respectively, while in the administrative office’s respondents, BTX was undetectable (Minimum Detection Limit). The average RQ of toll gate respondents was significantly higher than administrative office’s respondents. In conclusion, the risk of all workers have the RQ ≤ 1. Non carcinogenic and carcinogenic health risks to all toll gate’s workers recently have not shown any risk yet. Nevertheless, risk management system should be developed and improved. Keywords: Toll Gate, Benzene, Toulene, Xylene
Dukungan Informasi bagi Ibu-ibu Menyusui dalam Memberikan ASI Eksklusif di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta wibowo, marsiana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3694

Abstract

AbstractBreast milk is the first and the best choice of food for infants in early life. Various efforts have been taken by the government of Indonesia to encourage mothers to breastfeed their children exclusively. However, exclusive breastfeeding outcomes in most areas are still low. Yogyakarta is one of those areas, especially in the Gondokusuman Subdistrict with breastfeeding outcome only 23.2%. The outcome should be 80% according to the target in the Minimum Service Standards of Health. The succes of 23.2% breastfeeding mothers to breast feed exclusevely because of the support that receive by them, one is the informational support.The purpose of this study was to determine what kind of informational support to breast feed exclusively which is received by nursing mothers in the Gondokusuman Subdistrict. The type of research is qualitative with a phenomenological approach. In depth interviews and focus group discussion (FGD) are used for data collection techniques. Depth interviews were conducted to mothers who exclusively breastfed, mothers who did not exclusively breastfeed, the husband of nursing mothers, and health care workers. Investigation of the trustworthiness of the study using triangulation of methods and sources. Thematic Content Analysis is used for data analysis. These results indicate that informational support is very important for pregnant and nursing mothers to be able to provide exclusive breastfeeding to their babies. Informational support in the form of support from health workers and significant others, the support of health care and UKBM (Community Based Health Unit), availability of health promotion media, completeness of information, easier access of information for nursing mothers. Information gleaned from significant others or people who are influential for nursing mothers have a more important role, because of the closer emotional factor. Therefore, nursing mothers need to build a positive environment in order to obtain sufficient information for the success of exclusive breastfeeding.Keyword : Exclusive breastfeeding, Informational support, Phenomenological
KANDUNGAN L-DOPA DALAM VARIASI PERENDAMAN DAN PEREBUSAN DALAM PROSES PEMBUATAN TEMPE BENGUK Winarni, Sri; Dharmawan, Yudhy
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.3489

Abstract

AbstrakL-Dopa biji koro benguk sebesar 14,7%, berbeda dengan tempe benguk. Tujuan penelitian adalah menguji L-Dopa dalam 4 pengolahan tempe benguk yang berbeda. Penelitian tahun 2015 ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan mengamati proses pengolahan tempe benguk dan menguji L-Dopa dalam fraksi tempe benguk dengan HPLC. Populasi penelitian adalah seluruh pemilik industri tempe benguk. Sampel penelitian diambil dengan metode purposif sampling, menentukan 4 industri tempe benguk yang sering digunakan. Proses pertama dengan satu rebusan 1-1,5 jam dan satu rendaman (2 hari) mengandung L-Dopa 8425,00 ppm. Proses kedua yaitu rebusan dua kali 1-1,5 jam dan ulangan rendaman tiga kali (setiap rendaman 1 hari 1 malam) mengandung L-Dopa 389,42 ppm. Proses ketiga yaitu ulangan rebusan dua kali (1,5-2 jam) dan rendaman satu kali mengandung L-Dopa 2163,37 ppm. Proses keempat rebusan satu kali (< 1 jam) dan rendaman satu kali (dua hari) mengandung L-Dopa tertinggi yaitu 9781,55 ppm.Kata kunci : Tempe benguk; Perendaman Perebusan; L-Dopa AbtractL-Dopa of koro benguk seed is around 14,7%, different with benguk tempeh. The objective of this study is to test L-Dopa in 4 different ways. Data were collected in 2015 by observing benguk tempeh processing and testing L-Dopa in benguk tempeh  (HPLC). The population of this study are all owners of benguk tempeh industries. The sample was taken by using purposive sampling, determining 4 benguk tempeh industries that mostly used. The first process with one boiling 1-1,5 hours and  one immersion (2 days) contain L-Dopa 8425,00 ppm. The second process with two boiling 1-1,5 hours and repetition immersion three times (each immersion 1 day 1 night) contains L-Dopa 389,42 ppm. The third process is twice re-boiling once (< 1 hour)  and immersion once again (2 days) contain the high L-Dopa that is 9781,55 ppm.Keyword : Benguk tempeh; Soaking-boiling; L-Dopa
PENGARUH KONSELING TERHADAP MOTIVASI IBU MELAKUKAN PERAWATAN METODE KANGGURU PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH Kusnasetia, Setiawati; Rini, Rini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i2.4028

Abstract

Hasil survei demografi dan kesehatan Indonesia angka kematian bayi sebesar 34/1000 kelahiran hidup, jauh dari sasaran MDGs (23/1000 kelahiran hidup). Penyebab utama kematian bayi adalah asfiksia, bayi prematur, BBLR dan infeksi. Angka kematian bayi di RSUD Soreang sebesar 14,76%, salah satu upaya menurunkan angka kematian bayi diantaranya dengan Perawatan Metode Kangguru (PMK). Penelitian tahun 2015 ini bertujuan menge-tahui perbedaan motivasi ibu melakukan PMK pada BBLR antara sebelum dan sesudah diberikan konseling. Rancangan penelitian menggunakan one group pretest and posttest design, dilakukan terhadap 32 sampel ibu dengan bayi BBLR. Uji statistik menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian pada pretest maupun posttest sebesar 62,5% mempunyai motivasi tinggi. Ada perbedaan rata-rata nilai motivasi ibu antara sebelum dan sesudah diberikan konseling dengan thitung = 10,268 ( >dari t tabel = 2,042; nila p = 0,0001). Sosialisasi PMK kepada ibu yang mempunyai BBLR dan anggota keluarga berperan penting dalam mendukung pelaksanaan PM. Result of Indonesia demography and health survey, infant mortality rate is 34/1,000 live births, highest from the MDGs target (23/1,000 live births). The main causes of infant mortality are asphyxia, premature, low birth weight and infection. The infant mortality rate in hospitals Soreang amounted 14.76%, one of the efforts to reduce infant mortality among the treatment with kangaroo methode. The research in 2015 aimed to determine differences in maternal motivation of kanggoroo carein LBW between before and after counseling. The research design uses one group pretest and posttest design, carried out on 32 samples of mothers with LBW babies. Statistical test using a paired sample t-test. Results of research on the pretest and posttest 62.5% have high motivation. There are differences in the average value of maternal motivation between before and after counseling with Score T= 10.268 (> of T table = 2.042; p value = 0.0001). Socialization kanggoroo care to mothers with LBW and family members play an important role in supporting the implementation kanggoroo care.

Page 19 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024