cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
PEMETAAN STATUS GIZI BALITA DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN PENCAPAIAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) Setyowati, Maryani; Astuti, Retno
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3371

Abstract

Permasalahan gizi masih ditemukan di wilayah Kota Semarang, terutama masalah gizi kurang dan gizi buruk bagi balita, hal ini terkait dengan pengelolaan data yang ada di Program gizi Dinas Kesehatan Kota Semarang. Status gizi balita juga memiliki peranan penting dalam mendukung pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s) di In-donesia khususnya untuk indikator yaitu menurunkan tingkat kematian balita . Peneli-tian ini bertujuan untuk menghasilkan pemetaan cakupan status gizi balita di wilayah Kota Semarang guna mendukung pemantauan status gizi balita pada Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2014.Penelitian ini meng-gunakan bentuk deskriptif kuantitatif dengan pendekataan cross-sectional, serta metode yang digunakan untuk pengembangan sistem informasi yaitu SDLC atau System Devel-opment Life Cycle yang menggunakan program aplikasi PHP dengan basis data MySQl dan tampilan peta menggunakan Google Map, yang dapat diakses dengan mengguna-kan jaringan komunikasi data yaitu internet. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya pemetaan dari status gizi balita yang terdapat di wilayah Kota Semarang berbasis web dan menggunakan google map yang mudah digunakan dan dapat memantau pencapa-ian untuk Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Nutritional problems are still found in the region of the city, especially the problem of malnutrition and poor nutrition for infants, it is associated with the management of existing data on nutrition program Semarang City Health Office. Nutritional status of children also have an important role in supporting the achievement of the Millennium Development Goals (MDG’s) in Indonesia, especially for indicators of lower levels of mortality. This research aims to generate mapping coverage nutritional status of children in the city of Semarang in order to support the monitoring of nutritional status of children in Community Nutrition Improvement Program in Semarang City Health Office in 2014. This study used quantitative descriptive form with pendekataan cross-sectional, as well as the methods used to development of information systems that SDLC or system Development Life Cycle. which uses PHP application program with MySQL database and display the map using Google Map, which can be accessed using a data communications network that is the internet. The conclusions of this study is the mapping of the nutritional status of children who are in the city of Semarang web based and uses google map are easy to use and can monitor the achievement of the Society for Nutrition Improvement Program.
PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN PERAWAT WANITA Mayasari, Anita
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v7i1.1790

Abstract

Permasalahan penelitian adalah adakah perbedaan tingkat kelelahan perawat wanita shift pagi dan malam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kelelahan perawat wanita shift pagi dan malam. Jenis penelitian ini adalah explanatory. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei analitik dengan pendekatan belah lintang. Populasi meliputi seluruh perawat wanita yang bekerja tiga shift sebanyak 99 orang. Sampel diambil sebanyak 49 orang dengan rincian 25 perawat wanita shift pagi dan 24 perawat wanita shift malam. Sampel diambil secara purposif dengan kriteria umur 20-45 tahun, masa kerja lebih dari dua tahun, status gizi normal, sehat, dan tidak bermasalah. Variabel yang diteliti yaitu tingkat kelelahan dan shift kerja. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat kelelahan perawat wanita pada shift pagi mencapai 300,196 md (kelelahan kerja ringan) dan pada shift malam mencapai 420,904 md (kelelahan kerja sedang). Simpulan penelitian adalah tingkat kelelahan perawat wanita shift malam lebih tinggi daripada shift pagiProblem of research was differences in levels of fatigue among female nurses. Purpose of this study was to determine differences in levels of fatigue among female nurses in the morning and night shift. Type of research was explanatory and method used was analytical survey with cross sectional approach. Population in this study were all female nurses who work for three shifts on the Sunan Kalijaga Hospital as many as 99 peoples. Samples taken in this study a number of 49 peoples consisting of 25 female nurses morning and night shift nurses 24. Samples were taken with a purposive sampling technique with the criteria of age 20-45 years, a work period was over two years, the nutritional status was normal, healthy, and not problematic. Variables were the level of fatigue and shift work in the morning shift and night shift. Average levels of fatigue female nurses on morning reached 300,196 md (fatigue category of light work) and on the night shift reached 420,904 md (labor categories are exhausted). Conclusion, fatigue level of night shift female nurses was higher than the morning shift
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT PADA PUSKESMAS KABUPATEN PATI Pratiwi, Dyah; Maharani, Chatila
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i1.2833

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbahmedis padat. Puskesmas di Kabupaten Pati telah memiliki incinerator untuk mengelolalimbah medis padat. Masalah penelitian adalah bagaimana proses pengelolaan limbahmedis padat di Puskesmas Kabupaten Pati dan apakah sudah sesuai dengan KepmenkesNo.1428/Menkes/SK/XII/2006. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana prosespengelolaan limbah medis padat di Puskesmas Kabupaten Pati. Metode penelitiandeskriptif dengan rancangan studi kasus di 3 Puskesmas, yaitu Puskesmas A, B, dan C.Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara,alat perekam gambar, dan alatperekam suara. Hasil penelitian menunjukkan proses pengelolaan limbah medis padatpada puskesmas yang seharusnya menggunakan incinerator, belum semua puskesmasmelakukannya. Puskesmas A melakukan penanganan akhir limbah medis padatmenggunakan incinerator, Puskesmas B dengan pembakaran biasa, dan PuskesmasC dengan melakukan pembakaran di dalam tong berdiameter 40 cm tanpa tidakmenggunakan incinerator. Simpulan penelitian, pengelolaan limbah medis padat padaPuskesmas Kabupaten Pati belum sesuai dengan ketentuan dalam pengelolaan limbahmedis menurut Kepmenkes No 1428/MENKES/SK/XII/2006. Public Health Center is one of the health care unit that produces solid medical waste.Public Health Centers in Pati have incinerator to manage solid medical waste. Researchproblem was how to process solid medical waste in health centers Pati and whether it is inaccordance with Kepmenkes No.1428/Menkes/SK/XII/2006. Research purpose to determinethe process of solid medical waste management in health centers Pati. Descriptive researchmethods by case study in 3 health centers, namely A , B , and C. Research instrument wereinterview guides, image recording, and voice recorder. Th e results showed solid medicalwaste management processes in health centers should use the incinerator, but not all healthcenters did it. Health center A handling solid medical waste by incinerators, Health centerB by usual burning, and Health Center C burning in the barrel with diameter of 40 cmwithout incinerator. Th e conclusions, medical management of solid medical waste in healthcenter Pati not accordance with the provision of management medical waste according toKepmenkes No. 1428/MENKES/SK/XII/2006.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN AKTIVITAS REMAJA SMA DALAM KESEHATAN REPRODUKSI DI KECAMATAN BULELENG Wijaya, I Made Kusuma; Agustini, Ni Nyoman Mestri; Tisna MS, Gede Doddy
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i1.3068

Abstract

Berbagai permasalahan remaja banyak disoroti saat ini di Bali, antara lain adalah pergaulan bebas hingga pelecehan seksual yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja dimana dampaknya dapat menentukan kualitas hidup remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja SMA tentang kesehatan reproduksi serta hubungannya dengan aktivitas remaja SMA dalam menjaga kesehatan reproduksi. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah siswa SMA/SMK yang ada pada wilayah Puskesmas Buleleng yang berjumlah 346 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik random sampling, Variabel penelitian diukur menggunakan kuesioner dan analisis hubungan antar variabel menggunakan analisis korelasi bivariate pearson. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel pengetahuan dengan sikap remaja SMA (p=0.000; r=0,383), pengetahuan dengan aktivitas remaja SMA (P=0,000; r=0,284) dan sikap dengan aktivitas remaja SMA (p=0,000; r=0,269). Dapat disimpulkan bahwa remaja SMA yang memiliki pengetahuan yang baik akan diikuti dengan sikap yang baik, remaja SMA yang memiliki pengetahuan yang baik akan diikuti dengan aktivitas yang positif dan remaja SMA yang memiliki sikap yang baik akan diikuti juga dengan aktivitas yang positif. There are now a variety of adolescent problems in Bali, such as promiscuity and sexual harassment related to adolescent reproductive health which can determine the impact on the quality of life of teenagers. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitudes of high school adolescents about reproductive health and its relationship to high school adolescent activity in maintaining reproductive health. This study used an observa-tional analytic study design with cross-sectional. Samples were students in high school/vo-cational school health centers that exist in the region of Buleleng, amounting to 346 people. The samples in this study were taken with random sampling techniques, research variables were measured using questionnaires and analysis of relationships between variables using Pearson bivariate correlation analysis. The results showed that there is a positive and sig-nificant relationship between the variables of knowledge to high school adolescent attitude (p=0.000; r=0.383), knowledge to the activity of high school adolescents (P=0.000; r=0.284) and attitude to the activity of high school adolescents (p=0,000; r = 0.269). It is concluded that high school teenagers who have a good knowledge will be followed with a good attitude, high school teenager who has a good knowledge will be followed by a positive activities and high school teens who have a good attitude will be followed by a positive activities.
MASA KERJA DAN SIKAP KERJA DUDUK TERHADAP NYERI PUNGGUNG Koesyanto, Herry
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v9i1.2824

Abstract

Angka prevalensi kejadian nyeri punggung yaitu 7,6% sampai 37% per tahun, masalahnyeri punggung pada pekerja umumnya dimulai pada usia dewasa muda dengan puncakprevalensi kelompok usia 25-60 tahun. Masalah penelitian adalah bagaimana hubunganmasa kerja dan sikap kerja duduk terhadap nyeri punggung pekerja tenun sarung di DesaWanarejan Utara Pemalang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubunganmasa kerja dan sikap kerja duduk terhadap nyeri punggung. Metode penelitian crosssectional. Populasi penelitian adalah pekerja tenun sarung berjumlah 92 pekerja dansampel berjumlah 46 pekerja. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner, lembarpenilaian REBA, dan meteran gulung. Hasil penelitian menunjukkan hubungan tiapvariabel bebas dengan nyeri punggung sebagai berikut: (1) usia (p=0,04; OR=4,583); (2)masa kerja (p=0,02; OR=5); dan (3) sikap kerja duduk (p=0,43). Simpulan penelitian,nyeri punggung berhubungan dengan usia, masa kerja, dan sikap kerja.Incidence of back pain prevalence rate of 7.6% to 37% every year, the problem of backpain in workers generally begins in young adulthood with a peak prevalence age group25-60 years old. Research problem was how relationships work period and sitting positiontowards back pain in workers woven sarong in North Wanarejan village, Pemalang. Research purpose was to determine the relationship of work period and sitting positiontowards back pain. Cross-sectional research method. Population study were woven sarongworkers amounts 92 workers and samples were 46 workers. Research instrument usedquestionnaires, REBA assessment sheets, and roll meter. Th e results showed the relationshipof each independent variables with back pain as follow : (1) age (p=0.04; OR=4.583), (2)working period (p=0.02; OR=5), and (3) sitting position (p=0.43). Th e conclusion, backpain associated with age, working period, and work position.
KARAKTER GIZI REMAJA PUTRI URBAN DAN RURAL DI PROVINSI JAWA TENGAH Setyawati, Vilda Ana Veria; Setyowati, Maryani
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3463

Abstract

Sejak tahun 2010 westernisasi menjadi kiblat remaja dalam berbagai bidang, diantaranya gaya hidup dan perilaku makan baik di daerah urban maupun rural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter gizi pada antara remaja putri urban dan rural. Rancangan cross sectional digunakan untuk mengumpulkan data dalam variabel karakter remaja gizi remaja putri urban dan rural. Lokasi penelitian ini di Kota Semarang dan Kabupaten Sragen. Responden yang diambil dari masing-masing wilayah sejumlah 48 orang. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur untuk variabel body image, pengetahuan gizi, dan perilaku makan. Instrumen untuk mengetahui status gizi adalah digital scale dan mocrotoise dan dikategorikan berdasarkan kategori Asia. Penelitian dilakukan selama Bulan Agustus dan September 2014. Analisis data menggunakan software SPSS. Uji statistik yang digunakan adalah independent t test dan mann whitney untuk mengetahui perbedaan karakter gizi pada remaja urban dan remaja rural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada body image (p=0,28), pengetahuan gizi (p=0,87), dan perilaku makan (p=0,14), sedangkan pada status gizi ada perbedaan (p=0,0001).Since 2010 westernization be the center of a teenager in a her life, including lifestyle and eating behavior in both urban and rural areas. This study aims to determine the difference between the character of nutrition in urban and rural adolescent girls. Cross-sectional design was used to collect data in the variable character teenage girls nutrition urban and rural. The location of this research in Semarang City and Sragen. Respondents were drawn from each region some 48 people. Collecting data by interviews using a structured questionnaire for variable body image, nutrition knowledge and eating behavior. The instrument to determine the nutritional status were a digital scale and mocrotoise. Nutritional status categorized Asian. The study was conducted during the months of August and September 2014. Data were analyzed using SPSS software. The statistical test used was the independent t test and Mann Whitney to determine differences in the character of nutrition in adolescents urban and rural adolescents. The results showed that there was no difference in body image (p = 0.28), nutritional knowledge (p = 0.87), and eating behavior (p = 0.14), whereas this got difference in nutritional status (p = 0, 0001).
NILAI FUNCTIONAL INDEPENDENCE MEASURE PENDERITA CEDERA SERVIKAL DENGAN PERAWATAN KONSERVATIF Arifin, MZ; H., Jefri
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i1.2253

Abstract

Masalah penelitian adalah bagaimana nilai Functional Independence Measure (FIM) pasien cedera servikal dengan manajemen konservatif. Tujuan penelitian untuk menganalisis nilai Functional Independence Measure (FIM) pasien cedera servikal dengan manajemen konservatif. Metode penelitian kohor prospektif dengan observasi pada semua pasien cedera servikal yang memenuhi kriteria inklusi di bagian Bedah Saraf Rumah Sakit (RS) Dr. Hasan Sadikin Bandung. Subjek dikelompokkan berdasarkan umur, jenis kelamin, trauma tunggal/multipel, akut/kronik, abnormalitas servikal, lesi komplit/inkomplit, dan ASIA impairment score. Data dianalisis menggunakan uji t dan uji chi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 pasien cedera servikal yang dirawat di bagian Bedah Saraf RS Dr. Hasan Sadikin Bandung periode April 2009–April 2010. Rata-rata nilai FIM pasien cedera servikal adalah 4+1,63. Tidak terdapat hubungan umur, jenis kelamin, jenis trauma, onset trauma, dan abnormalitas servikal dengan besarnya nilai FIM pasien cedera servikal. Simpulan penelitian adalah terdapat hubungan jenis lesi cervical spine, ASIA impairment score dengan besarnya nilai FIM pasien cedera servikal. Jenis lesi cervical spine dan ASIA impairment score memiliki hubungan bermakna dengan besarnya nilai FIM pasien 6 bulan pasca cedera servikal. The research problem was how the Functional Independence Measure score (FIM) cervical injury patients with conservative management. The purpose of this study was to analyze the value of the functional independence measure (FIM) cervical injury patients with conservative management. Prospective cohort methods used to observe cervical injury in all patients who met the inclusion criteria at the Neurosurgery Hospital (Hospital) Dr. Hasan Sadikin. Subjects were grouped by age, sex, trauma, single/multiple, acute/chronic, cervical abnormalities, complete/incomplete lesions, and ASIA impairment score. Data were analyzed using t test and chi-square test. The results showed there were 17 patients with cervical injuries were treated at the Hospital of Neurosurgery Dr. Hasan Sadikin the period April 2009-April 2010. The average value of FIM cervical injury patients was 4 +1.63. There wasn’t relationship to age, sex, type of trauma, the onset of trauma, and cervical abnormalities with the value of FIM cervical injury patients. The conclusion, there was relationship type of cervical spine lesions, ASIA impairment score with the value of FIM of cervical injuries patients. Type the cervical spine lesions and ASIA impairment score had significant correlation with the value of FIM 6 months after injury of cervical patients.
STATUS GIZI, KEBUGARAN JASMANI DAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA TENAGA KERJA WANITA Utami, Sri Rahayu
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i1.2815

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat kebugaran jasmani dengan produktivitas kerja. Penelitian dilakukan pada tahun 2012 dengan jenis penelitian menggunakan explanatory research  dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 73 orang dengan sampel 45 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Instrument yang digunakan adalah timbangan berat badan dan tinggi badan, bangku harvard, metronome, stopwatch dan lembar data produktivitas.  Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Dan didapatkan hasil bahwa ada hubungan antara status gizi (p=0,005), tingkat kebugaran jasmani (p=0,001) dengan produktivitas kerja. The purpose of this research to determine the relationship between nutritional status and level of physical fitness by working on labor productivity.  This research was explanatory research with cross sectional approach. Population  was a 73 employees. And sample was 45 employees. Instrument was a weight scales and height, harvard bench, metronome, stopwatch and productivity data sheet. Was processed, using the Chi-Square statistic with α = 0.05. The results was a relationship between nutritional status (p = 0.005), level of physical fitness (p = 0.001) with labor productivity. This research will expect workers to consume foods that contain balanced nutrition and exercise to improve physical fitness.
KONSUMSI IKAN DAN HASIL PERTANIAN TERHADAP KADAR Hg DARAH Setiyono, Andik; Djaidah, Annisa
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v7i2.2805

Abstract

Hg bersifat toksik untuk makhluk hidup dan menimbulkan kerusakan tubuh permanen bila memajan dalam jumlah cukup dalam waktu lama. Amalgamasi adalah teknik pengolahan emas pada tambang tradisional yang dilakukan masyarakat dengan memanfaatkan Hg sebagai pengikat emas. Limbah tailing yang masih mengandung Hg dibuang tanpa dilakukan pengolahan lebih dulu, sehingga mencemari tanah dan air tanah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan tingkat konsumsi ikan dan konsumsi hasil pertanian terhadap kadar Hg darah masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat konsumsi ikan dan konsumsi hasil pertanian terhadap kadar Hg darah masyarakat. Metode penelitian survei menggunakan desain belah lintang. Recall makanan selama 3 hari tidak berurutan digunakan untuk mengukur tingkat konsumsi ikan dan hasil pertanian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi ikan (p=0,0001), konsumsi makanan pokok (p=0,002),konsumsi sayuran (p=0,001), konsumsi umbi-umbian (p=0,002), dan konsumsi buah-buahan (p=0,002) dengan kadar Hg darah. Simpulan penelitian adalah variabel yang berhubungan dengan kadar Hg darah adalah konsumsi ikan, konsumsi makanan pokok, konsumsi sayuran, konsumsi umbi-umbian, dan konsumsi buah-buahan.Hg is toxic to living organisms and cause permanent damage to the body when exposing in considerable numbers in a long time. Amalgamation is a gold processing technique on traditional mining community undertaken by utilizing Hg as gold binder. Tailings still contain Hg discharged without treatment first performed, thus contaminating the soil and groundwater. Problem in this study was how the correlation between fish consumption and consumption of agricultural products against blood Hg levels of community. The purpose was to determine the correlation between fish consumption and consumption of agricultural products against blood Hg levels of society. Survey method used a cross sectional design. Recall of food for 3 consecutive days used to measure the level of fish consumption and agricultural communities. The results showed that there were relationship between fish consumption (p=0.0001), a staple food consumption (p=0.002), vegetable consumption (p=0.001), consumption of tubers (p=0.002), and consumption of fruits (p=0.002) with blood Hg level. The conclusion, variables associated with blood Hg levels were consumption of fish, the staple food consumption, vegetable consumption, consumption of tubers, and fruits consumption.
DETERMINATION OF INTERNAL AND EXTERNAL FACTORS CAUSE PULP TISSUE DISEASES Hendari, Ratnawati; Siregar, Irma HY; Oktaviani, Frida
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3385

Abstract

Factors of the oral cavity (internal) and external factors play an important role in health status of the teeth and mouth. This study was aimed to determine the causes of internal and external diseases of the pulp tissue in the North Karangasem village of Batang regency.This case study was carried out by survey methods. The independent variables were internal factors (plaques, saliva hydration, viscosity, and pH) and external factors (behavioral, health services, and genetics). The dependent variable was pulp tissue disease (pulpitis, pulp gangrene, and gangrene radix). Plaque index was measured by PHP-M, while saliva hydration, saliva viscosity, and saliva pH were measured using GC Dental Saliva Indicator guide. External factors was assessed using a close questionnaire to 99 respondents observed by purposive randomly sampling with slovin formula.  The results showed that the pulp tissue disease was caused by internal factor was saliva pH (44%) and saliva viscosity (64%), while external factors were behavioral (64%) namely incorrect brushing time (54%), snacking habits of sticky sweet (70%), and snacking frequency more than 3 times a day (50%). This study concluded that major cause of pulp tissue disease in North Karangasem village communities of Batang regency was saliva pH and behavior. Faktor dari dalam rongga mulut (internal) maupun faktor dari luar (eksternal) memegang peranan yang penting dalam mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinasi  faktor internal dan eksternal penyebab penyakit jaringan pulpa pada masyarakat di Kelurahan Karangasem Utara Kabupaten Batang. Jenis penelitian ini adalah survey diskriptif dengan metode yang digunakan adalah case study. Faktor internal yang diamati adalah plak indeks, hidrasi saliva, viskositas saliva dan pH saliva. Faktor eksternal, meliputi lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Cara mengukur plak indeks menggunakan metode PHP-M . Pengukuran hidrasi saliva, viskositas saliva, dan pH saliva menggunakan panduan GC Dental Saliva Indicator.  Penilaian faktor eksternal menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling.  Jumlah sampel  sebanyak 99 responden usia 15-44 tahun.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit jaringan pulpa yang disebabkan oleh faktor internal adalah pH saliva (44%) dan viskositas saliva (64%). Faktor eksternal adalah perilaku (64%) akibat waktu menyikat gigi yang salah (54%) dan kebiasaan ngemil dalam memilih jenis makanan manis melekat (70%) dan frekuensi ngemil > 3x sehari (50%). Kesimpulan penelitian ini adalah aktor penyebab utama penyakit jaringan pulpa pada masyarakat di Kelurahan Karangasem Utara kabupaten Batang adalah pH saliva dan perilaku masyarakat.

Page 46 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024