cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Kontribusi Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Faktor AIK dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II/3 SMPN 2 Makassar Nasrullah, Nasrullah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i1.3277

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggunakan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan antusiasme, intensitas aktivitas, dan kecakapan siswa dalam pembelajaran matematika. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian tindakan kelas dipilih sebagai jenis penelitian yang berlangsung selama dua siklus. Setiap siklus memuat tahapan diantaranya: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Makassar, dengan subjek siswa kelas II/3 sebanyak 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi model pembelajaran berbasis proyek, bukan hanya meningkatkan antusiasme, intensitas, dan kecakapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika, tetapi juga membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran yang diberikan. Secara statistik, persentase antusiasme berubah dari 58,7% (sedang) menjadi 80,7% (tinggi); persentase intensitas berubah dari 46,9% (kurang) menjadi 77,3% (tinggi); persentase kecakapan berubah dari 18,7% (sangat kurang) menjadi 64% (sedang). Kemudian rerata untuk hasil belajar siklus I ke siklus II meningkat dari 8,26 menjadi 8,27. Terdapat kenaikan 0,01. Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Proyek, antusiasme, intensitas, dan kecakapan  AbstractThis study aims to apply project-based learning model to enhance enthusiasm, activity intensity, and students competencies on learning mathematics. Making this aim, classroom action research is chosen for two cycles. Each of cycle consist of planning, action, observation, and reflection. It was held at SMPN 2 Makassar with subject of 45 graders in class II/3. The result shows that contribution of the model, not only to trigger entushiasm, intensity, and competency in which students are engaging with activities of learning mathematics, but to facilitate students improving comprehension about subject matter. Statistically, the percentage of enthusiasm, intensity, and competencies are changing from 58,7% (fair) to 80,7% (high), 46,9% (low) to 77,3% (high), and 18,7% (very low) to 64% (fair), respectively. Subsequently, the average of learning result from cycle I to cycle II increase from 8,26 to 8,27. There exists slight increase as 0,01. Keywords:     project-based learning model, enthusiasm, intensity, and competency 
Analisis Kemampuan Calon Guru Matematika Dalam Pengajuan Masalah Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent Abdara, Amirulmukminin
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i1.7120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan calon guru matematika dalam pengajuan masalah ditinjau dari gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD). Terdapat dua subjek dalam penelitian ini, yaitu mahasiswa calon guru Pendidikan Matematika semester VI, IKIP Mataram. Gaya kognitif subjek ditentukan berdasarkan skor pemberian instrument GEFT dan kemampuan pengajuan masalah diperoleh melalui TPM dan wawancara. SFI dan SFD masing-masing mengajukan 10 masalah dari informasi berbentuk grafik dan kalimat verbal. Secara umum, kemampuan SFI lebih bagus dibandingkan SFD yaitu: (1) SFI mengajukan 7 masalah sementara SFD hanya mengajukan 5 masalah yang berkaitan dengan aritmetika sosial, (2) SFI mampu mengajukan masalah yang memenuhi semua unsur sintaksis dan semantik, sementara masalah yang diajukan SFD dari informasi grafik hanya memuat 2 unsur sintaksis dan 2 unsur semantik dan dan masalah yang diajukan dari informasi kalimat verbal masing-masing memuat 2 unsur sintaksis dan 3 unsur semantik, (3) SFI mengajukan 5 masalah, sementara SFD hanya mengajukan 1 masalah yang memuat data baru, (4) SFI mengajukan 2 masalah yang tidak bisa diselesaikan karena rasa penasaran, sementara SFD mengajukan 5 masalah yang tidak dapat diselesaikan karena kesalahan pemilihan kata, dan (5) SFI mengajukan masalah yang termasuk kategori mudah, sedang, dan sulit, sementara masalah yang diajukan SFD hanya masuk kategori masalah mudah.This is descriptive research with qualitative approach which has purpose  to describe the skill of preserve teacher in problem posing observed from cognitive style of  field independent (FI) and field dependent (FD). The subjects are two the mathematic students in the sixth semester, IKIP Mataram. Cognitive style of each subject was determined by giving GEFT instrument and to know the skill of preserve mathematics teacher in posing problem was obtained through TPM and interview. SFI and SFD each posed ten problems from graph information and verbal sentence.  SFI has better skill in problem posing than SFD: (1) SFI posed seven problems, while SFD only posed five problems related to arithmetic, (2) on SFI, all problems which were posed fulfilled all syntaxes and semantic elements which had been decided. While,  the graph information of SFD could only posed the information which showed  two syntaxes elements and two semantic elements, and each posed problems of verbal sentence information has two syntaxes elements and three semantic elements, (3) SFI pose five new data, while SFD could only show one problem which contained new data, (4) SFI posed two unsolved problems because of wondering, while SFD posed five unsolved problems because of choosing words error, and (5) SFI posed problems were included in each easy, middle and difficult category, while SFD only posed problem in easy category.
Desain Pembelajaran Pengurangan Bilangan Bulat Melalui Permainan Tradisional Congklak Berbasis Pendidikan Matematika Realistik Indonesia di Kelas IV Sekolah Dasar Muslimin, Muslimin; Putri, Ratu Ilma Indra; Somakim, Somakim
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i2.2642

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep-konsep pada materi pengurangan bilangan bulat melalui HLT, yang didesain dengan permainan tradisional congklak. Penelitian ini dilaksanakan di SDIT Al Furqon Palembang yang merupakan salah satu sekolah mitra PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian desain (design research). Penelitian didesain melalui pembelajaran materi pengurangan bilangan bulat menggunakan konteks permainan tradisional congklak. Tahapan penelitian dengan persiapan percobaan (preparing for the experiment), percobaan desain (design experiment), dan analisis retrospektif (retrospective analysis). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman siswa mengenai konsep pengurangan bilangan bulat dapat dipicu dengan menggunakan permainan tradisional congklak sebagai konteks dalam pembelajaran. Lintasan pembelajaran terdiri dari empat aktivitas untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu bermain congklak, bermain kartu congklak, bermain kartu bilangan, dan bermain dadu pengurangan untuk menyelesaikan masalah kontekstual pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan simbol pengurangan secara formal.
Peningkatan Keterampilan Peer Teaching yang Berkarakter Melalui Implementasi Perangkat Perkuliahan Daspros Pembelajaran Matematika 2 Bercirikan Konservasi Pujiastuti, Emi; Suyitno, Amin
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i1.4977

Abstract

Penelitian ini bertujuan, (1) menghasilkan perangkat perkuliahan Daspros Mat 2 yang memuat nilai-nilai karakter. (2) Menghasilkan contoh CD pembelajaran. (3) Untuk meningkatkan  kualitas perkuliahan melalui implementasi perangkat pembelajaran Daspros Mat 2 yang memuat nilai-nilai karakter, khususnya peningkatan karakter mahasiswa dalam praktik Peer Teaching. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Hasilnya penelitiannya, (1) tersusun perangkat perkuliahan Daspros Mat 2 yang memuat nilai-nilai karakter. (2) Dihasilkan contoh CD pembelajaran sebagai wujud implementasi penyusunan perangkat perkuliahan Daspros Mat 2 yang memuat nilai-nilai karakter, yang diterapkan dalam perkuliahan. (3) Kualitas perkuliahan melalui implementasi perangkat pembelajaran Daspros Mat 2 yang memuat nilai-nilai karakter, khususnya terkait karakter mahasiswa dalam praktik Peer Teaching telah terjadi peningkatan. Nilai rata-rata peer teaching adalah 84,7. Saran, Perangkat perkuliahan yang dihasilkan dan memuat nilai-nilai karakter sebaiknya disosialisasikan di tingkat program studi. (2) Contoh CD pembelajaran perlu dikembangkan lebih lanjut. (3) Perlu dicari tenaga pengambilan video yang handal agar CD video pembelajaran yang dihasilkan bisa bersih dan baik.The aim of this study, (1) generating lectures administration for Daspros Mat 2 which contains character values. (2) Generate sample of learning CD. (3) To improve the quality of lectures through the implementation of lectures administration of Daspros Mat 2 which contains the values of character, especially the increase in the character of students in the practice of Peer Teaching. This study is a classroom action research with 2 cycles. The result of research, (1) a set of lectures administration of Daspros Mat 2 which contains character values. (2) an example of learning CD as a form of implementation of the preparation of the lecture Daspros Mat 2 for character values, which are applied in the lecture. (3) The quality of the lectures through the implementation of learning tools Daspros Mat 2 which contains the values of character, particularly related to the character of students in the practice of Peer Teaching has been an increase. The average value of peer teaching is 84.7. Advice, lectures administration that is produced should be disseminated at the level of the study program. (2) the sample of CD learning needs to be developed further. (3) it should be produced a professional education cameraman, so that the video produced.
Hands On Activity Pada Pembelajaran Geometri Sekolah Sebagai Asesmen Kinerja Siswa Kartono, Kartono
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v1i1.219

Abstract

Geometri merupakan cabang matematika yang diajarkan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, namun berdasarkan suatu penelitian hasil belajar geometri kurang memuaskan khususnya hasil belajar geometri sekolah. Hasil belajar geometri sekolah terkait langsung dengan kegiatan pembelajarannya. Pembelajaran geometri akan efektif apabila kegiatan yang dilakukan sesuai dengan struktur kemampuan berpikir siswa. Menurut Teori Van Hiele tentang pembelajaran geometri, bahwa tingkat kemampuan berpikir siswa dalam belajar geometri meliputi lima tingkat , yaitu visualisasi, analisis, deduksi informal, deduksi, dan rigor.Tingkatan berpikir tersebut akan dilalui siswa secara berurutan, kecepatan berpindah dari tingkat ke tingkat berikutnya banyak bergantung pada isi dan metode pembelajarannya.Perlu disediakan aktivitas-aktivitas dalam pembelajaran yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa dalam bentuk hands on activity. Melalui hands on activity akan terbentuk suatu penghayatan dan pengalaman untuk  menetapkan suatu pengertian, karena mampu membelajarkan secara bersama-sama kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik serta dapat memberikan penghayatan secara mendalam terhadap apa yang dipelajari, sehingga apa yang diperoleh oleh siswa tidak mudah dilupakan. Hands on activity selain sebagai komponen kegiatan pembelajaran, dapat dimanfaatkan sebagai intrumen asesmen, khususnya asesmen kinerja siswa. Gunakanlah hands on activity pada pembelajaran geometri sekolah dan manfaatkan kegiatan tersebut sebagai bentuk asesmen kinerja siswa. 
Profil Pemecahan Masalah Kreatif Siswa MA Ditinjau dari Tingkat Math Self-Efficacy Widodo, Kukuh; Budiarto, Mega Teguh; Lukito, Agung
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1)
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i1.9850

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil pemecahan masalah kreatif siswa MA ditinjau dari tingkat math self-efficacy (MSE). Untuk mencapai tujuan peneliti menggunakan tahapan pemecahan masalah kreatif CPS Versi 6.1 yaitu membangun kesempatan, menggali data, membingkai masalah, membangkitkan ide, mengembangkan solusi, dan membangun penerimaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa yaitu siswa dengan MSE tinggi dan rendah berdasarkan hasil analisis angket the PISA math self-efficacy scale. Teknik pengumpulan data adalah wawancara berbasis tugas untuk mendapatkan data mengenai pemecahan masalah kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan MSE tinggi malakukan tahapan membangun kesempatan, menggali data, membingkai masalah, membangkitkan ide (melakukan kefasihan, melakukan fleksibilitas, namun tidak melakukan kebaruan),  mengembangkan solusi, dan membangun penerimaan; dan (2) subjek dengan MSE rendah melakukan tahapan membangun kesempatan, membingkai masalah, membangkitkan ide (melakukan kefasihan, melakukan fleksibilitas, namun tidak melakukan kebaruan), mengembangkan solusi, dan membangun penerimaan, namun tidak menggali data.This study aimed at describing the profile creative problem solving MA students in terms of the level of math self-efficacy (MSE). To achieve objectives use creative problem-solving stage CPS Version 6.1 namely constructing opportunities, exploring data, framing problems, generating ideas, developing solutions, and building acceptance. This research is a descriptive qualitative approach. Subjects consisted of two students with high and low MSE based on the analysis of questionnaires the PISA math self-efficacy scale. The data collection technique is task-based interviews to obtain data on students' CPS. The results showed that (1) subject with high MSE doing constructing opportunities, exploring data, framing the problem, generating ideas (doing fluency, doing flexibility, without making novelty), developing solutions, and building acceptance stage; and (2) subject with low MSE doing constructing opportunities, framing the problem, generating ideas (doing fluency, doing flexibility, without making novelty), developing solutions, and building acceptance stage, without doing exploring data stage.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Melalui Pembelajaran Model 4K Berdasarkan Tipe Kepribadian Peserta Didik Kelas VII Pertiwi, Ajeng Dian; Susilo, Bambang Eko
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.4550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis  melalui pembelajaran model 4K berdasarkan tipe kepribadian Guardian, Artisan, Rational, dan Idealist. Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari 4 peserta didik kelas VII G SMP Negeri 2 Semarang. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah tes komunikasi matematis dan wawancara. Hasil tes dan wawancara dianalisis mengacu pada kriteria kemampuan komunikasi matematis yakni kemampuan: (1) menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan sesuai permasalahan (KKM 1); (2) menuliskan jawaban sesuai dengan maksud soal (KKM 2); (3) menuliskan alasan-alasan dalam menjawab soal (KKM 3); (4) membuat gambar yang relevan dengan soal (KKM 4); (5) menuliskan istilah-istilah dan simbol-simbol matematika (KKM 5); dan (6) membuat simpulan secara tertulis menggunakan bahasa sendiri. (KKM 6)  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guardian menguasai KKM 1, 2, 3, 4, dan 5, namun kurang menguasai KKM 6; (2) Artisan menguasai KKM 1, 2, 3, dan  4, namun kurang menguasai KKM 5 dan 6; (3) Rational menguasai keenam KKM; (4) Idealist menguasai KKM 1, 2, dan 4, namun kurang menguasai KKM 3, 5, dan 6.The purpose of this research is obtain a description of mathematical communication through 4K learning model based on personality types Guardian, Artisan, Rational, and Idealist. The subjects of this research consist of 4 students 7th grade in state junior high school 2 Semarang. The techniques to collect data of this research are mathematical communication test and interviews. Test result and interviews are analyzed based on the mathematical communication ability criteria, they are the ability of: (1) writing what are known and what are asked (MCA1); (2) writing an answer appropriate with the problem intention (MCA 2); (3) writing the reason in problem solving (MCA 3); (4) making a sketch related to problem (MCA 4); (5) writing the technical terms and mathematics symbols (MCA 5); and (6) writing a conclusion with own words (MCA 6). The result of this research showed that: (1) Guardian is capable to do MCA1, 2, 3, 4, and 5, but not capable to do MCA 6 enough; (2) Artisan is capable to do MCA 1, 2, 3, and 4, but not capable to do MCA 5 and 6 enough; (3) Rational is capable to do all MCA; (4) Idealist is capable to do MCA 1, 2, and 4, but not capable to do MCA 3, 5, and 6. 
Rancang Bangun Instrumen Tes Kemampuan Keruangan Pengembangan Tes Kemampuan Keruangan Hubert Maier dan Identifikasi Penskoran Berdasar Teori Van Hielle Prabowo, Ardhi; Ristiani, Eri
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v2i2.2618

Abstract

Tulisan ini berisi mengenai rancang bangun instrumen uji kemampuan keruangan. Sesuai dengan definisi dari Maier, kemampuan keruangan merupakan salah satu kemampuan dasar dari manusia. Maier juga menyebutkan bahwa kemampuan keruangan memiliki hubungan yang kuat dengan kemampuan analitis dan sintesis serta kemampuan aritmatika. Dalam rangka pengembangan uji kemampuan keruangan maka disusunlah instrumen uji kemampuan keruangan yang dalam penskorannya mengadopsi model penskoran dari tes kemampuan keruangan Van Hielle.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Geometri Ruang dengan Model Proving Theorem Susilo, Bambang Eko; Sutarto, Hery; Mubarok, David
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i2.4979

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa masih lemah. Hal ini ditemukan pada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Geometri Ruang yaitu dalam membuktikan soal-soal pembuktian (problem to proof). Mahasiswa masih menyelesaikan secara algoritmik atau prosedural sehingga diperlukan pengembangan perangkat pembelajaran Geometri Ruang berbasis kompetensi dan konservasi dengan model Proving Theorem. Dalam penelitian ini perangkat perkuliahan yang dikembangkan yaitu Silabus, Satuan Acara Perkuliahan (SAP), Kontrak Perkuliahan, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, Tes UTS dan UAS serta Angket Karakter Konservasi telah dilaksanakan dengan baik dengan kriteria (1) validasi perangkat pembelajaran mata kuliah Geometri ruang berbasis kompetensi dan konservasi dengan model proving theorem berkategori baik dan layak digunakan dan (2) keterlaksanaan RPP pada pembelajaran yang dikembangkan secara keseluruhan berkategori baik.Critical and creative thinking abilities of students still weak. It is found in students who take Space Geometry subjects that is in solving problems to to prove. Students still finish in algorithmic or procedural so that the required the development of Space Geometry learning tools based on competency and conservation with Proving Theorem models. This is a research development which refers to the 4-D models that have been modified for the Space Geometry learning tools, second semester academic year 2014/2015. Instruments used include validation sheet, learning tools and character assessment questionnaire. In this research, the learning tools are developed, namely Syllabus, Lesson Plan, Lecture Contract, Learning Media, Teaching Material, Tests, and Character Conservation Questionnaire had been properly implemented with the criteria (1) validation of Space Geometry learning tools based on competency and conservation with Proving Theorem models categorized good and feasible to use, and (2) the implementation of Lesson Plan on learning categorized good overall. 
Keefektifan Model CIRC Berbasis Joyful Learning Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Triastuti, Rian; Asikin, Muhammad; Wijayanti, Kistina
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i2.3159

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah implementasi model pembelajaran CIRC berbasis Joyfull Learning efektif terhadap kemampuan penalaran matematis siswa pada materi Teorema Pythagoras. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumen-tasi, tes, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan klasikal. Hasil uji perbedaan dua rata-rata menun-jukkan bahwa rata-rata hasil tes kemampuan penalaran matematis siswa kelas eksperimen lebih dari rata-rata hasil tes kemampuan penalaran matematis siswa kelas kontrol. Berdasar-kan hasil tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa kelas kontrol. Hasil observasi menunjukkan bahwa persentase keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran CIRC berbasis Joyfull Learning lebih tinggi daripada persentase keaktifan siswa pada pembelajaran ekspositori, dan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran CIRC berbasis Joyfull Learning mencapai kriteria sangat baik. Kata kunci:       CIRC; Joyfull Learning; Kemampuan Penalaran Matematis.  AbstractThe purpose of this study was to determine whether the implementation of the CIRC based Joyful Learning models effective against student’s mathematical reasoning skills on the material Pythagorean Theorem. The population in this study is the eighth grade students of Junior High School of 1 Tlogowungu. Based on the results of the study showed that students in the experimental class have reached the classical completeness. The test results mean the difference of two shows that the average test results of mathematical reasoning skills experimental class students more than the average test results of student’s mathematical reasoning skills control class. Based on these results it can be seen that the average of student’s mathematical reasoning skills experimental class was better than average grade student’s mathematical reasoning skills of control. Based on observations indicate that the percentage of active students in the implementation of CIRC based Joyful Learning models is higher than the percentage of active students in expository teaching and learning activities of teachers in managing the CIRC based Joyful Learning models achieving the criteria very well.  Keywords:          CIRC; Joyful Learning; Mathematical Reasoning Skills.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue