cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Inovasi Geometri sebagai Media Pembelajaran Matematika Kreatif Parhusip, Hanna Arini; Susanto, Bambang
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1)
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i1.14047

Abstract

Tujuan inovasi geometri sebagai media pembelajaran matematika kreatif adalah menyediakan contoh kreativitas dalam pembelajaran geometri sehingga geometri yang dikenal dalam pelajaran tidak hanya bentuk baku geometri klasik seperti segitiga, lingkaran, polygon beraturan. Siswa diperkenalkan cara menginovasi bentuk geometri tersebut menjadi bentuk-bentuk kreatif. Metode yang digunakan adalah inovasi permukaan aljabar dan inovasi polygon beraturan menjadi polihedra. Untuk metode pertama yaitu inovasi permukaan dengan menggunakan persamaan aljabar (misal bola dan silinder) dengan bantuan program Surfer. Sedangkan metode kedua adalah melakukan inovasi dengan materi lokal dilakukan dengan penyusunan bidang datar dalam bentuk ruang 3 dimensi melalui bentuk geometri yang sudah dikenal yaitu segi empat dan segilima menjadi polihedra. Adapun hasil penelitian dibedakan menjadi 2 hal dimana kedua hal tersebut selalu memanfaatkan kekayaan lokal Indonesia. Untuk hasil inovasi permukaan aljabar, hasil penelitian berupa motif-motif untuk batik. Sedangkan untuk inovasi polygon beraturan diperoleh Leonardo Dome,Leonardo Bridge dengan media kayu dan bambu, dan beberapa kreativitas disain penutup lampu dengan  kertas. Kegiatan pembuatan inovasi geometri tersebut telah dilakukan oleh mahasiswa pendidikan matematika FKIP dan matematika FSM UKSW dalam kuliah geometri untuk membuat prototip. Untuk selanjutnya, pendekatan yang sama dan produk yang dihasilkan diujicobakan pada siswa sekolah SMP dari Tangerang dan siswa menunjukkan ketertarikan yang lebih besar dibandingkan hanya mempelajari geometri di dalam kelas karena siswa mengalami interaksi yang lebih banyak.The objective of this inovation as educative material for geometry is to provide samples of creativities in mathematical for learning geomety such that geometry should not be thaught in classical sense such as learning only rules in triangles, circles and regular polygons. Students are introduced for innovating the existing geometry into several creative materials. There are 2 methods implemented here,i.e. innovating algebraic surfaces which are mainly cylinders and spheres and innovating regular polygons into several polyhedra. The first part is done by creating surfaces using software called Surfer. The second method is done with the help of a home industry to create parts of the materials. The results of this research are shown by several creative products for learning geometry. The innovation of algebraic surfaces is implemented into batik’s motifs where students are taking part to create the motifs using Surfers. The second method has provide several media such as Leonardo Dome and Leonardo Bridge where physical law can also be integrated for learning application of learning geometry. Additionally, lamp’s decoration is also produced due to innovation of regular polygons into polyhedral. The activities are done by undergraduate students from FKIP math education and FSM from mathematics department of UKSW for creating the prototypes. After words, 24 students from middle school in Tangerang and Students have shown greater interest to learn geometry rather than the classical sense (only in class) since doing the approaches above, students have active interaction with materials. 
Profil Antisipasi Siswa SMA Dalam Memecahkan Masalah Integral Yudianto, Erfan
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i1.4472

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sulitnya siswa dalam menyelesaikan masalah integral khusunya luas daerah. Banyak siswa hanya menyelesaikan masalah integral hanya berdasarkan rumus yang sudah disediakan. Siswa jarang mengaitkan konsep-konsep yang saling terkait, dalam hal ini konsep integral subpokokbahasan luas daerah.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Profil antisipasi siswa SMA dalam memecahkan masalah integral. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk membantu siswa mengaitkan konsep-konsep yang belum terkait.  Penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Tes berupa  tes kemampuan matematika yang diberikan kepada siswa, sehingga diperoleh siswa berkemampuan tinggi dan wawancara diberikan kepada siswa yang bersangkutan untuk menggali dan melihat jaringan konsep yang dimiliki siswa dalam menyelesaikan masalah integral. Subjek dalam penelitian ini termasuk dalam antisipasi terinternasilsasi dikarenakan siswa secara spontan menerapkan rumus integral tanpa menganalisis soal yang diberikan.This research is motivated by the difficulty of students in solving integral problems especially the area. Many students just completed the integral problems just based on a formula that has been provided. Students rarely associate the concepts are interrelated, in this case the integral concept of the area. The purpose of this study was to describe the profile anticipation of high school students in problem solving integrals. The results could be used by teachers to help students link the concepts are not related. This study uses tests and interviews. The tests such as math skills test given to students, in order to obtain a high ability students and interviews given to the student to explore and see the network concept of the students in problem solving integrals. Subjects in this study are included in anticipation terinternasilsasi because students spontaneously apply the integral formula without analyzing the questions that were given
Keefektifan Model Guided Inquiry dengan Pendekatan Keterampilan Metakognitif terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Sholikhah, Nur; Winarti, Endang Retno; Kurniasih, Ary Woro
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i1.3273

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan keterampilan metakognitif dapat mencapai ketuntasan belajar pada materi prisma,  (2) apakah rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan keterampilan metakognitif lebih baik dari rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran STAD pada materi prisma. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes dan metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan peme-cahan masalah matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pem-belajaran guided inquiry dengan pendekatan keterampilan metakognitif dapat mencapai ketuntasan belajar pada materi prisma, (2) rata-rata kemampuan pemecahan masalah ma-tematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan keterampilan metakognitif lebih baik dari rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model pembelajaran STAD. Simpulan yang diperoleh adalah model pembelajaran guided inquiry dengan pendekatan keterampilan metakognitif efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi prisma.                                     Kata kunci:      Guided Inquiry; Kemampuan Pemecahan Masalah; Metacognitive Skills. AbstractThe purposes of this research were to determine: (1) whether the student’s mathematics problem solving ability that got guided inquiry learning model with metacognitive skills approach can achieved mastery in prism material, (2) whether the average of student’s mathematics problem solving ability that got guided inquiry learning model with metacognitive skills approach better than the average of student's mathematics problem solving ability that got STAD learning model in prism material. The data collection method in this research was test method and observation method. The results shown that: (1) student's mathematics problem solving ability that got guided inquiry learning model with metacognitive skills approach can be achieved mastery in prism material, (2) the average of student's mathematics problem solving that got guided inquiry learning model with metacognitive skills approach better than the average of student's mathematics problem solving ability that got STAD learning model in prism material. The conclusion was the guided inquiry learning model with metacognitive skills approach is effective toward mathematics problem solving ability in prism material. Keywords:         Guided Inquiry; Problem Solving Abilities; Metacognitive Skills.
Strategi Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Ditinjau Dari Tingkat Berpikir Geometri Van Hiele Ayuningrum, Diah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i1.6851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah matematika siswa SMP ditinjau dari tingkat berpikir geometri Van Hiele yaitu visualisasi, analisis dan deduksi informal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas VIII-F SMPN 1 Waru, Sidoarjo. Penelitian ini dimulai dengan menentukan subjek penelitian dengan menggunakan tes tingkat berpikir geometri Van Hiele, kemudian dilanjutkan dengan pemberian tugas pemecahan masalah dan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Strategi pemecahan masalah siswa akan dianalisis berdasarkan tahapan pemecahan masalah Krulik dan Rudnick, yang terdiri dari (1) membaca dan berpikir, (2) mengeksplorasi dan merencanakan, (3) memilih suatu strategi, (4) menemukan jawaban, dan (5) meninjau dan mendiskusikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa visualisasi dalam memecahkan masalah matematika menggunakan strategi membuat gambar, berpikir logis, menulis persamaan atau kalimat terbuka, dan membuat daftar yang teratur, subjek visualisasi belum memahami bahwa persegi merupakan persegipanjang. 2) Siswa analisis memecahkan masalah matematika menggunakan strategi berpikir logis, menguji dan menerka serta membuat gambar, subjek analisis belum memahami bahwa persegi merupakan persegi panjang. 3) Siswa deduksi informal dalam memecahkan masalah matematika menggunakan strategi membuat gambar, berpikir logis, menulis persamaan atau kalimat terbuka serta menerka dan menguji, subjek deduksi informal telah memahami bahwa persegi merupakan persegipanjang.This study aimed to describe the mathematical problem-solving strategy of junior high school students based on Van Hiele levels of geometry thinking, namely visualization, analysis and informal deduction. This study was a qualitative research that produced descriptive data. Subjects of this study consisted of three students of class VIII-F SMPN 1 Waru, Sidoarjo. The study began by determining the subject of research by using Van Hiele’s geometry test, and then given problem solving task and interviews. For checking the validity of the data used a triangulation of time. Student problem solving strategies will be analyzed based on the stages of Krulik and Rudnick’s problem solving, which consists of (1) to read and think, (2) explore and plan, (3) selecting a strategy, (4) find the answers, and (5) review and discuss. The results showed that 1) the strategy of visualization student in solving mathematical problems was drew a picture, logical reasoning, wrote an equation or an open sentence, and made organized list, the visualization subject did not understood that a square was a rectangle. 2) The analysis student in solving mathematical problems was used logical reasoning strategies, guessed and checked, and drew a picture, the analysis subject did not understood that a square was a rectangle. 3) The strategy of informal deduction student in solving mathematical problem was drew a picture, logical reasoning, wrote an equation or an open sentence and guessed and checked, the subject of informal deductions had understood that a square was a rectangle. 
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa melalui Belajar Aktif (Active Learning) dengan Pengembangan Algoritma dan Membahasakan Ide-Ide dari Konsep-Konsep dan Prinsip-Prinsip pada Mata Kuliah Kalkulus 1 Kharis, Muhammad
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v2i2.2623

Abstract

Mathematical concepts are hierarchically structured, which means that in studying mathematics, the prerequisites concepts must be completely understood in order to understand the further concepts. This research is a classroom action research by applying active learning methods to express the ideas of the concepts and principles in calculus. This research aims to find a learning form that can give student a chance to express the ideas of the concepts and principles in calculus. This research also aims to know the learning outcomes from applying this methods. The research was conducted in three cycles. Each cycle consists of planning, execution, observation, and reflection. Each cycle begins with the pre test and ends with a post test. Pre tests are used to determine the preparation of students in the lecture, while the post test to determine student learning outcomes. Keywords: penelitian tindakan  kelas, siklus, pre tes, pos tes, belajar aktif.
Peningkatan Literasi Matematika Mahasiswa Melalui Pembelajaran Inovatif Realistik E-Learning Edmodo Bermuatan Karakter Cerdas Kreatif Mandiri Wardono, Wardono; Kurniasih, Ary Woro
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i1.4978

Abstract

Kemampuan literasi matematika siswa-siswa  Indonesia  dari hasil penilaian secara internasionaal oleh negara-negara maju OECD peringkat PISA Matematika siswa  Indonesia masih belum baik  dibandingkan dengan negara-negara lain. Permasalahan penelitian ini adalah;(1) Bagaimana mengembangkan  perangkat pembelajaran   Inovatif  Realistik E-Learning Edmodo  bermuatan karakter Cerdas Kreatif  Mandiri    dengan  penilaian berorientasi   PISA   yang dapat dilaksanakan  pada perkuliahan Telaah Kurikulum Matematika I   bagi mahasiswa calon  guru SMP yang valid?; (2) Bagaimana mengembangkan  perangkat pembelajaran   Inovatif  Realistik E-Learning Edmodo  bermuatan karakter Cerdas Kreatif  Mandiri    dengan  penilaian berorientasi   PISA   yang dapat dilaksanakan  pada perkuliahan Telaah Kurikulum Matematika I   bagi mahasiswa calon  guru SMP yang praktis?; (3) Apakah dengan mengimplementasikan perangkat pembelajaran  inovatif  Realistik E-Leraning Edmodo  bermuatan karakter Cerdas Kreatif Mandiri dengan penilaian berorientasi  PISA efektif  dapat meningkatkan   literasi  matematika mahasiswa calon guru  SMP pada mata kuliah  Telaah Kurikulum Matematika I?; (4) Apakah kualitas pembelajaran  inovatif  Realistik E-Leraning Edmodo  bermuatan karakter Cerdas Kreatif Mandiri dengan penilaian berorientasi  PISA  pada mata kuliah Telaah Kurikulum Matematika I   memenuhi kategori minimal baik?; (5)Apakah pembelajaran inovatif  Realistik E-Leraning Edmodo  bermuatan karakter Cerdas Kreatif Mandiri dengan penilaian berorientasi  PISA pada perkuliahan Telaah Kurikulum  Matematika I  dapat meningkatkan karakter mahasiswa yang lebih baik?      Metode penelitian  R&D. Pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan terhadap perangkat pembelajaran Pembelajaran Inovatif  Realistik E-Learning Edmodo  Bermuatan Karakter Cerdas Kreatif Mandiri. Perangkat yang dikembangkan meliputi Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), dan Tes Literasi Matematika (TLM). Instrumen penelitian berupa lembar validasi perangkat pembelajaran yang meliputi: silabus, rencana pembelajaran, lembar validasi LKM, lembar validasi instrumen  TLM, lembar observasi pengelolaan guru, lembar sikap siswa dalam pembelajaran, angket respon siswa, dan angket respon guru. Model pengembangan perangkat pembelajaran  mengacu model 4-D Thiagarajan yang dimodifikasi. Rancangan uji coba perangkat pembelajaran dengan quasi-experimental design dengan pretest-posttes control group design. Populasi penelitian  ini  mahasiswa MK Telaah Kurikulum Matematika I. Variabel-variabel  pada penelitian ini  yaitu; Variabel  LM, Variabel kemampuan dosen mengelola pembelajaran, Variabel respon mahasiswa dan respon Dosen, Variabel  kualitas pembelajaran dan karakter Cerdas Kreatif Mandiri . Analisis data untuk validitas dan kepraktisan perangkat dianalisis dengan statistik deskriftif. Analisis data keefektifan dengan uji proporsi ketuntasan LM dan uji perbedaan rata-rata dua mean. Analisis data peningkatan LM dan karakter dengan .uji Gain ternormalisasi.Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran   yang dikembangkan valid, praktis dan efektif dan dapat meningkatkan LM mahasiswa. Kualitas pembelajaran  memenuhi kategori baik dan karakter mahasiswa meningkat.
PENALARAN PROPORSIONAL SISWA SMP KELAS IX DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GENDER Permatasari, Defi Indah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i2.9537

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran proporsional siswa smp laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah matematika. Subjek penelitian terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan kelas IX SMPN 2 Bangsal Mojokerto. Penelitian ini dimulai dengan memberikan Tes Kemampuan Matematika (TKM) untuk mendapatkan dua subjek dengan kemampuan matematika yang setara. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian Tugas Penalaran Proporsional (TPP) dan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa laki-laki dan perempuan menunjukkan aktivitas penalaran proporsional pada komponen 1) memahami kovariasi, 2) mengenali situasi proporsional dan non-proporsional, 3) mengaplikasikan strategi multiplikatif dan 4) memahami syarat penggunaan rasio, pada saat menyelesaikan masalah jenis “missing value”. Kemudian untuk jenis masalah “numerical comparison” diperoleh hasil bahwa hanya siswa laki-laki yang menunjukkan aktivitas penalaran proporsional sedangkan siswa perempuan mengenali bahwa jenis masalah tersebut merupakan situasi non-proporsional.This research is a qualitative research which aimed to describe the proportional reasoning of male and female students on solving mathematical problems. The subject of this research are two students, they are male and female students at IX grade of SMPN 2 Bangsal Mojokerto. This study begins by giving the Mathematical Ability Test (TKM) to get two subjects with similar mathematical abilities and then it continued with Proportional Reasoning Task (TPP) and interviews. The checking of the data validity using triangulation of time. The results of this study showed that in the reasoning of proportional component, there is activity of the male and female students in 1) understand covariation, 2) recognize proportional and non-proportional situations, 3) apply multiplicative strategies and 4) understand terms of use of ratios, when resolving type problems "missing value". For the type of "numerical comparison" problem, only male student showed proportional reasoning activities whereas female students recognize that the type of problem as a non-proportional situation.
Meningkatkan Komunikasi Matematis Peserta Didik Melalui “Disco LeMPer” berbantuan Software GeoGebra Jurotun, Jurotun
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i1.4471

Abstract

Peserta didik belum menguasai kemampuan komunikasi matematika, baik kemampuan matematika lisan maupun kemampuan matematika secara tertulis. Peserta didik sulit membedakan penggunaan simbol dan lambang matematika, mengubah masalah nyata ke dalam bahasa matematika, serta mentransfer bentuk matematika ke dalam masalah nyata, peserta didik jarang mengajukan pertanyaan ataupun memberikan pendapatnya dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi matematis melalui “Disco LeMPer” berbantuan Software GeoGebra. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas dengan Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari silkus 1 dan siklus 2. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas XI MIA3 SMA Negeri 1 Dempet. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi dan tes tertulis. Hasil penelitian diperoleh  bahwa terjadi peningkatan komunikasi matematis lisan sebesar 45% pada siklus 1 dan 22% pada siklus 2. Sedangkan untuk komunikasi tertulis terjadi peningkatan sebesar 30% untuk siklus 1 dan 42% untuk siklus 2. Dengan demikian pembelajaran Disco LeMPer berbantuan software GeoGebra dapat meningkatkan komunikasi matematis peserta didik SMA untuk materi irisan kerucut. Learners have not mastered the mathematical communication skills, both verbal and math skills math skills in writing. Learners are difficult to distinguish the use of symbols and mathematical symbol, changing the real problems into mathematical language, as well as the transfer form to the real problems of mathematics, students rarely ask questions or give opinions in the process of learning mathematics. This study aims to improve mathematical communication through "Disco Lemper" aided software GeoGebra.This research is a classroom action research with the type of research is a class action consisting of cycle 1 and cycle 2. Class Action Research was conducted in class XI MIA3 SMA Negeri 1 Dempet. Data collection tools used were observation sheet and a written tes. The results showed that an increase in oral mathematical communication by 45 % in cycle 1 and 22 % in cycle 2. As for written communication an increase of 30 % for the first cycle and 42 % for cycle 2. Thus Disco Lemper aided learning software GeoGebra can improve communication mathematical high school students to the material conic sections.  
Peningkatan Prestasi Peserta Didik dalam Menentukan Akar Pangkat Dua dan Pangkat Tiga Bilangan Bulat dengan Teknik Taksiran Cermat (TTC) Di Kelas VII SMP Negeri 1 Tenggarang Tahun Pelajaran 2011/2012 Hariyadi, Slamet
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i1.2610

Abstract

Peserta didik secara input kurang dalam penguasaan konsep matematika,  utamanya operasi hitung dasar pada bilangan bulat. Beberapa instrumen dan indikasi yang mendukung keadaan tersebut antara lain; 1)    rata-rata nilai  pretes matematika peserta didik baru pada materi operasional dasar  bilangan bulat  disetiap awal tahun pelajaran, tidak lebih dari  5,00;  2) sejak tahun 2005 SMP Negeri 1 Tenggarang menjadi satu-satunya sekolah di kabupaten Bondowoso yang mendapatkan program Bridging Course dari pemerintah pusat didasarkan dari masih rendahnya tingkat kelulusan dan prestasi peserta didiknya. Sampel penelitian adalah  kelas VII C SMP Negeri 1 Tenggarang Tahun Pelajaran 2011/2012. Masalahnya adalah apakah Teknik Taksiran Cermat (TTC) dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik dalam menentukan akar kuadrat bilangan bulat kuadrat sempurna dan akar pangkat tiga bilangan bulat kubik? Pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan penelitian ini menggunakan dua skenario pembelajaran yaitu RPP model 1 pada kegiatan inti TM dan RPP model 2 pada kegiatan TM remidial. Hasil pembelajaran dari dua model skenario pembelajaran, berdasarkan pengamatan proses; 1) Eksplorasi; respon peserta didik untuk menjawab pertanyaan kuis dalam waktu tidak lebih dari 3 menit tiap soal ada peningkatan dari 13 % menjadi 54,5 %; Ketepatan menjawab dengan benar soal kuis tidak lebih dari 3 menit tiap soal ada peningkatan dari 60% menjadi 83,3 %; 2) Elaborasi; keaktifan peserta didik dalam kelompok dari kurang aktif menjadi aktif; Ketepatan kelompok dalam mempresentasikan dengan benar soal-soal LKS ada peningkatan dari 40 % menjadi 80 %. Evaluasi keberhasilan pembelajaran; jumlah ketuntasan ada peningkatan dari 21,7 %  menjadi 100 % orang.
Komparasi Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Group Investigation dan Guided Discovery Berbasis Portofolio Siswa Kelas VII Astuti, Endah Yuli; Sutarto, Hery
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i1.5115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas yang dikenai model pembelajaran Group Investigation dan kelas yang dikenai model pembelajaran Guided Discovery yang berbasis portofolio dalam penilaian. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Magelang tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes. Analisis data menggunakan:(1) Uji t pihak kanan, untuk menguji tingkat ketuntasan individual; (2) Uji z, untuk menguji tingkat ketuntasan klasikal; dan (3) Uji t perbedaan rata-rata, untuk menguji perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas dengan model pembelajaran Group Investigation dan kelas dengan model pembelajaran Guided Discovery berbasis portofolio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran dengan model Group Investigation berbasis portofolio telah mencapai ketuntasan belajar secara individual maupun secara klasikal; (2) pembelajaran dengan model Guided Discovery berbasis portofolio telah mencapai ketuntasan belajar secara individual maupun secara klasikal; (3) rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran Guided Discovery berbasis portofolio lebih baik dari rata-rata kemapuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran Group Investigation berbasis portofolio.The purposes of this study are to find out the average competence of student’s critical thinking skills between the Group Investigation and Guided Discovery base on portfolio. The population of this study is students of VII grades of junior high school 3 Magelang, by using Cluster Random Sampling. The data collecting by using test method. The data analyses are using: (1) T test of right side, to examine the level of individual minimum score competeness; (2) Z test, to examine the level of classical minimum score competeness; (3) T test the difference of average, to examine the distinction of the critical thinking skills score average between Group Investigation class and Guided Discovery class. The result of the study shows that: (1) Group Investigation class base portofolio has already passed the minimum score altough the students of experiment class; (2) Guided Discovery class base portofolio has already passed the minimum score altough the students of experiment class; (3) score average of the critical thinking students skills in Group Investigation class are better than score average of the critical thinking students skills in Guided Discovery class.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue