Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Melalui Pembelajaran Model 4K Berdasarkan Tipe Kepribadian Peserta Didik Kelas VII Pertiwi, Ajeng Dian; Susilo, Bambang Eko
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.4550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis  melalui pembelajaran model 4K berdasarkan tipe kepribadian Guardian, Artisan, Rational, dan Idealist. Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari 4 peserta didik kelas VII G SMP Negeri 2 Semarang. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah tes komunikasi matematis dan wawancara. Hasil tes dan wawancara dianalisis mengacu pada kriteria kemampuan komunikasi matematis yakni kemampuan: (1) menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan sesuai permasalahan (KKM 1); (2) menuliskan jawaban sesuai dengan maksud soal (KKM 2); (3) menuliskan alasan-alasan dalam menjawab soal (KKM 3); (4) membuat gambar yang relevan dengan soal (KKM 4); (5) menuliskan istilah-istilah dan simbol-simbol matematika (KKM 5); dan (6) membuat simpulan secara tertulis menggunakan bahasa sendiri. (KKM 6)  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guardian menguasai KKM 1, 2, 3, 4, dan 5, namun kurang menguasai KKM 6; (2) Artisan menguasai KKM 1, 2, 3, dan  4, namun kurang menguasai KKM 5 dan 6; (3) Rational menguasai keenam KKM; (4) Idealist menguasai KKM 1, 2, dan 4, namun kurang menguasai KKM 3, 5, dan 6.The purpose of this research is obtain a description of mathematical communication through 4K learning model based on personality types Guardian, Artisan, Rational, and Idealist. The subjects of this research consist of 4 students 7th grade in state junior high school 2 Semarang. The techniques to collect data of this research are mathematical communication test and interviews. Test result and interviews are analyzed based on the mathematical communication ability criteria, they are the ability of: (1) writing what are known and what are asked (MCA1); (2) writing an answer appropriate with the problem intention (MCA 2); (3) writing the reason in problem solving (MCA 3); (4) making a sketch related to problem (MCA 4); (5) writing the technical terms and mathematics symbols (MCA 5); and (6) writing a conclusion with own words (MCA 6). The result of this research showed that: (1) Guardian is capable to do MCA1, 2, 3, 4, and 5, but not capable to do MCA 6 enough; (2) Artisan is capable to do MCA 1, 2, 3, and 4, but not capable to do MCA 5 and 6 enough; (3) Rational is capable to do all MCA; (4) Idealist is capable to do MCA 1, 2, and 4, but not capable to do MCA 3, 5, and 6. 
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Melalui Pembelajaran Model 4K Berdasarkan Tipe Kepribadian Peserta Didik Kelas VII Pertiwi, Ajeng Dian; Susilo, Bambang Eko
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.4550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis  melalui pembelajaran model 4K berdasarkan tipe kepribadian Guardian, Artisan, Rational, dan Idealist. Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari 4 peserta didik kelas VII G SMP Negeri 2 Semarang. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah tes komunikasi matematis dan wawancara. Hasil tes dan wawancara dianalisis mengacu pada kriteria kemampuan komunikasi matematis yakni kemampuan: (1) menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan sesuai permasalahan (KKM 1); (2) menuliskan jawaban sesuai dengan maksud soal (KKM 2); (3) menuliskan alasan-alasan dalam menjawab soal (KKM 3); (4) membuat gambar yang relevan dengan soal (KKM 4); (5) menuliskan istilah-istilah dan simbol-simbol matematika (KKM 5); dan (6) membuat simpulan secara tertulis menggunakan bahasa sendiri. (KKM 6)  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guardian menguasai KKM 1, 2, 3, 4, dan 5, namun kurang menguasai KKM 6; (2) Artisan menguasai KKM 1, 2, 3, dan  4, namun kurang menguasai KKM 5 dan 6; (3) Rational menguasai keenam KKM; (4) Idealist menguasai KKM 1, 2, dan 4, namun kurang menguasai KKM 3, 5, dan 6.The purpose of this research is obtain a description of mathematical communication through 4K learning model based on personality types Guardian, Artisan, Rational, and Idealist. The subjects of this research consist of 4 students 7th grade in state junior high school 2 Semarang. The techniques to collect data of this research are mathematical communication test and interviews. Test result and interviews are analyzed based on the mathematical communication ability criteria, they are the ability of: (1) writing what are known and what are asked (MCA1); (2) writing an answer appropriate with the problem intention (MCA 2); (3) writing the reason in problem solving (MCA 3); (4) making a sketch related to problem (MCA 4); (5) writing the technical terms and mathematics symbols (MCA 5); and (6) writing a conclusion with own words (MCA 6). The result of this research showed that: (1) Guardian is capable to do MCA1, 2, 3, 4, and 5, but not capable to do MCA 6 enough; (2) Artisan is capable to do MCA 1, 2, 3, and 4, but not capable to do MCA 5 and 6 enough; (3) Rational is capable to do all MCA; (4) Idealist is capable to do MCA 1, 2, and 4, but not capable to do MCA 3, 5, and 6. 
FORMULASI SEDIAAN SALEP KOMBINASI EKSTRAK GETAH ASHITABA (Angelica keiskei koudzumi) DAN BAWANG MERAH BIMA (Allium sp.) SEBAGAI KANDIDAT OBAT ULKUS DIABETIKUM Hardyanti, Elka Laras; Pertiwi, Ajeng Dian; Auliya, Nurhikmatul
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 2, No 2 (2018): Pharmaceutical and Traditional Medicine
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getah ahitaba dan bawang merah bima mengandung banyak zat senyawa bioaktif yang berkhasiat obat sehingga digunakan sebagai obat tradisional. Salah satu khasiat getah ashitaba ialah sebagai antimikroba yang diduga berasal dari kandungan golongan alkaloid, saponin, flavonoid, triterfenoid, glikosida dan tanin sedangkan untuk bawang merah bima juga berkhasiat sebagai antimikroba yang diduga berasal dari kandungan allisin, Alilpropil disulfide seperti flavonoid, flavonol dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas formulasi sediaan salep kombinasi ektrak getah ashitaba dan bawang merah bima untuk ulkus diabetiukum. Metode ektraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Formulasi sediaan dibuaat dengan menggunakan basis vaselin album dan tambahan PEG dengan kosentrasi 5% dan 10%. Data yang diperoleh berupa uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji iritasi kulit sukarelawan dan uji in vivo. Dari hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa sediaan setengah padat, bau khas bawang merah bima dan bewarna kuning, pH sediaan adalah 6, uji homogenitas menunjukkan tidak ada butiran kasar yang terdapat dalam formulasi sediaan salep dan tidak adanya iritasi pada kulit sukarelawan. Hasil uji in vivo formulasi sediaan salep kombinasi ektrak getah ashitaba dan bawang bima efektif dalam penyembuhan luka sayatan yang telah terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus. Dimana formulasi yang efektif adalah formulasi sediaan salep konsentrasi 10% dengan prosentase penyembuhan luka sayatan mencapai 78%.
Identification of waste: DOWNTIME in the outpatient prescription services at the pharmacy installation of Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram Nur Atikah; Sari Nanchi Parhatiwi; Ajeng Dian Pertiwi; Evi Fatmi Utami; Firman Firman
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol17.iss2.art1

Abstract

Background: The hospital pharmacy installation is a health service unit that is required to provide professional services and improve quality which is oriented towards achieving patient satisfaction. Waste identification in pharmaceutical services is important because it has an impact on stakeholder satisfaction. Objective: Identifying waste using the DOWNTIME method for the outpatient prescription services at the pharmacy installation of Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram. Methods: The study used the cross-sectional design, with the population being all outpatients who were provided with pharmaceutical services during February – April 2019 as well as all staff. Data were tabulated and analyzed descriptively. Critical waste was obtained through questionnaires and the root causes of critical waste were obtained through in-depth interviews with 5-why methods.Results: Waste waiting had the highest rate compared to other wastes, reaching 44% or 53 out of 121 respondents, followed by inventory (26%), extra processing (19%), transportation (14%), defects (14%), motion (13%), over production (8%), and non-utilized skills (7%). Meanwhile, from the staff respondents, waiting was also the highest waste (18%), followed by inventory (16%), motion (13%), over production (12%), transportation (12%), non-utilized skills (10%), extra processing (10%), and defects (9%). The root cause of waste waiting was the frequent drug unavailability due to delays in payment of services from the cooperating party to the hospital as well as the narrow service areas.Conclusion:Waste waiting became the critical waste with the highest percentage of dissatisfaction in the patient respondents (44%) and staff respondents (18%).Keywords: Waste, DOWNTIME, outpatient prescription services, pharmacy installation of RSI Siti Hajar MataramIntisari Latar belakang: Instalasi farmasi rumah sakit (IFRS) merupakan unit pelayanan kesehatan yang diharuskan untuk melayani secara profesional dan meningkatkan mutu yang berorientasi pada tercapainya kepuasan pasien. Identifikasi waste dalam pelayanan kefarmasian penting, karena berdampak kepada kepuasan stakeholder. Tujuan: Melakukan identifikasi waste dengan metode DOWNTIME di IFRS Rawat Jalan RSI Siti Hajar Mataram. Metode: Desain penelitian adalah cross sectional, dengan populasi seluruh pasien rawat jalan yang diberikan pelayanan kefarmasian pada bulan Februari–April tahun 2019, dan seluruh staf IFRS. Data ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Waste kritis diperoleh melalui penyebaran kuisioner dan akar penyebab waste kritis diperoleh melalui wawancara mendalam dengan metode 5 why. Hasil: Waste waiting mendapat angka paling tinggi dibandingkan waste yang lainnya, dimana 44% atau 53 responden dari 121 responden. Kemudian disusul oleh inventory (26%), extra preccesing (19%), transportation (14%), defect (14%), motion (13%), over production (8%) dan non-utilized skill (7%). Bagi responden staf IFRS, waiting juga menjadi waste tertinggi (18%), diikuti oleh inventory (16%), motion (13%), over production (12%), transportation (12%), non-utilized skill (10%), extra processing (10%), dan defect (9%). Akar penyebab waste waiting adalah sering terjadi kekosongan obat akibat keterlambatan pembayaran jasa pelayanan dari pihak kerjasama kepada rumah sakit serta area pelayanan yang sempit. Kesimpulan:Waste waiting menjadi waste kritis dengan persentase ketidakpuasan tertinggi pada responden pasien (44%) dan pada responden staf (18%).Kata kunci :Waste, DOWNTIME, pelayanan resep, pasien rawat jalan, IFRS RSI Siti Hajar Mataram
Pendampingan Ibu Hamil Dalam Kegiatan Aksi Seribu Hari Pertama Kehidupan (Ashar) Hardani Hardani; Ajeng Dian Pertiwi; Nur Atikah; Sri idawati; Evi Fatmi Utami; Sri Rahmawati
Jurnal KARINOV Vol 4, No 2 (2021): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i2p%p

Abstract

Aksi Seribu Hari Pertama Kehidupan (ASHAR) adalah periode seribu hari mulai sejak terjadinya konsepsi hingga anak berumur dua tahun. Seribu hari terdiri dari, 270 hari selama kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi dilahirkan. Periode ini disebut periode emas (golden periode) atau disebut juga sebagai waktu yang kritis, yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka akan terjadi kerusakan yang bersifat permanen (window of opportunity). Aksi Seribu Hari Pertama Kehidupan pada tataran global disebut Scalling-Up Nutrition (SUN) dan di Indonesia disebut dengan Gerakan Nasional Sadar Gizi dalam Rangka Percepatan Perbaikan Gizi. Tujuan Global SUN Movement adalah menurunkan masalah gizi, dengan fokus pada 1000 hari pertama kehidupan yaitu pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-23 bulan. Indikator Global SUN Movement adalah penurunan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), anak balita pendek (stunting), kurus (wasting), gizi kurang (underweight), dan gizi lebih (overweight). Pada program Aksi Seribu Hari Pertama Kehidupan (disingkat ASHAR) ini menggunakan metode pendekatan yaitu pendampingan, diskusi, edukasi, monitoring dan evaluasi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak sehingga tercapai generasi Emas NTB 2025.Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini yaitu terpenuhi kesehatan ibu dan anak.Kata kunci—Ashar, gizi, ibu, bayi, stunting Abstract The first thousand Days of Life (ASR) is a period of a thousand days from the date of conception until the child is 2 years old. A thousand days consist of, 270 days during pregnancy and 730 days of first life since the infant was born. This period is called the golden Period or also called a critical time, which if not utilized properly there will be permanent damage (window of opportunity). The first thousand days of life at the global level is called Scaling Up Nutrition (SUN) and in Indonesia called the National movement of nutritional awareness to accelerate nutritional improvement. SUN Movement's Global goal is to bring down nutritional problems, focusing on the first 1000 days of life in pregnant mothers, nursing mothers and children aged 0-23 months. The Global SUN Movement indicator is a decrease in low birth weight babies (BBLR), short stunting, lean (wasting), underweight, and more nutrition (overweight). In the first thousand Days of Life Program (abbreviated Ashar), this method of approach is a mentoring, discussion, education, monitoring, and evaluation. The purpose of this devotion is to increase the degree of maternal and child health so that the generation of NTB gold is reached 2025. The results achieved in this devotion are fulfilled maternal and child health.Keywords—Ashar, nutrition, mother, baby, stunting  
Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Melalui Pemberantasan Nyamuk Aedes aegypti Jumari Ustiawaty; Ajeng Dian Pertiwi; Aini Aini
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.382 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.528

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Lingkungan Bendega, Tanjung Karang, Sekarbela, Kota Mataram, NTB merupakan salah satu kawasan pemukimam  penduduk yang mempunyai data penyakit demam berdarah setiap tahunnya. Faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang penyakit DBD dan cara penanggulangannya serta kurang pahamnya masyarakat terkait dengan vektor pembawa penyakit DBD dan kondisi lingkungan yang menjadi potensi tempat bersarang dan berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti. Diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit DBD. Metode yang gunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan penyuluhan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit DBD dan cara penanggulangannya sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah melalui pemberantasan nyamuk Aedes aegypti. Pengabdian ini dilaksanakan di salah satu rumah warga yang merupakan kader desa di lingkungan Bendega yang dihadiri oleh 18 orang peserta dan melibatkan mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram yang sedang melakukan kegiatan Program Pengembangan Dan Pengabdian Pada Masyarkat Desa (P3MD), Kader Lingkungan Mendega. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan bejalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Respon positif dan antusiasme warga dalam memperhatikan materi yang disampaikan selama kegiatan penyuluhan, ada beberapa pertanyaan yang ternyata juga diajukan oleh warga mencerminkan rasa keingintauannya untuk memahami cara pengendalian DBD dan diharapkan dapat menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat lainny
POTENSIAL ANTIMIKROBA EKSTRAK ETIL ASETAT CANGKANG BULU BABI TERHADAP BAKTERI S. aureus DARI LUKA KAKI DIABETES Hardani Hardani; Dhika Juliana Sukmana; Bustanul Atfal; Ajeng Dian Pertiwi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2023): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i3.2880

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a global problem that requires special treatment. One of the complications of DM is diabetic foot ulcers. The spread of diabetic wounds accompanied by ulcers is caused by the presence of S. aureus bacteria. This bacterium is known to be able to adapt to various classes of antibiotics, so it is necessary to explore new antibiotics from natural materials, one of which is sea urchins. This study was conducted to determine the antibacterial activity of ethyl acetate extract of sea urchin shells on the growth of S. aureus bacteria. This research was conducted at the Laboratory of the Medica Farma Husada Polytechnic in Mataram and the URB Laboratory of the NTB Provincial Hospital. The results of this study showed that there was the antibacterial activity of sea urchin shell extract with an inhibition zone diameter of 12 mm which was classified as strong, while Ciprofloxacin formed an inhibition zone with a diameter of 27 mm. From this study, it was concluded that sea urchin shell extract was able to inhibit the growth of S. aureus.
EFEKTIVITAS EKSTRAK WRESAH (AMOMUM DEALBATUM) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Ajeng Dian Pertiwi; Musparlin Halid
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 9 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v9i1.893

Abstract

Wresah plant (Amomum dealbatum) is one of the typical fruit species from Lombok Island which has a distinctive fragrance and is a member of the ginger-ginger tribe. This study aims to test the ethanol extract of Wresah skin (Amomum dealbatum) as an antibacterial (Staphylococcus aureus) with concentrations of 15%, 30% and 50%. The research method conducted was laboratory experimental. The antibacterial test of Staphyloccocus aureus was carried out with five treatment groups and five repetitions, namely positive control (ciprofloxacin), negative control (distilled water), concentrations of 15%, 30% and 50% using well method and then incubated for 24 hours at a temperature of 370 C. The results of the antibacterial test of ethanol extract of Wresah fruit peel showed inhibition of Staphylococcus aureus bacteria and at concentrations of 15%, 30%, and 50% which produced the largest diameter of the inhibition zone with an average diameter of 2.0 mm. The Kruskal Wallis test showed a statistically significant difference between the three concentrations tested (p < 0.05), which means that Wresah fruit peel extract is able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria. In conclusion, the extract of Wresah fruit peel has demonstrated antibacterial properties against Staphylococcus aureus and can be used as a natural alternative to conventional antibiotics.
POTENSI HIBRID GOLD NANOPARTICLES DAN ANTIBIOTIK VANKOMISIN UNTUK MENGATASI MULTI DRUG RESISTANT BACTERIA (MDR) Nur Hikmatul Auliya; Ajeng Dian Pertiwi; Edy Kurniawan
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.006 KB) | DOI: 10.33651/jpkik.v5i1.16

Abstract

Antibiotic-resistant bacteria are responsible for the majority of infections worldwide. The ?-Lactam antibiotics work by inhibiting penicillin-binding proteins (PBPs) which are currently resistant to MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus). To solve this problem, drug delivery systems methods should be developed to overcome bacterial resistance. Nanoparticles offer a system which can improve bioavailability, efficacy, and specificity works by pharmaceutical drugs. In this study, hybridization between gold nanoparticles and vancomycin antibiotics was carried out followed by the characterization of hybrid by FT-IR and UV-Vis determination. Antibacterial activity testing also was done by the Kirby-Bauer method. The results showed that the vancomycin was resistance against MRSA, whereas hybridization process by gold nanoparticles increased its ability. The hybrid showed antibacterial activity against MRSA. The test showed the ability of hybrid to inhibit MRSA at the concentration of 100 ppm, 500 ppm and 1000 ppm with a clear zone of 13 mm, 24 mm and 28 mm respectively.
POTENSI FRAKSI AKTIF DAUN PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis (L) Vahl) SEBAGAI PENGHAMBAT BAKTERI PENYEBAB PNEUMONIA Baiq Ayu Aprilia Mustariani; Ajeng Dian Pertiwi
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.12 KB) | DOI: 10.33651/jpkik.v4i2.37

Abstract

Alam menyediakan obat-obat alami yang murah, efektif, dan relatif aman. Hal tersebut mendorong semakin banyak dilakukan eksplorasi bahan alam sebagai sumber obat-obatan. Tujuan Penelitian adalah untuk menemukan fraksi aktif dari ekstrak daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis (L.)Vahl) dan mengetahui mengetahui kemampuan antibakteri terhadap beberapa bakteri penyebab pneumonia. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratories secara in vitro yang bersifat eksploratif analitik untuk menguji aktivitas antibakteri fraksi daun Pecut kuda terhadap bakteri penyebab Pneumonia dibandingkan ciprofloxacin sebagai control positif. Fraksi n-heksana dari daun pecut kuda memiliki daya hambat pada bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 10% dan 20% sebesar 9 mm dan 10 mm, sedangkan antibiotik ciprofloxacin (K+) sebesar 6 mm sedangkan fraksi etanol memiliki daya hambat pada konsentrasi 20% sebesar 6 mm sedangkan antibiotik ciprofloxacin (K+) sebesar 7 mm. Fraksi n-heksana dapat menghambat bakteri Streptococcus pneumonia memiliki daya hambat pada konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 20% sebesar 10 mm, 12 mm, 12 mm, dan 13 mm. Fraksi etanol menghambat bakteri Streptococcus pneumonia pada konsentrasi 10% dan 20% sebesar 9 mm dan 13 mm.
Co-Authors Adriyan Suhada Adriyan Suhada Afflint Christin Djawa Aini Aini Aini, Aini Any Guntarti Ardiansyah, Lalu Dwi Sartia Auliya, Nurhikmatul Baiq Ayu Aprilia Mustariani BaiqIsti Hijriani Bambang Eko Susilo Beny Binarto Budi Susilo Bustanul Atfal Dhika Juliana Sukmana Didi Taswidi Dini Eka Fitriani Dita Prihartini Edy Kurniawan Evi Fatmi Utami Evi Fatmi Utami Evi Fatmi Utami Fardani, Roushandy Asri Firman Firman H. Hardani Haily Liduin Koyou Halid, Idha Hardani - - Hardani, H Hardyanti, Elka Laras Hari Susanti Idham Halid Idham Halid Idham Halid Idham Halid Ismatullah, Nurul Khatimah Khairul Amri Assidiq Khairul Pahmi Rahmawati Kurniawati, Ari Mentari, Ika Nurfajri Mindi Richia Putri Mohamad Sadli Muhadi, Muhadi Muhammad Asyraf bin Salleh Muhammad Nawawi Muhammad Nawawi Muhamad Khalid Iswadi Munji Munji Musparlin Halid Ni Nyoman Ariwidiani Ni Nyoman Ariwidiani Nina Salamah Novianty, Wanda Nur Atikah Nur Atikah Nur Hikmatul Auliya Nurul Hadiatun Nurul Indriani Nurul Indriani Palanee Ammaranond Pauzan Pauzan Pauzan Pauzan Pauzan Pauzan Pauzan, Pauzan Permana, Yan Reiza Permata, Reny Amalia Pertila, Dwi Marselina Prihartini, Dita Purmafitriah, En Rachman, Muhammad Aditya Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmawanti, Isna Ratulangi, Wulan Ratia Reni Chairunnisah, Reni Rian Wahyul Ikhtiar Rosnalia Widyan Rosnalia Widyan Rosnalia Widyan Roushandy Asri Fardani Sami?un, Sami?un Sami’un Sami’un Sari Nanchi Parhatiwi Sar’in Sri Idawati Suyitno Suyitno Syahrul Syamsul Arifin Syamsuriansyah Syamsuriansyah, Syamsuriansyah Tuhfatul Ulya Tuhfatul Ulya Tuhfatul Ulya Ulya, Tuhfatul ustiawaty, jumari Utami, Evi Fatmi Wanda Novianty Wulan Ratia Ratulangi Wulan Ratia Ratulangi Wulan Ratia Ratulangi Yofita Sandra